Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE
COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR
MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
(Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan)
Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang Sarjana
Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Akuntansi
Disusun oleh :
Ririn Indriani
1105617
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2015
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
P ENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE
COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR
MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
(Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan)
Oleh: Ririn Indriani
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
©Ririn Indriani
Universitas Pendidikan Indonesia Agustus, 2015
Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang.
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu i
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE
COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR
MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2010 KELAS A
( Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan )
Ririn Indriani
Pembimbing : Imas Purnamasari, S.Pd, M.M
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning tipe Course Review Horay (CRH) pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan dengan materi penilaian sekuritas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment atau biasa disebut Eksperimen Semu, dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas A. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keaktifan belajar mahasiswa dengan menggunakan fomat checklist. Teknik pengolahan data berupa pengolahan data kuanitatif dengan menggunakan uji normalitas kemudian dilanjutkan dengan uji statistika nonparametrik yaitu uji Wilcoxon Match Pairs Test.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test dua pihak dengan α=0,05 menunjukkan - = - ,
sedangkan - = - 1,64, karena - berarti diterima, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning tipe Course Review Horay (CRH). Dengan adanya perbedaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Learning tipe Course Review Horay (CRH) berpengaruh terhadap keaktifan belajar mahasiswa pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan, khususnya pada materi penilaian sekuritas.
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ii
THE INFLUENCE OF COOPERATIVE LEARNING MODEL COURSE REVIEW HORAY (CRH) TO THE STUDEN LEARNING ACTIVENESS IN SUBJECT
ACCOUNTUNG EDUCATION 2012 CLASS A (Experimental Study In Advanced Financial Management)
Ririn Indriani
Counselor : Imas Purnamasari, S.Pd, M.M
ABSTRACT
This study aims to determine whether there are differences in students’ learning activeness before and after the application of cooperative learning model Course Review horay (CRH) to the students' learning activeness) in subjects with advanced financial management assessment material securities. The method used in this study is called Experiment Moot or quasi experiment, with study design one-group pretest-posttest design. The sampling technique used is purposive sampling. The sample in this study is the generation of accounting education student 2012 class A. The instrument used in this study is the observation sheet activeness of student learning using a checklist fomat. Data processing techniques such as data processing kuanitatif using normality test then followed by a nonparametric statistical test that is Wilcoxon Match Pairs Test.
Based on the results of hypothesis testing using Wilcoxon Match Pairs Test two hand with α = 0.05 showed - = -4,54, while - = - 1,64, because - < means is accepted that showed there are differences in students' learning activeness before and after the application of cooperative learning model Course Review horay (CRH). With the existence of these differences, it can be concluded that the implementation of cooperative learning model Course Review horay (CRH) influence on students' activeness in the course of advanced financial management, particularly in the matter of securities ratings.
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu i
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
UCAPAN TERIMAKASIH... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... x
DAFTAR GAMBAR ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Penelitian ... 1
B. Identifikasi Masalah Penelitian ... 7
C. Rumusan Masalah Penelitian ... 10
D. Maksud dan Tujuan Penelitian ... 11
E. Manfaat Penelitian ... 11
1. Kegunaan Teoritis ... 11
2. Kegunaan Praktis ... 11
BAB II LANDASAN TEORITIS ... 12
A. Teori yang Relavan ... 12
1. Teori Belajar ... 12
a.Teori Kontruktivisme ... 12
b.Teori Piaget ... 14
2. Model Pembelajaran ... 15
a.Pengertian Model Pembelajaran ... 15
b.Ciri-ciri Model Pembelajaran ... 17
3. Model Pembelajaran Kooperatif ... 18
a.Pengertian Pembelajaran Kooperatif ... 18
b.Aspek-Aspek Pembelajaran Kooperatif ... 19
c.Tujuan Pembelajaran Kooperatif ... 20
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ii
4. Pembelajaran Kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) ... 24
a.Pengertian Pembelajaran Model Course Review Horay (CRH) ... 24
b.Tujuan Pembelajaran Model Course Review Horay (CRH) ... 25
c.Langkah-langkah Pembelajaran Model Course Review Horay (CRH) ... 26
5. Keaktifan ... 27
a.Pengertian Keaktifan ... 27
b.Klasifikasi keaktifan ... 28
c.Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan ... 29
d.Indikator Keaktifan... 30
e.Kategori Keaktifan ... 32
6. Pembelajaran Manajemen Keuangan ... 33
B. Penelitian Terdahulu ... 34
C. Kerangka Pemikiran ... 36
D. Hipotesis Penelitian ... 40
BAB III MODEL PENELITIAN ... 41
A. Desain Penelitian ... 41
B. Operasionalisasi Variabel ... 41
C. Populasi dan Sampel ... 42
1. Populasi ... 42
2. Sampel ... 42
D. Teknik Pengumpulan Data... 43
1. Observasi Awal (Pre Test) ... 43
2. Observasi Akhir (Post Test) ... 43
3. Prosedur Eksperimen ... 43
a.Tahap Persiapan ... 43
b.Tahap Pelaksanaan ... 44
E. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis ... 45
1. Teknik Analisis Data ... 45
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu iii
3. Uji Hipotesis ... 48
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 52
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 52
1. Profil Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 52
2. Sejarah Ringkas Program Studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI ... 52
3. Visi Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 53
4. Misis Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 53
5. Tujuan Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 53
6. Sasaran Program Studi Pendidikan Akuntansi... 54
7. Strategi Progm Studi Pendidikan Akuntansi ... 54
8. Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 55
9. Daftar Personalia Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 56
B. Deskripsi Hasil Penelitian ... 56
