Kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di sekolah
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN. “PERCAYALAH KEPADA TUHAN DENGAN SEGENAP HATIMU, DAN JANGANLAH BERSANDAR KEPADA PENGERTIANMU SENDIRI. AKUILAH DIA DALAM SEGALA LAKUMU, MAKA IA AKAN MELURUSKAN JALANMU” (Amsal 3:5-6) Karya ini kupersembahkan kepada:. Tuhan Yesus Kristus yang selalu mendampingi setiap langkah hidupku Kedua orang tuaku tercinta Finsensius Ubin dan Wanefrida Vilomina Denah Adikku yang terkasih, Antonius Jenius Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. v.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus kristus yang telah melimpahkan berkat dan karunia-nya sehingga dapat menyelesaikan penyusun skripsi yang berjudul “ Kesiapan Guru Fisika SMA Kelas XI IPA dalam Memanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Fisika Di Sekolah Di Kabupaten Sleman” Penelitian ini merupakan penelitian bersama dengan topik yang berbedabeda yang dilaksanakan oleh 5 orang mahasiswa yaitu Rahayu Larasati, Carlina, Amanda Kartika, Ceacelia Anis beserta penulis. Kebersamaan penelitian ini adalah untuk melihat profil pendidikan di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Karena topik yang di bahas berbeda-beda maka landasan teori dipelajari oleh peneliti, metode penelitian dikembangkan bersama-sama, namun pada hasil analisis data, perumusan pembahasan ditulis berdasarkan hasil respon dari partisipan yang diteliti. Dengan demikian dalam penelitian ini, tidak ada penjiplakan kalimat antara mahasiswa. Jika terdapat kesamaan kalimat atau frasa dalam penulisan maka itu merupakan hasil diskusi bersama, bukan hasil penjiplakan satu dengan yang lainnya. Selama penyusunan skripsi ini, peneliti mendapat banyak bimbingan, arahan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Drs. Tarsius Sarkim, M.ED., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Skripsi atas waktu yang diberikan untuk membimbing dengan penuh perhatian, serta yang telah banyak meluangkan waktu dan masukan selama penulisan skripsi. 2. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika dan segenap dosen Program Studi Pendidikan Fisika yang telah memberikan pengetahuan, bimbingan, dan pengalaman selama penulis belajar di Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Ir. Sri Agustini Sulandari M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik yng selalu memberikan motivasi dan semangat. 4. Segenap staf sekretariat JPMIPA yang telah membantu segala sesuatu tentang administrasi selama penulis kuliah di Universitas Sanata Dharma. 5. Orangtua tercinta Bapak Finsensius Ubin dan Ibu Wanefrida Vilomina Denah yang telah memberikan cinta dan kasih sayangnya yang luar biasa. Terimakasih yang tak terhingga karena telah memberikan segalanya. 6. Buat adikku tersayang Antonius Jenius serta keluarga besarku, terimkasih atas doa dan dukungan. 7. Buat pamanku Obin. SH yang selalu memberikan dukungan, semangat, doa kasih sayang, perhatian dan banyak membantu secara materi sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. 8. Rekan seperjuangan (Rahayu Larasati. Carlina, Amanda Kartika dan Ceacelia Anis) atas kerjasama, semangat, masukan dukungan dan suka-dukanya. 9. Sahabat terbaikku Rahayu Larasati yang selalu jadi tempat dikala sudah hampir menyerah. vii.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. viii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK “KESIAPAN GURU FISIKA SMA KELAS XI-IPA DI KABUPATEN SLEMAN DALAM MEMANFAATKAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SEKOLAH”. Fransiska Yupita 121424004 Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kesiapan guru fisika Sekolah Menengah Atas XI Ilmu Pengetahuan Alam dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di sekolah di Kabupaten Sleman. Penelitian dilaksanakan pada bulan mei 2016 pada enam SMA yang ada di Sleman. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 6 guru dan 297 siswa kelas XI Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan wawancara kesiapan guru fisika SMA kelas XI Ilmu Pengetahuan Alam dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di sekolah di Kabupaten Sleman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam ketersedian sarana dan prasarana di Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Sleman di kategori siap dengan persentase 87,50%. Secara keseluruhan kesiapan guru fisika dalam kebiasaan menggunakan internet tergolong dalam kategori siap dengan persentase 77,08% . Sedangkan untuk kemampuan diri juga tergolong Siap dengan persentase 87,50%, dan untuk pandangan terhadap manfaat internet tergolong dalam kategori siap dengan persentase 81,25%.. Kata kunci: kesiapan guru, pelajaran fisika, Kabupaten Sleman.. ix.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT PHYSICS TEACHER READINESS XI HIGH SCHOOL CLASS OF NATURAL SCIENCE IN THE DISTRICT SLEMAN USING THE INTERNET AS A SOURCE OF LEARNING IN SCHOOL Fransiska Yupita 121424004 Sanata Dharma University. This study aims to determine the readiness of teachers phisic XI High School of natural Sciences in utilizing the Internet as a source of learning in schools in Sleman. The research was conducted in May 2016 on six high school in Sleman. The number of samples of this research are 6 teachers and 297 students of class XI Department of Natural Sciences. The instrument used in this study was a questionnaire and interview readiness of high school physics teacher in class XI Natural Sciences in utilizing the Internet as a source of learning in schools in Sleman. The results of this study indicate that the readiness of teachers in the availability of facilities and infrastructure in high school in Sleman district in category ready with the percentage of 87.50%. Overall readiness physics teacher in the habit of using the Internet fall into the category of ready with a percentage of 77.08%. As for the ability of self is also quite ready with a percentage of 87.50%, and for the view of the benefits of internet classified in category ready with a percentage of 81.25%. Keywords: readiness teacher, physics, Sleman.. x.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ...........................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................... v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................ vi KATA PENGANTAR ..................................................................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................ ix ABSTRACT .......................................................................................................... x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ...........................................................................................xiii DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………xiv DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………….xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ....................................................................1 B. Rumusan Masalah ............................................................................3 C. Tujuan Penelitian ..............................................................................3 D. Pembatasan Masalah………………………………………………..4 E. Manfaat Penelitian ............................................................................4 BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Kabupaten Sleman ...........................................................6 B. Pengertian Internet ............................................................................7 C. Kesiapan ............................................................................................7 D. Peran Guru dalam E-learning ...........................................................10 E. Komponen Kesiapan Pembelajaran Berbasis E-learning .................10 F. Manfaat Internet sebagai Sumber dan Media Belajar .......................15 G. Peran Internet dalam Pemebelajaran Fisika ......................................16 H. Aspek-aspek Kesiapan dalam Memanfaatkan intenet.......................19 I. Penelitian Terkait ..............................................................................20. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian .................................................................................22 B. Subyek Penelitian .............................................................................22 C. Tempat dan Waktu Penelitian ...........................................................26 D. Metode Penelitian .............................................................................27 E. Instrumen Penelitian .........................................................................27 F. Validitas Instrumen ...........................................................................30 G. Teknik Analisa Data .........................................................................30. BAB IV DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Penelitian..........................................................................34. xi.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Data dan Analisis .............................................................................35 C. Pembahasan ......................................................................................43 D. Pembatasan Penelitian ......................................................................50 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .......................................................................................51 B. Saran ..................................................................................................51 DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................53 LAMPIRAN ........................................................................................................54. xii.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Daftar Nama SMA di Kabupaten Sleman ............................................. 6 Tabel 3.1 Daftar Sekolah Berdasarkan Kecamatan ............................................... 23 Tabel 3.2 Jumlah Sekolah Sampel ........................................................................ 24 Tabel 3.3 Jumlah Sampel Setiap Sekolah ............................................................ 25 Tabel 3.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaaan Penelitian ........................................ 26 Tabel 3.5 Kisi-kisi Angket Penelitian (pernyataan guru)...................................... 28 Tabel 3.6 Kisi-kisi Angket Penelitian (pernyataan siswa) .................................... 29 Tabel 3.7 Kategori Kesiapan Guru (pernyataan guru) ......................................... 31 Tabel 3.8 Kategori Kesiapan Guru (pernyataan siswa) ........................................ 32 Tabel 3.9 Keterangan kategori Kesiapan .............................................................. 33 Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian di Setiap Sekolah ................................. 35 Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Perolehan Skor Kesiapan Guru (pernyataan guru)......................................................... 36 Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Perolehan Skor Kesiapan Guru (pernyataan siswa) ....................................................... 36 Tabel 4.4 Kesiapan Guru Fisika dalam Memanfaatkan Internet (pernyataan guru) .................................................................... 36 Tabel 4.5 Kesiapan Guru Fisika dalam Memanfaatkan Internet (pernyataan siswa) ................................................................... 37 Tabel 4.6 Distribusi Skor Keseluruhan Kesiapan Guru (pernyataan guru) ......... 40 Tabel 4.7 Distribusi Skor Keseluruhan Kesiapan Guru (pernyataan siswa) ........ 41. xiii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR. Gambar 1.1 Histogram Kesiapan guru fisika SMA dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar (pernyataan guru) .......................................41 Gambar 2.2 Histogram Kesiapan guru fisika SMA dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar (pernyataan siswa) .....................................42. xiv.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 A Angket kesiapan guru (pernyataan guru) ....................................... 55 Lampiran 1 B Angket kesiapan guru (pernyataan siswa) ..................................... 57 Lampiran 2 A Contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Ngaglik (pernyataan guru) ............................................................................. 59 Lampiran 2 B Contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Minggir ..................60 Lampiran 2 C contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Cangkringan………………………..............................................62 Lampiran 2 D Contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Tempel .................64 Lampiran 2 E Contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Turi ......................66 Lampiran 2 F Contoh hasil jawaban dari guru SMA St. Mikael …………………………………………………....68 Lampiran 3 A Contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Ngaglik (pernyataan siswa ………………………………………………......70 Lampiran 3 B Contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Minggir ……………………………………………….....72 Lampiran 3 C contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Cangkringan …………………………………………………..…...74 Lampiran 3 D Contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Tempel ……………………………………………..…....76 Lampiran 3 E Contoh hasil jawaban dari guru SMA 1 N Turi ………………………………………………..…….78 Lampiran 3 E Contoh hasil jawaban dari guru SMA St. Mikael .................................................................................80 Lampiran 4 A surat ijin penlitian SMA N 1 Ngaglik.............................................81 Lampiran 4 B surat ijin penlitian SMA N 1 Cangkringan ....................................82 Lampiran 4 C surat ijin penlitian SMA N 1 Minggir.............................................83 Lampiran 4 D surat ijin penlitian SMA N 1 Tempel.............................................84 Lampiran 4 E surat ijin penlitian SMA N 1 Turi...................................................85 Lampiran 4 F surat ijin penlitian SMA N 1 St. Mikael.........................................86 Lampiran 4 G surat kantor kesatuan bangsa..........................................................87 Lampiran 5 A surat keterangan sudah penelitian Ngaglik.....................................88 Lampiran 5 B surat keterangan sudah penelitian Turi...........................................89 Lampiran 5 C surat keterangan sudah penelitian Minggir.....................................90 Lampiran 5 D surat keterangan sudah penelitian Tempel......................................91 Lampiran 5 E surat keterangan sudah penelitian St. Mikael..................................92 Lampiran 5 F surat keterangan sudah penelitian....................................................93 Lampiran 6 A skor Kesiapan guru (pernyataan guru) ......................................... 94 xv.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Lampiran 7 A skor Kesiapan guru (pernyataan siswa) ........................................ 95 Lampiran 8 A Skor kesiapan guru setiap indikator ............................................. 105 Lampiran 9 A Indikator kesiapan guru ............................................................... 113 Lampiran 9 B perIndikator kesiapan guru .......................................................... 114 Lampiran 10 A aspek-aspek kesiapan guru (pernyataan guru)........................... 116 Lampiran 11 A Skor kesiapan guru setiap indikator ........................................... 117 Lampiran 12 A Indikator kesiapan guru ............................................................ 178 Lampiran 13 A aspek-aspek kesiapan guru (pernyataan siswa) ........................ 179 Lampiran 14 A perIndikator kesiapan guru ....................................................... 180. xvi.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi sangat berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pendidikan dan dalam proses pembelajaran guru juga sangat berpengaruh dalam kesuksesan dalam pengajaran. Sesuai dengan Peran guru adalah sebagai kaloborator dan fasilitator dalam belajar. Guru dianggap dapat melakukan dalam segala hal dan dapat menerapankan pengajaran yang menarik dan mengikuti semua perkembangan yang dalam era modern ini. Mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Metode mengajar adalah alat yang dapat merupakan bagian dari perangkat alat dan cara dalam pelaksanaan suatu strategi belajarmengajar. Seperti yang penulis lihat disetiap sekolah terutama dalam pembelajaran fisika, seringkali guru sulit untuk mengoperasi internet. Hal ini disebabkan berbagai faktor. Kemungkinan penyebab hal tersebut, antara lain faktor, sarana dan prasarana, kemampuan dalam mengoperasi intenet dan kemauan dari guru itu sendiri. Yang jelas guru menjadi tolak ukur siap atau tidaknya dalam pemanfaatan internet disekolah. Disinilah. 1.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. guru sebagai pendidik yang harus berusaha untuk mengikuti kemajuan dalam dunia pendidikan. Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten yang ada di Yogyakarta. Secara umum pendidikan di Sleman sudah tergolong sangat baik. Dari observasi awal diindikasikan bahwa kesiapan guru untuk memanfaatkan internet memiliki permasalahan yaitu ada guru yang tidak dapat mengelola internet untuk proses pembelajaran. Masalah lain adalah sarana dan prasarana yang menunjang penggunaan internet yang kurang memadai dan hanya beberapa area yang memiliki akses internet yang baik. Hal ini dapat terlihat bahwa pada saat pembelajaran sangat jarang guru menggunakan internet. Pada era modern ini teknologi semakin pesat berkembang dan berpengaruh besar dalam dunia pendidikan. Maka dari itu guru dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Sebagai guru harusnya siap dengan perkembangan dalam dunia pendidikan contohnya dalam pembelajaran yang berkaitan dalam memanfaatkan internet dalam pembelajaran fisika. Peran guru dalam internet mempunyai peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang bergairah dan dalam memupuk jiwa komunitas yang kuat dan baik melalui gaya mengajar dan sikap mereka terhadap siswa. Guru dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan dalam pembelajaran. Kesiapan guru terutama guru fisika dalam pemanfaat internet harus dapat dilakukan. Guru Fisika harus dapat. 2.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. mengakses dan mengelola internet dengan baik agar dapat mengakses pembelajaran yang baru dari internet. Banyak hal yang menjadi penghambat bagi guru dalam pemanfaatan internet didalam pembelajaran disekolah yaitu, masih ada guru yang belum bisa mengelola internet dengan baik, dan kurangnya ketersedian akses internet disekolah. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. kesiapan guru dalam penerapan internet dalam. perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Sehingga dalam skripsi ini diambil judul Kesiapan Guru Fisika SMA XI-IPA Di Kabupaten Sleman Untuk Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar di Sekolah.. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai : Bagaimana Kesiapan Guru Fisika SMA XI IPA di Kabupaten Sleman untuk Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar di Sekolah.. C. Tujuan Berdasarkan masalah yang telah diungkapkan diatas, maka peneliti ini bertujuan untuk mengetahui Kesiapan Guru Fisika SMA XI-IPA di. 3.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Kabupaten Sleman Untuk Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar di Sekolah.. D. Pembatasan Masalah Dalam penelitian ini, penulis merasa perlu membatasi yang akan dibahas agar arah yang hendak dicapai lebih jelas. Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi pada Kesiapan Guru Fisika SMA XI IPA Untuk Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar Di Sekolah.. E. Manfaat Manfaat peneltian : 1. Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sebagai bahan acuan dalam mengetahui dan meningkatkan kesiapan guru fisika untuk memanfaatkan internet disekolah. 2. Bagi Guru Membantu guru untuk mengetahui gambaran pemanfaatan internet dalam pembelajaran Fisika 3. Bagi Sekolah Berguna bagi sekolah untuk meningkatkan kesiapan guru fisika untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di sekolah 4. Bagi Peneliti Sebagai. pengalaman. dalam. melakukan. penelitian. dan. dapat. dikembangkan ke tahap lebih lanjut untuk penelitian berikutnya untuk. 4.
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. meningkatkan pendidikan dalam upaya memberikan pengetahuan pada pemanfaatan internet dalam pembelajaran Fisika sekolah.. 5.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Kabupaten Sleman Yogyakarta Kabupaten Sleman Yogyakarta merupakan salah satu kabupaten yang ada di dalam wilayah Yogyakarta. Kabupaten Sleman memiliki 17 SMA negeri dan 33 SMA swasta. Berikut daftar nama sekolah di kabupaten Sleman.. Tabel 2.1 Daftar Nama SMA di Kabupaten Sleman No. Nama Sekolah 1. SMA N 1 Cangkringan. SMA N 1 Turi. 2. SMA N 1 Depok. SMA N 1 Tempel. 3. SMA N 1 Gamping. SMA N 2 Ngaglik. 4. SMA N 1 Godean. SMA N 1 Ngemplak. 5. SMA N 1 Kalasan. SMA N 1 Pakem. 6. SMA N 1 Minggir. SMA N 1 Prambanan. 7. SMA N 1 Mlati. SMA N 1 Sayegan. 8. SMA N 1 Ngaglik. SMA N 2 Sleman. 9. SMA N 1 Sleman. SMA 2 Islam Moyudan. 10. SMA Kolose De Brito SMA Sunan Depok Sleman. 11. SMA Kolombo Depok. 12. SMA Bina Ngaglik. Kalijogo. SMA Imanuel Kalasan. Harapan SMA Proklamasi 1945. 6.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. No.. Nama. 13 14. SMA IKIP Veteran SMA Muh Kalasan Ngemplak SMA Muh Pakem SMA Muh Minggir. 15. SMA Islam 3 Sleman. 16. SMA Mandala Depok. 17 18. SMA Angkasa Adisucipto SMA Muh 2 Depok Depok SMA GAMA Yogyakarta SMA Muh Gamping. 19. SMA Mulia Minggir. SMA Bina Tama Minggir. 20. SMA Dr. Wahidin Mlati. SMA Muh Mlati. 21. SMA Santo Mikael Mlati. SMA Darul Hikmah. 22. SMA Islam 1 Praambanan. SMA Muh 1 Prambanan. 23. SMA Muh 2 Prambanan. SMA Muh 2 Sayegan. 24. SMA Islam Sleman. SMA Islam 2Moyudan. 25. SMA Sulaiman SlEMAN. SMA Institut Indonesia. Sekolah. SMA Muh 1 Sleman. Bhakti SMA Santo Sleman. Agustinus. B. Pengertian Internet Internet adalah singkatan dari “Interconnected Network”. Internet merupakan jaringan komputer independen yang dihubungkan satu dengan yang lainnya. Jaringan komputer ini dapat terdiri dari berbagai lembaga pendidikan, pemerintahan, militer, organisasi bisnis dan organisasiorganisasi lainnya. Internet atau nama pendeknya Net merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia (Jagiyanto Hartono, 1999: 341-342). Menurut Aji Supriyanto (2005: 336), internet adalah sebuah jaringan komputer global, yang terdiri dari. 7.
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. jutaan komputer yang saling terhubung dengan protokol yang sama untuk berbagi informasi secara bersama. Menurut Suharno Widi Nugroho (2006: 13), internet adalah bertemunya dua komputer atau lebih yang berhubungan satu sama lainnya untuk saling bertukar informasi di seluruh dunia.. C. Kesiapan 1. Pengertian Kesiapan Menurut kamus psikologi kesiapan (readiness) adalah suatu titik kematangan untuk menerima dan mempraktekkan tingkah laku tertentu. Definisi kesiapan menurut beberapa ahli yaitu : a. Menurut Yusnawati (2007:11), ”kesiapan merupakan suatu kondisi dimana seseorang telah mencapai pada tahapan tertentu atau dikonotasikan dengan kematangan fisik, psikologis, spiritual dan skill”. b. Menurut Slameto (2010:13), ”kesiapan adalah keseluruhan kondisi yang membuatnya siap untuk memberi respon atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi. Penyesuaian kondisi pada suatu saat akan berpengaruh pada kecenderungan untuk memberi respon”. Dari beberapa teori itu dapat disimpulkan bahwa kesiapan adalah suatu kondisi yang dimiliki baik oleh perorangan maupun suatu badan. 8.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. dalam mempersiapkan diri baik secara mental, maupun fisik untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. 2. Prinsip-prinsip Kesiapan Suatu kondisi dikatakan siap setidak-tidaknya mencakup beberapa aspek,. menurut. Slameto. (2010:14),. ada. tiga. aspek. yang. mempengaruhi kesiapan yaitu: a.. Kondisi fisik, mental, dan emosional. b.. Kebutuhan atau motif tujuan. c.. Keterampilan, pengetahuan, dan pengertian yang lain yang. telah dipelajari. Slameto (2010:15) juga mengungkapkan tentang prinsip-prinsip readiness atau kesiapan yaitu: a.. Semua aspek perkembangan berinteraksi (saling pengaruh. mempengaruhi). b.. Kematangan jasmani dan rohani adalah perlu untuk. memperoleh manfaat dari pengalaman. c. Pengalaman-pengalaman mempunyai pengaruh yang positif terhadap kesiapan. d. Kesiapan dasar untuk kegiatan tertentu terbentuk dalam periode tertentu selama masa pembentukan dalam masa perkembangan.. 9.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. D. Peran Guru dalam E-learning E-learning telah memperkuat dan mempercepat. terjadinya. pergeseran peran guru. Peran guru dalam e-learning adalah sebagai desainer instruksional, fasilitator dalam interaksi belajar, dan ahli materi. Peran guru yang utama adalah untuk mendorong proses perkembangan kognitif siswa yang dicapai melalui media komputer yang diharapkan memiliki aksesibilitas dan adaptabilitas yang tinggi (Seok,2008). Dalam E-Learning guru juga dituntut untuk terampil dalam bidang TIK, terutama dalam pembuatan tampilan bahan ajar melalui media. Peran guru sebagai sumber utama informasi dan pengetahuan, menjadi berkurang jauh dalam era e-learning. Berbagai jenis informasi dan pengetahuan tersedia secara gratis dari internet. Guru harus mengadaptasikan perannya dari sumber atau penguasa ilmu menjadi pembimbing siswa dalam memilih dan menseleksi kegiatan belajar. Peran guru sebagaimana dikemukakan oleh Barajas, Scheuermann dan Kikis (2002) adalah sebagai: siswa, tutor, kolaborator, pengembang materi, peneliti, siswa TIK seumur hidup, dan anggota dari tim pengajar.. E. Komponen kesiapan pembelajaran berbasis e-learning. Guru adalah komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Keberhasilan implementasi e-learning dalam pembelajaran. 10.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. sangat tergantung pada kepiawaian guru dalam menggunakan metode, teknik, taktik pembelajaran serta kompetensi dalam mata pelajaran yang diajarkan. Seorang guru satu dengan lainnya mendapat pengalaman, kemampuan, pengetahuan, gaya yang berbeda. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi penyusunan strategi pembelajaran maupun implementasi pembelajaran. Guru dalam proses pembelajaran bukan hanya sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajar, tetapi juga berperan sebagai pengelola pembelajaran (manager of learning). Efektivitas. pembelajaran. sepenuhnya. diserahkan. oleh. guru,. keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh guru. Menurut Dunkin (Rahmanto, 2008) ada sejumlah aspek yang dapat mempengaruhi kualitas proses pembelajaran dilihat dari faktor guru, yaitu teacher formative experience, teacher training experience dan teacher properties. Teacher formative experience, meliputi jenis kelamin serta semua pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang sosial mereka, diantaranya; tempat asal kelahiran guru termasuk suku, latar belakang budaya, adat istiadat, keadaan keluarga. Teacher training experience adalah pengalaman–pengalaman yang berhubungan dengan aktifitas dan latar belakang pendidikan guru, misalnya; pengalaman latihan professional, tingkatan pendidikan, pengalaman jabatan. Teacher properties adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru, misalnya sikap guru terhadap profesinya, sikap guru terhadap siswanya, intelegensi guru,. 11.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kemampuan dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran. Secara detail guru harus mempunyai kemampuan seperti di bawah ini : a. Kompetensi guru dalam pembelajaran Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru untuk menyelenggarakan model pembelajaran berbasis e-learning. Pertama. adalah. kemampuan. untuk. membuat. desain. instruksional (instructional design) sesuai dengan kaidahkaidah. pedagogie. pembelajaran.. yang. Kedua. dituangkan. adalah. dalam. penguasaan. TIK. rencana dalam. pembelajaran yakni pemanfaatan e-learning sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang up to date dan berkualitas. Ketiga adalah penguasaan materi pembelajaran (subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Langkah-langkah kongkrit yang harus dilalui oleh guru dalam pengembangan bahan pembelajaran adalah mengidentifikasi bahan pelajaran yang akan disajikan setiap pertemuan, menyusun kerangka materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional dan pencapaiannya sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Bahan tersebut selanjutnya dibuat tampilan yang menarik mungkin dalam bentuk power point dengan didukung oleh gambar, video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan. 12.
