• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A: studi eksperimen pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A: studi eksperimen pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan."

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE

COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR

MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

(Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan)

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang Sarjana

Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Akuntansi

Disusun oleh :

Ririn Indriani

1105617

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2015

(2)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

P ENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE

COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR

MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

(Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan)

Oleh: Ririn Indriani

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

©Ririn Indriani

Universitas Pendidikan Indonesia Agustus, 2015

Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang.

(3)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

(4)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu i

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE

COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR

MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2010 KELAS A

( Studi Eksperimen Pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan )

Ririn Indriani

Pembimbing : Imas Purnamasari, S.Pd, M.M

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning tipe Course Review Horay (CRH) pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan dengan materi penilaian sekuritas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment atau biasa disebut Eksperimen Semu, dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas A. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keaktifan belajar mahasiswa dengan menggunakan fomat checklist. Teknik pengolahan data berupa pengolahan data kuanitatif dengan menggunakan uji normalitas kemudian dilanjutkan dengan uji statistika nonparametrik yaitu uji Wilcoxon Match Pairs Test.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test dua pihak dengan α=0,05 menunjukkan - = - ,

sedangkan - = - 1,64, karena - berarti diterima, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning tipe Course Review Horay (CRH). Dengan adanya perbedaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Learning tipe Course Review Horay (CRH) berpengaruh terhadap keaktifan belajar mahasiswa pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan, khususnya pada materi penilaian sekuritas.

(5)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ii

THE INFLUENCE OF COOPERATIVE LEARNING MODEL COURSE REVIEW HORAY (CRH) TO THE STUDEN LEARNING ACTIVENESS IN SUBJECT

ACCOUNTUNG EDUCATION 2012 CLASS A (Experimental Study In Advanced Financial Management)

Ririn Indriani

Counselor : Imas Purnamasari, S.Pd, M.M

ABSTRACT

This study aims to determine whether there are differences in students’ learning activeness before and after the application of cooperative learning model Course Review horay (CRH) to the students' learning activeness) in subjects with advanced financial management assessment material securities. The method used in this study is called Experiment Moot or quasi experiment, with study design one-group pretest-posttest design. The sampling technique used is purposive sampling. The sample in this study is the generation of accounting education student 2012 class A. The instrument used in this study is the observation sheet activeness of student learning using a checklist fomat. Data processing techniques such as data processing kuanitatif using normality test then followed by a nonparametric statistical test that is Wilcoxon Match Pairs Test.

Based on the results of hypothesis testing using Wilcoxon Match Pairs Test two hand with α = 0.05 showed - = -4,54, while - = - 1,64, because - < means is accepted that showed there are differences in students' learning activeness before and after the application of cooperative learning model Course Review horay (CRH). With the existence of these differences, it can be concluded that the implementation of cooperative learning model Course Review horay (CRH) influence on students' activeness in the course of advanced financial management, particularly in the matter of securities ratings.

(6)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu i

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

UCAPAN TERIMAKASIH... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL... x

DAFTAR GAMBAR ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Identifikasi Masalah Penelitian ... 7

C. Rumusan Masalah Penelitian ... 10

D. Maksud dan Tujuan Penelitian ... 11

E. Manfaat Penelitian ... 11

1. Kegunaan Teoritis ... 11

2. Kegunaan Praktis ... 11

BAB II LANDASAN TEORITIS ... 12

A. Teori yang Relavan ... 12

1. Teori Belajar ... 12

a.Teori Kontruktivisme ... 12

b.Teori Piaget ... 14

2. Model Pembelajaran ... 15

a.Pengertian Model Pembelajaran ... 15

b.Ciri-ciri Model Pembelajaran ... 17

3. Model Pembelajaran Kooperatif ... 18

a.Pengertian Pembelajaran Kooperatif ... 18

b.Aspek-Aspek Pembelajaran Kooperatif ... 19

c.Tujuan Pembelajaran Kooperatif ... 20

(7)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ii

4. Pembelajaran Kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) ... 24

a.Pengertian Pembelajaran Model Course Review Horay (CRH) ... 24

b.Tujuan Pembelajaran Model Course Review Horay (CRH) ... 25

c.Langkah-langkah Pembelajaran Model Course Review Horay (CRH) ... 26

5. Keaktifan ... 27

a.Pengertian Keaktifan ... 27

b.Klasifikasi keaktifan ... 28

c.Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan ... 29

d.Indikator Keaktifan... 30

e.Kategori Keaktifan ... 32

6. Pembelajaran Manajemen Keuangan ... 33

B. Penelitian Terdahulu ... 34

C. Kerangka Pemikiran ... 36

D. Hipotesis Penelitian ... 40

BAB III MODEL PENELITIAN ... 41

A. Desain Penelitian ... 41

B. Operasionalisasi Variabel ... 41

C. Populasi dan Sampel ... 42

1. Populasi ... 42

2. Sampel ... 42

D. Teknik Pengumpulan Data... 43

1. Observasi Awal (Pre Test) ... 43

2. Observasi Akhir (Post Test) ... 43

3. Prosedur Eksperimen ... 43

a.Tahap Persiapan ... 43

b.Tahap Pelaksanaan ... 44

E. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis ... 45

1. Teknik Analisis Data ... 45

(8)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu iii

3. Uji Hipotesis ... 48

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 52

A. Gambaran Obyek Penelitian ... 52

1. Profil Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 52

2. Sejarah Ringkas Program Studi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI ... 52

3. Visi Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 53

4. Misis Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 53

5. Tujuan Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 53

6. Sasaran Program Studi Pendidikan Akuntansi... 54

7. Strategi Progm Studi Pendidikan Akuntansi ... 54

8. Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 55

9. Daftar Personalia Program Studi Pendidikan Akuntansi ... 56

B. Deskripsi Hasil Penelitian ... 56

1. Gambaran Penerapan Model Course Review Horay (CRH) ... 56

2. Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum Penerapan Model Course Review Horay (CRH) ... 59

3. Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah Penerapan Model Course Review Horay (CRH) ... 61

4. Perbedaan Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Course Review Horay (CRH) ... 63

C. Analisis Data dan Penguujian Hipotesis ... 65

1. Uji Normalitas ... 65

a.Perhitungan Uji Normalitas Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum Penerapan Course Review Horay (CRH) ... 65

b.Perhitungan Uji Normalitas Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah Penerapan Course Review Horay (CRH) ... 69

