Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM
MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
(Penelitian Eksperimen Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia Tingkat II Tahun Ajaran 2012/2013)
TESIS
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Master
Pendididkan Bahasa Jepang
OLEH:
AYU AMANDA, S.pd
1103448
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM
MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
(Penelitian Eksperimen Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia Tingkat II Tahun Ajaran 2012/2013)
Oleh
Ayu Amanda
S.Pd UPI Bandung 2010
Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd) pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
© Ayu Amanda 2014
Universitas Pendidikan Indonesia
Februari 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang
Tesis ini todak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian.
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Lembar Pengesahan
Pembimbing I
Dr. Wawan Danasasmita, M.Ed
NIP.195201281982031002
Pembimbing 2
Dr. Nandang Rahmat, M.A
NIP.195706251983031002
Ketua Program Studi Bahasa Jepang
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Dr. Wawan Danasasmita, M.Ed
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM
MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
(Penelitian Eksperimen Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia Tingkat II Tahun Ajaran
2012/2013)
Ayu Amanda 1103448
ABSTRAK
Dalam pembelajaran bahasa Jepang, peristiwa menyimak yang disertai dengan pemahaman dari bahan simakan ini lah yang merupakan salah satu aspek keterampilan dalam berbahasa jepang (choukai). Akan tetapi untuk menyimak lalu dapat menangkap dan memahami pesan dalam bahasa Jepang tidaklah mudah. Pada pembelajaran menyimak/choukai dalam bahasa Jepang, pembelajar diharuskan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak dapat memahami secara mendalam. Maka dari itu, untuk dapat mencapai tujuan menyimak yang efektif dibutuhkanlah strategi pembelajaran. penulis mencoba membuat teknik story retelling dengan menggunakan media film, sebagai metode untuk mencapai tujuan pembelajaran menyimak dalam bahasa Jepang di Universitas Pendidikan Indonesia.
Design eksperimen yang dipakai adalah pretest posttest with control group design. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa kelas B tingkat II Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI tahun akademik 2012/2013 yang berjumlah 34 orang. Sampel dibagi kedalam 2 kelas, yaitu 16 orang kelas kontrol dan 18 orang kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket dan observasi.
Dari hasil analisis data, peningkatan nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen sebesar 38,8%, sedangkan pada kelas kontrol tidak mengalami perubahan. Peningkatan nilai rata-rata kemampuan menyimak mahasiswa pada kelas eksperimen lebih besar dibandingkan peningkatan nilai rata-rata di kelas kontrol. nilai t hitung lebih besar dari pada nilai t tabel yaitu 2,18 > 2,04 untuk taraf
signifikansi 5%, maka hipotesis nol (Ho) ditolak. Sedangkan pada taraf signifikansi 1% nilai t hitung lebih kecil dari pada nilai t tabel yaitu 2,18 < 2,75 maka
hipotesis nol (Ho) diterima.
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu DAFTAR ISI
1.2Rumusan Masalah dan Batasan Masalah ... 6
1.3Tujuan Penelitian ... 6
2.3Media Pembelajaran Film dalam Story Retelling ...` 32
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
3.8 Teknik Analisis Data ... 47
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 52
4.1 Profil Pembelajaran ... 52
4.2 Profil Media Pembelajaran ... 67
4.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 68
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 91
A. Kesimpulan ... 91
B. Saran ... 92
DAFTAR PUSTAKA
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Dalam ilmu bahasa kita mengenal empat keterampilan berbahasa (language
skills) yaitu: keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara
(speaking skills), keterampilan membaca (reading skills), dan keterampilan menulis
(writing skills). Dari keempat keterampilan berbahasa tersebut, penulis tertarik
meneliti mengenai keterampilan menyimak, karena pada proses pemerolehan
keterampilan berbahasa urutan awalnya, ketika kita kecil adalah belajar menyimak
bahasa kemudian berbicara, setelah itu membaca lalu menulis. Menyimak dan
berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah, sedangkan membaca dan
menulis dipelajari disekolah (Tarigan: 2008).
Paul T.Rankin (1926) menyatakan bahwa 42% waktu penggunaa bahasa
tertuju pada menyimak. pada tahun 1950 Miriam E. Wilt menyatakan bhwa jumlah
waktu yang dipergunakan oleh anak-anak untuk menyimak di kelas-kelas sekolah
dasar kira-kira 1-2 jam sehari. Tetapi pada kenyataanya tetap mengabaikan
bagaimana cara yang terbaik untuk pengajaran menyimak, dan lebih terpaku pada
asumsi “menyimak merupakan kemampuan alamiah belaka” dan akan sulit untuk
melatihnya secara intensif. Ternyata faktanya Caffrey dalam Tarigan (2008)
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
dan peningkatan pada keterampilan-keterampilan berbahasa lainnya, termasuk
keterampilan menyimak.
Pengertian menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan
lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi serta interpretasi
untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna
komunikasi yang disampaikan oleh pembicara melalui ujaran (Tarigan; 1991).
Menyimak berbeda dengan mendengar. Seperti dikemukakan oleh Tarigan (1994),
pada kegiatan mendengar, memiliki unsur kesengajaan, tetapi belum diikuti oleh
unsur pemahaman. Sedangkan pada kegiatan menyimak memiliki unsur
kesengajaan, perhatian dan pemahaman yang merupakan unsur utama dalam
peristiwa menyimak. Kegiatan menyimak juga mencakup kegiatan mendengar,
mendengarkan, dan memahami bahan yang disimak. Karena dalam menyimak
tujuan utamanya adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan
yang terdapat pada materi atau bahan simakan.
Dalam pembelajaran bahasa Jepang, peristiwa menyimak yang disertai
dengan pemahaman dari bahan simakan ini lah yang merupakan salah satu aspek
keterampilan dalam berbahasa jepang (choukai). Akan tetapi untuk menyimak lalu
dapat menangkap dan memahami pesan dalam bahasa Jepang tidaklah mudah. Pada
pembelajaran menyimak/choukai dalam bahasa Jepang, pembelajar diharuskan
menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak
dapat memahami secara mendalam. Karena menurut Tarigan (2008) dalam proses
menyimak, kesatuan pemahaman lebih tertuju pada frase, kalimat atau paragraf
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Pada kenyataannya, kesulitan menyimak dialami oleh pembelajar bahasa
Jepang di Universitas Pendidikan Indonesia, yang masih kurang memahami strategi
pembelajaran menyimak yang baik, memahami langkah-langkah yang harus
diperhatikan dalam menyimak, dan bahan simakkan yang berguna bagi pembelajar
dalam meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Jepang. Karena keterampilan
hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktik dan banyak latihan.
Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih kemampuan berpikir (Dawson,
et all: 1963).
Suryanti, Yanti (2002) melakukan penelitian tindakan kelas mengenai
penyebab pembelajar bahasa Inggris mengalami kesulitan menyimak di kelas.
Penelitian ini dilakukan pada pembelajar bahasa Inggris di STKIP bale Bandung
yang dalam uraian hasil penelitiannya menyatakan bahwa dari 55 orang pembelajar
bahasa Inggris 38 orang (70%) pembelajarnya mengalami kesulitan dalam
keterampilan menyimak (listening skills). Dalam hal ini dapat disimpulkan,
walaupun menyimak merupakan kemampuan alamiah seseorang, tetapi pada
hakikatnya menyimak dalam bahasa asing tetap akan dirasa memiliki kesulitan yang
lebih dibandingkan ketika menyimak dalam bahasa Ibu.
Maka dari itu, untuk dapat mencapai tujuan menyimak yang efektif
dibutuhkanlah strategi pembelajaran. Dick and Carey dalam (Sanjaya, Wina: 2010)
mengatakan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur
pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil
belajar pada siswa. Strategi pembelajaran haruslah didukung oleh metode
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Mengacu pada pendapat diatas, penulis mencoba membuat teknik story
retelling dengan menggunakan media film, sebagai metode untuk mencapai tujuan
pembelajaran menyimak dalam bahasa Jepang di Universitas Pendidikan Indonesia.
Seperti dijelaskan oleh Anderson dalam Tarigan (2008) bahwa menyimak dan
membaca berhubungan erat sebagai alat untuk menerima komunikasi (input),
sedangkan berbicara dan menulis berhubungan erat dalam hal mengekspresikan
makna (output). Menyimak akan dijadikan input kepada pembelajar bahasa jepang
dan output nya berupa lisan atau tulisan.
Pengertian story retelling itu sendiri adalah “a strategy in which a student
retells or write the action of a story in his or own word. Story retelling can take
many forms and be used for different purposes, such as recalling the sequence of
event or summarizing the story.” (http//id.m.termiwiki.com/EN:retelling). Dapat
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah story retelling adalah sebuah
strategi dimana pembelajar menceritakan kembali isi cerita atau menuliskannya
dengan bahasa sendiri. Story retelling dapat digunakan dalam berbagai bentuk dan
tujuan tertentu, seperti mengunakan urutan cerita atau merangkum isi cerita.
(translator: Ayu Amanda). Media film dipilih penulis dengan alasan “menonton
filem adalah salah satu kegiatan yang akan turut mempertinggi daya simak
pembelajar”. (Tarigan: 2008).
Beberapa penelitian mengenai teknik story retelling yang pernah dilakukan
oleh Morrow (1986), Pelegrini & Galad (1982) menggunakan strategi story retelling
dalam pembelajaran listening di taman kanak-kanak dan hasilnya dapat
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
logis, khususnya ketika menceritakan kembali bahan simakan. Lalu French (1988)
menggunakan story retelling sebagai acuan dasar dalam mengajar pembelajaran
bahasa selama 8 tahun di sekolah dasar dan hasilnya dapat meningkatkan
kemampuan berbahasa terhadap pembelajar sekolah dasar tersebut. Kemudia Lin
(2010) melakukan penelitian mengenai efektifitas teknik retelling di kelas reading
pada 126 pembelajar China di universitas Taiwan. Penelitian ini dibagi kedalam 2
kelas, yaitu 65 kelas eksperimen dan 61 kelas Kontrol. Hasil penelitiannya
menunjukan bahwa kelas eksperimen dapat lulus test EFL/ESL , dan dapat
meningkatkan kemampuan membaca arti dari keseluruhan teks yang diberikan,
dibandingkan dengan kelas Kontrol yang tidak menggunakan teknik story retelling.
Oleh karena itu, teknik story retelling penulis pilih sebagai salah satu strategi
pembelajaran yang akan diaplikasikan pada pembelajaran menyimak di Universitas
Pendidikan Indonesia pada pembelajaran choukai.
Berdasarkan uraian diatas, penulis memutuskan untuk melakukan penelitian
menggunakan teknik story retelling pada pembelajaran choukai untuk
meningkatkan kemampuan menyimak dalam bahasa Jepang, dengan judul ”
Efektifitas Teknik Story retelling dalam Meningkatkan Kemampuan Choukai
(Penelitian Eksperimen Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang
Universitas Pendidikan Indonesia Tingkat II Tahun Ajaran 2012/2013)”.
1.2Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Peneliti merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi rumusan masalah
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
1. Kemampuan menyimak pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI sebelum
dan sesudah menggunakan teknik story retelling.
2. Adakah perbedaan kemampuan menyimak pembelajar bahasa jepang tingkat
II UPI yang menggunakan teknik story retelling dengan yang tidak
menggunakan teknik story retelling.
3. Bagaimana respon atau sikap mahasiswa terhadap pembelajaran choukai
menggunakan teknik story retelling.
Adapun batasan masalah pada penelitian ini yaitu, penelitian ini hanya
meneliti penggunaan teknik story retelling dengan media dorama pada
pembelajaran choukai.
1.3Tujuan penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan:
1. Kemampuan menyimak pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI sebelum
dan sesudah menggunakan teknik story retelling.
2. Perbedaan kemampuan menyimak pembelajar bahasa jepang tingkat II UPI
yang menggunakan teknik story retelling dengan yang tidak menggunakan
teknik story retelling.
3. Hasil kajian mengenai respon atau sikap pembelajar bahasa jepang tingkat II
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 1.4Manfaat Penelitian
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis, yakni dapat menjadi referensi dalam perkembangan
penelitian dan pendidikan bahasa Jepang di Universitas Pendidikan
Indonesia, khususnya dalam menemukan alternatif strategi pengajaran yang
efektif, variatif dan inovatif.
2. Manfaat praktis yakni:
a. Bagi mahasiswa teknik story retelling ini dapat dijadikan sebagai strategi
untuk mempermudah pembelajaran menyimak dalam bahasa Jepang.
b. Bagi pengajar, diharapkan teknik story retelling ini dapat dijadikan suatu
alternatif strategi pengajaran yang dapat meningkatkan efektifitas dalam
hasil pembelajaran choukai.
c. Bagi lembaga pendidikan, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan
sebagai bahan pertimbangan dan pengayaan dalam membuat rancangan
pembelajaran bahasa Jepang.
1.5Hipotesis Penelitian
Untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian ini, penulis membuat hipotesa
berdasarkan pertanyaan pada rumusan masalah, hipotesis yang digunakan dalam
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Jepang mahasiswa tingkat II Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI tahun
akademik 2012/2013 setelah diterapkan Teknik Story retelling tidak meningkat dan
pengajaran choukai chuukyuu dengan menggunakan Teknik Story retelling tidak
efektif dibandingkan dengan yang tidak menggunakan Teknik Story retelling.
1.6Metododologi Penelitian
1.6.1.1 Metode Penelitian
Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimen murni. Dalam penelitian ini subjek penelitian dibagi menjadi 2
kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok
eksperimen yaitu kelompok dengan pembelajaran menggunakan story retelling,
sementara kelompok kontrol adalah kelompok dengan pembelajaran yang tidak
menggunakan story retelling.
Pada kedua kelompok tersebut akan diberikan pre-test dan post-test.
Pre-test dilakukan untuk mengukur kemampuan menyimak/choukai awal pembelajar.
Sementara post-test dilakukan untuk mengetahui hasil dari penerapan story
retelling serta mengetahui perbedaan hasil pada kelompok yang tidak
menggunakan story retelling.
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa jurusan Pendidikan
Bahasa Jepang tingkat II. Dari populasi tersebut diambil sampel secara selektif
sebanyak 20 mahasiswa yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
kelompok eksperimen sebanyak 10 mahasiswa dan kelompok kontrol sebanyak
10 mahasiswa. Kelompok eksperimen adalah kelompok mahasiswa yang
menggunakan teknik story retelling pada pembelajaran choukai. Sementara
kelompok kontrol adalah mahasiswa yang tidak menggunakan teknik story
retelling pada pembelajaran choukai.
1.6.3 Instrumen Penelitian
Instrumen yang akan digunakan pada penelitian ini adalah test dan
angket. Test yang diberikan berupa pretest dan postes. Pretest diberikan untuk
mengukur kemampuan awal mahasiswa tingkat II sebelum penelitian dilakukan.
Sedangkan postes diberikan untuk mengukur kemampuan akhir mahasiswa
tingkat II setelah penelitian dilakukan. Angket diberikan kepada mahasiswa
tingkat II bertujuan untuk mengetahui respon atau tanggapan mahasiswa setelah
menggunakan teknik story retelling pada pembelajaran choukai.
1.6.4 Sistematika Penulisan
Bab I Pendahuluan
Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai pendahuluan dengan
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan dan Batasan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Hipotesis Penlitian.
1.6 Metode Penelitian.
1.7 Populasi dan Sample
1.8 Instrumen Penelitian
1.9 Sistematika Penulisan.
Bab II Landasan Teori
Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil kajian teoritis yang dianggap
memiliki keterkaitan dengan penelitian ini, dengan subbab:
2.1 Menyimak
2.2 Story retelling
2.3 Media Pembelajaran Film dalam Story retelling
Bab III Metodologi Penelitian
Pada bab ini akan diuraikan mengenai:
3.1 Metode Penelitian
3.2 Desain Penelitian
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
3.4 Populasi dan Sampel Penelitian
3.5 Instrumen Penelitian
3.6 Teknik Pengolahan Data
Bab IV Analisis Data dan Pembahasan
Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang pengumpulan
data, pengolahan data, analisis data dan penarikan kesimpulan.
Bab V Kesimpulan dan Saran
Penulis akan menarik kesimpulan mengenai teknik story retelling
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen
murni atau true eksperimental. Penelitian eksperimental menurut Syamsuddin
(2009) adalah merupakan suatu metode yang sistematis dan logis untuk melihat
kondisi-kondisi yang dikontrol dengan teliti, dengan memanipulasikan suatu
perlakuan, stimulus, atau kondisi-kondisi tertentu, kemudian mengamati pengaruh
atau perubahan yang diakibatkan oleh manipulasi tersebut. Berdasarkan kutipan
tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengamati pengaruh atau perubahan yang
diakibatkan oleh suatu perlakuan terhadap sampel yang dilakukan secara sistematis
berdasarkan prosedur penelitian ilmiah.
Nana (2005) menjelaskan bahwa penelitian eksperimental merupakan
penelitian untuk mengukur pengaruh suatu atau beberapa variabel terhadap variabel
lain. Variabel yang akan diukur adalah penggunaan teknik story retelling (variabel
bebas) dan pengaruhnya terhadap kemampuan menyimak pada mata kuliah choukai
(variable terikat).
Penelitian eksperimental murni berbeda dengan penelitian lain sebab
penelitian ini menggunakan kelompok kontrol sebagai data dasar (base line), yang
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
perlakuan khusus atau diberi tindakan. Kelompok yang diberi tindakan
menggunakan teknik story retelling.
Design eksperimen yang dipakai adalah pretest posttest with control group
design, dalam design ini, sebelum perlakuan diberikan, terlebih dahulu sampel
diberi pretest (test awal) pada awal pembelajaran dengan tujuan untuk mengetahui
kemampuan awal pembelajar, dan posttest (test akhir) diberikan diakhir
pembelajaran, dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan akhir pembelajar.
Kelompok eksperimen pada penelitian ini, diberi perlakuan (X) yaitu pembelajaran
choukai dengan teknik story retelling, sedangkan kelompok kontrol yaitu kelompok
yang pembelajarannya tidak menggunakan teknik story retelling. Design penelitian
menurut Sugiono (2008) adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Design penelitian Pretest-posttest with Control Group
Kelompok Pretest Perlakuan Posttest
Eksperimen O1 X O2
Kontrol O1 - O2
Keterangan:
O1 = Pretest (test awal)
O2 = Posttest (Test akhir)
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 3.2Variabel Penelitian
Dalam penelitian eksperimental, kita dapat meneliti pengaruh suatu variabel
(variabel bebas) terhadap variabel lainnya (variabel terikat), yaitu dengan cara
memanipulasi kedua variabel tersebut (Sutedi, Dedi :2011). Variabel dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
Variabel bebas : Penggunaan teknik story retelling
Variabel terikat : Kemampuan menyimak pada mata kuliah choukai II
3.3Hipotesis Penelitian
Pada umumnya hipotesis dirumuskan untuk menggambarkan hubungan dua
variabel sebab akibat (Arikunto, 2006). Hipotesis dapat dibagi kedalam 2 jenis,
yaitu sebagai berikut:
1. Hipotesis kerja, atau disebut dengan hipotesis alternatif (Ha),
menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya
perbedaan antara dua kelompok. Gambaran kedua variabel itu adalah
sebagai berikut:
2. Hipotesis Nol (Ho), sering juga disebut hipotesis statistik, karena
biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yang diuji
secara statistik.
Dalam penelitian ini digunakan hipotesis nol (Ho), jadi kemampuan
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Jepang FPBS UPI tahun akademik 2012/2013 setelah diterapkan Teknik Story
retelling tidak meningkat dan pengajaran choukai chuukyuu dengan
menggunakan Teknik Story retelling tidak efektif dibandingkan dengan yang
tidak menggunakan Teknik Story retelling.
3.4Populasi dan Sampel
Populasi yang dijadikan sebagai sumber data pada penelitian ini adalah
mahasiswa tingkat II Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI tahun akademik
2012/2013. Sampel pada penelitian ini, diambil secara purposif. Teknik
penyampelan ini digunakan atas pertimbangan penulis, karena jumlah responden
yang terbatas. Dan yang menjadi sampel penelitian ini adalah mahasiswa kelas B
tingkat II Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI tahun akademik 2012/2013
yang berjumlah 34 orang. Sampel dibagi kedalam 2 kelas, yaitu 16 orang kelas
kontrol dan 18 orang kelas eksperimen.