1. Gambaran Penerapan Model Course Review Horay (CRH) ... 56
2. Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum Penerapan Model Course Review Horay (CRH) ... 59
3. Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah Penerapan Model Course Review Horay (CRH) ... 61
4. Perbedaan Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Course Review Horay (CRH) ... 63
C. Analisis Data dan Penguujian Hipotesis ... 65
1. Uji Normalitas ... 65
a.Perhitungan Uji Normalitas Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum Penerapan Course Review Horay (CRH) ... 65
b.Perhitungan Uji Normalitas Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah Penerapan Course Review Horay (CRH) ... 69
2. Pengujian Hipotesis ... 74
D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 78
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu iv
A. Simpulan ... 85
B. Saran... 85
DAFTAR PUSTAKA ... 87
LAMPIRAN-LAMPIRAN :
1. Lembar Observasi Keaktifan belajar Mahasiswa
2. SK Penetapan Pembimbing Skripsi
3. Frekuensi Bimbingan Skripsi
4. Lembar Evaluasi Seminar Proposal
5. Dokumentasi Ketika Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Course Review Horay (CRH)
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu v
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Persentase Keaktifan Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi
2010 A ... 4
Tabel 2.1 Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa ... 32
Tabel 2.2 Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa ... 32
Tabel 2.3 Hasil Penelitian Terdahulu ... 34
Tabel 3.1 Desain Penelitian ... 41
Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel ... 42
Tabel 3.3 Format Checklis Pengamatan Terhadap Keaktifan Mahasiswa ... 45
Tabel 3.4 Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa... 46
Tabel 3.5 Tabel Penolong Untuk Uji Wilcoxon Match Pairs Test... 50
Tabel 4.1 Daftar Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi... 55
Tabel 4.2 Daftar Personalia Program Studi Pendidikan Akuntansi... 56
Tabel 4.3 Persentasi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH)... 60
Tabel 4.4 Persentasi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH)... 62
Tabel 4.5 Perbandingan dan Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH)... 64
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu vi
Tabel 4.7 Perhitungan Z-Score Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum
Penerapan Model CRH... 67
Tabel 4.8 Daftar Frekuensi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum
Penerapan Model CRH... 68
Tabel 4.9
Tabel Penolong Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah
Penerapan Model CRH... 70
Tabel 4.10 Perhitungan Z-Score Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah
Penerapan Model CRH... 71
Tabel 4.11 Daftar Frekuensi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah
Penerapan Model CRH... 72
Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Uji Normalitas... 73
Tabel 4.13 Data Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum dan Sesudah
Penerapan Model CRH... 74
Tabel 4.14 Tabel Penolong Untuk Test Wilcoxon... 75
Tabel 4.15 Hasil Pengujian Uji Wilcoxon Match Pairs Tests... 78
Tabel 4.16 Perbedaan Frekuensi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum
dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Grafik Perbedaan Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum dan
Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
1
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Pendidikan pada saat ini merupakan hal yang sangat penting dijalani oleh
siapapun. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
dijelaskan:
Bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Sesuai dengan pengertian di atas, bahwa pendidikan merupakan suatu
proses perubahan tingkah laku peserta didik dan pengembangan potensi diri yang
dimiliki serta menambah wawasan pengetahuan bagi peserta didik untuk dapat
bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Proses tersebut tidak terlepas dari pengajaran
dari para tenaga pendidik yang diselenggarakan pada lembaga pendidikan formal
maupun non formal.
Penyelenggaran proses pendidikan tidak terlepas dari sebuah proses
pengajaran, karena pengajaran merupakan sarana yang tepat untuk pelaksanaan
pendidikan. Inti dari pendidikan adalah mengajar yang dilakukan oleh pendidik
(dosen), dan inti dari pengajaran yaitu peserta didik (mahasiswa) yang belajar,
oleh karena itu mengajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar karena
keduanya saling berhubungan dan merupakan timbal balik dari sebuah proses
pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran dalam pendidikan, khususnya dalam pendidikan
formal merupakan interaksi aktif antara pendidik dan peserta didik. Peran
pendidik (dosen) dalam kegiatan pembelajaran untuk membimbing dan
mengarahkan peserta didik (mahasiswa) untuk dapat aktif memperoleh
pemahamannya berdasarkan segala informasi yang mahasiswa dapat dari
2
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
mencerna informasi yang telah didapat dari kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas.
Interaksi aktif merupakan salah satu langkah untuk menjadikan mahasiswa
aktif selama pembelajaran, ketika mahasiswa aktif maka komunikasi yang terjadi
selama pembelajaran menjadi dua arah. Keaktifan merupakan salah satu prinsip
utama dalam proses pembelajaran, belajar merupakan aktivitas yang dilakukan
oleh dosen dan mahasiswa. Hal tersebut sesuai pendapat Trianto (2012:111), yang menyatakan bahwa “pendekatan konstruktivisme pada dasarnya menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif
proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar lebih diwarnai student centered
daripada teacher centered”. Sardiman (2007:99) berpendapat bahwa “Belajar
adalah berbuat dan sekaligus merupakan proses yang membuat anak didik harus aktif.” Pengalaman belajar hanya akan diperoleh jika mahasiswa aktif berinterksi dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Sebagaimana dikemukakan oleh
Zuckerman dalam Warsono dan Hariyanto (2013:4), „Para Pakar meyakini bahwa
belajar akan diperoleh melalui pengalaman (learning for experience), melalui
pembelajaran aktif (active learning), dan dengan cara melakukan interaksi dengan
bahan ajar maupun dengan orang lain (interacting with learning material and with
people)‟. Oleh sebab itu keaktifan merupakan salah satu hal yang penting bagi
peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, karena dengan keaktifan mahasiswa
selama pembelajaran akan memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada
mahasiswa dan terjadi komunikasi dua arah antara dosen dengan mahasiswa.
Adapun dampak yang ditimbulkan jika mahasiswa tidak aktif atau pasif yaitu
pengetahuan dan pengalaman mahasiswa selama pembelajaran sedikit, sehingga
mempengaruhi kecerdasan mahasiswa dan mempengaruhi pula terhadap hasil
belajar, dengan demikian kualitas pendidikan di indonesia akan mengalami
penurunan dan tidak dapat bersaing dengan pendidikan-pendidikan di negara lain.
