• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOAL UTS TEORI EKONOMI MAKRO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SOAL UTS TEORI EKONOMI MAKRO"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

SOAL UTS

TEORI EKONOMI MAKRO

1. Kebijakan pemerintah, baik kebijakan fiskal ataupun moneter, memiliki dampak pengganda terhadap pendapatan nasional. Gunakanlah pendekatan perpotongan Keynesian untuk memprediksi dampak kebijakan pemerintah sebagai berikut:

a. Kenaikan belanja pemerintah? b. Kenaikan Pajak?

2. Menurut Model IS-LM, apakah yang akan terjadi pada tingkat bunga, pendapatan, konsumsi, dan investasi di bawah kondisi-kondisi berikut ini?

a. Bank Sentral Menaikkan jumlah uang beredar b. Pemerintah menaikkan belanja pemerintah c. Pemerintah menaikkan pajak

d. Pemerintah menaikkan belanja pemerintah dan pajak dalam jumlah yang sama

3. Dalam khazanah perdebatan kebijakan ekonomi makro, terjadi kelambanan luar dan kelambanan dalam. Apakah yang dimaksud dengan kelambanan luar (outside lag) dan kelambanan dalam (inside lag)? Manakah yang memiliki kelambanan dalam lebih lama, kebijakan moneter ataukah kebijakan fiskal? Manakah yang memiliki kelambanan luar yang lebih lama, kebijakan moneter ataukah kebijakan fiskal? Mengapa?

4. Mengapa ramalan ekonomi yang lebih akurat akan mempermudah para pembuat kebijakan dalam menstabilkan perekonomian? Jelaskan cara yang digunakan para ekonom untuk meramalkan perkembangan perekonomian regional, nasional dan global?

5. Perhatikan tabel neraca perdagangan Indonesia dengan Malaysia (Nilai : Ribu US$) berikut ini:

Uraian 2009 2010 2011 2012 2013

TOTAL PERDAGAN

GAN 12.500.255,00 18.011.053,60 21.400.713,60 23.521.791,50 23.989.142,40

MIGAS

3.679.653, 20

5.735.614, 60

6.455.143, 10

8.731.646, 40

10.791.730 ,20

NON MIGAS 8.820.601,80 12.275.439,00 14.945.570,50 14.790.145,00 13.197.412,20

EKSPOR 6.811.823,50 9.362.332,50 10.995.846,60 11.278.275,00 10.666.609,50

(2)

MIGAS 1.175.451,80 1.608.741,00 1.795.697,80 2.809.230,30 3.398.372,80

NON MIGAS 5.636.371,80 7.753.591,40 9.200.148,80 8.469.044,70 7.268.236,70

IMPOR 5.688.431,50 8.648.721,10 10.404.867,00 12.243.516,50 13.322.533,00

MIGAS 2.504.201,50 4.126.873,60 4.659.445,30 5.922.416,20 7.393.357,40

NON MIGAS

3.184.230, 00

4.521.847, 60

5.745.421, 70

6.321.100, 40

5.929.175, 60 NERACA

PERDAGANG

AN 1.123.392,10 713.611,30 590.979,60 965.241,60

-2.655.923, 50

MIGAS

-1.328.749, 70

-2.518.132, 50

-2.863.747, 50

-3.113.185, 90

-3.994.984, 60

NON MIGAS 2.452.141,80 3.231.743,90 3.454.727,10 2.147.944,30 1.339.061,10

Sumber: Sumber: BPS, Processed by Trade Data and Information Center, Ministry of Trade

Jelaskan pendapat saudara, apa yang terjadi dengan neraca perdagangan Indonesia- Malaysia pada periode 2009-2013?. Jelaskan kebijakan moneter dan fiskal apa saja yang seharusnya dilakukan Pemerintah Indonesia agar Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan Malaysia?

***

Selamat Belajar Semoga Berhasil

*********

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis interaksi kebijakan fiskal dan moneter terhadap stabilitas ekonomi makro menunjukkan bahwa kebijakan fiskal efektif dalam peningkatan INV dan stabilitas KURS

Jadi kebijakasanaan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang dilakukan pemerintah melalui penentuan pos-pos dalam penerimaan dan pengeluaran dalam APBN untuk mencapai

Nilai Total 100. Setiap soal berbobot nilai beda. Pilih dan kerjakanlah soal yang nilai bobotnya menurut Anda mencapai maksimal 100. Selamat mengerjakan !?. 1) Jelaskan apa (What)

17. Paradigma kebijakan dominan untuk mempelajari kebijakan fiskal perekonomian terbuka. Paradigma kebijakan dominan untuk mempelajari kebijakan moneter perekonomian terbuka

Munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai interaksi historis disebabkan oleh faktor apa

Dengan demikian kombinasi kebijakan fiskal kontraktif dan moneter ekspansif menghasilkan depresiasi nilai tukar rupiah yang pada akhirnya akan membuat ekspor neto

perdagangan dunia yang tetap tinggi, harga komoditas migas dan nonmigas yang masih pada level tinggi, kebijakan moneter dunia dan Indonesia yang relatif stabil, kondisi

 kebijakan fiskal model perekonomian tiga sektor, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kebijakan fiskal