3.5Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan atau
menyediakan berbagai data yang diperlukan dalam kegiatan penelitian (Sutedi,
Dedi :2011). Instrument penelitian yang digunakan untuk memperoleh data
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu 1. Instrumen Test
Test merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui
atau mengukur keterampilan individu atau kelompok, dengan cara dan
aturan-aturan yang sudah ditentukan (Arikunto, 2010). Alat ukur atau
prosedur yang digunakan pada penelitian ini adalah pretest (test awal) dan
posttest (test akhir). Bentuk test yang digunakan adalah test subjektif (essay).
Karena menurut Zainul dan Nasoetion (1996) test seperti itu dirancang untuk
mengukur hasil belajar dimana unsur-unsur yang diperlukan untuk
menjawab soal dicari, diciptakan dan disusun sendiri melaui kata-kata dan
kalimat-kalimat, yang dalam perumusan jawabannya tersebut harus
dilakukan dengan cara megekspresikan pikiran peserta test. Dengan
demikian, tujuan dari test yang berbentuk essay pada penelitian ini adalah
dirancang oleh penulis agar dapat mengukur kemampuan menyimak
pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI.
a. Pretest
Test awal pada penelitian ini dilakukan sebelum melakukan
penelitian (4 kali treatment), yang bertujuan untuk mengetahui
kemampuan menyimak awal pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI.
Data pretest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen diambil melaui
hasil UTS, atas persetujuan dosen pengampu kelas B tingkat II Jurusan
Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI tahun akademik 2012/2013 yang
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu b. Postest
Test akhir pada penelitian ini dilakukan setelah melakukan
penelitian (4 kali treatment), yang bertujuan untuk mengetahui
kemampuan menyimak akhir pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI,
dan untuk mencari perubahan kemampuan pembelajar kelas kontrol dan
kelas eksperimen. Posttest yang diberikan berbentuk essay.
2. Instrument Angket
Angket merupakan salah satu instrumen pengumpulan data yang
didapatkan dari daftar pertanyaan tertulis yang disusun dan disebarkan untuk
mendapatkan informasi atau keterangan dari responden (Faisal:1981).
Berdasarkan kutipan tersebut, peneliti membuat beberapa pertanyaan tertulis
yang disusun berdasarkan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui respon
atau sikap pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI terhadap pembelajaran
choukai menggunakan teknik story retelling. Jenis angket yang digunakan
dalam penelitian ini adalah angket terbuka, agar responden dapat dengan
leluasa untuk memberikan jawaban dari setiap pertanyaan. Jumlah
pertanyaan dalam angket tersebut sesuai dengan kebutuhan data yang
diperlukan.
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Definisi validitas menurut Nurgiantoro (1998) kesahihan tes mengacu
pada pengertian apakah alat tersebut itu mempunyai kesejajaran (kesesuaian)
dengan tujuan dan deskripsi bahan pelajaran yang diajarkan. Jenis validasi yang
digunakan pada penelitian ini adalah expert judgement atau atas dasar
persetujuan ahli dan pembimbing.
3.7Prosedur Penelitian
Penelitian ini dimulai pada bulan Mei 2013 dan dilakukan melaui 2 tahapan.
Yaitu tahap persiapan pengumpulan penelitian, dan tahap pelaksanaan penelitian.
Langkah-langkah dari kedua tahapan tersebut dijelaskan sebagai berikut:
3.7.1 Persiapan Pengumpulan Data Penelitian
a. Menentukan sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol, dari satu kelas
dibagi menjadi 2 kelas, 16 orang kelas kontrol dan 18 orang kelas
eksperimen
b. Melakukan konsultasi dengan dosen pengampu kelas tersebut
c. Membuat SAP dan sekenario pembelajaran di kelas eksperimen dan
kelas kontrol untuk 4 kali pertemuan
d. Membuat kisi-kisi instrumen, seperti: kisi-kisi pretest, posttest dan
angket
e. Membuat powerpoint untuk pelaksanaan penelitian dan mempersiapkan
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
f. Mempersiapkan dorama 日本人知らない日本語 yang akan dijadikan
media pembelajaran dengan menggunakan teknik story retelling, film ini
peneliti bagi kedalam 4 scene, 1 scene penayangan berdurasi 15 menit
3.7.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian
Langkah-langkah pelaksanaan penelitian yang dilakukan adalah sebagai
berikut:
Table 3.2
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Diberikan pretest (tes awal) pada
pertemuan pertama.
Diberikan pretest (tes awal)
pada pertemuan pertama.
Teknik story retelling, pertama-tama
dilakukan secara individu kemudian
berkelompok. Hasil diskusi kelompok
inilah yang akan dijadikan bahan
pembelajar berstory retelling
Pembelajaran choukai
dilakukan tanpa teknik story
retelling.
Pengajar memberikan kisi-kisi untuk
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Pengajar menayangkan film 日本人
知らない日本語 , dengan tahapan:
1. film ditayangkan tanpa di pause,
selama 15 menit
2. film ditayangkan kedua kalinya dan
setiap 5menit penayangan, akan di
pause.
3. film ditayangkan tanpa di pause
kembali
Pengajar menayangkan film
“日本人知らない日本語
hanya 2 kali penayangan dan
tanpa di pause.
Diberikan evaluasi disetiap 1 scene
penayangan film
Diberikan evaluasi disetiap
pertemuan 2 scene
penayangan film
Diberikan posttest (tes akhir) dan
angket diakhir pembelajaran
Diberikan posttes (tes akhir)
di akhir pembelajaran.
3.8Teknik Analisis Data
Data yang akan penulis analisis pada penelitian ini berasal dari data tes
(pretest dan postest) dan data angket. Langkah - langkah analisis data yang
dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut:
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes baik itu pretest
dan posttest, dilakukan tahap-tahap sebagai berikut:
a. Membuat Tabel Persiapan
Tabel 3.3
Table Persiapan Perhitungan
No X Y x y x2 y2
Keterangan:
X : Skor kelas eksperimen
Y : Skor kelas kontrol
x : Deviasi skor X
y : Deviasi skor Y
x2 : Kuadrat deviasi x
y2 : Kuadrat deviasi y
b. Mencari Mean Variabel X dan Variabel Y dengan Rumus Berikut:
Mx =
My =
Keterangan:
Mx : Mean kelas eksperimen
My : Mean kelas kontrol
N1 : Jumlah sampel kelas eksperimen
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
c. Mencari Standar deviasi dari Variabel X dan Variabel Y dengan
Rumus Berikut:
Sdx =
√
Sdy =
√
Keterangan :
Sdx : Standar deviasi kelas eksperimen
Sdy : Standar deviasi kelas kontrol
d. Mencari Standar Eror Mean dari Variabel X dan Variabel Y dengan
Rumus Berikut:
e. Mencari Standar Eror Perbedaan Mean X dan Mean Y dengan Rumus
Berikut:
SEMxy =
√
f. Mencari Nilai t hitung dengan Rumus Berikut:
t
o=
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Keterangan:
to : Nilai thitung yang dicari
SEMx-y : Standar eror perbedaan mean x dan mean y
g. Menguji Kebenaran t hitung dan Menbandingkannya dengan t tabel
dengan rumus:
db = ( N1 + N2 ) - 1
Sumber: Sudijono dalam Sutedi (2011)
3.8.2 Data Angket
Data yang diperoleh dari angket, dianalisa dengan menggunakan rumus
perhitungan sebagai berikut:
Keterangan :
P : Persentase jawaban
f : Frekuensi yang sedang dicari persentasenya
N : Jumlah responden (sampel)
100% : Bilangan tetap
Kemudian dilakukan pengkriteriaan (Permana : 2001) sebagai berikut:
0% : Tak seorang pun
0% < P ≤ 25% : Sebagian kecil
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
P = 50% : Setengahnya
50% < P ≤ 75% : Sebagian besar
75% < P < 100% : Hampir seluruhnya
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis yang diuraikan penulis pada
bab sebelumnya, kesimpulan yang dapat diuraikan adalah sebagai berikut:
Dari hasil analisis data pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI Jurusan
Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI tahun akademik 2012/2013 sebelum
menggunakan teknik story retelling di kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata
pretest 68 dan nilai rata-rata posttest 75, maka kenaikan nilai rata-rata kelas
eksperimen yang menggunakan teknik story retelling adalah 7 angka. Hal ini dapat
disimpulkan, Kemampuan menyimak pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI
Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI tahun akademik 2012/2013 kelas
eksperimen mengalami peningkatan setelah menggunakan teknik story retelling.
Jika ditinjau dari perolehan nilai posttest antara kelas eksperimen dan kelas
kontrol terdapat perbedaan nilai yang cukup signifikan. Perolehan nilai rata-rata
posttest kelas eksperimen adalah 75 sementara perolehan nilai rata-rata kelas
kontrol adalah 70. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil pembelajaran
kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil
pembelajaran kelas kontrol. Dan ini membuktikan bahwa teknik story retelling
dapat meningkatkan kemampuan pembelajar bahasa Jepang tingkat II UPI Jurusan
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
nilai t hitung yang diperoleh untuk db 33 adalah 2,18 > 2,04 untuk taraf
signifikansi 5%, maka hipotesis nol (Ho) ditolak. Sedangkan pada taraf signifikansi
1% nilai t hitung lebih kecil dari pada nilai t tabel yaitu 2,18 < 2,75 maka hipotesis nol
(Ho) diterima.
Dari hasil angket yang diperoleh setelah treatment dilakukan dapat
disimpulkan bahwa terdapat perubahan prilaku yang ditunjukan setelah
menggunakan teknik story retelling, yaitu seperti perubahan strategi menyimak
yang dilakukan dan pembelajar dapat menemukan media pembelajaran yang tepat
yang dapat digunakan untuk bahan simakkan dalam bahasa Jpeang diluar jam mata
kuliah yaitu dengan menonton dorama/film.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data yang diperoleh pada
penelitian ini, maka dapat dikemukakan beberapa saran yang perlu ditindak lanjuti
untuk penelitian selanjutnya. Adapun saran yang dikemukakan adalah sebagai
berikut:
Dalam penelitian ini, hanya meneliti bagaimana kemampuan menyimak
pembelajar bahasa Jepang dengan menggunakan teknik story retelling pada mata
kuliah choukai tingkat chuukyu menggunakan media dorama. Alangkah lebih baik,
jika sebelum menentukan pemilihan dorama kita sebagai peneliti mengadakan
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
pembelajar didalam proses pembelajaran. Penulis memberikan saran perlu juga
diadakan penelitian mengenai teknik story retelling pada pembelajar tingkat
shokyuu dan tingkat joukyuu dengan mengganti media pembelajaran yang sesuai
berdasarkan kemampuan pembelajar tersebut. Selain itu, perlu juga diadakan
penelitian mengenai penggunaan teknik story retelling pada mata kuliah dokkai,
alasannya yaitu karena membaca dapat dijadikan sebagai bahan input pembelajar
yang kemudian dapat diimplementasikan hasil simakkan para pembelajar dengan
menggunakan teknik story retelling.
Penerapan teknik story retelling memerlukan waktu dan proses yang
berkesinambungan untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang lebih baik lagi.
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar.2009. Media pembelajaran. Available: griyadownload.com
Asfandiyar. 2007. Pengaruh Kegiatan Storytelling. Available: aprints.undip.ac.id
Dewi, Melia. 2013. Pemahaman Menyimak. Available: reposi tory.upi.edu.
Faisal. 1981. Metode Survey dengan Bantuan Angket. Available: repository.unej.ac.id
Karyati, Aloh. 2008.Efektivitas Metode Storytelling pada pembelajaran Kaiwa Bahasa
Jepang. Tesis. Tidak diterbitkan
Nana. 2005. Metode Peneitian Pendidikan. Available: library.um.ac.id
Nurgiantoro. 1998. Macam – macam validitas. Available: www.docstoc.com.
Sutedi, Dedi. 2009. Pengantar Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung:
Humaniora.
Sutedi, Dedi. 2011. Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung: Humaniora.
Suryanti, Yanti. 2002.
Sanjaya, Wina. 2010. Syamsuddin. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan. Available:
Ayu Amanda,2014
EFEKTIFITAS TEKNIK STORY RETELLING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN CHOUKAI
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Sugiono. 2008. Pengertian Design Penelitian. Available: ebookbrowsee.net
Tarigan. (2008). Menyimak Sebagai Suatu keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa
Zainul, Nasoetion. 1996. Pengertian dan Esensi Konsep Evaluasi, Asesmen, Tes.