Dalam aktifitasnya sebagai mahasiswa, proses belajar mengajar dikelas
merupakan hal yang mutlak diikuti untuk menggali ilmu pengetahuan. Melalui
proses itulah mahasiswa mendapat pengetahuan yang lebih mendalam. Selama
3
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
interaksi aktif serta menjalin komunikasi dua arah, sehingga dosen tidak
mendominasi kegiatan pembelajaran.
Hasil Observasi yang dilaksanakan pada hari selasa 03 maret 2015
menunjukkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran interaksi yang terjadi masih
dalam bentuk satu arah, dosen lebih mendominasi pembelajaran dibandingkan
dengan partisipasi mahasiswa, dosen masih menggunakan metode pembelajaran
konvensional, yaitu proses pembelajaran yang berlangsung dikelas yang hanya
berorientasi pada hafalan atau memorisasi bahan-bahan pelajaran dan interaksi
belajar mengajar yang berjalan masih searah. Fungsi dan peran dosen menjadi
sangat dominan. Dilain pihak mahasiswa hanya menyimak dan mendengarkan
informasi atau pengtahuan yang disampaikan oleh dosen. Ini menjadikan kondisi
yang tidak proporsional. Dosen sangat aktif tetapi sebaliknya mahasiswa menjadi
pasif dan tidak kreatif, karena selama ini mahasiswa diperlakukan sebagai objek
sehingga kurang dapat mengembangkan potensinya.
Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa dan
mengoptimalkan keaktifan belajar mahasiswa, maka perlu adanya strategi
pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa dan juga strategi pembelajaran
yang menarik sehingga dapat menumbuhkan keaktifan belajar mahasiswa selama
proses pembelajaran berlangsung. Keaktifan belajar mahasiswa dapat
mempengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan oleh
dosen. Oleh karena itu, peneliti ingin membuat kondisi kelas yang lebih
dipusatkan kepada mahasiswa dengan cara penerapan model pembelajaran yang
lebih membuat mahasiswa tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran dan
dapat memacu mahasiswa untuk aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Di bawah ini peneliti memiliki data keaktifan mahasiswa pendidikan akuntansi
angkatan 2012 kelas A pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan yang
dilakukan pada hari selasa 03 maret 2015, dengan menggunakan indikator yang
dikemukakan oleh Sudjana, (2004:61). Data ini yang dijadikan dasar peneliti
melakukan penelitian mengenai keaktifan mahasiswa pendidikan akuntansi
4
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 1.1
Persentase Keaktifan Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi 2012 A
No Keaktifan Belajar Frekuensi
(orang) Persentase (%)
1 Berani mengajukan pertanyaan 3 orang 7,7 % 2 Berani menjawab pertanyaan dosen 6 orang 15,4 % 3 Kemampuan mengemukakan pendapat 5 orang 12,8% 4 Aktif melakukan kerja kelompok 0 orang 0% 5 Partisipasi dalam kelompok 0 orang 0% 6 Mempersentasikan hasil kelompok 0 orang 0% 7 Mengerjakan soal-soal 15 orang 38,5%
Jumlah mahasiswa keseluruhan 39
Rata-rata keaktifan mahasiswa 10,6%
Kategori Kurang Aktif
Sumber : Hasil Pra Penelitian diolah
Dari tabel A.1 terlihat bahwa mahasiswa masih kurang aktif dalam proses
pembelajaran manajemen keuangan lanjutan karena sangat sedikit sekali
mahasiswa yang berpartisipasi dan aktif dalam pembelajaran tersebut. Hal ini
terlihat selama proses pembelajaran manajemen keuangan lanjutan hanya terdapat
tiga orang mahasiswa (7,7%) yang berani mengajukan pertanyaan kepada dosen
ketika tidak memahami materi pelajaran, dan hanya enam mahasiswa (15,4%)
yang berani aktif menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen terkait dengan
pelajaran yang disampaikan, lima mahasiswa (12,8%) berani mengemukakan
pendapat dengan memberikan kesimpulan mengenai penjelasan yang telah
disampaikan oleh dosen, dan 15 mahasiswa (38,5%) mengerjakan soal latihan
yang diberikan oleh dosen.
Berdasarkan hasil observasi di atas, diperoleh hasil keaktifan belajar
mahasiswa dikelas tergolong kategori kurang aktif, hal ini disebabkan sedikitnya
partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran, tidak ada keberanian dalam diri
mahasiswa untuk bertanya ataupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh
dosen dan sedikit sekali mahasiswa yang berani mengemukakan pendapat mereka,
dan tidak terjadinya interaksi aktif antar mahasiswa dengan dosen, mahasiswa
cenderung pasif selama proses pembelajaran berlangsung. Menurut Rasyid dalam
Rosmaini, dkk (2012) „untuk meningkatkan interaksi pembelajaran dilihat dari
5
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
berargumentasi atau berpendapat‟. Sejalan dengan pendapat Afcarino (2008:65-68), mengemukakan bahwa “menjawab pertanyaan merupakan salah satu langkah untuk menjadi pemikir kritis, menegaskan sebuah ide umum, dan jawaban yang baik itu diperoleh berdasarkan informasi yang relavan”. Sedangkan Suparno (1997:48) bahwa “belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan mahasiswa, bukan sesuatu yang dilakukan terhadap mahasiswa. Mahasiswa tidak menerima pengetahuan dari dosen atau kurikulum secara pasif”. Hal tersebut sejalan dengan teori kontruktivisme yang menyatakan bahwa mahasiswa diberi kesempatan agar
menggunakan strateginya sendiri dalam belajar secara sadar dan menggunakan
pengalamannya untuk dapat mengembangkan pengetahuan, dan dosen
membimbing mahasiswa ke tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu
keaktifan mahasiswa selama proses pembelajaran dikelas berlangsung sangatlah
penting untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa.