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. sesuai dengan kaidah-kaidah evaluasi pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi kemajuan siswa. Bahan pengayaan (additional matter) diberikan melalui link ke situs-situs sumber belajar yang ada di internet agar siswa mudah mendapatkannya. Setelah bahan tersebut selesai maka secara teknis guru tinggal meng-upload ke situs e-learning yang telah dibuat. Beberapa hal yang perlu dicermati dalam menyelenggarakan program elearning adalah guru harus mampu menggunakan internet dan email untuk berinteraksi dengan siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa, siswa mampu mengatur waktu belajar, dan pengaturan efektivitas pemanfaatan internet dalam ruang multimedia. Kompetensi terhadap materi TIK yang harus dikuasai meliputi: kemampuan dasar pengoperasian komputer, yaitu; Pertama, dapat mengoperasikan komputer, minimal dengan sistem operasi program windows dan aplikasinya. Kedua, dapat menggunakan program aplikasi pengolah kata, angka, basis data, aplikasi untuk presentasi. Ketiga, dapat menggunakan program aplikasi yang ada di internet untuk browsing, chating, email, menyertakan file di dalam email (attachment),. searching,. mendownload. file. di. internet.. Keempat, dapat menjelaskan konsep jaringan komputer, konsep lokal komputer dan remote computer, setting agar dua komputer saling terhubung. Kelima, dapat membuat homepage. 13.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. sederhana di jaringan komputer lokal. Keenam, dapat mengimplementasikan pengetahuannya dalam bidang bahasa pemrograman komputer untuk membuat bahan ajar sederhana. Ketujuh, dapat membuat software pembelajaran mandiri (bersifat interaktif dengan user). Kedelapan, dapat memasukan bahan ajar ke internet. Kesembilan, dapat mendeteksi, memperbaiki, dan merakit hardware seperti print, soundsistem, webcamp dan sebagainya. b. Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Berkembangnya teknologi pembelajaran berbasis TIK, salah satu kendalanya adalah menyiapkan peserta didik dalam kemampuan belajar berbasis teknologi informasi. Secara umum dapat ditemui di kebanyakan satuan pendidikan, siswa masih enggan untuk meluangkan waktu di luar jam belajar untuk mengunjungi lab. Komputer atau mengunjungi warnet terdekat untuk mencari sumber belajar atau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tetapi hanya sebagai sarana hiburan saja. Kurangnya kompetensi siswa dalam bidang teknologi informasi (TI) menjadikan siswa enggan untuk mempelajarinya. Selain itu motivasi menggunakan dalam pembelajaran sendiri masih lemah, hal ini terjadi karena dalam proses pembelajaran tidak ada sistem yang sifatnya memaksa siswa untuk belajar TI, misalnya tugas untuk mencari makalah di internet, atau melihat. 14.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. nilai ujian harus di internet dan sebagainya. Salah satu upaya yang efektif untuk mengkondisikan siswa berbudaya belajar berbasis TIK adalah dengan pembentukan komunitas TIK, yakni sebagai wadah siswa untuk bersinggungan dengan budaya teknologi.. F. Manfaat Internet Sebagai Sumber dan Media Belajar Teknologi internet pada hakikatnya merupakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan adanya internet yang memiliki keunggulan interaktif, dapat juga sebagai media massa dan interpersonal, sumber informasi atau gudangnya informasi dari seluruh penjuru dunia, dan sangat mungkin dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Menurut Soni Nopembri dan Caly Setiawan (2008: 8-9), ada tiga bentuk sistem pembelajaran melalui Internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan sistem pembelajaran dengan mendayagunakan internet yaitu: 1.. Web Course, ialah penggunaan internet untuk keperluan. pembelajaran, di mana seluruh bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Bentuk web course ini tidak memerlukan adanya kegiatan tatap muka baik untuk keperluan pembelajaran maupun evaluasi dan ujian, karena semua proses belajar mengajar sepenuhnya. 15.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. dilakukan melalui penggunaan fasilitas internet seperti e-mail, chat rooms, bulletin board dan online conference. 2.. Web Centric Course, di mana sebagian bahan belajar,. diskusi, konsultasi, penugasan, dan latihan disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka. Walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasanya berupa tutorial, tetapi prosentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan prosentase proses belajar melalui internet. 3. Web Enhanced Course, yaitu pemanfaatan internet untuk pendidikan, untuk menunjang peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas. Bentuk ini juga dikenal dengan nama Web lite course, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.. G. Peran Internet dalam Pembelajaran Fisika Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada. 16.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar. Perkembangan internet saat ini telah menjalar dan memasuki setiap dimensi aspek kehidupan manusia. Salah satu peranan yang besar dapat dilihat dalam pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam suatu institusi akademik. Teknologi informasi telah memberikan gambaran kepada kita bagaimana teknologi informasi telah memainkan peranan yang penting dalam suatu komunikasi informasi. Dimana pada tahun 50-an media komunikasi yang dipakai adalah jam, pada tahun 50-an s.d. 70-an. media yang dipergunakan adalah surat dan teleks, 70-an s.d. 90-an media yang dipergunakan adalah telepon dan faksimil, dan pada tahun 90-an sampai sekarang, maka media yang dipergunakan adalah ponsel, komputer, dan internet. Berdasarkan data statistik Indonesia, terlihat bahwa khususnya di Indonesia, terdapat 11,5 juta orang yang melakukan akses internet atau 5,2% dari total penduduk Indonesia. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa pertumbuhan pengguna internet di seluruh Indonesia berkembang pesat dan sudah menjadi kebutuhan utama bagi setiap orang.. 17.
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa internet memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap dimensi kehidupan khususnya pendidikan. Internet memberikan kontribusi yang sangat besar didalam membantu setiap dimensi yang ada untuk selalu mendapatkan informasi yang up to date. Jaringan internet merupakan salah satu jenis jaringan yang populer dimanfaatkan karena internet merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai secara bersamasama. Demikian juga dalam dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran fisika, berkat adanya jaringan internet, maka dapat membantu dalam mendapat informasi-informasi yang terkini dan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hal tersebut, maka ada beberapa keuntungan jika kita menggunakan internet sebagai media dala pembelajaran fisika, antara lain: 1. Dengan adanya media internet dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dan menyenangkan. 2. Kaidah, hukum dan prinsip fisika yang sulit dapat diatasi dengan beberapa simulasi dan animasi fisika di internet; 3. Media internet dapat mengatasi keterbatasan perpustakaan dan media pembelajaran fisika.. 18.
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Pembelajaran. fisika. dengan. media. internet. ini. dapat. dilaksanakan baik secara klasikal, kelompok maupun individual. Pembelajaran secara klasikal akan menuntut guru dalam pemilihan materi ajar fisika sehingga dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas lebih efektif dan menarik. Dalam pencarian materi ajar ini dimulai ketika searching dengan internet. Setelah memasukkan kata kunci, muncul beberapa halaman, kemudian pilih halaman yang diinginkan. Jika sesuai dengan materi ajar yang diinginkan maka disimpan dalam bentuk file. Hasil-hasil ini diolah menjadi bahan ajar yang siap untuk ditayangkan dengan komputer dan atau proyektor dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Di bidang pendidikan, internet banyak memunculkan e-learning dan pembelajaran online, dimana belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Selain sebagai sumber belajar yang hampir tidak terbatas, internet juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara guru dengan guru maupun guru dengan siswa.. H. Aspek-aspek Kesiapan guru dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar disekolah 1. Ketersedian sarana dan prasarana 2. Ketersedian sarana dan prasarana 3. Kemampuan diri 4. Pandangan terhadap manfaat internet. 19.
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. I. Penelitian terkait Dalam penyusunan skripsi ini, penulis sedikit terinspirasi dan mereferensi dari penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan latar belakang masalah pada skripsi ini. Berikut ini penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian ini. Faridatur Rohmah 2016. Analisis Kesiapan Sekolah terhadap Penerapan Pembelajaran Online (e-learning) di SMA Negeri 1 Kutowinangun. Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dengan persentase 53,22% dikategorikan siap. Nur Hadi Waryanto dan Nur Insani Tingkat Kesiapan (Readiness) Implementasi E-learning di Sekolah Menegah Atas Kota Yogyakarta dilakukan oleh UNY dengan persentase 54,05% dikategorikan siap. Ahmad Sultoni 2012. Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 1 Wiradesa Kabupaten Pekalogan tahun 2011/2012 dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang dengan persentase 52,78% dikategorikan siap. Penelitian diatas sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, yaitu meneliti tentang kesiapan menggunakan internet untuk membantu dalam proses pembelajaran. Sedangkan yang membedakan adalah pada judul diatas tidak meneliti tentang kesiapan guru dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar fisika disekolah. Tetapi. 20.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. tujuan dari peneliti adalah sama yaitu untuk mengetahui kesiapan dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.. 21.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan riset survey. Metode survei (Kasmadi, 2013:63) mengumpulkan data dengan cara survei ke lapangan untuk kasus-kasus yang jumlah populasinya relatif besar. Pada penelitian ini menggunakan metode survei guna memperoleh informasi keadaan suatu responden. Sistem yang dibahas pada penelitian ini adalah Kesiapan Guru Fisika dalam Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar di Sekolah. Penelitian survei ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di kabupaten Sleman dalam pemanfaatan internet sebagai sumber belajar Fisika. Data kuantitatif diperoleh dengn menyebarkan kuisioner kepada guru dan siswa kelas XI IPA.. B. Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada guru fisika kelas XI IPA sebanyak 6 responden dari 17 sekolah yang di targetkan. Pada tabel dibawah adalah persentase sekolah yang menjadi subyek penelitian.. 22.
