• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Psikologi Tes Standar dan pengajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Psikologi Tes Standar dan pengajaran"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Kemampuan pada dasarnya terbagi menjadi dua macam, yaitu : Kemampuan pada dasarnya terbagi menjadi dua macam, yaitu : 1.

1. Aptitude test (Tes Bakat)Aptitude test (Tes Bakat) 2.

2. Achievement tes (Tes Prestasi)Achievement tes (Tes Prestasi)

Perbedaan antara dua tes ini sebenarnya tidak tegas, soal

Perbedaan antara dua tes ini sebenarnya tidak tegas, soal –  –  soal mengenai kedua tes soal mengenai kedua tes tersebut sering kali saling melingkupi (overlap). Untuk kedua macam tes ini biasanya tersebut sering kali saling melingkupi (overlap). Untuk kedua macam tes ini biasanya menggunakan hitung

menggunakan hitung –  –  hitungan dan perbendaharaan kata hitungan dan perbendaharaan kata –  –  kata dan sekelompok tes dari kata dan sekelompok tes dari kedua macam tes ini biasanya juga menguji tentang keterampilan membaca. Kesamaan kedua macam tes ini biasanya juga menguji tentang keterampilan membaca. Kesamaan yang lain adalah bahwa keduanya telah digunakan untuk meramalkan hasil untuk yang yang lain adalah bahwa keduanya telah digunakan untuk meramalkan hasil untuk yang masa akan dating, walaupun pada umumnya jika kita menggunakan tes prestasi penilai masa akan dating, walaupun pada umumnya jika kita menggunakan tes prestasi penilai melihat apa yang telah diperoleh setelah siswa ( te

melihat apa yang telah diperoleh setelah siswa ( te rcoba ) itu diberi suatu pelajaran.rcoba ) itu diberi suatu pelajaran.

Tes adalah salah satu bentuk instrumen evaluasi untuk mengukur seberapa besar Tes adalah salah satu bentuk instrumen evaluasi untuk mengukur seberapa besar kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai pokok-pokok materi yang sudah kemampuan siswa dalam memahami dan menguasai pokok-pokok materi yang sudah diajarkan.Tes ada yang dibuat oleh seorang guru yang kemudian disebut tes buatan guru diajarkan.Tes ada yang dibuat oleh seorang guru yang kemudian disebut tes buatan guru dan ada tes yang sudah memenuhi standar suatu satuan pendidikan maupun lembaga dan ada tes yang sudah memenuhi standar suatu satuan pendidikan maupun lembaga  pendidikan yang kemudian disebut tes terstandar.

 pendidikan yang kemudian disebut tes terstandar.

Dalam menilai, baik tes terstandar maupun tes buatan guru ada beberapa hal yang Dalam menilai, baik tes terstandar maupun tes buatan guru ada beberapa hal yang  perlu

 perlu diperhatikan diperhatikan yang yang berkaitan berkaitan dengan dengan analisis analisis hasil hasil tes tes tersebut. tersebut. Dalam Dalam makalah makalah iniini akan diuraikan tentang banyak hal yang berkaitan dengan tes standar dan tes buatan guru. akan diuraikan tentang banyak hal yang berkaitan dengan tes standar dan tes buatan guru. Serta dijelaskan juga tentang analisis hasil tes.

Serta dijelaskan juga tentang analisis hasil tes. Reliabilitas berhubungan dengan

Reliabilitas berhubungan dengan maslah kepercayaan. Suatu maslah kepercayaan. Suatu tes tes dapat mempunyaidapat mempunyai taraf

taraf kepercayaan tinggi jika kepercayaan tinggi jika tes terstes tersebut dapat ebut dapat memberika hasil memberika hasil yang tetap. yang tetap. MakaMaka  pengertian realibilitas tes, berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes. Atau has  pengertian realibilitas tes, berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes. Atau hasilnyailnya  berubah

 berubah –  –  ubah,  ubah, perubahan yang terjperubahan yang terjadi dapat dikatakan adi dapat dikatakan tidak berarti.tidak berarti.

Konsep tentang realibilitas ini tidak akan sulit dipahamai apabila pembaca Konsep tentang realibilitas ini tidak akan sulit dipahamai apabila pembaca memahami konsep validitas. Tuntutan bahawa ninstrumen evaluasi harus valid memahami konsep validitas. Tuntutan bahawa ninstrumen evaluasi harus valid menyangkut harapan diperolehnya data yang valid, sesuai dengan kenyataan.Dalam hal menyangkut harapan diperolehnya data yang valid, sesuai dengan kenyataan.Dalam hal

(2)

reliebilitas ini tuntutannya tidak jauh berbeda. Jika validitas terkait dengan

reliebilitas ini tuntutannya tidak jauh berbeda. Jika validitas terkait dengan ketepatan objekketepatan objek yang tidak lain adalah tidak menyimpangnya data dari kenyataan.

yang tidak lain adalah tidak menyimpangnya data dari kenyataan.

Artinya, bahwa data tersebut benar, maka konsep reliabilitas terkait dengan pemotretan Artinya, bahwa data tersebut benar, maka konsep reliabilitas terkait dengan pemotretan  berkali

 berkali  –  –   kali. Instrument yang baik dalah instrument yang dapat dengan konsisten  kali. Instrument yang baik dalah instrument yang dapat dengan konsisten memberikan data yang sesuai dengan kenyataan.

memberikan data yang sesuai dengan kenyataan.

B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah

Dalam makalah

Dalam makalah ini ini masalah yang masalah yang akan dirumuskan yaiakan dirumuskan yaitu:tu: a.

a. Apa saja macam-macam jenis pengukuran dan penilaian dalam pendidikan?Apa saja macam-macam jenis pengukuran dan penilaian dalam pendidikan?  b.

 b. Perbedaan antara tes kecakapan dan prestasi?Perbedaan antara tes kecakapan dan prestasi? c.

c. Bagimana Peran guru dalam menyiapkan tes standar?Bagimana Peran guru dalam menyiapkan tes standar? d.

(3)

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN

A.

A. Macam-Macam Jenis Pengukuran dan Penilaian Dalam PendidikanMacam-Macam Jenis Pengukuran dan Penilaian Dalam Pendidikan 1.

1. Tes StandarTes Standar

Tes yang dibakukan mengandung prosedur yang seragam untuk menentukan nilai dan Tes yang dibakukan mengandung prosedur yang seragam untuk menentukan nilai dan administrasinya. Tes standar bisa membandingkan kemampuan murid dengan murid lain administrasinya. Tes standar bisa membandingkan kemampuan murid dengan murid lain  pada

 pada usia atau usia atau level level yang sama, yang sama, dan dan dalam dalam banyak banyak kasus pekasus perbandingan irbandingan ini dilakukan ni dilakukan didi tingkat nasional. Soal tes buatan guru cenderung difokuskan pada tujuan instruksional tingkat nasional. Soal tes buatan guru cenderung difokuskan pada tujuan instruksional untuk kelas tertentu. Sedangkan tes standar mencakup berbagai materi yang lazimnya untuk kelas tertentu. Sedangkan tes standar mencakup berbagai materi yang lazimnya diajarkan di kebanyakan kelas (Airasian, 2001; Chatterji, 2003). Adapun perbedaan lain diajarkan di kebanyakan kelas (Airasian, 2001; Chatterji, 2003). Adapun perbedaan lain antara tes standar dengan tes buatan guru adalah banyak tes standar yang memiliki aturan antara tes standar dengan tes buatan guru adalah banyak tes standar yang memiliki aturan umum dan kebanyakan telah dievaluasi validitas dan reliabilitasnya.

umum dan kebanyakan telah dievaluasi validitas dan reliabilitasnya.

Pertama, marilah kita tinjau perbedaan antara tes standar dengan tes buatan guru Pertama, marilah kita tinjau perbedaan antara tes standar dengan tes buatan guru ini. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

ini. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

Tes Standar

Tes Standar Tes Buatan GuruTes Buatan Guru

1)

1) Didasarkan atas bahan dan tujuanDidasarkan atas bahan dan tujuan umum dari sekolah-sekolah di umum dari sekolah-sekolah di seluruh negara.

seluruh negara. 2)

2) Mencakup aspek yang luas danMencakup aspek yang luas dan  pengetahuan atau keterampilan  pengetahuan atau keterampilan

dengan hanya sedikit butir tes untuk dengan hanya sedikit butir tes untuk setiap keterampilan atau topik. setiap keterampilan atau topik. 3)

3) Disusun dengan kelengkapan stafDisusun dengan kelengkapan staf  profesor, pembahas, editor, butir tes.  profesor, pembahas, editor, butir tes. 4)

4) Menggunakan butir-butir tes yangMenggunakan butir-butir tes yang sudah diujicobakan (

sudah diujicobakan (try out try out ),),

1)

1) Didasarkan atas bahan dan tujuanDidasarkan atas bahan dan tujuan khusus yang dirumuskan oleh guru khusus yang dirumuskan oleh guru untuk kelasnya sendiri.

untuk kelasnya sendiri. 2)

2) Dapat terjadi hanya mencakupDapat terjadi hanya mencakup  pengetahuan atau keterampilan yang  pengetahuan atau keterampilan yang

sempit. sempit. 3)

3) Biasanya disusun sendiri oleh guruBiasanya disusun sendiri oleh guru dengan sedikit atau tanpa bantuan dengan sedikit atau tanpa bantuan oranng lain/tenaga ahli.

oranng lain/tenaga ahli. 4)

4) Jarang-jarang menggunakan butir-Jarang-jarang menggunakan butir- butir tes yang sudah diujicobakan,  butir tes yang sudah diujicobakan,

dianalisis, dan direvisi. dianalisis, dan direvisi.

(4)

dianalisis dan direvisi sebelum dianalisis dan direvisi sebelum menjadi sebuah tes.

menjadi sebuah tes.

5)

5) Mempunyai reliabilitas sedang atasMempunyai reliabilitas sedang atas

Tes Standar

Tes Standar Tes Buatan GuruTes Buatan Guru

5). Mempunnyai reabilitas yang tinggi. 5). Mempunnyai reabilitas yang tinggi. 6)

6) Dimungkinkan menggunakan normaDimungkinkan menggunakan norma untuk seluruh negara.

untuk seluruh negara.

5). Mempunyai reliabilitas sedang atau 5). Mempunyai reliabilitas sedang atau

rendah. rendah. 6)

6)  Norma  Norma kelompok kelompok terbatas terbatas kelaskelas tertentu.

tertentu.

1.1

1.1 Tujuan Tes Standar:Tujuan Tes Standar:

a)

a) Memberikan informasi tentang kemajuan muridMemberikan informasi tentang kemajuan murid

Test standart adalah sumber informasi tentang seberapa baik prestasi dan kemampuan Test standart adalah sumber informasi tentang seberapa baik prestasi dan kemampuan murid.

murid.  b)

 b) Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan murid.Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan murid.

Tes standar jugadapat memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan Tes standar jugadapat memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan  pembelajaran

 pembelajaran murid murid (Popham, (Popham, 2002). 2002). Misalnya, Misalnya, murid murid yang yang kurang kurang bagus bagus dalamdalam  pelajaran

 pelajaran membaca mungkin membaca mungkin diberi satu atau diberi satu atau lebih tes lebih tes standar untuk mengetahui standar untuk mengetahui letakletak kelamahan secara tepat. Apabila tes standar digunakan untuk diagnosis. Test itu kelamahan secara tepat. Apabila tes standar digunakan untuk diagnosis. Test itu  biasanya diberikan individual, bukan secara kolektif.

 biasanya diberikan individual, bukan secara kolektif. c)

c) Memberikan bukti untuk penempatan murid dalam program khususMemberikan bukti untuk penempatan murid dalam program khusus

Tes standar juga dapat dipakai untuk membuat keputusan tentang apakah murid Tes standar juga dapat dipakai untuk membuat keputusan tentang apakah murid diizinkan masuk ke program spesifik atau

diizinkan masuk ke program spesifik atau tidak. Murid juga dapat mengikuti tes tidak. Murid juga dapat mengikuti tes standarstandar untuk mengetahui kecocokan mereka dalam mengikuti karir

untuk mengetahui kecocokan mereka dalam mengikuti karir d)

d) Memberi informasi untuk merencanakan dan meningkatkan pengajaran atau instruksiMemberi informasi untuk merencanakan dan meningkatkan pengajaran atau instruksi Bersama dengan informasi lain, nilai dari tes standar dapat dipakai oleh guru dalam Bersama dengan informasi lain, nilai dari tes standar dapat dipakai oleh guru dalam membuat keputusan instruksi. Misalnya, skor murid pada tes awal membaca membuat keputusan instruksi. Misalnya, skor murid pada tes awal membaca memberikan informasi untuk membantu guru untuk menentukan pada level manakah memberikan informasi untuk membantu guru untuk menentukan pada level manakah murid harus diberi pengajaran membaca.

murid harus diberi pengajaran membaca. e)

(5)

Jika sekolah hendak beralih ke program pendidikan yang baru, administrasi sekolah Jika sekolah hendak beralih ke program pendidikan yang baru, administrasi sekolah harus tahu seberapa efektifkah program tersebut yakni dengan menggunakan program harus tahu seberapa efektifkah program tersebut yakni dengan menggunakan program  baru itu. Salah satunya dengan menggunakan tes standar.

 baru itu. Salah satunya dengan menggunakan tes standar.

f)

f) Memberikan akuntabilitasMemberikan akuntabilitas

Sekolah dan guru diharapkan bertanggung jawab atas pengajaran muridnya. Artinya Sekolah dan guru diharapkan bertanggung jawab atas pengajaran muridnya. Artinya  bahwa

 bahwa guru guru bertanggung bertanggung jawab jawab atas atas pencapaian pencapaian selama selama proses proses pembelajaran pembelajaran dengandengan adanya tes standar.

adanya tes standar.

1.2

1.2 Kriteria Untuk Mengevaluasi Tes StandarKriteria Untuk Mengevaluasi Tes Standar

 NormaNorma, untuk memahami kinerja individual dalam suatu tes, kinerjanya perlu, untuk memahami kinerja individual dalam suatu tes, kinerjanya perlu

dibandingkan dengan kinerja dari kelompok norma (

dibandingkan dengan kinerja dari kelompok norma (norm groupnorm group) yakni kelompok) yakni kelompok dari individu yang sama seblumnya telah diberi ujian oleh

dari individu yang sama seblumnya telah diberi ujian oleh penguji. Tes ini dikatakanpenguji. Tes ini dikatakan didasarkan pada norma nasional (

didasarkan pada norma nasional (national normsnational norms) apabila kelompok norma itu terdiri) apabila kelompok norma itu terdiri dari representasi murid secara nasional. Selain norma nasional, tes standar juga d dari representasi murid secara nasional. Selain norma nasional, tes standar juga d apatapat mengandung norma kelompok spesial dan norma lokal.

mengandung norma kelompok spesial dan norma lokal. Norma  Norma kelompok kelompok spesial spesial  terdiri dari nilai tes untuk sub kelompok dari sampel nasional. Misalnya norma terdiri dari nilai tes untuk sub kelompok dari sampel nasional. Misalnya norma kelompok spesial mungkin tersedia untuk murid dari kelompok sosioekonomi kelompok spesial mungkin tersedia untuk murid dari kelompok sosioekonomi rendah, menengah, dan atas, untuk murid perkotaan, sub urban, dan perdesaan, untuk rendah, menengah, dan atas, untuk murid perkotaan, sub urban, dan perdesaan, untuk sekolah swasta dan negeri, untuk siswa perempuan dan laki-laki, dan untuk murid sekolah swasta dan negeri, untuk siswa perempuan dan laki-laki, dan untuk murid dari kelompok etnis yang berbeda-beda.

dari kelompok etnis yang berbeda-beda. Norma lokal  Norma lokal  terkadang disediakan untuk tes terkadang disediakan untuk tes standar. Norma ini membandingkan kinerja murid dengan murid lain dari kelas yang standar. Norma ini membandingkan kinerja murid dengan murid lain dari kelas yang sama, sekolah yang sama, atau distrik yang sama. Jadi evaluasi kinerja tes murid sama, sekolah yang sama, atau distrik yang sama. Jadi evaluasi kinerja tes murid mungkin akan berbeda-beda tergantung kepada norma kelompok yang dipakai. mungkin akan berbeda-beda tergantung kepada norma kelompok yang dipakai.

 ValiditasValiditas, adalah sejauh mana sebuah tes mengukur apa-apa yang hendak diukur dan, adalah sejauh mana sebuah tes mengukur apa-apa yang hendak diukur dan

apakah inferensi nilai tes itu akurat atau tidak. Tes standar yang valid harus apakah inferensi nilai tes itu akurat atau tidak. Tes standar yang valid harus mengandung validitas isi yang baik, yakni kemampuan tes untuk mencakup sampel mengandung validitas isi yang baik, yakni kemampuan tes untuk mencakup sampel ((to sampleto sample) isi yang hendak diukur. Konsep ini sama dengan “fakta yang berkaitan) isi yang hendak diukur. Konsep ini sama dengan “fakta yang berkaitan dengan isi”. Bentuk lain dari validitas adalah validitas kriteria, yakni kemampuan dengan isi”. Bentuk lain dari validitas adalah validitas kriteria, yakni kemampuan testes untuk memprediksi kinerja murid saat diukur dengan penilaian atau dengan kriteria untuk memprediksi kinerja murid saat diukur dengan penilaian atau dengan kriteria

(6)

lain. Validitas kriteria dapat bersifat

lain. Validitas kriteria dapat bersifat concurrent and predictiveconcurrent and predictive  (Gregory, 2000;  (Gregory, 2000; Krunger, 2000).

Krunger, 2000).

 Concurrent validity adalah relasi antara nilai tes dengan kriteria lain yang adaConcurrent validityadalah relasi antara nilai tes dengan kriteria lain yang ada

saat ini. saat ini.

  Predictive  Predictive validityvalidity  adalah relasi antara nilai tes dengan kinerja masa depan  adalah relasi antara nilai tes dengan kinerja masa depan

murid. Selanjutnya murid. Selanjutnya

 construct validity  yaitu sejauh mana ada bukti bahwa sebuah tes mengukurconstruct validity  yaitu sejauh mana ada bukti bahwa sebuah tes mengukur

tertentu. Sebuah konstruk adalah ciri atau karakteristik yang tidak bisa dilihat tertentu. Sebuah konstruk adalah ciri atau karakteristik yang tidak bisa dilihat dari seseorang, seperti intelegensi (kecerdasan), gaya belaja

dari seseorang, seperti intelegensi (kecerdasan), gaya belaja r, personalitas, ataur, personalitas, atau lecemasan.

lecemasan.

 ReliabilitasReliabilitas, berarti sejauh mana sebuah prosedur tes bisa menghasilkan nilai yang, berarti sejauh mana sebuah prosedur tes bisa menghasilkan nilai yang

konsisten dan dapat direproduksi. Agar bisa disebut reliabel, nilai harus stabil, konsisten dan dapat direproduksi. Agar bisa disebut reliabel, nilai harus stabil, dependable,

dependable, dan relatif bebas dari kesalahan pengukuran (Fekken, 2000; Popham,dan relatif bebas dari kesalahan pengukuran (Fekken, 2000; Popham, 2002). Reliabilitas dapat diukur dengan beberapa cara antara lain

2002). Reliabilitas dapat diukur dengan beberapa cara antara lain test restesttest restest reliability, alternate forms reliability,

reliability, alternate forms reliability, dan dan split half reliabilty. split half reliabilty. a)

a)

Test retest reliability 

Test retest reliability 

  adalah sejauh mana sebuah tes menghasilkan kinerja  adalah sejauh mana sebuah tes menghasilkan kinerja yang sama ketika seorang siswa diberi tes yang sama dalam dua kesempatan yang sama ketika seorang siswa diberi tes yang sama dalam dua kesempatan yang berbeda. Jadi, jika sebuah tes sains standar kelas empat diberikan kepada yang berbeda. Jadi, jika sebuah tes sains standar kelas empat diberikan kepada kelompok murid hari ini dan kemudian diberikan lagi sebulan kemudian, tes kelompok murid hari ini dan kemudian diberikan lagi sebulan kemudian, tes itu akan dianggap rliabel apabila nilai murid konsisten dalam dua tes itu. itu akan dianggap rliabel apabila nilai murid konsisten dalam dua tes itu.  b)

 b)

 A

 Alt

lte

erna

rnatte

e fo

forrm

m re

reliab

liabiility 

lity 

  ditentukan dengan memberikan bentuk yang  ditentukan dengan memberikan bentuk yang  berbeda

 berbeda dari dari tes tes yang yang sama sama pada pada dua dua kesempatan kesempatan yang yang berbeda berbeda untukuntuk kelompok murid yang sama dan mengamati seberapa konsistenkah skornya. kelompok murid yang sama dan mengamati seberapa konsistenkah skornya. c)

c)

 Sp

 Split

lit ha

half

lf re

reliab

liabiilt

lty 

, membagi item tes menjadi dua bagian, seperti item, membagi item tes menjadi dua bagian, seperti item  bernomor

 bernomor genap genap dan dan ganjil. ganjil. Nilai Nilai pada pada dua dua set set itu itu itu itu dibandaingkan dibandaingkan gunaguna menentukan seberapa konsistenkah kinerja murid di kedua set itu. Validitas menentukan seberapa konsistenkah kinerja murid di kedua set itu. Validitas dan reliabilitas adalah saling terkait. Sebuah tes yang valid itu reliabel, tetapi dan reliabilitas adalah saling terkait. Sebuah tes yang valid itu reliabel, tetapi sebuah tes yang reliabel tidak selalu valid.

sebuah tes yang reliabel tidak selalu valid.

 KeadilanKeadilan, tes yang adil ( fair , tes yang adil ( fair ) adalah tes yang tidak bias () adalah tes yang tidak bias (unbiased unbiased ) dan tidak) dan tidak

diskriminatif (McMillan, 2001). Tes itu tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti diskriminatif (McMillan, 2001). Tes itu tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti gender, etnis, atau faktor subyektif seperti bias penilai.

(7)

B.

B. TES KECAKAPAN DAN PRESTASITES KECAKAPAN DAN PRESTASI

Ada dua tipe utama tes standar yaitu tes kecakapan (

Ada dua tipe utama tes standar yaitu tes kecakapan (aptitudeaptitude) dan tes prestasi) dan tes prestasi ((achievement achievement ). Tes kecakapan (). Tes kecakapan (aptitude test aptitude test ) didesign guna memprediksi kemampuan) didesign guna memprediksi kemampuan murid untuk mempelajari suatu keahlian atau menguasai suatu keahlian atau menguasai murid untuk mempelajari suatu keahlian atau menguasai suatu keahlian atau menguasai sesuatu dengan pendidikandan training tingkat lanjut. Tes kecakapan ini mencakup tes sesuatu dengan pendidikandan training tingkat lanjut. Tes kecakapan ini mencakup tes kemampuan mental umum seperti tes kecerdasan (Stanford-Binet, Wechsler Scales, dan kemampuan mental umum seperti tes kecerdasan (Stanford-Binet, Wechsler Scales, dan sebagainya).

sebagainya). Tes prestasi Tes prestasi dimaksudkan untuk mengukur apa ydimaksudkan untuk mengukur apa yang telah dipelajari ang telah dipelajari atauatau keahlian apa yang telah dikuasai murid (Andrews, Sakloske & Janzen, 2001; Haladyna, keahlian apa yang telah dikuasai murid (Andrews, Sakloske & Janzen, 2001; Haladyna, 2002; Smith, 2001). Namun perbedaan antara tes prestasi dengan tes kecakapan

2002; Smith, 2001). Namun perbedaan antara tes prestasi dengan tes kecakapan terkadangterkadang kabur. Kedua jenis tes ini menilai status murid, pertanyaan yang dipakai kebanyakan kabur. Kedua jenis tes ini menilai status murid, pertanyaan yang dipakai kebanyakan mirip, dan biasanya hasil dari dua jenis tes ini mempunyai korelasi yang tinggi.

mirip, dan biasanya hasil dari dua jenis tes ini mempunyai korelasi yang tinggi.

Jenis-jenis tes prestasi standar, ada bebarapa tepe tes prestasi standar. Salah satu Jenis-jenis tes prestasi standar, ada bebarapa tepe tes prestasi standar. Salah satu cara umumuntuk mengklasifikasikannya adalah sebagai

cara umumuntuk mengklasifikasikannya adalah sebagai survey  survey batterie, sbatterie, spesific subjectpesific subject test, or diagnostic tests

test, or diagnostic tests (Payne, 1997). (Payne, 1997). Survey batterySurvey battery (baterai survei) adalah sekelompok (baterai survei) adalah sekelompok tes pokok persoalan individual yang

tes pokok persoalan individual yang didesign untuk murid level tertentu. Survedidesign untuk murid level tertentu. Survey batteriesy batteries adalah tes standar nasional yang banyak digunakan (McMillan, 2001). Tes untuk subyek adalah tes standar nasional yang banyak digunakan (McMillan, 2001). Tes untuk subyek spesifik, dimaksudkan untuk menilai keahlian di bidang tertentu seperti membaca atau spesifik, dimaksudkan untuk menilai keahlian di bidang tertentu seperti membaca atau matematika. Karena tes ini difokuskan pada area spesifik, tes ini biasanya menialai suatu matematika. Karena tes ini difokuskan pada area spesifik, tes ini biasanya menialai suatu keahlian secara lebih mendetail dan ekstensif ketimbang

keahlian secara lebih mendetail dan ekstensif ketimbang survey  survey battery.battery. Tes diagnostik, Tes diagnostik, adalah fungsi penting dari tes standar.

adalah fungsi penting dari tes standar.  Diagnostic  Diagnostic testing testing   terdiri dari evaluasi area  terdiri dari evaluasi area  pembelajaran

 pembelajaran spesifik spesifik secara secara mendalam. mendalam. Tujuannya Tujuannya adalah adalah menetukan menetukan kebutuhankebutuhan  pembelajaran spesifik dari murid

 pembelajaran spesifik dari murid sehingga kebutuhan itu dapat dipenuhi melalui instruksisehingga kebutuhan itu dapat dipenuhi melalui instruksi reguler atau remidial. Membaca dan matematika adalah dua area di mana tes standar reguler atau remidial. Membaca dan matematika adalah dua area di mana tes standar  paling banyak dipakai untuk diagnosis (Berniger, dkk., 2001).

 paling banyak dipakai untuk diagnosis (Berniger, dkk., 2001).

1.

1. Ujian Negara Beresiko Tinggi (Ujian Negara Beresiko Tinggi (

hi

high sta

gh stakke

ess

))

Setelah publik dan pemerintah menuntut pertanggungjawaban terhadap efektivitas Setelah publik dan pemerintah menuntut pertanggungjawaban terhadap efektivitas sekolah dalam mendidik anak-anak bangsa, tes atau ujian yang diwajibkan negara (ujian sekolah dalam mendidik anak-anak bangsa, tes atau ujian yang diwajibkan negara (ujian negara) semakin kuat perannya (Hambleton, 2002;Olson, 2001). Negara telah lama negara) semakin kuat perannya (Hambleton, 2002;Olson, 2001). Negara telah lama mewajibkan ujian atau tes, tetapi penekanannya berubah belakangan ini (Airasian, 2001). mewajibkan ujian atau tes, tetapi penekanannya berubah belakangan ini (Airasian, 2001).

(8)

Sebelum 1990-an, isinya tidak berhubungan erat dengan apa yang diajarkan dan dipelajari Sebelum 1990-an, isinya tidak berhubungan erat dengan apa yang diajarkan dan dipelajari di kelas. Ujian negara hanya memberikan tinjauan umum atas seberapa baik murid di suatu di kelas. Ujian negara hanya memberikan tinjauan umum atas seberapa baik murid di suatu negara bagian dalam mata pelajaran tertentu, terutama membaca dan matematika.

negara bagian dalam mata pelajaran tertentu, terutama membaca dan matematika.

Tahun 1990-an, dimulailah usaha untuk menghubungkan ujian negara dengan Tahun 1990-an, dimulailah usaha untuk menghubungkan ujian negara dengan sasaran instruksional yang didukung negara. Kebanyakan negara bagian di AS punya atau sasaran instruksional yang didukung negara. Kebanyakan negara bagian di AS punya atau sedang dalam proses identifikasi sasaran yang harus dicapai oleh setiap murid di suatu sedang dalam proses identifikasi sasaran yang harus dicapai oleh setiap murid di suatu negara. Sasaran ini menjadi basis bukan hanya untuk ujian negara, tetapi juga untuk negara. Sasaran ini menjadi basis bukan hanya untuk ujian negara, tetapi juga untuk menjadi pedoman aktivitas seperti pendidikan guru

menjadi pedoman aktivitas seperti pendidikan guru dan penentuan kurikulum (Whitford &dan penentuan kurikulum (Whitford & Jones, 2000).

Jones, 2000).

Adapun format ujian negara ditinjau dari sudut pandang konstruktivis, ujian yang Adapun format ujian negara ditinjau dari sudut pandang konstruktivis, ujian yang diwajibkan negara ini menggunakan format yang salah, terdiri dari soal pilihan berganda. diwajibkan negara ini menggunakan format yang salah, terdiri dari soal pilihan berganda. Hanya tujuh negara bagian yang belakangan ini menggunakan soal model esai atau soal Hanya tujuh negara bagian yang belakangan ini menggunakan soal model esai atau soal kinerja (Quality Couns, 2001). Ketika penilaian berbasis konstruksi dipakai, penilaian itu kinerja (Quality Couns, 2001). Ketika penilaian berbasis konstruksi dipakai, penilaian itu  biasanya

 biasanya menggunakan menggunakan soal soal jawaban jawaban pendek pendek atau atau soal soal menulis. menulis. Hanya Hanya sedikit sedikit negaranegara  bagian

 bagian yang yang memasukkan memasukkan pertofolio pertofolio sebagai sebagai bagian bagian dari dari penilaiannya. penilaiannya. Hampir Hampir semuasemua negara bagian menggunakan penilaian yang mengacu pada kriteria, yang berarti bahwa negara bagian menggunakan penilaian yang mengacu pada kriteria, yang berarti bahwa nilai murid dievaluasi berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Kebanyakan negara nilai murid dievaluasi berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Kebanyakan negara menggunakan nilai dasar (seperti jawaban benar sampai 70 persen) yang harus dicapai menggunakan nilai dasar (seperti jawaban benar sampai 70 persen) yang harus dicapai murid agar lulus. Tes semacam itu juga memberikan

murid agar lulus. Tes semacam itu juga memberikan nilai komparatif.nilai komparatif.

Keuntungan dan penggunaan tes beresiko tinggi. Sejumlah pembuat kebijakan Keuntungan dan penggunaan tes beresiko tinggi. Sejumlah pembuat kebijakan  berpendapat b

 berpendapat bahwa ujian ahwa ujian negara benegara berisiko tinggi risiko tinggi ((high stakeshigh stakes) memberikan sejumlah efek) memberikan sejumlah efek  posistif diantaranya :

 posistif diantaranya : a)

a) Meningkatkan kinerja muridMeningkatkan kinerja murid  b)

 b) Lebih banyak waktu untuk mengajarkan pelajaran yang diujikanLebih banyak waktu untuk mengajarkan pelajaran yang diujikan c)

c) Ekspektasi tinggi untuk semua muridEkspektasi tinggi untuk semua murid d)

d) Identifikasi sekolah, guru, dan administrasi yang berkinerja payahIdentifikasi sekolah, guru, dan administrasi yang berkinerja payah e)

e) Meningkatkan rasa percaya diri di sekolah setelah nilai ujian naik.Meningkatkan rasa percaya diri di sekolah setelah nilai ujian naik.

Kritik terhadap ujian negara. Kritik terhadap ujian yang diwajibkan negara ini Kritik terhadap ujian negara. Kritik terhadap ujian yang diwajibkan negara ini menyatakan bahwa ujian negara akan menimbulkan akibat negatif (McMillan, 2002) yaitu menyatakan bahwa ujian negara akan menimbulkan akibat negatif (McMillan, 2002) yaitu ::

(9)

a)

a) Menumpulkan kurikulum dengan penekanan lebih besar pada hafalanMenumpulkan kurikulum dengan penekanan lebih besar pada hafalan ketimbang pada keahlian berpikir dan memecahkan

ketimbang pada keahlian berpikir dan memecahkan masalah. Dalam sebuahmasalah. Dalam sebuah analisis, kebanyakan ujian negara lebih difokuskan pada pengetahuan dan analisis, kebanyakan ujian negara lebih difokuskan pada pengetahuan dan keahlian yang cenderung gampang ketimbang kognitif yang lebih kompleks keahlian yang cenderung gampang ketimbang kognitif yang lebih kompleks (Quality Counts, 2001). Ini akan mempersempit kurikulum dan lebih

(Quality Counts, 2001). Ini akan mempersempit kurikulum dan lebih fokusfokus  pada keahlian kognitif yang rendah (Linn, 2000).

 pada keahlian kognitif yang rendah (Linn, 2000).  b)

 b) Mengajar demi ujian, guru akan mengajar pengetahuan dan keahlian yangMengajar demi ujian, guru akan mengajar pengetahuan dan keahlian yang akan diujikan saja (Gallagher, 2000). Mereka menghabiskan banyak waktu akan diujikan saja (Gallagher, 2000). Mereka menghabiskan banyak waktu untuk berlatih soal-soal ujian. Dalam sebuah survei, lebih dari enam dari untuk berlatih soal-soal ujian. Dalam sebuah survei, lebih dari enam dari sepuluh guru sekolah publik mengatakan bahwa ujian negara ini sepuluh guru sekolah publik mengatakan bahwa ujian negara ini menyebabkan pengajaran difokuskan pada ujian (Quality Counts, 2001). menyebabkan pengajaran difokuskan pada ujian (Quality Counts, 2001). c)

c) Diskriminasi terhadap murid dari status sosioekonomi (SES) rendah danDiskriminasi terhadap murid dari status sosioekonomi (SES) rendah dan minoritas. Hal ini terjadi ketika jumlah anak-anak dari kelompok ini tidak minoritas. Hal ini terjadi ketika jumlah anak-anak dari kelompok ini tidak memenuhi standar negara ini sangat besar, sedangkan murid SES

memenuhi standar negara ini sangat besar, sedangkan murid SES yang lebihyang lebih tinggi dan kulit putih bisa memenuhi standar. Para riset telah menemukan tinggi dan kulit putih bisa memenuhi standar. Para riset telah menemukan  bahwa

 bahwa murid murid yang yang ditempatkan ditempatkan di di jalur jalur lambat lambat atau atau program program remidial,remidial, murid dari keluarga muskin dan etnis minoritas, lebih mungkin murid dari keluarga muskin dan etnis minoritas, lebih mungkin mendapatkan pengajaran yang buruk dan berprestasi berprestasi rendah mendapatkan pengajaran yang buruk dan berprestasi berprestasi rendah (Cooper & Sherk, 1989 ; Oakes, 1990).

(Cooper & Sherk, 1989 ; Oakes, 1990).

2.

2. Tes Distrik dan NasionalTes Distrik dan Nasional

Selain ujian negara, sebuah distrik atau kabupaten mungkin mewajibkan tes Selain ujian negara, sebuah distrik atau kabupaten mungkin mewajibkan tes standar, murid mungkin juga harus mengikuti ujian naisonal.

standar, murid mungkin juga harus mengikuti ujian naisonal.

Ujian Distrik (Lokal). Di Spencerport, New York, distrik sekolah mengumpulkan Ujian Distrik (Lokal). Di Spencerport, New York, distrik sekolah mengumpulkan isnformasi tentang kinerja murid dengan tes berikut ini :

isnformasi tentang kinerja murid dengan tes berikut ini : Standford Achievement Test inStandford Achievement Test in  Reading 

 Reading  (( grade grade 2-8) and Math (2-8) and Math ( grade grade 1-8); New York Satae Pupil Evaluation Test in1-8); New York Satae Pupil Evaluation Test in Reading (

Reading ( grade grade 3-6), Written Expression (3-6), Written Expression ( grade grade 55), and Mathematics (), and Mathematics ( grade grade 3 dan 6);3 dan 6);  New

 New York York State State Program Evaluation Program Evaluation Test,Test, yang menilai program sainsdan studi ssosial; yang menilai program sainsdan studi ssosial;  New

 New York York Preliminary Preliminary Competency Competency Test Test , yang dipakai untuk memprediksi kesuksesan, yang dipakai untuk memprediksi kesuksesan masa depan di pelajaran membaca, menulis, dan matematika (diberikan untuk setiap masa depan di pelajaran membaca, menulis, dan matematika (diberikan untuk setiap  grade

(10)

 pelajaran matematika, sains, studi global, dan sejarah dan p

 pelajaran matematika, sains, studi global, dan sejarah dan p emerintahan AS (diberikan diemerintahan AS (diberikan di SMA untuk murid yang tidak mengikuti Regent Test);

SMA untuk murid yang tidak mengikuti Regent Test); Scholastic Assessment TesScholastic Assessment Tes (SAT)(SAT) dan

dan  American  American Collage Collage Test Test  (ACT), diberikan kepada murid yang berencana masuk ke  (ACT), diberikan kepada murid yang berencana masuk ke universitas atau akademik dan

universitas atau akademik dan Advance Placement Test Advance Placement Test untuk bidang sejarah AS, biologi,untuk bidang sejarah AS, biologi, kimia, sastra dan bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, kalkulus, dan teori musik yang dapat kimia, sastra dan bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, kalkulus, dan teori musik yang dapat diikuti oleh murid untuk memasuki kelas tertentu berdasarkan level pengetahuan dan diikuti oleh murid untuk memasuki kelas tertentu berdasarkan level pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki. Pada tahun 1999, Spenceport juga mulai menilai kemampuan yang mereka miliki. Pada tahun 1999, Spenceport juga mulai menilai kemampuan murid untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian memecahkan kemampuan murid untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian memecahkan masalah dalam sejumlah bidang. Tes tipe standar dapat bervariasi antardistrik. Akan masalah dalam sejumlah bidang. Tes tipe standar dapat bervariasi antardistrik. Akan tetapi, seperti dalam dalam sekolah distrik Spencerport, jumlah keseluruhannya banyak. tetapi, seperti dalam dalam sekolah distrik Spencerport, jumlah keseluruhannya banyak. Penilaian Nasional dan Standar Kelas Dunia, pemerintah federal juga dilibatkan Penilaian Nasional dan Standar Kelas Dunia, pemerintah federal juga dilibatkan dalam menstandarisasikan ujian melalui

dalam menstandarisasikan ujian melalui  National  National Assessment Assessment of of Educational Educational ProgressProgress (NAEP). Negara bagian tidak diwajibkan ikut berpatisipasi dalam penilaian naional, (NAEP). Negara bagian tidak diwajibkan ikut berpatisipasi dalam penilaian naional, walaupun banyak yang ikut (misalnya, lebih dari 40 negara bagian telah mewajibkan walaupun banyak yang ikut (misalnya, lebih dari 40 negara bagian telah mewajibkan murid di sana untuk mengikuti ujian). NAEP adalah penelitian mirip sensus terhadap murid di sana untuk mengikuti ujian). NAEP adalah penelitian mirip sensus terhadap  pengetahuan,

 pengetahuan, keahlian, keahlian, pemahaman, pemahaman, dan dan sikap sikap generasi muda generasi muda Amerika (Bourque, Amerika (Bourque, 1999;1999; Payne, 1997). Area subyek mencakup bidang membaca, menulis, sastra, matematika, Payne, 1997). Area subyek mencakup bidang membaca, menulis, sastra, matematika, sains, studi sosial, seni, kewarganegaraan, dan perkembangan ka

sains, studi sosial, seni, kewarganegaraan, dan perkembangan ka rier dan pekerjaan. Murid,rier dan pekerjaan. Murid, sekolah, kota, atau negara bagian tidak disebutkan dalam kajian ini, walaupun negara sekolah, kota, atau negara bagian tidak disebutkan dalam kajian ini, walaupun negara  bagian

 bagian boleh meminta boleh meminta agar nagar namanya amanya dicantumkan. dicantumkan. Setiap murid Setiap murid yang mengikuti yang mengikuti NAEPNAEP hanya merespons sebagian dari seluruh penilaian.

hanya merespons sebagian dari seluruh penilaian.

Temuan dari NAEP (2000) menunjukkan trend sebagai berikut : Temuan dari NAEP (2000) menunjukkan trend sebagai berikut :

a)

a) Membaca. Tidak ada peningkatan dari tahun 1992 sampai 2000 untuk anakMembaca. Tidak ada peningkatan dari tahun 1992 sampai 2000 untuk anak  grade

 grade empat dan tidak ada perkembangan untuk  empat dan tidak ada perkembangan untuk anakanak grade grade delapan sampai delapan sampai dua belas dari 1992 sampai 1998.

dua belas dari 1992 sampai 1998.

b)

b) Matematika. Dari tahun 1990 sampai 2000 terdapat kenaikan nilai untukMatematika. Dari tahun 1990 sampai 2000 terdapat kenaikan nilai untuk anak

anak grade grade empat dan empat dan grade grade delapan, tetpi menunjukkan penurunan pada delapan, tetpi menunjukkan penurunan pada tahun 2000 untuk anak

tahun 2000 untuk anak grade grade 12. 12.

c)

c) Sains. Tidak ada perubahn nilai dari 1996 sampai 2000 untuk anakSains. Tidak ada perubahn nilai dari 1996 sampai 2000 untuk anak grade grade empat dan delapan, namun nilai anak

empat dan delapan, namun nilai anak  grade grade  dua belas menurun dalam  dua belas menurun dalam rentang waktu tersebut.

(11)

C.

C. PERAN GURUPERAN GURU

Peran guru dalam tes standar ini adalah Peran guru dalam tes standar ini adalah ::

1.

1. Mempersiapkan Murid Untuk Mengikuti UjianMempersiapkan Murid Untuk Mengikuti Ujian

Menurut McMillan (2001) dalam Santrock (2004) adalah penting bagi semua murid Menurut McMillan (2001) dalam Santrock (2004) adalah penting bagi semua murid untuk diberi kesempatan untuk mengeluarkan apa yang terbaik dari diri mereka. salah untuk diberi kesempatan untuk mengeluarkan apa yang terbaik dari diri mereka. salah satu caranya adalah memastikan murid punya keahlian mengerjakan tes prestasi.

satu caranya adalah memastikan murid punya keahlian mengerjakan tes prestasi.

Guru diharapkan memberikan sikap positif terhadap tes kepada murid serta menjelaskan Guru diharapkan memberikan sikap positif terhadap tes kepada murid serta menjelaskan sifat dan tujuan dari tes. Teknik coachin

sifat dan tujuan dari tes. Teknik coaching atau training murid agar bisa mengerjakan soalg atau training murid agar bisa mengerjakan soal ujian, ternyata hanya sedikit saja menaikkan nilai murid.

ujian, ternyata hanya sedikit saja menaikkan nilai murid.

Jadi, Peran penting guru dalam mempersiapkan murid untuk ujian adalah memberikan Jadi, Peran penting guru dalam mempersiapkan murid untuk ujian adalah memberikan dukungan dan tidak menjatuhkan mental murid, membantu murid untuk mengurangi rasa dukungan dan tidak menjatuhkan mental murid, membantu murid untuk mengurangi rasa takut akan ujian serta membekali murid dengan ilmu. Asumsi bahwa guru melaksanakan takut akan ujian serta membekali murid dengan ilmu. Asumsi bahwa guru melaksanakan  pembelajaran

 pembelajaran yang yang arahannya arahannya memberikan memberikan pengetahuan pengetahuan kepada kepada murid murid sebanyak- sebanyak- banyaknya.

 banyaknya. 2.

2. Menjalankan Tes StandarMenjalankan Tes Standar

Dalam menjalankan tes standar, guru harus memperhatikan hal-hal seperti cara Dalam menjalankan tes standar, guru harus memperhatikan hal-hal seperti cara mengatur ruang tes, apa yang harus dilakukan murid saat mengerjakan tes, bagaimana mengatur ruang tes, apa yang harus dilakukan murid saat mengerjakan tes, bagaimana memdistribusikan tes lembar soal dan jawaban dan bagaimana mengatur waktu tes. memdistribusikan tes lembar soal dan jawaban dan bagaimana mengatur waktu tes. Lingkup fisik saat dilakukan tes harus tenang, pastikan

Lingkup fisik saat dilakukan tes harus tenang, pastikan menulis waktu awal dan akhir tesmenulis waktu awal dan akhir tes di papan tulis. Pada waktu mulai beritahu murid untuk memulai dan pastikan murid di papan tulis. Pada waktu mulai beritahu murid untuk memulai dan pastikan murid  berhenti saat waktu habis.

 berhenti saat waktu habis. 3.

3. Memahami dan Memahami dan Menginterprestasi HMenginterprestasi Hasil Tesasil Tes

Kegunaan interpretasi hasil tes adalah memudahkan guru dalam menjelaskan Kegunaan interpretasi hasil tes adalah memudahkan guru dalam menjelaskan keadaan nilai murid pada orang tua maupun guru yang lain. Oleh karena itu, dalam keadaan nilai murid pada orang tua maupun guru yang lain. Oleh karena itu, dalam  pelaporan

 pelaporan nilai, nilai, guru guru menggunakan menggunakan statistik statistik deskriptif. deskriptif. Menurut Menurut Kiess Kiess (2002) (2002) dalamdalam santrock (2004) statistik deskriptif merupakan prosedur matematika yang dipakai untuk santrock (2004) statistik deskriptif merupakan prosedur matematika yang dipakai untuk mendeskripsikan dan meringkas data dengan cara yang bermakna. Dalam statistik mendeskripsikan dan meringkas data dengan cara yang bermakna. Dalam statistik deskriptif akan dipelajari distribusi frekuensi, pengukuran tendensi sentral , pengukuran deskriptif akan dipelajari distribusi frekuensi, pengukuran tendensi sentral , pengukuran

(12)

variabilitas dan distribusi normal. Dalam distribusi normal terdapat beberapa jenis nilai variabilitas dan distribusi normal. Dalam distribusi normal terdapat beberapa jenis nilai yang dapat dipilih oleh guru untuk membantunya menginterpretasi nilai. Jenis nilai yang dapat dipilih oleh guru untuk membantunya menginterpretasi nilai. Jenis nilai tersebut antara lain nilai mentah, nilai percentile rank, nilai stanine, nilai tersebut antara lain nilai mentah, nilai percentile rank, nilai stanine, nilai grade-equevalent, nilai stand9ar, nilai Z, nilai T.

equevalent, nilai stand9ar, nilai Z, nilai T.

  Nilai mentah (raw score) Nilai mentah (raw score)

Jumlah soal ujian yang diwajibkan murid dengan benar. Nilai mentah itu sendiri t Jumlah soal ujian yang diwajibkan murid dengan benar. Nilai mentah itu sendiri t idakidak  banyak

 banyak gunanya gunanya karena karena tidak tidak memberi memberi informasi informasi tentang tentang seberapa seberapa sulit sulit atauatau mudahkah ujian itu atau bagaimana perbandingan satu murid dengan murid lainnya mudahkah ujian itu atau bagaimana perbandingan satu murid dengan murid lainnya

  Nilai percentile rank Nilai percentile rank

 Nilai

 Nilai ini ini juga juga menginformasikan menginformasikan tentang tentang posisi posisi nilai nilai dibandingkan dibandingkan dengan dengan nilainilai lainnya. Urutan percentile ini berkisar dari 1 sampai 99. Percentile-rank untuk tes lainnya. Urutan percentile ini berkisar dari 1 sampai 99. Percentile-rank untuk tes standar ditentukan oleh perbanding dengan distribusi kelompok norma. Kelompok standar ditentukan oleh perbanding dengan distribusi kelompok norma. Kelompok  perbandingan berbeda bisa

 perbandingan berbeda bisa dipakai dalam mengdipakai dalam menghitunghitung percentile-rank, percentile-rank, seperti normaseperti norma urban atau norma suburban

urban atau norma suburban

  Nilai Stanine Nilai Stanine

Sebuah nilai

Sebuah nilai stanine stanine mendeskripsikan kinerja tes murid pada skala 9 poin mulai darimendeskripsikan kinerja tes murid pada skala 9 poin mulai dari 1 sampai 9. Skor 1,2, dan 3 biasanya dianggap di bawah ini rata-rata; 4,5, dan 6 1 sampai 9. Skor 1,2, dan 3 biasanya dianggap di bawah ini rata-rata; 4,5, dan 6 sebagai rata-rata; dan 7,8,9 di atas rata-rata. Seperti dalam kasus nilai

sebagai rata-rata; dan 7,8,9 di atas rata-rata. Seperti dalam kasus nilai percentile-rank  percentile-rank  murid, nilai

murid, nilai  stanine stanine dalam satu mata pelajaran (semisal sains) dapat dibandingkandalam satu mata pelajaran (semisal sains) dapat dibandingkan dengan nilai

dengan nilai  stanine stanine murid pada mata pelajaran lain (semisal matematika,murid pada mata pelajaran lain (semisal matematika, membacadan studi social)

membacadan studi social) Sebuah

Sebuah  stanine stanine mengacu kepada persentase spesifik dari area kurva normal.mengacu kepada persentase spesifik dari area kurva normal. Korepondensi antara nilai

Korepondensi antara nilai  stanine stanine dandan  percentile-rank  percentile-rank   ditunjukkan dalam gambar  ditunjukkan dalam gambar  berikut. Nilai

 berikut. Nilai stanine stanine memberikan indeks umum dari kinerja murid sedangkan nilaimemberikan indeks umum dari kinerja murid sedangkan nilai  percentile-rank memberikan estimasi yang lebih tepat.

(13)

Nilai

Nilai Stanine Stanine Nilai Nilai Percentile-RankPercentile-Rank

9 9 > > 9696 8 8 89 89 - - 9595 7 7 77 77 - - 8888 6 60 6 60 –  –  76 76 5 40 5 40 –  –  59 59 4 23 4 23 –  –  39 39 3 11 3 11 –  –  22 22 2 2 44 –  –  10 10 1 1 < < 44 

  Nilai grade-Equivalent Nilai grade-Equivalent

Sebuah nilai grade-equivalent mengindikasikan kinerja murid dalam hubungannya Sebuah nilai grade-equivalent mengindikasikan kinerja murid dalam hubungannya dengan level grade dan bulan-bulan satu tahun ajaran dengan asumsi 10 bulan setiap dengan level grade dan bulan-bulan satu tahun ajaran dengan asumsi 10 bulan setiap tahun ajaran. Jadi, nilai grade-equivalent 4,5 mengacu pada grade 4, bulan kelima di tahun ajaran. Jadi, nilai grade-equivalent 4,5 mengacu pada grade 4, bulan kelima di sekolah. Grade-equivalent 6,0 adalah bulan pertama grade

sekolah. Grade-equivalent 6,0 adalah bulan pertama grade 6, dalam beberapa laporan tes,6, dalam beberapa laporan tes, tanda desimal dihilangkan sehingga 45 sama dengan 4,5 dan 60 sama dengan 6,0

tanda desimal dihilangkan sehingga 45 sama dengan 4,5 dan 60 sama dengan 6,0  Nilai

 Nilai grade-equivalent grade-equivalent hanya hanya dapat dapat digunakan digunakan untuk untuk menginterpretasikan menginterpretasikan kemajuankemajuan murid, bukan untuk penempatan grade. Banyak pendidik percaya bahwa karena nilai murid, bukan untuk penempatan grade. Banyak pendidik percaya bahwa karena nilai grade-equivalent sering kali menyesatkan dan disalahartikan, maka tipe nilai lain, seperti grade-equivalent sering kali menyesatkan dan disalahartikan, maka tipe nilai lain, seperti nilai standar, lebih tepat untuk dipakai.

nilai standar, lebih tepat untuk dipakai.

  Nilai Standar Nilai Standar

Suatu nialai standar diekspresikan sebagai deviasi dari mean, yang menggunakan deviasi Suatu nialai standar diekspresikan sebagai deviasi dari mean, yang menggunakan deviasi standar yang telah kita bahas. Istilah standar dalam “nilai standar” bukan mengacu pada standar yang telah kita bahas. Istilah standar dalam “nilai standar” bukan mengacu pada level kinerja atau ekspektasi tetapi pada kurva normal standar (McMillan, 2002).

(14)

  Nilai Z Nilai Z

Memberikan informasi tentang berapa banyak deviasi standar nilai mentah di atas atau Memberikan informasi tentang berapa banyak deviasi standar nilai mentah di atas atau di bawah mean. Perhitungan nilai z menggunakan rumus berikut ini:

di bawah mean. Perhitungan nilai z menggunakan rumus berikut ini:  Nilai z =

 Nilai z =−− x x

 

Dimana X = nilai mentah,

Dimana X = nilai mentah,  x x =mean nilai mentah, dan SD adalah deviasi standar dari =mean nilai mentah, dan SD adalah deviasi standar dari

distribusi nilai mentah, distribusi nilai mentah,

Ambil kembali contoh nilai 21 muri

Ambil kembali contoh nilai 21 murid d diatas, beberapa nilai z apabila diatas, beberapa nilai z apabila nilai mentah muridnilai mentah murid adalah 86? Dengan menggunakan rumus tersebut di aras, maka:

adalah 86? Dengan menggunakan rumus tersebut di aras, maka:

86−82,6 86−82,6

8,5

8,5 = 0,37= 0,37

Jadi nilai mentah 86 adalah 0,37 dari deviasi standar diatas mean. Mean nilai Z adalah 0 Jadi nilai mentah 86 adalah 0,37 dari deviasi standar diatas mean. Mean nilai Z adalah 0 dan deviasi standar adalah 1

dan deviasi standar adalah 1

  Nilai T Nilai T

Adalah nilai standar di mana mean-nya ditetapkan sebesar 50 dan deviasi standarnya Adalah nilai standar di mana mean-nya ditetapkan sebesar 50 dan deviasi standarnya sebesar 10. Rumus

sebesar 10. Rumus di bawah ini di bawah ini adalah untuk menghitung nilai adalah untuk menghitung nilai T.T.

 Nilai T + 50 + 10(z)  Nilai T + 50 + 10(z)

Misalnya, nilai T dari 70 sama dengan nilai Z=2, dan nilai T dari 40

Misalnya, nilai T dari 70 sama dengan nilai Z=2, dan nilai T dari 40 sama dengan nilai Zsama dengan nilai Z dari -1. Untuk nilai mentah 86, nilai T-nya adalah 54.

dari -1. Untuk nilai mentah 86, nilai T-nya adalah 54.

Ujian SAT untuk masuk perguruan tinggi didasarkan pad acara penilaian yang serupa. Ujian SAT untuk masuk perguruan tinggi didasarkan pad acara penilaian yang serupa. Mean-nya adalah 500 dan deviasi standarnya 100. Nilai terendah 200 dalam SAT Mean-nya adalah 500 dan deviasi standarnya 100. Nilai terendah 200 dalam SAT disesuaikan agar muncul pada tiga deviasi standar di atas mean. Jadi hanyasedikit disesuaikan agar muncul pada tiga deviasi standar di atas mean. Jadi hanyasedikit  persentase murid (sekitar (1/10 dari sat

(15)

4)

4) Menggunakan Menggunakan tes tes standar standar untuk untuk merencanakan merencanakan dan dan meningkatkan meningkatkan instruksiinstruksi

Menurut McMillan (2002) dalam Santrock (2004) mengatakan guru dapat Menurut McMillan (2002) dalam Santrock (2004) mengatakan guru dapat menggunakan nilai tes standar dari akhir tahun sebelumnya untuk merencanakan menggunakan nilai tes standar dari akhir tahun sebelumnya untuk merencanakan instruksi tahun selanjutnya dan mengevaluasi efektivitas instruksi setelah isi materi instruksi tahun selanjutnya dan mengevaluasi efektivitas instruksi setelah isi materi diajarkan. Hasil tes standar memberikan kemampuan umum dari murid dikelas, hal ini diajarkan. Hasil tes standar memberikan kemampuan umum dari murid dikelas, hal ini dapat membantu guru dalam memilih level instruksi dan materi yang tepat untuk dapat membantu guru dalam memilih level instruksi dan materi yang tepat untuk mengawali pelajaran selama setahun. Tes standar sendiri diberikan setelah pengajaran mengawali pelajaran selama setahun. Tes standar sendiri diberikan setelah pengajaran dapat dipakai untuk mengevaluasi efektivitas instruksi/pengajaran dan kurikulum. Tes dapat dipakai untuk mengevaluasi efektivitas instruksi/pengajaran dan kurikulum. Tes standar juga relevan dalam pemutusan untuk penempatan, yang harus dilakukan standar juga relevan dalam pemutusan untuk penempatan, yang harus dilakukan  berdasarkan

 berdasarkan informasi informasi dari dari berbagai berbagai sumber, sumber, observasi observasi dan dan penilaian penilaian lainnya. lainnya. PerluPerlu digarisbawahi bahwa untuk mengevaluasi murid tidak hanya dengan menggunakan satu digarisbawahi bahwa untuk mengevaluasi murid tidak hanya dengan menggunakan satu tes saja namun penting pula untuk melihat nilai tes sudah merefleksikan penilaian yang tes saja namun penting pula untuk melihat nilai tes sudah merefleksikan penilaian yang adil.

adil.

D. Isu

D. Isu

 – 

 – 

 isu dalam Tes Standar isu dalam Tes Standar

Tes standar merupakan sesuatu yang kontrovesial karena berkaitan dengan metode Tes standar merupakan sesuatu yang kontrovesial karena berkaitan dengan metode  penilaian.

 penilaian. Isu Isu utama utama dalam dalam tes tes standar standar adalah adalah mengenai mengenai apakah apakah tes tes standarstandar mendiskriminasi murid etnis minoritas dan murid dari kalangan miskin. Isu lain yaitu mendiskriminasi murid etnis minoritas dan murid dari kalangan miskin. Isu lain yaitu mengenai mana yang lebih baik untuk menilai kemampuan murid

mengenai mana yang lebih baik untuk menilai kemampuan murid –  –   tes standar yang  tes standar yang terutama berdasarkan pada pertanyaan pilihan ganda ataukah penilaian alternatif.

terutama berdasarkan pada pertanyaan pilihan ganda ataukah penilaian alternatif.

Pakar Penilaian Grant Wiggins (1992) dalam Santrock (2004) berpendapat bahwa yang Pakar Penilaian Grant Wiggins (1992) dalam Santrock (2004) berpendapat bahwa yang dibutuhkan adalah tes kemampuan atau kinerja bukan tes standar yang terutama dibutuhkan adalah tes kemampuan atau kinerja bukan tes standar yang terutama menggunakan pertanyaan pilihan ganda. Tes standar hanya merupakan bagian dari menggunakan pertanyaan pilihan ganda. Tes standar hanya merupakan bagian dari  penilaian

 penilaian keseluruhan. keseluruhan. Beberapa Beberapa negara negara bagian bagian amerika amerika menarik menarik kembali kembali upayanyaupayanya untuk memasukkan kembali penilaian alternative dan ujian negara. Sebagian ini untuk memasukkan kembali penilaian alternative dan ujian negara. Sebagian ini disebabkan oleh studi awal yang menunjukkan bahwa penilaian alternative tidak disebabkan oleh studi awal yang menunjukkan bahwa penilaian alternative tidak memberikan hasil yang sekonsisten soal pilihan ganda juga penilaian alternatif memberikan hasil yang sekonsisten soal pilihan ganda juga penilaian alternatif membutuhkan banyak waktu dan biaya ketimbang tes standar pada umumnya.

membutuhkan banyak waktu dan biaya ketimbang tes standar pada umumnya.

Blaine Worthen dan Vicki Spandel (1991) mengatakan bahwa jika dipakai dalam secara Blaine Worthen dan Vicki Spandel (1991) mengatakan bahwa jika dipakai dalam secara  benar,

(16)

karenanya punya keterbatasan. Mereka percaya bahwa tes standar sangat berguna untuk karenanya punya keterbatasan. Mereka percaya bahwa tes standar sangat berguna untuk memberikan informasi tentang komparabilitas dari perspektif

memberikan informasi tentang komparabilitas dari perspektif “gambar besar”.“gambar besar”. Membandingkan kelas dengan kelas lain yang tidak akan memberikan informasi tentang Membandingkan kelas dengan kelas lain yang tidak akan memberikan informasi tentang  posisi peserta didik di antara populasi peserta didik yang lebih luas.

 posisi peserta didik di antara populasi peserta didik yang lebih luas.

Oleh karena itu, Worthen dan spandel meminta guru untuk menghindari penyalagunaan Oleh karena itu, Worthen dan spandel meminta guru untuk menghindari penyalagunaan keduanya juga mengatakan bahwa tes standar hanya salah satu dari sekian banyak keduanya juga mengatakan bahwa tes standar hanya salah satu dari sekian banyak  penilaian utnuk mengevaluasi peserta didik.

 penilaian utnuk mengevaluasi peserta didik. Selain isu

Selain isu –  –  isu yang tersebut di atas,  isu yang tersebut di atas, diversitas atau penilaian juga menjadi salah satu diversitas atau penilaian juga menjadi salah satu isuisu yang berkembang pada tes standar. Isu yang berhubungan dengan diversitas atau yang berkembang pada tes standar. Isu yang berhubungan dengan diversitas atau  penilaian,contoh

 penilaian,contoh diambil diambil dari dari Santrock Santrock (2004) (2004) peserta peserta didik didik afrika-amerika afrika-amerika dan dan latinolatino mendapat nilai sekitar 15 poin dibawah rata-rata peserta didik kulit putih pada tes mendapat nilai sekitar 15 poin dibawah rata-rata peserta didik kulit putih pada tes intelegensi. Kesenjangan ini dihubungkan dengan masalah lingkungan bukan karena intelegensi. Kesenjangan ini dihubungkan dengan masalah lingkungan bukan karena faktor hereditas. Selain itu, menurut hasil penelitian peserta didik afrika-amerika,latino faktor hereditas. Selain itu, menurut hasil penelitian peserta didik afrika-amerika,latino dan suku Indian asli menunjukkan level profesiensi atau kecapakan yang rendah di antara dan suku Indian asli menunjukkan level profesiensi atau kecapakan yang rendah di antara semua kelompok peserta didik untuk mata pelajaran matematika, sains dan lainnya. semua kelompok peserta didik untuk mata pelajaran matematika, sains dan lainnya. Perhatian khusus adalah pada bias cultural dalam tes dan arti penting dari pembuatan tes Perhatian khusus adalah pada bias cultural dalam tes dan arti penting dari pembuatan tes yang responsif secara cultural untuk keperluan diagnostic dan isntruksional. Karena ada yang responsif secara cultural untuk keperluan diagnostic dan isntruksional. Karena ada  potensi bias kultural dalam tes standar maka penting untuk menilai peserta didik dengan  potensi bias kultural dalam tes standar maka penting untuk menilai peserta didik dengan menggunakan berbagai macam metode seperti banyak pakar percaya bahwa penilaian menggunakan berbagai macam metode seperti banyak pakar percaya bahwa penilaian kinerja dan portopolio akan mengurangi ketidakadilan yang menjadi ciri tes standar kinerja dan portopolio akan mengurangi ketidakadilan yang menjadi ciri tes standar untuk murid minoritas dan miskin.

(17)

BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP Kesimpulan: Kesimpulan:

Pengertian tes standar secara sempit adalah tes yang disusun oleh satu tim ahli, atau disusun Pengertian tes standar secara sempit adalah tes yang disusun oleh satu tim ahli, atau disusun oleh lembaga yang khusus menyelenggarakan secara professional. membandingkan tingkat oleh lembaga yang khusus menyelenggarakan secara professional. membandingkan tingkat  prestasi

 prestasi siswa siswa dalam dalam keterampilan keterampilan di di berbagai berbagai bidang bidang studi studi untuk untuk individu individu atau atau kelompok,kelompok, membandingkan prestasi siswa antara berbagai sekolah atau kelas, dan mempelajari membandingkan prestasi siswa antara berbagai sekolah atau kelas, dan mempelajari  perkembangan siswa dalam suatu periode waktu tertentu.

 perkembangan siswa dalam suatu periode waktu tertentu.

Perbandingan antara tes standar dengan tes buatan guru, tes standar ini disusun dalam Perbandingan antara tes standar dengan tes buatan guru, tes standar ini disusun dalam tipe-tipe soal yang sama dan meliputi bahan atau pengetahuan yang sama banyak dengan bahan atau tipe soal yang sama dan meliputi bahan atau pengetahuan yang sama banyak dengan bahan atau  pengetahuan yang dicakup oleh tes buatan gur

 pengetahuan yang dicakup oleh tes buatan guru. Sedangkan perbedaannya diantaranya didasarkanu. Sedangkan perbedaannya diantaranya didasarkan atas bahan dan tujuan, se

atas bahan dan tujuan, serta reliabilitasnya.rta reliabilitasnya.

Tes kecakapan ini mencakup tes kemampuan mental umum seperti tes kecerdasan Tes kecakapan ini mencakup tes kemampuan mental umum seperti tes kecerdasan (Stanford-Binet, Wechsler

(Stanford-Binet, Wechsler Scales, dan sebagainya). Scales, dan sebagainya). Tes prestasi Tes prestasi dimaksudkan untuk mengukurdimaksudkan untuk mengukur apa yang telah dipelajari atau keahlian apa yang telah dikuasai murid. Contohnya Tes Ujian Negara apa yang telah dipelajari atau keahlian apa yang telah dikuasai murid. Contohnya Tes Ujian Negara Beresiko Tinggi dan Tes Distrik Nasional.

Beresiko Tinggi dan Tes Distrik Nasional.

Peran penting guru dalam mempersiapkan murid untuk ujian adalah memberikan dukungan Peran penting guru dalam mempersiapkan murid untuk ujian adalah memberikan dukungan dan tidak menjatuhkan mental murid, membantu murid untuk mengurangi rasa takut akan ujian dan tidak menjatuhkan mental murid, membantu murid untuk mengurangi rasa takut akan ujian serta membekali murid dengan ilmu. Asumsi bahwa guru melaksanakan pembelajaran yang serta membekali murid dengan ilmu. Asumsi bahwa guru melaksanakan pembelajaran yang arahannya memberikan pengetahuan kepad

arahannya memberikan pengetahuan kepada murid sebanyak-banyaknya. Dalam distribusi normala murid sebanyak-banyaknya. Dalam distribusi normal terdapat beberapa jenis nilai yang dapat dipilih oleh guru untuk membantunya menginterpretasi terdapat beberapa jenis nilai yang dapat dipilih oleh guru untuk membantunya menginterpretasi nilai. Jenis nilai tersebut antara lain nilai mentah, nilai percentile rank, nilai stanine, nilai nilai. Jenis nilai tersebut antara lain nilai mentah, nilai percentile rank, nilai stanine, nilai grade-equevalent, nilai stand9ar, nilai Z, nilai T

(18)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (1988). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Penerbit Bina Arikunto, Suharsimi. (1988). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Penerbit Bina

Jakarta : Aksara. Jakarta : Aksara.

Bahri Djamarah, Syaiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta :

Bahri Djamarah, Syaiful. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.Rineka Cipta. Khodijah, Nyayu. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta : RajaGrafindo Persada. Khodijah, Nyayu. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta : RajaGrafindo Persada. Kusaeri & Suprananto. 2012. Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Yogyakart : Kusaeri & Suprananto. 2012. Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Yogyakart :

Graha Ilmu. Graha Ilmu.

 Nasution, 2013. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar.  Nasution, 2013. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar.

Bandung : Bumi Aksara. Bandung : Bumi Aksara.

Rusyan,T.1993.Evaluasi Dalam Proses Belajar Mengajar.Bandung: Bina Budaya Rusyan,T.1993.Evaluasi Dalam Proses Belajar Mengajar.Bandung: Bina Budaya Santrock, John W. 2004.

Santrock, John W. 2004. Psikologi Pendidikan edisi Psikologi Pendidikan edisi kedua. kedua. Jakarta : PreJakarta : Prenadanada Media Group

Media Group Thoha, Chabib. 2001.

Referensi

Dokumen terkait

Komunikasi yang dilakukan satu arah ke bawah (top-down) sehingga komunikasi pemimpin dengan pengikutnya terbatas dan diadakan sekadar untuk memberi

Hasil penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika terutama dalam evaluasi yaitu jenis tes yang tepat yang harus diterapkan untuk siswa agar

Justeru itu, dalam pengajaran kursus hubungan etnik pengggunakan video perlu disertakan dengan aktiviti-aktiviti yang boleh memberi peluang kepada mereka untuk melibatkan diri

Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran yang

Dalam proses pengajaran dan pembelajaran yang berkesan ABM amat penting bagi guru untuk memastikan proses pengajaran dapat berjalan dengan lancar kerana isi pengajaran yang

Seminar ini hadir untuk memberi ruang bagi para peneliti dan penggiat pengajaran bahasa untuk berdiskusi dan mengembangkan topik-topik seputar pengukuran kompetensi dan kemahiran

Jelas kepada kita bahawa objektif utaaa sesebuah pencerapan pengajaran ltu adalah untuk aenolong guru meningkatkan autu pengajaran aereka.. Usaha aeningkatkan mutu pengajaran guru In1

KESIMPULAN Pengembangan materi ajar dengan pokok bahasan usaha energi dengan model pengajaran langsung termasuk layak dalam meningkatkan keterampilan untuk memecahkan masalah peserta