Manajemen keuangan lanjutan merupakan mata kuliah yang bisa dibilang
penting dikarenakan dengan mempelajari manajemen kuangan lanjutan
mahasiswa dapat mengambil keputusan-keputusan keuangan dengan benar dan
dapat memaksimalkan laba, sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh
Husnan & Pudjiastuti (2006:6) adalah “manajemen keuangan digunakan untuk
bisa mengambil keputusan-keputusan keuangan yang benar untuk
memaksimumkan nilai perusahaan yang identik dengan memaksimumkan laba,
serta meminimumkan tingkat resiko”. Materi dalam manajemen keuangan
lanjutan banyak menerapkan hitungan dan logika sehingga cukup menyulitkan
mahasiswa dalam memahaminya, khususnya dalam materi penilaian sekuritas.
Agar diperoleh pemahaman mahasiswa dalam belajar manajemen keuangan
lanjutan maka dosen harus melibatkan mahasiswa aktif dalam pembelajaran,
karena dari pengalaman belajar mahasiswa akan memperoleh pemahaman dan
hubungan sosial yang baik dalam belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:2), menyatakan bahwa “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara
6
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
lingkungan”. Lebih lanjut Gege and Barliner (Dimyati dan Mudjiono, 2006:45) mengemukakan bahwa :
Mahasiswa sebagai subjek belajar memiliki sikap aktif, konstruktif dan mampu merencanakan sesuatu. Mahasiswa mampu untuk mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Dalam proses belajar-mengajar mahasiswa mampu mengidentifikasi, merumuskan masalah, mencari, dan menemukan fakta, menganalisis, menafsirkan, dan menarik kesimpulan.
Masih kurangnya rasa keingintahuan dan percaya diri mahasiswa dalam
belajar menjadi kendala belajar mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran
manajemen keuangan lanjutan. Selanjutnya penyampaian pembelajaran yang
digunakan dosen masih menggunakan metode ceramah membuat mahasiswa cepat
merasa bosan dan kurang aktif dalam belajar, jika hal tersebut terus dibiarkan
maka dikhawatirkan mahasiswa tidak akan memahami materi yang disampaikan
oleh dosen dan akan mempengaruhi pula kepada hasil belajar mahsiswa pada
mata kuliah tersebut, selain itu mahasiswa dipersiapkan untuk dapat menjadi
seorang tenaga pendidik yang kaya dengan berbagai pengetahuan, jika selama
proses pembelajaran mahasiswa pasif maka pengetahuan yang didapat sedikit
hanya sebatas apa yang disampaikan oleh dosen, namun jika mahasiswa aktif
selama proses pembelajaran, rasa ingin tahunya tinggi, bertanya ataupun
berpendapat maka mereka akan mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dan
luas sehingga hal tersebut akan dapat bermanfaat ketika mahasiswa setelah lulus
dan menjadi tenaga pendidik disekolah atau di manapun.
Untuk menghindari dampak tersebut dosen harus memiliki strategi agar
mahasiswa dapat belajar secara efektif dan efisien, sehingga mampu mencapai
tujuan yang diharapkan. Dosen dapat mengatasinya dengan cara menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan serta dapat
meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran. Dosen dapat
menggunakan alternatif model pembelajaran yang sesuai dan menguasai
teknik-teknik penyajian materi pembelajaran. Cooperative learning merupakan strategi
belajar dengan sejumlah mahasiswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat
7
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
anggota harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk dapat memahami
pembelajaran. Dalam penerapan model ini dosen tidak mendominasi kegiatan
pembelajaran tapi mahasiswa juga ikut berperan aktif dalam pembelajaran. Menurut Isjoni (2011:13), “Dalam Cooperative learning, siswa terlibat aktif pada proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif terhadap kualitas
interaksi dan komunikasi yang berkualitas, dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya”. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay
(CRH). Tipe ini merupakan suatu pembelajaran pengujian terhadap pemahaman
konsep mahasiswa dengan menggunakan lembar jawaban berkotak yang mampu
memupuk semangat belajar mahasiswa untuk saling bekerjasama dan bertanggung
jawab dalam kelompok, hingga pada akhirnya dapat mencapai hasil yang
maksimal disebabkan keaktifan mahasiswa ketika pembelajaran.
B. Identifikasi Masalah Penelitian
Gagne dan Briggs dalam Yamin (2013:84), berpendapat bahwa keaktifan
dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor, yaitu :
1. Memberikan motivasi atau menarik perhatian pesera didik, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran
2. Menjelaskan tujuan instruksional (kemampuan dasar kepada peserta didik) 3. Meningkatkan kompetensi belajar kepada peserta didik
4. Memberi stimulus (masalah, topic, dan konsep yang akan dipelajari) 5. Memberikan petunjuk kepada peserta didik
6. Memunculkan aktifitas, partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
7. Memberikan umpan balik (feedback)
8. Melakukan tagihan-tagihan kepada peserta didik berupa tes sehingga kemampuan peserta didik selalu terpantau dan terukur
9. Menyimpulkan setiap materi yang disampaikan diakhir pembelajaran
Faktor-faktor di atas merupaka faktor yang dapat mempengaruhi keaktifan
mahasiswa dalam pembelajaran. Faktor-faktor tersebut merupakan tahapan
pembelajaran selama dikelas, oleh karena itu kesemua faktor tersebut harus
dilaksanakan sehingga dapat menjadikan mahasiswa aktif selama pembelajaran
8
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menggunakan model pembelajaran. Dari penjelasan tersebut maka peniliti
mengambil kesimpulan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi keaktifan belajar
mahasiswa yaitu model pembelajaran, karena dengan menggunakan model
pembelajaran proses belajar mengajar akan terstruktur dengan efektif dan efisien,
hal ini dikarenakan dosen akan merancang konsep terlebih dahulu sehingga tujuan
pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Sebagaimana pendapat Sagala
(2005:175), mengemukakan bahwa “Model pembelajaran adalah kerangka
konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan
pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan
berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam
merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar”. Sedangkan
Soekamto dan Winaputra (1995:78), mendefinisikan:
Model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar bagi para peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas mengajar.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran merupakan kerangkan konseptual yang dirancang untuk dapat
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga
aktivitas pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal dan kesempatan
meningkatkan keaktifan mahasiswa akan semakin besar karena dengan
menggunakan model pembelajaran mahasiswa ikut berperan didalamnya. Dosen
dan mahasiswa menjadi memiliki peran tersendiri, dosen tidak akan mendominasi
pembelajaran. Menurut Lie dalam Rosmaini, dkk (2012) „dengan model
pembelajaran yang aktif dapat mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam
proses pembelajaran, bisa menghargai pendapat orang lain, bisa bekerjasama,
sehingga siswa memahami materi pembelajaran‟. Model pembelajaran yang akan
digunakan untuk meningkatkan keaktifan tersebut yaitu model pembelajaran
kooperatif. Suprijono (2013:54) mengemukakan bahwa model pembelajaran
kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok
9
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Dalam pembelajaran kooperatif mahasiswa memiliki peran sebagai pelaksana
sedangkan dosen bertindak sebagai fasilitator. Dengan demikian kemungkinan
mahasiswa untuk aktif akan lebih besar. Ada berbagai tipe dalam pembelajaran
kooperatif diantaranya tipe STAD, tipe JIGSAW, tipe TGT, tipe GI, tipe Course
Review Horay (CRH), dll.
