LAPORAN KUNJUNGAN KERJA
KOMISI VIII DPR RI KE PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PADA RESES MASA SIDANG II TAHUN SIDANG 2010-2011
TANGGAL 20- 24 DESEMBER 2010
DISAMPAIKAN DALAM RAPAT INTERNAL KOMISI VIII DPR RI HARI/TANGGAL: RABU, 12 JANUARI 2011
=========================================================== BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum
Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi DPR RI, sesuai ketentuan Peraturan Tata Tertib DPR RI, maka Komisi VIII DPR RI dalam Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 20107-2011 telah membentuk 3 (tiga) Tim Kunjungan Kerja, yaitu : Tim Kunjungan Kerja ke Provinsi Nangroe Aceh darussalam, Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 2. Dasar Kunjungan Kerja
Keputusan Pimpinan DPR-RI Nomor : …./PIMP/IV/2009-2010 Tentang Penugasan kepada Anggota Komisi I sampai dengan Komisi XI dan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk melakukan Kunjungan Kerja Berkelompok dalam Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2010-2011 dan Keputusan Rapat intern Komisi VIII DPR-RI.
3. Maksud dan Tujuan
Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu pelaksanaan tugas konstitusional Dewan Perwakilan Rakyat RI yang antara lain :
Pertama, Penyerapan berbagai aspirasi masyarakat dalam bidang Legislasi. Sebagaimana diketahui bahwa pada Masa Sidang II Tahun Sidang 2010-2011 Komisi VIII akan membahas Rancangan Undang-Undang tentang Penanganan Fakir Miskin, RUU tentang Pengelolaan ZIS, RUU tentang JPH, RUU tentang Pengelolaan Keuangan Haji dan RUU tentang Perubahan Atas UU No 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaran Ibadah Haji.
Kedua, Pengawasan pelaksanaan program dan pelaksanaan anggaran pemerintah dari APBN.
Ketiga, Penyerapan aspirasi masyarakat atas Rencana Kerja Pemerintah dalam rangka pembahasan pengawasan kebijakan Pemerintah dan pelaksanaan APBN Tahun 2010 sebagai pelaksanaan Kebijakan anggaran (budget policy) DPR RI.
Kunjungan Kerja ini berlangsung dari tanggal 20– 24 Desember 2010, yang diikuti oleh 17 anggota Komisi VIII DPR RI. Sedangkan Bidang-bidang yang menjadi konsentrasi Kunjungan Kerja meliputi (1) Bidang Agama; (2) Bidang Sosial; (3) Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungn Anak, Penanggulangan Bencana; dan (4) Pengelolaan Zakat. Di samping, melakukan monitoring terhadap lembaga /pemerintahan dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Gunung Merapi, kunjungan kerja ini juga melakukan penyerapan aspirasi masyarakat melalui pertemuan dengan berbagai stakeholder, baik itu Pimpinan Agama, NGO, dan lainnya.
4. Nama Tim Kunjungan Kerja
DAFTAR ANGGOTA KOMISI VIII DPR RI
DALAM KUNJUNGAN KERJA MASA RESES II TAHUN SIDANG 2010-2011 KE PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TANGGAL 20-24 DESEMBER 2010 NO.
URUT NO.
ANGG N A M A FRAKSI
1. A-155 H. ABDUL KADIR KARDING, S.Pi, Msi KETUA TIM/F-KB
2. A-248 DRA. HJ. CHAIRUN NISA, MA WATUA KOMISI-8/ F-PG 3. A-438 SYOFWATILLAH MOHZAIB, S.SOS.I. ANGGOTA/F-PD
4. A-458 DRA. HJ. RATU SITI ROMLAH, M. Ag ANGGOTA/F-PD 5. A-476 H.M. SYAIFUL ANWAR ANGGOTA/F-PD 6. A-487 H. AMIN SANTONO, S.SOS ANGGOTA/F-PD 7. A-492 IR. MUHAMMAD BAGHOWI, MM ANGGOTA/ F-PD 8. A-489 H. NURUL IMAN MUSTOPA, MA ANGGOTA/F-PD 9. A-223 KH.HM. BUSRO ANGGOTA/F-PG 10. A-270 MUHAMMAD OHEO SINAPOY, SE, MBA ANGGOTA/F-PG 11. A-391 H. ZAINUN AHMADI ANGGOTA/F-PDIP 12. A-407 HAYU R ANGGARA SHELOMITA ANGGOTA/F-PDIP 13. A-52 HJ. HERLINI AMRAN, MA ANGGOTA/F-PKS 14. A-142 H. AMRAN, SE ANGGOTA/F-PAN 15. A-305 DRS. H. ZAINUT TAUHID SA’ADI ANGGOTA/F-PP 16. A-165 Prof. Dr. H. ALI MASCHAN MOESA, M.SI ANGGOTA/F-KB
BAB II
PELAKSANAAN KUNJUNGAN KERJA
1. Umum
Komisi VIII DPR RI dalam menjalankan tugas Konstitusional bermitra kerja dengan Kementerian Agama RI, Kementerian Sosial RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Komisi Perlindungan Anak Indomesia (KPAI), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Oleh karena itu maksud dan tujuan melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu untuk melakukan tugas pengawasan khususnya bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penanggulangan bencana dan pengelolaan zakat. Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI menjalankan Tugas Kunjungan Kerja di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mulai hari Senin, 20 –Kamis, 23 Desember 2010 berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta .
Pada hari pertama, melakukan pertemuan dengan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hari Kedua Melakukan Pertemuan dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Pertemuan dengan Rektor dan Civitas`Akademika UIN Sunan Kalijaga, Kunjungan ke Pusat Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak (P2TPA) Provinsi DIY ”Rekso Dyah Utami”.
Pada hari Ketiga, melakukan Peninjauan panti Sosial Hafara, di Gunjen, Tamantirto, Kasihan, Bantu Peninjauan Program Keluarga Harapan (PKH) di kecamatan Imogiri Kab. Bantul, dan Kunjungan KUBE Sejahtera ”Kerajinan Perak” serta Lembaga Keuangan Mikro, di desa Pampang, Paliyan, Gunung Kidul.
Hari Keempat, Peninajuan Lokasi Pembangunan Rehabilitasi dan rekonstruksi – pembangunan Hunian sementara bagi Korban Gunung Merapi di Dusun Kinahrejo Umbul Harjo, Cangkringan, Kab. Sleman.
2. Hasil Kunjungan a. Bidang Agama
Pendidikan Keagamaan:
Permasalahan pelaksanaan pendidikan agama pada lembaga pendidikan yang menganut agama tertentu khususnya guru. Kantor Kementerian Agama dan juga Kantor Wilayah telah menyiapkan guru PAI untuk diperbantukan pada lembaga-lembaga yang menganut agama tertentu, namun sampai saat ini justru lembaga-lembaga tersebut tidak mau memanfaatkan, dikarenakan lembaga- lembaga tersebut memang tidak serius melaksanakan PP 55 tahun 2007 bahkan mereka masih tetap berupaya agar agama ciri khas lembaga itu yang diajarkan pada peserta didik muslim khususnya; namun ada juga sebagian kecil lembaga yang sudah melaksanakan dan memanfaatkan guru PAI yang ada.
Peran Pondok Pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya dalam pelaksanaan program Wajib Belajar 9 tahun, dan permasalahan yang dihadapi:
1. Untuk Ujian Nasional Wajar Dikdas pada PPS waktunya tidak sama dengan Ujian Nasional pendidikan formal, sehingga hasil Ujian Nasional dan ijasahnya tidak bisa untuk melanjutkan kejenjang pendidikan formal pada waktu yang bersamaan
2. Belum ada pengangkatan/penempatan tenaga pendidik oleh Pemerintah/tiadanya guru pengampu mata pelajaran umum pada Program wajar Dikdas sehingga proses pembelajarannya tidak maksimal
3. Keterbatasan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana
4. Masih terdapat perbedaan perlakuan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan pendidikan pada sekolah, Madrasah dan Program wajar Dikdas
Evaluasi Pelaksanaan Ibadah haji 1431 H
1) Data Statistik Jamaah Haji Provinsi D.I. Yogyakarta tahun 1431 H adalah sebagai berikut :
a) Jumlah jamaah sebanyak 3.209 orang, dengan rincian jamaah biasa sebanyak 3.137 orang, 31 petugas daerah dan 41 petugas pusat:
b) Dilihat dari jenis kelaminnya, laki-laki sebanyak 1.534 orang dan perempuan sebanyak 1675;
c) Dari statistik pendidikan calon jamaah haji adalah SLTA sebanyak 892 orang, kemudian disusul S1 sebanyak 851 orang;
d) Dari segi pekerjaan calon jamaah haji yang terbanyak adalah PNS sebanyak 991 orang, kemudian swasta 836 orang; e) Kecenderungan jamaahnya semakin meningkat, dan sampai
hari ini daftar tunggu untuk Provinisi DIY sudah masuk tahun 2017 dengan jumlah pendaftar sekitar 350 orang.
2) Evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 1431 H/ 2010 adalah: a) Masa pelunasan BPIH tahun ini sangat dekat dengan waktu
pelaksanaan haji, sehingga penyulitkan untuk proses persiapan, pembinaan, pengkloteran dan pemantapan jamaah haji;
b) Tenda di Mina sangat sempit dan banyak jamaah yang tidak dapat tenda;
c) Sistem catering sebaiknya diganti dengan box saja, karena jamaah harus antri, sering kehabisan makanan dan mengganggu kekhusyukan jamaah dalam beribadah, apalagi pada saat mau wukuf, mereka harus antri untuk mendapatkkan makanan;
d) Harus ada dana khusus untuk operasional petugas dalam kloter, untuk pelayanan langsung kepada jamaah haji;
e) Transportasi jamaah haji di Mekkah harus lebih baik, apalagi jika dibandingkan dengan Transportasi jamaah haji khusus ibukota yang sering menimbulkan kecemburuan bagi jamaah lain.
3) Biaya di luar BPIH yang ada di Provinsi DIY adalah biaya perjalan calon jamaah haji dan angkutan barang dari Kabupaten/ kota ke Asrama Haji Donohudan yang rata-rata sekitar Rp 275.000,-.
Selanjutnya Kanwil Kemenag DIY mengusulkan dan mengingat aspirasi dari calon jamaah haji, sebaiknya biaya ini dimasukan saja dalam anggaran pengeluaran BPIH.
4) Peran serta KUA dalam Pembinaan Haji adalah sangat penting, karena mereka bisa mengenal jamaahnya lebih dekat, bisa menyatukan jamaah dari berbagai unsur, dan memudahkan pembinaan dan memberdayakan jamaah haji pasca haji.
Hasil temuan Tim Kunjungan:
1) Masih banyak status tanah Madrasah yang masih sewa dan tanah milik kesultanan/pakualaman.
2) Terbatasnya anggaran dan sarana/prasarana bagi tenaga penyuluh agama.
3) Pentingnya peran Perguruan Tinggi Islam dalam menyiapkan grand design penangan terorisme melalui pendekatan agama, akademik dan sosial budaya.
4) Belum adanya keseimbangan/proporsionalitas penyelenggaran pendidikan yang dilakukan oleh PTAI dan Perguruan Tinggi di Lingkungan Kemendiknas, diantaranya masih murah/rendahnya biaya pendidika di UIN Sunan Kalijaga (Rp 600.000/semester).
b. Bidang Sosial
1) Masukan atas RUU tentang Penanganan Fakir Miskin
Perda Nomor 16 Tahun 1965 tentang penampungan Pengemis-Pengemis, Fakir Miskin, Orang-Orang/Anak-anak Gelandangan, Anak-Anak terlantar di Luar Daerah Kota Jogyakarta dapat dicabut dengan alasan:
a) Substansi Perda tersebut yang berkaitan dengan penanganan fakir miskin sudah tidak relevan.
b) Paradigma penanganan saat ini, bukan penampungan tetapi pemberdayaan.
c) Dinas sosial secara tegas mempunyai tugas dan fungsi di bidang penanganan fakir miskin (Perda Nomor 6 tahun 2008).
d) Masing-masing Kab/Kota telah menangani kemiskinan termasuk fakir miskin dengan melakukan koordinasi dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).
2) Pelaksanaan Program PKH-KUBE Hasil temuan yang diperoleh antara lain:
1) Adanya pola penggabungan antara Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Program KUBE.
2) Keterbatasan tenaga pendampingan PKH/KUBE
3) Perlunya peningkan jumlah anggaran Program untum menambah jumlah sasaran yang belum mendapat program PKH/KUBE.
c. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Pusat Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak (P2TPA) Provinsi DIY ”Rekso Dyah Utami” memberikan kontribusi terhadap terwujudnya perlindungan anak melalui berbagai kegiatan pelayanan terpadu bagai peningkatan kualitas:
Kendala yang dihadapi adalah:
1) Keterbatasan sarana dan prasarana seperti kendaraan/sana transportasi bagi petugas.
2) Minimnya honor bagi petugas P2TPA.
d. Bidang Penangulangan Bencana
Adapun beberapa hal penting hasil Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta antara lain:
Pertama, Masih adanya kesenjangan antara Pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Agama dan Kemendiknas. Sehingga perlu
melakukan langkah-langkah untuk mengembalikan orientasi dan
tujuan dari Lembaga Pendidikan Islam. Di samping itu Lembaga
Pendidikan memiliki hak yang sama dalam mendapatkan
anggaran pendidikan berkeadilan.
Kedua, dalam rangka percepatan pelaksanaan penyelenggaraan program pendidikan masih adanya kekurangan guru agama dan tenaga penyuluh, antara lain bagi Guru Agama Kristen, Katholik, Hindu dan Budha
Ketiga, adanya keterbatasan biaya untuk pengembangan dan peningkatkan kualitas pendidikan di Perguruan UIN Sunan kalijaga.
Keempat, masih adanya keterbatasan dukungan biaya bagi Pendampingan bagi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Pekerja Sosial Masyarakat, dan masih lemahnya pengawasan program pemberdayaan.
Kelima, program pengentasan kemiskinan masih perlu didukung dengan pelatihan, ketrampilan, diberi kemudahan akses dana dan distribusi hasil usaha.
Ketujuh, masih perlu adanya meningkatkan koordinasi antara Pemda kab/Kota serta pemba Provinsi serta BNPB dalam melakukan percepatan penaganan korban Gunung Merapi yang masi dalam pengungsian dengan menyiapkan Hunian Sementara, dan Mewaspadai Bencana ikutan banjir Lahar, meningat curah hujan terus meningkat.
BAB III PENUTUP
Selanjut, guna mengatasi berbagai hal tersebut di atas tentunya ada beberapa rekomendasi yang dipertimbangkan, antara lain:
Pertama, terhadap penanganan bencana Gunung Merapi disampaikan rekomendasi:
1) Semua pihak, Pemda dan BNPB serta kementerian terkait segera dilakukan percepatan penanganan korban Gunung Merapi yang masih ada dalam pengungsian seperti menyediakan dan pembangunan hunian sementara
2) Kementerian Sosial RI perlu memberikan bantuan Jatah Hidup (jadup) bagi korban Gunung Merapi.
3) BNPB berkoordinasi dengan Kementerian terkait untuk mempecepat pemberian ganti rugi ternak bagai warga korban Gunung Merapi.
4) BNPB segera melakukan peningkatan koordinasi dengan Pemda dan Kementerian/lembaga terkait dalam menghadapi bencana ikutan akibat banjir lahar dingin.
5) BNPB melakukan Peningkatan program mitigasi dan pengurangan risiko bencana dengan meningkatkan fungsi koordinasi dan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana Gunung Merapi
6) Perlu adanya standarisasi/kesamaan persepsi/koordinmasi dalam pembangunan Hunian sementara yang dilakukan baik oleh Pemerintah, BUMN/Swasta /Pemda maupun NGO, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Kedua, Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Provinsi DIY meningkatkan pemberdayaan masyarakat agar dapat semakin mandiri dalam mengembangkan potensinya.
Ketiga, Pemberian akses promosi dan distribusi hasil kerajinan Perak dan kemudahan finansial/bantuan/pinjaman modal untuk pengembangan usaha.
Keempat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan perhatian bagi kegiatan Pusat Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak
Kelima, Kementerian Agama RI memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan Madrasah di Provinsi DIY diantaranya memfasilitasi masalah status tanah/ aset milik madrasah.
Demikian sebagian hal penting dari hasil kunjungan kerja untuk mendapat respon dan ditindaklanjut bersama mitra kerja.
Jakarta, 24 Desember 2010 PIMPINAN TIM KUNJUNGAN KERJA
KOMISI VIII DPR-RI
KE PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KETUA,
Laporan
Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI
Ke Daerah Istimewa Yogyakarta
20-24 Desember 2010
Komisi VIII DPR RI
Jakarta, Desember 2010
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN ... 1
1. Umum ... 2. Dasar Kunjungan Kerja ... 3. Maksud dan Tujuan ... 4. Nama Tim Kunjungan Kerja ...
1 1 1 1 BAB II ... 3 1. Umum ...
2. Hasil Kunjungan Kerja ... a. Bidang Agama ... b. Bidang Sosial ... c. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak d. Bidang Penanggulangan Bencana ...
3 4 4 6 7 7 BAB III ... 9 PENUTUP ... 9