BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perusahaan-perusahaan bisnis ada untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa yang kemudian akan memberikan keuntungan bagi para pemiliknya. Terdapat sentimen yang berkembang di antara ekonomi-ekonomi dunia bahwa perdagangan bebas, yang berlawanan dengan pasar terbatas yang pernah dikendalikan oleh DeBeers1, akan menawarkan laba tertinggi bagi
perusahaan dan pilihan produk terluas bagi konsumen.
Ketika kita mengamati pertukaran yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat sebagai satu kesatuan, kita akan berfokus pada sistem ekonomi yang beroperasi di negara-negara yang berbeda. Sistem ini merefleksikan kombinasi kebijakan dan pilihan yang diambil oleh sebuah negara dalam mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya di antara para warga negaranya. Cara pengalokasian sumber daya yang terbatas di antara berbagi negara dapat bervariasi.
Sistem ekonomi yang terdapat di berbagai negara ini secara tidak langsung juga berimbas kepada berbagai sektor perusahaan dalam negara tersebut. Kelangsungan perusahaan yang berlevel lokal pun akan merasakan dampaknya, baik yang positif maupun yang negatif.
Gejolak ekonomi yang tak lepas dari sistem ekonomi itu sendiri tak dapat dihindari. Inflasi dan deflasi yang menjadi ciri khas pada sebuah sistem ekonomi mempengaruhi berbagai kebijakan perusahaan itu sendiri. Perusahaan betul-betul harus mengerti bagaimana harus bertindak dan seperti apa dampak untuk kedepannya agar segala bentuk gangguan baik dari luar maupun dalam seperti mampu di atasinya, salah satunya dengan memahami hubungan antara sistem ekonomi dan sektor ekonomi.
Oleh karena itu, di dalam makalah ini kami akan membahas apa dan bagaimana hubungan antara sistem perekonomian yang diterapkan di berbagai negara dengan sektor-sektor bisnis perusahaan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa makna sebenarnya dari sistem ekonomi dan apa saja macam-macam sistem ekonomi di dunia ?
2. Bagaimana sikap Islam dalam mengatur sistem ekonominya ? 3. Apa saja sektor-sektor bisnis ?
4. Apa pengaruh sistem ekonomi suatu negara pada sebuah perusahaan ?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui makna dari istem ekonomi dan apa saja macam-macam sistem ekonomi di dunia
2. Memahami sikap islam dalam mengatur sistem ekonomi 3. Mengetahui macam-macam sektor bisnis
4. Memahami pengaruh sistem ekonomi suatu negara pada sebuah Perusahaan
D. Manfaat Penulisan
1. Menambah pengetahuan mengenai sistem ekonomi beserta macam-macamnya
2. Memberikan pemahaman mengenai sikap islam dalam mengatur sistem ekonominya
3. Menambah pengetahuan tentang macam-macam sektor bisnis
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Macam-Macam Sistem Ekonomi
Menurut T. Gilarso (2004: 30), sistem ekonomi merupakan keseluruhan tata cara, aturan, dan kebiasaan-kebiasaan yang umum diterima dalam masyarakat yang mengatur dan mengkoordinasikan perilaku warga masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dsb.) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, perdagangan, konsumsi, investasi, dsb.) sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindarkan.
Sedangkan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom). (http://www.zonasiswa.com)
Sistem ekonomi di setiap negara pasti berbeda-beda menurut karakteristik ideologinya masing-masing. Di dalam sebuah sistem ekonomi, terdapat tiga pola dasar koordinasi, yaitu :
a. Tradisi atau adat kebiasaan warisan dari nenek moyang, termasuk pola kerja feodal.
b. Pasar (bebas) yang berfungsi sebagai koordinator yang mengatur, menggerakkan, dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan ekonomi masyarakat melalui mekanisme harga. Sistem ini berkaitan dengan falsafah liberalisme, kapitalisme, usaha swasta dan kebebasan individu (free enterprise).
c. Negara yang dengan peraturannya dari atas menjadi koordinator, pilot, dan kompas seluruh kehidupan ekonomi. Ini sering disebut “sistem komando” dan dikaitkan dengan falsafah sosialisme dan komunisme. (T. Gilarso, 2004: 30)
perekonomian pasar campuran. Dalam sistem perekonomian sektor swasta, individu-individu dan perusahaan swasta mengejar kepentingan mereka masing-masing –termasuk keputusan investasi dan laba- tanpa pembatasan yang berlebihan oleh pemerintah. Dalam perekonomian terencana, pemerintah menerapkan kendali yang lebih ketat atas kepimilikan, laba, dan sumber daya usaha guna mencapai sasaran-saaran pemerintah dan sosial dan bukan invidual. Komunisme adalah suatu sistem perekonomian yang meniadakan hak milik pribadi; barang dimiliki secara bersama-sama, dan faktor produksi serta keputusan produksi dikendalikan oleh negara. Sosialisme merupakan jenis lain dari sistem perekonomian terencana yang ditandai oleh kepemilikan dan pengoperasian seluruh industri utama oleh pemerintah. Suatu perekonomian pasar campuran menyatukan kepemilikan pemerintah dan perusahaan swasta, menggabungkan ciri-ciri dari perekonomian terencana dan perekonomian sektor swasta. (Boone & Kurtz, 2007: 140)
Sedangkan dikutip dari http://www.zonasiswa.com, sistem ekonomi itu sendiri dapat berbeda-beda tersebut dalam suatu negara disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Sistem pemerintahan yang dianut suatu negara.
Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor produksi.
Sumber daya yang ada dalam suatu negara, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki.
`Dari ke-empat faktor tersebut, timbul lah berbagai macam sistem ekonomi, diantaranya:
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi di mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ini antara lain : Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
3. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire.
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi di mana di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian yang bertujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi.
5. Sistem Ekonomi Pancasila
dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Kemudian akhir-akhir ini, perkembangan sistem ekonomi terintegrasi dengan islam yang menjadi agama yang dominan di dunia, yaitu sistem ekonomi syari’ah. Latar belakang munculnya sistem ini akibat keinginan untuk mendobrak pelbagai sistem perbankan konvensional yang dinilai haram menurut paradigma agama. Meminjam pengertian dari A. Ifham Solihin, yang dimaksud sistem ekonomi syari’ah adalah sistem ekonomi yang adil, transparan, mementingkan nilai kemanusiaan dan kesejahteraan, bebas dari riba, tidak mengandung unsur penipuan, paksaan, spekulasi, suap, barang haram, maksiat, serta jauh dari hal-hal yang dilarang syari’ah. Oleh karena itu, sistem ekonomi syari’ah lebih untuk memurnikan konsep ekonomi yang absah sesuai dengan peraturan syari’at Islam.
Dari beberapa sistem ekonomi di atas, tentunya terdapat kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tentunya hal itu sebagai konsekuensi akibat realisasi masing-masing sistem yang pada akhirnya berimbas pada kondisi perekonomian suatu bangsa. Dalam lingkup yang lebih sederhana lagi, dapat diterjemahkan bahwa sistem tersebut dapat berimbas (meski tidak langsung) terhadap kinerja beberapa sektor bisnis baik dari yang lokal sampai yang sudah berlevel internasional.
B. Sikap Islam Dalam Mengatur Sistem Ekonomi Ummatnya 2.1.1. Sistem Ekonomi Ummat Muslim
Untuk menjadikan sistem ekonomi syari’ah sebagai alternatif perombakan sistem ekonomi dunia, langkah utama yang harus dilakukan adalah menjaga prinsip kesyari’ahan secara murni dan konsisten. Prinsip bebas gharar (ketidakjelasan), maysir (gambling), dan ribawi dalam ekonomi syari’ah adalah sebuah kemutlakan. Konsistensi ini menjadi sangat penting untuk dijaga secara hati-hati. Karena jika tidak dijaga secara hati-hati, hal ini justru akan menodai prinsip Islam itu sendiri dan akan berdampak pada keengganan masyarakat terhadap ekonomi syari’ah.
2.1.2. Kelebihan Sistem Ekonomi Syari’ah
Sistem ekonomi syari’ah tentunya memiliki kelebihan-kelebihan daripada sistem lainnya. Diantaranya: pertama, sistem ekonomi syari’ah lebih profitable (menjanjikan keuntungan). Dalam berbagai penelitian disebutkan bahwa sistem ekonomi syari’ah ternyata lebih menguntungkan secara ekonomi. Salah satu buktinya adalah hasil penelitian yang dilakukan Maher Hasan dan Jemma Dridi sebagaimana dikutip oleh M. Lutfi Hamidi (2013) yang menyatakan bahwa penelitian terhadap bank Islam dan bank konvensional dalam rentang waktu 2007-2010 di delapan negara (Bahrain, Yordania, Kuwait, Malaysia, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab) terkena dampak krisis. Hasilnya, kedua bank –baik bank Islam maupun konvensional- juga ikut terkena krisis. Namun, pengaruhnya berbeda. Ternyata, modal keuangan Islam yang secara intrinsik melarang transaksi bisnis yang bersifat spekulatif membantu mengurangi dampak krisis pada 2008.
Ketiga, sistem ekonomi Islam telah diakui banyak kalangan, termasuk dari kalangan non-muslim di dunia. Penggunaan sistem ekonomi islam saat ini tidak hanya dimonopoli oleh negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas muslim saja, tetapi juga oleh negara-negara yang notabene adalah sekuler. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem ekonomi ini sudah diakui kapabilitasnya. Inggris, misalnya, adalah salah satu negara Eropa terdepan yang menggunakan sistem ekonomi Islam, bahkan pusat studi seperti Durham Islamic Finance Programme, School of Government and International Affairs, Durham University adalah rujukan pelatihan ekonomi Islam seluruh dunia.
Bahkan, Vatikan sebagai pusat umat Katolik juga menyerukan penggunaan obligasi syari’ah sebagai jaminan. Demikian juga Australia yang membuka kemungkinan regulasi berbasis pajak dan bisa mengakomodasi produk berbasis syari’ah, khususnya sukuk. AS melalui Deputi Menteri Keuangannya, Robert Kimmitt, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari produk-produk perbankan Islam. (Mustafa Kamal Rokan, 2013: 140-141)
C. Macam-Macam Sektor Bisnis dan Penjelasannya
Menuut KBBI sektor adalah lingkungan suatu usaha, jadi dapat dikatakan bahwa sektor bisnis sama artinya dengan lingkungan bisnis. Lingkungan bisinis terbagi menjadi dua macam yakni ektsternal dan internal, lingkungan ini tidak akan terlepas didalam dunia bisnis dikarenakan inilah ruang lingkup yang pasti akan dihadapi, dialami, dan dijalani oleh setiap individu maupun kelompok jika ingin melakukan aktivitas bisnis.
Inti dari setiap kegiatan bisnis adalah adanya pertukaran antara penjual dan pembeli, dengan saling berhubungan pembeli menyadari bahwa ia memiliki kebutuhan akan suatu barang atau jasa tertentu dan bersedia membayar penjual untuk mendapatkannya. Penjual juga berpartisipasi dalam proses ini karena adanya proses pertukaran akan melibatkan sistem permintaan dan penawaran.
penawaran (supply), yakni Keinginginan dan kemampuan untuk menyediakan bang dan jasa untuk dijual pada harga yang berbeda-beda. Memahami factor-faktor yang menentukan permuntaan dan penawaran, sekaligus bagaimana keduanya berinteraksi akan membantu kita untuk memahami banyak tindakan dan keputusan yang diambil oleh individu-individu, perusahaan, dan pemerintah.
2.1.3. Faktor-faktor yang mendorong permintaan
Permintaan sejumlah factor yang mempengaruhi bagaimana cara seseorang memutuskan untuk menghabiskan uang mereka, termasuk harga. Hal ini juga dapat didorong oleh peristiwa-peristiwa ekonomi yang lebih besar. Seperti yang diuraikan dalam kotak Yang Berhasil & Yang Gagal. Difersified Optics, sebuah produsen alat-alat optic yang belokasi di Salem, New Hampshire. Mengalami kenaikan permintaan produk-produknya secara drastic , lensa dan teropong malam yang digunakan kalangan militer selama pertempuran militer dan aktivitas-aktivitas lainyya.
Secara umum, seiring dengan naiknya harga-harga barang dan jasa, maka masyarakat akan membeli barang dan jasa dalam jumlah yang lebih kecil. Meskipun harga merupakan alas an mendasar dari pergerakan yang terjadi disepanjang kurva permintaan, tetapi banyak factor yang dapat saling berkombinasi untuk menentukan permintaa terhadap suatu produk secara keseluruhan, yakni prefensi dan pendapatan pelanggan, harga barang-barang subsitusi dan komplementer., jumlah embeli dalam pasar, dan kekuatan optimisme yang dimiliki pembeli terhadap masa depan.
Misalnya, kita focus terhadap perubahan yang terjadi pada pendapatan. Jika pembeli memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan, maka perusahan akan dapat menjual lebih banyak produk dengan harga berapapun.
2.1.4. Faktor-Faktor Yang Mendorong Penawaran
keputusan mengenai cara menggunakan sumber daya yang mereka miliki untuk mendapatkan keuntungan yang terbaik, tentu perusahan akan lebih suka mendapatkan harga yang tinggi daripada harga yang rendah untuk produk mereka. Kurva Penawaran(supply curve) akan menyajikan hubungan antara berbagai tingkat harga dengan jumlah yang ditawarkan oleh penjual dalam bentuk grafis,tanpa melihat permintaan yang ada.
Pergerakan kurva penawaran merupakan kebalikan dari kurva permintaan. Jadi ketika harga mengalami kenaikan, maka jumlah persediaan yang akan dipasok otomatis naik, begitu juga sebaliknya.
Dunia usaha membutuhkan masukan-masukan tertentu untuk dapat beroperasi secara efektif dalam produksi mereka. Salah satunya factor-faktor produksi, yang meliputi sumber daya alam, modal, sumber daya manusia dan kewirausahaan. Faktor-faktor produksi memainkan peranan yang utama dalam menentukan pasokan barang dan jasa secara keseluruhan, perubahan harga atau ketersediaan dari salah satu masukan tersebut akan dapat merubah seluruh kurva penawaran.
Berdasarkan penjelasan diatas lingkungan eksternal mikro bisnis disini meliputi permintaan dan penawaran. Lingkungan eksternal mikro adalah pengaruh luar yang mempengaruhi secara langsung kegiatan bisnis, dimana pihak yang terlibat disana adalah pedagang dan pembeli, pedagang berperan sebagai pihak penyedia penawaran, sedangkan pembeli sebagai pihak permintaan.
Kedua, yakni lingkungan eksternal makro. Lingkungan yang dipengaruhi dari luar yang tidak langsung mengarah kepada kegiatan bisnis namun tetap mempengaruhi kegiatan bisnis. Dalam menentukan kesuksesan dan kegagalan seorang pewirausaha ada lima elemen kunci dalam pengembangan bisnis dan penciptaan pekerjaan yang secara bersama menciptakan lingkungan bisnis:
A. Lingkungan Ekonomi, termasuk pajak dan regulasi B. Lingkungan Teknologi
E. Lingkungan Bisnis Global
a. Lingkungan Ekonomi
Pada suatu keadaan perekonomian yang sedang tumbuh, secara umum kemampuan daya beli masyarakat untuk membeli suatu produk atau jasa meningkat. Akan tetapi, kondisi perekonomian seperti itu tidak menjamin bahwa suatu perusahaan juga bertumbuh, hanya menyediakan lingkungan yang mendorong terjadinya pertumbuhan usaha. Dalam keadaan perekonomian yang lesu, daya beli masyarakat yang menurun, membuat pertumbuhan usaha menjadi sulit. Sehingga para manajer perusahaan harus selalu mengantisipasi variabel-variabel ekonomi seperti kecendrungan inflasi, tingkat suku bunga, kebijakan fiskal dan moneter, dan harga-harga yang ditetapkan oleh pesaing.
b. Lingkungan Teknologi
Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengubah bentuk masukan (input) menjadi keluaran (output). Sehingga perubahan dalam teknologi dapat membantu perusahaan menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilkan produknya dengan lebih efisien. Akan tetapi prubahan teknologi juga dapat memberikan suatu ancaman bagi perusahaan-perusahaan tradisional.
Perbedaan Sosial Perubahan Demograf Perubahan Keluarga Layanan Pelanggan
pengakuan stakeholders pelayanan pegawai
perhatian terhadap lingkungan
Informasi pusat data Bar Kode Internet Kebebasan Hak Milik
Kontrak Kerja Pemusnahan Korupsi
Nilai Tukar Tambah (Kurs) yang dapat diperdagangkan Pajak minimum dan regulasi
Lingkungan
Ekonomi Lingkungan Teknologi
Lingkungan Sosial Lingkungan
c. Lingkungan Persaingan
Di sini kita lebih menitik beratkan persaingan dalam pasar global, karena global memaksa dunia bisnis untuk bersaing di era yang lebih luas dengan tanpa batas. Dunia bisnis tidak lagi membatasi pandangan mereka pada peristiwa-peristiwa dan peluang-peluang yang ada dalam batas negara mereka. Negara-negara di dunia dan perekonomiannya telah mengembangkan kesalingtergantungan yang semakin meningkat. Agar tetap kompetitif, perusahaan secara kontinu harus mencari baik lokasi pabrik yang paling efisien maupun pasar yang paling menguntungkan bagi produk-produk mereka. Daya saing global menuntut negara, industri, dan perusahaan untuk bekerja dengan efisien dalam memproduksi barang dan jasa. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, perusahaan memerlukan sejumlah masukan (input) atau faktor-faktor produksi dalam rangka memproduksi barang dan jasa.
Komponen sosial budaya merujuk kepada karakteristik demografi serta perilaku, sikap, dan norma-norma umum dari penduduk dalam suatu masyarakat tertentu. Pertama, perubahan karakteristik demografi (pertumbuhan penduduk). Kedua, perubahan sosial budaya dalam perilaku, sikap, dan norma-norma juga mempengaruhi permintaan akan produk dan jasa suatu usaha.
Bisnis dapat tumbuh dan berkembang jika dalam lingkungan yang sehat. Hasil pertumbuhan pekerjaan dan kekayaan menjadikan bisnis lebih memiliki standar dan kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan kondisi lingkungan yang buruk, dapat mengarahkan kegagalan bisnis, kehilangan pekerjaan, dan memiliki standar kualitas dan hidup yang rendah. Singkatnya, membuat lingkungan bisnis yang benar adalah pondasi proses sosial yang benar dari semua macamnya, termasuk pendidikan yang baik, udara dan air yang bersih, tingkat kepedulian kesehatan yang baik, dan tingkat kriminalitas rendah.
memulai bisnis dan meningkatkan sektor kewirausahaan dan kebutuhan pangan. Misalnya, dengan meminimalisir pajak dan regulasi pajak (tax amnesty).
Para wirausahawan mencari tingginya pengembalian investasi (ROI), termasuk investasi pada era tersebut. Jika pemerintah dapat mengurangi banyaknya penghasilan bisnis melalui tingginya tingkat pajak, maka kemungkinan ROI tidak mengalami dampak yang lebih buruk. Ini merupakan langkah yang tepat bagi negara kaya/maju. Negara dan kota yang memiliki pajak tinggi dan regulasi yang terbatas mempengaruhi pengusiran para wirausahawan. Hal ini terjadi di sepanjang Anerika Serikat dan berbagai belahan dunia. Banyak hukum pajak yang dapat membantu kegiatan bisnis yang kecil termasuk ketetapan untuk mengurangi biaya rumah tangga, bisnis travel, makanan, dan biaya bisnis lainnya.
Jalan yang ditempuh pemerintah untuk mempromosikan wirausahawan secara aktif seakan memberikan izin untuk melakukan hak privatisasi bisnisnya sendiri. Di berbagai negara, seperti Kuba, pemerintah mengakui banyak kegiatan bisnis dan di sana insentifnya masih sedikit untuk masyarakat yang bekerja keras guna mendapatkan laba. Banyak di sekitar kita dan di dunia hari ini, berbagai negara yang terlebih dulu mengakui seluruh kegiatan bisnis yang dijualbelikan untuk dimiliki secara pribadi guna menghasilkan kekayaan yang lebih banyak. Mari kita jelajahi apa kiat pemerintah untuk mengembangkan jiwa entrepeneurship (kewirausahaan).
Pemerintah dapat mengurangi resiko kewirausahaan dengan meninggalkan hukum para pebisnis yang dapat menuliskan kontrak yang dapat diselenggarakan di pengadilan. Kode Komersial Dunia, contohnya, melindungi berbagai macam hal seperti kontrak kerja dan surat tuntutan (waran). Kamu dapat membaca banyak tentang surat hukum. Di berbagai negara yang belum memiliki hukum yang kuat, resiko untuk memulai bisnis agaknya cukup besar.
Pemerintah dapat lebih fokus untuk memusnahkan korupsi dalam bisnis dan di dalam peringkatnya sendiri. Hal tersebut menyulitkan bisnis dapat berjalan di berbagai negara miskin dunia sebab pemerintahnya saja banyak yang korup. Itu menyulitkan berbagai negara untuk mendapatkan izin membangun pabrik atau membuka sebuah toko tanpa perizinan pemerintah, yang mana dihasilkan lebih besar melalui tindakan suap pegawai negeri. Termasuk bisnis sendiri, seoarang pimpinan dapat mengancam pesaing-pesaingnya dan meminimalisir kompetensi di lapangan. Di sana banyak terdapat hukum di Amerika Serikat untuk meminimalisir korupsi dan berbagai kegiatan bisnis yang berjalan baik. Kamu dapat membaca tentang banyak lampiran hukum.
D. Pengaruh Sistem Ekonomi Suatu Negara Pada Sebuah Perusahaan 2.1.5. Pengaruh Ekonomi Tradisional
1) Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
a. Belum adanya pembagian kerja yang jelas. b. Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris.
c. Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis. d. Teknologi produksi sederhana.
2) Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
a. Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. b. Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada
mencari keuntungan.
3) Keburukan sistem ekonomi tradisional
a. Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis.
b. Hasil produksi terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.
2.1.6. Pengaruh sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis) 1) Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
b. Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
c. Alat-alat produksi dikuasai oleh negara. 2) Kebaikan sistem ekonomi terpusat
a. Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.
b. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
c. Kemakmuran masyarakat merata.
d. Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan. 3) Keburukan sistem ekonomi terpusat
a. Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
b. Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
c. Anggota masyarakat tidak dijamin untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki. d. Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah
diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi.
2.1.7. Pengaruh Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis) 1) Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
a. Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan ekonomi.
b. Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital). c. Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk
mencari keuntungan sendiri. 2) Kebaikan sistem ekonomi liberal
a. Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
c. Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
d. Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.
3) Keburukan sistem ekonomi liberal
a. Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
b. Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
c. Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan.
2.1.8. Pengaruh Sistem Ekonomi Campuran 1) Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
a. Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. b. Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar adalah campur
tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
c. Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan umum.
2) Kebaikan sistem ekonomi campuran
a. Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah lebih bertujuan untuk kepentingan masayarakat.
b. Hak individu/swasta diakui dengan jelas. c. Harga lebih mudah untuk dikendalikan. 3) Keburukan sistem ekonomi campuran
a. Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta. b. Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam
2.1.9. Pengaruh Sistem Ekonomi Pancasila
1) Ciri pokok sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III B No.14. Berikut ini ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila.
A. Pasal 33 Setelah Amandemen 2002
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
B. GBHN Bab III B No. 14
Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan yang nyata.
A. Kesimpulan
Sistem ekonomi merupakan keseluruhan tata cara, aturan, dan kebiasaan-kebiasaan yang umum diterima dalam masyarakat yang mengatur dan mengkoordinasikan perilaku warga masyarakat serta mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.
Di dalam sebuah sistem ekonomi, terdapat tiga pola dasar koordinasi, yaitu : a. Tradisi atau adat kebiasaan warisan dari nenek moyang, termasuk
pola kerja feodal.
b. Pasar (bebas) yang berfungsi sebagai koordinator yang mengatur, menggerakkan, dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan ekonomi masyarakat melalui mekanisme harga. Sistem ini berkaitan dengan falsafah liberalisme, kapitalisme, usaha swasta dan kebebasan individu (free enterprise).
c. Negara yang dengan peraturannya dari atas menjadi koordinator, pilot, dan kompas seluruh kehidupan ekonomi. Ini sering disebut “sistem komando” dan dikaitkan dengan falsafah sosialisme dan komunisme. (T. Gilarso, 2004: 30)
Adapun berbagai macam sistem ekonomi, diantaranya: a. Sistem Ekonomi Tradisional
b. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis) c. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
d. Sistem Ekonomi Campuran e. Sistem Ekonomi Pancasila
focus terhadap factor eksternal yang terbagi menjadi dua yaitu mikro dan makro.
Sektor eksternal mikro meliputi permintaan dan penawaran, dan sektor eksternal makro meliputi berbagai macam sistem ekonomi, diantaranya: Sistem Ekonomi Tradisional, Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis), Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis), Sistem Ekonomi Campuran, Sistem Ekonomi Pancasila.
Adapun pengaruh Pengaruh Sistem Ekonomi Suatu Negara Pada Sebuah Perusahaan yakni :
1. Pengaruh Ekonomi Tradisional
a. Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
2. Pengaruh sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)
a. Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.
b. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
c. Kemakmuran masyarakat merata.
d. Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan. 3. Pengaruh Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
a. Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
b. Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
c. Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
d. Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.
4. Pengaruh Sistem Ekonomi Campuran
b. Hak individu/swasta diakui dengan jelas. c. Harga lebih mudah untuk dikendalikan. 5. Pengaruh Sistem Ekonomi Pancasila
Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan yang nyata.
B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini, beberapa teori yang diajukan masih terdapat beberapa kekurangan, muatan bahasa yang masih sulit dipahami, dan beberapa kekurangan lainnya. Oleh karena itu, pembaca sekiranya dapat membantu untuk meminimalisir hal tersebut dengan mengajukan kritik dan saran demi kesempurnaan sebuah karya tulis ilmiah ini.
Boone, Louis E. dan Kurtz, David L. 2007. Contemporary Business: Pengantar Bisnis Kontemporer. Salemba Empat: Jakarta.
Alma, Buchari. 2010. Pengantar Bisnis. Alfabeta: Bandung
Nickel, G. William, McHugh M. James, McHugh M. Susan. 2002. Understanding Business. The McGraw-Hill Companies, Inc: New York.
Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Kanisius: Yogyakarta.
Hamidi, Lutfi M. 2013. Bisnis Ala Nabi: Teladan Rasulullah SAW. dalam Berbisnis. Bunyan: Yogyakarta.
http://kbbi.web.id (Kamus Besar Bahasa Indonesia Online)