Berdasarkan studi penelitian yang dilakukan oleh Rohana (2013) dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa kelas VIII B SMP Negri 15 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013”, dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course
Review Horay dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII B
SMP Negri 15 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013 khususnya pada materi
bangun ruang sisi datar. Adapun penelitian lain yang dilakukan oleh Fatimah (2013), dengan judul “Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Pledokan Kec. Sumowono Kab. Semarang Tahun Ajaran 2012/2013” adapun kesimpulan dari penelitian tersbut adalah terjadi peningkatan pada setiap siklusnya yaitu, persentase Keaktifan Pra
Siklus sebesar 35,16% dan hasil belajar 46,15% meningkat pada siklus I yakni
keaktifan sebanyak 72,53% dan hasil belajar 84,62%. Pada akhir siklus II juga
terlihat bahwa keaktifan serta hasil belajar siswa naik menjadi 87,36% dan 100%.
Adapun penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Julaiha (2011), dengan judul “Upaya Meningkatkan Pemahan Konsep Trigonometri Siswa Kelas X MA AT_TASYRI‟ Tangerang Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Metode Course Review Horay”, kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran
kooperatif metode course review horay dapat meningkatkan pemahaman konsep
dan aktifitas siswa, serta memberikan respon positif terhadap pembelajaran
matematika. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari, Hairida,
Melati (2013), dengan judul “Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar
siswa Melalui Course Review Horay Berbantuan Media Molymod”, Berdasarkan
10
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) berbantuan media molymod dapat
meningkatkan aktivitas belajar siswa untuk siklus I dan siklus II pada materi
hidrokarbon.
Dari penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa salah satu tipe
model pembelajaraan kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dapat
memberikan peningkatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran
berlangsung, hal tersebut dikarenakan Course Review Horay (CRH) merupakan
pembelajaran yang sangat menarik dan menyenangkan sehingga dapat
memberikan motivasi belajar dan menjadikan mahasiswa semangat untuk
mengikuti proses pembelajaran dikelas. Course Review Horay (CRH) dapat
mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran yang
lebih menekankan pada pemahaman materi yang diberikan oleh dosen dengan
menyelesaikan soal-soal. Dalam aplikasinya Course Review Horay (CRH) tidak
hanya membuat mahasiswa untuk belajar keterampilan dan isi akademik. Namun,
dapat melatih mahasiswa untuk mencapai tujuan-tujuan hubungan sosial yang
pada akhirnya berkaitan dengan keaktifan belajar mahasiswa di kelas. Hal ini
sesuai dengan pengertian dari model pembelajaran kooperatif tipe course review
horay yang menekankan kepada pemahaman konsep serta menjadikan
pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan sehingga dapat memancing
mahasiswa untuk aktif selama proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang di
atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Course Review Horay (CRH)
Terhadap Keaktifan Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan
2012 Kelas A”
C. Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka masalah
penelitian yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut : “ apakah terdapat
perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas
A sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning tipe Course
11
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu D. Maksud dan Tujuan Penelitian
Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui
perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas
A sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning tipe Course
Revier Horay (CRH)
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Kegunaan Teoritis
Memberikan informasi dan sumber pengetahuan bagi dunia pendidikan
tentang betapa pentingnya penggunaan berbagai model pembelajaran,
khususnya mengenai pengaruh penerapan model Cooperative Learning
tipe Course Review Horay (CRH) terhadap keaktifan belajar mahasiswa.
2. Kegunaan Praktis
a. Penelitian ini merupakan masukan bagi para pendidik sebagai alternatif
pembelajaran dikelas dengan menggunakan model Cooperative
Learning tipe Course Review Horay (CRH).
b. Dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kualitas pembelajaran
pada mahasiswa pendidikan akuntansi dalam meningkatkan keaktifan
41
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III
MOTODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitin ini menggunakan motode eksperimen. Adapun model yang
digunakan adalah model eksperimen semu atau quasi eksperimen dengan bentuk
desain penelitian yang digunakan yaitu One Grup Pretest-Posttest Design (Desain
kelompok tunggal dengan pretest-posttest). Suryabrata (2014:117) menjelaskan
“Pelaksanaan eksperimen menggunakan desain kelompok tunggal dengan pretest
-posttest dilakukan dengan cara melakukan percobaan terhadap satu kelompok,
tanpa menggunakn kelompok pembanding”. Untuk lebih jelas dapat terlihat pada
gambar berikut ini :
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Kelas Observasi Awal Model Observasi Akhir
Eksperimen O1 X O2
Sumber: Suryabrata (2014:117) Keterangan :
O1 = Observasi awal pada kelas eksperimen
O2 = Observasi akhir pada kelas eksperimen
X = penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay
B. Operasionalisasi Variabel
Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Pedoman Operasional
Penulisan Skripsi (POPS,2014:21) bahwa, “operasionalisasi variabel adalah
menjelaskan indikator-indikator dari setiap variabel. Variabel-variabel harus
dijelaskan secara terperinci dengan menggunakan indikator-indikator yang jelas
dan teratur”. Penelitian ini melibatkan satu variabel yang diberi perlakuan
(treatment) pada objek penelitian kemudian diperbandingkan dampaknya antara
kondisi sebelum dan sesudah treatment. Adapun variabel tersebut adalah
42
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
keaktifan belajar adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat
dan berfikir sebagai rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel
Variabel Indikator Skala
Keaktifan Belajar Mahasiswa
Indikator yang digunakan dalam observasi adalah indikator menurut Sudjana (2004;6), sebagai berikut :
a. Berani mengajukan pertanyaan b. Berani menjawab pertanyaan
c. Kemampuan mengemukakan pendapat d. Aktif melakukan diskusi dalam
kelompok
e. Partisipasi dalam kelompok f. Mempersentasikan hasil kelompok g. Mengerjakan soal-saol
Rasio
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Riduwan (2010:54) “populasi adalah keseluruhan dari
karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian.”
Berdasarkan pengertian tersebut, maka yang menjadi populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi pendidikan akuntansi angkatan
2012.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang dianggap dapat
mewakili atau representative (karakteristik populasi tercermin dalam sampel
yang dipilih) sebagai data yang diambil dengan teknik tertentu. Menurut
Arikunto (2010:174) mengemukakan bahwa, “sampel adalah sebagian atau
wakil dari populasi yang diteliti”. Sebagaimana pendapat yang dikemukakan
oleh Riduwan (2010:56) “sampel adalah bagian dari populasi yang
mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti”. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
sampling purposive. Riduwan (2010:63) berpendapat “sampling purposive
43
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya atau
penentuan sampel untuk tujuan tertentu.”
Berdasarkan pengertian di atas, maka sampel dalam penelitian ini
adalah mahasiswa prodi pendidikan akuntansi 2012 A. Adapun alasan kenapa
peneliti memilih kelas ini dengan pertimbangan berdasarkan karakteristik
mahasiswa, kondisi lingkungan kelas dan karena memiliki aktifitas belajar
yang rendah.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer, yaitu data
yang langsung diambil dari objek penelitian. Data yang didapat menggunakan
lembar observasi. Fungsi dari lembar observasi adalah untuk melihat gambaran
pelaksanaan model didalam kelas dan untuk mengamati keaktifan mahasiswa
selama proses pembelajaran berlangsung.
1. Observasi Awal (Pre Test)
Observasi awal (pre test) dilakukan pada awal penelitian atau
pertemuan pertama dalam pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui dan
mengukur tingkat keaktifan mahasiswa sebelum dilaksanakan eksperimen
dengan menggunakan metode konvensional pada mahasiswa pendidikan
akuntansi angkatan 2012 kelas A.
2. Observasi Akhir (Post Test)
Observasi akhir (post test) dilakukan pada saat penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe course review horay (crh) dengan tujuan untuk
mengetahui dan mengukur tingkat keaktifan mahasiswa pada saat dilaksanakan
eksperimen yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review
horay (crh) pada mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas A.
3. Prosedur Eksperimen
a. Tahap Persiapan
1) Studi pustaka, dilakukan untuk memperoleh landasan teori yang
44
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2) Mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran
dikelas
3) Menentukan populasi dan sampel
4) Menentukan waktu penelitian untuk pelaksanaan model pembelajaran
kooperatif tipe course review horay (crh) dan berkonsultasi dengan
Ibu Imas Purnamasari S,Pd, M.M selaku dosen mata kuliah
manajemen keuangan lanjutan
b. Tahap Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali
pertemuan, adapun tahap pelaksanaannya antara lain:
1) Pertemuan pertama, dosen menyampaikan materi dengan menggunakan
metode ceramah. Dalam pertemuan ini, observer melakukan pengamatan
keaktifan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung sehingga
diketahui tingkat keaktifan mahasiswa sebelum treatment.
2) Pertemuan kedua, dosen mulai menerapkan model pembelajaran
kooperatif tipe course review horay dalam proses pembelajaran.
Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review
horay sebagai berikut :
(1) Dosen menyampaikan tujuan yang ingin dicapai
(2) Dosen mendemonstrasikan/menyajikan materi
(3) Memberikan kesempatan mahasiswa tanya jawab
(4) Untuk menguji pemahaman, dosen membagi mahasiswa kedalam 6
kelompok
(5) Dosen membuat kotak sebanyak 3x3 pada kertas karton dan
memberikan kertas origami yang berbeda warna dan bentuk/kertas
bergambar animasi untuk setiap kelompok sebagai lambang dari
kelompok tersebut
(6) Dosen membacakan soal sesuai nomor kotak yang dipilih oleh
45
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(7) Setiap kelompok mendiskusikan dan menuliskan jawabannya dibuku
masing-masing
(8) Kelompok yang menjawab benar, maka diwakili oleh seorang
anggotanya untuk menuliskan dan menjelaskan jawaban nya didepan
kelas
(9) Kelompok yang dapat menjawab dengan benar maka berhak
menempelkan kertas origami/stiker animasi sesuai nomor soal pada
kotak yang sudah disediakan dan berteriak horay, kemudian memilih
nomor selanjutnya
(10)Kegiatan tersebut terus dilakukan hingga salah satu kelompok
menandai nomor-nomor pada kotak dengan kertas origami/stiker
bergambar secara horizontal, vertikal dan diagonal.
(11)Nilai mahasiswa dihitung dari jumlah jawaban yang benar
(12)Penutup
Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti melakukan
observasi akhir (post test) dengan tujuan untuk mengamati semua kegiatan
yang dilakukan mahasiswa dan mencatatnya dalam lembar observasi,
sehinggga diketahui keaktifan mahasiswa pada saat treatment.
E. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
1. Teknik Analisis Data
Data yang masih ada dalam lembar observasi masih berupa data mentah
dan memerlukan pengolahan agar dapat digunakan dalam proses analisis
selanjutnya. Berikut ini merupakan lembar observasi untuk mengamati tingkat
keaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran:
Table 3.3
Format checklis pengamatan terhadap keaktifan belajar mahasiswa
Mahasiswa Indicator Keaktifan
A B C D E F G
Jumlah Pesentase
46
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Keterangan :
A : Berani mengajukan pertanyaan B : Berani menjawab pertanyaan
C: Kemampuan mengemukakan pendapat D: Aktif melakukan diskusi dalam kelompok E : Partisipasi dalam kelompok
F: Mempersentasikan hasil kelompok G : Mengerjakan soal-saol
Semua aktifitas atau kegiatan mahasiswa selama belajar akan diukur dalam persamaan berikut :
Sudijono (2009:43)
Keterangan :
p = Persentase aktivitas belajar mahasiswa
f = jumlah mahasiswa yang melakukan aktivitas
n = Jumlah total mahasiswa
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:125) mahasiswa aktif digolongkan
berdasarkan persamaan keaktifan, yaitu :
Tabel 3.4
Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa
Skala keaktifan Kategori
1-25% dari jumlah mahasiswa Kurang Aktif 26-50% dari jumlah mahasiswa Cukup Aktif 51-75% dari jumlah mahasiswa Aktif 76-99% dari jumlah mahasiswa Sangat Aktif
2. Uji Normalitas
Data sebelum diolah menggunakan pengujian parametrik maupun non
parametrik harus diuji normalitas. Statistika parametrik tidak dapat digunakan jika
data tidak normal. Data tidak normal pengujian dapat dilakukan dengan statistika
non parametrik. Untuk melihat data berdistribusi normal atau tidak, digunakan
Chi Kuadrat ( . Langkah-langkah yang digunakan untuk menguji normalitas
47
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1) Menentukan skor terbesar dan terkecil
2) Menentukan rentang (R) menurut Sudjana (2000 : 77)
R=Skor terbesar – Skor terkecil
3) Menentukan banyaknya kelas (BK) Rumus Strurgess, menurut Sudjana
(2000 : 80)
BK=1+3,3 log n
4) Menentukan panjang interval menurut Sudjana (2000 : 79)
Membuat tabulasi dengan menggunakan tabel penolong
No Kelas
Interval F
Nilai
Tengah (X)
1 ....
2 ....
Jumlah
5) Menentukan rata-rata ( ̅ :
̅
Sudjana (2000:119) 6) Menentukan simpangan baku (S) :
√ ( ̅
Sudjana (2000:165) 7) Membuat daftar frekuensi yang diharapkan dengan cara :
a. Menentukan batas kelas, yaitu angka skor kiri kelas interval pertama
dikurangi 0,5 dan kemudian angka skor kanan kelas interval ditambah
0,5.
b. Mencari nilai Z-score untuk kelas batas interval :
̅
48
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
c. Mencari luas 0 – Z dari tabel Kurva Normal dari 0 – Z dengan
menggunakan angka-angka untuk kelas batas.
d. Mencari luas tiap kelas interval dengan jalan mengurangkan
angka-angka 0 – Z yaitu angka baris pertama dikurangi baris kedua, angka
baris kedua dikurangi angka baris ketiga dan begitu seterusnya. Kecuali
untuk angka yang berbeda pada baris tengah ditambahkan dengan
angka pada baris berikutnya.
e. Mencari frekuensi yang diharapkan (fe). Dengan cara mengalikan luas
tiap interval dengan jumlah responden (n).
8) Mencari Chi-Kuadrat hitung ( )
∑(
(Sudjana, 2004 : 180)
9) Membandingkan ( hitung) dengan ( tabel)
Untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = k-1
Dengan kriteria keputusan :
- Jika h > artinya data tidakberdistribusi normal
- Jika ≤ artinya data berdistribusi normal
Jika data berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan
menggunakan statistika parametrik yaitu menggunakan uji beda proporsi dua
pihak. Sedangan jika data tidak berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis
dilakukan menggunakan statistika non parametric yaitu uji wilcoxon match pairs
test.
3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah suatu prosedur yang didasarkan pada bukti
sampel dan teori probabilitas yang digunakan untuk menentukan apakah suatu
hipotesis adalah pernyataan yang beralasan dan harus diterima, atau tidak
beralasan sehingga ditolak.
Langkah-langkah yang digunakan untuk pengujian hipotesis apabila data
49
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1) Merumuskan Hipotesis
: : 2) Uji Beda Proporsi
Uji beda proporsi digunakan untuk menguji selisih dua perbandingan
dan juga untuk mengetahui apakah ada perbedaan persentase yang mencolok
atau tidak antara dua kelompok yang sedang dipelajari. Rumus yang
digunakan yaitu sebagai berikut:
√ ( (
(Sudjana, 2004:165)
Dimana ditaksir oleh perbandingan gabungan dari sampel-sampel
yang digunakan. Dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
(Sudjana, 2004:165)
Dengan menggunakan taraf nyata ∝= 0,05 dengan menggunakan uji 2
pihak, maka kriteria pengujiannya:
diterima jika
ditolak jika atau
Apabila data yang telah diolah tidak berdistribusi normal maka
pengujian hipotesis menggunakan statistika nonparametrik yaitu uji wilcoxon
match pairs test. Uji wilcoxon digunakan untuk data yang berpasangan.
