• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

P U T U S A N

Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar yang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa tata usaha negara pada tingkat pertama dengan acara biasa, telah menjatuhkan Putusan sebagai berikut di bawah ini, dalam sengketa antara:---

Nama : H. MUH. DARWIS;--- Kewarganegaraan : Indonesia;--- Tempat Tinggal : Jalan Tinumbu No. 237, Kelurahan Layang, Keca-

matan Bontoala, Kota Makassar;--- Pekerjaan : Pengusaha;--- berdasarkan Surat Kuasa Khusus, tanggal 18 Juli 2017, dalam hal ini memberikan kuasa kepada:--- 1. NICO SIMEN, S.H.;--- 2. DR. TITI S. SLAMET, S.H., M.H.;--- 3. EKO SEPTIYANTO SIMEN, S.H.;--- 4. MIKHAEL DONI BANDASO, S.H.;--- 5. DEWI AQSARIYANTI SIMEN, S.H.;--- semuanya berkewarganegaraan Indonesia; tempat tinggal di Jl. Rajawali No. 45 Kota Makassar; pekerjaan Advokat pada Kantor Advokat dan Kurator NICO SIMEN & TITI S. SLAMET;--- selanjutnya disebut PENGGUGAT;---

melawan:

Nama Jabatan : KEPALA KANTOR PERTANAHAN KOTA

MAKASSAR;--- Tempat Kedudukan : Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar;--- berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: 646/SK-73.71/IX/2017, tanggal 29 September 2017, dalam hal ini memberikan kuasa kepada:--- 1. MURAD ABDULLAH, S. Sit., M.H.; Kepala Seksi Penanganan Masalah

dan Pengendalian Pertanahan, Kantor Pertanahan Kota Makassar;--- 2. HARDIANSYAH, S.H.; Kepala Sub Seksi Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara, Kantor Pertanahan Kota Makassar;--- 3. ARFIANTY SATYANINGSIH, S.H.; Kepala Sub Seksi Pengendalian Pertanahan, Kantor Pertanahan Kota Makassar;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

4. YUYUN NOVISAL; Staf Seksi Sengketa, Konflik dan Perkara, Kantor Pertanahan Kota Makassar;--- 5. ANDHIKA PRASETYA; Staf Seksi Sengketa, Konflik dan Perkara, Kantor Pertanahan Kota Makassar;--- semuanya berkewarganegaraan Indonesia, memilih alamat pada Kantor Pertanahan Kota Makassar di Jalan Andi Pangeran Pettarani Kota Makassar;---

dan

Nama : INDRA A. SURUADJI;--- Kewarganegaraan : Indonesia;--- Tempat Tinggal : Jalan Duta Permai VI/11, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan;--- Pekerjaan : Wiraswasta;--- berdasarkan Surat Kuasa Khusus, tanggal 19 Oktober 2017, dalam hal ini memberikan kuasa kepada:--- 1. MULYADI Y. GOSARI, S.H.;--- 2. MAHMUD, S.H., M.H.;--- semuanya berkewarganegaraan Indonesia; pekerjaan Advokat/Pengacara pada Kantor Hukum “ELEINE-MULYADI & PARTNERS”; beralamat di Jl.

Gunung Lompobattang Nomor 199-A, Kota Makassar;--- selanjutnya disebut TERGUGAT II INTERVENSI;--- Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar tersebut;--- Telah membaca:--- 1. Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar Nomor:

75/PEN-DIS/2017/PTUN.Mks., tanggal 18 September 2017, tentang Lolos Dismissal;--- 2. Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar Nomor:

75/PEN/2017/PTUN.Mks., tanggal 18 September 2017, tentang Penunjukan Majelis Hakim;--- 3. Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar Nomor: 75/PEN.PP/2017/PTUN.Mks., tanggal 18 September 2017, tentang Hari Pemeriksaan Persiapan;--- 4. Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar

Nomor: 75/PEN.HS/2017/PTUN.Mks., tanggal 16 Oktober 2017, tentang Hari Sidang Terbuka untuk Umum;--- 5. Putusan Sela Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks., tanggal 7 November 2017,

tentang ditetapkannya Indra A. Suruadji sebagai Tergugat II Intervensi;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

6. Penetapan Plh. Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar Nomor:

75/PEN/2017/PTUN.Mks., tanggal 20 Desember 2017, tentang Penggantian Majelis Hakim;--- 7. Berkas Perkara Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks. beserta seluruh lampiran yang terdapat di dalamnya;---

TENTANG DUDUKNYA SENGKETA

Menimbang, bahwa Penggugat mengajukan Gugatan, tanggal 14 September 2017, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar pada tanggal 15 September 2017, dengan Register Nomor:

75/G/2017/PTUN.Mks., diperbaiki terakhir pada tanggal 16 Oktober 2017, yang isinya sebagai berikut:---

I. Objek Gugatan: --- Adapun yang menjadi objek dari Gugatan Tata Usaha Negara ini adalah:--- Keputusan Tata Usaha Negara berupa Sertipikat Hak Milik No. 9/

Bulurokeng, tanggal 5 Juni 1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969, luas 3.490 M2 an. Ishak Suruadji (selanjutnya disebut objek gugatan);--- Bahwa objek gugatan, Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5- 6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969, selain bersifat konkret juga bersifat individual karena tidak ditujukan untuk umum tetapi ditujukan khusus kepada Ishak Suruadji, dan bersifat final karena telah menimbulkan akibat hukum dan merupakan keputusan yang berdiri sendiri tanpa perlu pengukuhan lebih lanjut;--- Dengan demikian objek gugatan dalam perkara ini telah memenuhi ketentuan Pasal 1 butir 9 UU No. 51 Tahun 2009;--- II. Tenggang Waktu:--- Bahwa Sema No. 2 Tahun 1991 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Beberapa Ketentuan dalam UU No. 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, butir V angka 3 pada pokoknya mengatur bahwa bagi pihak ketiga yang tidak dituju Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN), penghitungan 90 hari adalah sejak yang bersangkutan mengetahui keputusan dan merasa kepentingannya dirugikan KTUN tersebut;--- Bahwa Penggugat ketahui adanya Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulu- rokeng, Gambar Situasi, tanggal 5 Juni 1969, No. 102/1969, luas 3.490 M2 an. Ishak Suruadji (objek gugatan), yaitu pada tanggal 04 Juli 2017,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

berdasarkan penyampaian dari Penyidik di Reskrim Umum Polda Sulawesi Selatan ketika dilakukan penyelidikan atas laporan yang Penggugat ajukan berkaitan dengan tanah milik Penggugat aquo.

