Pengaruh persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung terhadap semangat kerja karyawan (studi kasus pada karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara)
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA KOMPENSASI LANGSUNG DAN KOMPENSASI TIDAK LANGSUNG TERHADAP SEMANGAT KERJA Studi Kasus Pada Karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen. Oleh: Windy Palebangan NIM: 122214125. PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016. i.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. SKRIPSI. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA KOMPENSASI LANGSUNG DAN KOMPENSASI TIDAK LANGSUNG TERHADAP SEMANGAT KERJA Studi Kasus Pada Karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. Oleh: Windy Palebangan NIM: 122214125. Telah Disetujui oleh:. Pembimbing I. Drs. Gregorius Hendra Poerwanto M. Si.. Tanggal: 15 Desember 2016. Pembimbing II. Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A. Tanggal: 15 Desember 2016 ii.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. SKRIPSI. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA KOMPENSASI LANGSUNG DAN KOMPENSASI TIDAK LANGSUNG TERHADAP SEMANGAT KERJA Studi Kasus Pada Karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara Dipersiapkan dan ditulis oleh: Windy Palebangan NIM: 122214125. Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada Tanggal: 16 Mei 2017 dan dinyatakan memenuhi syarat. Susunan Dewan Penguji. Nama lengkap. Tanda Tangan. Ketua. ............................. Sekretaris. ............................. Anggota. ............................. Anggota. ............................. Anggota. ............................ Yogyakarta, 31 Mei 2017 Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Dekan. Albertus Yudi Yuniarto, S.E., MBA. iii.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN. "God Is Good All TheTime, All The Time Good Is Good” -OPR-Skripsi ini kupersembahkan untuk Tuhan Yesus Kristus -Keluargaku tersayang : Mama, Papa, kakakku Willy, Oma, Opa, Tante, Om dan semua keluarga yang mendukung dalam doa dan dana - Sahabat-sahabat seperjuangan dari Makassar (Thora, Wawan, Odan, Kalobe, Ino, Sem, Jeff, Cindy, SIMPELD FAMILY, dan Sudiang Crew) -Sahabat-sahabat kelas D(Mak, Diyan, Lala,Vivin, Dana, Yodi, Ambon, Damar, Winda, dan Sius) Untuk orang special yang menemani dan memberi semangat selama menyelesaikan skripsi Elva Kurniasari. iv.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN – PROGRAM STUDI MANAJEMEN. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul: PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA KOMPENSASI LANGSUNG DAN KOMPENSASI TIDAK LANGSUNG TERHADAP SEMANGAT KERJA Studi Kasus Pada Karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara dan dimajukan untuk diuji pada tanggal 16 Mei 2017 adalah hasil karya saya. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya. Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijazah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima. Yogyakarta, 31 Mei 2017 Yang membuat pernyataan,. Windy Palebangan. v.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama. :. Windy Palebangan. NIM. :. 122214125. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA KOMPENSASI LANGSUNG DAN KOMPENSASI TIDAK LANGSUNG TERHADAP SEMANGAT KERJA Studi Kasus Pada Karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara Berserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolah dalam bentuk pangkalan, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk media lain untuk kepentingan akademisi tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberi royalti kepada saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal, 31 Mei 2017 Yang membuat pernyataan,. Windy Palebangan. vi.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR. Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis. 2. Drs. Gregorius Hendra Poerwanto. selaku pembimbing I yang telah. membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Albertus Yudi Yuniarto, S.E., M.B.A selaku pembimbing II yang telah membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Bapak Oscar dan Ibu Rensi selaku orang tua dan Willy sebagai kakak yang selalu memberi motivasi, dana, dan semangat selama penyusunan skripsi. 5. Sahabat-sahabatku (Thora, Wawan, Kalobe, Gobs, Incesssss, Kribo, Jeff, dan Sem) yang selalu memberikan semangat dan berbagi keluh kesah. 6. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, 31 Mei 2017. Windy Palebangan. vii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS .......................... v HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA TULIS ........................ vi HALAMAN KATA PENGANTAR ................................................................... vii HALAMAN DAFTAR ISI.................................................................................. viii HALAMAN DAFTAR TABEL ......................................................................... xi HALAMAN DAFTAR GAMBAR ..................................................................... xii ABSTRAK ........................................................................................................... xiii ABSTRACT ......................................................................................................... xiv BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................. 1 A. B. C. D.. Latar Belakang Masalah ............................................................... Rumusan Masalah ........................................................................ Tujuan Penelitian ......................................................................... Manfaat Penelitian ........................................................................ 1 4 4 4. BAB II. KAJIAN PUSTAKA ........................................................................ A. Manajemen Sumber Daya Manusia ............................................. 1. Fungsi Manajerial................................................................... 2. Fungsi Operasional................................................................. B. Persepsi ........................................................................................ C. Kompensasi .................................................................................. D. Semangat Kerja ............................................................................ E. Pengaruh Persepsi pada Kompensasi Terhadap Semangat Kerja F. Penelitian Sebelumnya ................................................................. G. Kerangka Konseptuan .................................................................. H. Hipotesis Penelitian....................................................................... 6 6 6 7 9 10 16 22 23 25 26. BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... A. Jenis Penelitian ............................................................................. B. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................ C. Waktu dan Lokasi Penelitian ....................................................... D. Definisi Operasional Variabel ....................................................... 28 28 28 29 29. viii.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. E. F. G. H.. Populasi dan Sampel .................................................................... Sumber Data ................................................................................. Teknik Pengumpulan Data ........................................................... Menguji Instrumen Penelitian ...................................................... 1. Menguji Validitas .................................................................. 2. Menguji Reliabilitas .............................................................. I. Teknik Analisis Data .................................................................... 1. Statistik Deskriptif ................................................................. 2. Analisis Regresi Berganda ..................................................... a. Uji Asumsi Klasik ........................................................... 1) Menguji Normalitas ................................................... 2) Menguji Multikolinearitas ......................................... 3) Menguji Heteroskedastisitas ...................................... b. Menentukan Model Regresi Berganda ............................ c. Menguji Koefisien Determinasi....................................... d. Melakukan Uji Statistik F ................................................ e. Menguji Hipotesis............................................................ 1) Merumuskan Hipotesis .............................................. 2) Menentukan Tingkat Signifikansi ............................. 3) Menentukan Kriteria Pengujian ................................. 4) Mengambil Keputusan ............................................... 5) Menarik Kesimpulan .................................................. 31 31 32 33 33 34 34 34 37 37 37 38 38 39 40 40 41 42 42 42 42 42. BAB IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ......................................... A. Sejarah Singkat PT Pegadaian (Persero) ..................................... B. Visi Misi dan Tujuan PT Pegadaian (Persero) ............................ C. Jenis Usaha/Kegiatan .................................................................. D. Struktur Organisasi ...................................................................... 44 44 47 48 49. BAB V. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN...................................... A. Data................................................................................................ 1. Pengujian Validitas ................................................................. 2. Pengujian Reliabilitas.............................................................. B. Analisis Data ................................................................................. 1. Analisis Deskriptif ................................................................... a. Deskripsi Responden ......................................................... b. Deskripsi Variabel ............................................................. 2. Analisis Regresi Berganda ...................................................... a. Uji Asumsi Klasik ............................................................. 1) Pengujian Normalitas .................................................. 2) Pengujian Multikolinearitas ........................................ 