• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Komunikasi Massa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Komunikasi Massa"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Komunikasi Massa

2.1.1. Pengertian Komunikasi Massa

Dalam buku Pengantar Komunikasi Massa menurut Michael W. Gamble dan Teri Kwal Gamble (1986) ada enam indikator yang dapat mendefinisikan sesuatu sebagai komunikasi massa (Nurudin, 2007). Enam indikator tersebut mencakup beberapa hal – hal diantaranya:

1. Dalam komunikasi massa, komunikator memanfaatkan media modern untuk memberikan dan membagikan informasi secara cepat kepada masyarakat luas.

2. Komunikator menyebarkan sebuah pesan dengan maksud mencoba untuk berbagi dengan berbagai orang yang tidak saling mengenal satu sama lain. Yang menjadi pembeda komunikasi massa dengan jenis – jenis komunikasi yang lain, yaitu anonimitas audience. Penerima dan pengirim dari sebuah pesan biasanya satu sama lainnyatidak saling kenal.Sebuah pesan akan diterima dan didapatkan oleh banyak orang.

3. Sebagai sumber, komunikator massa biasanya tidak berasal dari perseorangan melainkan dari sebuah organisasi.

4. Komunikasi massa dikelola individu atau kelompok yang bertugas mengontrol pesan yang akan disebarkan melalui

(2)

8 media massa atau biasanya disebut gatekeeper (Penapis Informasi).

5. Feedback atau umpan balik dalam komunikasi massa sifatnya tertunda (delayed).

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa merupakan pesan yang disampaikan oleh sekelompok orang atau organisasi formal kepada khalayak luas melalui media massa.

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa media massa merupakan sebuah alat komunikasi yang dapat membagikan sebuah pesan secara bersamaan dan cepat kepada audiens yang luas dan beragam.

Ciri khusus yang membedakan antara komunikasi massa dengan komunikasi interpersonal terletak pada penerima pesannya.

Alexis S Tan mencoba membeberkan sifat khusus yang dipunyai komunikasi massa. Ia membeberkan ciri komunikasi massa dengan membandingkan jenis komunikasi lainnya yaitukomunikasi interpersonal. Jika dibedakan antara komunikasi massa dengan komunikasi interpersonalmaka akan diketahuidefinisi komunikasi massa (Nurudin, 2007).

2.1.2. Efek Komunikasi Massa

Menurut Winarni dalam bukunya Komunikasi massa suatu pengantar (2003), media massa dapat mempengaruhi perilaku manusia secara langsung. Dengan adanya contoh dalam kehidupan

(3)

9 sehari hari masyarakat, pernyataan tersebut dipercayai masyarakat bahwa media sangat berpengaruh dan pantas untuk ditakuti. Namun pada satu sisi, sehubungan dengan kepercayaan masyarakat tentang pengaruh media massa sebuah studi yang dilakukan, telah menjelaskan bahwa pengaruh yang diberikan media massa tidaklah semerta merta yang diperkirakan orang. Pengaruh yang diberikan media massa kepada khalayak masyarakat sifatnya terbatas dan banyak faktor yang mempengaruhi tingkat dari keterpengaruhan khalayak terhadap media massa.

Winarni juga menjelaskan media massa ditinjau dari segi pesan akan menimbulkan tiga efek, yaitu :

1. Efek Kognitif

Efek kognitif merupakan dampak yang timbul pada diri seseorang yang terpapar terpaan media, dimana akibat tersebut bersifat informatif pada diri seseorang. Efek kognitif ini mampu menyebabkan orang yang awalnya tidak tahu akan menjadi tahu, tidak jelas akan menjadi jelas, ragu akan menjadi yakin, dan lain-lainnya. Melalui sebuah media, seseorang dapat memperoleh sebuah informasi yang belum pernah diketahui sebelumnya.

2. Efek Afektif

Efek Afektif merupakan akibat yang timbul pada diri seseorang tidak hanya tahu, namun dapat merasakannya. Media massa mampu mempengaruhi emosional seseorang. Informasi yang

(4)

10 diberikan dapat membuat seseorang senang, sedih, marah, jengkel,dan sebagainya. Misalnya ketika menonton tayangan film drama korea yang sedih, perasaan seseorang ikut sedih bahkan sampai meneteskan air mata.