Sehingga pengajuan gugatan TUN ini formil masih dalam tenggang waktu yang ditentukan undang-undang vide Pasal 55 UU No. 5 Tahun 1986 juncto Sema No. 1 Tahun 1991;--- III. Kepentingan Penggugat:--- Bahwa Penggugat berkepentingan untuk menggugat Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar berupa Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, Gambar Situasi, tanggal 5 Juni 1969, No. 102/1969, luas 3.490 M2 (tiga ribu empat ratus sembilan puluh meter bujur sangkar) tercatat an. Ishak Suruadji (objek gugatan) tersebut, karena sebagian objek gugatan berada pada tanah milik Penggugat, yaitu tanah Sertipikat Hak Milik No. 26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No. 8671/1996, tanggal 14-10-1996, luas 1.943 M2 (seribu sembilan ratus empat puluh tiga meter bujur sangkar) an. H.

Muh. Darwis (in casu Penggugat), yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Bahwa tanah Sertipikat Hak Milik No. 26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No. 8671/1996, tanggal 14- 10-1996, luas 1.943 M2, Penggugat peroleh berdasarkan hubungan hukum jual-beli dengan pemilik sahnya yaitu Ir. Iskandar Ardiwinata (Ir.

Iskandar A.) sebagaimana telah ternyata di dalam Akta Jual Beli No.

78/U/2009, tanggal 13 Februari 2009, yang dilaksanakan oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Drs. Andi Muh. Basir, M.Si;--- Adapun tanah Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, Gambar Situasi, tanggal 5 Juni 1969, No. 102/1969, luas 3.490 M2 (objek gugatan) diperoleh Ishak Suruadji dengan membeli dari Saguni Bin Solle pada tahun 1968, kemudian pada tahun 1969 diterbitkan sertipikat yang kini dikenal dengan Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, Gambar Situasi, tanggal 5 Juni 1969, No. 102/1969 luas 3.490 M2 an. Ishak Suruadji (objek gugatan);--- IV. Alasan Gugatan:--- Adapun alasan gugatan Penggugat ini adalah sebagai berikut:--- 1. Bahwa Penggugat adalah pemilik atas sebidang tanah hak milik

seluas 1.943 M2 (seribu sembilan ratus empat puluh tiga meter bujur sangkar) yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, sebagaimana tertuang di dalam Sertipikat Hak Milik No. 26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No. 8671/1996, tanggal 14-10- 1996, yang diperoleh berdasarkan hubungan hukum jual-beli dengan pemilik sahnya yaitu Ir. Iskandar Ardiwinata (Ir. Iskandar A.) sebagaimana telah ternyata di dalam Akta Jual Beli No. 78/11/2009, tanggal 13 Februari 2009, yang dilaksanakan oleh dan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Drs. Andi Muh. Basir, M.Si.;--- Adapun batas-batas dari tanah milik Penggugat, sesuai Gambar Situasi Sertipikat, adalah:--- - Sebelah Utara dengan : Bekas Tanah Milik Indonesia;--- - Sebelah Selatan dengan : Bekas Tanah Milik Indonesia;--- - Sebelah Timur dengan : Jalan Perintis Kemerdekaan;--- - Sebelah Barat dengan : Tanah Sertipikat Hak Milik No. 471

GS 120/1984;--- Bahwa pihak Penjual, Ir. Iskandar Ardiwinata (Ir. Iskandar A.), pada ketika menjual tanah tersebut kepada Penggugat memiliki dan dapat memperlihatkan bukti kepemilikan tanah berupa asli sertipikat tanah yaitu Sertipikat Hak Milik No. 26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No. 8671/1996, tanggal 14-10-1996, luas 1.943 M2 tercatat atas nama Insinyur Iskandar Ardiwinata;--- Pada ketika menjual tanah Sertipikat Hak Milik No. 26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No. 8671/1996, tanggal 14-10-1996, luas 1.943 M2 yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan KM. 16 Makassar tersebut, pihak Penjual, Ir. Iskandar Adiwinata (Ir. Iskandar A.), adalah yang menguasai tanah tersebut (Bezitter), kemudian telah menyerahkan penguasaan tanahnya kepada Penggugat;--- Bahwa berdasarkan fakta tersebut di atas, telah terbukti sempurna transaksi jual- beli atas tanah Sertipikat Hak Milik No. 26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No. 8671/1996, tanggal 14-10-1996, luas 1.943 M2 adalah transaksi jual-beli yang dilakukan secara sah dan dengan itikad baik, serta telah memenuhi persyaratan dan tata cara sebagaimana diatur oleh ketentuan perundangan yang berlaku;--- 2. Betapa terkejutnya Penggugat ketika diberitahukan bahwa pada tanah Sertipikat Hak Milik No. 26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No. 8671/1996, tanggal 14-10-1996, luas

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

1.943 M2 milik Penggugat tersebut terdapat dan menjadi objek penerbitan Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan);

Adapun batas-batas dari tanah objek gugatan, sesuai Gambar Situasi Sertipikat, adalah:--- - Sebelah Utara dengan : Sawah;--- - Sebelah Selatan dengan : Tanah AURI;--- - Sebelah Timur dengan : Jalan Makassar-Maros;--- - Sebelah Barat dengan : Sawah;--- 3. Bahwa Tergugat (ic. Kepala Kantor Pertanahan Kota Makassar) ketika memproses penerbitanSertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan) dipastikan tidak melakukan penelitian secara cermat, khususnya penelitian atas kebenaran dari data fisik yaitu kebenaran mengenai letak dan batas tanahnya;--- Bahkan bukan tidak mungkin, Tergugat ketika memproses penerbitan Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan) tidak memiliki data yuridis dan data fisik tentang tanah yang dibuat secara valid karena pembuatan data yuridis dan data fisik dilakukan tanpa didukung Warkah Pendaftaran Tanah dari tanah in litis, akibatnya Tergugat secara ceroboh telah menempatkan letak dari Sertipikat objek gugatan pada tanah milik Penggugat;--- 4. Dengan fakta tersebut di atas mengindikasikan bahwa Tergugat

ketika memproses penerbitan Sertipikat Hak Milik Milik No.

