Terlambat Studi Literatur
Monitoring
Studi Lapangan
Analisa Progress
Kesimpulan
Perhitungan Volume Rencana
Tidak Terlambat
Oke Analisa Penyebab
Keterlambatan
Pengambilan Data Step 1
Pengambilan Data step 2
3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka Penelitian
Penelitian tentang analisa jadwal proyek pada pekerjaan finishing dengan mengambil studi kasus proyek apartemen dilakukan dengan studi literatur dan studi lapangan. Dimana studi lapangan ini melakukan pengamatan secara umum mengenai aktivitas apa saja yang ada pada tahap pekerjaan finishing di proyek tersebut. Sedangkan pada studi literatur dilakukan dengan cara mempelajari teori dasar cara menganalisa jadwal proyek, sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan pengamatan di proyek. Penelitian ini dapat dijabarkan dalam skematis seperti terlihat pada Gambar 3.1. di bawah ini:
Gambar 3.1. Kerangka kerja penelitian
3.2 Studi Literatur
Langkah awal yang dilakukan dalam studi literatur ini adalah mempelajari teori-teori yang menunjang proses penelitian ini. Adapun teori yang dipelajari adalah mengenai cara menganalisa jadwal proyek yang terdiri dari monitoring dan analisa data.
3.3 Studi Lapangan
Studi lapangan ini dilakukan dengan pengamatan secara umum kondisi di lapangan, aktivitas apa saja yang ada pada tahap pekerjaan finishing, dan juga pembagian zona pekerjaan di lapangan. Berikut ini adalah aktivitas-aktivitas pekerjaan finishing dan pembagian zona pekerjaan yang ada pada proyek apartemen ini yang terdapat pada Tabel 3.1. dan Tabel 3.2.
Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui arah dan metode yang akan dipakai untuk penelitian.
Tabel 3.1. Aktivitas Pekerjaan Finishing
Aktivitas Keterangan
A Precast
B Wall
C Skim Coat D Internal Plester
E Screed
F Keramik G Keramik Dinding H Keramik Lantai
I Ceiling Panel / Plafon J Internal Painting K Ext Aluminium
L Drywall Frame / Kerangka Partisi M Drywall Panel / Partisi N Door Frame / kusen O PVC Door P Door Hardware Q M/E Piping air bersih R M/E Piping air kotor /toilet S Waterproofing
T Coring
U Sanitary Fixture V M/E Wiring W electric fixture X Cleaning
Tabel 3.2. Pembagian Zona
Zona Pekerjaan 1 Lantai 1 dan 2
2 Lantai 3, 5 dan 6 3 Lantai 7,8 dan 9 4 Lantai 10 dan 11
5 Lantai 12
6 Lantai 15 dan 16 7 Lantai 17 dan 18
3.4 Pengambilan Data step 1
Setelah melakukan studi lapangan dilakukan proses pengambilan data step 1. Pada tahapan ini diperoleh data-data dari proyek berupa gambar-gambar, schedule proyek dan detail-detail. Pengambilan data step 1 dilakukan untuk memudahkan dalam pembuatan schedule rencana pada tahapan analisa progress.
3.5 Perhitungan Volume rencana
Setelah mendapatkan data-data berupa gambar-gambar dan detail-detail, peneliti melakukan perhitungan volume rencana untuk tiap aktivitas pekerjaan finishing pada tiap unit hunian yang ada. Perhitungan volume rencana diperlukan karena peneliti tidak mendapatkan data-data mengenai volume pekerjaan dari pihak proyek. Perhitungan volume rencana dilakukan untuk memudahkan dalam proses monitoring progress dan analisa progress.
3.6 Monitoring
Pada tahap monitoring, dilakukan pengamatan progress yang telah dicapai di lapangan tiap minggu selama kurang lebih 10 minggu. Proses monitoring bertujuan untuk mengamati jalannya proyek di mana data-data yang didapat pada proses ini digunakan sebagai acuan proses analisa progress. Data- data yang didapat dari proses monitoring ini berupa:
Data jumlah orang yang digunakan.
Progress di lapangan.
Waktu kerja aktual daripada proyek tersebut.
Dalam melakukan proses monitoring perlu digunakan sebuah form untuk memudahkan dalam pencatatan progress. Berikut ini adalah contoh form monitoring yang digunakan yang dapat dilihat pada Tabel 3.3. dibawah ini.
Tabel 3.3. Contoh Form Monitoring
Cara menggunakan form monitoring ini adalah sebagai berikut :
• Mencatat progress aktual tiap unit hunian pada kolom A-X dalam bentuk persen (%)
3.7 Analisa Progress
Pada proses ini dapat diperkirakan apakah proyek tersebut berjalan sesuai target atau tidak (mengalami keterlambatan). Untuk mengetahui keterlambatan maka perlu dibandingkan antara progress rencana total tiap aktivitas dengan progress aktual total tiap aktivitas yang diperoleh dari hasil monitoring.