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Untuk menggambarkan keterwakilan seluruh guru dan siswa di kabupaten Sleman, maka dipilih 1 SMA dalam 1 kecamatan untuk mewakili daerah di bagian utara, bagian timur, bagian barat, dan bagian tengah kabupaten Sleman. Dengan mempertimbangkan kemungkinan untuk diterima lebih besar untuk bisa melakukan penelitian maka peneliti lebih banyak memilih SMA negeri untuk dijadikan tempat penelitian. Pada tabel 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman dan Sekolah yang di jadikan subyek sebagai penelitian dipilih berdasarkan kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman. Pada tabel 3.1 daftar SMA yang dijadikan subyek penelitian.. Tabel 3.1 Daftar Sekolah berdasarkan Kecamatan No. Kecamatan Sekolah 1.. Cangkringan. SMA N 1 Cangkringan. 2.. Depok. SMA N 1 Depok. 3.. Gamping. SMAN 1 Gamping. 4.. Godean. SMA N 1 Godean. 5.. Kalasan. SMA N Kalasan. 6.. Minggir. SMA N 1 Mingir. 7.. Mlati. SMA Santo Mikael. 8.. Ngaglik. SMA N 1 Nganglik. 9.. Ngemplak. SMA N 1 Ngemplak. 10.. Pakem. SMA N 1 Pakem. 11.. Prambanan. SMA N 1 Prambanan. 12.. Seyegan. SMA N 1 Seyegan. 23.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. No.. Kecamatan. Sekolah. 13.. Sleman. SMA N 1 Sleman. 14.. Tempel. SMA N 1 Tempel. 15.. Turi. SMA N 1 Turi. 16.. Berbah. SMA Institusi Sleman. 17.. Moyudan. SMA Islam II Moyudan. Indonesia. Sesuai dengan lokasi penelitian yang telah ditentukan, maka pengambilan data dilakukan di 17 SMA di kabupaten Sleman yang sudah ditentukan berdasarkan kecamatan.. Adapun realisasi lokasi SMA yang dijadikan. tempat untuk pengambilan data seperti terlihat di Tabel 3.2.. Tabel 3.2 jumlah sekolah sampel Jumlah Presentase Target SMA Sampel 17. 100%. Terealisasi. 38%. 6. Berdasarkan Tabel 3.2, pengambilan data dilakukan di 6 SMA dari 17 SMA yang direncanakan atau terealisasi sebesar 38 %. Hal ini disebabkan terbatasnya waktu untuk peneliti menjangkau 17 sekolah tersebut dan ada beberapa SMA yang menolak untuk dijadikan lokasi pengambilan data karena ada kebijakan dari Kepala Sekolah untuk menolak ijin dijadikan tempat pelaksanaan penelitian. Alasan adanya kebijakan tersebut diantaranya adalah guru dan siswa pada sekolah tersebut sedang sibuk untuk mengejar materi pelajaran yang belum. 24.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. terselesaikan guna mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir semester genap tahun ajaran 2015/2016. Ada beberapa SMA yang dijadikan pengganti bagi SMA yang tidak bersedia menjadi tempat melakukan penelitian tetapi sekolah tersebut tetap berada dalam 1 kecamatan. Contohnya: SMA N 1 Mlati yang digantikan dengan SMA Santo Mikael, SMA N 2 Ngaglik yang digantikan dengan SMA N 1 Ngaglik. Setelah. mendapatkan. 6. sekolah. untuk. dijadikan. tempat. melaksanakan penelitian, peneliti mengambil 100% dari jumlah guru kelas XI IPA dari setiap sekolah tersebut untuk menjadi sampel penelitian. Sampel pada penelitian ini adalah 6 guru dan 297 siswa . Jumlah sampel masing-masing sekolah dapat dilihat pada tabel. Penelitian ini dilakukan pada guru fisika dan siswa-siswi SMA kelas XI jurusan IPA sebanyak 6 responden dari 17 sekolah SMA yang ada di kabupaten Sleman. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Sleman.. Sekolah Menengah Atas di. Kabupaten Sleman ada 6 sekolah yang dipilih. Berikut tabel sekolah yang dipilih sebagai subyek pengambilan data penelitian ini.. No.. Tabel 3.3 jumlah sampel setiap sekolah Sekolah Jumlah Sampel. 1.. SMA N 1 Ngaglik. 82. 2.. SMA N 1 Cangkringan. 42. 25.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. No.. Sekolah. Jumlah Sampel. 3.. SMA N 1 Minggir. 59. 4.. SMA N 1 Tempel. 39. 5.. SMA N 1 Turi. 52. 6.. SMA Santo Mikael. 23. Total. 297. C. Waktu dan Tempat Penelitian Pada penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2015 / 2016 yaitu tanggal 1-9 Juni 2016. Tempat dan waktu penelitian secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.. Tabel 3.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian. No. Tempat Penelitian Waktu Penelitian 1.. SMAN 1 Turi. 1 JUNI 2016. 2.. SMA N 1 Cangkringan. 2 JUNI 2016. 3.. SMA N 1 Tempel. 4 JUNI 2016. 4.. SMA N 1 Minggir. 7 JUNI 2016. 5.. SMA N 1 Ngaglik. 8 JUNI 2016. 6.. SMA Santo Mikael. 9 JUNI 2016. D. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan riset survey. Menurut Sugiyono (2012: 13) penelitian deskriptif yaitu, penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri,. 26.
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Berdasarkan teori tersebut, penelitian deskriptif kuantitatif, merupakan data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman untuk memanfaatkan internet di sekolah. Yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membagikan kuesioner/angket. pada. guru. dan. melakukan. wawancara. sebagai. komfirmasi dari kuesioner yang telah diisi oleh guru yang bersangkutan. Peneliti juga melihat memberikan kuesioner/angket kepada siswa kelas XI IPA untuk melihat dari pernyataan yang telah guru sampaikan.. E. Instrumen Penelitian Instrument yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pernyataan-pernyataan yang dibentuk berupa angket/kuesioner, yang kemudian diberikan kepada obyek penelitian. Kuesioner dalam penelitian ini bersifat tertutup atau telah disediakan alternatif jawaban. Dalam pembuatan kuesioner kesiapan memerlukan kisi-kisi kuesioner kesiapan. Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dipaparkan pada bab kajian pustaka, aspek yang dinyatakan dalam kuesioner kesiapan meliputi kesiapan guru terhadap pemanfaatan. 27.
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. internet dalam pembelajaran fisika yang berkaitan dengan kesiapan guru, pemanfaatan dan pengunaan internet dalam proses pembelajaran Kuesioner kesiapan guru terhadap pemanfaatan internet pada mata pelajaran fisika berisi pernyataan positif. Pernyataan positif mengandung makna bahwa pernyataan tersebut sesuai dengan kondisi dan situasi yang diharapkan menyebabkan guru siap dalam pemanfaatan internet pada mata pelajaran fisika. Secara keseluruhan kuesioner ini memiliki total 20 butir pernyataan untuk guru dan 10 butir untuk pernyataan siswa. Kisi-kisi kuesioner kesiapan ditunjukkan pada tabel 3.5 dam tabel 3.6.. Tabel 3.5 kisi-kisi Angket Penelitian (pernyataan guru) Aspek. Jumlah pernyataan. Indikator. Ketesedian saran Kesiapan sarana prasarana internet dan prasarana Terbiasa memeriksa karya siswa Kebiasaan menggunakan internet. 1, 2, 4. 11. Mengunakan internet sebagai salah 3 satu sumber belajar fisika Teratur memberi melalui internet. tugas. fisika 7. 8, 9,10. Terbiasa belajar dengan 14, 15, 16, 17, memanfaatkan konten-konten yang 18, 19,20 diakses dari internet Kemampuan diri. Kemampuan guru dalam mencari sumber pelajaran di. 28. 5, 6.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Aspek. Jumlah pernyataan. Indikator internet. Pandangan terhadap Internet menyediakan lebih banyak 12 manfaat internet informasi Mendorong siswa terbiasa mencari 13 sumber pembelajaran di internet. Tabel 3.6 kisi-kisi angket penelitian (pernyataan siswa) Aspek. Jumlah pernyataan. Indikator. Ketesedian saran Kesiapan sarana prasarana internet dan prasarana Terbiasa memeriksa karya siswa Kebiasaan menggunakan internet. 1, 3 8. Mengunakan internet sebagai salah 6 satu sumber belajar fisika Teratur memberi tugas fisika melalui 4, 5, 7 internet Terbiasa belajar dengan 2 memanfaatkan konten-konten yang diakses dari internet. Kemampuan diri. Kemampuan dalam. 9. menggunakan internet untuk mencari sumber pembelajaran Pandangan terhadap Mendorong siswa terbiasa mencari 10 manfaat internet sumber pembelajaran di internet. 29.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. F. Validitas instrumen Menurut Suparno (2007: 68) validitas dapat mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Validitas menunjuk pada kesesuaian, penuh arti, bergunanya kesimpulannya valid bila sesuai dengan tujuan penelitian. Pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatid dengan riset survey, yaitu dengan menyebarkan kuesioner/angket dan wawancara Sekolah Menengah Atas di seluruh Kabupaten Sleman. Dalam pebelitian ini validitas ditentukan oleh dosen pembimbing dengan melihat dan mempertimbangkam kuisioner yang baik digunakan untuk penelitian.. G. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dan pengelola data dari lapangan yaitu berupa kuesioner terhadap guru dan siswa SMA Se-Kabupaten Sleman Yogyakarta. Hasil kuisoner, peneliti analisa dengan langkah-langkah sebgai berikut : 1. Skoring Hasil Kuesioner Pernyataan siswa dan guru diberi skor 4 (empat) untuk jawan SS, skor 3 (tiga) untuk jawaban S, skor 2 (dua) untuk jawab TS dan skor 1 (satu) untuk STS. 2. Penskoran Untuk mengetahui skor setiap kesiapan guru maka digunakan. 30.
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Skor kesiapan = 3. Klasifikasi. tingkat. kesiapan. guru. fisika. SMA. untuk. memanfaatkan internet Untuk mengetahui kesiapan guru fisika SMA untuk memanfaatkan internet disekolah Se-Kabupaten Sleman maka hasil penskoran di klasifikasikan. Karena jumlah total pernyataan untuk kuesioner kesiapan guru fisika untuk memanfaatkan internet adalah 10 dilihat dari siswa dan 20 dari guru. a. Skor untuk guru Skor minimal = 1 x 20 = 20 Skor maksimal = 2 x 20 = 40 Range = 40 – 20 = 20 b. Pembagian interval Lalu skor diklasifikasikan dalam 2 interval, maka lebar intervalnya 20 : 2 = 10. Maka skor yang diperoleh dari kesiapan guru fisika untuk memanfaatkan internet disekolah akan diklasifikasikan seperti pada tabel berikut.. Tabel 3.7 Kategori kesiapan Guru (pernyataan guru) Skor Guru 30 – 40 19 – 29. Interval ( %) ≥ 75 < 75. 31. Kategori Kesiapan Siap Tidak Siap.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. c. Skor untuk siswa Skor minimal = 1 x 10 = 10 Skor maksimal = 2 x 10 = 20 Range = 20 – 10 = 10 d. Pembagian interval Lalu skor diklasifikasikan dalam 2 interval, maka lebar intervalnya 10 : 2 = 5. maka skor yang diperoleh dari kesiapan guru fisika untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar dilihat dari pernyataan siswa akan diklasifikasikan seperti pada tabel berikut. Tabel 3.8 kategori kesiapan guru (pernyataan siswa) Skor Guru. Interval ( %). Kategori Kesiapan. 15 – 20. ≥ 75. Siap. 9 – 14. < 75. Tidak Siap. Pembagian dua kategori tersebut tidak memerlukan perhitungan statistik, hanya saja perhitungan persentase skor hasil jawaban kuisioner guru dan siswa. Penentuan kategori menjadi dua ini diperuntukkan agar terlihat jelas perbedaan antara kategori siap dan kategori tidak siap. Berikut adalah penjelasan dua kategori yang digunakan.. 32.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel 3.9 Keterangan Kategori Kesiapan. Kategori. A. B. Keterangan. Guru sudah siap dalam semua factor kesiapan dalam menggunakan internet sebagai sumber belajar fisika. Guru belum siap dan membutuhkan lebih banyak lagi persiapan dan peningkatan pada faktor kesiapan untuk dapat menggunakan internet sebagai sumber belajar fisika.. 33.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB IV DATA DAN ANALISIS. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilakukan di 6 SMA yang ada di Kabupaten Sleman Yogyakarta pada bulan Juni 2016. Jumlah satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Sleman ada enam sekolah, dimana lima diantaranya berstatus Negeri dan satu diantaranya berstatus swata. Dalam melaksanakan penelitian untuk mengetahui kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman untuk pemanfaatan internet di sekolah diawal dengan penyusunan instrumen dari bulan april 2016 hingga mei 2016. Dan bersama dengan penyusunan instrumen ini peneliti juga mengkomunikasikan hal ini kepada Bapeda dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman terkait dengan penelitian yang akan dilaksanakan pada bulan juni. Penelitian ini dilaksanakan pada tingkat satuan SMA yang ada di Sleman Yogyakarta dengan target penelitian adalah guru fisika SMA kelas XI IPA dan juga melakukan wawancara sebagai konfirmasi kepada guru yang mengampu mata pelajaran fisika. Kegiatan penelitian dilaksanakan dengan mengunjungi sekolah dimulai pada bulan mei 2016. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang dapat mengetahui kesiapan guru fisika untuk memanfaatkan internet disekolah.. 34.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Sebelum menyebarkan angket kepada guru dan siswa, peneliti terlebih dahulu mengurus perizinan kepada pihak sekolah, menyampaikan tujuan, bertemu dengan guru fisika dan kemudian mengatur jadwal untuk melakukan penelitian. Pengaturan jadwal untuk melakukan penelitian disesuaikan dengan jadwal pelajaran fisika dan waktu guru bersangkutan.. Tabel 4.1 Jadwal pelaksanaan penelitian disetiap Sekolah Tempat Penelitian Waktu Penelitian SMA N 1 Turi. 1 JUNI 2016. SMA N 1 Cangkringan. 2 JUNI 2016. SMA N 1 Tempel. 4 JUNI 2016. SMA N 1 Minggir. 7 JUNI 2016. SMA N 1 Ngaglik. 8 JUNI 2016. SMA Santo Mikael. 9 JUNI 2016. B. Data dan Analisis Pengambilan data diikuti oleh 6 guru fisika dan 297 siswa kelas XI IPA di SMA Kabupaten Sleman Yogyakarta. Untuk pengisian kuesioner partisipansi diberi waktu selama 30 menit. Sesuai dengan teknik analisis pada Bab III, data yang telah terkumpul direkapitulasi sesuai dengan indikator yang sesuai. Interprestasi data dapat dijabarkan kedalam tabel berikut. 1. Kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA untuk Memanfaatkan internet disekolah SMA secara keseluruhan. 35.
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan maka dapat diketahui distribusi frekuensi diperoleh skor kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman untuk pemanfaatan internet di sekolah seperti pada tabel 3.2.. Tabel 4.2 distribusi frekuensi perolehan skor pada kesiapan guru fisika untuk memanfaatkan internet disekolah dilihat dari pernyataan guru. No Kualifikasi Interval Frekuensi Frekuensi Frekuensi skor % % komulatif 1. A. ≥ 75. 6. 100. 6. 2. B. < 75. 0. 0. 0. Tabel 4.3 distribusi frekuensi perolehan skor pada kesiapan guru fisika SMA kelas XI-IPA di Kabupaten Sleman untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar disekolah dilihat dari pernyataan siswa. No Kualifikasi Interval Frekuensi Frekuensi Frekuensi skor % % komulatif 1. A. ≥ 75. 297. 100. 297. 2. B. < 75. 0. 0. 0. Tabel 4.4 kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar disekolah (pernyataan guru) ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ (%) ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ No Indikator kesiapan 1 2 3. Kesiapan sarana prasrana 87,50 internet Terbiasa memeriksa karya 83,33 siswa Mengunakan internet 79,17 sebagai salah satu sumber belajar fisika. 36.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ (%). No. Indikator kesiapan. 4. Teratur memberi tugas 70,83 fisika melalui internet. 5. Terbiasa belajar dengan 75 memanfaatkan kontenkonten yang diakses dari internet 87.55 Kemampuan guru dalam. 6. ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ 80,73. mencari sumber pelajaran di 7 8. internet Internet menyediakan 83,33 lebih banyak informasi Mendorong siswa terbiasa 79,17 mencari pembelajaran di internet. Tabel 4.5 kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di sekolah (pernyataan siswa) ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ (%). No. Indikator Kesiapan. 1. Kesiapan sarana prasrana 75,76 internet. 2. Terbiasa memeriksa karya 82,74 siswa. 3. Mengunakan internet 81,65 sebagai salah satu sumber belajar fisika. 4. Teratur memberi tugas 75,73 fisika melalui internet. 5. Terbiasa belajar dengan 76,67 memanfaatkan kontenkonten yang diakses dari internet. 37. ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅. 77,67.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. No. Indikator Kesiapan. ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ (%). 6. Kemampuan dalam. 76,01. menggunakan untuk mencai pembelajaran 7. ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅. internet sumber. Mendorong siswa terbiasa 75,08 mencari pembelajaran di internet. Keterangan: ̅̅̅̅̅̅̅̅̅ (%). :. rata-rata. skor. kesiapan. guru. setiap. indikator ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅. : rata-rata skor kesiapan guru keseluruhan. Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa secara keseluruhan kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman untuk memanfaatkan internet di sekolah tergolong siap dengan persentase 80,73 % dan dari tabel 4.5 pada pernyataan siswa juga tergolong Siap juga dengan persentase 77,67% ini dapat dikatakan bahwa guru fisika dikabupaten Sleman Yogyakarta siap untuk memanfaatkan internet disekolah. Dari kedelapan indikator dari pernyataan guru diatas, kesiapan guru fisika Siap pada indikator diinternet. kemampuan guru dalam mencari sumber pelajaran. dengan peresentase 87,55%, dan tergolong siap, ini berarti. bahwa guru Fisika SMA Se-Kabupaten Sleman Yogyakarta mampu mencari sumber pembelajaran dari sumber internet sangat baik, sedangkan yang paling kecil persetanse dari indikator teratur memberi tugas fisika. 38.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. melalui internet dengan persentase 70,83%, ini menunjukan bahwa guru fisika SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta tidak teratur pada saat memberikan tugas melalui internet. Untuk ketujuh indikator kesiapan guru dari pernyataan siswa diatas, kesiapan guru paling Siap yaitu pada indikator terbiasa memeriksa karya siswa dengan persentase 82,74% dan tergolong siap, ini berarti bahwa menurut siswa pernyataan siswa guru fisika SMA Se-Kabupaten Sleman Yogyakarta guru terbiasa memeriksa karya siswa dalam pembelajaran fisika, sedangkan yang paling lebih kecil persentase dari indikator kesiapan tersebut adalah mendorong siswa terbiasa mencari pembelajaran di internet dengan peresentase 75,08% dan tergolong dalam kategori Siap, ini menunjukkan bahwa menurut pernyataan siswa bahwa guru fisika SMA kelas XI-IPA di Kabupaten Sleman Yogyakarta kurang teratur memberi tugas fisika melalui internet pada siswa. Ini berarti dari semua indikator kesiapan guru fisika terhadap pemanfaaatan internet di sekolah menurut pernyataan siswa tergolong Siap. 2. Kesiapan guru fisika SMA kelas XI-IPA di Kabupaten Sleman untuk pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di setiap sekolah Dari hasil analisis (pada lampiran 4.A) maka dapat diketahui Kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di setiap sekolah seperti pada tabel 4.4 dan 4.5.. 39.