Adapun langkah-langkang adalah sebagai berikut :
50
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
: Tidak terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas A sebelum dan sesudah penerapan
model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH)
: Terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan
akuntansi angkatan 2012 kelas A sebelum dan sesudah penerapan
model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH)
2) Uji Wilcoxon Match Pairs Test
a. Penyajian data sebelum dan sesudah eksperimen (Sugiyono, 2013:46)
b. Membuat tabel penolong uji wilcoxon (Sugiyono, 2013:47)
[image:33.595.139.519.335.401.2]Tabel 3.5
Tabel Penolong Untuk Uji Wilcoxon Match Pairs Test
No Sebelum Sesudah Beda Tanda Jenjang Jenjang + -
c. Apabila sampel pasangan lebih besar dari 25, maka distribusi nya akan
mendekati ditrsibusi normal, untuk itu digunakan rumus Z sebagai
berikut:
(sugiyono, 2013: 47)
Dimana : T = jumlah jenjang
Mencari nilai
(
(sugiyono, 2013: 47)
Mencari nilai
51
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
√ ( (
(sugiyono, 2013: 48)
Dengan menggunakan taraf nyata ∝= 0,05 dengan menggunakan uji 2
pihak, maka kriteria pengujiannya:
diterima jika
85
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui
pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH)
terhadap keaktifan belajar mahasiswa pada mata kuliah manajemen keuangan
lanjutan, maka dapat disimpulkan bahwa:
Terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi
angkatan 2012 kelas A sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Course Review Horay (CRH). Perbedaan tersebut terlihat dari
perbedaan nilai rata-rata keaktifan belajar mahasiswa sebelum dan sesudah
penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH).
B. Saran
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dapat dilaksanakan dengan baik dan
terdapat perbedaan keaktifan belajar sebelum dan sesudah penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH). Sehingga berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran dari peneliti,
yaitu sebagai berikut:
1. Bagi Dosen
Dosen disarankan dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe
Course Review Horay (CRH) pada mata kuliah lainnya, karena terbukti
dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review
Horay (CRH) dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa pada mata
kuliah manajemen keuangan lanjutan.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian
mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review
86
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
memerlukan pemahaman konsep. Dapat menerapkan model pembelajaran
kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) lebih baik lagi, bahkan jika
memungkinkan penerapan model pembelajaran tipe Course Review Horay
(CRH) ketika eksperimen tidak hanya dilakukan sekali sehingga memperoleh
87
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Sumber dari Buku :
Aunurrahman. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, S. (2010). Proseur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi.
Jakarta: Rineka Cipta
Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta Hamalik, O. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.UPP STIM
YKPN
Huda, M. (2012). Cooperative Learning: Metode, Teknis, Struktur dan Model Terapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Husnan, S &Pudjiastuti, E. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 5. Yogyakarta
Isjoni. (2011). Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: ALFABETA
Komalasari, K. (2013). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung. PT Refika Aditama
Lie, A. (2008). Cooperative Learning Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
Riduwan. (2010). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.
Riyanto, B. (2001). Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan, Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh, Yogyakarta: BPFE Yogyakarta
Rusman. (2013). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru-Edisi 2. Jakarta: Raja Wali Pers
Sagala, S. (2005). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV. Alfabet
Sardiman, AM. (2007): Interkasi dan Motivasi belajar Mengajar. Jakarta: Rjawali Pers
Sartono.A. (2001). Manajemen Keuangan, Edisi 3, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada: BPFE Yogyakarta
88
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Slameto, (2003). Belajar dan Fator-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rhineka Cipta: Jakarta
Slavin, RE. (2009). Cooperatif Learning Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media
. (2000). Educational Psychology: Theory and Practice. Edisi 6. Boston: Allyn and Bacon
Soekamto, T & Winaputra, U (1995). Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Ditjen Dikti, Depdiknas.
Solihatin, E & Raharjo. (2008). Cooperatif Learning : Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Sudijono. (2009). Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers
Sudjana. (2004). Metode Statistika II. Bandung: Tarsito
. (2000). Statistika Untuk Ekonomi dan Niaga I. Bandung : Tarsito
.(2010). Cara Belajar Mahasiswa Aktif. Bandung: Sinar Baru Algensindo
______. (2004). Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sugiyono. (2013). Statistika Nonparametris Untuk Penelitian. CV. Alfabet
Suprijono, A. (2013). Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suparno, P. (1997). Filsafat Kontruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius
Suryabrata, S. (2014). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali
Syaifurahman dan Ujiati, T. (2012). Manajemen Dalam Pembelajaran. Jakarta : PT Indeks
Trianto. (2012). Mendesain model pembelajaran inovatif-progrefis. Jakarta: PT fazar interpratama
Uno, H & Mohamad, N. (2013). Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara
Warsono dan Hariyanto. (2013). Pembelajaran Aktif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
89
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Yamin, M. (2013). Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press dan Center for Learning Innovation (CLI)
Dokumen :
Undang-undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Program Studi Pendidikan Akuntansi. (2014). Pedoman Operasional Penulisan Skripsi. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia
Jurnal :
Afcarino. (2008). Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan berfikir Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi. Jurnal Pendidikn Inovatif 3(2):65-68.
Cavanagh, M. (2011). Students’ Experiences of Active Engagement Trought Cooperative Learning Activities in Lectures. Australia:Sage. [Online] tersedia : alh.sagepub.com diakses pada tanggal 21 April 2015
Gillies, RM, (2008). The Effects of Cooperative Learning on Junior High School
Students’ Behaviours, Discourse and Learning During a Science-Based
Learning Activity. Australia: Sage. [Online] tersedia : alh.sagepub.com diakses pada tanggal 21 April 2015
Puspita, Hairida, Melati. (2013). Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Course Review Horay Berbantuan Media Molymod. Jurnal : FKIP UNTAN
Rohana, I. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa.
Rosmaini, dkk. (2011). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Token Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII 3 SMP Negri 32 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012. Pekanbaru: Universitas Riau Pekanbaru 28293.
Skripsi:
Sari, RNI. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chips dalam Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
90
Ririn Indriani, 2015
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Fatimah, VN. (2013). Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Pledokan Keccamatan Sumowo Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi, Jawa Tengah: Universitas Kristen Satya Wacana
Julaiha, Siti. (2011). Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Trigonometri Siswa Kelas X MA At-Tasyir Tanggerang melalui Model Pembelajaran Kooperatif Metode Course review Horay. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah
Sumber dari Internet:
Nina, S. (2014). Pengertian, Jenis dan Langkah-langkah Model Pembelajaran. [Online]. Terdesia: http://sakinahninaarz009.blogspot.Com/2014/05/ pengertian-jenisdan-langkah-langkah.html. [30 januari 2015. 14:30 WIB]
<