3.7.1 Progress Rencana
Setelah mendapatkan data-data dari proyek berupa schedule tiap zona, gambar-gambar dan detail-detail dilakukan proses perhitungan volume total unit hunian tiap aktivitas.
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mendapatkan volume rencana total unit hunian dari sebuah aktivitas :
1. Melakukan perhitungan volume pekerjaan sebuah aktivitas pada tiap unit hunian.
2. Menjumlahkan volume tiap unit hunian dalam 1 lantai hingga didapat volume pekerjaan pada lantai tersebut.
3. Menjumlahkan volume pekerjaan tiap lantai yang termasuk dalam 1 zona hingga didapat volume pekerjaan 1 zona.
4. Menjumlahkan volume pekerjaan tiap zona hingga didapat volume pekerjaan 1 proyek (keseluruhan).
Progress rencana tiap zona tiap minggunya dapat diperoleh dengan cara sebagai berikut :
• Progress Rencana (%) =
Setelah dilakukan perhitungan volume total maka dapat dibuat perencanaan proyek secara keseluruhan tiap aktivitas berupa barchart dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mencari bobot tiap zona yang akan dimasukkan dalam barchart dengan cara sebagai berikut:
Bobot Zona (%) = (luasan 1 zona : luasan total proyek) x 100%
2. Memasukkan bobot tiap zona ke dalam barchart sesuai dengan schedule rencana dari proyek.
3. Semua bobot pada barchart dijumlahkan ke bawah sehingga didapat progress rencana total tiap periodenya.
3.7.2 Progress Aktual
Berdasarkan hasil dari monitoring tiap periodenya maka dapat diperoleh progress aktual tiap periode.
Untuk mendapatkan progress total (%) aktual dari tiap aktivitas maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Melakukan hasil konversi dari form monitoring dari bentuk persen (%) ke dalam satuan volume dengan cara mengalikan persentase dengan volume total aktivitas pada unit hunian tersebut.
2) Menjumlahkan volume aktual aktivitas dari setiap unit hunian pada 1 lantai sehingga didapat volume aktual dari lantai tersebut.
3) Menjumlahkan volume aktual aktivitas dari setiap unit hunian sehingga didapat volume aktual dari proyek tersebut.
% total 100
Durasi
monitoring saat
pada hari
Durasi ×
4) Mengubah volume aktual dalam satuan volume ke dalam bentuk (%) dengan cara sebagai berikut :
• Luasan aktual (%) =
3.7.3 Analisa Progress Tiap Aktivitas
Setelah data progress rencana dan progress aktual telah ada maka dapat dilakukan analisa progress tiap aktivitas tiap periode untuk mengetahui keterlambatan atau tidak dengan cara membandingkan progress rencana (%) dari proyek dengan progress aktual (%) hasil monitoring.
3.8 Pengambilan Data Step 2
Proses pengambilan data dilakukan dengan cara interview atau wawancara secara langsung kepada kontraktor atau mandor yang memimpin pekerjaan tersebut, dan juga pengamatan secara langsung untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pada aktivitas pekerjaan Finishing. Proses pengambilan data dilakukan setelah proses analisa data monitoring selesai dan diketahui aktivitas apa saja yang terlambat pada periode tersebut.
Untuk memudahkan dalam penentuan faktor-faktor penyebab keterlambatan maka diperlukan Form Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan yang terlihat pada Tabel 3.4. Cara menggunakan form ini adalah sebagai berikut :
• Melihat aktivitas apa saja yang mengalami keterlambatan pada periode tersebut.
• Melihat di lantai manakah terjadinya keterlambatan aktivitas tersebut.
• Melakukan wawancara terhadap pihak kontraktor mengenai faktor penyebab keterlambatan aktivitas tersebut pada lantai yang bersangkutan.
• Mengisi faktor penyebab keterlambatan aktivitas tersebut pada lantai yang bersangkutan dalam Form Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan.
% proyek 100
total Volume
aktual Volume
×
Tabel 3.4. Contoh Form Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan
3.9 Analisa Penyebab Keterlambatan
Analisa penyebab keterlambatan dilakukan setelah proses pengambilan data telah dilakukan. Dari analisa penyebab keterlambatan dapat diketahui faktor penyebab keterlambatan utama pada sebuah aktivitas pada periode tersebut.
Analisa Penyebab Keterlambatan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
• Menjumlahkan seluruh faktor-faktor penyebab keterlambatan sebuah aktivitas pada proyek tersebut sehingga didapat jumlah total faktor penyebab keterlambatan pada periode tersebut yang ada pada Form Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan.
• Menjumlahkan salah satu faktor penyebab keterlambatan hingga didapat berapa jumlah faktor tersebut mempengaruhi sebuah aktivitas pada periode tersebut.
• Menghitung persentase (%) pengaruh sebuah faktor terhadap aktivitas tersebut dengan cara sebagai berikut :
• Pengaruh Faktor (%) =
% faktor 100
seluruh Total
faktor 1
Total ×
3.10 Kesimpulan
Dari proses yang didapat dari analisa data dapat diambil kesimpulan faktor-faktor utama penyebab keterlambatan pada pekerjaan finishing.