3) Pengujian Heteroskedastisitas ..................................... b. Penentuan Model Regresi Berganda ................................. c. Pengujian Koefisien Determinasi ....................................... 52 53 53 54 55 55 55 58 62 62 62 63 63 64 65. ix.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB VI. d. Pengujian Statistik F ......................................................... e. Pengujian Hipotesis ........................................................... 1) Perumusan Hipotesis ................................................... 2) Penentuan Tingkat Signifikansi .................................. 3) Penentuan Kritesia Pengujian ..................................... 4) Pengambilan Keputusan .............................................. 5) Pengambilan Kesimpulan............................................ C. Pembahasan ................................................................................... 1. Pengaruh Simultan Persepsi Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung Terhadap Semangat Kerja Karyawan pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara ........................................................................................ 2. Pengaruh Parsial Persepsi Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung Terhadap Semangat Kerja Karyawan pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara ........................................................................................ a. Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Kompensasi Langsung Terhadap Semangat Kerja Karyawan ............... b. Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Kompensasi Tidak Langsung Terhadap Semangat Kerja Karyawan ................ 66 67 68 68 68 69 69 70. PENUTUP ......................................................................................... A. Kesimpulan .................................................................................. B. Saran ............................................................................................. C. Keterbatasan Penelitian ................................................................. 74 74 75 76. 70. 71 71 73. DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 77 LAMPIRAN ......................................................................................................... LAMPIRAN I Surat Ijin Penelitian ........................................................... LAMPIRAN II Kuesioner Penelitian .......................................................... LAMPIRAN III Total Skor Variabel Kompensasi Langsung ...................... LAMPIRAN IV Total Skor Variabel Kompensasi Tidak Langsung ............ LAMPIRAN V Total Skor Variabel Semangat Kerja ................................. LAMPIRAN VI Uji Validitas Variabel Kompensasi Langsung .................. LAMPIRAN VII Uji Validitas Variabel Kompensasi Tidak Langsung ........ LAMPIRAN VIII Uji Validitas Variabel Semangat Kerja ............................. LAMPIRAN IX Uji Reliabilitas ................................................................... LAMPIRAN X Uji Normalitas ................................................................... LAMPIRAN XI Uji Multikolinearitas.......................................................... LAMPIRAN XII Uji Heteroskedastisitas ...................................................... LAMPIRAN XIII Koefisien Determinasi ....................................................... LAMPIRAN XIV Uji Statistik F ..................................................................... LAMPIRAN XV Uji Statistik t ....................................................................... x. 80 81 82 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Halaman Tabel V.1 Hasil Uji Validitas ............................................................................. 53 Tabel V.2 Hasil Uji Reliabilitas .......................................................................... 54 Tabel V.3 Data Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin ...................................... 55 Tabel V.4 Data Karyawan Berdasarkan Usia...................................................... 56 Tabel V.5 Data Karyawan Berdasarkan Status ................................................... 57 Tabel V.6 Data Karyawan Berdasarkan Pendidikan Terakhir ............................ 58 Tabel V.7 Deskripsi Persepsi Karyawan Pada Kompensasi Langsung .............. 59 Tabel V.8 Deskripsi Persepsi Karyawan Pada Kompensasi Tidak Langsung .... 60 Tabel V.9 Deskripsi Semangat Kerja .................................................................. 61 Tabel V.10 Hasil Uji Normalitas........................................................................... 62 Tabel V.11 Hasil Uji Multikolinearitas ................................................................. 63 Tabel V.12 Hasil Uji Heteroskedastisitas ............................................................. 64 Tabel V.13 Hasil Regresi Linier Berganda ........................................................... 65 Tabel V.14 Hasil Uji Koefisien Determinasi ........................................................ 66 Tabel V.15 Hasil Pengujian Statistik F ................................................................. 67 Tabel V.16 Hasil Pengujian Statistik t .................................................................. 68. xi.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 4.1 Gambar Struktur Organisasi ............................................................ 50. xii.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK. PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA KOMPENSASI LANGSUNG DAN KOMPENSASI TIDAK LANGSUNG TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN. Studi Kasus pada karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja utara. Windy Palebangan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung terhadap semangat kerja karyawan di PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara yang seluruhnya berjumlah 30 karyawan. Pengambilan sampel menggunakan seluruh populasi yang terdapat pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara sebanyak 30 karyawan. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan meneliti dokumen. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi karyawan pada kompensasi langsung, berpengaruh positif signifikan terhadap semangat kerja karyawan pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi karyawan pada kompensasi tidak langsung, berpengaruh positif signifikan terhadap semangat kerja karyawan pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara.. Kata kunci: Persepsi pada kompensasi langsung, persepsi pada kompensasi tidak langsung, dan semangat kerja.. xiii.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT. THE EFFECT OF EMPLOYE PERCEPTION ON DIRECT AND INDIRECT COMPENSATION TO EMPLOYE WORK SPIRIT Case Study on employees of PT Pegadaian (Persero) Branch Rantepao, North Toraja. Windy Palebangan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 2017. This research aimed to determine the effect of employe perception on direct and indirect compensation to employe work spirit in PT Pegadaian (Persero) Branch Rantepao, North Toraja. The population in this research was all employees of PT Pegadaian (Persero) Branch Rantepao, Toraja Utara which totaled 30 employees. Sampling used all population contained in PT Pegadaian (Persero) Branch Rantepao, Toraja Utara as many as 30 employees. Data collection methods were questionnaires and researching documents. Data analysis used multiple regression analysis technique. The results of this research indicate that employee perceptions on direct compensation, have a significant positive effect to employee work spirit at PT Pegadaian (Persero) Branch Rantepao, Toraja Utara. The results also showed that employee perception on indirect compensation, have a significant positive effect to employee work spirit at PT Pegadaian (Persero) Branch Rantepao, North Toraja.. Keyword: employe perception, direct compensation, indirect compensation employe work spirit. xiv. and.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak untuk mencapai tujuan organisasi itu. Sumber daya manusia yang ada juga menjadi ujung tombak bagi kemajuan perusahaan. Sumber daya manusia tidak dapat disamakan dengan sumber daya yang lain karena para karyawan adalah manusia yang mempunyai karakter yang beragam yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Kenyataan sering ditemukan bahwa produktivitas karyawan dirasakan masih terlalu rendah. Terbatasnya sumber daya yang dimiliki dan ketidakpuasan karyawan seringkali dijadikan alasan rendahnya produktivitas tersebut. Keadaan yang tidak memuaskan karyawan ditafsirkan disebabkan oleh hal-hal yang bersifat material, seperti upah atau gaji yang rendah. Pandangan itu memang benar, tetapi ada hal lain yang bersifat non material yang peranan dan pengaruhnya jauh lebih besar terhadap produktivitas kerja karyawan, yaitu semangat kerja (Adnyani, 2008). Menurut Sastrohadiwiryo (2003), semangat kerja diartikan sebagai suatu kondisi rohaniah atau sikap individu tenaga kerja dan kelompok-. 1.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam pada diri tenaga kerja untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Semangat kerja yang tinggi sangat diperlukan dalam setiap usaha kerja. Permasalahannya adalah tidak semua karyawan memiliki semangat kerja yang tinggi. Menurut Moekijat (2003), karyawan dengan semangat kerja tinggi akan menunjukkan sikap positif dalam bekerja, seperti: kesetiaan, kegembiraan, kerjasama, kebanggaan, kepatuhan, disiplin, ramah, optimis, dan tercapai kepuasan kerja. Pendapat tersebut menunjukkan dengan adanya sikap kerja yang positif akan membuat karyawan bekerja secara maksimal untuk mencapai tujuan perusahaan. Adanya semangat kerja yang tinggi menunjukkan adanya kepuasan yang diperoleh karyawan terhadap perusahaannya. Perancangan sistem kompensasi merupakan salah satu elemen yang dapat meningkatkan kepuasan karyawan. Dengan kata lain suatu sistem imbalan yang baik adalah sistem yang mampu menjamin kepuasan para karyawan yang pada gilirannya memungkinkan perusahaan memperoleh, memelihara, dan mempekerjakan sejumlah orang yang dengan berbagai sikap, perilaku positif, dan bekerja produktif bagi kepentingan perusahaan (Siagian, 2008). Sebagai manajemen yang bijaksana perlu memperhatikan berbagai aspek. yang. berkaitan. dengan. semangat. kerja,. misalnya. dengan. memperhatikan persepsi karyawan terhadap kebijakan pemberian kompensasi oleh perusahaan..