2. Pengujian Hipotesis ... 74

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 78

(9)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu iv

A. Simpulan ... 85

B. Saran... 85

DAFTAR PUSTAKA ... 87

LAMPIRAN-LAMPIRAN :

1. Lembar Observasi Keaktifan belajar Mahasiswa

2. SK Penetapan Pembimbing Skripsi

3. Frekuensi Bimbingan Skripsi

4. Lembar Evaluasi Seminar Proposal

5. Dokumentasi Ketika Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif

Tipe Course Review Horay (CRH)

(10)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu v

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Persentase Keaktifan Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi

2010 A ... 4

Tabel 2.1 Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa ... 32

Tabel 2.2 Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa ... 32

Tabel 2.3 Hasil Penelitian Terdahulu ... 34

Tabel 3.1 Desain Penelitian ... 41

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel ... 42

Tabel 3.3 Format Checklis Pengamatan Terhadap Keaktifan Mahasiswa ... 45

Tabel 3.4 Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa... 46

Tabel 3.5 Tabel Penolong Untuk Uji Wilcoxon Match Pairs Test... 50

Tabel 4.1 Daftar Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi... 55

Tabel 4.2 Daftar Personalia Program Studi Pendidikan Akuntansi... 56

Tabel 4.3 Persentasi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH)... 60

Tabel 4.4 Persentasi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH)... 62

Tabel 4.5 Perbandingan dan Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH)... 64

(11)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu vi

Tabel 4.7 Perhitungan Z-Score Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum

Penerapan Model CRH... 67

Tabel 4.8 Daftar Frekuensi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum

Penerapan Model CRH... 68

Tabel 4.9

Tabel Penolong Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah

Penerapan Model CRH... 70

Tabel 4.10 Perhitungan Z-Score Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah

Penerapan Model CRH... 71

Tabel 4.11 Daftar Frekuensi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sesudah

Penerapan Model CRH... 72

Tabel 4.12 Hasil Perhitungan Uji Normalitas... 73

Tabel 4.13 Data Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum dan Sesudah

Penerapan Model CRH... 74

Tabel 4.14 Tabel Penolong Untuk Test Wilcoxon... 75

Tabel 4.15 Hasil Pengujian Uji Wilcoxon Match Pairs Tests... 78

Tabel 4.16 Perbedaan Frekuensi Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum

dan Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

(12)

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Grafik Perbedaan Keaktifan Belajar Mahasiswa Sebelum dan

Sesudah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

(13)

1

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Pendidikan pada saat ini merupakan hal yang sangat penting dijalani oleh

siapapun. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

dijelaskan:

Bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sesuai dengan pengertian di atas, bahwa pendidikan merupakan suatu

proses perubahan tingkah laku peserta didik dan pengembangan potensi diri yang

dimiliki serta menambah wawasan pengetahuan bagi peserta didik untuk dapat

bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Proses tersebut tidak terlepas dari pengajaran

dari para tenaga pendidik yang diselenggarakan pada lembaga pendidikan formal

maupun non formal.

Penyelenggaran proses pendidikan tidak terlepas dari sebuah proses

pengajaran, karena pengajaran merupakan sarana yang tepat untuk pelaksanaan

pendidikan. Inti dari pendidikan adalah mengajar yang dilakukan oleh pendidik

(dosen), dan inti dari pengajaran yaitu peserta didik (mahasiswa) yang belajar,

oleh karena itu mengajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar karena

keduanya saling berhubungan dan merupakan timbal balik dari sebuah proses

pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran dalam pendidikan, khususnya dalam pendidikan

formal merupakan interaksi aktif antara pendidik dan peserta didik. Peran

pendidik (dosen) dalam kegiatan pembelajaran untuk membimbing dan

mengarahkan peserta didik (mahasiswa) untuk dapat aktif memperoleh

pemahamannya berdasarkan segala informasi yang mahasiswa dapat dari

(14)

2

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mencerna informasi yang telah didapat dari kegiatan pembelajaran yang telah

dilakukan untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas.

Interaksi aktif merupakan salah satu langkah untuk menjadikan mahasiswa

aktif selama pembelajaran, ketika mahasiswa aktif maka komunikasi yang terjadi

selama pembelajaran menjadi dua arah. Keaktifan merupakan salah satu prinsip

utama dalam proses pembelajaran, belajar merupakan aktivitas yang dilakukan

oleh dosen dan mahasiswa. Hal tersebut sesuai pendapat Trianto (2012:111), yang menyatakan bahwa “pendekatan konstruktivisme pada dasarnya menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif

proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar lebih diwarnai student centered

daripada teacher centered”. Sardiman (2007:99) berpendapat bahwa “Belajar

adalah berbuat dan sekaligus merupakan proses yang membuat anak didik harus aktif.” Pengalaman belajar hanya akan diperoleh jika mahasiswa aktif berinterksi dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Sebagaimana dikemukakan oleh

Zuckerman dalam Warsono dan Hariyanto (2013:4), „Para Pakar meyakini bahwa

belajar akan diperoleh melalui pengalaman (learning for experience), melalui

pembelajaran aktif (active learning), dan dengan cara melakukan interaksi dengan

bahan ajar maupun dengan orang lain (interacting with learning material and with

people)‟. Oleh sebab itu keaktifan merupakan salah satu hal yang penting bagi

peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, karena dengan keaktifan mahasiswa

selama pembelajaran akan memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada

mahasiswa dan terjadi komunikasi dua arah antara dosen dengan mahasiswa.

Adapun dampak yang ditimbulkan jika mahasiswa tidak aktif atau pasif yaitu

pengetahuan dan pengalaman mahasiswa selama pembelajaran sedikit, sehingga

mempengaruhi kecerdasan mahasiswa dan mempengaruhi pula terhadap hasil

belajar, dengan demikian kualitas pendidikan di indonesia akan mengalami

penurunan dan tidak dapat bersaing dengan pendidikan-pendidikan di negara lain.

Dalam aktifitasnya sebagai mahasiswa, proses belajar mengajar dikelas

merupakan hal yang mutlak diikuti untuk menggali ilmu pengetahuan. Melalui

proses itulah mahasiswa mendapat pengetahuan yang lebih mendalam. Selama

(15)

3

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

interaksi aktif serta menjalin komunikasi dua arah, sehingga dosen tidak

mendominasi kegiatan pembelajaran.

Hasil Observasi yang dilaksanakan pada hari selasa 03 maret 2015

menunjukkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran interaksi yang terjadi masih

dalam bentuk satu arah, dosen lebih mendominasi pembelajaran dibandingkan

dengan partisipasi mahasiswa, dosen masih menggunakan metode pembelajaran

konvensional, yaitu proses pembelajaran yang berlangsung dikelas yang hanya

berorientasi pada hafalan atau memorisasi bahan-bahan pelajaran dan interaksi

belajar mengajar yang berjalan masih searah. Fungsi dan peran dosen menjadi

sangat dominan. Dilain pihak mahasiswa hanya menyimak dan mendengarkan

informasi atau pengtahuan yang disampaikan oleh dosen. Ini menjadikan kondisi

yang tidak proporsional. Dosen sangat aktif tetapi sebaliknya mahasiswa menjadi

pasif dan tidak kreatif, karena selama ini mahasiswa diperlakukan sebagai objek

sehingga kurang dapat mengembangkan potensinya.

Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa dan

mengoptimalkan keaktifan belajar mahasiswa, maka perlu adanya strategi

pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa dan juga strategi pembelajaran

yang menarik sehingga dapat menumbuhkan keaktifan belajar mahasiswa selama

proses pembelajaran berlangsung. Keaktifan belajar mahasiswa dapat

mempengaruhi pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan oleh

dosen. Oleh karena itu, peneliti ingin membuat kondisi kelas yang lebih

dipusatkan kepada mahasiswa dengan cara penerapan model pembelajaran yang

lebih membuat mahasiswa tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran dan

dapat memacu mahasiswa untuk aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

Di bawah ini peneliti memiliki data keaktifan mahasiswa pendidikan akuntansi

angkatan 2012 kelas A pada mata kuliah manajemen keuangan lanjutan yang

dilakukan pada hari selasa 03 maret 2015, dengan menggunakan indikator yang

dikemukakan oleh Sudjana, (2004:61). Data ini yang dijadikan dasar peneliti

melakukan penelitian mengenai keaktifan mahasiswa pendidikan akuntansi

(16)

4

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 1.1

Persentase Keaktifan Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi 2012 A

No Keaktifan Belajar Frekuensi

(orang) Persentase (%)

1 Berani mengajukan pertanyaan 3 orang 7,7 % 2 Berani menjawab pertanyaan dosen 6 orang 15,4 % 3 Kemampuan mengemukakan pendapat 5 orang 12,8% 4 Aktif melakukan kerja kelompok 0 orang 0% 5 Partisipasi dalam kelompok 0 orang 0% 6 Mempersentasikan hasil kelompok 0 orang 0% 7 Mengerjakan soal-soal 15 orang 38,5%

Jumlah mahasiswa keseluruhan 39

Rata-rata keaktifan mahasiswa 10,6%

Kategori Kurang Aktif

Sumber : Hasil Pra Penelitian diolah

Dari tabel A.1 terlihat bahwa mahasiswa masih kurang aktif dalam proses

pembelajaran manajemen keuangan lanjutan karena sangat sedikit sekali

mahasiswa yang berpartisipasi dan aktif dalam pembelajaran tersebut. Hal ini

terlihat selama proses pembelajaran manajemen keuangan lanjutan hanya terdapat

tiga orang mahasiswa (7,7%) yang berani mengajukan pertanyaan kepada dosen

ketika tidak memahami materi pelajaran, dan hanya enam mahasiswa (15,4%)

yang berani aktif menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen terkait dengan

pelajaran yang disampaikan, lima mahasiswa (12,8%) berani mengemukakan

pendapat dengan memberikan kesimpulan mengenai penjelasan yang telah

disampaikan oleh dosen, dan 15 mahasiswa (38,5%) mengerjakan soal latihan

yang diberikan oleh dosen.

Berdasarkan hasil observasi di atas, diperoleh hasil keaktifan belajar

mahasiswa dikelas tergolong kategori kurang aktif, hal ini disebabkan sedikitnya

partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran, tidak ada keberanian dalam diri

mahasiswa untuk bertanya ataupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh

dosen dan sedikit sekali mahasiswa yang berani mengemukakan pendapat mereka,

dan tidak terjadinya interaksi aktif antar mahasiswa dengan dosen, mahasiswa

cenderung pasif selama proses pembelajaran berlangsung. Menurut Rasyid dalam

Rosmaini, dkk (2012) „untuk meningkatkan interaksi pembelajaran dilihat dari

(17)

5

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

berargumentasi atau berpendapat‟. Sejalan dengan pendapat Afcarino (2008:65-68), mengemukakan bahwa “menjawab pertanyaan merupakan salah satu langkah untuk menjadi pemikir kritis, menegaskan sebuah ide umum, dan jawaban yang baik itu diperoleh berdasarkan informasi yang relavan”. Sedangkan Suparno (1997:48) bahwa “belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan mahasiswa, bukan sesuatu yang dilakukan terhadap mahasiswa. Mahasiswa tidak menerima pengetahuan dari dosen atau kurikulum secara pasif”. Hal tersebut sejalan dengan teori kontruktivisme yang menyatakan bahwa mahasiswa diberi kesempatan agar

menggunakan strateginya sendiri dalam belajar secara sadar dan menggunakan

pengalamannya untuk dapat mengembangkan pengetahuan, dan dosen

membimbing mahasiswa ke tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu

keaktifan mahasiswa selama proses pembelajaran dikelas berlangsung sangatlah

penting untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa.

Manajemen keuangan lanjutan merupakan mata kuliah yang bisa dibilang

penting dikarenakan dengan mempelajari manajemen kuangan lanjutan

mahasiswa dapat mengambil keputusan-keputusan keuangan dengan benar dan

dapat memaksimalkan laba, sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh

Husnan & Pudjiastuti (2006:6) adalah “manajemen keuangan digunakan untuk

bisa mengambil keputusan-keputusan keuangan yang benar untuk

memaksimumkan nilai perusahaan yang identik dengan memaksimumkan laba,

serta meminimumkan tingkat resiko”. Materi dalam manajemen keuangan

lanjutan banyak menerapkan hitungan dan logika sehingga cukup menyulitkan

mahasiswa dalam memahaminya, khususnya dalam materi penilaian sekuritas.

Agar diperoleh pemahaman mahasiswa dalam belajar manajemen keuangan

lanjutan maka dosen harus melibatkan mahasiswa aktif dalam pembelajaran,

karena dari pengalaman belajar mahasiswa akan memperoleh pemahaman dan

hubungan sosial yang baik dalam belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2003:2), menyatakan bahwa “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara

(18)

6

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

lingkungan”. Lebih lanjut Gege and Barliner (Dimyati dan Mudjiono, 2006:45) mengemukakan bahwa :

Mahasiswa sebagai subjek belajar memiliki sikap aktif, konstruktif dan mampu merencanakan sesuatu. Mahasiswa mampu untuk mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Dalam proses belajar-mengajar mahasiswa mampu mengidentifikasi, merumuskan masalah, mencari, dan menemukan fakta, menganalisis, menafsirkan, dan menarik kesimpulan.

Masih kurangnya rasa keingintahuan dan percaya diri mahasiswa dalam

belajar menjadi kendala belajar mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran

manajemen keuangan lanjutan. Selanjutnya penyampaian pembelajaran yang

digunakan dosen masih menggunakan metode ceramah membuat mahasiswa cepat

merasa bosan dan kurang aktif dalam belajar, jika hal tersebut terus dibiarkan

maka dikhawatirkan mahasiswa tidak akan memahami materi yang disampaikan

oleh dosen dan akan mempengaruhi pula kepada hasil belajar mahsiswa pada

mata kuliah tersebut, selain itu mahasiswa dipersiapkan untuk dapat menjadi

seorang tenaga pendidik yang kaya dengan berbagai pengetahuan, jika selama

proses pembelajaran mahasiswa pasif maka pengetahuan yang didapat sedikit

hanya sebatas apa yang disampaikan oleh dosen, namun jika mahasiswa aktif

selama proses pembelajaran, rasa ingin tahunya tinggi, bertanya ataupun

berpendapat maka mereka akan mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dan

luas sehingga hal tersebut akan dapat bermanfaat ketika mahasiswa setelah lulus

dan menjadi tenaga pendidik disekolah atau di manapun.

Untuk menghindari dampak tersebut dosen harus memiliki strategi agar

mahasiswa dapat belajar secara efektif dan efisien, sehingga mampu mencapai

tujuan yang diharapkan. Dosen dapat mengatasinya dengan cara menciptakan

suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan serta dapat

meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran. Dosen dapat

menggunakan alternatif model pembelajaran yang sesuai dan menguasai

teknik-teknik penyajian materi pembelajaran. Cooperative learning merupakan strategi

belajar dengan sejumlah mahasiswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat

(19)

7

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

anggota harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk dapat memahami

pembelajaran. Dalam penerapan model ini dosen tidak mendominasi kegiatan

pembelajaran tapi mahasiswa juga ikut berperan aktif dalam pembelajaran. Menurut Isjoni (2011:13), “Dalam Cooperative learning, siswa terlibat aktif pada proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif terhadap kualitas

interaksi dan komunikasi yang berkualitas, dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya”. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay

(CRH). Tipe ini merupakan suatu pembelajaran pengujian terhadap pemahaman

konsep mahasiswa dengan menggunakan lembar jawaban berkotak yang mampu

memupuk semangat belajar mahasiswa untuk saling bekerjasama dan bertanggung

jawab dalam kelompok, hingga pada akhirnya dapat mencapai hasil yang

maksimal disebabkan keaktifan mahasiswa ketika pembelajaran.

B. Identifikasi Masalah Penelitian

Gagne dan Briggs dalam Yamin (2013:84), berpendapat bahwa keaktifan

dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor, yaitu :

1. Memberikan motivasi atau menarik perhatian pesera didik, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran

2. Menjelaskan tujuan instruksional (kemampuan dasar kepada peserta didik) 3. Meningkatkan kompetensi belajar kepada peserta didik

4. Memberi stimulus (masalah, topic, dan konsep yang akan dipelajari) 5. Memberikan petunjuk kepada peserta didik

6. Memunculkan aktifitas, partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

7. Memberikan umpan balik (feedback)

8. Melakukan tagihan-tagihan kepada peserta didik berupa tes sehingga kemampuan peserta didik selalu terpantau dan terukur

9. Menyimpulkan setiap materi yang disampaikan diakhir pembelajaran

Faktor-faktor di atas merupaka faktor yang dapat mempengaruhi keaktifan

mahasiswa dalam pembelajaran. Faktor-faktor tersebut merupakan tahapan

pembelajaran selama dikelas, oleh karena itu kesemua faktor tersebut harus

dilaksanakan sehingga dapat menjadikan mahasiswa aktif selama pembelajaran

(20)

8

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menggunakan model pembelajaran. Dari penjelasan tersebut maka peniliti

mengambil kesimpulan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi keaktifan belajar

mahasiswa yaitu model pembelajaran, karena dengan menggunakan model

pembelajaran proses belajar mengajar akan terstruktur dengan efektif dan efisien,

hal ini dikarenakan dosen akan merancang konsep terlebih dahulu sehingga tujuan

pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Sebagaimana pendapat Sagala

(2005:175), mengemukakan bahwa “Model pembelajaran adalah kerangka

konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan

pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan

berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan guru dalam

merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar”. Sedangkan

Soekamto dan Winaputra (1995:78), mendefinisikan:

Model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar bagi para peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas mengajar.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa model

pembelajaran merupakan kerangkan konseptual yang dirancang untuk dapat

mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya, sehingga

aktivitas pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal dan kesempatan

meningkatkan keaktifan mahasiswa akan semakin besar karena dengan

menggunakan model pembelajaran mahasiswa ikut berperan didalamnya. Dosen

dan mahasiswa menjadi memiliki peran tersendiri, dosen tidak akan mendominasi

pembelajaran. Menurut Lie dalam Rosmaini, dkk (2012) „dengan model

pembelajaran yang aktif dapat mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam

proses pembelajaran, bisa menghargai pendapat orang lain, bisa bekerjasama,

sehingga siswa memahami materi pembelajaran‟. Model pembelajaran yang akan

digunakan untuk meningkatkan keaktifan tersebut yaitu model pembelajaran

kooperatif. Suprijono (2013:54) mengemukakan bahwa model pembelajaran

kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok

(21)

9

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dalam pembelajaran kooperatif mahasiswa memiliki peran sebagai pelaksana

sedangkan dosen bertindak sebagai fasilitator. Dengan demikian kemungkinan

mahasiswa untuk aktif akan lebih besar. Ada berbagai tipe dalam pembelajaran

kooperatif diantaranya tipe STAD, tipe JIGSAW, tipe TGT, tipe GI, tipe Course

Review Horay (CRH), dll.

Berdasarkan studi penelitian yang dilakukan oleh Rohana (2013) dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa kelas VIII B SMP Negri 15 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013”, dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course

Review Horay dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII B

SMP Negri 15 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013 khususnya pada materi

bangun ruang sisi datar. Adapun penelitian lain yang dilakukan oleh Fatimah (2013), dengan judul “Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Mata

Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Pledokan Kec. Sumowono Kab. Semarang Tahun Ajaran 2012/2013” adapun kesimpulan dari penelitian tersbut adalah terjadi peningkatan pada setiap siklusnya yaitu, persentase Keaktifan Pra

Siklus sebesar 35,16% dan hasil belajar 46,15% meningkat pada siklus I yakni

keaktifan sebanyak 72,53% dan hasil belajar 84,62%. Pada akhir siklus II juga

terlihat bahwa keaktifan serta hasil belajar siswa naik menjadi 87,36% dan 100%.

Adapun penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Julaiha (2011), dengan judul “Upaya Meningkatkan Pemahan Konsep Trigonometri Siswa Kelas X MA AT_TASYRI‟ Tangerang Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Metode Course Review Horay”, kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran

kooperatif metode course review horay dapat meningkatkan pemahaman konsep

dan aktifitas siswa, serta memberikan respon positif terhadap pembelajaran

matematika. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari, Hairida,

Melati (2013), dengan judul “Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar

siswa Melalui Course Review Horay Berbantuan Media Molymod”, Berdasarkan

(22)

10

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) berbantuan media molymod dapat

meningkatkan aktivitas belajar siswa untuk siklus I dan siklus II pada materi

hidrokarbon.

Dari penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa salah satu tipe

model pembelajaraan kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dapat

memberikan peningkatan keaktifan siswa selama proses pembelajaran

berlangsung, hal tersebut dikarenakan Course Review Horay (CRH) merupakan

pembelajaran yang sangat menarik dan menyenangkan sehingga dapat

memberikan motivasi belajar dan menjadikan mahasiswa semangat untuk

mengikuti proses pembelajaran dikelas. Course Review Horay (CRH) dapat

mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran yang

lebih menekankan pada pemahaman materi yang diberikan oleh dosen dengan

menyelesaikan soal-soal. Dalam aplikasinya Course Review Horay (CRH) tidak

hanya membuat mahasiswa untuk belajar keterampilan dan isi akademik. Namun,

dapat melatih mahasiswa untuk mencapai tujuan-tujuan hubungan sosial yang

pada akhirnya berkaitan dengan keaktifan belajar mahasiswa di kelas. Hal ini

sesuai dengan pengertian dari model pembelajaran kooperatif tipe course review

horay yang menekankan kepada pemahaman konsep serta menjadikan

pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan sehingga dapat memancing

mahasiswa untuk aktif selama proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang di

atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh

Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Course Review Horay (CRH)

Terhadap Keaktifan Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan

2012 Kelas A”

C. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka masalah

penelitian yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut : “ apakah terdapat

perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas

A sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning tipe Course

(23)

11

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu D. Maksud dan Tujuan Penelitian

Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui

perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas

A sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning tipe Course

Revier Horay (CRH)

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Kegunaan Teoritis

Memberikan informasi dan sumber pengetahuan bagi dunia pendidikan

tentang betapa pentingnya penggunaan berbagai model pembelajaran,

khususnya mengenai pengaruh penerapan model Cooperative Learning

tipe Course Review Horay (CRH) terhadap keaktifan belajar mahasiswa.

2. Kegunaan Praktis

a. Penelitian ini merupakan masukan bagi para pendidik sebagai alternatif

pembelajaran dikelas dengan menggunakan model Cooperative

Learning tipe Course Review Horay (CRH).

b. Dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kualitas pembelajaran

pada mahasiswa pendidikan akuntansi dalam meningkatkan keaktifan

(24)

41

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

MOTODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Penelitin ini menggunakan motode eksperimen. Adapun model yang

digunakan adalah model eksperimen semu atau quasi eksperimen dengan bentuk

desain penelitian yang digunakan yaitu One Grup Pretest-Posttest Design (Desain

kelompok tunggal dengan pretest-posttest). Suryabrata (2014:117) menjelaskan

“Pelaksanaan eksperimen menggunakan desain kelompok tunggal dengan pretest

-posttest dilakukan dengan cara melakukan percobaan terhadap satu kelompok,

tanpa menggunakn kelompok pembanding”. Untuk lebih jelas dapat terlihat pada

gambar berikut ini :

Tabel 3.1 Desain Penelitian

Kelas Observasi Awal Model Observasi Akhir

Eksperimen O1 X O2

Sumber: Suryabrata (2014:117) Keterangan :

O1 = Observasi awal pada kelas eksperimen

O2 = Observasi akhir pada kelas eksperimen

X = penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay

B. Operasionalisasi Variabel

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Pedoman Operasional

Penulisan Skripsi (POPS,2014:21) bahwa, “operasionalisasi variabel adalah

menjelaskan indikator-indikator dari setiap variabel. Variabel-variabel harus

dijelaskan secara terperinci dengan menggunakan indikator-indikator yang jelas

dan teratur”. Penelitian ini melibatkan satu variabel yang diberi perlakuan

(treatment) pada objek penelitian kemudian diperbandingkan dampaknya antara

kondisi sebelum dan sesudah treatment. Adapun variabel tersebut adalah

(25)

42

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

keaktifan belajar adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat

dan berfikir sebagai rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.

Tabel 3.2

Operasionalisasi Variabel

Variabel Indikator Skala

Keaktifan Belajar Mahasiswa

Indikator yang digunakan dalam observasi adalah indikator menurut Sudjana (2004;6), sebagai berikut :

a. Berani mengajukan pertanyaan b. Berani menjawab pertanyaan

c. Kemampuan mengemukakan pendapat d. Aktif melakukan diskusi dalam

kelompok

e. Partisipasi dalam kelompok f. Mempersentasikan hasil kelompok g. Mengerjakan soal-saol

Rasio

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Riduwan (2010:54) “populasi adalah keseluruhan dari

karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian.”

Berdasarkan pengertian tersebut, maka yang menjadi populasi dalam

penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi pendidikan akuntansi angkatan

2012.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang dianggap dapat

mewakili atau representative (karakteristik populasi tercermin dalam sampel

yang dipilih) sebagai data yang diambil dengan teknik tertentu. Menurut

Arikunto (2010:174) mengemukakan bahwa, “sampel adalah sebagian atau

wakil dari populasi yang diteliti”. Sebagaimana pendapat yang dikemukakan

oleh Riduwan (2010:56) “sampel adalah bagian dari populasi yang

mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti”. Teknik

pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik

sampling purposive. Riduwan (2010:63) berpendapat “sampling purposive

(26)

43

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya atau

penentuan sampel untuk tujuan tertentu.”

Berdasarkan pengertian di atas, maka sampel dalam penelitian ini

adalah mahasiswa prodi pendidikan akuntansi 2012 A. Adapun alasan kenapa

peneliti memilih kelas ini dengan pertimbangan berdasarkan karakteristik

mahasiswa, kondisi lingkungan kelas dan karena memiliki aktifitas belajar

yang rendah.

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer, yaitu data

yang langsung diambil dari objek penelitian. Data yang didapat menggunakan

lembar observasi. Fungsi dari lembar observasi adalah untuk melihat gambaran

pelaksanaan model didalam kelas dan untuk mengamati keaktifan mahasiswa

selama proses pembelajaran berlangsung.

1. Observasi Awal (Pre Test)

Observasi awal (pre test) dilakukan pada awal penelitian atau

pertemuan pertama dalam pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui dan

mengukur tingkat keaktifan mahasiswa sebelum dilaksanakan eksperimen

dengan menggunakan metode konvensional pada mahasiswa pendidikan

akuntansi angkatan 2012 kelas A.

2. Observasi Akhir (Post Test)

Observasi akhir (post test) dilakukan pada saat penerapan model

pembelajaran kooperatif tipe course review horay (crh) dengan tujuan untuk

mengetahui dan mengukur tingkat keaktifan mahasiswa pada saat dilaksanakan

eksperimen yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review

horay (crh) pada mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas A.

3. Prosedur Eksperimen

a. Tahap Persiapan

1) Studi pustaka, dilakukan untuk memperoleh landasan teori yang

(27)

44

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2) Mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran

dikelas

3) Menentukan populasi dan sampel

4) Menentukan waktu penelitian untuk pelaksanaan model pembelajaran

kooperatif tipe course review horay (crh) dan berkonsultasi dengan

Ibu Imas Purnamasari S,Pd, M.M selaku dosen mata kuliah

manajemen keuangan lanjutan

b. Tahap Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali

pertemuan, adapun tahap pelaksanaannya antara lain:

1) Pertemuan pertama, dosen menyampaikan materi dengan menggunakan

metode ceramah. Dalam pertemuan ini, observer melakukan pengamatan

keaktifan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung sehingga

diketahui tingkat keaktifan mahasiswa sebelum treatment.

2) Pertemuan kedua, dosen mulai menerapkan model pembelajaran

kooperatif tipe course review horay dalam proses pembelajaran.

Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review

horay sebagai berikut :

(1) Dosen menyampaikan tujuan yang ingin dicapai

(2) Dosen mendemonstrasikan/menyajikan materi

(3) Memberikan kesempatan mahasiswa tanya jawab

(4) Untuk menguji pemahaman, dosen membagi mahasiswa kedalam 6

kelompok

(5) Dosen membuat kotak sebanyak 3x3 pada kertas karton dan

memberikan kertas origami yang berbeda warna dan bentuk/kertas

bergambar animasi untuk setiap kelompok sebagai lambang dari

kelompok tersebut

(6) Dosen membacakan soal sesuai nomor kotak yang dipilih oleh

(28)

45

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(7) Setiap kelompok mendiskusikan dan menuliskan jawabannya dibuku

masing-masing

(8) Kelompok yang menjawab benar, maka diwakili oleh seorang

anggotanya untuk menuliskan dan menjelaskan jawaban nya didepan

kelas

(9) Kelompok yang dapat menjawab dengan benar maka berhak

menempelkan kertas origami/stiker animasi sesuai nomor soal pada

kotak yang sudah disediakan dan berteriak horay, kemudian memilih

nomor selanjutnya

(10)Kegiatan tersebut terus dilakukan hingga salah satu kelompok

menandai nomor-nomor pada kotak dengan kertas origami/stiker

bergambar secara horizontal, vertikal dan diagonal.

(11)Nilai mahasiswa dihitung dari jumlah jawaban yang benar

(12)Penutup

Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti melakukan

observasi akhir (post test) dengan tujuan untuk mengamati semua kegiatan

yang dilakukan mahasiswa dan mencatatnya dalam lembar observasi,

sehinggga diketahui keaktifan mahasiswa pada saat treatment.

E. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

1. Teknik Analisis Data

Data yang masih ada dalam lembar observasi masih berupa data mentah

dan memerlukan pengolahan agar dapat digunakan dalam proses analisis

selanjutnya. Berikut ini merupakan lembar observasi untuk mengamati tingkat

keaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran:

Table 3.3

Format checklis pengamatan terhadap keaktifan belajar mahasiswa

Mahasiswa Indicator Keaktifan

A B C D E F G

Jumlah Pesentase

(29)

46

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Keterangan :

A : Berani mengajukan pertanyaan B : Berani menjawab pertanyaan

C: Kemampuan mengemukakan pendapat D: Aktif melakukan diskusi dalam kelompok E : Partisipasi dalam kelompok

F: Mempersentasikan hasil kelompok G : Mengerjakan soal-saol

Semua aktifitas atau kegiatan mahasiswa selama belajar akan diukur dalam persamaan berikut :

Sudijono (2009:43)

Keterangan :

p = Persentase aktivitas belajar mahasiswa

f = jumlah mahasiswa yang melakukan aktivitas

n = Jumlah total mahasiswa

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:125) mahasiswa aktif digolongkan

berdasarkan persamaan keaktifan, yaitu :

Tabel 3.4

Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa

Skala keaktifan Kategori

1-25% dari jumlah mahasiswa Kurang Aktif 26-50% dari jumlah mahasiswa Cukup Aktif 51-75% dari jumlah mahasiswa Aktif 76-99% dari jumlah mahasiswa Sangat Aktif

2. Uji Normalitas

Data sebelum diolah menggunakan pengujian parametrik maupun non

parametrik harus diuji normalitas. Statistika parametrik tidak dapat digunakan jika

data tidak normal. Data tidak normal pengujian dapat dilakukan dengan statistika

non parametrik. Untuk melihat data berdistribusi normal atau tidak, digunakan

Chi Kuadrat ( . Langkah-langkah yang digunakan untuk menguji normalitas

(30)

47

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1) Menentukan skor terbesar dan terkecil

2) Menentukan rentang (R) menurut Sudjana (2000 : 77)

R=Skor terbesar – Skor terkecil

3) Menentukan banyaknya kelas (BK) Rumus Strurgess, menurut Sudjana

(2000 : 80)

BK=1+3,3 log n

4) Menentukan panjang interval menurut Sudjana (2000 : 79)

Membuat tabulasi dengan menggunakan tabel penolong

No Kelas

Interval F

Nilai

Tengah (X)

1 ....

2 ....

Jumlah

5) Menentukan rata-rata ( ̅ :

̅

Sudjana (2000:119) 6) Menentukan simpangan baku (S) :

√ ( ̅

Sudjana (2000:165) 7) Membuat daftar frekuensi yang diharapkan dengan cara :

a. Menentukan batas kelas, yaitu angka skor kiri kelas interval pertama

dikurangi 0,5 dan kemudian angka skor kanan kelas interval ditambah

0,5.

b. Mencari nilai Z-score untuk kelas batas interval :

̅

(31)

48

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c. Mencari luas 0 – Z dari tabel Kurva Normal dari 0 – Z dengan

menggunakan angka-angka untuk kelas batas.

d. Mencari luas tiap kelas interval dengan jalan mengurangkan

angka-angka 0 – Z yaitu angka baris pertama dikurangi baris kedua, angka

baris kedua dikurangi angka baris ketiga dan begitu seterusnya. Kecuali

untuk angka yang berbeda pada baris tengah ditambahkan dengan

angka pada baris berikutnya.

e. Mencari frekuensi yang diharapkan (fe). Dengan cara mengalikan luas

tiap interval dengan jumlah responden (n).

8) Mencari Chi-Kuadrat hitung ( )

∑(

(Sudjana, 2004 : 180)

9) Membandingkan ( hitung) dengan ( tabel)

Untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = k-1

Dengan kriteria keputusan :

- Jika h > artinya data tidakberdistribusi normal

- Jika artinya data berdistribusi normal

Jika data berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan

menggunakan statistika parametrik yaitu menggunakan uji beda proporsi dua

pihak. Sedangan jika data tidak berdistribusi normal, maka pengujian hipotesis

dilakukan menggunakan statistika non parametric yaitu uji wilcoxon match pairs

test.

3. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis adalah suatu prosedur yang didasarkan pada bukti

sampel dan teori probabilitas yang digunakan untuk menentukan apakah suatu

hipotesis adalah pernyataan yang beralasan dan harus diterima, atau tidak

beralasan sehingga ditolak.

Langkah-langkah yang digunakan untuk pengujian hipotesis apabila data

(32)

49

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1) Merumuskan Hipotesis

: : 2) Uji Beda Proporsi

Uji beda proporsi digunakan untuk menguji selisih dua perbandingan

dan juga untuk mengetahui apakah ada perbedaan persentase yang mencolok

atau tidak antara dua kelompok yang sedang dipelajari. Rumus yang

digunakan yaitu sebagai berikut:

√ ( (

(Sudjana, 2004:165)

Dimana ditaksir oleh perbandingan gabungan dari sampel-sampel

yang digunakan. Dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

(Sudjana, 2004:165)

Dengan menggunakan taraf nyata ∝= 0,05 dengan menggunakan uji 2

pihak, maka kriteria pengujiannya:

diterima jika

ditolak jika atau

Apabila data yang telah diolah tidak berdistribusi normal maka

pengujian hipotesis menggunakan statistika nonparametrik yaitu uji wilcoxon

match pairs test. Uji wilcoxon digunakan untuk data yang berpasangan.

Adapun langkah-langkang adalah sebagai berikut :

(33)

50

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

: Tidak terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi angkatan 2012 kelas A sebelum dan sesudah penerapan

model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH)

: Terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan

akuntansi angkatan 2012 kelas A sebelum dan sesudah penerapan

model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH)

2) Uji Wilcoxon Match Pairs Test

a. Penyajian data sebelum dan sesudah eksperimen (Sugiyono, 2013:46)

b. Membuat tabel penolong uji wilcoxon (Sugiyono, 2013:47)

[image:33.595.139.519.335.401.2]

Tabel 3.5

Tabel Penolong Untuk Uji Wilcoxon Match Pairs Test

No Sebelum Sesudah Beda Tanda Jenjang Jenjang + -

c. Apabila sampel pasangan lebih besar dari 25, maka distribusi nya akan

mendekati ditrsibusi normal, untuk itu digunakan rumus Z sebagai

berikut:

(sugiyono, 2013: 47)

Dimana : T = jumlah jenjang

Mencari nilai

(

(sugiyono, 2013: 47)

Mencari nilai

(34)

51

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

√ ( (

(sugiyono, 2013: 48)

Dengan menggunakan taraf nyata ∝= 0,05 dengan menggunakan uji 2

pihak, maka kriteria pengujiannya:

diterima jika

(35)

85

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui

pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH)

terhadap keaktifan belajar mahasiswa pada mata kuliah manajemen keuangan

lanjutan, maka dapat disimpulkan bahwa:

Terdapat perbedaan keaktifan belajar mahasiswa pendidikan akuntansi

angkatan 2012 kelas A sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran

kooperatif tipe Course Review Horay (CRH). Perbedaan tersebut terlihat dari

perbedaan nilai rata-rata keaktifan belajar mahasiswa sebelum dan sesudah

penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH).

B. Saran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran

kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dapat dilaksanakan dengan baik dan

terdapat perbedaan keaktifan belajar sebelum dan sesudah penerapan model

pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH). Sehingga berdasarkan

hasil penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran dari peneliti,

yaitu sebagai berikut:

1. Bagi Dosen

Dosen disarankan dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe

Course Review Horay (CRH) pada mata kuliah lainnya, karena terbukti

dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review

Horay (CRH) dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa pada mata

kuliah manajemen keuangan lanjutan.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian

mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review

(36)

86

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

memerlukan pemahaman konsep. Dapat menerapkan model pembelajaran

kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) lebih baik lagi, bahkan jika

memungkinkan penerapan model pembelajaran tipe Course Review Horay

(CRH) ketika eksperimen tidak hanya dilakukan sekali sehingga memperoleh

(37)

87

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Sumber dari Buku :

Aunurrahman. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, S. (2010). Proseur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi.

Jakarta: Rineka Cipta

Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta Hamalik, O. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.UPP STIM

YKPN

Huda, M. (2012). Cooperative Learning: Metode, Teknis, Struktur dan Model Terapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Husnan, S &Pudjiastuti, E. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 5. Yogyakarta

Isjoni. (2011). Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: ALFABETA

Komalasari, K. (2013). Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung. PT Refika Aditama

Lie, A. (2008). Cooperative Learning Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Riduwan. (2010). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.

Riyanto, B. (2001). Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan, Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh, Yogyakarta: BPFE Yogyakarta

Rusman. (2013). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru-Edisi 2. Jakarta: Raja Wali Pers

Sagala, S. (2005). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV. Alfabet

Sardiman, AM. (2007): Interkasi dan Motivasi belajar Mengajar. Jakarta: Rjawali Pers

Sartono.A. (2001). Manajemen Keuangan, Edisi 3, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada: BPFE Yogyakarta

(38)

88

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Slameto, (2003). Belajar dan Fator-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rhineka Cipta: Jakarta

Slavin, RE. (2009). Cooperatif Learning Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media

. (2000). Educational Psychology: Theory and Practice. Edisi 6. Boston: Allyn and Bacon

Soekamto, T & Winaputra, U (1995). Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Ditjen Dikti, Depdiknas.

Solihatin, E & Raharjo. (2008). Cooperatif Learning : Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Sudijono. (2009). Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers

Sudjana. (2004). Metode Statistika II. Bandung: Tarsito

. (2000). Statistika Untuk Ekonomi dan Niaga I. Bandung : Tarsito

.(2010). Cara Belajar Mahasiswa Aktif. Bandung: Sinar Baru Algensindo

______. (2004). Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sugiyono. (2013). Statistika Nonparametris Untuk Penelitian. CV. Alfabet

Suprijono, A. (2013). Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Suparno, P. (1997). Filsafat Kontruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius

Suryabrata, S. (2014). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali

Syaifurahman dan Ujiati, T. (2012). Manajemen Dalam Pembelajaran. Jakarta : PT Indeks

Trianto. (2012). Mendesain model pembelajaran inovatif-progrefis. Jakarta: PT fazar interpratama

Uno, H & Mohamad, N. (2013). Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara

Warsono dan Hariyanto. (2013). Pembelajaran Aktif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

(39)

89

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Yamin, M. (2013). Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press dan Center for Learning Innovation (CLI)

Dokumen :

Undang-undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Program Studi Pendidikan Akuntansi. (2014). Pedoman Operasional Penulisan Skripsi. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia

Jurnal :

Afcarino. (2008). Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan berfikir Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi. Jurnal Pendidikn Inovatif 3(2):65-68.

Cavanagh, M. (2011). Students’ Experiences of Active Engagement Trought Cooperative Learning Activities in Lectures. Australia:Sage. [Online] tersedia : alh.sagepub.com diakses pada tanggal 21 April 2015

Gillies, RM, (2008). The Effects of Cooperative Learning on Junior High School

Students’ Behaviours, Discourse and Learning During a Science-Based

Learning Activity. Australia: Sage. [Online] tersedia : alh.sagepub.com diakses pada tanggal 21 April 2015

Puspita, Hairida, Melati. (2013). Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Course Review Horay Berbantuan Media Molymod. Jurnal : FKIP UNTAN

Rohana, I. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa.

Rosmaini, dkk. (2011). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Token Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII 3 SMP Negri 32 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012. Pekanbaru: Universitas Riau Pekanbaru 28293.

Skripsi:

Sari, RNI. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chips dalam Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

(40)

90

Ririn Indriani, 2015

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI ANGKATAN 2012 KELAS A

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Fatimah, VN. (2013). Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Pledokan Keccamatan Sumowo Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi, Jawa Tengah: Universitas Kristen Satya Wacana

Julaiha, Siti. (2011). Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Trigonometri Siswa Kelas X MA At-Tasyir Tanggerang melalui Model Pembelajaran Kooperatif Metode Course review Horay. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah

Sumber dari Internet:

Nina, S. (2014). Pengertian, Jenis dan Langkah-langkah Model Pembelajaran. [Online]. Terdesia: http://sakinahninaarz009.blogspot.Com/2014/05/ pengertian-jenisdan-langkah-langkah.html. [30 januari 2015. 14:30 WIB]

<

Gambar

Tabel 1.1 Persentase Keaktifan Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi
Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel
Table 3.3 Format checklis pengamatan terhadap keaktifan belajar mahasiswa
Tabel 3.4 Persentase Kriteria Keaktifan Belajar Mahasiswa
+2

Referensi

Dokumen terkait

PLN menugaskan LIT/TR untuk melakukan pengujian dan sertifikasi laik operasi instalasi pemanfaatan tenaga listrik yang selanjutnya dilakukan penyalaan oleh

Sehubungan dengan telah dilakukannya evaluasi administrasi, teknis dan kewajaran harga serta formulir isian Dokumen Kualifikasi untuk penawaran paket pekerjaan tersebut diatas,

Getaran/vibrasi adalah gerak isolasi periodik yang bergerak bolak- balik melalui lintasan yang sama, dimana terjadi suatu cycle (putaran) dalam selang wakru satu

Seyogyanya para pelajar dapat memanfaatkan semua waktunya untuk terus belajar sampai tercapai cita-citanya. Salah satu caranya adalah selalu membawa alat tulis dan buku catatan,

Awalnya, tantangan terbesar mengembangkan ekonomi syariah adalah meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat dan meningkatkan preferensi menggunakan jasa

[r]

Melalui kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa teks- teks cinta dalam Kidung Agung menampilkan kekuatan cinta yang unik, kreatif, dan mengandung dimensi kesakralan,

Algoritma ini dimulai dengan proses perhitungan spatial fuzzy clustering, yang mana hasil pengklusteran digunakan untuk menginisialisasi nilai fungsi level set,