3. Efek Behavioral

Efek Behavioral merupakan akibat yang timbul pada diri seseorang mengacu pada perubahan perilaku atau adanya tindakan. Efek ini menimbulkan perilaku antisosial dan prososial. Antisosial adalah bentuk perilaku yang negatif dari penggunaan media massa. Biasanya mengarah untuk hal negatif seperti merusak atau melukai orang lain. Contohnya adegan kekerasan pada sebuah tayangan program televisi akan menjadikan orang menjadi brutal dan anarkis. Sedangkan prososial merupakan bentuk perilaku positif dari penggunaan media massa. Misalnya terpaan media menjadikan orang tersebut memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.

2.2. Teori S-O-R

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori SOR Hovland,et. Al pada tahun 1953. Teori ini berasal dari singkatan stimulus, organisme, respon. Teori ini awalnya berada di psikolog, namun tidak menjadi heran kenapa saat ini dapat menjadi teori komunikasi karena psikolog dan ilmu komunikasi objek materialnya sama, yaitu manusia. Teori SOR merupakan

(5)

11 proses dari sebuah komunikasi antara dua orang atau lebih yang menimbulkan reaksi khusus. Teori ini mengasumsikanbagaimana terjadinya sebuah perubahan tingah laku bergantung pada mutu rangsangan (stimulus) yang melakukan komunikasi dengan komunikan (organisme).

Terdapat 3 elemen penting dalam teori S-O-R ini, yaitu:

a. S yang berarti Stimuli atau Pesan

b. O yang berarti Organisme atau Penerima c. R yang berarti Respon atau Efek

Teori Stimulus Organisme Respons (SOR) menerangkan bahwa dampakyang terjadi pada pihak organisme merupakan akibat dari komunikator.

Besar maupun kecilnya sebuah pengaruh dan jugabagaimanapengaruh itu dapat terjadi, tergantung pada isi penyajian atau stimuli.

Bagan diatas menunjukkan adanya perubahan sikap bergantung pada proses yang terjadi pada individu. Dalam penelitian tiga unsur, yaitu stimulus dalam penelitian ini yaitu #Unboxingcaleg, organisme adalah pihak penerima pesan yaitu pengikut akun teman rakyat, dan respon merupakan pengaruh yang terjadi terhadap stimuli setelah melalui beberapa tahapan organisme yaitu proses memperhatikan, memahami, menerima yang dilakukan penerima sehingga menghasilkan pengetahuan.

(6)

12 2.3. Media Sosial

2.3.1. Pengertian Media Sosial

Media yang memberikan sarana bagi seseorang untuk berinteraksi antar pengguna dengan menggunakan sebuah teknologi digital atau yang biasa disebut Media Sosial. Media sosial dapat meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi ,bekerja sama antar pemakai dan melakukan tindakan secara berkelompok yang berada diluar lembaga atau organisasi. Media sosial bebas untuk mempengaruhi seseorang yang terdorong untuk ikut serta dengan memberi andil dan feedback secara bebas, membagikan respon, maupun berbagi informasi.

Media sosial bertumbuh pesat sejalan dengan perkembangan teknologi daring dan gawai. Kini untuk mengoperasikan instagram misalnya, dapat dilakukan bebas dimanapun dan kapanpun hanya dengan melalui sebuah gawai dan jaringan internet. Kemudahan pengaksesan mengakibatkan terjadinya perubahan besar terhadap arus informasi. Hal tersebut tampak peranan media massa konvensional telah tergantikan dengan media sosial.

2.3.2. Karakteristik Media Sosial

Nasrullah dalam Puspitasari (2018) menyebutkan tujuh karakteristik media sosial, yaitu:

1. Informasi

(7)

13 Konten yang diproduksi dan interaksi yang terjadi di media sosial berdasarkan informasi.

2. Jaringan

Media sosial dibangun dari konstruksi sosial yang tercipta dalamjejaring internet. Karakteristik ini memudahkan pengguna untuk terhubung secara mekanisme teknologi.

3. Arsip

Arsip dapat diartikan sebagai fungsi yang menjelaskan koleksi data dan fakta yang tersimpan dan dapat digunakan kapan saja melalui media digital apapun.

4. Interaksi (hubungan)

Media sosial Tidak hanya memperluas hubungan pertemanan maupun memperbanyak pengikut namun media sosial dapat membentuk jaringan antar pengguna.

5. Simulasi sosial

Hubungan yang terdapat di media sosial menggambarkan simulasi kehidupan nyata yang terjadi, namun terkadang dapat menjadi berbeda.

6. Konten oleh pengguna

Konten dalam media sosial sepenuhnya berdasarkan pengguna atau pemilik akun. Para pengguna juga mengkonsumsi konten yang dibuat oleh sendiri, namun pengguna juga dapat mengkonsumsi konten yang dibuat oleh orang lain.

7. Penyebaran

(8)

14 Pengguna Media Sosial tidak hanya membuat dan menikmati konten yang ada, akan tetapi pengguna juga dapat membagikan secara luas konten yang mereka inginkan.

2.3.3. Fungsi Media Sosial

Menurut Wijayanto (2012) ada tiga fungsi media sosial sebagai berikut:

1. Menyebarluaskan hubungan sosial antar individu dengan menggunakan perantara teknologi digital.

2. Merubah komunikasi yang sebelumnya dari media siaran hanya searah, namun dalam media sosial menjadi komunikasi aktif antar banyak pegguna.

3. Pengguna tidak hanya menerima pesan, akan tetapi dapat membuat pesan yang diinginkan, sehingga dapat mendukung gagasan pengetahuan masing-masing.

Berbeda dengan wijayanto, McQuail (1992) mengemukakan 5 fungsi utama media bagi masyarakat, yaitu Informasi, Korelasi, Kesinambungan, Hiburan, dan Mobilisasi.

Dari beberapa pendapat tersebut, dapat penulis simpulkan fungsi dari media sosial yaitu mempertemukanantara pribadi satu dengan pribadi yang lainnya, hubungan pribadi dengan kelompok, kelompok satu dengan kelompok lainnya, kelompok dengan pemakai media sosial, penjual dan pembeli maupun sebaliknya melalui media digital.

(9)

15 2.3.4. Jenis – Jenis Media Sosial

Menurut Affandi dalam Nurudin (2012) Media sosial memiliki beberapa jenis, diantaraya:

1. Blogs and Microblogs

Atau yang biasa dsebut website dipergunakan untuk berbagi tulisan mengenaipendapat, kegiatan sehari – hari atau lainnya. Seperti:

Bloggers, Wordpress, dan lain-lain.

2. Collaborative project

Jenis Media social yang bisa menciptakan sebuah konten dan bebas digunakan banyak kalangan. Seperti: Wikipedia

3. Content Communities

Aplikasi yang digunakan untuk membagikan informasi berbasisaudio, visul, atau audio visual Seperti: Youtube.

4. Social Networking sites (Jejaring sosial)

Jenis Media Sosial untuk bersua atau berkumpul dengan beberapa pemakai lainnya melewati akun pribadi. Seperti: facebook, instagram, twitter, massangger, line, whatsapp dan lain-lain.

Tiap jenis dari media sosial tersebut tidak hanya memiliki fungsi khusus, namun tiap jenis media sosial memiliki karakteristik pengguna yang khas masing - masing.

(10)

16 2.4. Media Sosial Sebagai Komunikasi Massa

Hadirnya internet sebagai bagian dari media massa menjadikan bergesernya penggunaan media massa lainnya. Kemudahan yang ditawarkan dari segi pengaksesan oleh internet menjadikan penggunaan internet jauh lebih populer dibandingkan lainnya. Berdasarkan fungsi dari media massa, saat ini media massa memang sangat dibutuhkan manusia untuk mengakses informasi, berkomunikasi, menyalurkan eksistensi, bahkan sebagai hiburan.

Perkembangan media sosial mulai pesat, sejak hadinya internet.

Kemudahan dalam berkoneksi dengan berbagai orang dibelahan dunia secara cepat menjadikan dunia media sosial mulai menggantikan media komunikasi konvensional. Pada umumnya media sosial merupakan media yang digunakan bersosialisasi baik secara personal, kelompok, antar kelompok dan lain – lain dengan menggunakan media digital yang terhubung dengan internet.

Perkembangan teknologi menjadikan media sosial sebagai bagian dari komunikasi massa. Media sosial saat ini bukan lagi digunakan sebagai platform untukmelakuakn proses komunikasi dan bersosialisasi. Namun juga digunakan untuk beberapa kepentingan seperti halnya kepentingan politik, bisnis, pemerintahan, dan banyak lagi. Hanya dengan menggunakan media sosial,berbagai macam informasi dapat diperoleh.