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Penelitian tentang persepsi karyawan pada kompensasi terhadap semangat kerja telah pernah dilakukan oleh Nurtjahjanti (2010) dengan judul “Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kompensasi Dan Semangat Kerja Pada Karyawan Operasional PT KAI (Persero) Purwokerto”. Hasil penelitian menunjukkan persepsi terhadap kompensasi mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan semangat kerja karyawan. Hal itu dapat dibuktikan dari nilai kolerasi signifikan sebesar 0,00 (P < 0,05). Penulis menjadikan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara sebagai objek penelitian. PT Pegadaian (Persero) adalah sebuah BUMN di Indonesia yang usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai. Alasan penulis melakukan penelitian di PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara untuk mengetahui apakah faktor pemberian kompensasi berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan di BUMN tersebut. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Kompensasi Langsung dan Kompensasi Tidak Langsung Terhadap Semangat Kerja”: Studi Kasus Pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara..
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Apakah persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara? 2. Apakah persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan tidak langsung berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara?. C. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dari penelitian adalah: Mengetahui pengaruh persepsi karyawan pada kompensasi terhadap semangat kerja pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara.. D. Manfaat Penelitian 1.. Bagi Perusahaan Dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai kebijaksanaan perusahaan untuk meningkatkan semangat kerja melalui peningkatan pemberian kompensasi karyawan..
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. 2.. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi tambahan bacaan atau bahan perbandingan dari penelitian sejenis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi bagi peneliti selanjutnya.. 3.. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman serta penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama kuliah kedalam praktek nyata dalam perusahaan sehubungan. dengan. penciptaan. semangat. kerja. karyawan..
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia, dimana tugas dari MSDM adalah mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya. Tugas MSDM dikelompokkan atas tiga fungsi yaitu : (Umar, 2002:3) 1. Fungsi Manajerial a. Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk menetapkan tujuan terlebih dahulu pada suatu jangka waktu/periode tertentu serta tahapan/langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujaun tersebut. b. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses dan rangkaian kegiatan dalam pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentuan hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka, serta pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang kondusif.. 6.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. c. Pengarahan Pengarahan. adalah. suatu. rangkaian. kegiatan. untuk. memberikan petunjuk dan instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dan untuk pencapaian tujuan bersama. d. Pengendalian Pengendalian adalah suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan harus diketahui. Dengan demikian, apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan tersebut, diadakan suatu tindakan perbaikan 2. Fungsi Operasional a. Pengadaan Pengadaan adalah usaha untuk memperoleh sejumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, terutama yang berhubungan dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja, penarikan, seleksi, orientasi dan penempatan. b. Pengembangan Pengembangan adalah usaha untuk meningkatkan keahlian karyawan melalui program pendidikan dan latihan yang tepat agar karyawan dapat melakukan tugasnya dengan baik. Aktivitas ini.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. penting dan akan terus berkembang karena adanya perubahan teknologi, penyesuaian dan meningkatnya kesulitan tugas manajer c. Kompensasi Kompensasi adalah usaha untuk memberikan balas jasa atau imbalan yang memadai kepada karyawan sesuai dengan kontribusi yang telah disumbangkan kepada perusahaan atau organisasi. d. Pengintegrasian Pengintegrasian adalah merupakan usaha untuk menyelaraskan kepentingan individu, organisasi, perusahaan, maupun masyarakat. Oleh sebab itu harus dipahami sikap prinsip karyawan. e. Pemeliharaan Setelah keempat fungsi dijalankan dengan baik, maka diharapkan organisasi atau perusahaan mendapat karyawan yang baik. Maka fungsi pemeliharaan adalah dengan memelihara sikap-sikap karyawan yang menguntungkan perusahaan. f. Pemutusan Hubungan Kerja Usaha terakhir dari fungsi operasional ini adalah tanggung jawab perusahaan untuk mengembalikan karyawannya ke lingkungan masyarakat dalam keadaan sebaik mungkin, bila organisasi atau perusahaan mengadakan pemutusan hubungan kerja..
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. 3. Kedudukan MSDM dalam mencapai tujuan organisasi perusahaan secara terpadu.. B. Persepsi Defenisi persepsi menurut para ahli dapat dijelaskan sebagai berikut: a.. Persepsi Menurut Kotler Persepsi adalah proses bagaimana orang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. (Kotler, 2000:12). b.. Persepsi Menurut Stephen P. Robbins Persepsi adalah suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensori mereka untuk memberi arti pada lingkungan mereka. (Robbins, 1999: 46). c.. Persepsi Menurut Slameto Persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. (Slameto, 2010:102). Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah tanggapan dari suatu proses terhadap rangsangan yang didasari dan dimengerti memberikan arti dari lingkungan mereka dimana masing-masing individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensori mereka. Persepsi dalam hal ini terkait dengan pemberian kompensasi. Dalam.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. meningkatkan semangat kerja karyawan, pemberian kompensasi turut menentukan, artinya jika pemberian kompensasi baik, teratur sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja karyawan.. C. Kompensasi Pada dasarnya manusia bekerja juga ingin memeroleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itulah seorang karyawan mulai menghargai kerja keras dan semakin menunjukkan loyalitas terhadap perusahaan dan karena itulah perusahaan memberikan penghargaan terhadap prestasi kerja karyawan yaitu dengan jalan memberikan kompensasi. Salah satu cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, memotivasi dan meningkatkan kinerja para karyawan adalah melalui kompensasi (Mathis dan Jackson, 2000). Kompensasi acapkali juga disebut penghargaan dan dapat didefinisikan sebagai setiap bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas jasa atas kontribusi yang mereka berikan kepada organisasi (Panggabean, 2002). Selain itu dalam buku Hasibuan (2002) terdapat beberapa pengertian kompensasi dari beberapa tokoh yaitu : 1. Menurut William B. Werther dan Keith Davis kompensasi adalah apa yang seorang pekerja terima sebagai balasan dari pekerjaan yang.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. diberikannya. Baik upah per jam ataupun gaji periodic didesain dan dikelola oleh bagian personalia. 2. Menurut Andrew F. Sikula kompensasi adalah segala sesuatu yang dikonstitusikan atau dianggap segai suatu balas jasa atau ekuivalen. 3. Menurut Bejo Siswanto kompensasi merupakan istilah luas yang melalui hubungan kepegawaian mereka dengan organisasi. berkaitan dengan imbalan-imbalan finansial yang diterima oleh orang-orang melalui hubungan kepegawaian mereka dengan organisasi. Komponen – komponen kompensasi dibagi menjadi: 1. Kompensasi Langsung Kompensasi. langsung. merupakan. penghargaan. yang. diterima. karyawan dalam bentuk uang. Kompensasi langsung dapat berupa upah, gaji, insentif, dan tunjangan-tunjangan lain. Dessler (2009) menjelaskan bahwa kompensasi langsung adalah pembayaran langsung dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi dan bonus. Sedangkan menurut Wibowo (2011), kompensasi langsung adalah kompensasi manajemen seperti upah dan gaji atau pay for performance, seperti insentif dan gain sharing. Menurut Nawawi (2011), kompensasi langsung adalah penghargaan berupa gaji atau upah, yang dibayar berdasarkan tenggang waktu yang tetap..