9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan) telah melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku, juga telah bertentangan dengan Asas-asas Umum Pemerintahah yang Baik (algemene beginselen van behoorlijke bestuur), sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 53 ayat (2) butir a dan b UU No. 9 Tahun 2004, yaitu (antara lain):--- Bertentangan dan/atau tidak melaksanakan ketentuan Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 6 Bab II Bagian I dari Peraturan Pemerintah No.

10 Tahun 1961 Tentang Pendaftaran Tanah, dimana pada Pasal 3 ayat 2 ditentukan : “Sebelum sebidang tanah diukur, terlebih dulu diadakan a) Penyelidikan riwayat bidang tanah itu dan b) Penetapan batas-batasnya ”;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

Dan pada Pasal 4-nya ditentukan:--- 1) Setelah pengukuran sesuatu desa sebagai yang dimaksud dalam

Pasal 3 selesai, maka dibuat peta-peta pendaftaran yang memakai perbandingan;--- 2) Peta itu memperlihatkan dengan jelas segala macam hak atas tanah di dalam desa dengan batas-batasnya, baik yang kelihatan maupun yang tidak;--- 3) Selain batas-batas tanah pada peta itu dimuat pula nomor pendaftaran, nomor buku tanah, nomor surat-ukur, nomor pajak (jika mungkin), tanda batas dan sedapat-dapatnya juga gedung- gedung, jalan-jalan, saluran air dan lain-lain benda tetap yang penting;--- Selanjutnya pada Pasal 6 ditentukan: “Setelah pekerjaan yang dimaksud dalam Pasal 3 dan 4 selesai, maka semua peta dan daftar isian yang bersangkutan ditempatkan di kantor Kepala Desa selama tiga bulan, untuk memberi kesempatan kepada yang berkepentingan mengajukan keberatan-keberatan mengenai penetapan batas-batas tanah dan isi daftar-daftar isian itu ”.

Bahwa beradanya Sertipikat Hak Milik Sertipikat Hak Milik No.

9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan) pada tanah Sertipikat Hak Milik No. 26/Pai (Bulurokeng), tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No. 8671/1996, tanggal 14-10-1996, seluas 1.943 M2 milik Penggugat, juga bertentangan dengan Azas Legalitas/Kepastian Hukum dari Azas-Azas Umum Pemerintahan yang Baik, karena Negara cq. Pemerintah tidak benarkan adanya dua hak kepemilikan atas satu bidang tanah yang sama;--- Artinya bahwa beradanya Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5-6- 1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan) pada tanah Sertipikat Hak Milik No. 26/Pai (Bulurokeng), Gambar Situasi No. 8671/1996, seluas 1.943 M2 milik Penggugat, sedangkan ternyata Sertipikat Hak Milik No. 9/

Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 tidak memiliki data fisik tanah yang valid, karena penerbitannya dilakukan tanpa didukung Warkah Pendaftaran Tanah dari tanah in litis, maka hal itu telah timbulkan keadaan tidak adanya kepastian hukum dan mengacaukan tertib

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

administrasi atas Tanah Sertipikat Hak Milik No. 26/Pai (Bulurokeng), tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi No.

8671/1996, tanggal 14-10-1996 milik Penggugat, dan juga telah menghilangkan adanya kepastian atas perlindungan hukum kepada Penggugat sebagai pemilik dan pemegang hak yang sah atas tanah miliknya;--- Juga bertentangan dan/atau tidak melaksanakan ketentuan Pasal 2 Peraturan Menteri Pertanian dan Agraria No. 2 Tahun 1962 Tentang Penegasan Konversi dan Pendaftaran Bekas Hak-Hak Indonesia Atas Tanah, yang mengatur dan menentukan hal-hal sebagai berikut:--- Permohonan untuk penegasan tersebut dalam Pasal 1 mengenai hak-hak yang telahdiuraikan dalam sesuatu surat hak tanah yang dibuat menurut Peraturan Menteri Agraria Nomor 9 Tahun 1959, Ordonnantie tersebut dalam S. 1873-38, Peraturan-peraturan yang khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta dan karesidenan Surakarta, Sumatera Timur, Riau dan Kalimantan Barat, diajukan kepada Kepala Kantor Pendaftaran Tanah yang bersangkutan dengan disertai:--- a. Tanda bukti haknya (kalau ada disertakan pula surat ukurnya);---- b. Tanda bukti kewarganegaraan yang sah dari yang mempunyai hak, yang menyatakankewarganegaraannya pada tanggal 24 September 1960;--- Bagi orang-orang warga negara Indonesia keturunan asing penegasan mengenai kewarganegaraannya itu harus dibuktikan dengan tanda kewarganegaraan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1959, Pasal IV Peraturan Penutup dari Undang- Undang Nomor 62 Tahun 1958 atau bukti lainnya yang sah;--- Bagi orang-orang warga negara Indonesia lainnya cara pembuktian kewarganegaraan diserahkan kepada kebijaksanaan Kepala Kantor Pendaftaran Tanah yang bersangkutan;--- c. Keterangan dari pemohon apakah tanahnya tanah perumahan

atau tanah pertanian, yaitu jika hal itu tidak ternyata dari tanda bukti hak tersebut di atas;--- Sedangkan Pasal 3 dari Peraturan Menteri Pertanian dan Agraria No. 2 Tahun 1962 juga mengatur dan menentukan hal-hal sebagai berikut:---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

Permohonan untuk penegasan tersebut dalam Pasal 1 mengenai hak-hak yang tidak diuraikan di dalam sesuatu surat hak tanah sebagai yang dimaksudkan dalam Pasal 2, diajukan kepada Kepala Kantor Pendaftaran Tanah yang bersangkutan dengan disertai:--- a. Tanda bukti haknya, yaitu bukti surat pajak hasil bumi/

verponding Indonesia atau bukti surat pemberian hak oleh instansi yang berwenang (kalau ada disertakan pula surat ukurnya);--- b. Surat keterangan Kepala Desa yang dikuatkan oleh Asisten Wedana yang:--- 1. Membenarkan surat atau surat-surat tanda bukti hak tersebut;- 2. Menerangkan apakah tanahnya perumahan atau tanah

pertanian;--- 3. Menerangkan siapa yang mempunyai hak itu, kalau ada disertai turunan surat (surat jual-beli tanahnya);--- c. Tanda bukti kewarganegaraan yang sah dari yang mempunyai hak, sebagai yang dimaksudkan dalam Pasal 2 sub b.;--- 5. Demikianlah dengan adanya fakta-fakta yang diuraikan di atas,

maka Keputusan Tergugat berupa Sertipikat Hak Milik No.

9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan) adalah tidak sah menurut hukum dan berdasar untuk dibatalkan;--- Maka cukup alasan jika Majelis Hakim PTUN Makassar menyatakan batal atau tidak sahnya Keputusan Tergugat berupa Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5 Juni 1969, Gambar Situasi No.

102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan), serta mewajibkan Tergugat untuk menerbitkan surat keputusan yang membatalkan Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan) an. Ishak Suruadji tersebut;--- 6. Bahwa Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5 Juni 1969, Gambar Situasi No. 102/1969, tanggal 5 Juni 1969 (objek gugatan) diterbitkan atas permohonan Ishak Suruadji, dan hingga saat gugatan Tata Usaha Negara ini diajukan ke Pengadilan sertipikat hak milik objek gugatan a quo masih tercatat atas nama Ishak Suruadji. Fakta tersebut membuktikan bahwa sertipikat hak milik objek gugatan tidak pernah dialihkan/beralih ke pihak lain;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

Dengan demikian sekiranya dasar pengujian (toetsing gronden) atas objek gugatan bersifat ex tunc maka hal itu tidak akan menimbulkan dampak kerugian bagi pihak ketiga manakala Majelis Hakim menyatakan sertipikat hak milik objek gugatan tidak sah dan batal;-- Berdasarkan pada alasan Gugatan yang Penggugat kemukakan di atas, kepada Bapak Ketua cq. Majelis Hakim yang terhormat dimohon untuk menjatuhkan keputusan adil berikut ini:--- 1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;--- 2. Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Tata Usaha Negara berupa

Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi tanggal 5 Juni 1969, No. 102/1969, luas 3.490 M2 an. Ishak Suruadji;---- 3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Keputusan Tata Usaha Negara

berupa Sertipikat Hak Milik No. 9/Bulurokeng, tanggal 5-6-1969, Gambar Situasi tanggal 5 Juni 1969, No. 102/1969, luas 3.490 M2 an.

Ishak Suruadji;--- 4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya dalam perkara ini;--- Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut, Tergugat mengajukan Jawaban tertulis, tanggal 30 Oktober 2017, yang isinya sebagai berikut:---

Dalam Eksepsi:--- Eksepsi Mengenai Kewenangan Mengadili:--- 1. Bahwa setelah menelaah segala dalil yang diuraikan oleh Penggugat dalam surat gugatannya, pada dasarnya gugatan yang diajukan oleh Penggugat tersebut lebih menitikberatkan pada masalah kepemilikan atas suatu bidang tanah, sehingga substansi permasalahan yang diajukan dalam gugatan tersebut pada dasarnya tidak sejalan dengan ketentuan Undang-undang No 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara jo. Undang-undang No. 9 Tahun 2004, oleh karenanya berdasar hukum jika Majelis Hakim pada Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar menolak segala dalil Penggugat tersebut, oleh karena tidak memiliki wewenang untuk memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara a quo;--- 2. Bahwa berkaitan hal tersebut di atas, dalam posita yang diuraikan oleh Penggugat yang mendalilkan kepemilikan tanahnya berdasar Sertipikat Hak Milik No. 26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997 yang kemudian dengan tanpa dasar menunjuk sertipikat a quo telah terbit di atasnya adalah merupakan suatu dalil yang keliru dan tanpa pijakan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

yang jelas, terlebih lagi dalil-dalil kepemilikan yang diuraikan Penggugat tersebut tanpa disertai adanya putusan yang memiliki kekuatan hukum mengikat, sehingga berdasar hukum terhadap seluruh dalil gugatan Penggugat tersebut untuk dikesampingkan dan ditolak seluruhnya;--- Gugatan Penggugat Daluarsa/Lewat Waktu:--- Bahwa jika mencermati segala argumentasi hukum yang diuraikan oleh Penggugat dalam posita gugatannya, yang menyatakan baru mengetahui keberadaan sertipikat in litis setelah disampaikan oleh Penyidik Polda Sulawesi Selatan dalam rangka tindak lanjut laporan yang diajuklan oleh Penggugat, terkesan hanya untuk menghindari ketentuan Pasal 55 Undang- Undang No. 5 Tahun 1986 jo. Undang-Undang No. 9 Tahun 2004, sehingga berdasar hukum oleh Majelis Hakim yang terhormat menyatakan menolak segala dalil Penggugat tersebut;--- Dalam Pokok Perkara:--- 1. Bahwa apa yang dikemukakan dalam bagian eksepsi dipergunakan

kembali pada bagian pokok perkara dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pokok perkara ini;--- 2. Bahwa Tergugat tetap menolak seluruh dalil-dalil yang dikemukakan oleh Penggugat, kecuali terhadap hal-hal yang sebelumnya diakui secara tegas oleh Penggugat dan tidak merugikan kepentingan hukum Tergugat;--- 3. Bahwa Tergugat menyatakan menolak dan sangat keberatan atas

segala dalil gugatan Penggugat, diuraikan dalam surat gugatannya, pada halaman 2 sampai dengan 8 yang pada intinya menyatakan Tergugat dalam rangka menerbitkan sertipikat in litis telah melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta Azas- azas Umum Pemerintahan yang Baik, sebab berdasar data yang ada sertipikat in litis, terbit sejak 5 Juni 1969, tercatat pertama kali atas nama Saguni bin Solle yang kemudian beralih kepada Ishak Suruadji, sehingga berdasar hal tersebut sangat keliru dan tidak berdasar segala dalil Penggugat tersebut, oleh karena segala dalil kepemilikan yang diuraikan dalam surat gugatannya terbit pada tahun 1997;--- 4. Bahwa berkaitan hal tersebut di atas, tindakan Penggugat dalam rangka

mengajukan gugatan pada Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar pada dasarnya merupakan tindakan yang terlampau dini diajukan, sebelum Penggugat membuktikan terlebih dahulu segala dalil kepemilikannya tersebut pada lembaga peradilan umum, oleh