Media sosial memiliki 4 jenis, yaitu : jaringan sosial, forum online, situs blog, penanda sosial. Dari keempat jenis ini social network merupakan

(11)

17 jenis media sosial yang paling digemari dan banyak di akes oleh msayarakat. Beberapa jaringan sosial yang gemar dipakai saat ini ialah aplikasi facebook,aplikasiyoutube, aplikasi twitter, aplikasi instagram, aplikasi pinterest, dan apikasi lainnya.

2.5. Instagram

Dewasa ini instagram menjadi salah satu media sosial yang digandrungi banyak kalangan. Dikutip dari website jelajah digital, di tahun 2018 pengguna aktif instagram perbulan naik hingga 1 Miliar pengakses dengan penngkatanhingga kurang lebih 200 juta sejak tahun 2017. Selain itu instagram menduduki peringkat empat jejaring sosial yang sering diakses masyarakat indonesia.

Instagram berasal dari kata insta dan kata gram. Dua kata ini memberikan definisi dari keseluruhan fungsi instagam itu sendiri. Kata Insta yang berasal dari instan, memiliki arti foto instan. Bagaikan kamera polaroid pada eranya, masyarakat menyebutnya foto instan. Instagram memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk menampilkan foto – foto secara instan dengan tampilan yang disediakan juga seperti polaroid.

Sedang istilah gram dalam instagram diambil dari istilah telegram. Dalam penggunaannya, instagram memiliki kesamaan sistem kerja dari telegram.

Sistem kerja yang dimaksud, yaitu dalam menyebarluaskan pesan kepada pengguna lainnya secara cepat.

Instagram merupakan platform media berbasis aplikasi yang digunakan untuk membagikan foto maupun video. Didalam aplikasi

(12)

18 tersebut juga terdapat berbagai fitur- fitur yang dapat memudahkan penggunanya untuk membagikan sebuah foto dan video. Selain itu beberapa fitur yang dihadirkan juga mempermudahkan antar pengguna saling berinteraksi. Sistem sosial yang digunakan dalam instagram yaitu dengan mengikuti akun instagram pengguna lainnya. Tidak hanya kalangan remaja, saat ini instagram mulai digandrungi semua kalangan mulai dari orang biasa, publik figur,pejabat pemerintahan, dan sebagainya. Semakin pesat perkembanganya, Instagram tidak hanya dipergunaka sebbagai eksistensi diri, namun saat ini nstagram dipergunakan juga sebagai media bisnis, promosi, bahkan sebagai media informasi mengenai isu – isu sosial yang sedang hangat dibicarakan.

2.6. Tingkat Pengetahuan

Notoatmodjo (2005) dalam bukunya menjelaskan pengetahuan merupakan hasil pengamatan manusiamelalui alat indra terhadap sebuah objek. Seseorang memiliki intensitas atau tingkatan pengetahuan terhadap objek satu sama lain tidak sama atau berbeda – beda. Tingkatan pengetahuan terbagi menjadi 6, ialah:

1. Tahu (Know)

Proses menilik kembali ingatan suatu substansi telah didapat sebelumnya.

Menilik kembali tingkat spesifik yang dipelajari atau rangsangan dari keutuhan badan. Jadi tahu merupakan tingkat pengetahuan terendah. Pada tingkatan ini, individu mampu memaparkan, melafalkan, mendeskripsikan dan mengatakan.

(13)

19 2. Memahami (Comprehension)

Merupakan suatu keahlian dalam memaparkan mengenai objek yang diketahui dan bisa memaparkan kembali subbtansi tersebut secara tepat.

Pada tahapan ini, indivdu mampu memahami suatu objek maupun subtansi dengan memaparkan, melafalkan dan memberikan kesimpulan dan sebagainya.

3. Aplikasi (Application)

Pada tahapan ini, individu dapat mengaplikasikan pengetahuan yng telah dipelajari pada keadaan yang sesuai.

4. Analisa (Analysis)

Tahapan selanjutnya, individu dapat mengamati suatu objek dengan menguraikan komponen pembentuknya untuk dikupas lebih lanjut.

5. Sintesis (Synthesis)

Pada tahapan Sintesis, individu dapat menggabungkan beberapa bagian yang ada sehingga menjadi satu kesatuan yang baru atau menghasilkan suatu formulasi baru.

6. Evaluasi (Evaluation)

Pada tahap akhir ini, individu memberi penilaian terhadap suatu subtansi maupun objeknya.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan individu, diantaranya:

1. Pendidikan

(14)

20 Suatu usaha yang bertujuanmenjadikan individu berkembang dalam hal kepribadian maupun kompetensi. Dalam hal ini dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

2. Media massa / Sumber informasi

Alat komunikasi massa yang dapat berdampak terhadap terbentuknya suatu pendapat maupun keyakinan individdu atau masyarakat.

3. Sosial budaya dan ekonomi

Kebiasaan atau rutinitas yang biasa dilaksanakan oleh sekumpulan individu tanpa memikirkan baik buruknya.

4. Lingkungan

Segala kondisi yang behubungan dekat dengan individu maupun masyarakat yang saling berinteraksi dan saling menguntungkan. Terdapat tiga jenis lingkungan, yaitu lingkungan fisik, lingkungan biologis dan lingkungan sosial.

5. Pengalaman

Suatu prosesyang menghasilkan kebenaran pengetahuan perlu mengingat kembali pengetahuan yang pernah dimiliki dalam proses pemecahan maasalah yang pernah dihadapi sebelumnya.

2.7. Terpaan Media

Terpaan media merupakan kondisi seseorang atau kelompok diterpa sebuah pesan atau program dari suatu media ataupun sebaliknya. Menurut Chessa & Murre dalam Masykur (2016) Terpaan dapat diartikan sebagai

(15)

21 kegiatan melihat,mendengar, membaca pesan – pesan media atau dapat dikatakan kegiatan memberikan perhatian terhadap sebuah pesan.

Menurut Wright dalam Masykur (2016) Terpaan media merupakan perilaku audience atau seseorang dalam menggunakan media. Perilaku tersebut dapat dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya:

1. Surveillance merupakan keperluan seseorang untuk mengenali lingkungan sekitar.

2. Curiosity merupakan keperluan seseorang untuk mengenali kejadian yang dominan di lingkungan sekitar.

3. Diversion merupakan keperluan seseorang untuk melupakan emosi yang membuat seseorangmerasa tidak nyaman.

4. Personal identity merupakan keperluan seseorang untuk memahami diri sendiri dan menyadarikeberadaanya di lingkungan sekitar.

Untuk mengukur terpaan media,Rosengren dalam Rakhmat (2009) menyebutkan 3 dimensi yang dapat mengukur terpaan media, yaitu:

1. Frekuensi merupakan seberapa sering pengguna telah mengaksesdan mengaplikasikan informasi yang didapat dari suatu media.

2. Durasi merupakan seberapa lama penggunatelah mengakses dan mengaplikasikan informasi yang didapat dari suatu media.

3. Atensi merupakan proses yang diberikan pengguna dalam mengakses dan mengaplikasikan informasi yang berupa perhatian.

2.8. Definisi Konseptual 2.8.1. Intensitas Terpaan

(16)

22 Menurut istilah, intensitas berasal dari bahasa inggris intensity yang mempunyai arti: kemampuan, ketajaman, kedalaman atau kehebatan. Dalam kamus ilmiah populer intensitas diartikan sebagai kata sifat yang berarti secara sungguh – sungguh, tekun, giat. Sedang, menurut KBBI intensitas mempunyai arti keadaan tingkatan atau ukuran intensnya.

Sedangkan, Terpaan menurut Chessa & Murre dalam tulisan yang ditulisoleh Masykur (2016), Terpaaan merupakan sebuah kegiatan melihat,mendengar, membaca sebuah pesan dari media ataupun mempunyai pengalaman dan perhatian pesan tersebut, yang dapat terjadi pada tingkat seseorang atau kelompok.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan intensitas terpaan merupakan keadaan tingkatan seseorang memperhatikan pesan media dengan mendengar, melihat dan membaca.

2.8.2. Tingkat Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Yakni indera untuk mendengar, indera untuk menyium,indera untukmelihat,indera untuk merasakan dan indera untukmeraba. Sebagian besar sebuah pengetahuan seseorang didapat melalui indera untuk mendengar atau telinga, dan indera untuk melihat atau mata. Untuk menghasilkan sebuah pengetahuan,pada proses penginderaan sangat dipengaruhi oleh

(17)

23 intensitas dari sebuah perhatian dan persepsi terhadap objek.

(Notoatmodjo,2005)

2.9. Definisi Operasional

Merupakan penjabaran mengenai tiap variabel penelitian terhadap indikator pembentuknya. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan terikat.

1. Intensitas terpaan #Unboxingcaleg (Variabel Bebas)

Keadaan seseorang memperhatikan Isi Pesan #Unboxingcaleg.

Intensitas terpaan dapat diukur melalui beberapa indicator daintaranya Frekuensi, Durasi dan Perhatian.

2. Tingkat pengetahuan tentang Caleg DPR RI Tsamara Amany (Variabel Terikat)

Hasil tahu seseorang setelah memperhatikan isi pesan

#Unboxingcaleg setelah melewati beberapa tahapan. Adapaun tahapan tersebut diantaranya Tahu, Memahami,Aplikasi, Analisa, Sintesis dan Evaluasi.

(18)

24 Tabel 2.1

Definisi Operasional Variabel Bebas & Variabel Terikat

Variabel Definisi Indikator Keterangan

Intensitas terpaan

#Unboxingcaleg (X)

Keadaan seseorang memperhatikan Isi Pesan

#Unboxingcaleg

Frekuensi Seberapa sering mengakses

#Unboxingcaleg

Durasi Seberapa lama mengakses

#Unboxingcaleg

Perhatian Tingkat Perhatian seseorang

dalam mengakses

#Unbocingcaleg Tingkat

Pengetahuan tentang Caleg DPR RI Tsamara Amany (Y)

Hasil tahu seseorang setelah

memperhatikan isi pesan

#Unboxingcaleg

Tahu Tingkat pengetahuan

terhadap Caleg Tsamara amany setelah mengakses

#Unboxingcaleg

Memahami Tingkat pemahaman

terhadap Caleg Tsamara amany setelah mengakses

#Unboxingcaleg

Aplikasi Seseorang dapat mengambil keputusan sementara setelah membaca review Tsamara amany

(19)

25

Analisa Seseorang dapat

mengelompokkan melalui kelebihan dan kekurangan.

Sintesis Seseorang dapat memberi kesimpulan tentang tsamara amany.

Evaluasi Seseorang dapat menilai keputusan Tsamara amany dalam pemilu.

2.10. Hipotesis Penelitian

Keberadaan hipotesis dipandang sebagai komponen paling penting dalam penelitian. Hipotesis penelitian bertujuan sebagai acuan untuk menentukan langkah selanjutnya agar dapat membuat kesimpulan dari penelitian yang dilakukannya. Berikut gambar model hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini :

Gambar 2.1 Model Hipotesis

Pengaruh Intesitas terpaan #Unboxingcaleg (X)

Tingkat Pengetahuan Tentang Calon Legislatif DPR RI Tsamara Amany (Y)

(20)

26 Dari gambar diatas, dapat dibentuk situasi yang akan menjadi jawaban sementara dalam penelitian ini, yaitu :

1. Ha : Terdapat pengaruh antara intensitas terpaan #Unboxingcalag terhadap tingkat pengetahuan tentang calon legislatif DPR RI Tsamara Amany 2. Ho : Terdapat pengaruh antara intensitas terpaan #Unboxingcalag terhadap

tingkat pengetahuan tentang calon legislatif DPR RI Tsamara Amany

Gambar

Gambar 2.1  Model Hipotesis  Pengaruh Intesitas  terpaan #Unboxingcaleg  (X)  Tingkat Pengetahuan  Tentang Calon Legislatif  DPR RI Tsamara Amany (Y)

Referensi

Dokumen terkait

1) Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang ,elihat dan mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. Meskipun para guru menafsirkan

Salah satu bentuk komunikasi matematika adalah kegiatan membaca matematika. Membaca matematika memiliki peran sentral dalam pembelajaran matematika. Sebab, kegiatan

Sedangkan Variabel terikat (Y) merupakan brand awareness Billionaires Project. a) Terpaan Insta Stories @ariefmuhammad tentang Billionaires Project Terpaan media

Menurut Notoatmodjo (2005, p.284) penyuluhan kesehatan adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan pada masyarakat, kelompok, atau individu dengan

Dari berbagai pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa keharmonisan adalah yang terdapat pada diri seseorang sebagai individu maupun keberadaan individu yang selaras dengan

Ada penularan perilaku menurut Fisher (dalam Sarwono, 2011:142) yang disebabkan oleh seseorang melihat tayangan perilaku agresi melalui televisi atau membaca

Urutan tidak lagi sederhana sebagai definisi Lasswell, yaitu pengirim, pesan, saluran, dan penerima namun menurut model transmisi, komunikasi masa memiliki sifat

Perawat perlu menyampaikan hasil pengamatan terhadap klien untuk mengetahui bahwa pesan dapat tersampaikan dengan baik. Perawat menjelaskan kesan yang didapat dari isyarat