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Kompensasi langsung terdiri dari: a. Gaji/Upah Menurut Rachmawati (2008), gaji adalah imbalan balas jasa dalam bentuk uang yang diterima karyawan sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang karyawan. Upah adalah kata lain dari gaji yang seringkali ditunjukan pada karyawan tertentu, biasanya pada karyawan operasional. Sedangkan Wibowo (2011) mendefinisikan gaji adalah kompensasi dalam bentuk uang yang dibayarkan atas pekerjaan karyawan biasanya diberikan kepada tenaga terampil, dan upah adalah kompensasi dalam bentuk uang yang dibayarkan atas waktu yang telah dipergunakan dan biasanya diberikan kepada tenaga kerja yang kurang terampil. Kesimpulan dari definisi upah dan gaji di atas adalah bahwa upah dan gaji sama-sama merupakan imbalan yang diterima oleh pekerja sebagai balas jasa yang diberikan langsung oleh perusahaan secara teratur. Yang membedakannya hanyalah waktu pemberiannya serta kepada siapa imbalan tersebut diberikan. b. Insentif Jenis kompensasi lain yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan. atas. menetapkan. kerjanya adanya. adalah. upah. upah. insentif. insentif.. untuk. Perusahaan. menghubungkan. keinginan karyawan akan pendapatan finansial tambahan dengan.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. kebutuhan perusahaan akan peningkatan kualitas dan kuantitas kerjanya. Menurut Nawawi (2011) definisi upah insentif adalah penghargaan yang diberikan dengan tujuan memotivasi karyawan agar memiliki produktivitas yang tinggi. Sifat dari insentif ini tidak tetap atau sewaktu-waktu. Hasibuan (2011) mendefinisikan upah insentif adalah balas jasa yang diberikan kepada karyawan yang prestasinya di atas prestasi standar. Sedangkan Manullang (1972), insentif merupakan alat dan sarana motivasi. Upah insentif sebagai bagian dari keuntungan. perusahaan. terutama. sekali. diberikan. kepada. karyawan yang bekerja secara baik atau berprestasi. Pemberian insentif ini dimaksudkan perusahaan agar memotivasi karyawan yang berprestasi tetap bekerja di perusahaan. Ardana, Mujiati, dan Utama (2012) menjelaskan agar insentif bisa berhasil, ada beberapa sifat dasar yang perlu diperhatikan. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut: 1) Pembayarannya hendaknya sederhana agar dapat dimengerti dan dihitung oleh karyawan sendiri. 2) Penghasilan yang diterima karyawan hendaknya langsung menaikkan output dan efisiensi. 3) Pembayaran hendaknya dilakukan secepat mungkin..
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. 4) Standar kerja hendaknya ditentukan dengan hati-hati. Standar kerja yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah sama tidak baiknya. 5) Besarnya upah normal dengan standar kerja per jam hendaknya cukup merangsang pekerja untuk bekerja lebih baik. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa tujuan pemberian insentif pada umumnya adalah untuk mendorong karyawan agar bekerja dengan lebih bersemangat sehingga produktifitas kerja karyawan meningkat.. 2. Kompensasi tidak langsung Kompensasi tidak langsung meliputi semua imbalan finansial yang tidak tercakup dalam kompensasi langsung. Kompensasi tidak langsung menurut Nawawi (2011) adalah program penghargaan kepada karyawan sebagai. bagian. keuntungan. perusahaan.. Sedangkan. menurut. Notoadmodjo (2009), kompensasi tidak langsung adalah pemberian kompensasi yang tidak dikaitkan langsung dengan prestasi kerja karyawan. Kompensasi tidak langsung ini disebut juga kompensasi pelengkap karena berfungsi melengkapi kompensasi yang diterima karyawan melalui upah atau gaji. Jadi kompensasi tidak langsung merupakan balas jasa yang diberikan dalam bentuk penghargaan.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. karyawan yang tidak dikaitkan dengan prestasi kerja sebagai bagian dari keuntungan perusahaan yang sesuai dengan kemampuan perusahaan. Selanjutnya, Notoadmodjo (2009) menggolongkan kompensasi tidak langsung menjadi beberapa bagian yaitu: 1) Pembayaran Upah untuk Waktu Tidak Bekerja adalah pembayaran upah kepada karyawan meskipun karyawan tersebut tidak bekerja. Dasar pemikirannya adalah karyawan kadang-kadang tidak bisa bekerja sebagaimana biasa dengan alasan tertentu seperti sakit atau ada urusan penting yang dapat diterima, tetapi perusahaan tetap membayar upahnya. Hal tersebut berdasarkan Undang - Undang Ketenagakerjaan No. 25 Tahun 1997 yaitu karyawan yang sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan, karena berhalangan, karena menjalankan tugas Negara, menjalankan hak istirahat dan cuti, melaksanakan tugas organisasi karyawan atas persetujuan pengusaha. 2) Perlindungan Ekonomis terhadap Bahaya. Perusahaan memberikan tunjangan untuk perawatan kesehatan (asuransi kesehatan) dan pengobatan, tunjangan kecelakaan kerja dan dana pensiun. 3) Pelayanan dan Peningkatan Kesejahteraan. Perusahaan menyediakan berbagai fasilitas dan tunjangan seperti Tunjangan jabatan, penghargaan, uang makan dan transport, olahraga dan kesenian, peribadatan, koperasi dan rekreasi..
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. 4) Keharusan. Menurut. Undang-Undang. yaitu. beberapa. bentuk. pembayaran, penyediaan fasilitas, yang diharuskan pemerintah untuk diberikan. Ada sejumlah kompensasi tidak langsung yang diharuskan oleh Undang-Undang, sebagian sudah termasuk dalam kategori atas seperti upah tidak bekerja dengan alasan tertentu dan THR. Kompensasi tidak langsung diberikan pada karyawan dalam rangka menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan, dan memberikan kepuasan pada karyawan sehingga diharapkan karyawan merasa nyaman bekerja dalam perusahaan.. D. Semangat Kerja 1. Pengertian Semangat Kerja a. Menurut Alex S. Nitisemito Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. (Nitisemito, 1983:160) b. Menurut Anogara Semangat kerja adalah sikap keinginan dan perasaan individuindividu maupun kelompok terhadap terhadap lingkungan kerjanya yang sikap kejiwaan dan peranan individu tercermin dengan adanya.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. minat, gairah, dan bekerja secara lebih giat terhadap pekerjaan yang dilakukan. (Anogara dan Suyati, 1995:73) Dari beberapa pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa semangat kerja adalah sikap dan perasaan individu- idividu maupun kelompok terhadap lingkungan kerjanya dan individu tersebut melakukan pekerjaan secara lebih giat. 2. Faktor-faktor Semangat Kerja Hal-hal yang menjadi faktor semangat kerja adalah a. Kedisiplinan Kerja Kedisiplinan kerja adalah sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan di perusahaan baik secara tertulis maupun tidak tertulis. (Nitisemito, 1982:199) b. Kegairahan kerja Kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan. Kegairahan kerja mempunyai pengaruh yang kuat terhadap semangat kerja. (Nitisemito, 1982:160) c. Kerajinan Kerja Kerajinan kerja adalah suka atau giat atau sungguh-sungguh atau selalu berusaha bekerja. (Kamus besar Bahasa Indonesia, 1989:721).
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. 3. Indikasi Turun/Rendahnya Semangat dan Kegairahan Kerja Adapun indikasi turun/rendahnya semangat dan kegairahan karyawan dalam bekerja yaitu (Nitisemito, 1983:160-167): a. Turun/Rendahnya Produktivitas Kerja Salah satu indikasi turunnya semangat atau kegairahan kerja adalah ditunjukkan dari turunnya produktivitas kerja. Turunnya Produktivitas kerja ini dapat diukur atau di perbandingkan dengan waktu sebelumnya. Produktivitas kerja yang turun ini dapat terjadi karena kemalasan, penundaan pekerjaan dan sebagainya. Apabila terjadi penurunan produktivitas kerja, maka hal ini berarti merupakan indikasi bahwa di dalam perusahaan tersebut terjadi semangat dan kegairahan kerja yang menurun. Seorang karyawan yang semangat dan kegairahan kerjanya menurun akan cenderung melaksanakan. tugas-tugas,. sengaja. malas dalam. menunda-nunda. pekerjaan,. mungkin juga memperlambat setiap pekerjaan dan sebaginya. b. Tingkat Absensi yang Naik/Tinggi Pada umumnya jika semangat kerja turun, maka mereka akan malas untuk setiap hari datang bekerja. Untuk melihat naiknya absensi sebagai indikasi turunnya semangat kerja kita harus melihat absensi karyawan secara rata-rata bukan secara perorangan. c. Labour Turnover (Tingkat perpindahan pegawai) yang Tinggi.