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

karenanya dengan ini Tergugat memohon kepada Majelis Hakim yang terhormat dalam rangka memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara a quo menyatakan menolak segala dalil Penggugat tersebut untuk seluruhnya;--- Bahwa berdasarkan alasan-alasan hukum yang telah dikemukakan tersebut di atas, dengan ini kami memohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat berkenan untuk memutus perkara ini dengan amar sebagai berikut:--- Dalam Eksepsi:--- - Menerima seluruh Eksepsi Tergugat;--- - Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima untuk seluruhnya;- Dalam Pokok Perkara:--- 1. Menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;--- 2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul

akibat perkara ini;--- Menimbang, bahwa atas Gugatan Penggugat tersebut, Tergugat II Intervensi mengajukan Jawaban tertulis, tanggal 28 November 2017, yang isinya sebagai berikut:--- Tentang Eksepsi:--- 1. Kewenangan Absolut Pengadilan untuk mengadili;---

Mempelajari dan mencermati seluruh dalil Gugatan penggugat sebagaimana tertuang dalam Gugatan, tertanggal 14 September 2017, maka Gugatan Penggugat telah melanggar kewenangan absolut pengadilan untuk mengadili perkara ini, hal mana terurai sangat jelas bahwa Gugatan Penggugat mempermasalahkan mengenai kepemilikan tanah yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar (vide: Gugatan Penggugat halaman 3 sampai dengan Point IV mengenai Alasan Gugatan). Dengan fakta ini, maka sudah seharusnya Gugatan Penggugat tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri Makassar dan bukan pada Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar. Karena demikian sangat berdasar hukum bila Gugatan Penggugat dinyatakan sebagai gugatan yang tidak dapat diterima;--- 2. Premtoir (daluwarsa/lewat waktu);---

Dalam Gugatannya, Penggugat mendalilkan bahwa “Penggugat mengetahui adanya sertipikat hak milik Nomor: 9/Bulurokeng, Gambar Situasi, tanggal 5 Juni 1969, No. 102 /1969, seluas 3.490 M2 atas nama Ishak Suruadji, yaitu pada tanggal 4 Juli 2017 berdasarkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

penyampaian dari Penyidik di Reskrim Umum Polda Sulawesi Selatan ... dst” (vide: Gugatan Penggugat halaman 2 point II mengenai Tenggang Waktu), hal mana bahwa dalil Gugatan Penggugat menyangkut tengang waktu ini sangat keliru dan terkesan hanya menghindari tenggang waktu untuk mengajukan gugatan pada Pengadilan Tata Usaha Negara;--- Alasan berdasarkan fakta hukum:--- A) Bahwa terhadap sertifikat Hak Milik Nomor: 9/Bulurokeng, Gambar

Situasi Nomor: 102/1969 telah diketahui dan dipermasalahkan oleh Penggugat pada tanggal 2 Maret 2017, yaitu ketika Penggugat mengajukan Gugatan Perlawanan Pihak Ketiga (derden verzet) pada Pengadilan Negeri Kelas I Khusus Makassar, sebagaimana terbukti dengan Gugatan Perlawanan pihak ketiga dari Penggugat, tertanggal 2 Maret 2017, dan terdaftar sebagai perkara Perdata/Bantahan Nomor: 71/Pdt.BTH/2017/PN.Mks. yang kemudian dicabut oleh Penggugat sendiri. Dengan fakta ini, sesungguhnya mengenai objek gugatan telah diketahui penggugat kurang lebih 6 (enam) bulan yang lalu atau 180 hari yang lalu, sehingga gugatan yang diajukan sudah sangat jelas melampaui tenggang waktu 90 hari untuk mengajukan Gugatan TUN;--- B) Disamping hal di atas, objek sengketa telah diketahui sebelumnya oleh Penggugat, pada tanggal 2 Maret 2017 (kurang lebih 180 hari) yang lalu, dengan adanya gugatan perlawanan yang diajukan sebagaimana dikemukakan Tergugat II Intervensi di atas, yaitu berkenan dengan Pelaksanaan Eksekusi atas objek sengketa sesuai dengan bukti Berita Acara Eksekusi Pengadilan Negeri Kelas I A Makassar Nomor: 22 EKS/2012/PN.Mks jo. No. 210/Pdt.G/2008/

PN.Mks., tanggal 08 Maret 2017, sehingga terbukti pula bahwa atas objek sengketa sesungguhnya telah memperoleh status hukum yang jelas dan pasti;--- Dengan kedua fakta hukum di atas, sudah sangat jelas Gugatan yang diajukan Penggugat pada Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar, tanggal 14 September 2017, telah melampaui tenggang waktu mengajukan gugatan sebagaimana diatur dalam ketentuan Undang- undang No. 5 Tahun 1986 jo. Undang-undang No. 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Karena demikian, Gugatan Penggugat haruslah dinyatakan sebagai gugatan yang tidak dapat diterima;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

Mengenai Pokok Perkara:--- - Segala materi menyangkut eksepsi di atas dianggap termuat kembali dalam tanggapan/sanggahan atas Gugatan Penggugat menyangkut pokok perkara dan Tergugat II Intervensi menolak dengan tegas keseluruhan dalil-dalil Gugatan Penggugat;--- - Bahwa Tergugat II Intervensi menolak secara tegas seluruh dalil

Gugatan Penggugat sebagaimana diuraikan dalam Gugatan halaman 3 sampai dengan halaman 7 point IV mengenai alasan gugatan dengan alasan-alasan hukum berdasarkan fakta dan bukti-bukti hukum sebagai berikut:--- 1. Bahwa sangat keliru Gugatan Penggugat yang mendalilkan

Penggugat sebagai pemilik atas sebidang tanah seluas 1.943 M2, sesuai dengan Sertipikat Hak Milik Nomor: 26/Kelurahan Pai, karena luas tanah yang dimaksudkan Penggugat adalah bagian dari luas tanah seluas 3.490 M2 (tiga ribu empat ratus sembilan puluh meter persegi) milik Tergugat II Intervensi yang atasnya telah memperoleh status hukum yang jelas dan pasti berdasarkan bukti hukum:--- Putusan Pengadilan Negeri Kelas I A Makassar Nomor: 210/Pdt.G/

2008/PN.Mks., tanggal 22 Oktober 2009, yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan atasnya telah dilaksanakan eksekusi pada tanggal 8 Maret 2017, sesuai dengan Berita Acara Eksekusi Nomor:

22 EKS/2012/PN.Mks. jo. No. 210/Pdt.G/2008/ PN.Mks.;--- 2. Keliru Gugatan Penggugat yang masih mendasarkan bukti pemilikan

tanah seluas 1.943 M2 atas dasar Sertipikat Hak Milik Nomor:

26/Kelurahan Pai, tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi Nomor:

8671/1996, sebab fakta hukumnya sesuai dengan Putusan Pengadilan Negeri Kelas I A Makassar Nomor: 210/Pdt.G/2008/

PN.Mks. yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan atasnya telah dilaksanakan eksekusi, Sertipikat Nomor: 26 Tahun 1996, Gambar Situasi Nomor: 8671/1996, dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat (mohon kiranya Majelis Hakim Terhormat meneliti kebenaran Putusan Pengadilan Negeri Kelas I A Makassar Nomor: 210/Pdt.G/2008/ PN.Mks. yang diajukan sebagai bukti oleh Tergugat II Inervensi);--- 3. Sangat keliru dalil Gugatan Penggugat yang menyatakan bahwa

transaksi jual beli antara Ir. Iskandar Adiwinata (Ir.Iskandar A.) dengan pihak Penggugat ic. H. Muh. Darwis adalah transaksi jual

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

beli yang sah dan beritikad baik, sebab disamping dasar pemilikan yang dimiliki oleh Ir. Iskandar Adiwinata/Ir. Iskandar A. atas objek tanah seluas 1.943 M2 yaitu Sertipikat Nomor: 26/Kelurahan Pai, telah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum, juga jual beli ini ternyata dilakukan tidak dengan beritikad baik. Fakta hukumnya:

Transaksi jual beli dilakukan pada tanggal 13 Pebruari 2009, antara Penggugat sebagai pembeli dengan Sdr. Ir. Iskandar Adiwinata/

Ir.Iskandar A. selaku penjual, sedangkan Perkara Nomor: 210/Pdt.G/

2008/PN.Mks. yang didaftarkan pada tanggal 6 Oktober 2008 yang melibatkan Ir. Iskandar A. selaku Tergugat II masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan. Dengan fakta hukum ini saja sudah membuktikan bahwa jual beli tersebut tidak dilakukan dengan itikad baik sebagaimana didalilkan Penggugat, karena dilakukan selama dalam proses pemeriksaan perkara (mohon Majelis meneliti pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Kelas I A Makassar dalam Putusan Nomor: 210/Pdt.G/2008/PN.Mks.);--- 4. Bahwa berdasarkan segala hal yang diuraikan dalam fakta-fakta hukum yang dikemukakan oleh Tergugat II Intervensi di atas, sudah sangat jelas proses terbitnya Sertipikat Hak Milik Nomor: 9, Gambar Situasi Nomor: 102/1969, tidak menyalahi aturan perundang- undangan yang sah;--- Berdasarkan uraian Jawaban Tergugat II Intervensi di atas, maka dengan segala kerendahan hati mohon kiranya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan memberi putusan atasnya:--- Dalam Eksepsi:--- - Menerima eksepsi Tergugat II Intervensi seluruhnya;--- - Menyatakan bahwa Gugatan Penggugat tidak dapat diterima;--- Mengenai Pokok Perkara:--- - Menolak Gugatan Penggugat seluruhnya;--- - Menghukum Penggugat membayar biaya perkara yang timbul;--- Menimbang, bahwa atas Jawaban Tergugat, Penggugat mengajukan Replik tertulis, tanggal 7 November 2017, dan atas Replik Penggugat, Tergugat mengajukan Duplik tertulis, tanggal 14 November 2017, sedangkan atas Jawaban Tergugat II Intervensi, Penggugat mengajukan Replik tertulis, tanggal 5 Desember 2017, dan atas Replik Penggugat, Tergugat II Intervensi mengajukan Duplik secara secara lisan pada persidangan tanggal 5 Desember 2017, yang menyatakan pada pokoknya bertetap pada Jawabannya semula, dan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

selengkapnya Repik tertulis Penggugat, Duplik tertulis Tergugat, dan Duplik lisan Tergugat II Intervensi menunjuk kepada Berita Acara Persidangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Putusan ini;---

Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil Gugatannya, Penggugat mengajukan bukti surat berupa fotokopi surat yang telah dicocokkan dengan asli maupun fotokopinya serta telah diberi meterai cukup dan diberi tanda Bukti P-1 sampai dengan Bukti P-3, sebagai berikut:--- 1. Bukti P -1 : Fotokopi sesuai dengan asli, Akta Jual Beli Nomor: 78/II/ 2009,

tanggal 13 Pebruari 2009, antara Ir. Iskandar Ardiwinata dengan H. Muh. Darwis;--- 2. Bukti P-2 : Fotokopi sesuai dengan asli, Sertipikat Hak Milik Nomor: 26/Pai (Bulurokeng), tanggal 28 Oktober 1997, Gambar Situasi Nomor:

8671, tanggal 14-10-1996, luas 1.943 M2, atas nana H. Muh.

Darwis;--- 3. Bukti P-3 : Fotokopi sesuai dengan asli, Laporan Hasil Penetapan

Batas/Lokasi Hak Milik 26/Pai, Gambar Situasi Nomor 8671/

1996, tanggal 14/10/1996;--- Menimbang, bahwa selain mengajukan bukti surat, Penggugat mengajukan 2 (dua) orang saksi di persidangan, yaitu:--- 1. Saksi pertama bernama Muh. Asnawi Bede, dengan dibawah sumpah

menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut:--- - Bahwa saksi tahu yang dipermasalahkan dalam sengketa ini yaitu

mengenai sertipikat di atas tanah milik Penggugat yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan di depan Griya Tonasa Makassar;--- - Bahwa jarak rumah saksi dengan lokasi sertipikat objek sengketa

kurang lebih 3 (tiga) kilometer dari rumah saksi;--- - Bahwa saksi tahu batas-batasnya yaitu sebelah Utara tanah negara, sebelah Timur Jalan Perintis Kemerdekaan, sebelah Selatan tanah negara, sebelah Barat tanah SHM No. 471;--- - Bahwa yang menguasai tanah tersebut sekarang adalah Yuyun

Suruaji sejak di eksekusi oleh Pengadilan Negeri Makassar;--- - Bahwa saksi tidak tahu tanah tersebut pernah disengketakan;--- - Bahwa saksi tidak tahu dari mana Yuyun Suruaji memperoleh tanah

tersebut;--- - Bahwa saksi tahu di atas tanah tersebut ada sertipikatnya karena

pada tanggal 4 Juli 2017 ditelepon oleh Haji Idrus dan diberitahukan bahwa di atas tanah tersebut ada sertipikat Nomor 9/Pai, atas nama Ishak Suruaji;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

- Bahwa Haji Idrus menelepon saksi karena selama ini saksi yang dipercayakan membuat pondok untuk jualan dan disewakan kepada orang lain;--- - Bahwa sebelumnya ada komunikasi saksi dengan Haji Idrus karena saksi dipercayakan oleh H. Darwis untuk membuat pondok untuk jualan sedangkan Haji Idrus adalah anaknya Haji Darwis;--- - Bahwa setahu saksi tanah tersebut dieksekusi pada Bulan

November 2016 tetapi saksi lupa tanggalnya;--- - Bahwa pada saat eksekusi, saksi memantau dari jauh kurang lebih 200 meter dari lokasi;--- - Bahwa sebelum dieksekusi tidak ada bangunan di atas tanah tersebut yang ada hanya kios-kios yang saksi bangun;--- - Bahwa kios-kios tersebut termasuk yang dieksekusi;--- - Bahwa kios-kios yang sekarang bukan saksi yang bangun, tetapi

sebelumnya ada kios-kios yang saksi bangun dan ikut dieksekusi;-- - Bahwa bangunan kios yang ada sekarang sama dengan yang dulu

saksi bangun, pada tahun 2010 sebelum dieksekusi;--- - Bahwa pada saat saksi bangun kios tidak ada yang keberatan;--- - Bahwa saksi membangun kios atas izin H. Darwis dengan sewa

5 Juta pertahun;--- - Bahwa saksi pernah melihat SHM Nomor: 26/Pai karena diperlihatkan oleh H. Darwis;--- - bahwa saksi hadir pada saat pengembalian batas bersama Haji

Idrus, Penyidik dari Polda dan BPN;--- - Bahwa pada saat dieksekusi tidak ada yang hadir dari pihak Haji Darwis;--- - Bahwa Haji Darwis memperoleh tanah tersebut dengan membeli dari Ir. Iskandar;--- - Bahwa saksi tahu H. Darwis beli dari Ir. Iskandar setelah membaca fotokopi sertipikatnya;--- - Bahwa saksi tidak tahu kapan SHM No.9/Pai diterbitkan;--- - Bahwa saksi tidak setiap hari ke lokasi tetapi sering, dalam sebulan

kira-kira ada 10 (sepuluh) kali saksi ke lokasi;--- - Bahwa saksi tidak tahu siapa yang berperkara sehingga lokasi

tersebut dieksekusi;--- - Bahwa saksi tidak tahu siapa yang bermohon eksekusi;--- - Bahwa saksi tidak pernah bertemu dengan Indra Suruaji tetapi saksi

pernah mendengar namanya disebut di lokasi;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

- Bahwa saksi tidak pernah melihat SHM Nomor 9/Pai hanya tahu melalui telepon dari Haji Idrus;--- - Bahwa tidak ada bagunan lain di atas lokasi selain kios jualan;--- - Bahwa setelah mendapat telepon dari Haji Idrus, besoknya saksi

menemui Haji Darwis dan memberitahukan informasi tersebut;--- - Bahwa saksi tahu mengenai adanya laporan Polisi;--- - Bahwa yang melapor adalah anaknya Haji Darwis bernama Haji

Idrus atas kuasa dari Haji Darwis;--- - Bahwa yang dilaporkan adalah pihak Ishak Suruaji;--- - Bahwa perkembangan dari laporan Haji Darwis yaitu Polda sudah

melakukan pengembalian batas dan setelah itu saksi tidak tahu lagi;- - Bahwa saksi hadir pada saat Majelis Hakim melakukan Pemeriksaan

Setempat;--- - Bahwa saksi tidak kenal dengan Saguni Bin Solle;--- - Bahwa saksi tidak kenal dengan anaknya Saguni Bin Solle;--- - Bahwa saksi pernah diperlihatkan SHM Nomor 26/Pai oleh Haji

Darwis dan SHM Nomor 9/Pai tidak pernah diperlihatkan;--- - Bahwa saksi tidak tahu tanggal terbitnya SHM Nomor 26/Pai;--- - Bahwa yang membuat pagar tembok keliling lokasi adalah pihak

Ishak Suruaji pada tahun 2016;--- - Bahwa pada saat dibuat pagar tembok Haji Darwis tidak keberatan;-- - Bahwa Haji Darwis bertempat tinggal di Jalan Tinumbu dan tidak

pernah ke lokasi;--- - Bahwa yang memberikan izin kepada saksi untuk membuat kios-kios

adalah Haji Darwis;--- - Bahwa saksi tidak tahu kapan Haji Darwis melaporkan pihak Ishak Suruaji ke Polisi;--- 2. Saksi kedua bernama H. Muh. Hasbi H. Telara, dengan dibawah

sumpah menerangkan yang pada pokoknya sebagai berikut:--- - Bahwa saksi tahu yang dipermasalahkan dalam sengketa ini yaitu mengenai sertipikat di atas tanah milik Penggugat yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan di depan Griya Tonasa Makassar;--- - Bahwa jarak rumah saksi dengan lokasi sertipikat objek sengketa

kurang lebih 2 (dua) kilometer, tetapi hampir setiap hari saksi lewat dilokasi tersebut;--- - Bahwa saksi tahu batas-batasnya yaitu sebelah Utara, tanah negara,

sebelah Timur, Jalan Perintis Kemerdekaan, sebelah Selatan, tanah negara, sebelah Barat, gudang tetapi tidak tahu siapa pemiliknya;----

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

- Bahwa saksi tidak tahu siapa yang menguasai tanah tersebut sekarang, tetapi sebelumnya yang mengusai adalah Haji Darwis;--- - Bahwa saksi tidak tahu siapa yang membuat pagar tembok keliling di

atas lokasi, yang saksi tahu pagar tersebut dibuat sekitar bulan Juli tahun 2017;--- - Bahwa saksi sudah lama kenal dengan Haji Darwis karena sering dikasi pekerjaan kalau ada tagihannya yang bermasalah;--- - Bahwa saksi tidak tahu di atas tanah tersebut pernah ada sengketa;- - Bahwa saksi sudah lama tidak bertemu dengan Haji Darwis dan

saksi lupa kapan terakhir bertemu dengan Haji Darwis;--- - Bahwa saksi pernah mempertanyakan kepada Pak Asnawi siapa yang membuat pagar tembok di atas lokasi objek sengketa dan Pak Asnawi mengatakan orang lain yang pagar katanya ada juga surat- suratnya;--- - Bahwa pada saat itu tidak disebutkan namanya yang membuat

pagar;--- - Bahwa saksi tahu pernah ada bangunan kios di atas lokasi objek

sengketa sebelum dieksekusi tetapi ikut dieksekusi;--- - Bahwa yang bangunan kios tersebut adalah Pak Asnawi;--- - Bahwa saksi tahu yang bangun kios tersebut adalah pak Asnawi dari

orang-orang yang menyewa kios tersebut katanya menyewa dari Pak Asnawi pada tahun 2011 dan 2012;--- - Bahwa Pak Asnawi tidak pernah memberitahukan kepada saksi darimana Pak Asnawi mendapat izin untuk membangun kios tersebut;--- - Bahwa saksi sering singgah di kios-kios di lokasi tersebut karena

pernah memesan pagar pada orang yang sewa kios di atas lokasi tersebut pada tahun 2011;--- - Bahwa pada saat saksi lewat dan singgah di kios tersebut tidak

pernah ada orang yang keberatan;--- - Bahwa kios tempat saksi memesan pagar sudah tidak ada sekarang karena sudah pindah;--- - Bahwa saksi tidak tahu mengenai sertipikat tetapi saksi pernah dengar ada yang keberatan;--- - Bahwa saksi mulai bekerja sama dengan Haji Darwis sejak tahun 2005 untuk menagih tagihan H. Darwis yang bermasalah;--- - Bahwa saksi pernah masuk ke lokasi pada saat saksi pesan pagar

pada orang yang sewa kios di lokasi pada tahun 2012;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 26 halaman Putusan Nomor: 75/G/2017/PTUN.Mks.

- Bahwa tidak melihat secara jelas ada bangunan di atas lokasi pada saat saksi masuk ke lokasi, tetapi sekilas saksi melihat ada bangunan di belakang;--- - Bahwa pada saat saksi pesan pagar belum ada pagar tembok;---- - Bahwa ada bagunan tempat pekerja dan tempat bahan;--- - Bahwa setelah dipagar saksi tidak pernah masuk ke lokasi;--- - Bahwa saksi tidak tahu dari mana Haji Darwis memperoleh tanah

tersebut;--- Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil bantahannya, Tergugat mengajukan bukti surat berupa fotokopi surat yang telah dicocokkan dengan asli maupun fotokopinya serta telah diberi meterai cukup, dan diberi tanda Bukti T-1 sampai dengan Bukti T-2, sebagai berikut:--- 1. Bukti T - 1 : Fotokopi sesuai dengan asli, Buku Tanah Hak Milik Nomor:

9/Desa Bulurokeng, tanggal 5 Djuni 1969, luas 3.490 M2, atas nana Ishak Suruadji;--- 2. Bukti T - 2 : Fotokopi sesuai dengan asli, Gambar Situasi Nomor: 102/1969, tanggal 5-6-1969, luas 3.490 M2;--- Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil bantahannya, Tergugat II Intervensi mengajukan bukti surat berupa fotokopi surat yang telah dicocokkan dengan asli maupun fotokopinya serta telah di beri materai cukup, dan diberi tanda Bukti T.II. Int-1 sampai dengan Bukti T.II.Int-7, sebagai berikut:--- 1. Bukti T.II.Int - 1 : Fotokopi sesuai dengan asli, Gugatan Perlawanan Pihak Ketiga (Derden Verzet) Nomor: 71/Pdt.BTH/ 2017/PN.Mks., tanggal 02 Maret 2017, atas nana H. Muh. Darwis;--- 2. Bukti T.II.Int - 2 : Fotokopi sesuai dengan asli, Berita Acara Eksekusi No. 22

EKS/2012/PN.Mks. jo. No. 210/Pdt.G/2008/PN.Mks., tanggal 08 Maret 2017;--- 3. Bukti T.II.Int - 3 : Fotokopi sesuai dengan asli, Sertipikat Hak Milik Nomor:

9/Desa Bulurokeng, tanggal 5 Djuni 1969, Gambar Situasi Nomor: 102/1969, tanggal 5-6-1969, luas 3.490 M2, atas nama Ishak Suruadji;--- 4. Bukti T.II.Int - 4 : Fotokopi sesuai dengan asli, Akta Djual Beli, Nomor:

02/MD/P/1968, tanggal 18 Oktober 1968, antara Ishak Suruadji dengan Saguni;--- 5. Bukti T.II.Int - 5 : Fotokopi sesuai dengan asli, Putusan Pengadilan Negeri

Makassar Nomor: 210/Pdt.G/2008/PN.Mks, tanggal 22 Okto- ber 2009, antara Ishak Suruadji melawan Latip dkk.;---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

Referensi

Dokumen terkait

Sekolah biasa mengklasifikasikan siswa ke dalam suatu ruangan belajar yang berbeda-beda dengan harapan agar proses instruksional yang terjadi dapat berjalan dengan baik

Pada tahap proses perhitungan berikutnya adalah menentukan keanggotaan waduk Kenteng di dalam satu dari sembilan kelompok tertentu, maka perlu dibuat indeks kemiripan waduk

Menganalisa hubungan pendidikan, umur, sikap dan sosial ekonomi ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Dengilo Kabupaten

Simpulan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah paparan bising intermittent kronik dapat mempengaruhi kadar CD8 + pada tikus putih

Total Biaya yang terjadi pada rencana produksi berdasarkan simulasi kebutuhan produksi dengan target. produksi 50% pada perulangan ketiga

Bahan yang dipakai untuk mengemas harus dapat menjaga sterilitas dan melindungi isinya yang sudah steril, dari sumber-sumber kontaminasi mikroba mulai dari saat

indicator indicator  penolpthale  penolpthale in in  penolpthalein  penolpthalein  berupa warna  berupa warna ungu ungu  penolpthalein  penolpthalein  berupa warna  berupa

A Lorentz telah menurunkan persamaan transformasi dengan menganggap bahwa kecepatan cahaya tetap sama di semua kerangka acuan inersial dan koordinat waktu (t) juga