• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepabeanan Ekspor Impor pertemuan 12

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kepabeanan Ekspor Impor pertemuan 12"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Wewenang Pemeriksaan :

Terhadap barang

Terhadap sarana pengangkut

Terhadap tempat / bangunan

Terhadap badan / orang

(2)

WEWENANG CUSTOMS

(KONSEP PEMBUKUAN)

a. meminta laporan keuangan, buku, catatan, dokumen dan surat yang berkaitan dengan kegiatan kepabeanan;

b. meminta keterangan lisan/tertulis dari orang terkait; c. memasuki bangunan kegiatan usaha, ruangan tempat

penyimpanan laporan keuangan, buku, catatan, dokumen dan surat maupun barang yang berkaitan dengan kegiatan kepabeanan;

d. melakukan tindakan pengamanan terhadap tempat/ruangan penyimpanan dokumen jika dianggap perlu.

melakukan audit kepabeanan

(3)

KONSEP PEMBUKUAN

PEMBUKUAN

adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan

informasi yang meliputi dan mempengaruhi keadaan harta, utang, modal, pendapatan, dan biaya yang secara khusus menggambarkan

jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang kemudian diikhtisarkan dalam laporan keuangan

YG BERKEWAJIBAN MEMBUAT

 IMPORTIR  EKSPORTIR  PENGUSAHA TPS  PENGUSAHA TPB

PPJK

(4)

KONSEP PEMBUKUAN

BUKU

CATATAN

SURAT-SURAT

Wajib disim

pan 10 tahu

n

MENGGAMBARKAN KEGIATAN USAHA SEBENARNYA, MINIMAL CATATAN

HARTA, KEWAJIBAN, MODAL, PENDAPATAN DAN BIAYA

MENGGUNAKAN HURUF LATIN, ANGKA ARAB, MATA UANG RUPIAH, BAHASA INDONESIA ATAU MATA UANG ASING DAN BAHASA ASING

(5)

AUDIT KEPABEANAN

Untuk

Audi

t Kep

abean

an

IMPORTIR, EKSPORTIR, PENGUSAHA TPS, PENGUSAHA TPB, PPJK, PENGUSAHA PENGANGKUTAN

WAJIB MENYERAHKAN

laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan

(6)

AUDIT KEPABEANAN

Kegiatan Pemeriksaan

laporan keuangan, buku, catatan dan

dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan

surat yang berkaitan dengan kegiatan

usaha, termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan,

dan/atau sediaan barang dalam

(7)

BEA CUKAI BERWENANG MELAKUKAN AUDIT TERHADAP

IMPORTIR

EKSPORTIR

PENGUSAHA TPS

PENGUSAHA TPB

PPJK

PENGUSAHA PENGANGKUTAN

(8)

Tu j u a n A u d i t K e p a b e a n a n

Pemberian pelayanan kepabeanan menerapkan

risk management

, sehingga pemeriksaan

pabean dilakukan

secara selektif

dan

pengawasan dilakukan dengan

Post Clearance Audit

Menguji

tingkat kepatuhan

pengguna jasa

kepabeanan atas pemenuhan ketentuan

perundang-undangan di bidang kepabeanan dan

ketentuan perundang-undangan lainnya yang

terkait dengan kepabeanan

Mengamankan penerimaan negara

disekitar

(9)

A

U

D

IT

K

E

PA

B

E

A

N

A

N

AUDIT UMUM AUDIT KHUSUS AUDIT INVESTIGASI

audit kepabeanan yang memiliki ruang lingkup pemeriksaan secara lengkap dan

menyeluruh terhadap pemenuhan kewajiban kepabeanan

audit kepabeanan yang memiliki ruang lingkup pemeriksaan terhadap pemenuhan

kewajiban kepabeanan tertentu

audit kepabeanan yang dilakukan untuk menyelidiki dugaan tindak

(10)

AUDIT UMUM

DILAKUKAN SECARA:

• TERENCANA 

SESUAI DAFTAR RENCANA OBYEK AUDIT (DROA)

SEWAKTU-WAKTU 

Perintah Dirjen, Permintaan Direktur, KaKanwil,

KaKPU, permintaan instansi diluar DJBC, permintaan obyek audit, dan Informasi Masyarakat

(11)

AUDIT KHUSUS

SEWAKTU-WAKTU

Berdasar Perintah Direktur Jenderal,

permintaan bidang yang terkait,

permintaan instansi diluar DJBC,

permintaan obyek audit, dan

Informasi Masyarakat

(12)

AUDIT INVESTIGASI

Secara sewaktu-waktu

Dalam hal terdapat indikasi tindak pidana di

bidang kepabeanan dan/atau cukai

Indikasi-  didasarkan pada rekomendasi dari

bidang penindakan

Pelaksanaan audit investigasi harus

didahulukan dari audit umum dan audit khusus guna penyelesaian secepatnya

(13)

TIM AUDIT ....

Pengawas Mutu Audit

Pengendali Teknis Audit

Ketua Auditor

Satu orang atau lebih Auditor

AUDIT INVESTIGASI DITAMBAH DENGAN PEJABAT / PETUGAS DARI BIDANG PENINDAKAN

BILA DIPANDANG PERLU, DAPAT DITAMBAH :

 PEJABAT / PETUGAS DARI BIDANG LAIN SELAIN AUDITOR SESUAI

KOMPETENSINYA

 PEJABAT / PETUGAS DARI INSTANSI LAIN

(14)

PELAKSANAAN AUDIT

MELIPUTI :

 PEKERJAAN LAPANGAN :

- . Paling Lama 30 hari, dan

- . Terbagi dalam 2 (dua) kegiatan :

1. Penyampaian Surat Tugas/Perintah dan Observasi; 2. Pengumpulan Data dan Informasi

Dalam tahap ini, Tim Audit dapat melakukan pencacahan fisik dan sediaan barang

DAN

 PEKERJAAN KANTOR

HARUS DISELESAIKAN DALAM JANGKA WAKTU PALING LAMA 3 (TIGA) BULAN

(15)

Kewajiban

Auditee

...

menyerahkan data audit dan

menunjukkan sediaan barangnya

memberikan keterangan lisan dan/atau

tertulis

menyediakan tenaga dan/atau peralatan

atas biaya Auditee apabila penggunaan data elektronik memerlukan peralatan dan/atau keahlian khusus;

Jika Auditee tidak Kooperatif

:

Auditee/wakil menolak diaudit 

menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Diaudit

Auditee/wakil menolak

menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Diaudit  Tim Audit

(16)

S a n k s i ! ! !

Orang

yang

tidak

menyelenggarakan

pembukuan

dikenai sanksi administrasi berupa

denda sebesar

Rp 50.000.000,00

(Pasal 52 (1) UU No. 17/2006)

Orang

yang

tidak

memenuhi

ketentuan

Pembukuan

dikenai sanksi administrasi berupa

denda sebesar

Rp 25.000.000,00

(

Pasal 52 (2) UU No. 17/2006)

Orang yang menyebabkan pejabat bea dan cukai

(17)

TINDAKAN

PENGAMANAN

TINDAKAN PENYEGELAN dilakukan untuk menjamin Lap Keu, buku, catatan, dan dokumen, termasuk data elektronik yang

menjadi bukti dasar pembukuan dan berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan dan/atau cukai serta barang yang penting agar tidak dihilangkan, tidak berubah atau tidak

berpindah tempat/ruangan sampai pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan tetap mempertimbangkan kelangsungan kegiatan usaha

DISEGEL TIM AUDIT DJBC

TINDAKAN PENGAMANAN DILAKUKAN DALAM HAL :

Auditee tidak memberi kesempatan Tim Audit memasuki ruangan/tempat lain …

Auditee menolak untuk diaudit

Pegawai Auditee menolak membantu

kelancaran audit

(18)

DAFTAR TEMUAN SEMENTARA

(DTS)

Daftar yang memuat temuan

dan kesimpulan sementara atas hasil pelaksanaan tugas

Disusun berdasarkan Kertas

Kerja Audit (KKA)

Tidak diperlukan dalam hal :

Audit Investigasi dan Audit Khusus dalam

rangka keberatan atas Penetapan Pejabat

Bea dan Cukai

Disampaikan kepada Auditee

untuk ditanggapi

Sebelum memberikan tanggapan,

Auditee dapat meminta penjelasan tertulis

Auditee dapat mengajukan

permohonan perpanjangan waktu penyampaian tanggapan

Auditee tidak memberi tanggapan

(19)

PEMBAHASAN AKHIR

Dilakukan untuk membahas tanggapan

DTS selambatnya 7 (tujuh) HK sejak diterima tanggapan

Auditee diundang oleh bidang Audit

untuk melakukan pembahasan akhir

Pembahasan Akhir ditutup dengan BAHA

(Berita Acara hasil Audit)

Jika Auditee menyetujui seluruh DTS,

Lembar Pernyataan Persetujuan DTS dijadikan dasar pembuatan BAHA

Jika Auditee tidak menanggapi DTS, tidak

menghadiri /melaksanakan Pembahasan Akhir, maka Auditee dianggap menyetujui seluruh DTS sebagai dasar pembuatan BAHA

Memuat :

Temuan audit yang disetujui Auditee

Temuan audit yang dibatalkan oleh Tim Audit;

dan/atau

Temuan audit yang dipertahankan Tim Audit

(20)

LAPORAN HASIL AUDIT (LHA)

Disusun berdasar BAHA (Berita Acara Hasil Audit)

LHA disampaikan kepada Auditee dan pihak-pihak / bidang

yang terkait

Tindak Lanjut Hasil Auidit :

- . Diterbitkan surat penetapan jika ada temuan kekurangan pembayaran

- . Diterbitkan surat rekomendasi jika tidak ada temuan

kekurangan pembayaran, termasuk rekomendasi

Referensi

Dokumen terkait

Dianggarkan 4 – 8 % pelajar sekolah yang bermasalah disleksia dan kanak-kanak lelaki lebih ramai bermasalah disleksia berbanding perempuan.Antara ciri-ciri

With these conditions the parallel operation with good characteristics is possible with only the voltage control loop and using a common phase reference for all the

Dengan menggunakan metode IRR akan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan tingkat kemampuan cash flow dalam mengembalikan investasi yang dijelaskan dalam bentuk %

Teknologi dari yang sederhana sampai canggih mempunyai peranan yang sangat penting dalam transformasi suatu bahan mentah atau baku menjadi suatu produk dengan nilai

Peneliti : Wah, wah ibu tidak bisa lama-lama di sini. Kalau hasil tes kalian sudah bagus pada materi segitiga, ibu akan meninggalkan sekolah kalian. Pokoknya kalian

Masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini sehingga perlu pengembangan agar menjadi lebih baik lagi, untuk penelitian lebih lanjut seperti, sistem presensi

- Lalu hubungkan papan rangkaian dengan basic meter menggunakan kabel hitam dan kabel merah - Sebelumnya ubah basic meter ke amperemeter - Hitunglah ggl dan tegangan jepitnya. -

Pada kelompok eksperimen, peneliti memberi perlakuan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan matematika realistik, yang bertujuan untuk melihat gejala atau dampak yang