• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENYUSUNAN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN PENYUSUNAN SKRIPSI"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN PENYUSUNAN SKRIPSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

2020

(2)

Tim Penyusun Buku Pedoman Penyusunan Skripsi

H.Ahmad Subaki,S.E., M.M. Kurnia Heriansyah, S.E., M. Ak. Drs. Bambang Sumaryanto, M.M.

M. Nurrasyidin, S.E., M.Si. Yusdi Daulay, S.E., M.M. Drs. Ahmad H. Abubakar, M.M.

Ety Rochaety, S.E., M.M. Ir.Tukirin, M.M. Agung A.Rasul, S.E., M.M.

Zulpahmi, S.E., M.Si. Bambang Tutuko, S.E., M.Si.

Nendi Juhandi, S.E., M.M. Nur Hadiyazid Rachman, S.Si., M.M.

Nurfhumaira Tus Dayu, S.Pd., M.Pd

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

2020

(3)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kita sampaikan kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Buku Pedoman Penyusunan Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA dapat diterbitkan.

Buku pedoman ini merupakan edisi 3 sebagai hasil revisi dari edisi 2, diterbitkan dengan maksud untuk membantu dan mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan penulisan skripsi. Dengan adanya Buku Pedoman ini mahasiswa dapat memperoleh gambaran dan informasi mengenai kerangka penulisan skripsi, sehingga dapat memperlancar dalam menyelesaikan tugas akhir.

Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengesahkan dan menetapkan Buku Pedoman Penyusunan Skripsi ini untuk dijadikan dan digunakan sebagai panduan wajib bagi dosen dan mahasiswa dalam menyusun skripsi program sarjana (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Kami harapkan Buku Pedoman Penyusunan Skripsi ini dimanfaatkan secara aktif dan kreatif, untuk mendukung usaha peningkatan mutu di Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Kepada semua pihak yang membantu dalam proses penyusunan buku Pedoman ini, kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Kepada para pembaca, kami mengharapkan saran-saran yang konstruktif demi penyempurnaan buku pedoman ini.

Wabillahittaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Jakarta, 18 Juni 2020 Dekan,

(4)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ……… ii

DAFTAR ISI ……… iii

DAFTAR LAMPIRAN ... v

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Kegunaan Pedoman Penulisan Skripsi ……….. 1

1.2 Skripsi Sebagai Tugas Akademik ……… 1

1.3 Karakteristik Skripsi ……… .. 1

1.4 Persyaratan dalam Pengajuan Skripsi ……… 1

1.4.1 Syarat Akademik ……… .. 1

1.4.2 Syarat Administrasi ……… . 2

1.5 Jangka Waktu Penulisan Skripsi ... 2

1.6 Masa Tidak Berlaku Skripsi ... 3

BAB II PROSEDUR PENYUSUNAN SKRIPSI 2.1 Pengajuan Judul ……….. 4

2.2 Proposal Penelitian ………. 4

2.3 Pembimbingan Skripsi ……… 5

2.3.1 Ketentuan Umum ………. 5

2.3.2 Dosen Pembimbing ……….. 5

2.3.3 Prosedur Pembimbingan Skripsi ………. 6

2.4 Kewajiban dan Hak Mahasiswa ……….. 6

2.5 Bagan Alir Prosedur Penyusunan Skripsi ……….. 8

BAB III KERANGKA SKRIPSI 3.1 Kerangka Penulisan Skripsi ... 9

3.2 Penjelasan Masing-masing Komponen ... 10

3.2.1 Bagian Awal ... 10

3.2.2 Bagian Isi ... 10

3.2.3 Bagian Akhir ... 16

BAB IV PEDOMAN PENULISAN 4.1 Tata Cara Penulisan Bagian Awal Skripsi ... 17

4.1.1 Tata Cara Penulisan Halaman Sampul Luar ... 17

4.1.2 Tata Cara Penulisan Halaman Judul ... 18

4.1.3 Tata Cara Penulisan Halaman Pernyataan Orisinalitas ... 18

4.1.4 Tata Cara Penulisan Halaman Persetujuan Ujian Skripsi ... 18

4.1.5 Tata Cara Penulisan Halaman Pengesahan Skripsi ... 18

4.1.6 Tata Cara Penulisan Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Skripsi untuk Kepentingan Akademis ……….……… ... 18

(5)

4.1.7 Tata Cara Penulisan Ringkasan atau Abstrak (Bahasa Indonesia) ……….. 18

4.1.8 Tata Cara Penulisan Abstract (Bahasa Inggris) ... 19

4.1.9 Tata Cara Penulisan Halaman Kata Pengantar ... 19

4.1.10 Tata Cara Penulisan Halaman Daftar Isi ... 19

4.1.11 Tata Cara Penulisan Halaman Daftar Tabel ... 19

4.1.12 Tata Cara Penulisan Halaman Daftar Gambar ... 19

4.1.13 Tata Cara Penulisan Halaman Daftar Lampiran ... 20

4.1.14 Tata Cara Penomoran Bagian Awal Skripsi ... 20

4.2 Tata Cara Penulisan Bagian Isi Skripsi ... 20

4.2.1 Tata Cara Penomoran Bagian Isi Skripsi ... 20

4.2.2 Tata Cara Penulisan Kutipan/Rujukan/Sitasi ... 20

4.3 Tata Cara Penulisan Bagian Akhir Skripsi ... 23

4.3.1 Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka ... 23

4.3.2 Tata Cara Penulisan Daftar Lampiran ... 29

4.3.3 Tata Cara Penulisan Daftar Riwayat Hidup Penulis ... 29

4.4 Kertas ... 29

4.5 Spasi (jarak antar baris) ... 29

4.6 Aturan Pengetikan ... 30

BAB V TATA CARA UJIAN DAN PENILAIAN 5.1 Persyaratan Ujian Skripsi ………. 31

5.1.1 Syarat Akademik ……… 31

5.1.2 Syarat Administrasi ... 31

5.2 Tim Dosen Penguji Skripsi ……….. 31

5.3 Prosedur Ujian Skripsi ……….. 32

5.4 Kewajiban Peserta Ujian Komprehensif Skripsi ……….. 32

5.5 Pedoman Penilaian ……… 32

5.6 Pengumuman Kelulusan ……….. 32

DAFTAR PUSTAKA ... A

LAMPIRAN APENDIKS

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Lampiran Halaman

1. Contoh Halaman Sampul Luar ... 1/25 2. Contoh Halaman Judul ... 2/25 3. Contoh Halaman Pernyataan Orisinalitas ... 3/25 4. Contoh Halaman Persetujuan Ujian Skripsi ... 4/25 5. Contoh Halaman Pengesahan Skripsi ... 5/25 6. Contoh Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Skripsi untuk Kepentingan Akademis … 6/25 7. Contoh Halaman Ringkasan ... 7/25 8. Contoh Halaman Abstract ... 8/25 9. Contoh Halaman Kata Pengantar ... 9/25 10. Contoh Halaman Daftar Isi ... 10/25 11. Contoh Halaman Daftar Tabel ... 12/25 12. Contoh Halaman Daftar Gambar ... 13/25 13. Contoh Halaman Daftar Lampiran ... 14/25 14. Contoh Penulisan Isi Skripsi ... 15/25 15. Contoh Penulisan Daftar Riwayat Hidup ... 21/25 16. Penilaian Ujian AIKA, Skripsi dan Komprehensif ... 22/25 17. Contoh Outline Proposal Skripsi ... 23/25

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Lampiran Halaman

19. Contoh Halaman Sampul Luar ... 1/25 20. Contoh Halaman Judul ... 2/25 21. Contoh Halaman Pernyataan Orisinalitas ... 3/25 22. Contoh Halaman Persetujuan Ujian Skripsi ... 4/25 23. Contoh Halaman Pengesahan Skripsi ... 5/25 24. Contoh Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Skripsi untuk

Kepentingan Akademis ... 6/25 25. Contoh Halaman Ringkasan ... 7/25 26. Contoh Halaman Abstract ... 8/25 27. Contoh Halaman Kata Pengantar ... 9/25 28. Contoh Halaman Daftar Isi ... 10/25 29. Contoh Halaman Daftar Tabel ... 12/25 30. Contoh Halaman Daftar Gambar ... 13/25 31. Contoh Halaman Daftar Lampiran ... 14/25 32. Contoh Penulisan Isi Skripsi ... 15/25 33. Contoh Penulisan Daftar Riwayat Hidup ... 21/25 34. Penilaian Ujian AIKA, Skripsi dan Komprehensif ... 22/25 35. Contoh Outline Proposal Skripsi ... 23/25

(8)
(9)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Kegunaan Pedoman Penulisan Skripsi

Di antara tugas akademik yang harus diselesaikan oleh mahasiswa untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi (SE) adalah membuat skripsi. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk melancarkan pembuatan skripsi diperlukan buku pedoman penyusunan dan penulisan skripsi yang dibuat Fakultas. Buku pedoman ini menyajikan bagian-bagian penting sebagai acuan, baik bagi mahasiswa dalam melaksanakan tugas penyusunan dan penulisan skripsi maupun dosen dalam pembimbingan skripsi.

1.2 Skripsi sebagai Tugas Akademik

Skripsi adalah tugas akademik akhir yang harus diselesaikan oleh mahasiswa untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi (S1). Skripsi disusun berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau kajian teori dengan menggunakan metodologi penelitian yang tepat dan terarah untuk menjawab permasalahan pada bidang akademik yang diampuh mahasiswa.

1.3 Karakteristik Skripsi

Skripsi mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Ruang lingkup materinya adalah di bidang Ekonomi dan Bisnis yang meliputi aspek manajemen, akuntansi, ekonomi makro, ekonomi mikro, ekonomi internasional, dan ekonomi pembangunan.

2. Skripsi ditulis berdasarkan penelitian lapangan atau penelitian kepustakaan (kajian teori) yang pembahasannya untuk menjawab permasalahan.

3. Skripsi ditulis oleh mahasiswa secara mandiri berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, metodologi penelitian serta teknik penulisan karya ilmiah yang tepat terarah.

4. Skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, setebal minimal 40 halaman tidak termasuk lampiran.

5. Skripsi berbobot 6 satuan kredit semester (6 sks) 1.4 Persyaratan dalam Pengajuan Skripsi

Dalam menyusun skripsi, mahasiswa wajib mengajukan proposal skripsi setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1.4.1 Syarat Akademik

Persyaratan akademik yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

1. Telah menyelesaikan minimal 127 sks dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 yang berlaku mulai angkatan 2020/2021.

2. Telah lulus mata kuliah metodologi penelitian (metodologi riset) dengan nilai minimal B, sedangkan untuk mata kuliah riset konsentrasi minimal B.

(10)

Misi Muhammadiyah (MMM), Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), dan Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK).

4. Mengikuti dan lulus pada seminar proposal.

5. Pengambilan topik skripsi harus sesuai dengan basis disiplin ilmu Program Studi, mata kuliah konsentrasi dan kompetensi.

1.4.2 Syarat Administrasi

Sementara itu persyaratan administrasi yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut: 1. Mencantumkan skripsi dalam KRS Online (Kartu Rencana Studi).

2. Telah mengikuti kegiatan ODDI (Orientasi Dasar-Dasar Islam) dan LKTD (Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar) dengan melampirkan sertifikat.

3. Melunasi biaya bimbingan dan ujian skripsi melalui bank yang ditunjuk.

4. Mendaftar ke bagian akademik dengan menyerahkan bukti pelunasan biaya bimbingan dan ujian skripsi.

5. Mendapatkan Surat Tugas menyusun skripsi dan penunjukan Dosen pembimbing skripsi dari Ketua Program Studi.

1.5 Jangka Waktu Penulisan Skripsi

Batas waktu maksimal penyusunan skripsi adalah 6 bulan sejak dikeluarkan surat izin menyusun skripsi. Jika sampai batas waktu tersebut mahasiswa tidak dapat menyelesaikan skripsinya, yang bersangkutan harus mengajukan surat perpanjangan izin menyusun skripsi. Surat perpanjangan

Prosedur permohonan surat perpanjangan izin menyusun skripsi adalah sebagai berikut :

1. Mengajukan surat perpanjangan izin menyusun skripsi kepada Ketua Program Studi yang disetujui oleh dosen pembimbing.

2. Mendaftar kembali ke bagian administrasi akademik dengan menyertakan bukti pelunasan biaya perpanjangan bimbingan skripsi.

3. Dalam proses pengajuan perpanjangan surat izin menyusun skripsi, mahasiswa dapat mengajukan permohonan pergantian dosen pembimbing kepada Ketua Program Studi (lihat halaman 8 poin 6).

4. Proses pengajuan perpanjangan surat izin menyusun skripsi harus selesai dalam waktu 1 bulan setelah berakhirnya masa periode pembimbingan. Jika dalam satu bulan tersebut, mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi dengan seluruh proses bimbingan hingga disetujui oleh dosen pembimbing, mahasiswa bersangkutan tidak perlu membayar biaya perpanjangan.

5. Apabila waktunya lebih dari satu bulan, maka mahasiswa bersangkutan harus melunasi biaya perpanjangan bimbingan skripsi.

6. Bila masa surat perpanjangan izin yang pertama telah habis masa berlakunya, maka mahasiswa wajib melakukan perpanjangan izin kedua dengan ketentuan sama seperti pengajuan surat perpanjangan izin pertama.

(11)

1.6 Masa Tidak Berlaku Skripsi

Masa tidak berlakunya skripsi adalah 12 bulan setelah skripsi tersebut disetujui dan disahkan untuk diuji di hadapan tim dosen penguji. Bila skripsi tersebut tidak diujikan setelah 12 bulan (atas kesalahan mahasiswa), maka dianggap tidak berlaku. Selanjutnya, mahasiswa wajib menyusun skripsi yang baru dengan prosedur seperti dari awal.

(12)

BAB II

PROSEDUR PENYUSUNAN SKRIPSI

2.1 Pengajuan Judul

Pengajuan judul skripsi melalui prosedur sebagai berikut :

1. Mahasiswa meminta transkrip nilai ke Bagian Akademik untuk pengecekan perolehan jumlah sks yang telah diselesaikan. Jika jumlah sks yang ditempuhnya telah mencapai 127 sks dan memenuhi syarat seperti yang tercantum pada butir 1.4 BAB I, mahasiswa diperbolehkan mengajukan Judul Skripsi dengan melampirkan transkrip nilai di atas. 2. Mahasiswa mengajukan usulan judul sementara kepada Ketua Program Studi. Usulan judul

disertai dengan uraian singkat fokus penelitian diketik 2 spasi maksimal 3 halaman dengan menggunakan kertas HVS dengan berat 80 gram berukuran A4.

3. Ketua Program Studi menetapkan satu judul sementara menjadi judul tetap dan memerintahkan kepada Mahasiswa bersangkutan untuk menyusun proposal penelitian skripsi.

2.2 Proposal Penelitian

Proposal penelitian wajib dibuat oleh mahasiswa yang telah mendapat persetujuan judul tetap. Contoh outline proposal penelitian dapat dilihat pada lampiran 17. Prosedur penyusunan proposal penelitian skripsi adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa menyusun proposal skripsi dengan format sebagai berikut: LEMBAR KULIT DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Permasalahan 1.2.1 Identifikasi Masalah 1.2.2 Pembatasan Masalah 1.2.3 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Penelitian Terdahulu 2.2 Telaah Pustaka

2.3 Kerangka Pemikiran Teoritis 2.4 Rumusan Hipotesis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

3.2 Operasionalisasi Variabel 3.3 Populasi dan Sampel

(13)

3.4 Teknik Pengumpulan Data

3.5 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA (minimal 10 literatur yang relevan) LAMPIRAN (disiapkan setelah ujian proposal)

Instrumen Pengumpulan Data Penelitian (misalnya panduan observasi, panduan telaah dokumen, kuesioner, panduan wawancara, contoh soal tes)

1. Setelah usulan penelitian selesai mahasiswa mendaftar seminar proposal penelitian kepada Ketua Program Studi.

2. Mahasiswa melaksanakan seminar proposal penelitian sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Ketua Program Studi.

3. Dalam seminar mahasiswa dibimbing oleh tiga orang dosen pembimbing seminar yang ditunjuk oleh Ketua Program Studi.

4. Tata cara pelaksanaan seminar diatur oleh Ketua Program Studi.

5. Proposal yang telah diseminarkan wajib diperbaiki sesuai dengan saran dosen pembimbing seminar dan bukti perbaikan harus disampaikan kepada dosen bersangkutan untuk mendapatkan persetujuan.

6. Proposal yang telah disetujui oleh pembimbing seminar diberitahukan kepada Ketua Program Studi untuk mendapatkan surat penunjukan pembimbing skripsi.

2.3 Pembimbingan Skripsi

Dalam pembimbingan skripsi ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian yaitu ketentuan umum, dosen pembimbing, dan prosedur bimbingan, yang masing-masing diuraikan sebagai berikut:

2.3.1 Ketentuan Umum

Setiap mahasiswa yang menyusun skripsi dibimbing oleh dua (2) orang pembimbing skripsi. Dalam penyusunan skripsi mahasiswa wajib berkonsultasi kepada dosen pembimbingnya minimal delapan (8) kali tatap muka bimbingan. Setiap kali konsultasi, mahasiswa harus mencatat materi bimbingan pada lembar konsultasi dan ditandatangani oleh pembimbing skripsi. Lembar konsultasi disediakan oleh Program Studi dengan format seperti pada Apendik.

Setelah skripsi dinyatakan layak, maka dosen pembimbing akan menandatangani lembar persetujuan untuk ujian skripsi yang menjadi bagian dari komponen skripsi. Dosen pembimbing berkewajiban membantu dan memberikan saran dalam proses perbaikan skripsi yang telah diujikan.

2.3.2 Dosen Pembimbing

Dosen pembimbing adalah dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA yang dinilai kompeten dan mampu membimbing sesuai topik skripsi, berpendidikan minimal pasca sarjana (S2) dengan jabatan akademik minimal lektor (untuk pembimbing I) dan Asisten Ahli (untuk pembimbing II). Dosen pembimbing diusulkan oleh mahasiswa untuk disetujui oleh Ketua Program Studi dan ditetapkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA dengan Surat Keputusan. Penetapan dosen pembimbing dilakukan setiap semester dengan masa tugas sampai dengan penandatangan lembar pengesahan skripsi.

(14)

Dalam menjalankan tugasnya dosen pembimbing mendapatkan kompensasi dari Fakultas dan tidak diperbolehkan meminta dan menerima imbalan apapun dari mahasiswa yang dibimbingnya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan mendapatkan sanksi sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Dosen pembimbing berhak meminta kepada mahasiswa untuk merubah dan mengganti sebagian atau semua bagian tulisan skripsi mahasiswa yang dibimbingnya setelah memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku umum.

Dosen pembimbing berhak menolak menandatangani lembar persetujuan atau lembar pengesahan, jika dianggap skripsi tersebut belum memenuhi syarat dan standar penulisan yang benar, bertentangan dengan prinsip-prinsip keilmuan, dan secara teknis tidak sesuai dengan pedoman penyusunan skripsi di FEB UHAMKA.

Dosen pembimbing berkewajiban membantu, mengarahkan, dan menunjukkan informasi yang dibutuhkan mahasiwa yang dibimbing.

2.3.3 Prosedur Pembimbingan Skripsi

Prosedur pembimbingan mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Setelah memperoleh surat penunjukan dosen pembimbing, mahasiswa wajib menghubungi dosen bersangkutan dan menyerahkan proposal yang telah disetujui oleh dosen pembimbing seminar serta disahkan Ketua Program Studi.

2. Dosen pembimbing skripsi berhak memperbaiki atau merubah proposal skripsi yang telah disahkan Ketua Program Studi melalui diskusi dengan mahasiswa.

3. Mahasiswa wajib melaporkan proposal yang telah mengalami perubahan kepada Ketua Program Studi.

4. Mahasiswa melaksanakan penelitian dan penulisan skripsi dengan dibimbing oleh Pembimbing Skripsi.

5. Konsultasi mahasiswa kepada Pembimbing Skripsi dilakukan secara teratur dan sekurang-kurangnya delapan kali untuk setiap dosen pembimbing. Kegiatan konsultasi dicatat dalam lembar konsultasi skripsi dan ditanda tangani oleh dosen pembimbing. 6. Dalam proses bimbingan mahasiswa diwajibkan menunjukkan data mentah, misalnya

hasil wawancara, hasil pengisian kuisioner, hasil pengamatan, hasil telaah dokumen, dan atau hasil tabulasi data mentah tersebut.

7. Penyusunan skripsi diharapkan selesai sebelum masa berlaku surat izin skripsi berakhir.

2.4 Kewajiban dan Hak Mahasiswa

Dalam proses penyusunan skripsi ada beberapa hal pokok yang terkait dengan kewajiban dan hak mahasiswa yaitu:

1. Mahasiswa wajib mematuhi semua aturan yang berkenaan dengan penyusunan skripsi dan mengikuti arahan Pembimbing Skripsi.

2. Mahasiswa wajib menulis skripsi secara mandiri, tindakan plagiat untuk sebagian atau seluruh isi skripsi tidak dapat dibenarkan dan bila terbukti maka skripsi hasil

(15)

plagiat tersebut dianggap gugur dan mahasiswa wajib menyusun kembali skripsi dengan topik yang baru.

3. Mahasiswa berhak atas pelayanan akademik dari fakultas dan Program Studi sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Mahasiswa berhak atas pelayanan bimbingan skripsi dari Pembimbing Skripsi sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Mahasiswa berhak mendapatkan tandatangan lembar persetujuan dari Pembimbing Skripsi untuk skripsi yang telah dianggap layak untuk persyaratan ujian skripsi. 6. Mahasiswa berhak mendapatkan tanda tangan pada lembar pengesahan setelah

skripsi diperbaiki dan dinyatakan layak oleh penguji.

7. Mahasiswa berhak mendapatkan penggantian dosen pembimbing jika dosen pembimbing yang sebelumnya berhalangan sehingga mempengaruhi jangka waktu surat izin penyusunan skripsi dan dapat mengganggu proses bimbingan skripsi.

(16)

2.5 Bagan Alir Prosedur Penyusunan Skripsi

Bagan alir prosedur penyusunan skripsi disajikan pada gambar berikut: Mahasiswa >127 Sks

dengan IP>2,75

Sekretariat Daftar

Ketua Program Studi 3 Judul {Outline) skripsi dan usulan Dosen

Pembimbing Persetujuan Satu Judul Outline Penyusunan Proposal M E N Y E R A H K A N S K R I P S I Penunjukan Dosen Pembimbing oleh Ka. Program

Studi K 0 N S U L T A S I

Seminar Proposal dengan waktu ditentukan Ketua Program Studi

Pelaksanaan penelitian dan Proses Konsultasi Mahasiswa dan Pembimbing

Persetujuan Pembimbing untuk Ujian

Daftar Ujian Skripsi

Tidak Lulus

■*

--- Ujian Skripsi Lulus Tanpa

Perbaikan

Jilid Diperbanyak

Lulus dengan Perbaikan

Perbaikan

Gambar 1. Bagan Prosedur Penyelesaian Skripsi

(17)

BAB III

KERANGKA SKRIPSI 3.1 Kerangka Penulisan Skripsi

Untuk mengevaluasi nilai suatu karya ilmiah seperti skripsi diperlukan dasar konsistensi dengan struktur penelitian ilmiah dan langkah-langkah pokok metode ilmiahnya. Adapun komponen-komponen kerangka skripsi meliputi tiga komponen utama, yaitu bagian awal, bagian isi dan bagian akhir

1. Bagian Awal terdiri dari: a. Halaman Sampul Luar b. Halaman Judul

c. Pernyataan Orisinalitas d. Persetujuan Ujian Skripsi e. Pengesahan Skripsi

f. Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah untuk Kepentingan Akademis g. Abstrak/intisari h. Abstract i. Kata Pengantar j. Daftar Isi k. Daftar Tabel l. Daftar Gambar m. Daftar Lampiran 2. Bagian Isi, terdiri dari:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Permasalahan 1.2.1 Identifikasi Masalah 1.2.2 Pembatasan Masalah 1.2.3 Perumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Penelitian Terdahulu 2.2 Telaah Pustaka

2.3 Kerangka Pemikiran Teoretis 2.4 Rumusan Hipotesis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

3.2 Operasionalisasi Variabel 3.3 Populasi dan Sampel

(18)

3.4 Teknik Pengumpulan Data

3.5 Teknik Pengolahan dan Analisis Data BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 4.2 Hasil Pengolahan Data dan Pembahasan BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan 5.2 Saran-saran

3. Bagian Akhir terdiri dari: a. Daftar Pustaka b. Lampiran c. Riwayat Hidup

3.2 Penjelasan Masing-masing Komponen 3.2.1 Bagian Awal

Merupakan komponen yang tidak perlu dievaluasi nilai akademiknya. Tata cara penulisan bagian awal skripsi mengacu pada Bab IV di buku pedoman ini.

3.2.2 Bagian Isi

BAB I. PENDAHULUAN

Bab I terdiri dari komponen, latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang mencerminkan suatu ilustrasi kondisional dan situasional fenomena yang berlangsung sebagaimana dijumpai oleh peneliti. Peneliti harus mampu memperoleh konfirmasi bahwa fenomena yang diamatinya merupakan masalah aktual dan relevan. Konfirmasi tersebut dapat diperoleh dari kepustakaan, hasil pengamatan, pakar ilmiah, media masa dan lain-lain. Pada kalimat awal latar belakang penelitian harus mengilustrasikan mekanisme peristiwa yang menimbulkan fenomena sebagai gejala alam atau gejala sosial ekonomi, sesuai dengan dukungan kepustakaan dan data hasil pengamatan awal di lapangan. Peneliti dituntut mampu menggambarkan kemungkinan timbulnya dampak positif atau negatif. Pada kalimat penutup latar belakang harus mencerminkan harapan dari hasil penelitian yang dilakukan.

1.2 Permasalahan

Permasalahan menyangkut bentuk-bentuk masalah penelitian yang akan dikembangkan, baik deskriptif, komparatif dan asosiatif. Penelitian yang diutamakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA adalah bentuk penelitian komparatif (perbandingan), asosiatif yakni bentuk penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih, baik yang berbentuk hubungan interaktif (timbal balik) maupun hubungan kausal (sebab akibat). Permasalahan meliputi: identifikasi masalah, pembatasan masalah, dan perumusan masalah. Penjelasan masing-masing komponen tersebut adalah sebagai berikut:

(19)

1.2.1 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah menjabarkan masalah menjadi beberapa submasalah yang dirumuskan dalam kalimat tanya. Isinya adalah acuan-acuan teoretis apa yang dipertanyakan secara spesifik yang memberikan arah kepada pengungkapan data empiris melalui penelitian. Banyak cara untuk mengungkapkan identifikasi masalah, antara lain mengenai jumlah dan jenis variabel yang terlihat, baik variabel independen (yang memengaruhi) maupun variabel dependen (yang dipengaruhi atau terikat). Karakteristik masing-masing variabel menunjukkan kemungkinan terjadinya sifat hubungan antar variabel tertentu, termasuk gabungan pengaruhnya. Contoh identifikasi masalah sebagai berikut:

1.2.2 Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah menggambarkan masalah utama yang berkaitan langsung dengan masalah penelitian yang dapat berupa variabel dependen dan variabel independen, di samping keterbatasan waktu maupun sumber daya yang dimiliki peneliti.

1.2.3 Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang menggunakan pendekatan kuantitatif diformulasikan dalam bentuk pertanyaan, yang akan mengungkapkan jawaban empiris tentang permasalahan yang memerlukan pengujian. Contoh perumusan masalah sebagai berikut:

1.3 Tujuan Penelitian

Dalam tujuan penelitian yang menjadi objek perhatian adalah cara mentransformasi masing-masing identifikasi masalah menjadi kalimat deklaratif, sebagai gambaran langkah operasional dalam rangka pengungkapan data sebagaimana diarahkan oleh masing-masing sub masalah. Dengan demikian, jumlah dan urutan tujuan penelitian akan sama dengan identifikasi masalah yang sudah terpilih pada pembatasan masalah. Contoh urutan tujuan penelitian digambarkan sebagai berikut:

1. Mengapa tingkat profesionalisme akuntan pada akuntan publik di wilayah DKI Jakarta menurun?

2. Bagaimanakah kinerja akuntan publik di wilayah DKI Jakarta? 3. Apakah profesionalisme akuntan berpengaruh signifikan terhadap

kinerja akuntan publik di wilayah DKI Jakarta?

Bagaimanakah pengaruh tingkat profesionalisme akuntan terhadap kinerja akuntan publik di wilayah DKI Jakarta?

1. Untuk mengevaluasi tingkat profesionalisme akuntan pada akuntan publik di wilayah DKI Jakarta.

2. Untuk menganalisis kinerja akuntan publik di wilayah DKI Jakarta

3. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profesionalisme terhadap kinerja akuntan publik di wilayah DKI Jakarta.

(20)

1.4 Manfaat Penelitian

Perhatian terfokus pada pentajaman dari apa yang diharapkan sebagaimana dikemukakan pada kalimat penutup latar belakang masalah, secara lebih spesifik khususnya mengenai aspek nilai manfaat praktis dan sumbangan ilmiah bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Contoh:

1. Manfaat bagi dunia akademik : untuk pengembangan ilmu pengetahuan dengan cara menguji kebenaran suatu teori atau menciptakan teori baru.

2. Manfaat bagi mahasiswa: untuk pengembangan profesi dan karirnya di masa mendatang. 3. Manfaat praktis: untuk dijadikan sebagai bahan pendukung pengambilan keputusan dalam

memecahkan masalah perusahaan atau organisasi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka bertujuan mengidentifikasi teori-teori (pendapat para ahli) yang ada kaitannya dengan variabel yang akan diteliti dan penelitian yang pernah dilakukan orang lain sebelumnya mengenai variabel tersebut. Dalam ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu ekonomi suatu fenomena ilmu pengetahuan dibahas oleh 2 sampai dengan 10 teori yang masing-masing asumsi dan paradigmanya berbeda.

2.1 Gambaran Penelitian Terdahulu

Bagian ini berisi aspek-aspek yang pernah diteliti oleh peneliti lain pada masa lalu yang ada hubungannya dengan aspek penelitian sekarang. Hal ini penting dikaji agar penelitian sekarang lebih mudah dan lebih berkembang karena ada kemungkinan untuk melanjutkan penelitian terdahulu. Di samping itu untuk menghindari terjadinya tumpang tindih topik penelitian atau untuk menghindari penjiplakan.

2.2 Telaah Pustaka

Jika menemukan banyak teori (pendapat para ahli) yang menyangkut variabel yang akan diteliti, maka peneliti harus mengambil keputusan salah satu kriteria di bawah ini:

1. Mengambil salah satu teori (pendapat para ahli) sebagai acuan utama penelitiannya dan mengemukakan alasannya. Selanjutnya mengembangkan dimensi dan indikator instrumen penelitiannya berdasarkan teori (pendapat para ahli) tersebut.

2. Mensintesiskan beberapa teori (pendapat para ahli) dengan mengambil sebagian dari teori (pendapat para ahli) tersebut dan alasannya. Kemudian mengembangkan dimensi dan indikator instrumen penelitiannya berdasarkan sintesis tersebut.

2.3 Kerangka Pemikiran Teoretis

Kerangka pemikiran teoretis mengemukakan konsep hubungan antar variabel-variabel yang akan diteliti berdasarkan teori yang dibahas sebelumnya. Misalnya teori yang dibahas sebelumnya menunjukkan adanya hubungan kausal atau sebab akibat antara variabel X (variabel independen) terhadap variabel Y (variabel dependen). Teori yang dibahas sebelumnya menunjukkan adanya hubungan kausal antara variabel kepuasan kerja dengan komitmen organisasi. Jika kepuasan kerja tinggi maka komitmen organisasi juga tinggi. Sebaliknya jika kepuasan kerja rendah, maka komitmen organisasi juga rendah. Dalam membuat kerangka pemikiran teoretis dianjurkan dilengkapi dengan diagram.

(21)

2.4 Rumusan Hipotesis

Rumusan hipotesis merupakan jawaban sementara mengenai masalah penelitian. Rumusan hipotesis digunakan bila jenis penelitiannya eksplanasi, sedangkan jenis penelitian lainnya tidak memerlukan rumusan hipotesis.

Persyaratan hipotesis adalah:

1. Hipotesis merupakan pernyataan adanya hubungan antara variabel yang akan diteliti berdasarkan teori tertentu dan konsep peneliti yang telah dituangkan dalam kerangka pemikiran teoritis.

2. Hipotesis harus dapat diukur dengan data yang dihasilkan menggunakan instrumen penelitian.

3. Hipotesis dinyatakan dengan kalimat pendek dan jelas.

4. Jumlah hipotesis didasarkan pada banyaknya jumlah perumusan masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Secara umum metodologi penelitian membahas bagaimana cara mengumpulkan data, dan menunjukkan bagaimana menguji hipotesis penelitian. Oleh karena itu metodologi penelitian menjelaskan beberapa tentang metode penelitian yang akan digunakan peneliti, operasionalisasi variabel, menentukan populasi dan sampel, menetapkan teknik pengumpulan data, pengolahan dan analisis data penelitian.

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian dibedakan menjadi penelitian survei (deskripsi dan atau eksplanasi), studi kasus (deskripsi dan atau eksplanasi), eksperimen, penelitian kebijakan, penelitian tindakan, penelitian evaluasi dan penelitian sejarah. Untuk penelitian ekonomi bidang akuntansi dan manajemen lebih banyak menggunakan metode penelitian survei dan studi kasus.

Metode penelitian survei menggunakan teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini/fakta dari subjek yang diteliti (responden) melalui tanya-jawab, dengan menggunakan kuesioner (pertanyaan tertulis) yang secara langsung dikomunikasikan dengan responden, dan wawancara (pertanyaan lisan) yang dilakukan dengan komunikasi tatap muka atau melalui telepon. Untuk metode penelitian survei lebih banyak menggunakan teknik pengumpulan data dengan kuesioner atau yang disebut dengan instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang tepat untuk mengumpulkan data adalah kuesioner yang terlebih dahulu dilakukan ujicoba kepada minimal 30 responden baik validitas maupun reliabilitasnya, terutama instrumen buatan sendiri atau bukan instrumen komersial (instrumen baku) yang telah dilakukan ujicoba oleh pakar.

Metode studi kasus merupakan penelitian dengan karakteristik masalah yang unik. Metode studi kasus dilakukan melalui penyelidikan secara mendalam mengenai subjek tertentu untuk memberikan gambaran yang lengkap mengenai subjek tersebut.

3.2 Operasionalisasi Variabel

Variabel yang akan diteliti harus dijelaskan masing-masing statusnya apakah sebagai variabel bebas atau variabel terikat, di samping skala pengukuran variabel tersebut, sehingga peneliti akan lebih mudah menentukan jenis data yang akan dihasilkan (Nominal, Ordinal, Interval atau

(22)

Rasio) dan alat analisis yang tepat untuk dipergunakan dalam mengolah data tersebut. Maka operasionalisasi variabel menjelaskan status masing-masing variabel yang akan diteliti, dimensi masing-masing variabel (sub variabel), indikator, dan skala pengukuran. Contoh operasionalisasi variabel sebagai berikut:

Operasionalisasi Variabel Penelitian ”Motivasi Kerja” Variabel Sub Variabel

(Dimensi)

Indikator Skala Pengukuran

Motivasi (X) Motif

1. Gaji yang cukup Ordinal

2. Nyaman bekerja Ordinal

3. Hormati pegawai Ordinal

4. Rasa takut dan cemas Ordinal

5. Fasilitas memadai Ordinal

6. Setiakawan Ordinal

7. Waktu kerja sesuai aturan Ordinal

Operasionalisasi Variabel PenelitianModal Kerja dan Rentabilitas Ekonomi

Variabel Konsep Variabel Indikator Skala Pengukuran

Manajemen Modal Kerja (Variabel X)

Meliputi semua aspek pengaturan current

ratio perusahaan

Aktiva lancar

Kewajiban lancar Rasio

Rentabilitas Ekonomi (VariabelY)

Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba

Profit Margin Assets Turnover

Rasio

3.3 Populasi dan Sampel

Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang memiliki karakteristik tertentu, jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili populasi. Penelitian yang membutuhkan populasi dan sampel biasanya penelitian survei, karena harus menentukan siapa dan berapa banyak yang akan menjadi subjek atau responden penelitian. Tetapi dalam penelitian studi kasus belum tentu memerlukan populasi dan sampel karena objek penelitian tidak memiliki karakteristik khusus.

Penelitian yang membutuhkan populasi dan sampel, tahap pertama peneliti harus mengidentifikasi populasi target atau populasi spesifik yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian. Misalnya; (1) Manajer perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, artinya peneliti dapat mengidentifikasi para manajer perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. (2) Akuntan yang bekerja pada Akuntan Publik di wilayah DKI Jakarta, artinya peneliti dapat mengidentifikasi setiap Akuntan yang berkerja pada Akuntan Publik di wilayah DKI Jakarta. (3) Konsumen Carrefour artinya peneliti dapat mengidentifikasi setiap konsumen yang berbelanja pada Carrefour tersebut. Untuk menentukan jumlah sampel tergantung kepada karakteristik dan besaran populasi penelitian.

(23)

3.4 Teknik Pengumpulan Data 3.4.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian memberi gambaran yang menimbulkan kesan akan kelayakan terungkapnya data empiris yang diperlukan, sebagaimana yang dituntut oleh hipotesis dan metode penelitian. Waktu penelitian mengemukakan rencana kegiatan yang akan dilakukan dan waktu dilaksanakannya kegiatan tersebut. Salah satu cara yang tepat untuk melakukan rencana penelitian adalah membuat Skedul waktu penelitian berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk mengungkap masalah penelitian. Peneliti (mahasiswa) pada proses pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada peneliti. Sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber data yang tidak secara langsung memberikan data kepada peneliti misalnya melalui pihak lain,lembaga-lembaga data atau telaah dokumen.

3.4.2 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data berdasarkan tekniknya bisa dilakukan dengan 4 cara, yaitu: observasi, telaah dokumen, wawancara, dan kuesioner.

1. Observasi adalah teknik pengumpulan data yang memiliki ciri spesifik, karena observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga pada objek- objek lainnya.

2. Telaah dokumen adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah dan mengutip data yang relevan dengan topik penelitian. Dokumen yang ditelaah dapat berupa laporan keuangan, laporan produksi, laporan penjualan, dsb.

3. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Pembuatan kuesioner didasarkan pada indikator-indikator variabel penelitian yang telah ditentukan pada operasionalisasi variabel. Sebelum kuesioner tersebut digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian, maka untuk variabel yang belum memiliki kuesioner baku atau dibakukan oleh sebuah lembaga atau pakar maka harus diuji terlebih dahulu validitas dan realiabilitasnya (valid artinya instrumen/kuesioner yang digunakan untuk mengukur sesuai dengan apa yang harus diukur) dan (realiabel artinya instrumen/kuesioner yang digunakan beberapa kali mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama). Untuk lebih jelasnya proses pembuatan kuesioner, uji validitas dan reliabilitas terhadap instrumen penelitian dapat dilihat pada Apendiks.

4. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode penelitian survei, yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subjek penelitian.

Penggunaan keempat teknik pengumpulan data tersebut, tergantung pada metode penelitian yang digunakan, masalah penelitian dan tujuan penelitian yang ditetapkan oleh peneliti.

3.5 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Setelah data terkumpul dan ditabulasikan, sebelum dilakukan analisis maka data tersebut memerlukan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan data hasil penelitian tergantung jenis data dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya. Jenis data penelitian kualitatif dan kuantitatif akan menggunakan alat analisis atau metode statistik yang berbeda. Untuk tujuan

(24)

(frekuensi, tendensi sentral, dispersi, dll). Sedangkan tujuan penelitian dengan pengujian hipotesis menggunakan metode statistik inferensial baik parametrik atau non parametrik.

Di samping itu data dapat dianalisis sesuai dengan persamaan-persamaan yang lazim digunakan dalam bidang ekonomi (analisis pertumbuhan ekonomi, analisis inflasi, dll), manajemen (penilaian investasi; Benefit/Cost, Net Present Value, Profitability Index, Pay Back Period, Accounting Rate of Return, Internal Rate of Return, Modified Internal Rate of Return; rasio keuangan;dll), akuntansi (tabulasi).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan pembahasan pada Bab IV merupakan hasil penelitian lapangan mahasiswa, yang menyajikan secara utuh data hasil penelitian baik data kualitatif maupun data kuantitatif, untuk menjelaskan karakteristik variabel penelitian dan atau pengujian hipotesis melalui proses pengolahan data, dengan menggunakan metode statistik yang telah ditetapkan sesuai dengan masalah penelitian. Pembahasan dalam bab ini di samping mampu menjawab masalah penelitian, juga mampu menjadi petunjuk pembuatan kesimpulan.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dirumuskan atas dasar hasil pembahasan pada bab-bab sebelumnya yang mencerminkan jawaban atas permasalahan penelitian atau hasil pengujian hipotesis. Kesimpulan bukan merupakan ringkasan (summary) tetapi berupa kesimpulan (conclusion) yang disajikan per nomor.

5.2 Saran-saran

Saran merupakan tindak lanjut dari kesimpulan, berupa anjuran atau rekomendasi yang menyangkut aspek operasional, kebijaksanaan, atau konsepsi. Saran-saran hendaknya bersifat konkret, realistis, praktis dan terarah untuk pemecahan masalah.

3.2.3 Bagian Akhir

Bagian akhir skripsi meliputi daftar pustaka, lampiran dan daftar riwayat hidup penulis. Tata cara penulisan bagian akhir skripsi mengacu pada Bab IV pada buku pedoman ini.

(25)

BAB IV

PEDOMAN PENULISAN

Pedoman penulisan skripsi bertujuan memberikan mahasiswa panduan dan keseragaman bentuk dan tata cara yang baku dalam penyusunan skripsi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA. Aturan penulisan skripsi adalah sebagai berikut:

4.1 Tata Cara Penulisan Bagian Awal Skripsi

Bagian awal penulisan skripsi terdiri atas : halaman sampul luar, halaman judul, halaman pernyataan orisinalitas, halaman persetujuan ujian skripsi, halaman pengesahan skripsi, halaman pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah untuk kepentingan akademis, halaman intisari atau abstrak (bahasa Indonesia), halaman abstract (bahasa Inggris), halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar tabel, halaman daftar gambar, dan halaman daftar lampiran.

4.1.1Tata Cara Penulisan Halaman Sampul Luar

Halaman sampul luar skripsi memuat judul skripsi, logo Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), nama, nomor pokok dan jurusan mahasiswa yang bersangkutan, nama dan alamat institusi, serta tahun penyelesaian skripsi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 1.

Semua tulisan atau logo dibuat dengan format rata tengah (center) dengan urutan seperti berikut:

1. Logo Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA dan tulisan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.

Logo yang digunakan

adalah

logo dengan tulisan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA dengan panjang 5 cm dan lebar 5 cm dan tulisan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA ditulis dengan jenis huruf Times New Roman, menggunakan huruf besar, berukuran 14, dan dicetak tebal.

2. Judul Skripsi. Keseluruhan judul diketik menggunakan huruf besar (huruf kapital) dengan jenis huruf Times New Roman berukuran 14, dicetak tebal, jarak antar baris dua spasi (2 spasi), pemenggalan kata harus dilakukan dengan kaidah pemenggalan kata yang baku, tidak boleh ada singkatan kecuali nama istilah (contoh: PT, UD, CV, dll), tidak menggunakan kalimat tanya dan tidak ditutup dengan tanda baca apapun .

3. Nama dan nomor pokok. Nama dan nomor pokok mahasiswa, harus ditulis lengkap, tidak boleh disingkat, diketik dengan huruf Times New Roman berukuran 12, dengan spasi satu setengah (1.5 spasi).

4. Nama dan alamat institusi, serta tahun penyelesaian skripsi. Nama dan alamat institusi, serta tahun penyelesaian skripsi harus ditulis lengkap, tidak boleh disingkat, diketik dengan huruf Times New Roman berukuran 12, dengan spasi tunggal (1 spasi), dicetak tebal, dan keseluruhannya menggunakan huruf kapital (huruf besar).

4.1.2 Tata Cara Penulisan Halaman Judul

Tata cara penulisan halaman judul sama dengan tata cara penulisan halaman sampul luar skripsi, hanya ada penambahan keterangan tujuan disusunnya skripsi.

(26)

Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 2. 4.1.3 Tata Cara Penulisan Halaman Pernyataan Orisinalitas

Halaman ini berisi pernyataan tertulis dari penulis bahwa tugas akhir yang disusun adalah hasil karyanya sendiri dan ditulis dengan mengikuti kaidah penulisan ilmiah serta dibubuhi materai 6000 rupiah.

Halaman pernyataan orisinalitas ditulis dengan spasi ganda (2 spasi), jenis huruf Times New Roman berukuran 12 dengan posisi rata kanan dan rata kiri (justify alignment). Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 3.

4.1.4 Tata Cara Penulisan Halaman Persetujuan Ujian Skripsi

Halaman ini berisi persetujuan ujian skripsi yang ditandatangani oleh pembimbing mahasiswa yang bersangkutan dan diketahui ketua jurusan. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 4.

4.1.5 Tata Cara Penulisan Halaman Pengesahan Skripsi

Halaman ini berisi pengesahan skripsi yang ditandatangani oleh panitia ujian serta diketahui ketua jurusan dan dekan. Halaman ini diketik dengan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12 dan diketik dengan format rata tengah (center alignment) dengan jarak antar baris satu spasi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 5. 4.1.6 Tata Cara Penulisan Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Skripsi untuk

Kepentingan Akademis

Halaman ini berisi pernyataan dari mahasiswa penyusun skripsi yang memberikan kewenangan kepada Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA untuk menyimpan, mengalihmediakan, merawat, dan mempublikasikan tugas akhirnya untuk kepentingan akademis. Artinya, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA berwenang mempublikasikan suatu tugas akhir hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan hak cipta tetap pada penulis.

Halaman ini diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12, dan diketik dengan jarak antar baris satu spasi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 6.

4.1.7 Tata Cara Penulisan Ringkasan atau Abstrak (Bahasa Indonesia)

Bagian ini memuat uraian singkat (maksimal 250 kata) tetapi padat dan jelas serta memberikan gambaran menyeluruh tentang isi skripsi. Ringkasan skripsi memuat tentang apa yang dikerjakan dan hasil penting yang diperoleh dalam penelitian. Ringkasan ditulis dalam bahasa Indonesia Isinya merupakan uraian singkat tetapi lengkap mengenai tujuan penelitian, cara dan hasil penelitian. Tujuan penelitian disarikan dari tujuan penelitian pada pendahuluan, cara penelitian diperaskan dari jalan penelitian, dan hasil penelitian ditarik dari kesimpulan. Panjang ringkasan tidak lebih dari 2 (dua) halaman.

Halaman ini diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12, dan diketik dengan jarak antar baris satu setengah spasi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 7.

(27)

4.1.8 Tata Cara Penulisan Abstract (Bahasa Inggris)

Bagian ini sama dengan bagian ringkasan tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 8.

4.1.9 Tata Cara Penulisan Halaman Kata Pengantar

Halaman ini berisi kata pengantar dari penulis. Kata pengantar merupakan forum resmi untuk menyampaikan ucapan terima kasih oleh penulis skripsi kepada pihak lain, misalnya kepada para pembimbing, penguji, dan semua pihak yang terkait dalam penyelesaian skripsi termasuk orang tua dan penyandang dana.

Nama harus ditulis secara lengkap termasuk gelar akademik dan harus dihindari ucapan terima kasih kepada pihak yang tidak terkait dalam kata pengantar. Jumlah halaman untuk kata pengantar maksimal dua halaman. Halaman ini diketik dengan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12 dan diketik dengan format rata kanan dan rata kiri (justify alignment) dengan jarak antar baris satu setengah spasi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 9.

4.1.10 Tata Cara Penulisan Halaman Daftar Isi

Daftar isi memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai isi skripsi dan bertujuan untuk memudahkan pembaca mengerti alur isi skripsi serta memudahkan pembaca mengetahui/mencari dengan cepat letak suatu pokok bahasan/bab/sub bab/sub-sub bab/ pasal/bab/sub-sub pasal/ayat. Daftar isi memuat: urutan bab/bab/sub-sub bab/bab/sub-sub-bab/sub-sub bab/pasal/sub pasal/ayat disertai nomor halamannya masing-masing dan kerangka dari keseluruhan skripsi.

Halaman ini diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12, dan diketik dengan jarak antar baris satu setengah spasi, kecuali sambungan kalimat berjarak satu spasi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 10. 4.1.11 Tata Cara Penulisan Halaman Daftar Tabel

Halaman ini berisi keterangan tentang semua tabel yang digunakan dalam skripsi. Halaman ini bertujuan untuk memudahkan pembaca untuk mengetahui/mencari dengan cepat letak suatu tabel.

Halaman ini diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12, dan diketik dengan jarak antar baris satu setengah spasi, kecuali sambungan kalimat berjarak satu spasi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 11.

4.1.12 Tata Cara Penulisan Halaman Daftar Gambar

Halaman ini berisi keterangan tentang semua gambar yang digunakan dalam skripsi. Halaman ini bertujuan untuk memudahkan pembaca untuk mengetahui/mencari dengan cepat letak suatu gambar.

Halaman ini diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12, dan diketik dengan jarak antar baris satu setengah spasi, kecuali sambungan kalimat berjarak satu spasi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 12.

(28)

4.1.13 Tata Cara Penulisan Halaman Daftar Lampiran

Halaman ini berisi keterangan tentang semua lampiran yang digunakan dalam skripsi. Halaman ini bertujuan untuk memudahkan pembaca untuk mengetahui/mencari dengan cepat letak suatu lampiran.

Halaman ini diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12, dan diketik dengan jarak antar baris 1,5 spasi, kecuali sambungan kalimat berjarak satu spasi. Contoh penulisan halaman ini dapat dilihat pada Lampiran 13. 4.1.14 Tata Cara Penomoran Bagian Awal Skripsi

Penomoran bagian awal skripsi dimulai dari halaman judul dan berakhir pada penomoran halaman daftar lampiran. Dari halaman judul sampai dengan Abstract nomor halaman tidak diketik, tetapi tetap diperhitungkan sebagai halaman.

Pengetikan nomor dimulai dari Kata Pengantar menggunakan huruf kecil angka romawi ( i, ii, iii dst.) dengan jenis huruf Times New Roman berukuran 12 dan diketik dengan format rata tengah (center alignment).

4.2 Tata Cara Penulisan Bagian Isi Skripsi

Penulisan bagian isi skripsi terdiri atas lima (5) bab. Contoh penulisan bagian isi skripsi dapat dilihat pada Lampiran 14.

4.2.1 Tata Cara Penomoran Bagian Isi Skripsi

Beberapa hal yang berkaitan dengan tata cara penomoran untuk bagian isi skripsi meliputi: 1. Penomoran untuk setiap bab Penomoran setiap memulai bab baru pada bagian isi skripsi ditulis di bagian pojok bawah rata tengah (centre alignment). Penomoran dilakukan dengan menggunakan angka Arab jenis huruf Times New Roman berukuran 12 dan melanjutkan nomor sebelumnya.

2. Penomoran selain bab Penomoran selain bab pada bagian isi skripsi ditulis di bagian pojok atas rata kanan (right alignment). Penomoran dilakukan dengan menggunakan angka Arab (1,2,3, dst.) jenis huruf Times New Roman berukuran 12 dan melanjutkan nomor sebelumnya.

3. Penomoran halaman daftar pustaka Penomoran daftar pusaka ditulis di bagian pojok atas rata kanan (right alignment). Penomoran dilakukan dengan menggunakan angka Arab jenis huruf Times New Roman berukuran 12 dan melanjutkan nomor sebelumnya.

4. Penomoran halaman daftar lampiran. Penomoran daftar lampiran ditulis di bagian pojok atas rata kanan (right alignment). Penomoran dilakukan dengan menggunakan angka Arab jenis huruf Times New Roman berukuran 12.

4.2.2 Tata Cara Penulisan Kutipan/Rujukan/Sitasi

Bagian ini memuat tata cara penulisan kutipan/rujukan/sitasi yang menjadi acuan dalam penulisan skripsi.

1. Penulisan Kutipan tidak Langsung

a. Nama penulis disebutkan dalam kalimat

(29)

Pada 1998 (199), Jones membandingkan penampilan pelajar ... b. Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat

Dalam studi membandingkan penampilan pelajar (Jones, 2008: 199), ... Kutipan tidak langsung diketik 2 spasi.

2. Penulisan Kutipan Langsung

Kutipan langsung pada format APA (American Psychological Association) ditulis dengan menyebutkan nama pengarang, tahun terbit, dan halaman kalimat/teks yang dikutip. Kutipan langsung dibedakan atas dua jenis, yaitu kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang

a. Kutipan langsung pendek

Kutipan langsung pendek adalah kalimat yang dikutip kurang atau sama 3 baris. Kutipan langsung pendek dituliskan dalam teks dengan memberi tanda petik di awal dan di akhir kutipan.

1) Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat

Dia menyatakan ” pelajar selalu kesulitan menggunakan jenis tulisan APA” (Jones, 2008: 199), tetapi dia tidak menjelaskan mengapa pelajar selalu mengalami kesulitan dengan jenis tulisan ini.

2) Nama penulis disebutkan dalam kalimat

Menurut Jones (2008), "Pelajar selalu mengalami kesulitan menggunakan jenis tulisan APA, terutama bagi mereka yang pertama kali menggunakannya" (199). Jones (2008) menemukan "pelajar selalu mengalami kesulitan menggunakan jenis tulisan APA" (199); apa implikasinya terhadap guru mereka ?

b. Kutipan langsung panjang

Kutipan langsung panjang adalah kalimat yang dikutip lebih dari 3 baris. Kutipan langsung panjang ditulis dalam paragraf tersendiri dan menggunakan satu spasi.

1) Nama penulis tidak disebutkan dalam kalimat

Dia mengemukakan, “para pelajar selalu mengalami kesulitan menggunakan jenis tulisan dengan format APA, ketika mereka baru pertama kali mengenal jenis tulisan ini. Kesulitan ini biasanya diakibatkan oleh berbagai macam faktor diantarnya adalah kesulitan memiliki pandual manual dari tulisan tersebut atau tidak bertanya terhadap guru mereka”. (Jones, 2008: 199).

2) Nama penulis disebutkan dalam kalimat

Hasil riset Jones pada tahun 2008 menemukan fakta bahwa: para pelajar selalu mengalami kesulitan menggunakan jenis tulisan dengan format APA, ketika mereka baru pertama kali mengenal jenis tulisan ini. Kesulitan ini biasanya diakibatkan oleh berbagai macam faktor diantaranya adalah kesulitan memiliki pandual manual dari tulisan tersebut atau tidak bertanya terhadap guru mereka (199).

3. Penulisan Kutipan Karya dengan 2 penulis

Nama keluarga/nama belakang penulis disebutkan semua.Contoh:

(30)

b e r p e r a n d a l a m k e g i a t a n e k s t r a kurikuler………… Atau

Setiap mahasiswa harus ikut berperan dalam kegiatan ekstra kurikuler……….. (Richards dan Jones, 2006: 28).

4. Karya lebih dari 2 penulis

Jika karya yang dikutip ditulis lebih dari 2 pengarang, yang ditulis hanya nama keluarga/belakang penulis pertama, dengan memberi inisial et al. Contoh:

Pemerintah Negara Bagian Massachusetts dan para gubernur telah melakukan beberapa kebijakan untuk meningkatkan keamanan publik, ……… (Smith. et a1., 2007: 7). 5. Lebih dari 1 karya dengan penulis yang sama.

Semua tahun penerbitan publikasi harus disebutkan semua. Contoh:

Siswanto (2007: 39) dalam penelitiannya tentang efek alkohol bagi para pengemudi, Siswanto (2009: 68) juga menunjukkan hasil penelitian tentang kesadaran pengemudi yang tidak meminum alkohol untuk keselamatannya.

6. Mengutip dari beberapa karya dari penulis yang berbeda dan tahun penerbitan dalam 1 kalimat (kutipan diambil dari sumber yang berbeda).

Dalam penelitian sebelummnya yang dilakukan oleh beberapa ahli menunjukkan bahwa ROA memiliki hubungan dengan laba bersih Cantor (2007: 15), Skinner (2005: 98), Kimbal (2006a: 41, 2006b: 127) dan Caballero (2010: 198),...

7. Karya dengan nama belakang penulis sama

Jika mengutip dari karya dengan nama belakang penulis yang sama dengan kutipan sebelumnya, nama depan penulis perlu dicantumkan pada kutipan berikutnya.

D. M. Smith (2004: 23) dan P. W. Smith (2005: 34) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah …..

8. Mengutip rumus, hasil penelitian/exact quotation

Harus mencatumkan nomor halaman.

Dalam hasil riset tentang efek alkohol bagi pengemudi, Siswanto (2003: 104) mengemukakan bahwa "responden yang meminum 12 botol bir dengan tingkat alkohol 3.5%, memiliki respon gerakan 1,2 detik lebih lamban dibandingkan responden yang tidak meminum alkohol."

9. Mengutip dari kutipan

Jika mengutip dari sumber yang mengutip, nama penulis asli dicantumkan pada awal kalimat, dan diikuti nama penulis yang mengutip.

Myers (1998) dalam Weston dan Coppeland (2007: 244), menyatakan bahwa bagian utama dari nilai perusahaan adalah………..

atau

Bagian utama dari nilai perusahaan adalah (Myers, 1998 dalam Weston dan Coppeland , 2007: 244)

(31)

10. Tidak ada nama penulis

Jika tidak ada nama penulis, tuliskan 1 atau 2 kata pertama dari judul buku/halaman web. Jika mengutip dari buku atau website, judul ditulis dalam cetak miring. Jika mengutip dari artikel jurnal/majalah/surat kabar, judul ditulis dalam huruf tegak dengan memberi tanda petik di awal dan akhir kutipan.

”Likuidasi suatu perusahaan lebih mementingkan aspek...” (Gatra, 2008: 30). Atau

Pemerintah berupaya untuk meningkatkan ... (Anonim, 2009: 23). 11. Artikel tanpa nama penulis dan tahun penerbitan

Dalam beberapa penelitian terhadap para pelajar, diperlukan tutorial untuk ………… (“Tutoring dan APA,” tanpa tahun).

12. Lembaga sebagai penulis

Sistem keselamatan pada pesawat terbang meliputi antara lain:… (Departemen Perhubungan, Direktorat Hubungan Udara, 2007: 35)

13. Komunikasi melalui email atau wawancara

…dapat disimpulkan bahwa jurusan Teknik Mesin kurang diminati oleh siswa perempuan (wawancara dengan Juliana Anggono, 5 Januari 1999).

14. Mengutip dari Website

Pada dasarnya mengutip dari website atau sumber elektronik sama dengan mengutip dari sumber tercetak. Jika mengutip dari website atau media elektronik, yang perlu dicantumkan adalah nama penulis, tahun penerbitan, nomor halaman (untuk kutipan langsung) atau jika tidak ada nomor halaman, sebutkan nomor bab (chapter), nomor gambar, tabel atau paragraf. Alamat website (URL) dan informasi lain dituliskan pada Daftar Pustaka.

4.3 Tata Cara Penulisan Bagian Akhir Skripsi

Bagian ini merupakan bagian akhir skripsi yang berisi tentang: (1) Daftar Pustaka, (2) Daftar Lampiran, dan (3) Daftar Riwayat Hidup Penulis.

4.3.1 Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan semua sumber bacaan yang digunakan sebagai rujukan atau bahan acuan penulisan skripsi. Pemilihan sumber pustaka harus benar-benar sesuai dengan permasalahan yang dibahasa dalam skripsi. Mahasiswa tidak diperkenankan mencantumkan pustaka, artikel, jurnal dan dokumen lain yang tidak dijadikan bahan rujukan skripsi.

Sumber yang ditulis dalam daftar pustaka adalam sumber yang dikutip dan dijadikan rujukan dalam tinjauan pustaka serta dijadikan alat analisis dalam pembahasan. Untuk buku, artikel atau jurnal pola penulisannya disusun berdasarkan disusun secara alfabetis. Untuk sumber rujukan yang berasal dari undang-undang atau peraturan, penulisannya disusun berdasarkan tata urutan peraturan yang berlaku, sumber bacaan dapat berupa:

(32)

2. Artikel (jurnal)

3. Dokumen-dokumen lainnya

Daftar pustaka merupakan daftar bacaan yang menjadi sumber, atau referensi atau acuan dan dasar penulisan skripsi. Daftar pustaka ini dapat berisi buku, artikel jurnal, majalah, atau surat kabar, wawancara, dan sebagainya. Dianjurkan agar 70% daftar referensi yang digunakan merupakan terbitan terbaru (minimal terbitan 2 tahun terakhir) dari jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan jurnal ilmiah internasional.

Bagian ini secara cermat memuat pustaka yang digunakan dalam penelitian. Penulisan daftar pustaka mengikuti sistem sitasi nama-tahun sesuai dengan urutan abjad nama belakang pengarang. Perlu diperhatikan bahwa daftar pustaka berisi daftar buku teks atau artikel ilmiah/jurnal yang mendukung penelitian.. Berikut ini diberikan tata cara penulisan daftar pustaka:

1. Berupa buku yaitu : a. Penulis tunggal

Baxter, C. (1997). Race Equality In Health Care and Education. Philadelphia: Balliere Tindall.

b. Penulis dua atau tiga

Cone, J.D., dan Foster, S.L. (1993). Dissertations and Theses from Start to Finish: Psychology and Related Fields. Washington, DC: American Psychological Association.

c. Tidak ada nama penulis

Merriam-Webster’s collegiate dictionary (Edisi ke-10). (1993). Springfield, MA: Merriam-Webster.

d. Bukan edisi pertama

Mitchell, T.R., dan Larson, J.R. (1987). People In Organizations: An Introduction To Organizational Behavior (Edisi Ketiga.). New York: McGraw-Hill.

e. Penulis berupa tim atau lembaga

American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and Statistical Manual Of Mental Disorders (Edisi Keempat). Washington, DC: Author.

f. Buku berseri/multi volume (editor sebagai penulis)

Koch, S. (Editor). (1959-1963). Psychology: a Study of Science (Vol.. 1-6). New York: McGraw-Hill.

g. Terjemahan

Merriam-Webster. (n.d.). Culture. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved September 9, 2019, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/culture Parenthetical citation: (Merriam-Webster, n.d.) Narrative citation: Merriam

(33)

Webster (n.d.)

h. Artikel atau bab dalam buku yang diedit

Aron, L., Botella, M., & Lubart, T. (2019). Culinary arts: Talent and their development. In R. F. Subotnik, P. Olszewski-Kubilius, & F. C. Worrell (Eds.), The psychology of high performance: Developing human potential into domain-specific talent (pp. 345–359). American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/0000120-016 Parenthetical citation: (Aron et al., 2019) Narrative citation: Aron et al. (2019) i. Artikel/istilah dalam buku referensi

Schneider, I. (1989). Bandicoots. In Grzimek’s Encyclopedia of Mammals (vol.1, pp.300 304). New York: McGraw-Hill.

j. Makalah seminar, konferensi, dan sejenisnya.

Crespo, C.J. (Maret 1998). Update on National Data on Asthma. Paper presented at the meeting of the National Asthma Education and Prevention Program, Leesburg, VA. 2. Berupa Serial

a. Artikel jurnal

Grady, J. S., Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emotions in storybooks: A comparison of storybooks that represent ethnic and racial groups in the

United States. Psychology of Popular Media Culture, 8(3), 207– 217. https://doi.org/10.1037/ppm0000185

Parenthetical citations: (Grady et al., 2019; Jerrentrup et al., 2018) Narrative citations: Grady et al. (2019) and Jerrentrup et al. (2018)

b. Artikel majalah

Schaefer, N. K., & Shapiro, B. (2019, September 6). New middle chapter in the story of human evolution. Science, 365(6457), 981-982. https://doi.org/10.1126/science.aa35

Parenthetical citations: (Schaefer & Shapiro, 2019; Schulman, 2019) Narrative citations: Schaefer and Shapiro (2019) and Schulman (2019)

c. Artikel surat kabar

Carey, B. (2019, March 22). Can we get better at forgetting? The New York Times. https://www.nytimes.com/2019/03/22/health/memory-forgetting- psychology.html

Parenthetical citation: (Carey, 2019) Narrative citation: Carey (2019)

d. Artikel surat kabar, tanpa penulis

Understanding early years as a prerequisite to development. (4 Mei 1986). The Wall Street Journal, p. 8.

(34)

e. Resensi buku dalam jurnal

Grabill, C. M., & Kaslow, N. J. (1999). Anounce of prevention: Improving children's mental health for the 21st century [Review of the book Handbook of Prevention and Treatment with Children and Adolescents]. Journal of Clinical Child Psychology, 28, 115 116.

f. Resensi film dalam jurnal

Lane, A. (11 Desember 2000). Come fly with me [Review of the motion picture Crouching Tiger, Hidden Dragon]. The New Yorker, 129-131

3. Berupa Wawancara

White, Donna. (25 Desember 2007). Personal interview. 4. Berupa Karya lain dan karya non cetak

a. Acara televisi

Crystal, L. (Executive Producer). (11 Oktober 2008). The Macneil/Lehrer News Hour. [Television broadcast]. New York and Washington, DC: Public Broadcasting Service.

b. Kaset video/VCD

National Geographic Society (Producer). (2009). In The Shadow of Vesuvius [Videotape]. Washington, DC: National Geographic Society.

c. Kaset audio

McFerrin, Bobby (Vocalist). (2009). Medicine Music [Audio Recording]. Hollywood,CA : EMI-USA.

d. Perangkat lunak komputer

Arend, Dominic N. (1993). Choices (Version 4.0) [Computer software]. Champaign, IL: U.S. Army Corps of Engineers Research Laboratory. (CERL Report No.CH7-22510).

5. Berupa Publikasi Elektronik a. Karya lengkap

McNeese, M.N. (2001). Using Technology in Educational Settings.

Diunduh 13 Oktober, 2001. University of Southern Mississippi, Educational Leadership and Research. http://www.dept.usm.edu/~eda/

b. Artikel dari pangkalan data online

Senior, B. (September 2007). Team roles and team performance: Is

there really a link? Journal of Occupational and Organizational Psychology, 70, 241-258. diunduh 6 Juni, 2008. ABI/INFORM Global (Proquest) database.

(35)

c. Artikel jurnal di website

Lodewijkx, H. F. M. (23 Mei 2001). Individual- group continuity in

cooperation and competition undervarying communication conditions. Current Issues in Social Psychology, 6 (12), 166-182. diunduh 14 September, 2001. http://www.uiowa.edu/~grpproc/crisp/crisp.6.12.htm

d. Dokumen lembaga

NAACP (25 Februari 1999). NAACP Calls For Presidential Order to Halt Police Brutality Crisis. diunduh 3 Juni, 2001.

http://www.naacp.org/president/releases/police_brutality.htm

e. Dokumen lembaga, tanpa nomor halaman, tanpa informasi tahun penerbitan Greater Hattiesburg Civic Awareness Group, Task Force on Sheltered Programs. (tanpa

tahun). Fund-raising Efforts. diunduh 10 November, 2001. http://www.hattiesburgcag.org

f. Penulis dan informasi waktu penerbitan tidak diketahui

GVU's 8th WWW user survey. (n.d.). diunduh 13 September, 2001. http://www.gvu.gatech.edu/user_surveys/survey-1997-10/ g. E-mail

Wilson, R.W. (24 Maret 1999). Pennsylvania reporting data. Child Maltreatment Research. 30 Maret, 1999. [email protected] h. CD-ROM

Ziegler, H. (1992). Aldehyde. The Software Toolworks Multimedia Encyclopedia (CD- ROM version 1.5). Boston: Grolier. 19 Januari, 1999. Software Toolworks. Nickell, Stephen J. (Agustus 1996). Competition and corporate performance. The Journal of Political Economy, 104(4), 724-747. 15 Desember, 2003. Proquest Database (CD-ROM).

i. Informasi dari pemerintah

National Cancer Institute. (2019). Taking time: Support for people with cancer (NIH Publication No. 18-2059). U.S. Department of Health and Human Services, National Institutes of Health.

https://www.cancer.gov/publications/patient-education/takingtime.pd Parenthetical citation: (National Cancer Institute, 2019)

Narrative citation: National Cancer Institute (2019)

j. Video youtube

Harvard University. (2019, August 28). Soft robotic gripper for jellyfish [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=guRoWTYfxMs

Parenthetical citation: (Harvard University, 2019) Narrative citation: Harvard University (2019)

Gambar

Gambar 1. Bagan Prosedur Penyelesaian Skripsi
Gambar 2. Grafik Hasil Analisis Biplotdua

Referensi

Dokumen terkait

BAB IV HASI PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... Pemaparan Data ... Pemaparan Data Kuantitatif ... Pemaparan Data Pretes ... Pemaparan Data Postes ... Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Bab IV adalah hasil dan pembahasan berisikan pokok dari penelitian yang mencakup deskripsi objek penelitian dan analisis data, serta pembahasan mengenai

Pembahasan hasil penelitian harus dilakukan lebih detail, manakala hipotesis penelitian yang diajukan ditolak. Banyak faktor yang menyebabkan sebuah hipotesis

Bab III metode penelitian, terdiri dari: (a) berisi pendekatan dan jenis penelitian; (b) populasi, sampling dan sampel penelitian, (c) sumber data, variabel dan

Bab IV adalah bab tentang Hasil Penelitian dan Pembahasan yang memaparkan data-data yang telah diperoleh dari penelitian lapangan yang meliputi hasil wawancara

Bab IV membahas hasil penelitian dan pembahasan, yaitu data hasil penelitian yang terdiri dari gambaran umum kondisi lapangan, tahap implementasi kegiatan, dan pembahasan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada bab ini akan menguraikan dan menyajikan data informan serta narasumber yang diperoleh dari hasil wawancara yang

46 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Bab ini membahas dan menyajikan data yang telah didapat dari hasil penelitian dilapangan atau yang dikenal dengan pendekatan