• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN READING COURSE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN READING COURSE"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sonna Triansyah Aktiofan
  • Pengajar:
    • Abdi Rahmat, M.Si
  • Sekolah: Universitas Negeri Jakarta
  • Mata Pelajaran: Sosiologi
  • Topik: Pengaruh Perilaku Phubbing di Era Digital Terhadap Tingkat Keintiman Seseorang di Kalangan Remaja
  • Tipe: laporan
  • Tahun: 2019
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan menjelaskan latar belakang fenomena phubbing yang muncul akibat penggunaan smartphone yang berlebihan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak perilaku phubbing terhadap tingkat keintiman interpersonal. Penulis menyatakan bahwa meskipun teknologi memudahkan komunikasi, hal ini juga dapat menyebabkan alienasi dan mengurangi keintiman antara individu. Dengan menjelaskan konteks sosial dan teknologi yang relevan, bagian ini memberikan dasar yang kuat untuk memahami masalah yang akan diteliti.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang membahas perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap komunikasi sosial. Smartphone telah menjadi alat utama dalam interaksi, namun penggunaannya yang berlebihan dapat mengakibatkan perilaku phubbing, di mana individu lebih memilih berinteraksi dengan perangkat ketimbang dengan orang di sekitar mereka. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana fenomena ini mempengaruhi hubungan sosial dan keintiman di kalangan remaja.

1.2. Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan penelitian difokuskan pada dampak perilaku phubbing terhadap tingkat keintiman seseorang di kalangan remaja. Dengan merumuskan pertanyaan ini, penulis menetapkan tujuan yang jelas untuk menganalisis hubungan antara penggunaan smartphone dan interaksi sosial, serta bagaimana hal ini mempengaruhi keintiman interpersonal.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi pengaruh perilaku phubbing di era digital terhadap tingkat keintiman interpersonal remaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi mempengaruhi hubungan sosial dan komunikasi di kalangan generasi muda.

1.4. Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan adalah penelitian pustaka, yang mengkaji berbagai sumber literatur untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan. Penulis memanfaatkan jurnal, tesis, dan buku untuk mendukung analisis, memastikan bahwa penelitian ini berbasis pada teori dan data yang valid.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka menyajikan analisis berbagai penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan fenomena phubbing, keintiman, dan penggunaan smartphone. Melalui kajian ini, penulis mengaitkan temuan-temuan dari berbagai studi untuk memberikan konteks yang lebih luas mengenai dampak teknologi pada interaksi sosial. Hal ini penting untuk membangun kerangka teori yang mendukung penelitian ini.

2.1. Fenomena Phubbing Di Era Milenia

Bagian ini menguraikan ketergantungan individu terhadap smartphone dan dampaknya terhadap interaksi sosial. Penelitian ini menyoroti bagaimana phubbing dapat mengurangi kualitas komunikasi interpersonal dan menyebabkan alienasi sosial, terutama di kalangan remaja. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi memudahkan komunikasi, ia juga dapat menjadi penghalang dalam hubungan sosial yang bermakna.

2.2. Hubungan antara Kelekatan dengan Interaksi Sosial pada Siswa

Penelitian ini meneliti hubungan antara kelekatan anak terhadap orang tua dan kemampuan mereka dalam berinteraksi sosial. Temuan menunjukkan bahwa kelekatan yang kuat dapat meningkatkan interaksi sosial, sementara kurangnya kelekatan dapat menyebabkan masalah dalam hubungan antarpribadi. Ini relevan dalam konteks phubbing, di mana kelekatan mungkin terpengaruh oleh penggunaan smartphone yang berlebihan.

2.3. Intensitas Penggunaan Smartphone dan Perilaku Komunikasi

Analisis ini membahas bagaimana intensitas penggunaan smartphone mempengaruhi perilaku komunikasi di kalangan mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang tinggi berhubungan dengan perubahan dalam cara individu berinteraksi dan berkomunikasi, yang dapat mengarah pada perilaku phubbing dan dampak negatif pada hubungan sosial.

2.4. Hubungan Intimate Friendship dengan Self-Disclosure

Bagian ini menjelaskan pentingnya self-disclosure dalam membangun keintiman dalam persahabatan. Penelitian menunjukkan bahwa semakin terbuka individu dalam berbagi informasi pribadi, semakin kuat keintiman yang terjalin. Namun, penggunaan media sosial dapat mengubah dinamika ini, di mana individu mungkin lebih cenderung berbagi secara publik daripada dalam konteks pribadi.

2.5. Pengungkapan Diri (Self-Disclosure) Mahasiswa

Pengungkapan diri merupakan aspek penting dalam hubungan interpersonal. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung lebih terbuka kepada orang tua dibandingkan teman sebaya, yang dapat mempengaruhi kualitas interaksi sosial mereka. Hal ini berkaitan dengan fenomena phubbing, di mana individu mungkin lebih memilih berbagi secara virtual daripada secara langsung.

III. TABEL PERBANDINGAN

Bagian ini menyajikan tabel perbandingan yang menunjukkan berbagai temuan dari penelitian yang relevan dengan fenomena phubbing. Tabel ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana perilaku phubbing mempengaruhi interaksi sosial dan keintiman, serta membandingkan hasil dari berbagai studi yang telah dilakukan sebelumnya.

IV. KERANGKA BERPIKIR

Kerangka berpikir menyajikan model konseptual yang menggambarkan hubungan antara penggunaan smartphone, perilaku phubbing, dan keintiman interpersonal. Model ini membantu menjelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Dengan kerangka ini, penulis dapat mengarahkan fokus penelitian dan analisis lebih lanjut.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan temuan utama dari penelitian ini dan memberikan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Penulis menekankan pentingnya kesadaran akan dampak negatif dari phubbing pada hubungan sosial dan keintiman. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan program pendidikan yang mendukung interaksi sosial yang sehat di era digital.

Referensi Dokumen

  • Digital Sociology
  • Sosiologi Komunikasi: Teori, paraigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat (Edisi Pertama)
  • Human Communication: The Basic Course (13th Edition)
  • Handbook of Closeness and Intimacy ( Reis dan Shaver )
  • Perkembangan Teknologi di Era Digital ( Hanika, 2015., Ratnasari, 2007., Lupton, 2015., Bungin, 2006 )

Gambar

Gambar 1.1. Permintaan Pasar Smartphone di Asia Tenggara dan Pertumbuhan Persentase  Berdasarkan Data Canalys
TABEL PERBANDINGAN

Referensi

Dokumen terkait

Tipe hasil belajar menerima merupakan tingkat tujuan belajar afektif yang berupa perhatian terhadap stimulasi secara pasif yang meningkat secara lebih aktif. Tipe

Media pembelajaran segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat serta

Metode ini merupakan metode tentang penyampaian informasi obat dengan melibatkan subjek secara aktif yaitu mendengar, melihat, menulis dan melakukan evaluasi

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan

Media adalah segala se- suatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian

Metode ceramah yang dimaksud adalah suatu cara menyampaikan bahan secara lisan oleh tenaga penyuluh. Sedangkan peran audien sebagai penerima pesan, mendengar,

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian

Media adalah segala bentuk dan saluran penyampai pesan atau informasi dari sumber pesan ke penerima yang dapat merangsang pikiran, membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa