• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV STRATEGI SEKTOR SANITASI KOTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV STRATEGI SEKTOR SANITASI KOTA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Strategi Sanitasi Kota (SSK) Batu IV-1

BAB IV

STRATEGI SEKTOR SANITASI KOTA

4.1 Tujuan, Sasaran dan Tahapan Pencapaian

Tujuan Umum pembangunan sanitasi di Kota Batu adalah terciptanya kondisi kota dan lingkungan yang bersih yang akan berdampak pada peningkatan mutu kehidupan masyarakat melalui peningkatan kesehatannya, tujuan ini akan dicapai melalui peningkatan pelayanan sanitasi secara kualitatif maupun kuantitatif.

4.1.1 Sub Sektor Persampahan Tujuan :

1. Tersedianya sarana dan prasarana persampahan yang berwawasan

lingkungan.

2. Memastikan pengutamaan penerapan teknologi persampahan berbiaya

rendah dan sensitif jender.

3. Terwujudnya pembangunan persampahan yang partisipatif dan tanggap

kebutuhan.

4. Diterapkannya Standar Pelayanan Minimum untuk layanan persampahan.

5. Meningkatnya intensitas upaya penyadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat secara terus menerus di sub sektor persampahan.

Sasaran dan target:

1. Peningkatan layanan pengangkutan sampah yang pada tahun 2009 sebesar 60 %

akan ditingkatkan menjadi 80 % pada tahun 2014.

2. Peningkatan kapasitas TPA dengan membangun TPA baru pada tahun 2014.

(2)

Strategi Sanitasi Kota (SSK) Batu IV-2 Tahapan pencapaian:

Grafik Tahapan Pencapaian Persampahan

Grafik diatas, menunjukkan tahapan pencapaian subsektor persampahan dari tahun 2009 sebesar 60 % akan ditingkatkan sebesar 4 % setiap tahun sehingga pada tahun 2014 akan mencapai 80 %.

4.1.2 Sub Sektor Air Limbah Tujuan :

1. Tersedianya sarana dan prasarana air limbah yang berwawasan

lingkungan.

2. Memastikan pengutamaan penerapan teknologi air limbah rumah tangga

berbiaya rendah dan sensistif jender.

3. Terwujudnya pembangunan sanitasi yang partisipatif dan tanggap

kebutuhan.

4. Diterapkannya Standar Pelayanan Minimum untuk layanan air limbah rumah tangga.

5. Meningkatnya intensitas upaya penyadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat secara terus menerus di sub sektor air limbah.

Sasaran dan target :

 Tidak ada BAB di tempat terbuka pada tahun 2014, yang pada saat ini mencapai

4,6 %.

 Peningkatan kualitas jamban keluarga dengan kampanye/sosialisasi tentang jamban keluarga yang memenuhi syarat di 84 % rumah yang telah memiliki jamban pada tahun 2014.

(3)

Strategi Sanitasi Kota (SSK) Batu IV-3

 Ketersediaan fasilitas MCK yang memadai di kawasan masyarakat yang

berpenghasilan rendah pada tahun 2014.

Tahapan pencapaian:

Grafik Tahapan Pencapaian Air Limbah

Grafik diatas, menunjukkan tahapan pencapaian subsektor air limbah dari tahun 2009 sebesar 84 % akan ditingkatkan sebesar 1,6 % setiap tahun sehingga pada tahun 2014 akan mencapai 92 %.

4.1.3 Sub Sektor Drainase Lingkungan Tujuan :

1. Tersedianya sarana dan prasarana drainase lingkungan.

2. Memastikan pengutamaan penerapan teknologi drainase lingkungan

berbiaya rendah dan sensistif jender.

3. Terwujudnya pembangunan drainase lingkungan yang partisipatif dan tanggap kebutuhan.

4. Diterapkannya Standar Pelayanan Minimum untuk layanan drainase

lingkungan.

5. Meningkatnya intensitas upaya penyadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat secara terus menerus di sub drainase lingkungan.

Sasaran dan target :

 Pelayanan drainase lingkungan tahun 2009 sebesar 62 % akan ditingkatkan menjadi 81 % pada tahun 2014.

(4)

Strategi Sanitasi Kota (SSK) Batu IV-4

 Akan dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi drainase lingkungan di 62% daerah yang telah mempunyai sarana prasarana drainase lingkungan dari tahun 2010 sampai 2014.

 Akan dilakukan pemeliharaan sarana dan prasarana drainase lingkungan yang telah ada dari tahun 2010 sampai 2014.

Tahapan pencapaian:

Grafik Tahapan Pencapaian Drainase Lingkungan

Grafik diatas, menunjukkan tahapan pencapaian subsektor drainase lingkungan dari tahun 2009 sebesar 62 % akan ditingkatkan sebesar 3,8 % setiap tahun sehingga pada tahun 2014 akan mencapai 81 %.

4.1.4 Aspek PHBS Tujuan :

1. Meningkatnya intensitas upaya penyadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat secara terus menerus di sektor sanitasi.

2. Meningkatnya keterlibatan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan)

dalam mengefektifkan Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Sasaran dan target :

Melanjutkan sosialisasi sanitasi total berbasis masyarakat yang sampai saat ini sudah berjalan di 4 desa yaitu Desa Sumberejo, Desa Mojorejo, Desa Gunungsari dan Desa Junrejo, sehingga seluruh masyarakat Kota Batu mendapatkan sosialisasi pada tahun 2011.

(5)

Strategi Sanitasi Kota (SSK) Batu IV-5 Tahapan pencapaian :

Grafik Tahapan Pencapaian PHBS

Grafik diatas, menunjukkan tahapan pencapaian aspek PHBS yang terdiri dari: a. Perilaku cuci tangan pakai sabun di 5 waktu penting, dari tahun 2009 sebesar

16,2 % akan ditingkatkan sebesar 8,38 % setiap tahun sehingga pada akhir tahun 2014 akan mencapai 58,1 %.

b. Perilaku BAB Sembarangan, dari tahun 2009 sebesar 13,9 % akan diturunkan sebesar 2,78 % setiap tahun sehingga pada akhir tahun 2014 akan menjadi 0 %.

c. Perilaku Buang Sampah Sembarangan, dari tahun 2009 sebesar 9 % akan

diturunkan sebesar 1,8 % setiap tahun sehingga pada akhir tahun 2014 akan menjadi 0 %.

4.2 Strategi Aspek Teknis dan PHBS

Dengan memperhatikan analisis SWOT yang menghasilkan isu-isu strategsis dan posisi strategi awal maka dapat disusun strategi pembangunan sanitasi kota yang sesuai dengan kondisi Kota Batu sampai tahun 2014. Strategi-strategi tersebut dihasilkan dengan :

 menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman.

 menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.

 Mengatasi kelemahan untuk mengantisipasi ancaman.

(6)

Strategi Sanitasi Kota (SSK) Batu IV-6 Sedangkan posisi awal strategi untuk aspek teknis dan PHBS seperti gambar berikut ini:

Gambar Diagram SWOT

Adapun strategi-strategi untuk tiap aspek teknis dan PHBS ditampilkan pada sub bab berikut.

4.2.1 Persampahan

Dari analisis SWOT tentang posisi awal strategi seperti dapat dilihat pada gambar diagram SWOT untuk sub sektor persampahan adalah terletak di kuadran I pada garis batas antara pertumbuhan cepat dan pertumbuhan stabil. Strategi yang dihasilkan adalah:

a. Penyusunan (rancangan) PERDA yang mengatur pengelolaan sampah

b. Optimalisasi kegiatan sosialisasi dan publikasi pengelolaan sampah

c. Peningkatan kuantitas dan kualitas SDM pengelolaan sampah.

d. Peningkatan sistem pengelolaan sampah.

e. Replikasi TPA sanitary landfill

f. Inisiasi kerjasama dengan sektor swasta dalam pengelolaan sampah

4.2.2 Air Limbah

Dari analisis SWOT tentang posisi awal strategi yang dilihat pada gambar diagram SWOT untuk sub sektor air limbah adalah terletak di kuadran III pada posisi berputar. Strategi yang dihasilkan adalah:

a. Inisiasi kerjasama dengan sektor swasta dalam pengelolaan air limbah b. Optimalisasi sistem pengelolaan air limbah eksisting

(7)

Strategi Sanitasi Kota (SSK) Batu IV-7

d. Optimalisassi pemanfaatan anggaran APBD Kota, APBD Prov. dan APBN

e. Perencanaan dan pembangunan sarana dan prasarana IPAL limbah

ternak dan IPAL tahu tempe.

f. Optimalisasi kegiatan sosialisasi dan publikasi pengelolaan air limbah. 4.2.3 Drainase Lingkungan

Dari analisis SWOT tentang posisi awal strategi yang dilihat pada gambar diagram SWOT untuk sub sektor drainase lingkungan adalah terletak di garis batas antara kuadran II dan III pada posisi garis batas antara pemeliharaan selektif dan berputar. Strategi yang dihasilkan adalah:

a. Penyusunan (rancangan) PERDA yang mengatur pengelolaan drainase lingkungan.

b. Pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM.

c. Optimalisasi kegiatan sosialisasi dan publikasi pengelolaan drainase lingkungan.

d. Optimalisassi pemanfaatan anggaran APBD Kota, APBD Prov. dan APBN.

e. Perencanaan dan pembangunan sarana dan prasarana drainase

lingkungan.

f. Optimalisasi saluran drainase lingkungan eksisting. 4.2.4 Aspek PHBS

Dari analisis SWOT tentang posisi awal strategi yang dilihat pada gambar diagram SWOT untuk sub sektor air limbah adalah terletak di kuadran I pada posisi pertumbuhan stabil. Strategi yang dihasilkan adalah:

a. Optimalisassi pemanfaatan anggaran APBD Kota, APBD Prov. dan APBN.

b. Pengembangan dan peningkatan kapasitas personil dan kader kesehatan

di desa/kelurahan.

c. Optimalisasi kegiatan sosialisasi dan publikasi aspek PHBS.

d. Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.

e. Inisiasi kerjasama dengan sktor swasta dalam aspek PHBS.

4.3 Strategi Aspek Non-Teknis

Aspek Non Teknis sebagai pendukung Aspek Teknis dan PHBS, maka strateginya harus bersifat mendukung strategi Aspek Teknis dan PHBS.

Adapun strategi-strategi untuk tiap aspek non teknis ditampilkan pada sub bab berikut.

(8)

Strategi Sanitasi Kota (SSK) Batu IV-8

4.3.1 Aspek Kebijakan Daerah dan Kelembagaan

Sebagai salah satu pendukung strategi aspek teknis dan PHBS, maka strategi Aspek Kebijakan Daerah dan Kelembagaan adalah :

a. Penyusunan (rancangan) PERDA yang mengatur pengelolaan sanitasi

b. Peningkatan kuantitas dan kualitas SDM pengelola sanitasi.

c. Menjalin kerjasama dengan sektor swasta dalam pengelolaan sanitasi.

4.3.2 Aspek Keuangan

Sebagai salah satu pendukung strategi aspek teknis dan PHBS, maka

strategi Aspek Keuangan adalah :

a. Optimalisassi pemanfaatan anggaran APBD Kota, APBD Prov. dan APBN.

b. Optimalisasi (ekstensifikasi) Retribusi sanitasi (revisi PERDA

kebersihan).

c. Pengalokasian program non fisik, minimal 20% dari total pendanaan program sanitasi pada tiap – tiap SKPD terkait sanitasi

4.3.3 Aspek Komunikasi

Sebagai salah satu pendukung strategi aspek teknis dan PHBS, maka strategi Aspek Komunikasi adalah :

a. Optimalisasi kegiatan sosialisasi dan publikasi pengelolaan sanitasi. 4.3.4 Aspek Keterlibatan Pelaku Bisnis

Sebagai salah satu pendukung strategi aspek teknis dan PHBS, maka strategi Aspek Keterlibatan Pelaku Bisnis adalah :

a. Optimalisasi keterlibatan pelaku bisnis dalam pengelolaan sanitasi 4.3.5 Aspek Partisipasi Masyarakat dan Jender

Sebagai salah satu pendukung strategi aspek teknis dan PHBS, maka strategi Aspek Partisipasi Masyarakat dan Jender adalah :

a. Peningkatan partisipasi masyarakat dan jender dalam penerapan pola hidup sehat.

b. Peningkatan kepedulian masyarakat tentang pemeliharaan sistem

sanitasi.

c. Pelibatan perempuan dalam pengelolaan sanitasi

Gambar

Grafik Tahapan Pencapaian Persampahan
Grafik Tahapan Pencapaian Air Limbah
Grafik Tahapan Pencapaian Drainase Lingkungan
Grafik Tahapan Pencapaian PHBS
+2

Referensi

Dokumen terkait

Refleksi adalah mengingat dan merenungkan suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi (Kunandar, 2009:75). Pada tahap refleksi ini dikaji secara

26 Nganjuk usaha Pengemban gan Masyarakat Melalui Program Pemberday aan Perempuan Berbasis Ekonomi Lokal (Studi pada Kelompok Usaha Bersama Batik Sekar di Desa Putat,

Dapat disitupulkan bahwa globulin 7S dan II S dari kacang kornak memiliki pola elektroforesis yang mirip dengan kedelai Hal ini dapat dilihat dari konformasi alami

sebagaimana dimaksud pada Pasal 36 ayat (1), PPNS dapat memberitahukan secara lisan atau telepon, surat elektronik, dan pesan singkat kepada Penyidik Polri guna

Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik Tyas Orchid maka dapat disimpulkan bahwa visi dari perusahaan Tyas Orchid yaitu ingin menjadi pemimpin pasar untuk bisnis tanaman hias

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosialisasi nilai-nilai Persatuan Indonesia melalui pemutaran video lagu dengan modifikasi strategi Tebak Kata dan

Dengan metode demonstrasi yang dilakukan dengan bermain kartu bilangan, suasana pembelajaran akan berlangsung menyenangkan dan menggairahkan karena siswa tidak merasa dipaksa

Secara umum keuntungan pembelajaran matematika berbasis media TIK yang dapat diperoleh bagi peserta didik, khususnya bagi siswa tunarungu adalah: (1) peserta