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. Keluar masuknya pegawai yang meningkat disebabkan karena ketidaksenangan karyawan dalam bekerja di perusahaan tersebut, sehingga untuk itu mereka berusaha mencari pekerjaan yang lain yang dianggap lebih sesuai. d. Tingkat Kerusakan yang Naik/Tinggi Naiknya tingkat kerusakan tersebut sebetulnya menunjukkan bahwa perhatian dalam pekerjaan berkurang, terjadi kecerobohan dalam pekerjaan dan sebagainya. Meskipun naiknya tingkat kerusakan belum tentu karena turunnya semangat kerja tapi naiknya tingkat kerusakan merupakan indikasi yang cukup kuat yang menunjukkan turunnya semangat kerja karyawan. 4. Beberapa Cara untuk Meningkatkan Semangat dan Kegairahan Kerja Menurut Nitisemito (1983:168) ada beberapa cara yang untuk meningkatkan semangat dan kegairahan kerja: a. Gaji yang Cukup Banyak gaji yang diberikan mempunyai pengaruh terhadap semangat dan kegairahan kerja. Makin besar gaji yang diberikan berarti semakin tercukupi kebutuhan mereka, dengan demikian mereka akan mendapatkan ketenangan dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga semangat dan kegairahan kerjanya dapat kita harapkan..
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. b. Memperhatikan Kebutuhan Rohani Selain kebutuhan materi yang berwujud gaji yang cukup, maka mereka juga membutuhkan kebutuhan rohani. Kebutuhan rohani ini adalah menyediakan tempat untuk menjalankan ibadah, rekreasi, partisipasi dan sebagainya. c. Harga Diri Perlu Mendapat Perhatian Perusahaan yang baik biasanya mempunyai karyawan ahli yang hasil kerjanya dapat diandalkan. Dengan keadaan seperti itu, perusahaan akan cepat maju karena cara kerja karyawan yang cukup baik. Jika prestasi karyawan itu cukup menonjol apa salahnya bila pimpinan memberikan penghargaan, baik berupa surat penghargaan maupun dalam bentuk hadiah materi. Setiap orang pasti menghendaki dirinya di hormati orang lain. Dan sebaliknya seseorang akan merasa tersinggung jika harga dirinya direndahkan didepan umum. d. Berikan Kesempatan untuk Maju Semangat dan gairah kerja karyawan akan timbul jika mereka mempunyai harapan untuk dapat maju dalam perusahaan, maka semangat dan kegairahan kerjanya akan menurun. e. Berikanlah penghargaan kepada karyawan yang berprestasi. Penghargaan itu dapat berupa pengakuan yang kemudian disertai hadiah, kenaikan gaji, kenaikan pangkat, pemindahan ke posisi yang lebih sesuai dan sebagainya..
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. f. Sekali-sekali para karyawan perlu juga diajak berunding Jika para karyawan merasa diajak berunding, kenyataannya mereka merasa ikut bertanggung jawab. Dengan perasaan tanggung jawab itu kegairahan kerja mereka akan meninggi. Dengan mengikutsertakan mereka berunding maka perasaan bertanggung jawab. akan. timbul. sehingga. mereka. dalam. melaksanakan. kebijaksanaan baru tersebut akan lebih baik. g. Pemberian Insentif yang Terarah Perusahaan akan memberikan tambahan penghasilan secara langsung kepada para karyawan yang menunjukkan kelebihan prestasi kerjanya. Hanya memberikan insentif tanpa mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap para karyawan akan sia-sia. Jadi perusahaan harus mengetahui keadaan para karyawan secara utuh, bagaimana loyalitas mereka, bagaimana kesenangan mereka sampai sejauh mana prestasi yang dapat mereka kerjakan untuk kepentingan perusahaan dan sebaginya. 5. Sebab-sebab Turunnya Semangat Kerja dan Kegairahan Kerja Turunnya semangat dan kegairahan kerja sebabnya banyak sekali, misalnya upah yang terlalu rendah, insentif yang kurang terarah, lingkungan kerja yang buruk. (Nitisemito, 1983:167).
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. a. Upah terlalu rendah Dalam sebuah perusahaan apabila karyawan dalam bekerja diberikan upah yang terlalu rendah dari kerjanya dalam istilahnya tidak sebanding dengan hasil kerja karyawan tersebut, maka akan otomatis karyawan tersebut semangat dan kegairahan kerjanya menurun. b. Pemberian insentif yang kurang terarah Pemberian insentif yang kurang terarah akan mengakibatkan karyawan akan mendapat masalah saat bekerja. Mereka akan berpikir buat apa bekerja dengan giat apabila pemberian insentifnya kurang terarah. c. Lingkungan kerja yang buruk Lingkungan kerja disini merupakan lingkungan kerja fisik dan non fisik. Apabila karyawan bekerja dengan lingkungan kerja yang buruk misalnya lingkungan kerja tempat karyawan tersebut kotor atau hubungan dengan rekan kerja buruk maka semangat kerja karyawan tersebut akan turun karena ketidaknyamanan dalam bekerja.. E. Pengaruh Persepsi Pada Kompensasi Terhadap Semangat Kerja Pemberian kompensasi yang baik kepada para karyawan yang berprestasi akan berdampak pada semangat kerja yang tinggi dari para karyawan itu sendiri sehingga karyawan akan lebih bersemangat dalam.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. bekerja. Karyawan akan merasa antusias dalam bekerja apabila perusahaan memberikan suatu penghargaan kepada karyawannya yang dapat bekerja dengan baik, pada dasarnya karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya mengharapkan suatu penghasilan yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya berupa gaji pokok, tapi pemberian kompensasi dapat lebih memberikan rangsangan kepada karyawan sehingga karyawan memperoleh penghasilan lain diluar gaji pokok yang diterima setiap bulannya dan dapat lebih meningkatkan semangat kerja karyawan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik. Semangat kerja karyawan sangat penting artinya dalam menunjang kelancaran pekerjaan yang menjadi beban dan tanggung jawab dari suatu organisasi. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan perusahaan untuk meningkatkan semangat kerja karyawan dan hasil kerja yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan. Seperti yang dikemukakan oleh Nitisemito (1998:153) menyatakan sebagai berikut: “Jelas bahwa kompensasi adalah sistem yang paling efektif sebagai pendorong yang mampu mengikat dan sekaligus menimbulkan semangat kerja”. Dari uraian diatas bila perusahaan dapat melaksanakan pemberian kompensasi dengan baik tentunya semangat kerja karyawan pun akan semakin tinggi. Jelas bahwa pemberian balas jasa/kompensasi yang terarah akan berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai dengan yang telah ditetapkan..
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. F. Penelitian Sebelumnya Danti et al. (2014) melakukan penelitian tentang pengaruh kompensasi terhadap semangat kerja karyawan studi pada karyawan CV. Sejahtera, Pakisaji, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama kompensasi langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Dari kedua variabel tersebut, variabel kompensasi. tidak. langsung mempunyai pengaruh yang dominan terhadap semangat kerja karyawan. Dapat disimpulkan bahwa kedua variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variabel kompensasi langsung (X1) dan variabel kompensasi tidak langsung (X2) secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel semangat kerja karyawan (Y), sedangkan secara parsial kompensasi langsung (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan (Y). Hal ini disebabkan karena perusahaan dalam memberikan kompensasi langsung masih belum sesuai dengan UMR Kota Malang, prestasi kerja dan kebutuhan hidup sehari-hari karyawan. Nurtjahjanti (2010) melakukan penelitian tentang hubungan antara persepsi terhadap kompensasi dan semangat kerja pada karyawan operasional PT KAI (PERSERO) Purwokerto. Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sedehana mendapatkan = 0.391 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan persepsi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kompensasi dan semangat kerja. Ada hubungan positif antara persepsi terhadap kompensasi dengan semangat kerja karyawan operasional.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. PT KAI. Semakin positif persepsi terhadap kompensasi, maka semakin tinggi semangat kerja karyawan operasional PT KAI. Sebaliknya, semakin negatif persepsi pegawai terhadap kompensasi maka semakin rendah pula semangat kerja karyawan operasional PT KAI. Sumbangan efektif variabel persepsi terhadap kompensasi pada semangat kerja sebesar 15.2% sedangkan 84,8% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Marisi dan Seno (2013) melakukan penelitian tentang pengaruh pemberian kompensasi terhadap semangat kerja karyawan PT Perkebunan Nusantara V Sei Galuh Kabupaten Kampar. Dari hasil penelitian bahwa kompensasi berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan PT Perkebunan Nusantara V Sei Galuh. Dari persamaan regresi menunjukkan koefisien regresi dari variabel independen yaitu b bertanda positif (+), dimana dalam hal ini variabel kompensasi karyawan (X) berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Pengaruh signifikan kompensasi terhadap semangat kerja karyawan memiliki keeratan hubungan yang kuat yang artinya semangat kerja dipengaruhi oleh kompensasi..
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. G. Kerangka Konseptual Berdasarkan landasan teori yang telah dipaparkan sebelumnnya, maka kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar II.1. Kerangka Konseptual. Persepsi Karyawan Pada Kompensasi Langsung Gaji/Upah Bonus Insentif. Semangat Kerja Karyawan . Persepsi Karyawan Pada Kompensasi Tidak Langsung . Asuransi Kesehatan/Jiwa Tunjangan Cuti Dana Pensiun. Keterangan: : Pengaruh parsial : Pengaruh simultan. . Disiplin Kerja Kegairahan Kerja Kerajinan Kerja.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. Dari Kerangka konseptual di atas variabel persepsi karyawan pada kompensasi langsung merupakan variabel independen (X1) dimana indikator yang akan dinilai gaji/upah, bonus, dan insentif Sedangkan variabel persepsi karyawan pada kompensasi tidak langsung juga merupakan variabel independen. (X2). dimana. indikator. yang. dinilai. adalah. asuransi. kesehatan/jiwa, tunjangan cuti, dan dana pensiun. Untuk variabel dependen dalam penelitian ini adalah semangat kerja karyawan (Y).. H. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto,1991:62). Berdasarkan kerangka konseptual di atas, maka penulis merumuskan hipotesis yang merujuk pada rumusan masalah sebagai berikut: H1 : Persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. H2 : Persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan tidak langsung berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan pada PT Pegadaian. (Persero). Cabang. Rantepao,. Toraja. Utara..
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan studi kasus untuk melakukan penelitian, yaitu penelitian terperinci yang memusatkan pada suatu objek tertentu, pada kurun waktu tertentu, termasuk lingkungan dan kondisi masa lalunya dengan cukup mendalam dan menyeluruh, secara langsung pada perusahaan sehingga kesimpulan yang diperoleh hanya untuk perusahaan tersebut.. B. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah orang yang menjadi responden yang akan ditanyai untuk memperoleh informasi. Subjek penelitian adalah karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. 2. Objek Penelitian Objek penelitian adalah variabel yang akan diteliti. Pada penelitian ini yang akan menjadi objek penelitian adalah persepsi karyawan pada kompensasi dan semangat kerja karyawan.. 28.
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. C. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Waktu: Bulan Agustus – September 2016 2. Lokasi : PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. D. Defenisi Operasional Variabel 1. Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini, variabel penelitiannya terbagi menjadi dua yaitu variabel bebas (independen variable) dan variabel terikat (dependen variable) a. Variabel bebas (independen variable) Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab adanya perubahan atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi karyawan pada kompensasi.Kompensasi kepada karyawan di ukur menggunakan dua variabel yaitu: 1. Persepsi karyawan pada kompensasi langsung (X1) adalah persepsi karyawan pada penghargaan yang diterima karyawan dalam bentuk uang. Kompensasi langsung dapat berupa gaji/upah, insentif, dan tunjangan-tunjangan lain (Dessler, 2009). Dengan demikian, aspek kompensasi langsung yang dipersepsikan dalam penelitian ini meliputi gaji/upah, insentif, dan bonus..
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. 2. Persepsi karyawan pada kompensasi tidak langsung (X2) adalah persepsi karyawan pada semua imbalan finansial yang tidak tercakup dalam kompensasi langsung. Kompensasi tidak langsung. menurut. Nawawi. (2011). adalah. program. penghargaan kepada karyawan sebagai bagian keuntungan perusahaan.. Sedangkan. menurut. Notoadmodjo. (2009),. kompensasi tidak langsung adalah pemberian kompensasi yang tidak dikaitkan langsung dengan prestasi kerja karyawan. Dengan demikian, aspek kompensasi tidak langsung yang dipersepsikan. dalam. penelitian. ini. meliputi. asuransi. kesehatan/jiwa, tunjangan cuti, dan dana pensiun. b. Variabel Terikat (dependen variable) Variabel terikat adalah variabel yang di pengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel bebas. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah semangat kerja karyawan. Semangat kerja karyawan yang diteliti meliputi aspek: a. Disiplin kerja, dengan indikator: Karyawan menaati peraturan yang berlaku di dalam instansi dan karyawan datang tepat waktu atau tidak pernah terlambat ke tempat kerja. b. Kegairahan kerja, dengan indikator: Karyawan merasa senang dan semangat pada saat bekerja, karyawan tidak mengerjakan.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. tugasnya asal-asalan, dan karyawan tidak pernah meninggalkan pekerjaan saat jam kerja berlangsung c. Kerajinan kerja, dengan indikator: Karyawan giat dan sungguh-sungguh saat bekerja dan karyawan tidak pernah absen datang ke kantor. E. Populasi dan Sampel Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan. Jadi kumpulan elemen itu menunjukkan jumlah, sedangkan ciri-ciri tertentu menunjukkan karakteristik dari kumpulan itu (Sanusi, 2011:87). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. Sampel adalah bagian dari elemen-elemen populasi. Elemen adalah subyek dimana pengukuran itu dilakukan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan sampel sebanyak 30 karyawan yang bekerja di PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara.. F. Sumber Data 1. Data primer yaitu data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner 2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari dokumentasi untuk memperoleh data yang mendukung dalam penelitian..
