1 | P a g e
Akuntansi Germanic dan Akuntansi Eropa Timur
Makalah Akuntansi Internasional
Dosen: DR. Yeni Elfiza Abbas, MM, Ak
Disusun oleh Kelompok VII :
1. Ayu Safitri : 2013.35.2296 2. Umarrulloh Ulfani : 2013.35.2297 3. Putri Rahayu : 2013.35.2298 4. Nurisma Septia Anggraeni : 2013.35.2299
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI AHMAD DAHLAN
JAKARTA
2 | P a g e
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah tentang Akuntansi Germany dan Akuntansi Eropa Timur dengan baik
meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Akuntansi Germany dan Akuntansi
Eropa Timur. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurns. Oleh sebeb itu, ksmi berharap adanya
kritik, saran dan ususlan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi diri
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami mohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.
Jakarta, Juni 2016
3 | P a g e
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi yang sangat cepat dengan kemajuan tekhnologi,
aktivitas pasar modal pun dituntut untuk setara dalam memberi kemampuan
menghasilkan informasi. Akuntansi adalah hal yang di lihat dalam memainkan
peran untuk menghasilkan informasi, yang berguna bagi pihak internal maupun
pihak eksternal. Tujuan dari akuntansi adalah menyediakan informasi yang
dapat digunakan oleh pengambil keputusan untuk membuat keputusan
ekonomi.
Akuntansi memberikan seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan
untuk memfasilitasi alokasi pemusatan sumber dana oleh pengguna. Jika
informasi tersebut dapat di andalkan maka sumber daya yang terbatas dapat di
alokasikan secara optimal dan efesien. Akuntansi internasional memperluas
akuntansi yang bertujuan umum yang berorientasi nasional, dalam arti luas
untuk Analisa komparatif internasional, Pengukuran dari isu-isu pelaporan
akuntansinya yang unik bagi transaksi-transaksi bisnis mulitnasional,
kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional, dan harmonisasi
keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik, organisasi,
profesi dan pembuatan standar.
Globalisasi bisnis tampak dari perdagangan bebas antar Negara yang
mengakibatkan munculnya banyak perusahaan multinasional, hal ini
berpengaruh pula pada kebutuhan akan harmonisasi akan suatu standar yang
berlaku kepada seluruh dunia. Harmonisasi menyatakan proses dalam
peningkatan kompatibilitas atau kesesuaian praktik akuntansi terhadap
penentuan batasan-batasan besar praktik-praktik yang beragam. Adanya upaya
harmonisasi tersebut diharapkan nantinya akan mampu menyelaraskan
4 | P a g e
Konvergensi dalam standar akuntansi dan dalam konteks standar
internasional berarti nantinya ditujukan hanya akan ada satu standar. Satu
standar itulah yang kemudian berlaku menggantikan standar yang tadinya
dibuat dan dipakai oleh negara itu sendiri. Sebelum ada konvergensi standar
biasanya terdapat perbedaan antara standar yang dibuat dan dipakai di negara
tersebut dengan standar internasional.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sistem Akuntansi Germany? 2. Bagaimana Sistem Akuntansi Eropa Timur?
1.3 Tujuan
5 | P a g e
BAB II PEMBAHASAN
A. Beberapa Pengamatan Tentang Standard Praktik Akuntansi
Standar akuntansi merupakan regulasi atau peraturan (sering kali termasuk hukum
dan anggaran dasar) yang mengatur pengolahan laporan keuangan .
Tiga alasan praktik akuntansi dapat menyimpang dari standar akuntansi :
1. Di banyak negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif.
2. Perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi dari pada yang diharuskan.
3. Beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk keluar jalur standar akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
B. IFRS dalam Uni Eropa
Kecenderungan dalam laporan keuangan menghadap kearah kewajaran penyajian, setidaknya bagi laporan keuangan gabungan. Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun 2005.
6 | P a g e
Persyaratan IFRS
C. Laporan Keuangan
Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan penjelasan. Ungkapan penjelasan harus mencakup :
1. Kebijakan akuntansi yang diikuti.
2. Penilaian yang dibuat oleh manajemen dalam menerapkan kebijakan
akuntansi yang penting.
3. Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi.
D.Patokan Akuntansi
7 | P a g e
pada dasar yang sistematis, biasanya membayar utang pinjaman pada dasar garis lurus.
Goodwill merupakan perbedaan antara harga pasar dari pertimbangan yang ada dan harga pasar dari asset cabang, kewajiban, dan kewajiban bersayarat. Goodwill yang negatif harus segera diakui dalam pendapatan. Entitas-entitas yang dokontrol bersama-sama bisa dibukukan, baik untuk gabungan yang proporsional atau metode ekuitas. Penanaman modal dalam perusahaan gabungan dibukukan dengan metode ekuitas.
E. Sistem Akuntansi German
Jerman menganut code law, sehingga standar akuntansi di Jerman
tergantung pada undang-undang. Akuntansi di Jerman didisain untuk menghitung
jumlah penghasilan yang hati-hati (prudent). Standar Akuntansi di Jerman
(GASB) diawasi oleh GASC yang didirikan pada 1998, dan bertugas untuk
mengembangkan standar Jerman yang cocok dengan standar internasional.
Kelompok negara-negara Germanic berbeda secara signifikan dari kelompok
Anglo Amerika dan nordic. Pengaruh hukum perusahaan dan perpajakan adalah
yang tertinggi. Kelompok Germanic termasuk Jerman dan Austria sama halnya
dengan Israel dan Swiss. Germanic accounting juga dipengaruhi oleh Prancis, dan
Jepang.
Tradisi akuntansi di Jerman memberikan pilihan pada keperluan informasi
untuk kreditor dan otoritas perpajakan. Dalam Studi terakhir Black and White
(2003) memberikan bukti bahwa item-item neraca seperti nilai buku ekuitas lebih
bernilai relevan daripada pendapatan di Jerman. Hukum perusahaan terlihat
sebagai pengaruh utama dalam akuntansi Jerman. Sistem yang legal disusun
dengan ketat dan merupakan yang paling menentukan karena berdasarkan sistem
hukum romawi sebagai lawan dari sistem anglo amerika. Tradisi keseragaman
dalam akuntansi telah mendominasi Jerman, dan telah memimpin perkembangan
8 | P a g e
kuat dalam sistem akuntani. Oleh karena itu setiap pinjaman dan pengurangan
untuk pajak harus dibebankan ke akun tahunan.
Profesi akuntan relatif kecil dan pengumuman profesional mempunyai
status yang kurang. Bursa efek Jerman tetap relatif kecil, mencerminkan
kenyataan bahwa sumber finansial yang utama berasal dari bank sepanjang
kepentingan pemerintah dan keluarga. Meskipun demikian bursa efek menjadi
lebih penting di Jerman dan banyak perusahaan multinasional Jerman terdaftar di
bursa efek amerika. Hal ini mempengaruhi kebiasaan pelaporan perusahaan dan
mendukung beberapa pengungkapan informasi. Kode komersial yang mengatur
secara detail mengenai kebutuhan akuntan dalam perusahaan perseroan terbatas.
Hal ini telah diatur oleh Accounting Directives Law of 1985. yang
mengimplikasikan EU Fourth and Seventh Directives. A German Accounting
Standar Board yang didirikan mirip dengan FASB di Amerika Serikat dan kode
komersial mengeluarkan peraturan yang mengijinkan akun konsolidasi bisa
disiapkan dalam basis amerika. German mengadopsikan IFRS untuk perusahaan
yang terdaftar dalam bursa efek mulai tahun 2005 sebagai bagian dari peraturan
uni eropa.IFRS menjadi mandataris bagi perusahaan yang telah terdaftar di bursa
efek mulai tahun 2005.
Ada lima perusahaan besar yang terlibat dalam penyusunan standar di Jerman:
1. German Accounting Standards Committee atau GASC, atau dalam bahasa
Jerman, Deutsches Rechnungslegungs Standards Committee atau DRSC (Otoritas penyusun standar Jerman)
2. Financial Accounting Control Act (Badan pengontrol kepatuhan).
3. Financial Reporting Enforcement Panel atau FREP (Dewan sector swasta) 4. Federal Financial Supervisory Authority (Dewan sector public)
5. Wirtschaftsprufer atau WPs (Badan pemeriksa perusahaan)
German Accounting Standards Committee (GASC), didirikan tidak lama
sesudahnya, dan selanjutnya diresmikan oleh Menteri Kehakiman sebagai
otoritas penyusun standar Jerman. GASC mengawasiGerman Accounting
9 | P a g e
mengeluarkan standar akuntansi. GASB berisi tujuh orang ahli audit, analisis
keuangan, akademis, dan industri yang mandiri.
Sistem penyusunan standar akuntansi Jerman secara umum sama dengan
ssitem yang digunakan di Inggris dan Amerika Serikat, dan sama dengan
IASB. Namun penting untuk menekankan bahwa standar GASB merupakan
rekomendasi otoriter yang hanya berlaku untuk laporan keuangan gabungan.
Gambaran Ekonomi Negara Jerman
Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus-menerus dan
hasilnya luar biasa sejak berakhirnya Perang Dunia II. Dalam suatu peristiwa
yang besar, Hukum Perusahaan tahun 1965 mengubah sistem pelaporan
keuangan Jerman dengan mengarah pada ide-ide Ingsir-Amerika.
Pengungkapan lebih banyak, konsolidasi terbatas dan laporan manajemen
perusahaan diwajibkan. Laporan manajemen dan persyaratan audit tambahan
menjadi kewajiban setelah pemberlakuan Undang-undang Publikasi
Perusahaan tahun 1969.
Perlindungan terhadap kreditor merupakan perhatian yang fundamental bagi
akuntansi di Jerma yang dimasukkan dalam Hukum Komersial. Penilaian
neraca yang konservatif merupakan hal utama bagi perlindungan kreditor.
Cadangan dipandang sebagai perlindungan terhadap resiko yang tidak terduga
dan kemungkinan mengalami gagal bayar. Dengan demikian, akuntansi di
Jerman dirancang untuk menghitung jumlah laba yang sangat hati-hati
sehingga membuat kreditor tidak mengalami kerugian setelah pembagian laba
dilakukan untuk para pemilik.
Regulasi dan Penegak Aturan Akuntansi
Institut Jerman memberikan konsultasi dalam berbagai tahap pembuatan
hukum yang mempengaruhi akuntansi dan pelaporan keuangan, namun
demikian tetap saja ketentuan hukumlah yang paling utama. Undang-undang
tentang Pengendalian dan Transparansi tahun 1998 memperkenalkan
keharusan bagi Kementrian Kehakiman yntuk mengakui badan swasta yang
10 | P a g e
1. Mengembangkan rekomendasi atas penerapan standar akuntansi dalam
laporan keuangan konsolidasi.
2. Memberikan nasihat kepada Kementrian Kehakina atas legalisasi
akuntansi yang baru.
3. Mewakili Jerman dalam organisasi akuntansi internasional.
Komite Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards
Committee-GASC) atau dalam bahasa Jerman, Deutsches
Rechnungslegungs Standard Committee (DRSC) didirikan tidak lama
sesudah itu dan langsung diakui oleh Kementrian Kehakiman sebagai
pihak berwenang dalam menetapkan standar di Jerman.
Sistem penetapan standar akuntansi yang baru di Jerman secara garis besar
mirip dengan sistem yang ada di Inggris dan Amerika Serikat. Namun
demikian, penting untuk diperhatikan bahwa standar GASB adlah
rekomendasi wajib yang hanya berlaku untuk laporan keuangan
konsolidasi.
Akuntan publik bersertifikat di Jerman disebut
sebagaiWirtschaftsprufer (WP) atau pemeriksaan perusahaan. OLeh hukum WP diwajibkan untuk bergabung dalam kamar Akuntan Resmi
(Wirtschaftspruferkammer), yang didirikan pada tahun 1971 sebagai badanpengatur bagi WP. Undang-undang Akuntansi tahun 1985 memperluas persyaratan audit bagi lebih banyak lagi perusahaan.
Pelaporan Keuangan
Undang-undang Akuntansi tahun 1985 secara khusus menentukan
ketentuan akuntansi, auditing dan pelaporan keuangan yang berbeda-beda
menurut ukuran perusahaan, bukan menurut bentuk organsisasi.
Undang-undang Akuntansi tahun1985 secara khusus menentukan isi dan bentuk
laporan keuangan, yang meliputi:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
11 | P a g e
4. Laporan Manajemen
5. Laporan Auditor
Perusahaan kecil dikecualikan dari ketentuan audit dan dapat menyusun neraca
dalam bentuk yang diringkas. Perusahaan berukuran kecil dan menengah dapat
menysun laporan laba rugi yang ringkas. juga memiliki ketentuan pengungkapan
yang lebih sedikit dalam catatanlaporankeuangan.
Laporan manajemen menjelaskan posisi keuangan dan perkembangan usaha
selama tahun tersebut, peristiwa setelah tanggal neraca yang penting, antisipasi
terhadap perkembangan masa depan, dan kegiatan penelitian dan pengembangan.
Undang-undang tahun 1998 mengharuskan perusahaan yang sahamnya
diperdagangkan kepada piblik untuk memberikan pengungkapan segmen
tambahan dan laporan perubahan ekuitas dalam laporan konsolidasinya.Laporan
keuangan konsolidasi wajib dibuat oleh perusahaan yang berada dibawah satu
manajemendan dengan penguasaan atas mayoritas hak suara, pengaruh dominan
melalui kontrak pengendalian aktiva, atau hak untuk mengangkat atau
memberhentikan mayoritas dewan direksi.Legislasi yang diberlakukan pada tahun
1998 memperbolehkan perusahaan yang mengeluarkan utang atau ekuitas pada
pasar modal terorganisir untuk menggunakan standar yang diterima secara
internasional (seperti IFRS atau GAAP AS) dalam laporan keuangan konsolidasi
sebagai ganti Hukum Komersial Jerman atau disingkat sebagai KapAEG).
Pengukuran Akuntansi
Berdasarkan Hukum Komersial (HGB), metode pembelian (akuisisi) adalah
metode konsolidasi yang utama, meskipun penyatuan kepemilikan juga dapat
diterapkan dalam kondisi yang terbatas. Aktiva dan kewajiban dari perusahaan
yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan jumlah yang tersisa
merupakan goodwill. Goodwill dapat disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat ekonomisnya.
12 | P a g e
menggunakan sejumlah metode. Perbedaan translasi diperlakukan dengan
beberapa cara. Akibatnya, perhatian khusus harus diberikan terhadap catatan
laporan di mana metode translasi mata uang asing harus djelaskan.
GAS lebih ketat bila dibandingkan dengan HGB dalam hal laporan keuangan
konsolidasi. Menurut GAS 4, metode revaluasi harus digunakan, sedangkan aktiva
dan kewajiban yand diperoleh dalam penggabungan usaha harus direvaluasi
menjadi nilai wajar dan kelebihan yang tersisa dialokasikan menjadi goodwill.
Provisi sebagai estimasi beban atau kerugian masa depan sangat digunakan.
Provisi harus dibuat untuk beban perawatan yang ditangguhkan, jaminan produk,
kerugian potensial akibat transaksi yang ditangguhkan, dan kewajiban tidak pasti
lainnya. Kebanyakan perusahaan membuat provisi dalam jumlah sebesar mungkin
karena beban yang secara hukum telah dibebankan mempengaruhi penentuan
besarnya laba kena pajak secara langsung. Provisi memberikan kesempatan bagi
perusahaan Jerman untuk melakukan perataan laba.
Ciri utama sistem pelaporan keuangan di Jerman adalah laporan secara pribadi
oleh auditor kepada dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawas
perusahaan.
Pengukuran Akuntansi
Metode pembelian adalah metode konsolidasi yang utama
Aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai
13 | P a g e
Goodwill dapat disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau
diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat ekonominya.
Usaha patungan dapat dicatat dengan menggunakan metode konsolidasi
proporsional atau metode ekuitas.
Biaya historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud.
Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau pasar,
metode yang digunakan untuk menghitung biaya adalah FIFO atau rata –
rata tertimbang.
Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya
F. Sistem Akuntansi Di Negara Eropa Timur
Akuntansi di Eropa Timur menurut sejarah didasarkan pada konsep
sosialis yang berfokus kepada rencana ekonomi. Akuntansi mereka juga
condong kearah kebutuhan petugas pajak dan fokus sedikit ke arah
pencerminan laba perusahaan. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir. Negara
di Eropa Timur telah menerapkan transisi dari negara sosialis menuu ke gaya
ekonomi pasar barat. Bagian ini menjelaskan mengenai Rusia, Polandia dan
Rep. Ceko yang merubah sistem akuntansinya seiring pergerakan mereka
menuju pasar ekonomi.
Polandia
Polandia memulai transisinya ke arah pasar ekonomi pada tahun 1990
menggunakan model shock therapy, yang berarti bahwa semua perubahan
dibuat secara bersamaan. Faktanya tujuan Polandia adalah membangun basis
untuk pasar ekonomi dalam satu tahun. Dengan cara membuat legal,
institusional dan institusi ekonomi yang diperlukan untuk membantu
14 | P a g e
susah seperti inflasi yang tinggi. Negara mereka pun menjadi salah satu
pemimpin diantara negara transisi. Kemiskinan dan pengngangguran masih
tetap tinggi di Polandia, tetapi negaa ini tetap membuat kemajuan. Munkin
yang paling berarti adalah masuknya negara ini ke dalam Uni Eropa pada
tahun 2004.
Dibawah rezim komunis, akuntansi tetap eksis untuk mengatur
penggunaan aset negara dan menjaga aset publik dari pencurian. Menteri
keuangan membuat akuntansi untuk mengontrol kegiatan dari perusahaan
perseorangan. Rencana akuntansi Soviet dikenalkan pada tahun 1953-1954
yang mana mengalokasikan dana surplus untuk aktivita negara. Dengan begitu
akuntansi ada bukan untuk mengukur keubntungan atau efidiensi tetapi untuk
menolong pemerintah menyalurkan dana untuk aktivitas negara.
Pengungkapan yang digunakan untuk mengetahui seberapa bagus perusahaan
mencapai targetsurplus. Meskipun tidak ada hukuman untuk kegagalan,
perusahaan masih beresiko untuk tidak disukai oleh partai komunis.
Sistem akuntansi polandia melalui 3 tahapan transisi yaitu pada
tahun:1991, 1994, dan 2000. ketetapan akuntansi 1991 yang dikeluarkan oleh
menteri keuangan untuk menyediakan peraturan yang menjembatani transisi
ekonomi menuju pasar ekonomi. Tetapi, ketetapan yang dibuat tanpa
mengkonsultasikan perbedaan pengguna informasi sangat dikritik karena
sangat tidak membantu dan banyaknya ketidak konsistenan antara praktik dan
aturan.
The Accounting Act tahun 1994 yang dikeluarkan untuk membawa
akuntansi Polandia lebih dekat dengan standar Uni Eropa. Polandia mengadopsi ide dari “true and fair view” dan mengeluarkan standar untuk mengisi kekosongan dalam sistem. Peraturan ini membuang persyaratan untuk
menggunakan chart of account dan mensyaratkan perusahaan untuk
mengembangkan rencana akuntansi perusahaan. Sebagai tambahan , ini
15 | P a g e
bursa saham, lebih spesifik lagi di daerah pengungkapannya. Standar
Akuntansi Polandia sekarang sudah lebih sejalan dengan IFRS.
Rusia
Meskipun situasi ekonomi di Rusia telah meningkat, negara ini berbeda
dengan negara transisi lainnya. Pertama, saham perusahaan baru masih kecil
dibandingkan dengan yang lain. Yang kedua, banyaknya unit prodeksi
bergaya soviet lama yang mesih berfungsi meskipun dalam keadaan merugi.
Kemampuan negara ini untuk tumbuh berasal dari Sumber Daya Alamnya,
contohnya minyak dan gas, lebih jauh mereka mendominasi dengan monopoli
lamanya yang tidak berubah.
Dalam Federasi Rusia, pemerintah mempunyai kontrol tunggal atas
akuntansinya. Sebagai hasil dari latar belakang negara sosialis. Standar
akuntansi Rusia diformulasikan untuk melacak input dan output. Karena itulah
standar mencerminkan sedikit tentang nilai dan laba. Perusahaan di Rusia
lebih condong merubah laba untuk menghindari pajak dan merubah
pendapatan agar terlihat lebih menguntungkan bagi investor.
Umumnya menteri keuangan Rusia membuat ketetapan akuntansi.
tetapi, CBRF yang bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi dan
audit untuk bank dan institusi kredit. Sebagai tambahan CBRF memonitor
mereka dan meneapkan persyaratan modal minimum.
Pada tahun 2002 perdana menteri Rusia mengumumkan bahwa
perusahaan Rusia dan bank harus membuat laporan keuangan yang sesuai
dengan IFRS pada aawal tahun 2004. lebih spesifik lagi semua pernyataan
konsolidasi oleh perusahaan dan bank harus disiapkan dengan IFRS. Laporan
keuangan bank individual juga harus disiapkan dengan IFRS tetapi untuk
perusahaan individual harus lanjut menggunakan GAAP Rusia.
Republik Ceko
Rep. Ceko mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1993 dan secara
bertahap mengikuti polandia dan menggunakan model shock therapy sebagai
16 | P a g e
dnegan sukes beberapa tahun pertama, Rep. Ceko mendapatkan masalah
dengan mata uangnya pada tahun 1996, yang mana membutuhkan keputusan
kebijakan uang ketat. Perekonomian masih menderita karena defisit keuangan
besar dan inflasi yang terus meningkat. Tetapi banyak orang merasa Rep.
Ceko telah berhasil mentransisi dirinya ke pasar ekonomi, hal ini dibuktikan
dengan masuknya mereka ke Uni Eropa pada tahun 2004.
Rep. ceko memperkenalkan sistem akuntansi dan pajak yang baru pada
tahun 1993. seperti polandia, standar ini masih dibuat oleh menteri keuangan,
tetapi mereka lebih fokus ke standar ekonomi yang dibawa pasar. Rep. Ceko
sekarang bekerja untuk menghilangkan perbedaan antara peraturan akuntansi
Ceko dengan IFRS menggunakan aturan Ceko.
Seperti Polandia, hak masuk Rep. Ceko ke Uni Eropa merupakan
langkah besar untuk negara ini karena persyaratannya yang berat. Sebagai
tambahan ini menggambarkan kesuksesan negara ini untuk pasar ekonomi.
Meskipun keterpurukan ekonomi masih ada. Sebagai bagian dari Uni Eropa,
republik ceko mengadopsi IFRS pada tahun 2005. Tantangan Rep. Ceko pada
saat ini adalah untuk bertahan dengan perubahan yang cepat tanpa manajemen
senior. Perubahan menuju IFRS membutuhkan banyak perjuangan dari
seluruh perusahaan untuk menggunakan sistem baru dalam proses
17 | P a g e
BAB III
18 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA
http://khair2120.wordpress.com/2011/02/26/akuntansi-komparatif-1-negara-jerman/
http://akuntansiindra.blogspot.com/2008/08/akuntansi-komparatif-sistem-akuntansi.html
Frederick D. S. Choi, Gary K. Meek. International Accounting, Salemba 4, 2005,
Jakarta.
https://christomario.wordpress.com/2012/04/07/bab-iii-akuntansi-komparatif-eropa/