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berdasarkan. Indikator Kesiapan Guru. SMA kelas XI-IPA. terhadap pemanfaatan internet sebagai sumber belajar disekolah pada tabel maka dapat diketahui distribusi skor keseluruhan kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA untuk pemanfaatan internet sebagai sumber belajar disekolah seperti pada tabel 4.6.. Tabel 4.6 Distribusi skor keseluruhan kesiapan guru fisika SMA kelas XI-IPA di Kabupaten Sleman untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di setiap sekolah (dilihat guru) No Nama Sekolah N Rata-rata Skor Kategori Keseluruhan aspek 1. SMA N 1 Ngaglik 1 78,75 A 2.. SMA N 1 Minggir. 1. 86,25. A. 3.. SMA N 1 Cangkringan. 1. 86,25. A. 4.. SMA N 1 Tempel. 1. 77,5. A. 5.. SMA N 1 Turi. 1. 87,5. A. 6.. SMA Santo Mikael. 1. 73,75. B. 40.
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berdasarkan tabel 4.6 diatas maka dapat dibuat histogram kesiapan guru fisika SMA kelas XI-IPA di Kabupaten Sleman untuk pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di setiap setiap sekolah seperti pada gambar 1.1 : SMAN 1 NGANGLIK. SMAN 1 MINGGIR. SMAN 1 Cangkringan. SMAN 1 TEMPEL. SMAN1 TURI. SMA Santo Mikael. 86,25. 86,25. 87,5 77,5. Kesiapan Guru. 78,75. 73,75. Sekolah. Gambar 1. 1 Histogram Kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA untuk memanfaatkan internet di sekolah. Tabel 4.7 Distribusi skor keseluruhan kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA untuk memanfaatkan internet setiap sekolah (dilihat siswa) No. Nama Sekolah. N. 1.. SMAN 1 NGAGLIK. 82. Rata Skor Kategori Keseluruhan Kategori aspek 74, 70 B. 2.. SMAN 1 MINGGIR. 59. 74,31. B. 3.. 1 42. 76,36. A. 4.. SMAN CANGKRINGAN SMAN 1 TEMPEL. 40. 75,44. A. 5.. SMAN 1 TURI. 51. 79,80. A. 6.. SMA SANTO MIKAEL. 23. 72,61. B. 41.
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Berdasarkan tabel 4.7. diatas maka dapat dibuat histogram kesiapan guru fisika untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar disekolah setiap setiap sekolah seperti pada gambar 1.2: SMAN 1 NGANGLIK. SMAN 1 MINGGIR. SMAN 1 CANGKRINGAN. SMAN 1 TEMPEL. SMAN1 TURI. SMA SANTO MIKAEL. Kesiapan Guru. 79,8 74,7. 76,36 74,31. 75,44 72,61. Sekolah. Gambar 1. 2 Histogram Kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar disekolah.. Berdasarkan hasil yang dihasilkan dalam tabel 4.6 dan gambar 1.1 lalu diklasifikasikan berdasarkan tabel maka diketahui : Guru-guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman Yogyakarta memiliki Kesiapan yang baik untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di sekolah. Dimana dilihat dari pernyataan guru SMAN 1 Ngaglik memiliki rata-rata skor 78,75%. SMAN 1 Minggir memiliki rata-rata skor 86,25%. SMAN 1 Cangkringan memiliki rata-rata skor 86,25% . SMAN 1 Tempel memiliki rata-rata skor 77,5%. SMAN 1 Turi memiliki rata-rata skor 87,5%. SMA Santo Mikael memilki rata-rata skor 73,75%. Dan dilihat dari pernyataan siswa tentang kesiapan guru. SMAN 1 Ngaglik memiliki rata-rata skor 74,7%. SMAN 1 Minggir memiliki rata-rata skor 74,31%. SMAN 1. 42.
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Cangkringan memiliki rata-rata skor 76,36% . SMAN 1 Tempel memiliki rata-rata skor 75,44%. SMAN 1 Turi memiliki rata-rata skor 79,8%. SMA Santo Mikael memiliki rata-rata skor 72,61%.. C. PEMBAHASAN Kesiapan guru fisika terhadap pemanfaatan internet disekolah adalah seberapa siap seorang guru fisika untuk memanfaatkan internet sebgai sumber belajar di sekolah di indikasikan dengan kesiapan sarana prasarana, kebiasaan dalam menggunakan internet, kemampuan diri, dan pandangan terhadap pemanfaatan internet disekolah terutama dalam pelajaran fisika. Dalam penelitian ini, hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan kesiapan guru fisika SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta untuk memanfaatkan internet disekolah berada dalam kategori Siap dilihat dari pernyataan guru dengan persentase 80,73% dan dari pernyataaan siswa dengan persentasi 77,67%. Hal tersebut menunjukan bahwa guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman Yogyakarta Siap dalam pemanfaatan internet disekolah. Kesiapan guru dalam memanfatan internet sebagai sumber belajar di sekolah dalam penelitian ini dibagi menjadi 4 aspek yaitu : (1) ketersediaaan kesiapan sarana dan prasarana ; (2) kebiasan menggunakan internet; (3) kemampuan diri dan (4) pandangan terhadap pemanfatan internet. 43.
(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Untuk aspek kesiapan guru tentang kesiapan sarana dan prasarana, berdasarkan hasil analisis didapati bahwa kesiapan guru fisika SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di sekolah tergolong Siap, itu berarti bahwa untuk sarana dan prasarana disekolah SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta memiliki kesiapan yang sangat baik dalam sarana dan prasarana. Akan tetapi kesiapan guru sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Minggir dan SMA Negeri 1 Cangkringan lebih rendah dibandingkan dengan sekolah lainnya, dimana persentase kesiapan pada pemanfaatan internet SMA Negeri 1 Minggir sebesar 75% dan SMA Negeri 1 Cangkringan sebesar 75,76% berada dikategori Siap. Hal tersebut didukung oleh pernyataan guru pada angket yang diisi oleh guru yang bersangkutan lebih rendah persentasenya. Sebagian besar responden di SMA Negeri 1 Minggir dan SMA Negeri 1 Cangkringan setuju bahwa kesiapan sarana dan prasarana adalah salah satu penunjang dalam kesiapan guru terhadap pemanfaatan internet disekolah. Untuk hasil analisis tentang kesiapan sarana dan prasarana siswa SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta tergolong Siap itu berarti, bahwa sarana dan prasarana disekolah sangat mendukung untuk pemanfaatan internet disekolah terutama dalam pengajaran fisika. Hal tersebut. didukung oleh jawaban guru dan siswa yang mana hampir. seluruh guru fisika yang mengajar fisika saat ini selalu memanfaatkan sarana dan prasarana dengan baik saat pembelajaran.. 44.
(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Untuk aspek kebiasan menggunakan internet, berdasarkan hasil analisis didapati bahwa pada indikator terbiasa memeriksa karya siswa kelas XI IPA SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta dalam Kategori siap dengan persentase terendahnya sebesar 75% . Akan tetapi untuk indikator terbiasa untuk memeriksa karya siswa SMA Negeri 1 Cangkringan dan SMA Negeri 1 Turi lebih tinggi dibandingkan sekolah yang lainnya. Pada tabel 4.1 bahwa SMA Negeri 1 Cangkringan dan SMA Negeri 1 Turi berada pada kategori Siap dengan persentase sebesar 100%. Hal tersebut didukung oleh jawaban guru pada angket yang di oleh guru yang diteliti kesiapannya. Dimana sebagian besar responden di SMA Negeri Cangkringan dan SMA Negeri 1 Turi menyatakan responden guru fisika terbiasa memeriksa karya siswa. Pada indikator menggunakan internet sebagai salah satu sumber belajar fisika danindikator teratur memberikan tugas fisika melalui internet yang memiliki persentase paling rendah adalah. SMA. Santo. Mikael. dengan. persentase. sebesar. 70.83%. dikategorikan kurang siap. Hal tersebut dapat diakibat kurangnya pemahaman guru dalam mengelola internet dengan baik. Untuk indikator terbiasa belajar dengan memanfaatkan konten-konten yang diakses dinternet sekolah yang memiliki persentase yang paling rendah adalah SMA Santo Mikael sebesar 64% dikategorikan Tidak Siap. Hal tersebut dapat diakibatkan kurangnya akses dari internet di sekolah. Untuk aspek kemampuan diri, berdasarkan hasil analisis didapati bahwa mengunakan internet sebagai salah satu sumber belajar fisika guru. 45.
(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kelas XI IPA di SMA Se-Kabupaten Sleman Yogyakarta tergolong dalam kategori siap. Akan tetapi menggunakan internet sebagai salah satu sumber belajar fisika SMA Negeri 1 Cangkringan, SMA Negeri 1 Tempel, dan SMA Santo Mikael lebih tinggi dibandingkan sekolah lainnya. Hal ini ditunjukan pada tabel 4.A (lampiran) bahwa siswa SMA Negeri 1 Cangkringan berada di kategori Sangat Siap dengan persentasi 100% dan SMA Negeri. Tempel juga berada pada kategori Sangat Siap dengan. persentase sebesar 100% dan SMA Santo Mikael juga berada pada kategori Sangat Siap dengan persentase sebesar 100%. Hal tersebut didukung oleh jawaban guru pada angket yang diteliti kesiapannya. Dimana hampir seluruh responden di SMA 1 Negeri Cangkringan, SMA Negeri 1 Tempel dan SMA Santo Mikael berpendapat bahwa kemampuan dalam mengelola internet dalam pembelajaran fisika sangat diperlukan dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Untuk aspek pandangan terhadap manfaat internet, berdasarkan hasil analisis didapati bahwa mendorong siswa terbiasa mencari pembelajaran fisika di internet guru kelas XI IPA di SMA Se-Kabupaten Sleman Yogyakarta tergolong dalam kategori Siap. Akan tetapi mendorong siswa terbiasa mencari pembelajaran fisika diinternet SMA Negeri 1 Ngaglik lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah yang lainnya. Hal ini ditunjukan pada tabel 4.4 bahwa guru SMA Negeri 1 Ngaglik berada pada kategori Siap dengan persentase sebesar 100%. Hal tersebut didukung oleh jawaban guru pada angket yang diteliti kesiapannya.. 46.
(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Dimana hampir seluruh responden di SMA Negeri 1 Ngaglik berpendapat bahwa mendorong siswa terbiasa mencari pembelajaran fisika diinternet ketika ada pembelajaran yang tidak dimengerti dan dapat mengetahui pengetahuan yang luas. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis kesiapan guru fisika dalam memanfaatan internet di sekolah dienam sekolah SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta berada di kategori Siap. Akan tetapi pada 4 aspek yang telah diuraikan pada landasan teori, aspek kebiasaan menggunakan internet termasuk aspek yang paling rendah persentasenya, didapati bahwa guru-guru di enam sekolah SMA di Sleman Yogyakarta berada pada kategori Siap dengan rata-rata persentase untuk seluruh SMA adalah 75,83%. Hal ini berarti bahwa ada guru yang kurang terbiasa menggunakan internet terutama pada indikator teratur memberikan memberi tugas fisika melalui internet. Dari aspek kebiasan menggunakan internet ada item pernyataan yang menyatakan bahwa saya memberi tugas kepada siswa melalui internet dan saya sering menerima tugas dari siswa melalui internet. Pada pernyataan ini hampir seluruh guru di enam sekolah yang ada di Sleman Yogyakarta tidak siap untuk memberi atau menerima tugas siswa melalui internet. Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kesiapan guru dalam memanfaatan internet SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta tergolong dalam kategori Siap. Secara keseluruhan dari delapan indikator kesiapan skor yang paling tinggi adalah 87,55%. 47.
(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. pada indikator kemampuan guru dalam mencari sumber pelajaran diinternet. Hal ini didukung oleh jawaban pada angket yang telah diteliti kesiapannya, dimana sebagian besar guru memiliki kemampuan untuk menggunakan internet dengan baik. Kemudian skor tertinggi kedua adalah 87,50% pada indikator kesiapan sarana dan prasarana. Hal ini didukung oleh jawaban pada angket yang telah diisi guru yang diteliti kesiapannya, dimana sebagian besar guru berpendapat memiliki kesiapan dalam perangkat-perangkat atau peralatan yang diperlukan untuk menunjang dalam pemanfaatan internet disekolah. Akan tetapi skor paling rendah adalah 70,83% pada indikator ada tujuan yang ingin dicapai. Pada indikator ini hampir seluruh seluruh siswa siap bahwa mereka harus teratur memberi tugas fisika melalui internet. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis kesiapan guru fisika dalam memanfaatan internet di 6 sekolah SMA di kabupaten Sleman menurut pernyataan siswa berada kategori Siap. Secara keseluruhan dari tujuh indikator dari pernyataan siswa skor paling tinggi adalah 82,74% pada indikator terbiasa memeriksa karya siswa. Hal didukung oleh jawaban siswa pada angket yang telah diisi siswa yang diteliti kesiapannya, dimana sebagian besar siswa berpendapat bahwa guru fisika selalu memeriksa karya yang siswa kerjakan. Kemudian skor tertinggi kedua adalah 81,65% pada indikator terbiasa belajar dengan memanfaatkan konten-konten yang diakses dari internet. Dimana hampir. 48.
(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. seluruh siswa setuju berpendapat bahwa guru fisika mereka selalu memanfaatkan konten-konten dari internet. Akan tetapi skor paling rendah adalah 75.08% pada indikator teratur memberi tugas fisika melalui internet. Pada indikator ini hampir seluruh siswa setuju bahwa mereka berpendapat guru fisika kurang siap dalam memberikan tugas melalui internet. Dari hasil analisis diatas kita dapat menyatakan bahwa guru fisika SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta memiliki kecendrungan yang besar pada kesiapan sarana dan prasarana dalam menunjang penggunaan internet dan juga kemampuan guru dalam mencari sumber pembelajaran fisika di internet. Meskipun hasil analisis kesiapan guru SMA di Kabupaten Sleman Yogyakarta dalam memanfaatan internet di sekolah itu Siap dengan konstribusi kesiapan 78,54% tetapi hal tersebut menunjukan bahwa guru fisika SMA Siap dalam memanfaatan internet disekolah. Karena timbulnya kesiapan guru fisika dalam memanfaatan internet disebabkan berbagai hal, antara lain karena keinginan yang kuat untuk mempelajari dan mempersiapkan diri dengan baik dalam pemanfaatan internet dalam pembelajaran dan didukung dengan sarana prasarana yang baik pula. Secara keseluruhan dari pernyataan guru kesiapan guru dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar di sekolah dilihat dari setiap sekolah dari enam sekolah yang menjadi sampel penelitian. Pada SMA Negeri 1 Ngaglik 78,75% dikategorikan siap. SMA Negeri 1. 49.
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus atas limpahan berkat, kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum/skripsi ini yang berjudul
Puji Syukur dan terima kasih penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria, karena berkat dan kasih-Nya yang luar biasa sehingga skripsi ini yang berjudul
Puji syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan rahmatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
Puji syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih,karunia dan berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum/skripsi yang berjudul
KATA PENGANTAR Sembah dan puji syukur pada Allah Bapa di surga, Tuhan Yesus, dan Bunda Maria yang telah memberikan rahmat dan berkat kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan berkat kasih karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir dengan judul “ DESAIN DAN
Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan kasih, berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan berkat, rahmat, kasih serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan