• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 OBJEK PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 OBJEK PENELITIAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

OBJEK PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

3.1.1 Sejarah Singkat PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk

Gagasan pendirian PT. Bank Muamalat Tbk, berawal dari lokakarya Bunga Bank dan Perbankan yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia pada 18-20 Agustus 1990 di Cisarua, Bogor. Ide ini berlanjut dalam Musyawarah Nasional IV Majelis Ulama Indonesia di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, pada 22-25 Agustus 1990 yang diteruskan dengan pembentukan kelompok kerja untuk mendirikan bank murni syariah pertama di Indonesia.

Realisasinya dilakukan pada 1 November 1991 yang ditandai dengan penandatanganan akte pendirian PT Bank Muamalat Indonesia di Hotel Sahid Jaya berdasarkan Akte Notaris Nomor 1 Tanggal 1 November yang dibuat oleh Notaris Yudo Paripurno, S.H. dengan Izin Menteri Kehakiman Nomor C2.2413. T.01.01 Tanggal 21 Maret 1992/Berita Negara Republik Indonesia Tanggal 28 April 1992 Nomor 34.

Pada saat penandatanganan akte pendirian ini diperoleh komitmen dari berbagai pihak untuk membeli saham sebanyak Rp 84 miliar. Kemudian dalam acara silaturahmi pendirian di Istana Bogor diperoleh tambahan dana dari masyarakat Jawa Barat senilai Rp 106 miliar sebagai wujud dukungan mereka.

Dengan modal awal tersebut dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 1223/MK.013/1991 tanggal 5 November 1991

(2)

serta izin usaha yang berupa Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 430/KMK.013/1992 Tanggal 24 April 1992, Bank Muamalat mulai beroperasi pada 1 Mei 1992 bertepatan dengan 27 Syawal 1412 H. Pada 27 Oktober 1994, Bank Muamalat mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia sebagai Bank Devisa.

Beberapa tahun yang lalu Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara pernah mengalami krisis moneter yang berdampak terhadap perbankan nasional yang menyebabkan timbulnya kredit macet pada segmen korporasi.Bank Muamalat pun ikut terimbas dampak tersebut. Tahun 1998, angka non performing financing (NPF) Bank Muamalat sempat mencapai lebih dari 60%. Perseroan mencatat kerugian sebesar Rp 105 miliar dan ekuitas mencapai titik terendah hingga Rp 39,3 miliar atau kurang dari sepertiga modal awal.

Kondisi tersebut telah mengantarkan Bank Muamalat memasuki era baru dengan keikutsertaan Islamic Development Bank (IDB), yang berkedudukan di Jeddah–Saudi Arabia, sebagai salah satu pemegang saham luar negeri yang resmi diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 21 Juni 1999.

Dalam kurun waktu 1999-2002 Bank Muamalat terus berupaya dan berhasil membalikkan keadaan dari rugi menjadi laba.Hasil tersebut tidak lepas dari upaya dan dedikasi segenap karyawan dengan dukungan kepemimpinan yang kuat, strategi usaha yang tepat, serta kepatuhan terhadap pelaksanaan perbankan syariah secara murni.

(3)

3.1.2 Visi , Misi dan Budaya Bank Muamalat Indonesia

I.

Visi

“ Menjadi Bank Syariah utama di Indonesia, dominan di pasar spiritual dan dikagumi pasar rasional”.

II.

Misi

1. Menjadi role Model lembaga keuangan Syariah dunia dengan penekanan pada semanggat kewirausahaan.

2. Menjadi keungulan manajemen

3. Orientasi investasi yang inovatif untuk memaksimalkan nilai kepada stakeholder

III.

Budaya Perusahaan

Keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumberdaya manusianya, keunggulan produk atau jasa yang dijual, jaringan, dan teknologi yang unggul guna mendukung operational excellence.Komponen tersebut bukanlah penentu yang menjadi kunci keberhasilan suatu bisnis.Faktor pendorong yang sesungguhnya terletak pada kekuatan visi dan misi serta nilai-nilai yang menjadi sumber inspirasi dan energi budaya kerja perusahaan.

Hal ini dibuktikan oleh Bank Muamalat yang memiliki visi menjadi bank syariah utama di Indonesia, dominan di pasar spritual, dikagumi di pasar rasional dengan misi menjadi role model lembaga keuangan syariah dunia yang penekanannya pada semangat kewirausahaan, keunggulan manajemen dan orientasi investasi yang inovatif untuk memaksimumkan nilai kepada stakeholder.

(4)

Pencapaian visi dan misi tersebut sangat didukung oleh nilai-nilai yang tertanam dan ditumbuhkembangkan oleh individual serta positioning perusahaan sebagai lembaga keuangan syariah, sehingga harus digerakkan dengan sistem, akhlak, dan akidah sesuai prinsip syariah.

Bank Muamalat menjunjung praktek kejujuran sejak awal rekrutmen, serta larangan menerima imbalan dalam bentuk apapun dari para nasabah dan mitra kerja.Selain itu Bank Muamalat juga sangat tegas dalam menyikapi resiko reputasi yang ditimbulkan karyawan akibat perilaku yang tidak sesuai dengan tatanan budaya, etika, dan hukum.

Penilaian kinerja terhadap karyawan mengacu kepada scoreboard berdasarkan aspek-aspek finansial dan kepatuhan.

Pengangkatan staf dan pejabat yang akan memangku jabatan harus melalui prosesi sumpah jabatan secara lisan dan tertulis tentang pernyataan tujuh perilaku sebagai pedoman perilaku (code of conduct) yang harus dipertanggungjawabkan dengan janji untuk :

a. Mentaati peraturan perundang-undangan dan ketentuan perusahaan b. Memegang teguh rahasia bank dan perusahaan

c. Tidak menerima hadiah dalam bentuk apapun terkait tugas dan jabatan

d. Menjunjung kehormatan perusahaan dan karyawan e. Bekerja sesuai dengan prinsip syariah

(5)

f. Berpegang teguh pada akhlak Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari

g. Bertanggung jawab terhadap kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan

Bank Muamalat senantiasa menjunjung tinggi etika bisnis yang berorientasi kepada kemaslahatan, khususnya kepuasan nasabah dan segenap pemangku kepentingan.

3.1.3 Produk-produk Bank Muamalat Indonesia

1. Produk Penghimpuanan Dana (Funding Products)

a. Shar--‘e

Shar-‘e adalah tabungan instan investasi syari’ah yang memadukan kemudahan akses ATM, Debit dan Phone Banking dalam satu kartu dan dapat dibeli di kantor pos seluruh Indonesia. Hanya dengan Rp 125.000, langsung dapat diperoleh satu kartu Shar--‘e dengan saldo awal tabungan Rp 100.000, sebagai sarana menabung berinvestasi di Bank Muamalat. Shar--‘e dapat dibeli melalui kantor pos. diinvestasikan hanya untuk usaha halal dengan bagi hasil kompetitif. Tarik tunai bebas biaya di lebih dari 8.888 jaringan ATM BCA/PRIMA dan fasilitas SalaMuamalat. (phone banking 24 jam untuk layanan otomatis cek saldo, informasi history transaksi, transfer antara rekening sampai dengan 50 juta dan berbagai pembayaran).

(6)

b. Tabungan Ummat

Merupakan investasi tabungan dengan aqad Mudharabah di Counter Bank Muamalat di seluruh Indonesia maupun di Gerai Muamalat yang penarikannya dapat dilakukan di seluruh Counter Bank Muamalat, ATM Muamalat, jaringan ATM BCA/PRIMA dan jaringan ATM Bersama. Tabungan Ummat dengan Kartu Muamalat juga berfungsi sebagai akses debit di seluruh Merchant Debit BCA/PRIMA di seluruh Indonesia. Nasabah memperoleh bagi hasil yang berasal dari pendapatan Bank atas dana tersebut.

c. Tabungan Haji Arafah

Merupakan tabungan yang dimaksudkan untuk mewujudkan niat nasabah untuk menunaikan ibadah haji. Produk ini akan membantu nasabah untuk merencanakan ibadah haji sesuai dengan kemampuan keuangan dan waktu pelaksanaan yang diinginkan. Dengan fasilitas asuransi jiwa, Insya Allah pelaksanaan ibadah haji tetap terjamin.Dengan keistimewaan tersebut, nasabah Tabungan Arafah bisa memilih jadwal waktu keberangkatannya sendiri dengan setoran tetap tiap bulan, keberangkatan nasabah terjamin dengan asuransi jiwa, apabila penabung meninggal dunia, maka ahli waris otomatis dapat berangkat. Tabungan haji Arafah juga menjamin nasabah untuk memperoleh porsi keberangkatan (sesuai dengan ketentuan Departemen Agama) dengan jumlah dana Rp 32.670.000 (Tiga puluh dua juta enam ratus tujuh puluh ribu rupiah), karena Bank Muamalat telah on-line dengan Siskohat Departemen Agama Republik Indonesia. Tabungan haji Arafah memberikan

(7)

keamanan lahir batin karena dana yang disimpan akan dikelola secara Syari’ah.

d. Deposito Mudharabah

Merupakan jenis investasi bagi nasabah perorangan dan Badan Hukum dengan bagi hasil yang menarik. Simpanan dana masyarakat akan dikelola melalui pembiayaan kepada sektor riil yang halal dan baik saja, sehingga memberikan bagi hasil yang halal. Tersedia dalam jangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan.

e. Deposito Fulinves

Merupakan jenis investasi yang dikhususkan bagi nasabah perorangan, dengan jangka waktu enam dan 12 bulan dengan nilai nominal minimal Rp 2.000.000,- atau senilai USD 500 dengan fasilitas asuransi jiwa yang dapat dipergunakan sebagai jaminan pembiayaan atau untuk referensi Bank Muamalat. Nasabah memperoleh bagi hasil yang menarik tiap bulan.

f. Giro Wadi‘ah

Merupakan titipan dana pihak ketiga berupa simpanan giro yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet, giro, dan pemindahbukuan. Diperuntukkan bagi nasabah pribadi maupun perusahaan untuk mendukung aktivitas usaha. Dengan fasilitas kartu ATM dan Debit, tarik tunai bebas biaya di lebih dari 8.888 jaringan ATM BCA/PRIMA dan ATM Bersama, akses di lebih dari 18.000 Merchant Debit BCA/PRIMA dan fasilitas SalaMuamalat. (phone

(8)

banking 24 jam untuk layanan otomatis cek saldo, informasi history transaksi, transfer antar rekening sampai dengan 50 juta dan berbagai pembayaran).

g. Dana Pensiun Muamalat

Dana Pensiun Muamalat dapat diikuti oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun, atau sudah menikah, dan pilihan usia pensiun 45-65 tahun dengan iuran sangat terjangkau, yaitu minimal Rp 20.000 per bulan dan pembayarannya dapat didebet secara otomatis dari rekening Bank Muamalat atau dapat ditransfer dari Bank lain. Peserta juga dapat mengikuti program WASIAT UMMAT, dimana selama masa kepesertaan, peserta dilindungi asuransi jiwa sebesar nilai tertentu dengan premi tertentu. Dengan asuransi ini, keluarga peserta akan memperoleh dana pensiun sebesar yang diproyeksikan sejak awal jika peserta meninggal dunia sebelum memasuki masa pensiun.

2. Produk Penanaman Dana (Invesment Product)

a. Konsep Jual Beli

1) MurabahahAdalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati.Harga jual tidak boleh berubah selama masa perjanjian.

2) Salam adalah pembelian barang yang diserahkan di kemudian hari dimana pembayaran dilakukan di muka/tunai.

3) IstishnaAdalah jual beli barang dimana Shani’ (produsen) ditugaskan untuk membuat suatu barang (pesanan) dari Mustashni’ (pemesan).

(9)

Istishna’ sama dengan Salam yaitu dari segi obyek pesanannya yang harus dibuat atau dipesan terlebih dahulu dengan ciri-ciri khusus. Perbedaannya hanya pada sistem pembayarannya yaitu Istishna’ pembayaran dapat dilakukan di awal, di tengah atau di akhir pesanan

b. Konsep Bagi Hasil

1). Musyarakah adalah kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung sesuai kesepakatan.

2). Mudharabah adalah kerjasama antara bank dengan Mudharib (nasabah) yang mempunyai keahlian atau keterampilan untuk mengelola usaha. Dalam hal ini pemilik modal (Shahibul Maal) menyerahkan modalnya kepada pekerja/pedagang (Mudharib) untuk dikelola.

c. Konsep Sewa

1). Ijarah adalah perjanjian antara bank (muajjir) dengan nasabah (mustajir) sebagai penyewa suatu barang milik bank dan bank mendapatkan imbalan jasa atas barang yang disewakannya.

2). Ijarah Muntahia Bittamlik adalah perjanjian antara Bank (muajjir) dengan nasabah sebagai penyewa. Mustajir/penyewa setuju akan membayar uang sewa selama masa sewa yang diperjanjikan dan bila sewa selama masa sewa berakhir penyewa mempunyai hak opsi untuk memindahkan kepemilikan obyek sewa tersebut.

(10)

3. Produk Jasa (Service Products)

a. Wakalah Berarti penyerahan, pendelegasian atau pemberian mandat. Secara teknis Perbankan, Wakalah adalah akad pemberian wewenang/kuasa dari lembaga/seseorang ( sebagai pemberi mandat) kepada pihak lain (sebagai wakil) untuk melaksanakan urusan dengan batas kewenangan dan waktu tertentu. Segala hak dan kewajiban yang diemban wakil harus mengatasnamakan yang memberikan kuasa.

b. Kafalah Merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Dalam pengertian lain, kafalah juga berarti mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai penjamin.

c. Hawalah adalah pengalihan hutang dari orang yang berhutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya. Dalam pengertian lain, merupakan pemindahan beban hutang dari muhil (orang yang berhutang) menjadi tanggungan muhal ‘alaih atau orang yang berkewajiban membayar hutang.

d. Rahn adalah menahan salah satu milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis, sehingga pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk dapat mengambil seluruh atau sebagian piutangnya.Secara sederhana rahn adalah jaminan hutang atau gadai.

e. Qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali. Menurut teknis Perbankan, qardh adalah pemberian pinjaman dari Bank ke nasabah yang dipergunakan untuk kebutuhan

(11)

mendesak, seperti dana talangan dengan kriteria tertentu dan bukan untuk pinjaman yang bersifat konsumtif. Pengembalian pinjaman ditentukan dalam jangka waktu tertentu (sesuai kesepakatan bersama) sebesar pinjaman tanpa ada tambahan keuntungan dan pembayarannya dilakukan secara angsuran atau sekaligus.

(12)

3.1.4

Struktur Organisasi Bank Muamalat Indonesia

3.1.4.1 Bagan Struktur Organisasi

Gambar 3.1

Finance and

Finance & Operation

Directur Hendianto

Finance & Strategy Division Head Andry donny Corparate planning Ahmad Fauzan Financing control Astiyanto

Reporting and mis Tugiantoro Office Office Office Office Office Office Office Office Office Office Office Office Office Office Office

(13)

3.1.4.2 Tugas dan Wewenang bagian

Finance & Operation PT. Bank Muamalat Indonesia

A. Direksi

Direksi merupakan organ Perseroan yang bertanggung jawab menjelaskan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar bank Muamalat.

Komposisi Direksi per 1 Januari 2010 berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 23 April 2009 dan tanggal 22 Juli 2009 serta sesuai dengan surat keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 11/5/GBI/DPbS tanggal 15 Juni 2009 dan Nomor 11/8/GBI/DPbS tanggal 28 September 2009 jumlah Direksi yang telah memenuhi criteria dalam fit and proper test Bank Indonesia adalah 5 (lima) orang sehingga masih terdapat kekurangan seorang Direktur bila dibandingkan dengan jumlah Komisaris sebanyak 6 (enam) orang. Yang dimana salah satu dari para direksi ini yang akan dibahas oleh penulis adalah bagian Finance & Operation.

B. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

Direksi mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Bank Muamalat dengan tetap berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk memenuhi prinsip kehati-hatian dan ketentuan pelaksanaan GCG serta memenuhi prinsip syariah.Secara umum tugas dan tanggungjawab Direksi adalah :

a. Memimpin dan mengurus Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan

(14)

b. Memastikan peningkatan efisiensi, efektifitas, dan produktivitas yang tinggi bagi Perseroan secara berkesinambungan

c. Menerapkan good corporate governance sesuai dengan prinsip dan praktek good corporate governance, buku pedoman dan petunjuk bagi Direksi (Board of Directors Charter and Manual), petunjuk corporate governance lainnya yang berlaku, dan hal yang telah disarankan oleh Dewan Komisaris, dari waktu ke waktu pada setiap kegiatan usaha dan semua tingkat organisasi Perseroan

d. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan

e. Melakukan pengawasan intern secara efektif dan efisien

f. Memantau risiko dan mengelolanya, menjaga agar iklim kerja tetap kondusif sehingga produktivitas dan profesionalisme menjadi lebih baik

g. Mengelola pejabat, staf dan karyawan Bank Muamalat

h. Melaporkan kinerja Perseroan secara keseluruhan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan

Sedangkan fungsi, tugas dan tanggung jawab Direksi menurut Board Manual Bank Muamalat, antara lain sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengelolaan Bank Muamalat berdasarkan prinsip kehati-hatian dan prinsip syariah.

2. Mengelola Bank Muamalat sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Bank Muamalat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(15)

3. Melaksanakan GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank Muamalat pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

4. Tunduk pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku, Anggaran Dasar dan keputusan RUPS serta memastikan seluruh aktivitas Bank Muamalat telah sesuai dengan ketentuan, peraturan perundang-undangan yang berlaku, Anggaran Dasar dan keputusan RUPS.

5. Mematuhi tata urutan peraturan internal Bank Muamalat.

6. Melaksanakan pengurusan untuk kepentingan dan tujuan Bank Muamalat.

7. Menetapkan susunan organisasi Bank Muamalat di tingkat pusat, wilayah maupun cabang lengkap dengan pelaksanaan tugasnya.

8. Bertindak selaku pimpinan dalam pengurusan Bank Muamalat.

9. Direksi harus mengungkapkan kepada pegawai kebijakan Bank Muamalat yang bersifat strategis dibidang kepegawaian.

10. Memelihara dan mengurus kekayaan Bank Muamalat.

11. Bertanggungjawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Bank Muamalat dalam mencapai maksud dan tujuannya.

12. Melakukan segala tindakan dan perbuatan, baik mengenai pengurusan maupun pemilikan kekayaan Bank Muamalat serta melakukan perikatan dengan pihak lain dengan pembatasan tertentu.

(16)

14. Dalam rangka melaksanakan Good Corporate Governance, Direksi wajib memiliki fungsi paling kurang yaitu Internal Audit dan Komite Manajemen Risiko dan Kepatuhan.

15. Direksi wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

C. Rapat Direksi

Secara berkala Direksi mengadakan pertemuan internal untuk membahas hal-hal yang memerlukan pertimbangan Direksi dan juga membahas kebijakan operasional serta perkembangan pelaksanaan rencana strategis Perseroan. Selama tahun 2010, Direksi telah melakukan rapat internal Direksi sebanyak 42 (empat puluh dua) kali dan 7 (tujuh) kali rapat dengan Dewan Komisaris Setiap hasil rapat telah tertuang dalam notulen/ risalah rapat termasuk hasil rapat dengan Komisaris serta beberapa rekomendasi Komisaris, yang perlu untuk dibahas dan ditindaklanjuti oleh Direksi.

D. Kebijakan Remunerasi

Sesuai dengan Keputusan RUPS akta Nomor 142 tanggal 23 April 2009 remunerasi yang dikeluarkan kepada 6 (enam) orang anggota Direksi adalah sebesar Rp 11,052 miliar. Selain itu Perseroan juga memberikan fasilitas lainnya yang dapat dimiliki sebesar Rp 1,46 miliar dan fasilitas lainnya yang tidak dimiliki sebesar Rp 218 juta.

(17)

E. Pelatihan Direksi

Guna meningkatkan kompetensi dan menunjang pelaksanaan tugas Direksi, selama tahun 2010 anggota Direksi telah mengikuti berbagai program pelatihan, workshop, konferensi, seminar

F. Evaluasi Kinerja Direksi

Selama tahun 2010, Direksi telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Secara konsisten Direksi telah melaksanakan hal berikut :

1. RUPS setiap tahun bersama dengan Dewan Komisaris sebagaimana yang diamanahkan oleh Anggaran Dasar Perusahaan. RUPS terakhir dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2010. Direksi telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menindak lanjuti hasil RUPS Luar Biasa tanggal 28 Juni 2010 yaitu melakukan perubahan anggaran dasar terkait dengan adanya Right Issue Saham Bank Muamalat. Dalam setiap RUPS Direksi telah menyampaikan pertanggungjawaban mengenai pelaksanaan pengelolaan perusahaan secara rinci baik mengenai kondisi keuangan maupun keadaan perusahaan secara menyeluruh. Pada RUPS terakhir yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2010, seluruh pertanggungjawaban Direksi tentang pengelolaan bank telah diterima secara aklamasi.

2. Direksi telah menyusun dan selalu menyempurnakan struktur organisasi yang dapat mendukung pelaksanaan tugasnya, perubahan terakhir dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 076A/DIR/KPTS /X/2010 tanggal 29 Oktober 2010.

(18)

3. Selalu berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Anggaran Dasar dan keputusan RUPS serta memastikan seluruh aktivitas Bank Muamalat Indonesia telah sesuai dengan prinsip perbankan yang sehat dan ketentuan peraturan peraturan perundangundangan yang berlaku, Anggaran Dasar dan keputusan RUPS serta prinsip-prinsip syariah. Hal ini tercermin dari pemenuhan kewajibankewajibannya antara lain dalam menyampaikan laporan kepada otoritas perbankan dan keuangan di Indonesia, yaitu Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAMLK) serta kepada instansi terkait lainnya seperti Dewan Syariah Nasional, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4. Selalu memenuhi komitmen yang telah dibuat baik kepada Bank Indonesia maupun kepada Dewan Komisaris selaku wakil pemegang saham.

5. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi telah dibantu oleh kepala divisi. Hal ini dimaksudkan agar organisasi dan operasional bank dapat berjalan dengan melibatkan seluruh pejabat bank yang bekerja secara profesional, sehingga rasa tangungjawab dan rasa memiliki terhadap perusahaan akan menjadi semakin besar yang pada akhirnya menimbulkan sinergi dan kemampuan bank yang semakin kokoh.

G. Profil Direksi Finance & Operation

Hendiarto, S.E.

Lahir di Jakarta, 3 April 1962. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) bidang studi pembangunan ini menempuh pendidikan dasar hingga lulus perguruan tinggi di Jakarta. Saat ini menjabat sebagai Finance and

(19)

Operations Director di Bank Muamalat sejak 28 Juni 2010, yang didukung oleh pengalaman kerja di perbankan selama 20 tahun di berbagai bidang, antara lain

bidang Finance, Treasury dan Wholesale Banking. Berangkat dari Management Trainee di Bank Universal di awal tahun 1990, beberapa peran kerja strategis yang pernah dikelola antara lain adalah Merger Integration Team Universal Bank menjadi Bank Permata, membangun beberapa kegiatan bisnis strategis seperti Transaction Banking Service dan Micro Finance. Selain itu juga aktif dalam implementasi Core Banking System di Bank ICB Bumiputera Berbagai jenis pelatihan dan sertifikasi telah diikuti sebagai bagian dari pengembangan diri untuk tetap meningkatkan profesionalisme, antara lain adalah Astra General Management Program 1990, Short Course Strategic Management Program dari National University of Singapura 1996, Risk Management BSMR level 1-5 dan beberapa program Train The Trainer (TTT) lainnya.

H. Tanggung jawab Direksi Finance & Operation

Supervisi langsung pada Divisi Strategi & Keuangan, Divisi Operasi Nasional, General Service Division, dan Treasury Division

Referensi

Dokumen terkait

PEG juga digunakan untuk evaluasi indikator toleransi cekaman kekeringan pada fase perkecambahan padi (Nio dkk., 2010), pengujian konsentrasi klorofil total,

Kesimpulan Tugas Akhir ini adalah sensor kompas dapat bekerja secara akurat, radio frekuensi YS-1020UB dapat bekerja dengan baik dan dapat menerima maupun

Berdasar pada Berita Acara Pembuktian kualifikasi Nomor :27/ULP-Pokja-I- JK/APBD/2014 tanggal 29 Januari 2014 Pekerjaan Konsultan Pengawas Pembangunan Gedung Rawat

Menjadi bagian tim verifikator dan penelaahan Whistle Blowing System (WBS) pengadaan barang dan jasa.. Pada tahun 2013 dilakukan penilaian sebanyak 9 Unit Kerja, sedangkan

i) Mengenal pasti tahap etika dan moral profesional pelajar Program Sarjana PTV, UTHM yang telah mengikuti program latihan mengajar dari aspek amalan

5.2.3 Hasil Belajar Siswa Ranah Psikomotorik Kelas IV SD 2 Tenggeles Melalui Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Media Pictorial Riddle

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan yang diperoleh adalah: 1) Aplikasi ini diciptakan sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan oleh para

Tingginya jumlah pengakses portal berita Republika Online dan Kompas.com di Indonesia, kontroversi peristiwa razia warung makan oleh Satpol PP Kota Serang, serta perbedaan