LAPORAN SKENARIO 1 LAPORAN SKENARIO 1
BLOK 7 SEMESTER III BLOK 7 SEMESTER III
CARDIOVASKULAR CARDIOVASKULAR
KELOMPOK 3 KELOMPOK 3
KETUA
KETUA : : HASAN HASAN CHAMBRAN CHAMBRAN BAIQUNIBAIQUNI
SEKRETARIS
SEKRETARIS : : LINA LINA MAIRITAMAIRITA
ANGGOTA :
ANGGOTA :
HARTIKA
HARTIKA PRASETIA PRASETIA SARI SARI JUITA JUITA ARIANIARIANI
IKHFAR
IKHFAR JUWITA JUWITA SARI SARI SURBAKTISURBAKTI
INGOT
INGOT KRISTINA KRISTINA KARINA DWI KARINA DWI ASTARIASTARI
JEFRI
JEFRI HALIM HALIM KURNIA KURNIA KHOIRUNISAKHOIRUNISA
JERYMIA
JERYMIA BANGUN BANGUN LAILA LAILA KHAIRUNISAHKHAIRUNISAH
JESSICA
JESSICA KOESTAMA KOESTAMA LILI LILI ASNAINIASNAINI
DOSEN TUTORIAL DOSEN TUTORIAL dr. MOHAMMER PASHA dr. MOHAMMER PASHA FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
2012 2012
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan Puji dan syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya yang memberi kesempatan kepada penyusun makalah ini, sehingga dapat tersusun Nya yang memberi kesempatan kepada penyusun makalah ini, sehingga dapat tersusun dengan baik sesuai dengan yang diharapkan nantinya.
dengan baik sesuai dengan yang diharapkan nantinya.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang sistem kardiovaskuler. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang sistem kardiovaskuler. Makalah ini tersusun masih banyak kekurangan dari segi manapun, oleh sebab itu penyusun Makalah ini tersusun masih banyak kekurangan dari segi manapun, oleh sebab itu penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan teman-teman yang memberi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan teman-teman yang memberi sumber materi penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen-dosen pengajar yang sumber materi penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen-dosen pengajar yang telah banyak memberi kesempatan dalam penyelesaian makalah ini.
telah banyak memberi kesempatan dalam penyelesaian makalah ini.
Demikianlah penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua yang ikut Demikianlah penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua yang ikut berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua khususnya ilmu
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATAKATA PENGANTAR.. PENGANTAR.. ... . ii
DAFTAR
DAFTAR ISI. ...ISI. ... ii... ii
Bab
Bab I I : : PENDAHULUAN.. ...PENDAHULUAN.. ... ... iiiiii
Bab
Bab II II : : DATA DATA PELAKSANAAN TUTORIAL PELAKSANAAN TUTORIAL ... 1... 1
Bab
Bab III III : : SKENARIO SKENARIO ... 2... 2
Bab IV
Bab IV : : PEMBAHASAN PEMBAHASAN SKENARIO ...SKENARIO ... 3... 3
Bab V
Bab V : : KAJIAN KAJIAN TEORI ...TEORI ... 5... 5 1.
1. Anatomi Anatomi dan dan fisiologi fisiologi jantung ...jantung ... ... 55
2.
2. Jenis-jenis Jenis-jenis ganggua ganggua irama irama jantung ...jantung ... 13... 13
3.
3. Definisi, Definisi, etiologi, dan etiologi, dan epidemiologi aritmia ...epidemiologi aritmia ... ... 1515
4.
4. Patogisiologi Patogisiologi dan dan manifestasi manifestasi aritmia. ...aritmia. ... 17... 17
5.
5. Anamnesis dan Anamnesis dan pemeriksaan fisik pemeriksaan fisik aritmia ...aritmia ... 20... 20
6.
6. Pemeriksaan Pemeriksaan penunjang penunjang aritmia ...aritmia ... 24... 24
7.
7. PenatalaksanPenatalaksanaan aan aritmia. ...aritmia. ... ... 3535
8.
8. Preventif,komplikasPreventif,komplikasi,dan i,dan ... ... prognosis...prognosis...48...48
Bab VI
Bab VI : : KESIMPULAN KESIMPULAN AKHIR AKHIR ... 52... 52
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Aritmia adalah irama jantung abnormal.hal ini terjadi ketika impuls listrik Aritmia adalah irama jantung abnormal.hal ini terjadi ketika impuls listrik direproduksi oleh jantung yang mengkoordinasikan detak jantung tidak berfungsi dengan direproduksi oleh jantung yang mengkoordinasikan detak jantung tidak berfungsi dengan baik,mengakibatkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.aritmia baik,mengakibatkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.aritmia dapat terjadi karena adanya ganggguan pada kelompok sel otoritmik dan sistem dapat terjadi karena adanya ganggguan pada kelompok sel otoritmik dan sistem penghantarnya.aritmia terbagi menjadi 2: 1. Takiaritmia/takikardi( denyut jantung penghantarnya.aritmia terbagi menjadi 2: 1. Takiaritmia/takikardi( denyut jantung >100x/menit. 2. Bradiaritmia/bradikardi ( denyut jantung <60x/menit.
BAB II
BAB II
DATA PELAKSANAAN TUTORIAL
DATA PELAKSANAAN TUTORIAL
I. JUDUL BLOK I. JUDUL BLOK
KARDIOVASKULERKARDIOVASKULER
II. JUDUL SKENARIO II. JUDUL SKENARIO
KARDIOVASKULERKARDIOVASKULER
III. NAMA TUTOR III. NAMA TUTOR
Dr. MOHAMMER PASHADr. MOHAMMER PASHA
IV. DATA PELAKSANAAN TUTORIAL IV. DATA PELAKSANAAN TUTORIAL
1.
1. SGD 1SGD 1
HAR/TANGGALHAR/TANGGAL : JUM’AT / 28 SEPTEMBER : JUM’AT / 28 SEPTEMBER 20122012
WAKTU WAKTU : : 13.5013.50 – – 16.30 WIB16.30 WIB
TEMPAT TEMPAT : : RUANG RUANG TUTORIALTUTORIAL
2.
2. SGD 2SGD 2
HARI/TANGGAL HARI/TANGGAL : : SENIN SENIN / / 01 01 OKTOBER OKTOBER 20122012
WAKTU WAKTU : : 13.0013.00 – – 15.30 WIB15.30 WIB
TEMPAT TEMPAT : : RUANG RUANG TUTORIALTUTORIAL
3.
3. PLENOPLENO
HARI/TANGGAL HARI/TANGGAL : : KAMIS KAMIS / / 04 04 OKTOBER OKTOBER 20122012
WAKTU WAKTU : : 10.2010.20 – – 13.00 WIB13.00 WIB
SKENARIO
SKENARIO
SKENARIO 1
SKENARIO 1
Rudi umur 35Rudi umur 35 tahun, perokok, merasakan jantungnytahun, perokok, merasakan jantungnya berdebar cepat, tidak a berdebar cepat, tidak teratur. Rasa tidak teratur. Rasa tidak enak di dada sudah berulang dan hilang timbul. Ayah rudi dulu juga menderita sakit seperti enak di dada sudah berulang dan hilang timbul. Ayah rudi dulu juga menderita sakit seperti ini. Dokter menganjurkan untuk pemeriksaan EKG. Pada hasil pemeriksaan di dapati: TD ini. Dokter menganjurkan untuk pemeriksaan EKG. Pada hasil pemeriksaan di dapati: TD 180/120 mmhg, pernafasan 28 x/menit, HR 160 x/menit
180/120 mmhg, pernafasan 28 x/menit, HR 160 x/menit irregular.irregular.
Penyakit apakah yang di derita
BAB IV
BAB IV
PEMBAHASAN SKENARIO
PEMBAHASAN SKENARIO
1.
1. KLARIFIKASI ISTILAH
KLARIFIKASI ISTILAH
EKGEKG
Suatu pemeriksaan dengan merekam kegyatan listrik dari otot jantung sebagai Suatu pemeriksaan dengan merekam kegyatan listrik dari otot jantung sebagai penunjang untuk mengetahui ada tidaknya kondisi patologis jantung dengan penunjang untuk mengetahui ada tidaknya kondisi patologis jantung dengan konsep segitiga sama sisi.
konsep segitiga sama sisi.
IRREGULERIRREGULER Tidak beraturan Tidak beraturan
2.
2. MENETAPKAN MASALAHMENETAPKAN MASALAH 1.
1. Rudi umur 35 tahun jantungnya berdebar cepat, tidak teratur, dan didapatkanRudi umur 35 tahun jantungnya berdebar cepat, tidak teratur, dan didapatkan rasa tidak enak di dada sudah berulang dan hilang
rasa tidak enak di dada sudah berulang dan hilang timbul.timbul. 2.
2. Ayah Rudi dulu juga menderita sakit seperti Ayah Rudi dulu juga menderita sakit seperti ini.ini. 3.
3. Didapatkan TD 180/120 mmhg, pernafasan 28x/menit, HR 160x/menitDidapatkan TD 180/120 mmhg, pernafasan 28x/menit, HR 160x/menit irreguler.
irreguler.
3.
3. MENGANALISIS MASALAHMENGANALISIS MASALAH a.
a. Kelainan pada jantungKelainan pada jantung b.
b. Adanya penyakit keturunanAdanya penyakit keturunan c.
c. TD TD 180/120 180/120 mmhg mmhg : : HipertensiHipertensi pernafasan
pernafasan 28x/menit 28x/menit : : TakipnevTakipnev HR
HR 160x/menit 160x/menit irreguler irreguler : : AritmiaAritmia
4.
4. KESIMPULAN SEMENTARAKESIMPULAN SEMENTARA Rudi umur 35 tahun
Rudi umur 35 tahun mengalami kelainan jantung yang berupa aritmia.mengalami kelainan jantung yang berupa aritmia.
5.
5. TUJUAN BELAJARTUJUAN BELAJAR
1)
1) Anatomi Dan Fisiologi Jantung.Anatomi Dan Fisiologi Jantung. 2)
3)
3) Definisi, Etiologi, Dan EDefinisi, Etiologi, Dan Epidemiologi.pidemiologi. 4)
4) Patofisiologi Dan Manifestasi Aritmia.Patofisiologi Dan Manifestasi Aritmia. 5)
5) Anamnesis Dan Pemeriksaan fisik Aritmia.Anamnesis Dan Pemeriksaan fisik Aritmia. 6)
6) Pemeriksaan Penunjang Aritmia.Pemeriksaan Penunjang Aritmia. 7)
7) PenatalaksaPenatalaksanaan naan Aritmia.Aritmia. 8)
BAB V
BAB V
KAJIAN TEORI
KAJIAN TEORI
V.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG
V.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI JANTUNG
V.1.1
V.1.1 Anatomi
Anatomi Jantung
Jantung
A. LETAK JANTUNG A. LETAK JANTUNG Berbentuk segitiga dengan: Berbentuk segitiga dengan:
1.
1. Basis : menghubungkan dua titik diantara, costae ke-3 kanan (2 Basis : menghubungkan dua titik diantara, costae ke-3 kanan (2 cm dari tepi cm dari tepi sternum)sternum) dan costae ke-2 kiri (1 cm dari tepi sternum).
dan costae ke-2 kiri (1 cm dari tepi sternum). 2.
2. Apex : ruang antar costae 5 kiri (4 cm dari Apex : ruang antar costae 5 kiri (4 cm dari garis medial).garis medial). 3.
3. Dengan menarik garis antara 2 tanda itu Dengan menarik garis antara 2 tanda itu (basis dan apex) kedudukan jantung dapat(basis dan apex) kedudukan jantung dapat ditunjukkan.
ditunjukkan.
B. BENTUK JANTUNG B. BENTUK JANTUNG
1.
1. Bentuk : kerucut berongga, dengan basis diatas, apex dibawah.Bentuk : kerucut berongga, dengan basis diatas, apex dibawah. 2.
2. Ukuran : sebesar kepalan tangan kita.Ukuran : sebesar kepalan tangan kita. 3.
3. Letak : didalam rongga dada diantara kedua paru dibelakang sternum.Letak : didalam rongga dada diantara kedua paru dibelakang sternum.
C. LAPISAN JANTUNG C. LAPISAN JANTUNG
1.
1. Perikardium: lapisan pembungkus jantung, ada dua macam:Perikardium: lapisan pembungkus jantung, ada dua macam: 1.1
1.1 Perikardium Viseralis: pembungkus jantung yang melekat pada Perikardium Viseralis: pembungkus jantung yang melekat pada jaringan jantung.jaringan jantung. 1.2 Perikardium Parietalis: pembungkus jantung yang terletak disebelah luar perikardium 1.2 Perikardium Parietalis: pembungkus jantung yang terletak disebelah luar perikardium
parietalis. parietalis. 1.3
1.3 Cavum Pericardial: rongga antara perikardium visceralis dan perikardium parietalis.Cavum Pericardial: rongga antara perikardium visceralis dan perikardium parietalis. 1.4
1.4 Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan:Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan:
2.
3.
3. Miokardium: lapisan jantung bagian tengah, yang terdiri dari Miokardium: lapisan jantung bagian tengah, yang terdiri dari otot jantung.otot jantung. 4.
4. Endokardium: lapisan sebelah dalam, yang melapisi Endokardium: lapisan sebelah dalam, yang melapisi rongga jantung.rongga jantung.
D. RUANG JANTUNG D. RUANG JANTUNG
Jantung dibagi menjadi 4
Jantung dibagi menjadi 4 ruangan:ruangan:
1.
1. Atrium dextra: serambi kanan.Atrium dextra: serambi kanan. 2.
2. Atrium sinistra: serambi kiri.Atrium sinistra: serambi kiri. 3.
3. Septum intratrial: jaringan pemisahSeptum intratrial: jaringan pemisah antara. atrium dextra dan atrium antara. atrium dextra dan atrium sinistra.
sinistra. 4.
4. Ventrikel dextra: bilik kanan.Ventrikel dextra: bilik kanan. 5.
5. Ventrikel sinistra; bilik kiri.Ventrikel sinistra; bilik kiri. 6.
6. Septum interventrikular jaringan pemisah antara ventrikel dextra dan ventrikel sinistra.Septum interventrikular jaringan pemisah antara ventrikel dextra dan ventrikel sinistra.
E. PEMBULUH DARAH JANTUNG E. PEMBULUH DARAH JANTUNG
1.
1. Aorta: pembuluh darah yang keluar dari ventrikel Aorta: pembuluh darah yang keluar dari ventrikel sinistra, membawa darah bersih kesinistra, membawa darah bersih ke seluruh tubuh.
seluruh tubuh. 2.
2. Arteri pulmonalis: pembuluh darah yang keluar dari ventrikel dextra, Arteri pulmonalis: pembuluh darah yang keluar dari ventrikel dextra, membawa darahmembawa darah kotor ke paru-paru.
kotor ke paru-paru. 3.
3. Vena cava superior: pembuluh darah yang membawa darah dari bagian atas jantungVena cava superior: pembuluh darah yang membawa darah dari bagian atas jantung menuju atrium kanan.
menuju atrium kanan. 4.
4. Vena cava inferior pembuluh darah yang membawa darah dari baVena cava inferior pembuluh darah yang membawa darah dari bagian bawah jantunggian bawah jantung menuju atrium dextra.
menuju atrium dextra. 5.
5. Vena pulmonalis: pembuluh darah yang membawa darah dari paru-paru menuju atriumVena pulmonalis: pembuluh darah yang membawa darah dari paru-paru menuju atrium sinistra.
sinistra. 6.
6. Arteri coronaria dextra: arteri Arteri coronaria dextra: arteri yang keluar dari aorta, mensuplay darah untuk jantungyang keluar dari aorta, mensuplay darah untuk jantung kanan.
kanan. 7.
7. Arteri coronaria sinistra: arteri Arteri coronaria sinistra: arteri yang keluar dari aorta, mensuplay darah untuk jantungyang keluar dari aorta, mensuplay darah untuk jantung kiri.
F. KATUB JANTUNG F. KATUB JANTUNG
1.
1. Valvula trikuspid: katub tiga lembar, Valvula trikuspid: katub tiga lembar, yang memisahkan antara atrium kanan danyang memisahkan antara atrium kanan dan ventrikel kanaan.
ventrikel kanaan. 2.
2. Valvula bikuspid (mitral): katub dua lValvula bikuspid (mitral): katub dua lembar, yang memisahkan aantara atrium kiri danembar, yang memisahkan aantara atrium kiri dan ventrikel kiri.
ventrikel kiri. 3.
3. Valvula aorta: katub yang memisahkan antara ventrikel kiri dan Valvula aorta: katub yang memisahkan antara ventrikel kiri dan aorta.aorta. 4.
4. Katup pulmunal: katub yang memisahkan antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis.Katup pulmunal: katub yang memisahkan antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis. 5.
5. Chorda tendinae: jeringan (ligamen) yang melekat pada lembar katub jantung yangChorda tendinae: jeringan (ligamen) yang melekat pada lembar katub jantung yang berbentuk seperti jari.
berbentuk seperti jari. 6.
6. Musculus papilaris: tonjolan otot (pangkal dari chorda tendinae).Musculus papilaris: tonjolan otot (pangkal dari chorda tendinae).
G. SIRKULASI PULMONAR G. SIRKULASI PULMONAR
1.
1. Truncus pulmonar: arteri yang keluar dari ventrikel Truncus pulmonar: arteri yang keluar dari ventrikel kanan, kemudian bercabankanan, kemudian bercabang jadi dua.g jadi dua. 2.
2. Arteri pulmonalis dextra: cabang dari truncus pulmonar Arteri pulmonalis dextra: cabang dari truncus pulmonar yang menuju paru sebelahyang menuju paru sebelah kanan.
kanan. 3.
3. Arteri pulmonalis sinistra: cabang dari truncus pulmonar Arteri pulmonalis sinistra: cabang dari truncus pulmonar yang menuju paru sebelah kiri.yang menuju paru sebelah kiri. 4.
4. Vena pulmonalis dextra: vena dari paru kanan menuju ke Vena pulmonalis dextra: vena dari paru kanan menuju ke atrium kiri.atrium kiri. 5.
5. Vena pulmonalis sinistra: vena dari paru kiri menuju ke atrium kiri.Vena pulmonalis sinistra: vena dari paru kiri menuju ke atrium kiri.
H. AORTA H. AORTA
1.
1. Aorta ascenden: aorta yang berjalan lupus keatas (dari ventrikel kiri)Aorta ascenden: aorta yang berjalan lupus keatas (dari ventrikel kiri) .. 2.
2. Coronaria sinistra: cabang dari aorta ascenden, mengairi darah ke jantung kiriCoronaria sinistra: cabang dari aorta ascenden, mengairi darah ke jantung kiri .. 3.
3. A. Coronaria dextra: cabang dari aorta A. Coronaria dextra: cabang dari aorta ascendenascenden, mengairi darah ke , mengairi darah ke jantung kanan.jantung kanan. 4.
4. Arcus Aorta: bagian dari aorta Arcus Aorta: bagian dari aorta yang melengkung (diatas aorta ascendenyang melengkung (diatas aorta ascenden), keluar tiga), keluar tiga cabang:
cabang: 4.1
4.1 A. Brakiosefalika.A. Brakiosefalika. 4.2
4.3 A. Subklavia sinistra. 4.3 A. Subklavia sinistra.
I. AORTA TORAKSIKA I. AORTA TORAKSIKA
1.
1. Pericardial: menuju pericardium.Pericardial: menuju pericardium. 2.
2. A. Bronkial: menuju bronkus.A. Bronkial: menuju bronkus. 3.
3. A. Esofagial: menuju esophagus.A. Esofagial: menuju esophagus. 4.
4. A. Intercostalis: menuju ruang antar costa.A. Intercostalis: menuju ruang antar costa. 5.
5. A. Frenika.A. Frenika.
J. AORTA ABDOMINALIS J. AORTA ABDOMINALIS
1.
1. A. Seliaka: bercabang tiga:A. Seliaka: bercabang tiga: 1.1
1.1 A. Gastrika sinistra: menuju lambung.A. Gastrika sinistra: menuju lambung. 1.2
1.2 A. Splenika: menuju limpa.A. Splenika: menuju limpa. 1.3
1.3 1.3A. Hepatika komunis: menuju hati.1.3A. Hepatika komunis: menuju hati. 2
2 A. Mesenterika superior: menuju A. Mesenterika superior: menuju mesenterium usus.mesenterium usus. 3
3 A. Suprarenalis: menuju glandula suprarenal.A. Suprarenalis: menuju glandula suprarenal. 4
4 A. Renalis: menuju ginjal.A. Renalis: menuju ginjal. 5
5 A. Testikularis: menuju testis.A. Testikularis: menuju testis. 6
6 A. Mesenterica inferior: menuju mesenterium usus.A. Mesenterica inferior: menuju mesenterium usus. 7
7 A. Lumbalis: menuju area pinggang.A. Lumbalis: menuju area pinggang. 8
8 A. Sacralis: menuju area sacrum.A. Sacralis: menuju area sacrum.
K. ARTER
K. ARTERI I ILIACA KOMUNIS ILIACA KOMUNIS DEXTRA DAN DEXTRA DAN SINISTRASINISTRA 1.
1. A. Iliaca interna → A. Pudenda interna: menuju alat kelaminA. Iliaca interna → A. Pudenda interna: menuju alat kelamin.. 2.
2. A. Iliaca eksterna → A. Femoralis: menuju pahaA. Iliaca eksterna → A. Femoralis: menuju paha.. 3.
3. A. Poplitea: menuju belakang lutut.A. Poplitea: menuju belakang lutut. 4.
II. VENA KEPALA, OTAK, LEHER. VENA KEPALA, OTAK, LEHER
1.
1. V. Jugularis eksterna.V. Jugularis eksterna. 2.
2. V. jugularis interna.V. jugularis interna. 3.
3. V. Aksilaris: dari ketiak.V. Aksilaris: dari ketiak. 4.
4. V. Brakialis: dari lengan atas.V. Brakialis: dari lengan atas. 5.
5. V. Radialis: dari lengan bawah searah ibu jari.V. Radialis: dari lengan bawah searah ibu jari. 6.
6. V. Ulnaris: dari lengan bawah searah kelingking.V. Ulnaris: dari lengan bawah searah kelingking. 7.
7. V. Sefalika.V. Sefalika. 8.
8. V. Basilika.V. Basilika. 9.
9. V. Medial kubiti.V. Medial kubiti.
M. VENA THORAX M. VENA THORAX 1. 1. V. Brakiosefalika.V. Brakiosefalika. 2. 2. V. Azigos.V. Azigos. 3. 3. V. Hemiazigos.V. Hemiazigos.
N. VENA ABDOMEN ET PELVIS N. VENA ABDOMEN ET PELVIS
1.
1. V. Cava Inferior.V. Cava Inferior. 2.
2. Sistem Portal hepatik, terdiri:Sistem Portal hepatik, terdiri: 3.
3. V. Splenikus.V. Splenikus. 4.
4. V. Mesenterica superior.V. Mesenterica superior. 5.
5. V. Porta hepatic.V. Porta hepatic.
O. VENA EKSTREMITAS INFERIOR O. VENA EKSTREMITAS INFERIOR
1.
1. V. Iliaca eksternaV. Iliaca eksterna 2.
2. V. femoralis.V. femoralis. 3.
3. V. Poplitea.V. Poplitea. 4.
4. V. Tibialis posterior et anterior.V. Tibialis posterior et anterior. 5.
6. 6. V. Superfisialis.V. Superfisialis. 7. 7. V. Sefanus.V. Sefanus.
V.1.2. FISIOLOGI JANTUNG
V.1.2. FISIOLOGI JANTUNG
V.1.2.1Siklus Aliran Darah V.1.2.1Siklus Aliran Darah
Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik masuk ke atrium kanan melalui Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik masuk ke atrium kanan melalui dua vena besar, vena kava, satu mengembalikan darah dari level di atas jantung dan dua vena besar, vena kava, satu mengembalikan darah dari level di atas jantung dan yang lain dari level di bawah jantung. tetes darah yang masuk ke atrium kanan telah yang lain dari level di bawah jantung. tetes darah yang masuk ke atrium kanan telah kembali dari jaringan tubuh, dimana O
kembali dari jaringan tubuh, dimana O₂₂ telah kembali darinya dan COtelah kembali darinya dan CO₂₂ ditambahkanditambahkan ke dalamnya
ke dalamnya. darah yang terde. darah yang terdeoksigenasi oksigenasi parsial ini mengalir dari atrium kaparsial ini mengalir dari atrium kanan kenan ke dalam ventrikel kanan, yang dipompa ke dalam atrium pulmonalis, yang membentuk dalam ventrikel kanan, yang dipompa ke dalam atrium pulmonalis, yang membentuk dua cabang yang berjalan ke masing masing dari kedua paru. karena itu, sisi kanan dua cabang yang berjalan ke masing masing dari kedua paru. karena itu, sisi kanan jantung menerima darah dari
jantung menerima darah dari sirkulasi sisitemik dan memompanya ke sirkulasi sisitemik dan memompanya ke dalam sirkulasidalam sirkulasi paru.
paru.
Di dalam paru, tetes darah tersebut kehilangan CO
Di dalam paru, tetes darah tersebut kehilangan CO₂₂ ekstra dan menyerapekstra dan menyerap pasokan segar O
pasokan segar O₂₂ sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis yangsebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis yang dating dari kedua paru. darah kaya O
dating dari kedua paru. darah kaya O₂₂ yang kembali ke atrium kiri selanjutnyayang kembali ke atrium kiri selanjutnya mengalir ke dalam ventrikel kiri, rongga pemompa yang mendorong darah ke seluruh mengalir ke dalam ventrikel kiri, rongga pemompa yang mendorong darah ke seluruh
system tubuh kevuali paru; jadi, sisi kiri jantung menerima darah dari sirkulasi paru system tubuh kevuali paru; jadi, sisi kiri jantung menerima darah dari sirkulasi paru dan memompanya ke dalam sirkulasi sistemik. Darah yang kaya O
dan memompanya ke dalam sirkulasi sistemik. Darah yang kaya O₂₂ lalu dipompa kelalu dipompa ke dalam aorta, dimana aorta bercabang-cabang menjadi arteri-arteri besar yang dalam aorta, dimana aorta bercabang-cabang menjadi arteri-arteri besar yang mendarahi berbagai organ tubuh.
mendarahi berbagai organ tubuh.
V.1.2.2Aktivitas Listrik Jantung V.1.2.2Aktivitas Listrik Jantung
Kontraksi otot jantung untuk menyemprotkan darah di picu oleh potensial aksi Kontraksi otot jantung untuk menyemprotkan darah di picu oleh potensial aksi yang menyapu ke seluruh membrane sel otot. Jantung berkontraksi atau b erdenyut yang menyapu ke seluruh membrane sel otot. Jantung berkontraksi atau b erdenyut secara ritmis akibat potensial aksi yang dihasilkannya sendiri, suatu sifat yang secara ritmis akibat potensial aksi yang dihasilkannya sendiri, suatu sifat yang dinamai otoritmisitas. terdapat dua jenis khusus sel otot
dinamai otoritmisitas. terdapat dua jenis khusus sel otot jantung.jantung. a.
a. Sel kontraktil, membentuk 99% sel-sel otot jantung, melakukan kerja mekanisSel kontraktil, membentuk 99% sel-sel otot jantung, melakukan kerja mekanis memompa darah.
memompa darah. b.
b. sel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi khusus memulai dan menghantarkansel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi khusus memulai dan menghantarkan potensial aksi yang menyebabkan kontraksi sel-sel jantung kontraktil. Pergeseran potensial aksi yang menyebabkan kontraksi sel-sel jantung kontraktil. Pergeseran lambat potensial membrane sel otoritmik ke
lambat potensial membrane sel otoritmik ke ambang disebut potensial pemacu.ambang disebut potensial pemacu.
Sel-sel jantung non-kontraktil yang mampu melakukan otoritmisitas terletak di Sel-sel jantung non-kontraktil yang mampu melakukan otoritmisitas terletak di tempat-tempat berikut :
tempat-tempat berikut :
1
1 Nodus sinuatrialis (nodus SA), suatu daerah kecil khusus di dinding atriumNodus sinuatrialis (nodus SA), suatu daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat pintu masuk vena
kanan dekat pintu masuk vena kava superior.kava superior. 2
2 Nodus aNodus atrioventrikularis (nodus trioventrikularis (nodus AV), suatu AV), suatu berkas kecberkas kecil il sel-sel otot jantungsel-sel otot jantung khusus yang terletak di dasar atrium kanan dekat sepyum, tepat di atas khusus yang terletak di dasar atrium kanan dekat sepyum, tepat di atas pertemuan atrium dan ventrikel.
3
3 Berkas His (berkas atrioventrikular), suatu jaras sel-sel khusus yang berasalBerkas His (berkas atrioventrikular), suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk ke septum antarventrikel. Disini berkas tersebut dari nodus AV dan masuk ke septum antarventrikel. Disini berkas tersebut terbagi menjadi cabang berkas kanan dan kiri yang turun menyusuri septum, terbagi menjadi cabang berkas kanan dan kiri yang turun menyusuri septum, melengkung mengelilingi ujung rongga ventrikel, dan berjalan balik kea rah melengkung mengelilingi ujung rongga ventrikel, dan berjalan balik kea rah atrium di sepanjang dinding luar.
atrium di sepanjang dinding luar. 4
4 Serat Purkinje, serat-serat halus terminal yang menjulur dari berkas His danSerat Purkinje, serat-serat halus terminal yang menjulur dari berkas His dan menyebar ke seluruh miokard ventrikel seperti ranting kecil dari suatu cabang menyebar ke seluruh miokard ventrikel seperti ranting kecil dari suatu cabang pohon.
pohon.
Penyebaran normal eksitasi jantung diatur secara cermat agar kriteria diatas Penyebaran normal eksitasi jantung diatur secara cermat agar kriteria diatas terpenuhi dan jantung berfungsi secara efisien,
terpenuhi dan jantung berfungsi secara efisien, sebagai berikut;sebagai berikut;
V.1.2.3 EKSITASI ATRIUM V.1.2.3 EKSITASI ATRIUM
Potensial aksi yang berasal dari nodus SA mula-mula menyebar ke kedua atrium, Potensial aksi yang berasal dari nodus SA mula-mula menyebar ke kedua atrium, terutama dari sel ke sel melalui taut celah.
terutama dari sel ke sel melalui taut celah.
1.
1. Jalur antaratrium terbentang dari nodus SA di dalam atrium kanan keJalur antaratrium terbentang dari nodus SA di dalam atrium kanan ke atrium kiri. karena jalur ini dengan cepat menghantarkan potennsial aksi atrium kiri. karena jalur ini dengan cepat menghantarkan potennsial aksi dari nodus SA ke ujung jalur di atrium kiri maka gelombang eksitasi dapat dari nodus SA ke ujung jalur di atrium kiri maka gelombang eksitasi dapat menyebar melintasi taut celah di seluruh atrium kiri pada saat yang sama menyebar melintasi taut celah di seluruh atrium kiri pada saat yang sama dengan eksitasi menyebar ke seluruh atrium
dengan eksitasi menyebar ke seluruh atrium kanan.kanan. 2.
2. Jalur antarnodus terbentang dari nodus SA ke nodus AV.Jalur antarnodus terbentang dari nodus SA ke nodus AV.
V.1.2.4 HANTARAN ANTARA ATRIUM DAN
V.1.2.4 HANTARAN ANTARA ATRIUM DAN VENTRIKELVENTRIKEL
Potensial aksi dihantarkan secara relative lambat melalui nodus AV. kelambatan Potensial aksi dihantarkan secara relative lambat melalui nodus AV. kelambatan ini menguntungkan karena member waktu bagi ventrikel untuk terisi penuh. ini menguntungkan karena member waktu bagi ventrikel untuk terisi penuh. Implus tertunda
Implus tertunda sekitar sekitar 100mdet (pe100mdet (penundaan nnundaan nodus AV), yodus AV), yang memungang memungkinkankinkan atrium terdepolarisasi sempurna dan berkontraksi, mengosongkan isinya ke
atrium terdepolarisasi sempurna dan berkontraksi, mengosongkan isinya ke dalamdalam ventrikel, sebelum ventrikel terdepolarisasi dan berkontraksi.
ventrikel, sebelum ventrikel terdepolarisasi dan berkontraksi.
V.1.2.5 EKSITASI VENTRIKEL V.1.2.5 EKSITASI VENTRIKEL
Setelah tertunda di nodus AV, implus lalu mengalir cepat menuruni septum Setelah tertunda di nodus AV, implus lalu mengalir cepat menuruni septum melalui cabang kanan dan kiri berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium melalui cabang kanan dan kiri berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium
ventrikel melalui serat Purkinje. Penghantaran cepat potensial aksi menyusuri ventrikel melalui serat Purkinje. Penghantaran cepat potensial aksi menyusuri berkas His dan distribusinya yang segera ke seluruh anyaman Purkinje berkas His dan distribusinya yang segera ke seluruh anyaman Purkinje menyebabkan pengaktifan sel-sel miokardium di kedua ventrikel terjadi hampir menyebabkan pengaktifan sel-sel miokardium di kedua ventrikel terjadi hampir serentak, yang memastikan kontraksi tunggal mulus terkoordinasi yang dapat serentak, yang memastikan kontraksi tunggal mulus terkoordinasi yang dapat secara efisien memompa darah ke dalam sirkulasi sistemik dan paru pada saat secara efisien memompa darah ke dalam sirkulasi sistemik dan paru pada saat yang sama.
yang sama.
V.2 JENIS-JENIS GANGGUAN IRAMA JANTUNG
V.2 JENIS-JENIS GANGGUAN IRAMA JANTUNG
V.2.1 Aritma V.2.1 Aritma
Aritmia adalah irama jantung yang abnormal, dimana jantung berdenyut Aritmia adalah irama jantung yang abnormal, dimana jantung berdenyut secara tidak teratur, bisa terlalu cepat atau lambat. Aritmia bisa terjadi begitu saja secara tidak teratur, bisa terlalu cepat atau lambat. Aritmia bisa terjadi begitu saja tanpa sebab, atau akibat sesuatu yang merangsang jantung seperti stres, tembakau, tanpa sebab, atau akibat sesuatu yang merangsang jantung seperti stres, tembakau, kafein, atau stimulan lainnya. Aritmia bisa berkembang setelah terjadinya serangan kafein, atau stimulan lainnya. Aritmia bisa berkembang setelah terjadinya serangan jantung karena
jantung karena adanya jaringan adanya jaringan parut parut yang terbentuk, yang terbentuk, yang dapat yang dapat mengganggu aliranmengganggu aliran listrik yang melewati jantung.
listrik yang melewati jantung.
Aritmia dapat dikategorikan menurut tempat asal gangguan listrik dalam Aritmia dapat dikategorikan menurut tempat asal gangguan listrik dalam jantung.
jantung. Aritmia Aritmia yang yang dimulai dimulai dari dari serambi serambi jantung jantung (atrium) (atrium) disebut disebut atrialatrial supraventikular, sedangkan yang berasal dari bilik jantung (ventrikel) disebut aritmia supraventikular, sedangkan yang berasal dari bilik jantung (ventrikel) disebut aritmia ventrikular.
1a. Supraventrikular Takikardia 1a. Supraventrikular Takikardia
Jenis aritmia ini ditandai dengan timbulnya denyut jantung cepat secara Jenis aritmia ini ditandai dengan timbulnya denyut jantung cepat secara mendadak yang berasal dari serambi jantung. Serangan ini bisa berlangsung mendadak yang berasal dari serambi jantung. Serangan ini bisa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa hari. Ada suatu kondisi yang disebut selama beberapa detik hingga beberapa hari. Ada suatu kondisi yang disebut sindrom Wolff-Parkinson-White, yang dikaitkan dengan adanya jalur listrik sindrom Wolff-Parkinson-White, yang dikaitkan dengan adanya jalur listrik tambahan yang terjadi di antara serambi dan bilik jantung. Jalur ini tambahan yang terjadi di antara serambi dan bilik jantung. Jalur ini menyebabkan banyaknya impuls listrik mencapai bilik. Sehingga menyebabkan banyaknya impuls listrik mencapai bilik. Sehingga mempercepat denyut jantung.
mempercepat denyut jantung. 1b. Atrial Flutter.
1b. Atrial Flutter.
Kondisi ini dimana serambi jantung berdenyut, menimbulkan denyut jantung Kondisi ini dimana serambi jantung berdenyut, menimbulkan denyut jantung cepat yaitu sebanyak 300 kali dalam satu menit. Beberapa dari denyut itu cepat yaitu sebanyak 300 kali dalam satu menit. Beberapa dari denyut itu diteruskan ke bilik, sehingga menghasilkan denyut 100-150 kali per menit diteruskan ke bilik, sehingga menghasilkan denyut 100-150 kali per menit secara teratur.
secara teratur.
1c. Fibrilasi Atrial. 1c. Fibrilasi Atrial.
Pada fibrilasi atrial, serambi jantung berdenyut cepat antara 300-600 kali per Pada fibrilasi atrial, serambi jantung berdenyut cepat antara 300-600 kali per menit secara tidak teratur. Bilik juga menimbulkan denyutan sehingga menit secara tidak teratur. Bilik juga menimbulkan denyutan sehingga menimbulkan irama jantung tidak teratur dan
menimbulkan irama jantung tidak teratur dan cepat.cepat. 1d. Takikardia Ventrikular
1d. Takikardia Ventrikular
Pada jenis aritmia ini, sinyal listrik yang salah muncul dari bilik jantung yang Pada jenis aritmia ini, sinyal listrik yang salah muncul dari bilik jantung yang menyebabk
menyebabkan bilik an bilik berdenyut lebih cepat. Takikardia ventrikular hampir berdenyut lebih cepat. Takikardia ventrikular hampir selaluselalu terkait dengan dengan penyakit jantung atau serangan jantung yang baru terkait dengan dengan penyakit jantung atau serangan jantung yang baru terjadi, serta dapat berubah menjadi aritmia
terjadi, serta dapat berubah menjadi aritmia yang serius.yang serius. 1e. Fibrilasi Ventrikular
1e. Fibrilasi Ventrikular
Sinyal listrik yang tiba-tiba pada bilik jantung, menyebabkan jantung tiba-tiba Sinyal listrik yang tiba-tiba pada bilik jantung, menyebabkan jantung tiba-tiba bergetar dan berhenti memompa, sehingga darah tidak mengalir sampai ke bergetar dan berhenti memompa, sehingga darah tidak mengalir sampai ke otak. Fibrilasi ventrikular
1f. Bradikardia. 1f. Bradikardia.
Bradiaritmia terjadi karena kegagalan nodus sinoatrial yang menyebabkan Bradiaritmia terjadi karena kegagalan nodus sinoatrial yang menyebabkan depolarisasi regular, dan kegagalan sistem konduksi dalam meneruskan depolarisasi regular, dan kegagalan sistem konduksi dalam meneruskan depolarisasi ke ventrikel. Bila nodus berhenti memberikan impuls; pacu depolarisasi ke ventrikel. Bila nodus berhenti memberikan impuls; pacu jantung
jantung kedua kedua yang yang bekerja bekerja biasanya biasanya adalah adalah nodus nodus atrium atrium ventrikular; ventrikular; bilabila nodus atrium ventrikular yang mengalami blok, timbul ekratisol ventrikular nodus atrium ventrikular yang mengalami blok, timbul ekratisol ventrikular baik dari jaringan konduksi atau dari miokard ventrikel itu sendiri.
baik dari jaringan konduksi atau dari miokard ventrikel itu sendiri.
V.3 DEFINISI, ETIOLOGI, DAN EPIDEMIOLOGI ARITMIA
V.3 DEFINISI, ETIOLOGI, DAN EPIDEMIOLOGI ARITMIA
V.3.1 DEFINISI V.3.1 DEFINISI
Adalah suatu gangguan jantung yang di tandai dengan gangguan irama jantung Adalah suatu gangguan jantung yang di tandai dengan gangguan irama jantung (denyut jantung abnormal).
(denyut jantung abnormal). V.3.2 ETIOLOGI
V.3.2 ETIOLOGI a.
a. PeradangaPeradangan jantung n jantung misalnya demam rematik,peradang miokard.misalnya demam rematik,peradang miokard. b.
b. Gangguan sirkulasi koroner misalnya,ischemia miokard.Gangguan sirkulasi koroner misalnya,ischemia miokard. c.
c. Karena obat (intoksikasi) seperti quinidin dan obat-obat aritmia Karena obat (intoksikasi) seperti quinidin dan obat-obat aritmia lainnya.lainnya. d.
d. Gangguan keseimbangan elektrolit.Gangguan keseimbangan elektrolit. e.
e. Gangguan psikoneurotik.Gangguan psikoneurotik. f.
f. Gangguan metabolik.Gangguan metabolik. g.
g. Gangguan kardiomiopati atau tumor jantung.Gangguan kardiomiopati atau tumor jantung. h.
h. Gangguan endokrin.Gangguan endokrin. i.
i. Penyakit degeneratif.Penyakit degeneratif.
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan aritmia Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan aritmia jantung
jantung :: 1.
1. Penyakit arteri koroner.Penyakit arteri koroner. 2.
2. Hipertensi.Hipertensi. 3.
3. Penyakit bawaan.Penyakit bawaan. 4.
4. Masalah pada tiroid.Masalah pada tiroid. 5.
5. Obat dan suplement.Obat dan suplement. 6.
6. Obesitas.Obesitas. 7.
7. Diabetes.Diabetes. 8.
9.
9. Ketidak seimbangan elektrolit.Ketidak seimbangan elektrolit. 10.
10. Terlalu banyak minum alkohol.Terlalu banyak minum alkohol. 11.
11. Konsumsi kafein atau nikotin.Konsumsi kafein atau nikotin.
Takikardi aritmia Takikardi aritmia
Etiologi : suatu sirkuit re-entri terjadi karena adanya jalur tambahan : Etiologi : suatu sirkuit re-entri terjadi karena adanya jalur tambahan :
a.
a. Diantara atrium dan ventrikel.Diantara atrium dan ventrikel. b.
b. Diantara antrium dan AV Node.Diantara antrium dan AV Node. Fibrilasi atrium
Fibrilasi atrium
Etiologi : atrium mengalami depolarisasi secara spontan dengan cepat dan tidak Etiologi : atrium mengalami depolarisasi secara spontan dengan cepat dan tidak beraturan (300 x /menit)
beraturan (300 x /menit) Flutter atrium
Flutter atrium
Etiologi : depolarisasi atrium dgn
Etiologi : depolarisasi atrium dgn kecepatan 300 x /menitkecepatan 300 x /menit Takikardia ventrikel
Takikardia ventrikel
Etiologi : aktivitas miokardium ventrikel yang di picu secara abnormal, disebabkan Etiologi : aktivitas miokardium ventrikel yang di picu secara abnormal, disebabkan gangguan metabolik
gangguan metabolik Bradikardia
Bradikardia
Etiologi : karena kegagalan SA Node untuk menyebabkan depolarisasi regular, atau Etiologi : karena kegagalan SA Node untuk menyebabkan depolarisasi regular, atau kegagalan sistem konduksi dalam meneruskan depolarisasi ventrikel.
kegagalan sistem konduksi dalam meneruskan depolarisasi ventrikel.
V.3.3 EPIDEMIOLOGI V.3.3 EPIDEMIOLOGI
1.
1. 1% populasi berusia 50 tahun keatas1% populasi berusia 50 tahun keatas 2.
2. 10% populasi diatas 80 tahun10% populasi diatas 80 tahun 3.
3. Lebih banyak pada laki-laki dari pada perempuanLebih banyak pada laki-laki dari pada perempuan 4.
4. Pada dewasa umPada dewasa umur <35 tahun, 100 x lebih rendah daur <35 tahun, 100 x lebih rendah dari pada yang ri pada yang >35 tahun>35 tahun 5.
5. Pada negara maju (kematian mendadak) umur 40-50 tahun.Pada negara maju (kematian mendadak) umur 40-50 tahun. Di Amerika tahun 2001 (450.000 maeninggal karena aritmia) Di Amerika tahun 2001 (450.000 maeninggal karena aritmia)
V.4 PATOFISIOLOGI DAN MANIFESTASI ARITMIA
V.4 PATOFISIOLOGI DAN MANIFESTASI ARITMIA
V.4.1 Patofisiologi
V.4.1 Patofisiologi
Di dalam jantung terdapat sel-sel yang mempunyai sifat automatisasi artinya dapat Di dalam jantung terdapat sel-sel yang mempunyai sifat automatisasi artinya dapat dengan sendirinya secara teratur melepaskan rangsang. Impuls yang di hasilkan dari sel-sel dengan sendirinya secara teratur melepaskan rangsang. Impuls yang di hasilkan dari sel-sel ini akan digunakan untuk menstimulus otot jantung untuk melakukan kontraksi.
ini akan digunakan untuk menstimulus otot jantung untuk melakukan kontraksi.
Sel-sel tersebut adalah SA node, AV node, Bundle His, dan serabut Purkinjee. Secara Sel-sel tersebut adalah SA node, AV node, Bundle His, dan serabut Purkinjee. Secara normal, impuls akan di hasilkan oleh SA node, yang kemudian diteruskan ke AV node, normal, impuls akan di hasilkan oleh SA node, yang kemudian diteruskan ke AV node, bundle his, dan terakhir ke serabut purkinje. Terjadinya aritmia dapat disebabkan oleh bundle his, dan terakhir ke serabut purkinje. Terjadinya aritmia dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor yang pertama ialah menurunnya fungsi SA node, sehingga AV node berbagai faktor. Faktor yang pertama ialah menurunnya fungsi SA node, sehingga AV node menghasilkan impuls sendiri, impuls ini akan diteruskan seperti biasanya sampai ke serabut menghasilkan impuls sendiri, impuls ini akan diteruskan seperti biasanya sampai ke serabut purkinje. Pada serabut purkinje akan diterima 2 impuls yang berasal dari SA node dan AV purkinje. Pada serabut purkinje akan diterima 2 impuls yang berasal dari SA node dan AV node sehingga menyebabkan mekanisme reentry. Kedua, impuls yang dihasilkan oleh SA node sehingga menyebabkan mekanisme reentry. Kedua, impuls yang dihasilkan oleh SA node, akan terhambat pada percabangan SA node (Sinus arrest) sehingga impuls tidak sampai node, akan terhambat pada percabangan SA node (Sinus arrest) sehingga impuls tidak sampai ke AV node, maka AV node secara otomatis akan menghasilkan impuls sendiri sehingga ke AV node, maka AV node secara otomatis akan menghasilkan impuls sendiri sehingga timbul juga irama jantung tambahan. Penghambatan impuls tidak hanya dapat terjadi pada timbul juga irama jantung tambahan. Penghambatan impuls tidak hanya dapat terjadi pada percabanga
percabangan SA node, tetapi n SA node, tetapi dapat terjadi pada bundle his jdapat terjadi pada bundle his juga.uga.
Gangguan irama jantung secara elektrofisiologik dapat
Gangguan irama jantung secara elektrofisiologik dapat disebabkan oleh:disebabkan oleh: 1.
1. Gangguan pembentukan rangsangGangguan pembentukan rangsang
Gangguan ini dapat terjadi secara aktif atau pasif. Bila gangguan rangsang terbentuk Gangguan ini dapat terjadi secara aktif atau pasif. Bila gangguan rangsang terbentuk secara aktif di luar urutan jaras hantaran normal, seringkali menimbulkan gangguan secara aktif di luar urutan jaras hantaran normal, seringkali menimbulkan gangguan irama ektopik; dan bila terbentuk secara pasif sering menimbulkan
irama ektopik; dan bila terbentuk secara pasif sering menimbulkan escape rythmescape rythm (irama pengganti).
-- Irama ektopik timbul karena pembentukan rangsang ektopik secara aktif danIrama ektopik timbul karena pembentukan rangsang ektopik secara aktif dan fenomena reentry.
fenomena reentry.
-- Escape Escape beat beat (denyut pengganti) ditimbulkan bila rangsang normal tidak atau(denyut pengganti) ditimbulkan bila rangsang normal tidak atau belum sampai pada waktu tertentu dari irama normal, sehingga bagian jantung belum sampai pada waktu tertentu dari irama normal, sehingga bagian jantung yang belum atau tidak mendapat rangsang itu bekerja secara automatis untuk yang belum atau tidak mendapat rangsang itu bekerja secara automatis untuk mengeluarka
mengeluarkan rangsangan intrinsik n rangsangan intrinsik yang memacu jantung berkontraksi. Kontraksiyang memacu jantung berkontraksi. Kontraksi inilah yang dikenal sebagai denyut pengganti (
inilah yang dikenal sebagai denyut pengganti (escape beat escape beat ).).
-- Active Active ectopic ectopic firingfiring terjadi pada keadaan di mana terdapat kenaikan kecepatanterjadi pada keadaan di mana terdapat kenaikan kecepatan automasi pembentukan rangsang pada sebagian otot jantung yang melebihi automasi pembentukan rangsang pada sebagian otot jantung yang melebihi keadaan normal, atau mengatasi irama
keadaan normal, atau mengatasi irama normal.normal.
-- Reentry Reentry terjadi bila pada sebagian otot jantung terjadi blokadeterjadi bila pada sebagian otot jantung terjadi blokade unidirectionalunidirectional (blokade terhadap rangsang dalam arah antegrad), di
(blokade terhadap rangsang dalam arah antegrad), di mana rangsang dari arah lainmana rangsang dari arah lain dapat masuk kembali secara retrograd melalui bagian yang mengalami blokade dapat masuk kembali secara retrograd melalui bagian yang mengalami blokade tadi, setelah masa refrakternya dilampaui (gambar 1). Keadaan ini menimbulkan tadi, setelah masa refrakternya dilampaui (gambar 1). Keadaan ini menimbulkan rangsang baru secara ektopik (
rangsang baru secara ektopik (ectopic beat ectopic beat ).).
Bila
Bila reentryreentry terjadi secara cepat dan berulang-ulang atau tidak teratur (padaterjadi secara cepat dan berulang-ulang atau tidak teratur (pada beberapa tempat), maka dapat menimbulkan keadaan takikardia ektopik atau beberapa tempat), maka dapat menimbulkan keadaan takikardia ektopik atau fibrilasi.
fibrilasi.
2.
2. Gangguan penghantaran (konduksi) rangsangGangguan penghantaran (konduksi) rangsang
Kelainan irama jantung dapat disebabkan oleh hambatan pada hambatan Kelainan irama jantung dapat disebabkan oleh hambatan pada hambatan (konduksi) aliran rangsang yang disebut blokade. Hambatan tersebut mengakibatkan (konduksi) aliran rangsang yang disebut blokade. Hambatan tersebut mengakibatkan tidak adanya aliran rangsang yang sampai ke bagian miokard yang seharusnya tidak adanya aliran rangsang yang sampai ke bagian miokard yang seharusnya menerima rangsang untuk dimulai kontraksi. Blokade ini dapat terjadi pada tiap menerima rangsang untuk dimulai kontraksi. Blokade ini dapat terjadi pada tiap bagian sistem hantaran rangsang (
bagian sistem hantaran rangsang (conduction system), mulai dari nodus SA atrium,conduction system), mulai dari nodus SA atrium, nodus AV, jaras His dan cabang-cabang jaras kanan dan kiri sampai pada nodus AV, jaras His dan cabang-cabang jaras kanan dan kiri sampai pada percabang
percabangan Purkinje an Purkinje dalam miokard.dalam miokard.
3.
3. Gangguan pembentukan dan penghantaran rangsangGangguan pembentukan dan penghantaran rangsang Gangguan irama jantung dapat terjadi
Gangguan irama jantung dapat terjadi sebagai akibat gangguan pembentukansebagai akibat gangguan pembentukan rangsang bersama gangguan hantaran rangsang.
V.4.2 Manifestasi klinis Aritmia
V.4.2 Manifestasi klinis Aritmia
Kebanyaka
Kebanyakan manifestasn manifestasi pasien deni pasien dengan aritmia tidagan aritmia tidak k disadari, sedisadari, sehingga terdehingga terdeteksiteksi pada saat rasa yang tidak nyaman seperti berdebar-debar, palpitasi, atau adanya denyut pada saat rasa yang tidak nyaman seperti berdebar-debar, palpitasi, atau adanya denyut jantung
jantung yang yang berturut-turut berturut-turut bertambah bertambah serta serta adanya adanya irama irama denyut denyut yang yang tidak tidak teratur.teratur. Keadaan
Keadaan ini tidak terlalu ini tidak terlalu membahayamembahayakan, kan, jika tidak terjadjika tidak terjadi gangguai gangguan hemodinamn hemodinamik.ik. Tetapi manifestasi klinik pada klien dengan aritmia yang berbahaya adalah klien Tetapi manifestasi klinik pada klien dengan aritmia yang berbahaya adalah klien merasakan nyeri dada, pusing, bahkan keadaan yang lebih serius kemungkinan pasien merasakan nyeri dada, pusing, bahkan keadaan yang lebih serius kemungkinan pasien ditemukan meninggal mendadak. Hal itu dikarenakan pasokan darah yang mengandung ditemukan meninggal mendadak. Hal itu dikarenakan pasokan darah yang mengandung nutrient dan
nutrient dan oksigen yoksigen yang ang dibutuhkan ke dibutuhkan ke jaringan tubujaringan tubuh tidak mh tidak mencukupi seencukupi sehinggahingga aktivitas/kegiatan metabolisme jaringan terganggu.
aktivitas/kegiatan metabolisme jaringan terganggu. Adapun penampilan klinis pasien sebagai berikut: Adapun penampilan klinis pasien sebagai berikut: a)
a) AnxietasAnxietas
b)
b) GelisahGelisah
c)
c) capek dan lelah serta capek dan lelah serta gangguagangguan aktivitasn aktivitas d)
d) palpitasipalpitasi
e)
e) nyeri dadanyeri dada
f)
f) vertigo, syncopevertigo, syncope
g)
g) tanda dan gejala sesak, craklestanda dan gejala sesak, crakles
h)
h) tanda hipoperfusitanda hipoperfusi
Tanda-tanda yang lain yaitu: Tanda-tanda yang lain yaitu: 1.
1. Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi );Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi );
nadi mungkin tidak teratur; defisit nadi; bunyi jantung irama tak teratur, bunyi nadi mungkin tidak teratur; defisit nadi; bunyi jantung irama tak teratur, bunyi ekstra, denyut menurun; kulit pucat, sianosis, berkeringat; edema; haluaran urin ekstra, denyut menurun; kulit pucat, sianosis, berkeringat; edema; haluaran urin menurun bila curah jantung menurun berat.
menurun bila curah jantung menurun berat. 2.
2. Sinkop, pusing, berdenyut, sakit kepala, disorientasi, bingung, letargi, perubahanSinkop, pusing, berdenyut, sakit kepala, disorientasi, bingung, letargi, perubahan pupil.
pupil. 3.
3. Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina,Nyeri dada ringan sampai berat, dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina, gelisah
4.
4. Nafas pendek, batuk, perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan; bunyi nafasNafas pendek, batuk, perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan; bunyi nafas tambahan (krekels, ronki, mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan tambahan (krekels, ronki, mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal; hemoptisis.
pulmonal; hemoptisis. 5.
5. demam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi, eritema, edema (trombosisdemam; kemerahan kulit (reaksi obat); inflamasi, eritema, edema (trombosis siperfisial); kehilangan tonus otot/kekuatan.
siperfisial); kehilangan tonus otot/kekuatan.
V.5 ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN FISIK
V.5 ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN FISIK
5.5.1 Anamnesis5.5.1 Anamnesis
Penyakit yang mengenai sistem kardiovaskular bisa ti
Penyakit yang mengenai sistem kardiovaskular bisa timbul dengan berbagai keluhan:mbul dengan berbagai keluhan: 1.
1. Nyeri dadaNyeri dada 2.
2. Sesak napasSesak napas 3. 3. PalpitasiPalpitasi 4. 4. SinkopSinkop 5. 5. KelelahanKelelahan 6. 6. StrokeStroke 7.
7. Penyakit vascular periferPenyakit vascular perifer
Nyeri dada Nyeri dada
a.
a. Nyeri seperti apa? Nyeri seperti apa? Terasa di sebelah mana? Menjalar Terasa di sebelah mana? Menjalar kemana? Bagaimana onsetnyakemana? Bagaimana onsetnya?? Mendadak? Bertahap
Mendadak? Bertahap? Apa ? Apa yang sedang dilakukan saat nyeri tiyang sedang dilakukan saat nyeri timbul?mbul? b.
b. Apa yang memperberat rasa nApa yang memperberat rasa nyeri?yeri? c.
c. Apa yang meredakannya?Apa yang meredakannya? d.
d. Seberapa berat rasa nyeri?Seberapa berat rasa nyeri? e.
e. Pernahkah terasa nyeri Pernahkah terasa nyeri sebelumnyasebelumnya?? f.
f. Apa lagi Apa lagi yang dirasakan pasien? Mual? Muntah? Berkeringat? Palpitasi? Demam?yang dirasakan pasien? Mual? Muntah? Berkeringat? Palpitasi? Demam? Kecemasa
Kecemasan? n? Batuk? Hemoptisis?Batuk? Hemoptisis? g.
g. Apa pendapat pasien tentang Apa pendapat pasien tentang penyakitnya?penyakitnya? Iskemia jantung
Iskemia jantung
‘secara klasik’ nyeri dada dirasakan di sentral den
‘secara klasik’ nyeri dada dirasakan di sentral dengan penjalaran ke lengan kiri, keduagan penjalaran ke lengan kiri, kedua lengan, dan/atau rahang. Pasien bisa mengambarkan nyeri tersebut
lengan, dan/atau rahang. Pasien bisa mengambarkan nyeri tersebut sebagai rasa tertekan,sebagai rasa tertekan, tertindih beban berat, atau menusuk. Onsetnya bertahap, mungkin dipicu oleh kegiatan fisik, tertindih beban berat, atau menusuk. Onsetnya bertahap, mungkin dipicu oleh kegiatan fisik,
udara dingin, atau kecemasan. Bisa berkurang dengan istirahat. MI bisa memiliki
udara dingin, atau kecemasan. Bisa berkurang dengan istirahat. MI bisa memiliki gejalagejala tambahan berupa mual, berkeringat, muntah, dan kecemasan (bahkan takut mati).
tambahan berupa mual, berkeringat, muntah, dan kecemasan (bahkan takut mati). Perikarditis
Perikarditis
Nyeri sentral, tajam, dan ti
Nyeri sentral, tajam, dan tidak berhubungadak berhubungan dengan aktivitas. Bisa berkurang dengan duduk n dengan aktivitas. Bisa berkurang dengan duduk tegak. Bisa diperberat dengan inspirasi atau batuk.
tegak. Bisa diperberat dengan inspirasi atau batuk.
Sesak napas Sesak napas
Sesak napas akibat penyakit jantung paling
Sesak napas akibat penyakit jantung paling umum disebabkan oleh edema paru. Rasa umum disebabkan oleh edema paru. Rasa sesak sesak lebih jelas saat berbaring mendatar (ortopnea) atau bisa timbul tiba-tiba di malam hari, lebih jelas saat berbaring mendatar (ortopnea) atau bisa timbul tiba-tiba di malam hari, ataupun timbul dengan aktivitas
ataupun timbul dengan aktivitas ringan.ringan.
Palpitasi Palpitasi
Mungkin terdapat sensasi denyut jantung cepat
Mungkin terdapat sensasi denyut jantung cepat atau berdebar. Tentukan provokasi onset,atau berdebar. Tentukan provokasi onset, durasi, kecepatan, dan irama denyut
durasi, kecepatan, dan irama denyut jantung, serta frekuensi episode palpitasi. jantung, serta frekuensi episode palpitasi. ApakahApakah episode tersebut disertai nyeri
episode tersebut disertai nyeri dada, sinkop, dan sesak napas?dada, sinkop, dan sesak napas?
Sinkop
Sinkop (kehilangan kesadaran mendadak dan singkat)(kehilangan kesadaran mendadak dan singkat) Sinkop bisa terjadi akibat takiaritmia, bradikardia, atau
Sinkop bisa terjadi akibat takiaritmia, bradikardia, atau kadang-kadakadang-kadang, diinduksi olehng, diinduksi oleh aktivitas pada stenosis aorta.
aktivitas pada stenosis aorta. a.
a. Apa yang dapat diingat oleh pasien?Apa yang dapat diingat oleh pasien? b.
b. Apa yang sedang di lakukan?Apa yang sedang di lakukan? c.
c. Adakah palpitasi nyeri dada, atau gejala lain?Adakah palpitasi nyeri dada, atau gejala lain? d.
d. Adakah saksi mata?Adakah saksi mata? e.
e. Apa yang di gambarkan oleh saksi mata? (Apakah pasien tampak pucat, kemerahanApa yang di gambarkan oleh saksi mata? (Apakah pasien tampak pucat, kemerahan saat mulai pulih, gerakan abnormal?)
saat mulai pulih, gerakan abnormal?) f.
f. Apakah pasien menggigit lidah, mengalami inkontinensia urin?Apakah pasien menggigit lidah, mengalami inkontinensia urin? g.
g. Seberapa cepat pasien pulih?Seberapa cepat pasien pulih?
Riwayat penyakit terdahulu Riwayat penyakit terdahulu
a.
a. TanyakaTanyakan faktor-faktor n faktor-faktor resiko penyakit jantung iskemik, resiko penyakit jantung iskemik, misalnya merokok,misalnya merokok,
hipertensi, diabetes, hiperlipidemia, IHD sebelumnya, penyakit cerebrovaskular, atau hipertensi, diabetes, hiperlipidemia, IHD sebelumnya, penyakit cerebrovaskular, atau penyakit vascular perifer.
penyakit vascular perifer. b.
b. TanyakaTanyakan riwayat n riwayat demam reumatik.demam reumatik. c.
d.
d. Adakah murmur jantung yang telah Adakah murmur jantung yang telah diketahui?diketahui? e.
e. Adakah penyalahgunaan obat intravena ?Adakah penyalahgunaan obat intravena ?
Riwayat keluarga Riwayat keluarga
Adakah riwayat IHD, hiperlipidemia, kematian
Adakah riwayat IHD, hiperlipidemia, kematian mendadak, kardiomiopati, atau penyakitmendadak, kardiomiopati, atau penyakit jantung conge
jantung congenital dalam keluargnital dalam keluarga?a?
Riwayat sosial Riwayat sosial
a.
a. Apakah pasien merokok atau pernah merokok?Apakah pasien merokok atau pernah merokok? b.
b. Bagaimana konsumsi alcohol pasien?Bagaimana konsumsi alcohol pasien? c.
c. Apakah pekerjaan pasien?Apakah pekerjaan pasien? d.
d. Bagaimana kemampuan olahraga pasien?Bagaimana kemampuan olahraga pasien? e.
e. Adakah keterbatasan gaya hidup akibat penyakit?Adakah keterbatasan gaya hidup akibat penyakit?
Obat-obatan Obat-obatan
Tanyakan obat-oba
Tanyakan obat-obatan untuk penyakit jantung dan obat tan untuk penyakit jantung dan obat yang memiliki efek samping keyang memiliki efek samping ke jantung? jantung? 5.5.2 Pemeriksaan Fisik 5.5.2 Pemeriksaan Fisik Inspeksi Inspeksi a.
a. Apakah pasien tampak sakit ringan atau berat?Apakah pasien tampak sakit ringan atau berat? b.
b. Apakah pasien Apakah pasien nyaman/distress/kenyaman/distress/kesakitan/cemasakitan/cemas?s? c.
c. Apakah pasien memerlukan resusitasi Apakah pasien memerlukan resusitasi segera?segera? d.
d. Pertimbangkan perlunya penggunaan oksigen, akses intravena, atau pemantauanPertimbangkan perlunya penggunaan oksigen, akses intravena, atau pemantauan EKG.
EKG. e.
e. Apakah pasien tampak pucat, sianosis, sesak, batuk, Apakah pasien tampak pucat, sianosis, sesak, batuk, dan sebagainya, berapa suhudan sebagainya, berapa suhu pasien.
pasien. f.
f. Perhatikan adanya parut, sputum, Perhatikan adanya parut, sputum, dan sebagainya.dan sebagainya. g.
g. Adakah kebiasaan merokok?Adakah kebiasaan merokok?
Tangan Tangan
Adakah jari tabuh (
Adakah jari tabuh (clubbing),clubbing), bintik perdarahan, dan perfusi perifer bintik perdarahan, dan perfusi perifer yang baik?yang baik?
Nadi Nadi
a.
a. Berapa kecepatanBerapa kecepatan, irama, volume, dan , irama, volume, dan sifat nadi radialis?sifat nadi radialis?
b.
b. Nilailah sifat nadi di Nilailah sifat nadi di pembuluh darah besar (brachialis, carotis, femoralis).?pembuluh darah besar (brachialis, carotis, femoralis).? c.
c. Apakah semua denyut nadi perifer teraba?Apakah semua denyut nadi perifer teraba? d.
d. Adakah perlambatan radialis-femoralis?Adakah perlambatan radialis-femoralis?
Tekanan Darah Tekanan Darah
a.
a. Bagaimana tekanan sistolik, diastolic, serta tekanan nadi?Bagaimana tekanan sistolik, diastolic, serta tekanan nadi? b.
b. Adakah penurunan TD postural?Adakah penurunan TD postural?
c.
c. Untuk mengukur TD diastolic dengarkan bunyi Korotkoff V (saat bunUntuk mengukur TD diastolic dengarkan bunyi Korotkoff V (saat bun yi menghilang).yi menghilang).
Tekanan vena jugularis Tekanan vena jugularis
a.
a. Berapa tinggi JVP? (sebutkan dalam centimeter diatas angulus sternalis atau klavikulaBerapa tinggi JVP? (sebutkan dalam centimeter diatas angulus sternalis atau klavikula bila sudut 45º.
bila sudut 45º. b.
b. Adakah refluks hepatojugularis (atau tes Adakah refluks hepatojugularis (atau tes abdominojuguabdominojugularis)? (peningkatan JVP laris)? (peningkatan JVP saatsaat dilakukan penekanan kuat pada kuadran kanan atas abdomen).
dilakukan penekanan kuat pada kuadran kanan atas abdomen). c.
c. Adakah gelombang JVP abnormal (misalnya gelombang meriam)?Adakah gelombang JVP abnormal (misalnya gelombang meriam)? d.
d. Lakukan inspeksLakukan inspeksi mulut, i mulut, lidah, gigi, dan perikordium (cari adanya jaringan lidah, gigi, dan perikordium (cari adanya jaringan parut danparut dan pulsasi abnormal).
pulsasi abnormal). e.
e. Lakukan palpasi untuk posisi dan sifat denyut apex. AdakahLakukan palpasi untuk posisi dan sifat denyut apex. Adakah heaveheaveventrikel kanan,ventrikel kanan, adakah
adakah thrillthrill?? f.
f. Lakukan auskultasi jantung. Dengarkan bunyi jantung pertama, kedua (apakahLakukan auskultasi jantung. Dengarkan bunyi jantung pertama, kedua (apakah terpisah secara normal)?, bunyi jantung t
terpisah secara normal)?, bunyi jantung tambahan (adakahambahan (adakah gallopgallop)?, murmur sistolik,)?, murmur sistolik, murmur diastolic, gesekan (rub), klik, serta bruit
murmur diastolic, gesekan (rub), klik, serta bruit karotis dan femoralis. Lakukankarotis dan femoralis. Lakukan auskultasi dengan posisi lateral kiri (khususnya untuk murmur mitral)
auskultasi dengan posisi lateral kiri (khususnya untuk murmur mitral) dandan membungku
membungkuk ke k ke depan saat ekspirasi (khususnya untuk murmur depan saat ekspirasi (khususnya untuk murmur diastolic awal padadiastolic awal pada regurgitasi aorta).
regurgitasi aorta). g.
g. Lakukan auskuLakukan auskultasi paru adakah efusi pleura ltasi paru adakah efusi pleura atau ronki?atau ronki? a.
a. Adakah edema perifer (pergelangan kaki, tungkai, Adakah edema perifer (pergelangan kaki, tungkai, sacrum)?sacrum)? b.
b. Lakukan palpasi denyut perifer ;Lakukan palpasi denyut perifer ; i.
i. RadialisRadialis ii.
iii.
iii. CarotisCarotis iv.
iv. FemoralisFemoralis v.
v. PoplitealPopliteal vi.
vi. Tibialis posteriorTibialis posterior vii.
vii. Dorsalis pedisDorsalis pedis h.
h. Lakukan palpasi hati.Lakukan palpasi hati. a.
a. Apakah ada pembesaran?Apakah ada pembesaran? b.
b. Apakah berdenyut (menunjukkan regurgitasi tricuspid)?Apakah berdenyut (menunjukkan regurgitasi tricuspid)? c.
c. Adakah asites?Adakah asites? i.
i. FunduskopFunduskopi : i : adakah perubahan akibat hipertensi?adakah perubahan akibat hipertensi?
V.6 PEMERIKSAAN PENUNJANG ARITMIA
V.6 PEMERIKSAAN PENUNJANG ARITMIA
V.6.1 Pemeriksaan Penunjang Kardiovaskular
V.6.1 Pemeriksaan Penunjang Kardiovaskular
Pemeriksaan penunjang utama untuk penyakit kardiovaskular adalah elektrokardiogram Pemeriksaan penunjang utama untuk penyakit kardiovaskular adalah elektrokardiogram (EKG), rontgen dada, dan ekokardiogram. Pemeriksaan lainnya yaitu uji EKG saat laatihan, (EKG), rontgen dada, dan ekokardiogram. Pemeriksaan lainnya yaitu uji EKG saat laatihan, pemantauan tekanan darah ambulatori, dan kateterisasi dengan angiografi koroner atau pemantauan tekanan darah ambulatori, dan kateterisasi dengan angiografi koroner atau pulmonal.
pulmonal. 1.
1. Elektrokardiogram (EKG)Elektrokardiogram (EKG)
Tes EKG 12 sadapan yang standar, pendek, dan dilalukan dalam keadaan istirahat Tes EKG 12 sadapan yang standar, pendek, dan dilalukan dalam keadaan istirahat akan medeteksi blokade konduksi dan perubahan akibat kerusakan otot (misalnya pasca-MI). akan medeteksi blokade konduksi dan perubahan akibat kerusakan otot (misalnya pasca-MI). EKG ini sulit mendeteksi kejadian intermiten seperti aritmia paroksismal, yang EKG ini sulit mendeteksi kejadian intermiten seperti aritmia paroksismal, yang membutuhkan pemantauan kontinu dengan tes Holter (pencatatan EKG ambulatori selama membutuhkan pemantauan kontinu dengan tes Holter (pencatatan EKG ambulatori selama 24jam). Pada tes toleransi latihan, beban kerja secara progresif, dan EKG memantau depresi 24jam). Pada tes toleransi latihan, beban kerja secara progresif, dan EKG memantau depresi ST dan aritmia akibat i
ST dan aritmia akibat iskemia yang berhubungaskemia yang berhubungan denagan penyakit arteri koroner.n denagan penyakit arteri koroner. Komponen gelombang pada EKG merupakan gambaran dari:
Komponen gelombang pada EKG merupakan gambaran dari:
1.
1. Gelombang PGelombang P
Merupakan gambaran proses depolarisasi Atrium Merupakan gambaran proses depolarisasi Atrium Nilai normal :
Nilai normal :
--tinggi ≤0,3 milivolttinggi ≤0,3 milivolt - selalu (+) di lead II - selalu (+) di lead II - selalu (-) di lead Avr - selalu (-) di lead Avr
2.
2. Komlek QRS merupakan sistol ventrikel (depolarisasi ventrikel) lebar normal 0,06-Komlek QRS merupakan sistol ventrikel (depolarisasi ventrikel) lebar normal 0,06-0,10 detik dan terdiri dari:
0,10 detik dan terdiri dari:
-- Glombang Q: defleksi negative pertama, merupakan depolarisasi septum interventrikelGlombang Q: defleksi negative pertama, merupakan depolarisasi septum interventrikel yang teraktivasi dari kiri dan kanan, durasi normal (kecuali sadapan III dan aVR) kurang yang teraktivasi dari kiri dan kanan, durasi normal (kecuali sadapan III dan aVR) kurang dari 0.04 detik (1 kotak kecil) dan tingginya kurang dari sepertiga tinggi dari gelombang dari 0.04 detik (1 kotak kecil) dan tingginya kurang dari sepertiga tinggi dari gelombang R pada sadapan bersangkutan.
R pada sadapan bersangkutan.
-- Gelombang R: defleksi positif pertama. Defleksi kedua disebut R.Gelombang R: defleksi positif pertama. Defleksi kedua disebut R.
-- Gelombang S: defleksi negatif pertama selama R. Defleksi kedua disebut gelombang S.Gelombang S: defleksi negatif pertama selama R. Defleksi kedua disebut gelombang S.
3.
3. Gelombang T merupakan repolarisasi vekntrikel, biasanya tinggi kurang dari 5 mmGelombang T merupakan repolarisasi vekntrikel, biasanya tinggi kurang dari 5 mm pada sadapan ekstremitas atau 10 mm pada sadapan prekordial. Gelombang T bisa pada sadapan ekstremitas atau 10 mm pada sadapan prekordial. Gelombang T bisa positif, negatif atau bifasik.
positif, negatif atau bifasik. 4.
4. Penyebab terjadinya gelombang U masih kontrovesi, salah satu teori menyebutPenyebab terjadinya gelombang U masih kontrovesi, salah satu teori menyebut gelombang U terjadi karena
gelombang U terjadi karena repolarisasi tersebutrepolarisasi tersebut purkinje purkinje. Bentuk normal bulat, kecil. Bentuk normal bulat, kecil dan amplitudo kurang dari 1,5 mm.
dan amplitudo kurang dari 1,5 mm. 5.
5. Interval PR merupakan cerminan depolarisasi atrium plus perlambatan fisiologis diInterval PR merupakan cerminan depolarisasi atrium plus perlambatan fisiologis di nodal AV dan berkas His,nilai normal
nodal AV dan berkas His,nilai normal 0,12-0,20 detik.0,12-0,20 detik. 6.
6. Segmen PR dibentuk dari akhir gelombang P sampai dengan awal komplek QRS danSegmen PR dibentuk dari akhir gelombang P sampai dengan awal komplek QRS dan merupakan penentu garis isoelektris.
merupakan penentu garis isoelektris. 7.
7. Segmen ST merupakan tanda awal repolarisasi ventrikel kiri dan kanan. Titik antaraSegmen ST merupakan tanda awal repolarisasi ventrikel kiri dan kanan. Titik antara pertemun akhir komplek QRS dan awal segmen ST disebut
pertemun akhir komplek QRS dan awal segmen ST disebut J J point point . Jika j poin. Jika j poin dibawah garis isoelektris disebut depresi
dibawah garis isoelektris disebut depresi j j point point dan jika diatas garis garis isoelektrisdan jika diatas garis garis isoelektris disebut elevasi
8.
8. Interval QT merupakan aktivitas total ventrikel (mulai dari depolarisasi hinggaInterval QT merupakan aktivitas total ventrikel (mulai dari depolarisasi hingga leporalisasi ventrikel). Diukur mulai awal komplek QRS hingga akhir gelombang T. leporalisasi ventrikel). Diukur mulai awal komplek QRS hingga akhir gelombang T. durasi normal tergantung dari umur, jenis kelamin dan denyut jantung. Rata-rata durasi normal tergantung dari umur, jenis kelamin dan denyut jantung. Rata-rata kurang dari 0,38 detik.
kurang dari 0,38 detik.
GAMBARAN EKG NORMAL GAMBARAN EKG NORMAL INTERPRETASI EKG
INTERPRETASI EKG
Secara sistematis, interpretasi EKG
Secara sistematis, interpretasi EKG dilakukan dengan menentukan :dilakukan dengan menentukan : A : Ritme atau irama jantung
A : Ritme atau irama jantung B: Frekuensi ( laju QRS) B: Frekuensi ( laju QRS)
C : Morfologi gelombang P ( cari tanda kelainan atrium kiri
C : Morfologi gelombang P ( cari tanda kelainan atrium kiri atau atrium kanan)atau atrium kanan) D : Interval PR
D : Interval PR E : Kompleks QRS E : Kompleks QRS
o
o Aksis jantungAksis jantung o
o Amplitudo (cari tanda hipertrofi ventrikel kiri /ventrikel kanan)Amplitudo (cari tanda hipertrofi ventrikel kiri /ventrikel kanan) o
o DurasiDurasi o
o Morfologi (ada atau tidak gelombang Q patologis atau gelombang R tinggi diMorfologi (ada atau tidak gelombang Q patologis atau gelombang R tinggi di
V1) V1)
F : Segmen ST ( apakah ada tanda iskemia,injuri atau infark miokard ) F : Segmen ST ( apakah ada tanda iskemia,injuri atau infark miokard ) G: Gelombang T
H : Interval QT H : Interval QT I : Gelombang U I : Gelombang U
A.Menentukan Irama Jantung A.Menentukan Irama Jantung
Karakteristik sinus ritme : Karakteristik sinus ritme : -- Laju : 60-100x/menitLaju : 60-100x/menit
-- Ritme : Interval P-Ritme : Interval P-P’ Reguler,Interval R P’ Reguler,Interval R --R’ regular R’ regular
-- Gelombang P : positif (upright) di sadapan II ,selalu diikuti kompleks QRSGelombang P : positif (upright) di sadapan II ,selalu diikuti kompleks QRS -- PR interval : 0,12- 0,20 detik dan konstan dari beat to beat.PR interval : 0,12- 0,20 detik dan konstan dari beat to beat.
-- Durasi QRS : kurang dari Durasi QRS : kurang dari 0,10 detik kecuali ada gangguan konduksi intraventrikel.0,10 detik kecuali ada gangguan konduksi intraventrikel.
--B.Menentukan frekuensi jantung (laju QRS) B.Menentukan frekuensi jantung (laju QRS)
Ada 3 metode yaitu : Ada 3 metode yaitu :
1.Tiga ratus (300) di bagi jumlah kotak besar antara R-R. 1.Tiga ratus (300) di bagi jumlah kotak besar antara R-R.
2.Seribu lima ratus (1500) dibagi jumlah kotak kecil antara R-R 2.Seribu lima ratus (1500) dibagi jumlah kotak kecil antara R-R
3.Hitung jumlah gelombang QRS dalam 6 detik,kemudian dikalikan 10,atau dalam 12 3.Hitung jumlah gelombang QRS dalam 6 detik,kemudian dikalikan 10,atau dalam 12
detik dikalikan dengan 5. detik dikalikan dengan 5.