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. G. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. (Sugiyono, 2009) Dalam penelitian ini, penulis menyebarkan kuesioner pada responden yang dibagi menjadi tiga kelompok kuesioner. Kuesioner pertama berisi persepsi karyawan pada kompensasi langsung yang terdiri dari 1-7 pertanyaan, kuesioner kedua berisi tentang persepsi karyawan pada kompensasi tidak langsung yang berisi 1-6 pertanyaan. Kemudian kuesioner ketiga berisi tentang semangat kerja karyawan yang berisi 1-6 pertanyaan. Jawaban yang diperoleh kemudian, diberi skor untuk menguji validitas dan realibilitas angket dengan memakai skala likert sebagai berikut: a.. Sangat Setuju (SS). :4. b.. Setuju (S). :3. c.. Tidak Setuju (TS). :2. d.. Sangat Tidak Setuju (STS). :1.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. 2. Meneliti Dokumen Meneliti dokumen adalah metode pengumpulan informasi atau data dengan. cara. mencatat,. membaca,. mempelajari. hal-hal. yang. berhubungan dengan obyek penelitian. (Arikunto, 1898:124-131). H. Menguji Instrumen Penelitian 1. Menguji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan di ukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2011). Dapat diukur dengan menggunakan rumus Product Moment dari Pearson sebagai berikut: r=. 𝑁(∑ 𝑋𝑌) − (∑ 𝑋 ∑ 𝑌) √[𝑁 ∑ 𝑋 2 − (∑ 𝑋)2 ][𝑁 ∑ 𝑌 2 − (∑ 𝑌)²]. Keterangan: r = koefisien korelasi produk moment N = jumlah data X = nilai dari variabel Y = nilai dari total variabel.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel yang diuji Y di sebut dengan rhitung . Adapun kriteria valid atau tidaknya suatu variabel, adalah sebagai berikut: 1) rhitung ≥ rtabel , maka pernyataan tersebut valid. 2) rhitung < rtabel maka pernyataan tersebut tidak valid.. 2. Menguji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. (Ghozali, 2011) Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja. Disini pengukuran menggunakan alat bantu SPSS dengan uji statistik Cronbach Alpha(α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha> 0,70. (Ghozali, 2011). H. Teknik Analisis Data 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Teknik analisis deskriptif dibagi menjadi dua bagian yaitu: a. Mendeskripsikan Responden Deskripsi responden berisi tentang perhitungan yang menjadi klasifikasi kuesioner secara umum. Seperti jenis kelamin, usia, dan lamanya seorang karyawan bekerja. Deskripsi responden dilakukan dengan pendekatan presentase. b. Mendeskripsikan Variabel Untuk mengetahui apakah persepsi karyawan sangat baik atau sangat buruk pada kompensasi, maka penulis akan menggunakan kuesioner pertama dan kedua tentang kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung. Selanjutnya untuk mengetahui semangat kerja karyawan apakah sangat tinggi atau sangat rendah, penulis menggunakan kuesioner ketiga dengan batasan semangat kerja. 1) Dalam mengkategorikan persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, langkah yang digunakan adalah dengan menggunakan interval kelas dengan rumus Sturges.. 𝑐1=𝑟𝑎𝑛𝑔𝑒 𝐾.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. Keterangan: 𝐶1. = interval. range. = selisih antara batas atas dengan batas bawah. K. = banyaknya kelas. Maka interval kelasnya:. 𝑐1=4−1=0,75 4. Dengan interval sebesar 0,75 maka garis skala persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut: a) Apabila skor variabel 1,00 s/d 1,75 menunjukkan persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung sangat buruk. b) Apabila skor variabel 1,76 s/d 2,50 menunjukkan persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung buruk. c) Apabila skor variabel 2,51 s/d 3,25 menunjukkan persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung baik. d) Apabila skor variabel 3,26 s/d 4,00 menunjukkan persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung sangat baik..
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. Sementara itu dengan rentang skala yang sama sebesar. 0,75. maka. skor. semangat. karyawan. dikelompokkan sebagai berikut: a) Apabila skor variabel 1,00 s/d 1,75 menunjukkan semangat kerja karyawan sangat rendah. b) Apabila skor variabel 1,76 s/d 2,50 menunjukkan semangat kerja karyawan rendah. c). Apabila skor variabel 2,51 s/d 3,25 menunjukkan semangat kerja karyawan tinggi. d). Apabila skor variabel 3,26 s/d 4,00 menunjukkan semangat kerja karyawan sangat tinggi.. 2. Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: a. Uji Asumsi Klasik 1) Menguji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar, maka uji statistik menjadi tidak valid (Ghozali, 2011). Menguji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. (K-S). Jika uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) menghasilkan nilai Asymptotic Significance α > 0,05 maka dikatakan bahwa data residual berdistribusi normal. 2) Menguji Multikolinearitas Uji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen (Ghozali, 2011). Pengujian dapat dilakukan dengan melihat nilai varianceinflating factor (VIF). Model regresi yang bebas dari multikolinearitas jika mempunyai nilai VIF kurang dari 10 dan mempunyai tolerance lebih dari 0,1 (Ghozali, 2011). 3) Menguji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut. Homoskedastisitas. dan. jika. berbeda. disebut. Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas (Ghozali, 2011). Heteroskedastisitas dapat diketahui dengan melihat grafik scatterplot, jika tidak ada pola yang jelas serta.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. titik-titik. menyebar. di. atas. maka. tidak. terjadi. Heteroskedastisitas. b. Menentukan Model Regresi Berganda Pengujian koefisien regresi dilakukan untuk menguji sejauh mana semua variabel independen dimasukan dalam model mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Tingkat signifikansi (α) yang digunakan sebesar 0,05. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis didasarkan pada signifikansi p-value. Jika p-value (signifikansi) > α, maka hipotesis alternatif ditolak. Sebaliknya jika p-value ≤ α, maka hipotesis alternatif diterima. Rumus regresi yang digunakan adalah sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan : Y : variabel terikat (semangat kerja) X1 : variabel bebas (persepsi karyawan pada terhadap kompensasi langsung) X2 : variabel bebas (persepsi karyawan pada kompensasi tidak langsung) a : konstanta.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. b : koefisien regresi c. Menguji Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi (R²) sering pula disebut dengan koefisien determinasi majemuk yang hampir sama dengan koefisien determinasi R² . R² menjelaskan proporsi variasi dalam variabel terikat (Y) yang dijelaskan oleh variabel bebas secara bersama-sama. Sementara itu, R² menjelaskan proporsi variasi dalam variabel terikat (Y) yang dijelaskan oleh hanya satu variabel bebas (X) (Ghozali, 2011). Persamaan regresi nilai berganda semakin ideal apabila nilai koefisien determinasi (R²) semakin besar dan cenderung meningkat nilainya, sejalan dengan peningkatan variabel bebas. d. Melakukan Uji Statistik F Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat (Ghozali, 2011). Uji statistik F ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah: Apakah persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, berpengaruh secara simultan terhadap semangat kerja karyawan pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara?.
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. Prosedur uji statistik F adalah sebagai berikut: 1. Uji F dideteksi dengan melihat nilai F-value, apabila F-value > F tabel, maka persamaan regresi tersebut bernilai signifikan. 2. Uji F juga bisa dideteksi probabilitas F, apabila nilai probabilitas F lebih kecil dari α = 0,05, maka persamaan regresi secara signifikan mempengaruhi variabel dependen. 3. Menguji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan cara menguji menguji statistik t. Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelasan atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2011). Uji statistik t digunakan untuk menjawab rumusan masalah: Apakah persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara?.
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. Uji statistik t dalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 5% (0,05). Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut: 1) Merumuskan Hipotesis Ho =. Persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan. kompensasi tidak langsung tidak berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan pada. PT Pegadaian. (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. Ha = Persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. 2) Menentukan Tingkat Signifikansi 3) Menentukan Kriteria Pengujian a) Jika nilai probabilitas signifikansi (p) ≤ 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. b) Jika nilai probabilitas signifikansi (p) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. 4) Mengambil Keputusan a) Jika nilai probabilitas signifikansi (p) ≤ 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima..
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. b) Jika nilai probabilitas signifikansi (p) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak. 5) Menarik Kesimpulan a) Jika. Ha. ditolak,. maka. persepsi. karyawan. pada. kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung tidak berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja Utara. b) Jika Ha diterima, maka persepsi karyawan pada kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung, berpengaruh secara parsial terhadap semangat kerja karyawan PT Pegadaian (Persero) Cabang Rantepao, Toraja. Utara..
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. A. Sejarah Singkat PT Pegadaian (Persero) Berdasarkan hasil penelitian penulis, terutama melalui penelitian kepustakaan tentang sejarah PT Pegadaian (Persero) (Persero), yaitu semenjak mulai berdirinya di Indonesia, sejarah singkat PT Pegadaian (Persero) (Persero) disajikan sebagai berikut: 1. Pegadaian pada zaman VOC (1746-1811) Pada masa itu pegadaian dikenal dengan nama Bank Van Lenning, yang merupakan perusahaan patungan antara VOC dengan pihak swasta, dengan perbandingan modal 2/3 adalah modal Pemerintah, dalam hal ini VOC dan 1/3 adalah modal swasta. Lembaga ini sepenuhnya diusahakan oleh pemerintah, yang berjalan sampai tahun 1811. 2. Pegadaian pada masa penjajahan Inggris (1811-1816) Pada tahun 1811 terjadi peralihan kekusaan dari pemerintah Belanda kepada pemerintah Inggris. Pada masa itu Raffless mengganti Bank Van Lenning dengan Licentie Stelsel, dengan maksud untuk mempersempit peranan lintah. darat,. yang pada waktu. itu diistilahkan Woeker.. Pembentukkan Licentie Stelsel ternyata tidak mengenai sasaran, oleh karena itu pada tahun 1814 dihapuskan dan kemudian diganti dengan Pachstelsel.. 44.
(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. 3. Pegadaian pada masa penjajahan Hindia Belanda (1816-1942) Pada tahun 1816 Belanda kembali menguasai Indonesia, dan pada pertengahan periode ini Pemerintah Belanda mengadakan penelitian pada tahun 1856. hasil penelitian ini menunjukkan adanya penyimpangan yang merugikan rakyat, sehingga pada tahun 1870 nama Pegadaian dirubah lagi pada saat itu menjadi Licentie Stelsel, yang terus berlangsung sampai tahun 1880, sampai diganti namanya menjadi Pachstelsel kembali. Pada waktu pemerintah Belanda ini, usaha di bidang kredit gadai menjadi monopoli pemerintah, dengan status sebagai jawatan, yang bernaung di bawah Departemen Keuangan. 4. Pegadaian pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) Pada masa penjajahan Jepang, Pegadaian tetap menjadi instansi pemerintah di bawah pengawasan kantor besar keuangan. Pada waktu itu pemerintah Jepang mengambil kesempatan untuk mengeruk kekayaan rakyat dari Pegadaian, yaitu dengan menghapuskan lelang terhadap barang-barang yang telah kadaluarsa, dan kemudian diambil dari pemerintah Jepang. 5. Zaman sesudah kemerdekaan Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, penguasaan atas Pegadaian diambil oleh Pemerintah Republik Indonesia, dengan status sebagai Jawatan dibawah Menteri Keuangan sampai kemudian terbit Peraturan Pemerintah nomor 178 tahun 1965 diintegrasikan dalam urusan Bank Sentral Unit IV.. Sejak saat itu, kegiatan perusahaan terus. berjalan dan asset atau kekayaannya bertambah. Namun seiring dengan.
(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46. perubahan zaman, Pegadaian dihadapkan pada tuntutan kebutuhan untuk berubah pula, dalam arti untuk lebih meningkatkan kinerjanya, tumbuh lebih besar lagi dan lebih profesional dalam memberikan layanan. Oleh karena itu untuk memberikan keleluasaan pengelolaan bagi manajemen dalam mengembangkan usahanya, Pemerintah meningkatkan status Pegadaian dari Perusahaan Jawatan (PERJAN) menjadi Perusahaan Umum (PERUM) yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No. 10/1990 tanggal 10 April 1990. 6. Perubahan nama PERUM menjadi PT (Perseroan Terbatas) Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan penyaluran pinjaman khususnya penyaluran masyarakat menengah kebawah, usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah PERUM Pegadaian akhirnya berubah manjadi PT (Perseroan Terbatas) berdasarakan Peraturan Pemerintah nomor 103 tahun 2000 tentang PERUM Pegadaian, perlu mengubah bentuk badan hukum perusahaan PERUM menjadi PT (Perseroan Terbatas). Pasal 29 Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2005 tentang penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan perubahan Badan Hukum, Badan Usaha Milik Negara, perubahan bentuk badan hukum yang ditetapkan pemerintah. Pasal 5 ayat 2 Undang – Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Disahkan oleh Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Desember 2011 yang.
(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47. dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2011.. B. Visi, Misi dan Tujuan PT Pegadaian (Persero) (Persero) Adapun Visi, Misi dan Tujuan PT Pegadaian (Persero) (Persero) adalah: 1. Visi PT Pegadaian (Persero) (Persero) Sebagai solusi bisnis terpadu terutama berbasis gadai yang selalu menjadi Market Leader dan Mikro berbasis fidusia selalu menjadi yang terbaik untuk masyarakat menengah ke bawah. 2. Misi PT Pegadaian (Persero) (Persero) a. Memberikan pembiayaan yang tercepat, termudah, aman dan selalu memberikan pembinaan terhadap usaha golongan menengah kebawah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.. b. Memastikan. pemerataan. pelayanan. dari. infrastruktur. yang. memberikan kemudahan dan kenyamanan di seluruh Pegadaian dalam mempersiapkan diri menjadi pemain regional dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat. c. Membantu pemerintah dalam kesejahteraan masyarakat golongan menengah kebawah dan melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya perusahaan..
(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48. 3. Tujuan PT Pegadaian (Persero) (Persero) a. Melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran pinjaman uang pinjaman atas dasar hukum gadai. b. Pencegahan praktek pegadaian gelap, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya.. C. Jenis Usaha/Kegiatan Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif. PT Pegadaian (Persero) (Persero) Cabang Medan Gaharu merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa gadai Kegiatan operasional PT Pegadaian (Persero) (Persero) yang telah dilakukan saat ini, antara lain meliputi: 1. Menyalurkan uang pinjaman kepada masyarakat berdasarkan hukum gadai. 2. Menerima jasa taksiran, yaitu pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengetahui berapa besar nilai riil barang yang dimilikinya, misalnya emas, berlian, dan barang-barang lainnya..
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Maha suci Allah (Dzat) yang menundukkan (kendaraan dan perjalanan) ini kepada kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu1. dan sesungguhnya kami akan kembali kepada
Peptidoglikan adalah suatu polimer yang terdiri dari polipeptida pendek.Peptidoglikan memiliki ketebalan lapisan yang bervariasi dari ketebalan lapisan ini berpengaruh terhadap
E-Learning ini berguna untuk memberikan informasi tentang perangkat keras komputer dan cara perakitan komputer untuk membantu para pengguna yang ingin mengetahui lebih
Dengan demikian, kinerja yang akan dihasilkan oleh guru yang mempunyai komunikasi yang baik seperti komunikasi dari lisan maupun tulisan akan menunjang kinerjanya di dalam
pelanggan yang mengunjungi situs e- commerce lalu memilih sebuah produk dan menyelesaikan proses pembayaran. Proses tersebut lalu dilanjutkan dengan pengiriman barang ke konsumen
Untuk itu, sebuah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Negeri 14 Duren Sawit yang beralamat di Jalan Balai Rakyat III No 53 A yang merupakan Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
Karena begitu berartinya eksistensi komputer dalam kehidupan sehari-hari, maka dibutuhkan sebuah komputer yang memiliki kinerja tinggi, untuk menyelesaikan tugas-tugas
Tahap-tahap pembuatan modul ini dimulai dari struktur navigasi, rancangan tampilan, pengaturan gambar, pembuatan animasi, pengaturan suara sampai dengan tahap pengujian yaitu