MENYUSUN HARGA PERKIRAAN

52 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MENYUSUN HARGA PERKIRAAN

Burhanudin

Menyusun Harga Perkiraan

(2)

Program Pelatihan Diklat Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa

Jenjang Muda

Unit Kompetensi 05 – Menyusun Harga Perkiraan Sendiri

Penulis Burhanudin

Media Pembelajaran Tim Materi Pelatihan Direktorat Pelatihan Kompetensi LKPP

Tanggal 31 Januari 2016 Versi 2

Informasi

Umum

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

(4)

Mampu menyusun harga perkiraan pada pengadaan barang/jasa melalui analisis pasar

Tujuan Umum

Tujuan Khusus

1. Menetapkan tujuan dan prioritas analisis pasar meliputi kegiatan

Menetapkan tujuan analisis pasar, Menetapkan prioritas analisis pasar. 2. Melakukan analisis pasar meliputi kegiatan Menyusun rencana kegiatan

analisis pasar berdasarkan tahapan kegiatan analisis pasar, Menganalisa kondisi pasar, Menyusun alternatif harga dan produk yang memenuhi spsifikasi teknis.

3. Menetapkan harga perkiraan meliputi kegiatan, Mengidentifikasi harga satuan sebagai bagian dari harga perkiraan, Menyusun harga perkiraan sesuai ketentuan, Menetapkan harga perkiraan sesuai dengan ketentuan.

(5)

Gambaran Umum

Pemenuhan Obyektif (Meet Objective) Prinsip-prinsip (Principles) Kompetensi (Competencies) Kepatuhan (Compliance) HPS Paket Paket

Pengadaan Prioritasasi Analisa Pasar

Penetapan Harga

Landasan Kerangka Umum Penentapan Harga Perkiraan (HPS)

serangkaian proses analisa kuantitatif dan berdasarkan data (survei) yang dapat dipertanggung

jawabkan untuk suatu barang/jasa yang akan diakusisi melalui

(6)

BAB II

MENETAPKAN TUJUAN

DAN

PRIORITAS ANALISIS

(7)

Di sebut pasar jika semua kriteria berikut ada secara bersamaan :

Analisis Pasar

Overview

Proses interaksi antara pembeli dan penjual

melalui sistem atau prosedur dan institusi tertentu

yang memungkinkan harga barang atau jasa

terbentuk dalam suatu mekanisme pertukaran

• Ada dua pihak atau lebih,

• Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin bernilai bagi pihak lain, • Masing-masing pihak dapat berkomunikasi, dan

(8)

Berbagai Kemungkinan Kombinasi persaingan Pasar

Penawaran (Supply)

Banyak Penjual Sedikit Penjual Satu Penjual

Permintaan (Demand)

Banyak Pembeli Persaingan

Sempurna Oligopoli Monopoli Sedikit Pembeli Oligopsoni Oligopoli /

Oligopsoni

Monopoli Terbatas Satu Pembeli Monopsoni Monopsoni

Terbatas

Monopoli / Monopsoni

Persaingan

Pasar

(9)

Pilihan strategi yang bisa diambil ketika berurusan

dengan pasar monopoli/pasar yang terdistorsi

1. Source globally . 1. Mencari sumber secara global

2. Redefine the market that we are dealing with 2. Mendefinisikan ulang pasar yang disasar

3. Develop another Supplier: Supplier Development ..

3. Mengembangkan penyedia lain : Pengembagan Penyedia

4. Increase Mutual Dependency 4. Meningkatkan ketergantungan yang saling

menguntungkan

5. Better information on the supplier 5. Mendapatkan informasi yang lebih baik atas pemasok

6. Challenge the ‘reputation’ of the suppliers 6. Menggali /mempertanyakan 'reputasi' pemasok /

7. Non price negotiation variables .. 7. Melakukan negosiasi variable variable lain selain harga

8. Involve other stakeholders . 8. Melibatkan pihak lain yang berkepentingan

9. Make ‘In House’ .. 9. Membuat sendiri (swakelola)

10. Lease not buy . 10. Menyewa (bukan membeli)

11. Timing of purchase .. 11. Mengatur waktu pembelian

12. Long term contracts 12. Melakukan kontrak jangka panjang

(10)

• Pemahaman yang memadai mengenai pasar sangat diperlukan baik untuk penjual maupun pembeli.

• Organisasi dihadapkan kepada adanya ketidakpastian akibat perubahan dan dinamika pasar dimana bisa mendapatkan barang dan jasa sbg bahan baku produksi atau kegiatandan menjual produk atau jasanya.

• Salah satu faktor penentu keberhasilan : kemauan dan kemampuan

organisasi atau perusahaan untuk mengantisipasi, menerima dan beradaptasi dengan perubahan, termasuk diantaranya adalah perubahan pasar.

• Analisis Pasar bagi pembeli...terkait 3 (tiga) pertanyaan . – what and how much to buy

where to buy

(11)

Analisis pasar membantu organisasi untuk lebih memahami tentang: • Produk-produk apa saja yang tersedia yang dapat memenuhi kebutuhan

• Siapa sajakah produsennya

• Siapa saja pembeli dan/atau konsumennya

• Bagaimana kondisi persaingan yang ada di pasar

(12)

Penawaran Permintaan

Harga Kuantitas Harga Kuantitas

1.000 100 1.000 1.200 1.250 200 1.250 1.100 1.500 300 1.500 1.000 1.750 400 1.750 900 2.000 500 2.000 800 2.250 600 2.250 700 2.500 700 2.500 600 2.750 800 2.750 500 3.000 900 3.000 400 3.250 1.000 3.250 300 3.500 1.100 3.500 200

Analisis Pasar

(13)

• Ruang lingkup analisis pasar dalam penentuan besarnya total perkiraan biaya pekerjaan,

meliputi tahapan:

a. Penyusunan Anggaran pada tahap perencanaan umum b. Penetapan Harga Perkiraan

pada tahap persiapan pengadaan

Risiko

Analisis Pasar

(14)

Penyusunan anggaran yang tidak tepat dapat mengakibatkan

dua keadaan sebagai berikut:

Analisis Pasar

Bila perkiraan biaya pekerjaan ditetapkan terlalu

rendah

, maka besar kemungkinan proses

pelaksanaan pengadaan pada tahap pemilihan akan

mengalami kegagalan.

Bila penetapan biaya pekerjaan terlalu tinggi

akan menimbulkan biaya kesempatan (opportunity

cost) mengingat terbatasnya sumber dana ditengah

jumlah kebutuhan yang tak terbatas.

(15)

Apabila HPS yang ditetapkan terlalu rendah, besar kemungkinan

pengadaan mengalami kegagalan karena penawaran penyedia berada di atas HPS sehingga tidak ada yang dapat ditetapkan sebagai pemenang.

Apabila HPS yang ditetapkan terlalu tinggi, terdapat kemungkinan terjadinya kerugian negara apabila pihak

berwenang menemukan adanya

perbuatan melawan hukum baik yang disengaja maupun tidak. Tuduhan adanya penggelembungan harga atau mark up

sangat mungkin terbukti bila HPS yang ditetapkan melebihi harga pasar tanpa ada penjelasan yang dipertanggungjawabkan.

Analisis Pasar

(16)

• Pengadaan

item yg belum pernah dilaksanakan

(pengadaan perdana).

Jeda waktu yang relatif lama

atas Analisis Pasar yang telah dilakukan.

Perubahan pasar dan teknologi.

Besarnya jumlah belanja.

• Besarnya

dampak terhadap organisasi

.

Penentuan Prioritas Untuk

Analisis Pasar

(17)

Sumbu Y, memperlihatkan tingkat resiko/dampak barang/jasa yang akan diadakan terhadap

organisasi/instansi. Contoh operasionalisasi:

o Dampak tinggi: kinerja organisasi sangat terganggu

o Dampak sedang: kinerja cukup terganggu

o Dampak rendah: kinerja relatif tidak tergangggu

o Dampak dapat diabaikan: program atau kegiatan masih dapat berjalan secara normal meski produk barang/jasa dimaksud tidak tersedia.

menentukan prioritas pengadaan: Supply Positioning Model. Model ini direpresentasikan

dengan 2 (dua) sumbu yaitu X dan Y

Penentuan Prioritas Untuk

Analisis Pasar

Sumbu X merepresentasikan nilai pengadaan/pembelian rata-rata pertahunnya.

(18)

BAB III

MELAKUKAN

ANALISIS PASAR

(19)

• Mendefinisikan secara jelas tujuan dan elemen analisis pasar

• Mengidentifikasi sumber-sumber data dan informasi yang potensial • Menentukan model analisis pasar

• Menguraikan kegiatan kunci serta menyusun jadwal untuk menyelesaikan analisis pasar.

• Mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan untuk mendukung analisis seperti

Persiapan Kegiatan Analisis

Pasar

(20)

Tahap Kegiatan Analisis

Pasar

Mendapatkan Informasi Pasar Jenis Data • Data primer • Data sekunder Sumber Data • Data internal • Data eksternal

Cara Perolehan Data

• Permintaan formal atas Informasi

(Formal Request for Information)

• Pendekatan bebas untuk pengumpulan informasi

(21)

Menganalisis Informasi Pasar

• Pengolahan Data dan Informasi Pasar • Analisis Data dan Informasi Pasar

Model analisis pasar : penyusunan anggaran maupun penyusunan HPS, yaitu:

• Supplier Preferencing Model Serta • Supply Chain Analysis dan

• Analisis harga dan biaya (cost and price analysis).

Melakukan Analisis

(22)

Melakukan Analisis

Pasar

Penilaian Tingkat Persaingan Pasar

Prediksi Perkembangan Pasar

Karakteristik Pasar Berdasarkan analisis Kuantitatif Pemicu Pasar (Market Driver)

(23)

Dari sisi biaya produksi, struktur harga Dasarnya terdiri dari elemen berikut ini: ♦ Biaya bahan langsung (direct material) ♦ Biaya tenaga kerja langsung (direct labor) ♦ Biaya Overhead (overhead)

♦ Keuntungan (Profit).

Penilaian Harga

Meski batas maksimum perhitungan keuntungan dalam HPS adalah 15%, penyedia tidak dinyatakan tidak boleh memperoleh keuntungan di atas 15%. Meski harga yang ditawarkan penyedia sama dengan harga pasar, namun karena mempunyai keunggulan

komparatif maupun kompetitif disamping para pesaingnya, mungkin penyedia akan memperoleh keuntungan di atas15%. Sampai saat ini, tidak ada larangan atau batasan

maksimal yang tegas dalam berbagai ketentuan yang berlaku tentang realisasi keuntungan rekanan dalam pelaksanaannya.

(24)

1) Membangun variabel segmentasi berdasarkan pengetahuan pasar yang dimiliki. 2) Menyaring beberapa segmen berdasarkan pengetahuan dan logika umum

3) Mengidentifikasi risiko dan peluang dari setiap segmen, dan pilih segmen yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan instansi.

Segmentasi Pasar

Penyedia

Setelah tahap satu dilakukan, mungkin akan terbentuk sangat banyak jumlah segmen, namun sebagian besar diantaranya akan tersaring keluar

selama proses berlangsung karena mungkin tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan organisasi.

(25)

Penjual / Pembeli

Pembayaran Oleh Pembeli

Penerimaan oleh Penjual

Perhi-tungan Nilai Tambah PPN Setor Kas Negara Akumu-lasi Kas Negara Harga Pokok Pembelian

Harga

Beli PPN

Total

Bayar Harga Jual PPN

Total Terima Pajak Masukan Pajak Keluaran 0 10% Bahan Baku }--- --- ---> 2.000.000 A - - - 2.000.000 200.000 2.200.000 200.000 200.000 200.000 Proses I }--- --- ---> 1.000.000 B 2.000.000 200.000 2.200.000 3.000.000 300.000 3.300.000 200.000 300.000 100.000 300.000 Proses II }--- --- ---> 1.500.000 C 3.000.000 300.000 3.300.000 4.500.000 450.000 4.950.000 300.000 450.000 150.000 450.000 Proses III }--- --- ---> 1.100.000 D 4.500.000 450.000 4.950.000 5.600.000 560.000 6.160.000 450.000 560.000 110.000 560.000

Analisis Pajak Pertambahan

(26)

Analisis Pajak Pertambahan

Nilai

(27)

Dokumentasi Pelaksanaan

Analisis Pasar

Ketentuan minimal dalam menyiapkan dokumentasi analisis pasar :

Adanya dokumen yang menunjukan adanya

perintah dari pejabat yang berwenang.

Adanya dokumen atau bukti lain yang menunjukan hasil proses penugasan dimaksud. (untuk

memudahkan proses reviu ataupun audit)

Dokumen dan bukti-bukti dikelola dan disimpan oleh pejabat yang terkait dengan tahapan proses untuk

(28)

BAB IV

MENETAPKAN

HARGA

PERKIRAAN

(29)

Dalam penyusunan estimasi biaya, barang/jasa dapat dikelompokan:

Barang jadi

Barang/jasa produksi

Identifikasi Harga

Satuan

(30)

Komponen biaya utama dan pendukung pendukung:

Biaya untuk memastikan output pengadaan berfungsi secara efektif,

yang meliputi biaya pemasangan dan instalasi, pengujian dan pengetesan.  Biaya yang terkait organisasi pengadaan, yang meliputi honor ppk, honor

pojka ulp, honor pphp serta honor tim pendukung serta tim ahli

Biaya operasional organisasi pengadaan, yang meliputi biaya perjalanan dinas, biaya makan dan minum rapat, biaya cetak dokumentasi serta ATK.  Biaya lain yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku, misalkan

biaya honor pa/kpa.

Identifikasi Harga Satuan

Tahap Penyusunan Anggaran

(31)

1.

Melakukan identifikasi komponen utama dan komponen-komponen pendukung kegiatan yang diperkenankan berdasarkan ketentuan yang berlaku atau pengetahuan umum yang dimiliki.

2. Melakukan identifikasi harga satuan komponen berdasarkan analisis pasar yang bersumber dari:

• Standar harga atau biaya yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang • Data pasar atau harga kontrak sejenis di instansi yang lain atau instansi

yang sama.

3. Melakukan penyesuaian harga yang diperlukan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Identifikasi Harga Satuan

Tahap Penyusunan Anggaran

Setelah komponen utama dan pendukung diidentifikasi, langkah selanjutnya mengidentifikasi atas harga satuan komponen dengan ketentuan:

(32)

5. Menentukan komponen-komponen sampai dengan level tertentu sebagai pembentuk biaya barang atau jasa sampai siap digunakan. 6. Mendapatkan Harga satuan komponen-komponen tersebut

menggunakan berbagai alternatif data dan informasi berikut:

a) Harga pasar setempat yaitu harga barang/jasa di lokasi barang/jasa diproduksi/diserahkan/ dilaksanakan, menjelang dilaksanakannya

Pengadaan Barang/Jasa,

b) Informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS)

Identifikasi Harga Satuan

Tahap Penetapan HPS (1/2)

(33)

Khusus untuk penyusunan HPS pada pengadaan barang yang menggunakan evaluasi penilaian biaya selama umur ekonomis (PBSUE), komponen-komponen yang perlu diidentifikasi harga satuannya meliputi:

Identifikasi Harga Satuan

Tahap Penetapan HPS (2/2)

Harga Barang Biaya

operasionalisasi Biaya pemeliharaan Perkiraan Nilai Sisa (Salvage value)

(34)

Perkiraan harga menurut tahapan atau waktu dari suatu proyek konstruksi:

• Tahap konseptual: conceptual estimating

• Tahap pembuatan gambar dan desain: square foot and assemblies estimating

• Tahap pengadaan: detailed estimating.

Conceptual Cost Estimating What and How

Rumus Conceptual Cost Estimating UC = (A + 4B + C) / 6

UC = Perkiraan (proyeksi) unit cost

A = minimum unit cost pekerjaan dari kontrak sejenis yang selesai B = rata-rata unit cost pekerjaan dari kontrak sejenis yang selesai C = maksimum unit cost pekerjaan dari kontrak sejenis yang selesai

(35)

Penyesuaian Lokasi INDEKS

Penyesuaian terhadap Ukuran dan Penyesuaian Kombinasi

= Harga Kontrak yang lalu × penyesuaian waktu × penyesuaian lokasi × penyesuaian ukuran

Penyesuaian terhadap Biaya Per Unit (Unit Cost):

Y = a + b X

Penyesuaian

Waktu

“Penyesuaian waktu mutlak diperlukan bila estimasi biaya dilakukan berdasarkan informasi kontrak sejenis pada tahun-tahun sebelumnya.

Penyesuaian yang dilakukan seharusnya mencerminkan inlfasi atau deflasi atas harga sehubungan dengan waktu karena faktor-faktor seperti tingkat

(36)

• Proses memprediksi biaya menggunakan analisis kuantitatif dari pekerjaan yang dibutuhkan berdasarkan dokumen desain. A forecast of construction cost prepared on the basis of a detailed analysis of materials and labor for all items of work (architect’s handbook of professional practice)

Garis besar langkah estimasi ini:

• Menyiapkan survey kuantitas

• Menentukan harga untuk tiap-tiap item pekerjaan. • Memperhitungkan biaya overhead dan keuntungan.

Bila melihat best practice pengadaan dari berbagai literatur, pada prinsipnya tidak ada batasan yang baku mengenai nilai maksimal jumlah overhead maupun

jumlah keuntungan yang dapat ditambahkan ke dalam perkiraan harga.

Sedangkan Untuk keperluan penyusunan HPS, Peraturan Kepala LKPP menyebutkan batas maksimal keuntungan dan biaya overhead yang dianggap wajar bagi penyedia,

yaitu 15% (lima belas perseratus) dari total biaya atau 10% dari Biaya Langsung

Detailed

Estimating

(37)

Penetapan Perkiraan Harga Untuk Penyusunan Anggaran

• Meski rancangan detail atau gambar dan desain suatu pekerjaan atau pengadaan belum ada, rencana jenis output suatu program atau kegiatan semestinya sudah harus dapat diidentifikasi sampai dengan rincian tertentu yang menunjukan

perbedaan fungsi dan/atau harga dengan jenis barang/jasa lainnya.

 contoh: televisi ukuran 32” mempunyai perbedaan harga dengan ukuran 21”, Personal Computer mempunyai perbedaan fungsi dan/atau harga dengan notebook, Gedung kantor 5 lantai

mempunyai fungsi dan/atau harga yang berbeda dengan gedung sekolah 1 lantai.

• Meski dapat dibantu oleh unsur staf atau tim teknis dalam prosesnya, Penetapan Spesifikasi tersebut merupakan kewenangan Pengguna Anggaran/Kuasa

Pengguna Anggaran.

Untuk mewujudkan tertib administrasi dan tata kelola yang baik (good governance), harus ada bukti yang menunjukan persetujuan atau penetapan spesifikasi umum beserta kuantitas yang akan diadakan.

Penetapan Harga Perkiraan Sesuai

Ketentuan

(38)

a. Pejabat yang berwenang untuk menetapkan RKA menurut ketentuan perundang-undangan adalah PA. Bagi instansi pusat, kewenangan ini dapat dilimpahkan kepada KPA (disertai dengan bukti dokumen).

Penetapan Harga Perkiraan Sesuai

Ketentuan (1/3)

Prinsip umum yang menggambarkan kewenangan, tahapan dan prosedur penetapan perkiraan harga untuk penyusunan anggaran :

(39)

b. Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran

dapat dibantu oleh unsur staf atau tim teknis melalui mekanisme mandat Hasil Perkiraan Harga yang dibuat oleh unsur staf atau tim teknis harus dievaluasi dan direviu oleh PA/KPA:

• kelengkapan, keabsahan dan keandalan dokumen-dokumen sumber dan pendukung yang dipakai dalam menentukan perkiraan harga.

• metode dan asumsi yang dipakai dalam analisis pasar dan metode perhitungan dan penyesuaian perkiraan harga.

• pemenuhan proses dan hasil terhadap ketentuan yang berlaku.

Penetapan Harga Perkiraan Sesuai

Ketentuan (2/3)

(40)

c. Apabila PA/KPA telah memperoleh

keyakinan yang cukup memadai bahwa

perkiraan harga telah disusun menggunakan data dan proses yang andal, Rencana Kerja dan Anggaran dapat ditandatangani.

Penetapan Harga Perkiraan Sesuai

Ketentuan (3/3)

(41)

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) merupakan estimasi harga yang

ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan dikalkulasikan

secara keahlian dengan menggunakan data yang dapat

dipertanggungjawabkan.

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

(42)

Secara implisit mengatur tentang syarat kompetensi

penyusun HPS yang

harus memiliki keahlian sesuai bidang yang akan diadakan.

Pembentukan tim pendukung

atau menyerahkan kepada pihak lain yang

kompeten seperti konsultan perencana merupakan pilihan bila PPK atau

stafnya

tidak memiliki keahlian atau tidak memiliki waktu dan tenaga

yang

cukup bila dibandingkan dengan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Penyerahan penyusunan HPS kepada pihak lain bukan berarti melepaskan

tanggung jawab PPK untuk memahami proses penyusunan HPS.

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

(43)

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

(3/3)

Sebelum menandatangani HPS, PPK semestinya terlebih dahulu melakukan proses reviu untuk memperoleh keyakinan bahwa dokumen tersebut telah disusun sesuai ketentuan

dengan perhitungan yang cermat dan berdasarkan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan.

 HPS seharusnya menggunakan data riil utk kuantitas &harga satuannya

 Harga satuan sedapat mungkin mencerminkan harga saat HPS disusun.

(44)

barang cenderung lebih sederhana.

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

PPK dapat menetapkan HPS :

a. telah dilakukan identifikasi komponen-komponen biaya yang diperlukan

agar barang yang akan diadakan dapat berfungsi efektif.

b. telah dilakukan identifikasi harga satuan komponen-komponen tersebut sampai lokasi pekerjaan .. mempertimbangkan level saluran distribusi... c. telah melakukan pengujian kecermatan penjumlahan biaya-biaya

komponen dan telah memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut:

HPS telah memperhitungkan biaya overhead dan keuntungan yang wajar (Perka LKPP secara eksplisit  15%) Memperhitungkan bukan berarti sama dengan menambah.

• HPS juga telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Penetapan Perkiraan Harga Untuk Penyusunan HPS Barang

(45)

Berbeda dari segi komponen-komponennya.

Pejabat Pembuat Komitmen dapat menetapkan HPS bila:

a. telah dilakukan identifikasi komponen-komponen biaya yang diperlukan untuk memenuhi tingkat pelayanan yang diharapkan (Service Level Agreement). Komponen-komponen tersebut pada umumnya dapat dirinci menjadi:

o Komponen biaya upah (tenaga kerja) o Komponen biaya bahan (material) o Komponen Alat (perlengkapan)

b. telah dilakukan identifikasi mengenai dasar penetapan volume masing-masing komponen disertai asumsi-asumsi yang digunakan

c. telah dilakukan identifikasi harga satuan komponen-komponen tersebut sampai lokasi pekerjaan menggunakan informasi hasil analisis pasar yang telah

dilakukan.

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

(46)

PPK dapat menugaskan tim pendukung atau staf

yang memiliki keahlian untuk menyusun HPS.

Menggunakan kontrak sejenis di instansi yang sama atau instansi lainnya

untuk mereviunya dan menentukan komponen-komponen tersebut beserta volume . Salah satu pendekatan reviu sederhana yang dapat

dilakukan adalah dengan logika atau

akal sehat.

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

(47)

lebih kompleks dibandingkan dengan HPS barang maupun jasa lainnya.

PPK dapat menetapkan HPS bila:

a.

telah dilakukan identifikasi komponen-komponen biaya yang diperlukan menggunakan metode kerja yang telah ditetapkan dalam (KAK) :

o Biaya Langsung Personil (Remuneration) min 60%

o Biaya Langsung Non Personil (Direct Reimbursable Cost)

b. telah dilakukan identifikasi mengenai dasar penetapan volume masing-masing komponen disertai asumsi-asumsi yang digunakan berdasarkan metode kerja yang dipersyaratkan dalam kerangka acuan kerja.

c. telah dilakukan identifikasi harga satuan personil maupun non personil. Hasil identifikasi biaya personil memperhatikan ketentuan berikut:

• Tenaga ahli dengan waktu kerja 1 bulan penuh  OB (orang bulan) • Tenaga ahli dengan sistem intermiten (tidak pernuh), :

SBOM = SBOB/4,1

Penetapan Perkiraan Harga Untuk

Penyusunan HPS

(48)

d. telah melakukan pengujian kecermatan penjumlahan biaya-biaya komponen tersebut secara keseluruhan menjadi total HPS dan telah memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut:

• HPS telah memperhitungkan biaya overhead dan keuntungan yang wajar  10% khusus dari biaya personil.

• HPS juga telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pejabat Pembuat Komitmen dapat menugaskan tim pendukung atau staf yang memiliki keahlian untuk menyusun HPS jasa konsultansi.

Khusus untuk jasa konsultansi yang sederhana, alternatif cara menentukan rincian komponen-komponen tersebut beserta volume pekerjaan dapat dilakukan dengan

menggunakan data kontrak sejenis di instansi yang sama atau instansi lainnya dengan tetap terlebih dahulu mereviunya berdasarkan KAK.

Penetapan Perkiraan Harga Untuk

Penyusunan HPS

(49)

Pejabat Pembuat Komitmen dapat menetapkan HPS bila:

a. telah dilakukan identifikasi komponen-komponen biaya dalam analissa harga satuan:

o Komponen biaya upah (tenaga kerja) o Komponen biaya bahan (material) o Komponen Alat (perlengkapan)

b. telah dilakukan identifikasi mengenai dasar penetapan volume masing-masing komponen berdasarkan volume menurut

gambar atau desain.

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

(50)

c. telah dilakukan identifikasi harga satuan komponen-komponen tersebut sampai lokasi pekerjaan menggunakan informasi hasil analisis pasar yang telah dilakukan.

d. telah melakukan pengujian kecermatan penjumlahan biaya-biaya komponen tersebut secara keseluruhan menjadi total HPS dan telah memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut:

• HPS telah memperhitungkan biaya overhead dan keuntungan yang wajar 15%. • HPS juga telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

(51)

 Bila ada Estimate Engineer’s (EE) dari konsultan perencana, PPK tetap berkewajiban untuk melakukan reviu dalam rangka memperoleh keyakinan bahwa hasil perhitungan konsultan perencana telah didasarkan desain dan gambar.

 Salah satu cara yang dapat dilakukan bila PPK tidak memiliki keahlian dalam bidang konstruksi  membentuk tim pendukung

 Reviu dapat dilakukan secara sampling terhadap volume beberapa analisa harga satuan yang memiliki nilai signifikan berdasarkan pendekatan analisa harga satuan yang digunakan (BOW atau SNI). Reviu juga dilakukan terhadap daftar harga tenaga kerja, bahan dan peralatan yang dibuat konsultan

perencana PPK dapat melakukan revisi terhadap harga-harga komponen.

Cara lain yang lebih baik adalah dengan membuat persyaratan teknis bagi konsultan perencana dengan mewajibkan penggunaan data hasil survey ke pasar setempat bukan menggunakan

Penetapan Perkiraan Harga

Untuk Penyusunan HPS

(52)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :