• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pekerjaan Gazebo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Metode Pekerjaan Gazebo"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PELAKSANAAN

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN

PEKERJAAN : : PEMBUATAN PEMBUATAN GASEBO GASEBO POS POS PENDAKIANPENDAKIAN SUMBER

SUMBER DANA DANA : : APBNAPBN LOKASI

LOKASI : : SITE SITE WISATA WISATA BULUSARAUNGBULUSARAUNG TAHUN

TAHUN : : 20172017 BAB I. PENDAHULUAN BAB I. PENDAHULUAN

1.

1.

LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG Latar belakang Pake

Latar belakang Paket Pekerjaan pembuatan gazebo pos pendakian t Pekerjaan pembuatan gazebo pos pendakian site wisata bulusaraung site wisata bulusaraung adalahadalah dalam rangka optimalisasi penyediaan sarana dan prasarana pendukung objek wisata bulusaraung dalam rangka optimalisasi penyediaan sarana dan prasarana pendukung objek wisata bulusaraung di kab. Maros

di kab. Maros guna guna memaksimalkmemaksimalkan daya an daya tarik wtarik wisata isata gunung bulusgunung bulusaraung.araung.

2.

2.

MAKSUD DAN TUJUANMAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pelaksanaan ini adalah untuk menjelaskan secara garis Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pelaksanaan ini adalah untuk menjelaskan secara garis besar uraian tahapan pelaksanaan dari pekerjaan umum, pekerjaan utama dan pekerjaan besar uraian tahapan pelaksanaan dari pekerjaan umum, pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang, sehingga dapat dilihat keterkaitan dari masing - masing pekerjaan maupun antar penunjang, sehingga dapat dilihat keterkaitan dari masing - masing pekerjaan maupun antar pekerjaan terhadap spesifikasi yang telah disyaratkan. Dalam metode ini juga akan digambarkan pekerjaan terhadap spesifikasi yang telah disyaratkan. Dalam metode ini juga akan digambarkan pelaksanaan pekerjaan dengan memperkecil gangguan terhadap lingkungan dan lalulintas pelaksanaan pekerjaan dengan memperkecil gangguan terhadap lingkungan dan lalulintas pekerjaan.

pekerjaan.

3.

3.

LOKASI DAN LINGKUP LOKASI DAN LINGKUP PEKERJAANPEKERJAAN . . Lokasi pekerjaan berada di kota Maros site wisata

Lokasi pekerjaan berada di kota Maros site wisata bulusaraungbulusaraung

4.

4.

LINGKUP PEKERJAANLINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan Paket Pekerj

Lingkup pekerjaan Paket Pekerjaan gazebo pos aan gazebo pos pendakian adalah sebagai berikut:pendakian adalah sebagai berikut:

5.

5.

RENCANA FASILITAS LAPANGANRENCANA FASILITAS LAPANGAN (SITE FACILITIES PLAN)(SITE FACILITIES PLAN)

Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan dibuat “Rencana Fasilitas Lapangan atau “Site Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan dibuat “Rencana Fasilitas Lapangan atau “Site Facilities Plan” untuk pengaturan lokasi pekerjaan, termasuk pengaturan penempatan alat, Facilities Plan” untuk pengaturan lokasi pekerjaan, termasuk pengaturan penempatan alat, stok material dan sarana penunjang lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan stok material dan sarana penunjang lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan

PEKERJ

PEKERJ N N PEND HULU PEND HULU PEKERJ

PEKERJ N N G G SEBOSEBO PEKERJ

PEKERJ N N PENGEC T PENGEC T PEKERJ

(2)

pembangunan proyek, antara lain kantor direksi keet, gudang, barak kerja, posisi peralatan, dan fungsi lainnya.

Dalam menempatkan barang dan material kebutuhan pelaksanaan, baik di gudang maupun di halaman terbuka akan diatur sedemikian rupa sehingga :

 Tidak mengganggu kelancaran dan keamanan.  Memudahkan pemeriksaan dan pengecekan.  Mudah pengambilannya

 Memudahkan pelaksanaan pekerjaan lanjutannya.

 Tidak menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja.  Terjamin kebersihannya.

Site Facilities Plan dibuat berdasarkan kebutuhan per periode waktu pekerjaan, dimana site facilities plan seyogyanya dibuat ideal untuk jangka waktu yang efektif sehingga tidak terlalu banyak merevisi site facilities plan .

Lalu lintas keluar masuk kendaraan proyek atau jalan kerja akan diproteksi / dibatasi dengan menggunakan barikade dan rambu-rambu sehingga memperkecil kemungkinan terhadap kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan, ketertiban maupun gangguan yang lain.

Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan lagi untuk kebutuhan langsung pada pekerjaan sesegera mungkin akan dikeluarkan dari site.

Fasilitas Lapangan

Kantor lapangan untuk Direksi keet, Kontraktor, Barak Pekerja, Gudang, dan Workshop akan ditempatkan di lokasi yang berdekatan dan atau terjangkau sehingga dapat membantu efektivitas pelayanan kerja konstruksi.

6.

MANAJEMEN PROYEK

Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan ditangani oleh tenaga-tenaga terampil yang sudah berpengalaman dalam penanganan proyek-proyek, sehingga keberhasilan pelaksanaan pekerjaan dapat terjamin, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak. Disamping itu, tenaga-tenaga kerja yang akan diikutsertakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini merupakan tenaga-tenaga yang telah dibina kemampuan dan produktivitasnya dalam pelaksanaan proyek-proyek sejenis.

Struktur Organisasi

Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin Kepala Proyek, dibantu oleh beberapa tenaga staf dan beberapa tenaga Pelaksana Lapangan beserta pembantu-pembantunya

(3)

STRUKTUR ORGANISASI PROJECT

1. Koordinasi

Dalam pelaksanaan proyek akan terjadi interaksi antara perusahaan dengan pihak lain antara lain owner, pengawas, suplier dan pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek. Dalam interaksi tersebut diperlukan adanya koordinasi antar pihak dalam menyelesaikan persoalan yang muncul dalam pelaksanaan pekerjaan. Kepala proyek akan mewakili perusahaan dalam koordinasi dengan pihak lain.

Kepala proyek akan memimpin semua kegiatan proyek, baik di bidang administrasi, teknik dan lain-lain.

- Untuk masalah teknik engineering dan quality control , Kepala Proyek dibantu oleh Bagian

teknik beserta stafnya.

- Dalam proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan, Kepala Proyek dibantu oleh

Pelaksana-Pelaksana yang berkompeten.

PELAKSANA LAPANGAN Pelaksana Bangunan gedung

Tenaga k3 Admin & Logistik

Tukang kayu Tukang batu Pekerja PEMILIK PROYEK Logistik SITE MANAGER ADMINISTRASI/KEUANGAN PROYEK KURIR

(4)

- Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian personalia dan

keuangan beserta stafnya.

- Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.

Kepala Proyek mempunyai tanggung jawab dan diberi kewenangan penuh dalam pengelolaan proyek, dan mempunyai wewenang bertindak atas nama perusahaan dalam proyek ini. Dengan sistim organisasi seperti tersebut, maka pelaksanaan proyek diharapkan akan berjalan dengan lancar, dan penyelesaian pekerjaan akan dapat tercapai dalam waktu yang ditentukan dengan mutu yang diharapkan. Hal tersebut benar-benar menjadi perhatian dan semboyan kami, sebab apabila terjadi keterlambatan di dalam penyelesaian proyek ini akan mengakibatkan kerugian moril maupun material, dan citra negatif

7.

METODE PENCAPAIAN SASARAN

Untuk menjamin sistem manajemen dapat berlangsung dengan baik, sesuai Sistem Manajemen K3, Lingkungan dan Mutu yang dijalankan . Sistim manajemen tersebut di atas, dalam pelaksanaannya ditunjang dengan sarana-sarana lain, berupa perangkat lunak ( software ) sebagai sarana pengendali, dan perangkat keras ( hardware ) berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan.

1. Sistem Pengendalian Proyek

Sarana pengendalian merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan pekerjaan. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pengendalian dipersiapkan dan dituangkan dalam bentuk daftar-daftar isian (formulir-formulir) pengendalian, yang mengacu pada jadwal pelaksanaan pekerjaan yang berupa barchart.

Program utama yang telah dituangkan di dalam barchart tersebut, di lapangan dijabarkan lagi secara lebih terinci. Dibuat program mingguan, yang realisasinya dipantau dengan daftar- daftar isian (formulir-formulir) laporan kegiatan pekerjaan.

Untuk memandu pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dibuat metoda kerja yang rinciannya dilengkapi dengan gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) yang mudah dibaca dan dimengerti oleh setiap petugas yang terlibat di dalam pelaksanaan pekerjaan. Dengan sarana- sarana tersebut, maka sasaran kerja akan dicapai seperti yang diharapkan.

Pengendalian Proyek diterapkan dengan :

a. Pengendalian Waktu

(5)

Perbaikan

-Perencanaan dan Monitoring Schedule Detail dan Schedule Mingguan.

b. Pengendalian Mutu

-Perencanaan dan penerapan

-Perencanaan dan pengendalian gambar

-Pelaksanaan Inspeksi dan Test dan penanganannya

-Pelaksanaan Audit Mutu Internal

c. Pengendalian Biaya

-Perencanaan design yang mantap.

-Bekerja sekali jadi, tidak ada rework.

-Pembuatan data administrasi yang tertib dan tepat.

2. Pemilihan Alat

Pemilihan peralatan yang tepat baik dari segi jenis, jumlah maupun kapasitasnya serta sesuai dengan kondisi lapangan akan menjamin tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan yakni Biaya Hemat, Mutu Akurat dan Waktu Tepat. Kebutuhan peralatan minimum yang ditentukan akan dicukupi dengan alat milik sendiri, namun jika dalam pelaksanaannya terjadi kekurangan alat, maka akan kami penuhi dari sumber alat yang banyak terdapat di wilayah maros.

Mulai

Contoh Bahan & Brosur diajukan oleh Sub kontraktor / supplier Proses pemeriksaan & evakuasi bahan,

 brosur oleh Kontraktor Utama

Sesuai Spesifikasi

Persetujuan Konsultan MK

Contoh bahan dan brosur sebagai dasar pelaksanaan

Selesai

Tidak

(6)

3. Material

Beberapa material inti yang dipergunakan dalam proyek ini akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian, dan pada produk tertentu pabrikan diminta menunjukkan sertifikat uji test yang pernah dilakukan yang masih berlaku untuk menjamin persyaratan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Material harus sudah didatangkan sebelum jadwal pemakaian, sehingga tidak terjadi keterlambatan pekerjaan hanya karena material belum datang.

4. Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas:

 Tenaga pimpinan dan staf manajemen proyek.

 Tenaga operasional lapangan, pelaksana, pengawas, mekanik & operator.

 Pekerja diusahakan mengambil tenaga lokal yang banyak terdapat di daerah sekitar lokasi

proyek, untuk pekerja yang ahli akan didatangkan dari daerah lain.

Tenaga inti yang digunakan merupakan tenaga pilihan yang sering me nangani proyek-proyek besar dan pekerjaan-pekerjaan yang sejenis.

5. Pengamanan (Security)

Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, menyediakan tenaga keamanan dan keselamatan sesuai dengan kebutuhan, yang bertugas untuk :

a. Pengawasan terhadap para pekerja.

b. Pengawasan terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk mencegah pencurian.

c. Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek, dengan melarang para pekerja membuat api untuk keperluan apapun, dan menyediakan tabung pemadam kebakaran yang mudah dicapai, baik di tempat pekerjaan maupun di kantor proyek.

d. Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja, seperti helm kerja, sabuk pengaman, sepatu, dan sarung tangan jika dipersyaratkan.

e. Melakukan pengawasan dan menyiapkan pagar-pagar pengaman di tempat-tempat yang berbahaya maupun yang sifatnya mengganggu kegiatan proyek.

f. Mengawasi pemakaian peralatan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

g. Menjaga keamanan para petugas proyek terhadap gangguan / ancaman dari pihak luar, serta mencegah kemungkinan terjadinya keributan di lingkungan proyek.

Sebagai sarana komuniksi di proyek, digunakan handy talky (HT) , baik oleh para petugas keamanan, para pelaksana (supervisor ) dan petugas-petugas lain yang memerlukan hubungan secara menerus.

6. Schedule Pekerjaan

Schedule kerja dibuat berdasarkan asumsi, logika yang benar dan berdasarkan data-data yang sangat terbatas pada saat ini. Schedule dan urutan kerja dalam bentuk barchart

(7)

(Network Plannning) dan Time Shedule dengan jangaka waktu pelaksanaan 150 (Seratus lima Puluh) Hari Kalender Sejak Di terbitkanya Surat Perintah Mulai Kerja.

BAB II. PEKERJAAN PERSIAPAN

1. Pengukuran dan Pasangan bouplank

a. Pengukuran dan Bouwplank dan pembersihan lokasi

Tahap pertama yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah membersikan areal pekerjaan sesuai dengan volume yang ada dengan cara pembersihan sisa-sia pung bongkaran, sampah dan bahan –bahan lainnya yang dapat menggangu proses pengukuran

 Pengukuran batas luas lahan (site).

 Pengukuran batas bangunan.

 Pengukuran as bangunan.

 Penemuan peil bangunanberdasarkan titik ukur tetap yang telah ditentukan (Bench Mark)

 Pekerjaan pengukuran dengan menggunakan meter, teodolit , water pass selang air dll.

2.

Pembuatan

 Papan Nama Proyek

Papan Nama Proyek dibuat dengan maksud dan tujuan agar masyarakat umum mengetahui informasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Papan Nama proyek berisi Kegiatan Pekerjaan, Pekerjaan, Lokasi, Sumber Dana, dan lain-lainnya disesuaikan dengan tulisan serta ukuran sebagaimana yang tercantum dalam RKS, Aanvulling serta gambar.

Tempat pemasangan papan nama proyek dikoordinasikan dengan pengawas, serta owner. Penempatan pemasangan biasa dipilih tempat yang mudah dilihat oleh khalayak ramai.

3.  Administrasi ,Dokumentasi dan asbuild drawing

 A.  Administrasi

Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik, maka penyedia jasa harusmenyediakan lporan harian, mingguan dan bulanan

.

Cara Pelaksanaan

a. Laporan dibuat setiap hari dengan mencatat pekerjaan yang dilaksanakan dalam hariberjalan terhitung pada saat adanya SPMK.

b. Laporan harian berisi tentang jenis pekerjaan, volume pekerjaan yang dicapai setiap hari lengkap dengan perhitungan dan gambar typicalnya, cuaca, jumlah tenaga, alat yang digunakan serta jumlah dan jenis bahan yang digunakan.

c. Laporan mingguan berisi tentang rekapan laporan harian 1 (satu) mingguan, selain itu juga berisi volume pekerjaan minggu lalu.

d. Laporan bulanan berisi tentang rekapan laporan harian dan laporan mingguan, selain tu juga berisi volume pekerjaan bulan lalu.

(8)

B.

Dokumentasi

Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik dan sebagai bukti yang meyakinkan di kemudian hari, maka penyedia jasa harus menyediakan foto dokumentasipelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan camera digital.

Cara Pelaksanaan

1. Foto dokumentasi dilakukan pada saat pelaksanaan pekerjaan masih pada posisi 0%, mencapai bobot 50% dan 100% untuk satu titik atau lokasi pengambilan foto yang sama.

2. Foto 0% diambil pada saat pekerjaan belum dimulai untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari lokasi yang akan dikeerjakan oleh penyedia jasa.

3. Foto 50% diambil pada saat pekerjaan sedang berlangsung untuk melihat kondisi lapangan pada kondisi 50%.

4. Foto 100% diambil pada saat pekerjaan sudah terlaksana secara tuntas untuk melihat kondisi akhir pekerjaan.

5. Sebelum pengambilan foto-foto, maka dibuat rencana/denah yang menunjukkan lokasi, posisi dari kamera dan arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

6. Foto dokumentasi tersebut di atas dicetak dengan ukuran 3R yang ditempel pada album foto dan diberi catatan sebagai berikut :

o Nama Kontrak o Nama Bangunan

o Tahap/Progress Pekerjaan 0%, 50% atau 100%

o Penyedia Jasa menyerahkan foto dokumentasi tersebut sebanyak 3 (tiga)

rangkap bersama 1 (satu) Soft Copy kepada direksi.

7. Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi pengambilan harus dari arah yang sama yang sudah ditentukan sebelumnya.

III.

PEKERJAAN PEMBUATAN GAZEBO

Pembuatan Gasebo dikerjakan setengah jadi di workshop sebelum diangkut ke lokasi

pemasangan , potongan kuda-kuda, gording dan realing, lantai dan konstruksi kayu lainnya

sudah dibuat memang sesuai dengan ukuran/spek dan gambar, setelah bagian konstruksi kayu

gazebo selesai maka dilakukan mobilisasi material untuk dilakukan perakitan dan pemasangan

pada lokasi yang ditentukan.

a. Proses pabrikasi atau pembuatan Bagian Konstruksi Kayu

1. Lingkup pekerjaan

a) Pekerjaan konstruksi atap, terdiri dari kuda  –  kuda, gording, ikatan angin, silang

gempa, rangka atap ( kaso dan reng ), papan list plank dan sebagainya.

b) Pekerjaan rangka langit-langit dan plafond, list kayu profil.

c) Pekerjaan Realing kayu dan Papan lantai kayu, tiang gasebo dan segala sesuatu

yang termasuk pekerjaan ini.

(9)

Persyaratan bahan

 Semua kayu yang dipakai adalh jenis kayu kelas I bayam dan kelas II komea yang

berkualitas baik dan harus kering, berumur tua, lurus dan tidak retak, tidak bengkok dan mempunyai derajad kelembaban kurang dari 15% dan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam spesifikasi teknis

Ukuran kayu :

 Kaki kuda-kuda - ukuran 5/10 cm  Pengerat - ukuran 5/7cm   Ander - ukuran 5/7cm  Skoor - ukuran 5/7 cm  Nok - ukuran 5/7 cm  Pengapit - ukuran 2 x 5/7cm  Gording - ukuran 5/7 cm  Konsol - ukuran 5/10 cm  Usuk - ukuran 5/7 cm  Reng - ukuran 3/4  listplank kayu - 2/20 cm

 Kayu yang dipakai untuk seluruh pekerjaan tiang dan realing maupun lantai adalah kayu

kelas I dengan ukuran yang tercantum dalam gambar, untuk tiang utama ukuran 12/12 cm adalah ukuran jadi/ ( sesuai gambar ) dan balok lantai ukuran 6/12 , realing kayu ukuran 4/4 serta lantai papan ukuran 3.5/12.

3.

Pelaksanaan Pekerjaan di workshop

 Kayu yang sudah disiapkan dipotong sesuai ukuran masing-masing.

 Semua pekerjaan kayu yang harus diserut rata dan licin hingga memberikan penyelesaian

yang baik dan sedikit penghalusan.

 Permukaan kayu yang tampak (papan lisplank, skoor) harus diserut rata dan licin, setiap

sambungan konstruksi atas agar diperhatikan adanya pen/joint yang berfungsi pengunci.

 Pekerjaan kayu harus rata, melentur, tidak bengkok.

 Setelah bagian-bagian potongan masing-masing konstruksi kayu di buat maka dilakukan

pengelompokan setiap potongan dan di ikat sesuai bagian masing-masing untuk penyiapan distribusi ke titik lokasi.

4.

Mobilisasi

 Setelah bagian masing-masing gazebo sudah dikelompokkan dan di ikat perbagian maka di

lakukan pendistribusian ke lokasi

 Pengangkutan ke lokasi dengan menggunakan mobil sampai pada titik yang bias terjangkau

kendaran.

 Untuk lokasi yang tidak bisa terjangkau kendaraan maka akan dilakukan dengan

pengangkatan melalui pekerja atau buruh ke masing-masing titik pemasangan.

5.

Pekerjaan Perakitan Tiang Utama dan kuda-kuda gazebo

 Perakitan Tiang Utama kayu balok ukuran 12/12 yang sudah di siapakan untuk dilakukan

perakitan/pemasangan tiap sambungan.

(10)

 Potongan Kayu untuk bagian kuda-kuda disiapkan seperti rangka Kaki kuda-kuda - Pengerat

 Ander Skoor,Nok ukuran 8/12 cm,Pengapit ukuran 2 x 6/12 cm Gording ukuran Konsol -ukuran Usuk - -ukuran Reng - -ukuran 3/4 cm.

 Rangka konstruksi tiang dan kuda-kuda selesai di rakit maka dilakukan ereksion

tiang/kuda-kuda untuk dilakukan penyambungan antara tiang/kuda-kuda-tiang/kuda-kuda A dan B dengan balok pengikat/gording dan pemasangan reng serta dudukan listplang kayu.

 Setelah konstruksi kayu sudah berdiri setiap sambungan di ikat dan di kancing dengan

mur/baut dan besi strip dengan kuat

6.

Pekerj aan Galian tanah

Setelah rangka utama Gasebo sudah jadi terpasang maka dilakukan pekerjaan gailan tanah untuk dudukan pondasi gasebo

 Galian tanah untuk pondasi harus sesuai dengan ukuran dalam gambar pelaksanaan atau sampai

tanah keras. Apabila diperlukan untuk mencapai daya dukung yang baik,dasar galian harus dipadatkan/ditumbuk.

 Jika galian melampaui batas kedalaman,kontraktor harus menimbun kembali dan dipadatkan

sampai kepadatan maksimum,Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus diangkut langsung ke tempat yang sudah direncanakan dan disetujui oleh Direksi.

 Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap ukuran dan elevasi

galian tanah.

 Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu yang dicat putih.  Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.

 Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung proses penggalian tanah.  Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah dipasang sebelumnya.  Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.

 Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan kedalaman sesuai perencanaan.  Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran tertentu menggunakan theodolit.

 Keluarkan air yang muncul di dalam galian tanah memakai mesin pompa supaya tidak

menghambat pekerjaan.

 Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti sampah, potongan kayu, dan

bebatuan.

 Setelah proses penggalian tanah rampung, tahap berikutnya adalah pekerjaan  pondasi cor beton

serta pengurugan tanah.

7.

Pekerjaan Dudukan gazebo cor beton

Rangka Gasebo diangkat dan diletakkan pada dudukan yang sudah disiapakan untuk

persiapan pengecoran kaki gazebo dan di pemasangan angker

Pekerjaan Bekisting

Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang digunakan untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau diatasnya.

Tahap-tahap pekerjaan bekisting:

 Diasumsikan yang akan dibuat bekisting adalah bagian tiangnya untuk penyambungan kolom

(11)

 Supaya balok beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu membuat bekisting, jarak

sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi persaratan tertentu.

 Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.

 Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus tidak miring

dengan bantuan alat waterpass.

 Papan cetakan tidak boleh bocor

 Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit

 Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak  terjadi retak.

Pekerjaan Pengecoran

Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir, kerikil/split serta air.

Kualitas/mutu beton tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat beton dan perbandingannya. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai membuat beton dengan maksud menguji

apakah syarat-syarat mutu dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi satu

kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air akan mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil/split dan batu pecah. Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:

 Membuat kotak takaran untuk perbandingan material yaitu dari kayu dan juga dapat

mempergunakan ember sebagai ukuran perbandingan.

 Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat dari kayu atau seng/pelat

dengan ukuran tinggi x lebar x panjang adalah 22 cm x 100 cm x 160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja dengan ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100 cm. Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti: semen, pasir, split, serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk pengecoran.

 Membuat adukan/pasta dengan bantuan mollen (mixer) dengan perbandingan volume 1:2:3

yaitu 1 volume semen berbanding 2 volume pasir berbanding 3 volune split serta air secukupnya.

 Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung dengan urutan: pertama masukan pasir, kedua

semen portand, ke tiga split dan biarkan tercampur kering dahulu dan baru kemudian ditambahkan air secukupnya

 Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10 menit tabung mollen

(mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak spesi.

 Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam lubang galian tanah yang sudah diletakan

tulangan dengan bantuan alat sendok spesi centong/ dan dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi sedikit agar tidak ada ruangan yang kosong dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk kecelah-celah tulangan.

 Setelah melakukan pengecoran, maka pondasi setempat tersebut dibiarkan mengering dan

setelah mengering pondasi diurug dengan tanah urugan serta disisakan beberapa cm untuk sambungan kolom.

8.

Pekerjaan Atap , listpalng , Lantai serta Realing dan tangga

 Setelah Rangka Utama/ tiang utama sudah terpasang dan pengecoran kaki gazebo sudah

kering dan kuat maka seluruh kuda-kuda diperbaiki dengan benar (setting) dilanjutkan dengan pemasangan penutup atap spandek.

(12)

 Sebelum penutup atap dipasang, semua kemiringan atap dan kelurusan akhiran reng serta

kuda-kuda diperiksa ulang, karena kalau kemiringan reng dan kuda-kuda tidak sama mengakibatkan genangan air.

 Periksa lebar rangka reng pada atap gazebo

 Pemasangan atap spandek dari bawa ke atas, tepi atap harus diperhitungkan dengan tinggi

gazebo agar percikan hujan tidak mengenai tiang atau bagian dalam gasebo

 Kemudian untuk nok atap dilakukan pengukuran lebar nok dan dilakukan pembentukan atau

pemotongan set plat warna penutup nok spandek.

 Penutup nok dipasang harus elevasinya rata/timbang dan ditopang dengan balok nok,

dipaku/sekrup untuk memperkuat hubungan antara nok dengan kemiringan yang baik untuk mendapatkan hasil yang rapih dan lurus.

 Lisplank kayu 2/20 dipasang pada dudukan lisplang yang disiapkan, kerataan dan kelurusan

harus diperhatikan.

 Setelah pemasangan atap selesai dilanjutkan dengan pemasangan lantai kayu u kuran 3,5/12  Balok penyangga lantai dipasang dan disetting kerataan setelah rata balok penyangga

dipasang dengan kuat kemudian papan lantai dipasang mulai dari sudut peil yang sudah ditentukan dan di paku pada balok penyangga.

 Pekerjaan realing kayu dipasang setelah lantai sudah terpasang semua, kerataan dan

ketinggian sesuai dengan gambar rencana.

 Setelah semua sudah selesai maka dilakukan Perakitan tangga gazebo.

9.

Pekerjaan Plafond /langit-langit Gasebo

Pemasangan rangka kayu plafond akan dikerjakan oleh tenaga tekhnisi yang

berpengalaman dalam pemasangan rangka kayu plafond. Pekerjaan ini dilakukan

setelah pekerjaan atap dan lantai selesai terpasang.

Rangka Plafond menggunakan kayu yang kering , harus dengan ukuran 4/6 cm

kayu klas II untuk balok anak dan bidang permukaan diserut rata.

Pelaksanaan rangka plafond adalah 0,60 x120 cm, untuk setiap jarak maksimal

3 m harus dipasang balok induk 5/5cm kearah bentang pendek, agar

diperhatikan bahwa gantungan plafond kayu 5/7 cm harus dipasang, sehingga

plafond benar - benar kaku.

Pertemuan antara plafond diberi nat sebesar 3 mm yang lurus dan rapat,

pertemuan plafond dinding sisi / lipslank dipasang list kayu 3/3cm.

Pekerjaan Penutup plafond tripleks 4,0 mm

Pemasangan plafond ini dikerjakan setelah semua rangka plafond siap terpasang,

sehingga memudahkan untuk menyeimbangkan kekuatan tahanan terhadap daya

tarik pada rangka plafond. pemasangan plafond tripleks dipaku pada rangka kayu

palfond dengan tidak mengabaikan keseimbangan letak plafond dalam ruangan.

Pekerjaan list profil Plafond

Pemasangan list profil siku dikerjakan setelah pekerjaan pemasangan plafond sudah

terpasang pada tiap ruangan bangunan, dengan menggunakan bahan profil siku

yang telah tercantum dalam spesifikasi teknis. Pekerjaan List profil plafond

menggunakan ukuran kayu 3/3 Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan

papan kayu profil yang telah di rapikan di mesin ketam, dan dilakukan pengecatan

(13)

dengan rapi sampai beberapa kali sebelum dipasangkan pada rangka atap. Bentuk

dan ukuran akan disesuaikan dengan spesifikasi teknik yang telah terlampir.

IV.

PENGECATAN

Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan yang dimaksud meliputi :

1. Pekerjaan pengecatan permukaan lantai, tiang utama, realing dan tangga serta lisplank

2. Pekerjaan

pengecatan

 vernis plafon tripleks.

Pelaksnaan pengecatan :

1.

Haluskan bahan kayu yang akan dicat dengan amplas agak kasar agar permukaan kayu

bersih dari kotoran,

2.

Beri lapisan cat dasar kayu (berwarna putih) satu kali. Gunakan cat dasar kayu yang

berkualitas.

3.

Setelah dicat dasar, tunggu 1 hari. lalu lapisi dengan plamur kayu berkualitas baik, atau

merek yang sama, menggunakan kapek kayu. Tutup seluruh permukaan kayu sehingga

pori-pori kayu tidak tampak lagi. Sebelumnya harus diamplas untuk menghaluskan

lapisan cat dasar yang kasar (jangan terlalu keras) mengamplasnya.

