• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Tes HIV Orang yang Mendapatkan Layanan VCT di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung Binjai Tahun 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Tes HIV Orang yang Mendapatkan Layanan VCT di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung Binjai Tahun 2016"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

68

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Centers Disease and Control and Prevention, HIV/AIDS Basic, http://www.cdc.gov/hiv/basics/pep.html , diakses tanggal 12 Mei 2016.

Centers Disease and Control and Prevention, HIV/AIDS Basic, http://www.cdc.gov/hiv/basics/prep.html , diakses tanggal 12 Mei 2016.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, (2010). Analisis Kecenderungan Perilaku Berisiko Terhadap HIV di Indonesia. Jakarta: Subdit AIDS & PMS Dit. P2ML Ditjen PP & PL Departemen Kesehatan.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, (2010). Pedoman Pelayanan Konseling dan Testing HIV/AIDS Secara Sukarela (Voluntary Counseling and Testing). Medan: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Laporan Program HIV/AIDS dan IMS Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015, hhtp://diskes.sumutprov.go.id/artikel-

104-laporan-program-hivaids-dan-ims-provinsi-sumatera-utara-tahun-2015.html , diakses tanggal 10 Februari 2016.

Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, InfoDATIN Situasi dan Analisis HIV/AIDS, http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin%20 AIDS.pdf , diakses tanggal 18 Februari 2016.

Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian kesehatan RI, 2010. Pedoman Penerapan Konseling dan Tes HIV atas Inisiasi Petugas Kesehatan.

Dwi, M., 2007. Buku Ajar Infeksi Menular Seksual. Surabaya: Airlangga University Press.

Heri W., Antono S., & Zahroh S. (2008). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Jarum Suntik Bergantian di antara Pengguna Napza Suntik di Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan, 3(2), 78.

(2)

69

Kambu, Y., 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tindakan Pencegahan Penularan HIV oleh ODHA di Sorong. Tesis. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Regulasi Surat Edaran Menteri Kesehatan RI No. 129 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pengendalian HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS),

http://www.kebijakanaidsindonesia.net/jdownloads/Peraturan%20Regulation/ Peraturan%20Pusat%20National%20Regulation/se_menkes_ri_no_129_tahun

_2013_tentang_pelaksanaan_pengendalian_hiv-aids_dan_infeksi_menular_seksual.pdf , diakses tanggal 27 Januari 2016.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Laporan Perkembangan HIV-AIDS Triwulan I Tahun 2015,

http://www.aidsindonesia.or.id/ck_uploads/files/Final%20Laporan%20HIV% 20AIDS%20TW%201%202015%282%29.pdf , diakses tanggal 23 Februari 2016.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Laporan Perkembangan HIV-AIDS Triwulan II Tahun 2015,

http://www.aidsindonesia.or.id/ck_uploads/files/Final%20Laporan%20Perke mbangan%20HIVAIDS%20TW%202%202015.pdf ,

diakses tanggal 23 Februari 2016.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Laporan Perkembangan HIV-AIDS Triwulan III Tahun 2015,

http://www.aidsindonesia.or.id/ck_uploads/files/FINAL_LAPORAN%20PER KEMBANGAN%20HIV%20AIDS%20TRIWULAN%20III%202015.pdf, diakses tanggal 23 Februari 2016.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Laporan Perkembangan HIV-AIDS Triwulan IV Tahun 2015,

http://www.aidsindonesia.or.id/ck_uploads/files/Final%20Laporan%20Perke mbangan%20HIV%20AIDS%20Triwulan%204,%202015.pdf,

diakses tanggal18 Maret 2016.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, (2012). Pedoman Nasional Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kunoli, F. (2012). Asuhan Keperawatan Penyakit Tropis. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Kurniati, A. & Efendi F. (2012). Kajian SDM di Indonesia. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

(3)

70

Naing, N., 2010. Determination of Sample Size in Health Research. Kelantan: Universiti Sains Malaysia.

Najmah, (2016). Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Naparudin dalam Laporan Penelitian Gambaran Perilaku Berisiko Terinfeksi HIV/AIDS pada Pasien NAPZA di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSOK) Jakarta Tahun 2013, hal. 25 – 26.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2012,

hhtp://diskes.sumutprov.go.id/02_Profil_Kes_Prov.SumateraUtara_2012.pdf , diakses tanggal 18 Februari 2016.

Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2013,

hhtp://diskes.sumutprov.go.id/Profil-Kesehatan-2013-1.pdf , diakses tanggal 18 Februari 2016.

Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014,

hhtp://www.depkes.go.id/download/pusdatin, diakses tanggal 04 Februari 2016.

Pemerintah Kota Binjai, Portal Pemerintah Kota Binjai Tahun 2014, http://www.binjaikota.go.id/artikel-452-walikota-binjai-sambut-tim-penilaian-penghargaan-wtn-tahap-ii-dan-iii.html , diakses tanggal 08 Mei 2016.

Putra, T.A., 2013. Hubungan Pengetahuan tentang HIV/AIDS dan Perilaku Seksual Remaja di SMA Swasta SMA Panca Budi Medan. Skripsi. Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Rahmadani, S., 2014. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Layanan VCT pada Kelompok Risiko Tinggi Tertular HIV/AIDS di Kota Makassar. Tesis. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Rokhmah, D. (2014) Implikasi Mobilitas Penduduk dan Gaya Hidup Seksual Terhadap Penularan HIV/AIDS. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 189.

Saepudin, M. (2011). Prinsip-Prinsip Epidemiologi. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Sardjito, R. (2009). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Binarupa Aksara Publisher.

Sarwono, S. (2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

(4)

71

Sastroasmoro, S. & Ismael, S., 2009. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Binarupa Aksara.

Soedarto, (2009). Penyakit Menular di Indonesia. Surabaya: Sagung Seto.

Spiritia, (2009). HIV Kehamilan & Kesehatan Perempuan. Jakarta: Yayasan Spiritia.

Sudoyo, A., Setyohadi B., Alwi I., Simadibrata M., & Setiati S. (2010). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: InternaPublishing.

Suhud, R.F., 2013. Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 1 MEDAN Tahun 2013. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Syahrir, W., 2014. Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Puskesmas Kota Makasar. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Tay, C.M., 2010. Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pelajar SMA Negeri dan Swasta Mengenai HIV/ AIDS di Kota Medan Tahun 2010. Medan. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Skripsi

Ucke, S. (2008). Virologi Manusia Jilid 2. Bandung: Penerbit P.T. Alumni.

United Nations Joint Program For HIV/AIDS, AIDS By The Numbers 2015, http://www.unaids.org/en/resources/documents/2015/AIDS_by_the_numbers_ 2015 , diakses tanggal 19 Februari 2016.

Wawan, A. & Dewi, M. (2011). Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Muha Medika.

Widihastuti, (2013). Modul Pelatihan Layanan Kesehatan Seksual & Reproduksi Ramah Remaja untuk Dokter Praktik Swasta di Dearah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Angsamerah Institution.

Referensi

Dokumen terkait

Persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, faktor isyarat untuk bertindak yang dirasakan oleh kelompok risiko HIV/AIDS di Klinik IMS dan VCT Veteran Medan bukan

Menurut survey pendahuluan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Kalandara yang menjalankan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Pelabuhan Tanjung Emas

Faktor-Faktor Pendukung Kepatuhan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) dalam Minum Obat Antiretroviral di Kota Bandung dan Cimahi. 100 Pertanyaan Seputar HIV/AIDS yang Perlu Anda

Adanya diskriminasi terhadap HIV/AIDS ini membuat keikutsertaan seseorang mengikuti VCT (Voluntary Counseling Testing) atau tes konseling sukarela bagi seseorang yang

informan crosscheck teman sebaya responden, mereka juga mengatakan bahwa pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan penggunaan kondom saat berhubungan seksual, dan

Tiga ODHA yang belum melakukan penanggulangan HIV AIDS mengatakan pendapatnya bahwa tidak ada manfaatnya jika ODHA mengikuti program – program yang diadakan KDS

Laki-laki dan perempuan memiliki faktor resiko yang sama terkena HIV dan AIDS, namun dari hasil penelitian didapatkan perempuan lebih mendominasi dari pada

Berarti p value > 0,05 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara usia dan perilaku VCT HIV/AIDS pada ibu rumah tangga di Puskesmas Tegalrejo