4.

Setelah plamur kayu kering (biasanya 1 hari), kemudian lapisi lagi denga cat dasar yang

agak encer. Setiap mengencerkan cat.. gunakan pengencer yang berkualitas.

5.

Selanjutnya setelah lapisan cat dasar kedua sudah kering (1 hari), gosok dengan amplas

halus sampai rata dan licin. Jika masih terlihat pori-pori kayu lapisi lagi dengan plamur

yang dicampur cat dasar, dan amplas lagi jika sudah kering.

6.

Berikutnya, setelah lapisan cat dasar kedua sudah diampalas sampai rata dan halus..dan

didak tanpak pori-pori kayu, maka sudah siap dicat dengan cat kayu berwarna (sesuai

selera). Untuk lapisan pertama, lakukan pengecatan dengan cat agak encer. Untuk

lapisan kedua.. lakukan jika cat sudah kering (1 hari) dengan cat agak kental, dan

sebelumnya diamplas selewat menggunakan amplas paling halus.

III . PEKERJAAN AKHIR 1. Pembersihan Lokasi

Sebelum diadakan Serah Terima-1 (Pertama) Pekerjaan, Kontraktor pelaksana wajib membersihkan semua bagian Pekerjaan, Terutama Pembongkaran Stagger yang masih terpasang, pembesihan semua Bekas tumpahan cat dan Kontraktor Pelaksana juga harus membersihkan barang bekas dan peralatan kerja. Semua sisa material yang tidak digunakan lagi harus dibawa ke luar dari lingkungan pekerjaan, sehingga halaman benar -benar bersih dan rapih.

(14)

2. Pekerjaan serah terima pertama (pho)

Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus per sen), mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan. Penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diserahkan kepada Pemberi Tugas. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan pada saat evaluasi akhir, maka akan memperbaiki/menyelesaikannya sebagaimana yang disyaratkan dalam kontrak/SPK. Menyerahkan dokumen kelengkapan dalam rangka penyerahan pekerjaan :

3.  As Built Drawing

1. Dokumen gambar terlaksana (as built drawing)

2.  As built drawing memuat seluruhnya secara detail dari hasil kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang telah dilaksanakan lengkap dengan data, dan keterangan lainnya. 3.  As built drawing diserahkan dalam bentuk cetakan dan dijilid sebanyak 3 (Tiga) set. 4.  As Built Drawing terdiri dari ;

 2 (set) Set ukuran kertas A3

 5 (Lima) set Fotocopy half size 4. Photo Progress

Laporan setiap kegiatan pekerjaan berupa photo progress, dimana pengambilan photo tersebut bisa menggambarkan dari kegiatan awal sampai dengan selesainya pekerjaan. Foto visual kemajuan pekerjaan (sekurang-kurangnya 0%, 50% dan 100%). Dibuat dalam (3) set album. Semua Dokumen Lainnya yang dibutuhkan (Laporan Harian;Mingguan;Bulanan, Berita Acara Tahapan Pelaksanaan, dan lain-lainnya)

5. Pekerjaan Yang Diterima

Menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima per seratus) dari nilai kontrak.

Penandatanganan BERITA ACARA PEKERJAAN PERTAMA (PHO) yang ditanda tangani oleh pihak -pihak yang bersangkutan.

6. Masa Pemeliharaan

Memilihara Bangunan yang telah selesai diserah terimakan yang masa waktu nya sebagaimana telah ditentukan dalam Surat Perjanjian Pemborongan / SPK. Memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. 7. pekerjaan serah terima kedua (fho)

Setelah masa pemeliharaan berakhir masa waktunya, mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan kedua. Penandatanganan BERITA ACARA PEKERJAAN KEDUA (FHO) yang di tanda tangani oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menghitung koefisien pekerja dalam sebuah proyek konstruksi, khususnya pekerjaan plat lantai dengan material cor beton, digunakan peraturan SNI 7394:2008

Estimasi biaya pekerjaan penutup lantai dan dinding serta pemasangan paving block di lapangan yang dihitung menggunakan metode SNI hanya untuk pekerjaan yang

Metode konstruksi yang umum digunakan pada struktur basement adalah metode bottom-up (pekerjaan dimulai dari galian pondasi basement menerus sampai ke lantai atas) namun