• Tidak ada hasil yang ditemukan

BANGUNAN PENGATUR SUNGAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BANGUNAN PENGATUR SUNGAI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1.

1. BANGUNAN PENGATUR SUNGAIBANGUNAN PENGATUR SUNGAI A.

A. PengertianPengertian

Bangunan pengaturan sungai adalah suatu bangunan air yang di bangun pada Bangunan pengaturan sungai adalah suatu bangunan air yang di bangun pada sungai dan berfungsi :

sungai dan berfungsi :

 Mengatur aliran air agar tetap stabilMengatur aliran air agar tetap stabil 

 Sebagai pengendalian banjirSebagai pengendalian banjir

B.

B. Jenis-jenis Bangunan Pengatur SungaiJenis-jenis Bangunan Pengatur Sungai

 Perkuatan lerengPerkuatan lereng 

 Pengarah arus (krib) atau pelindung tebing tidak langsungPengarah arus (krib) atau pelindung tebing tidak langsung 

 TanggulTanggul 

 Dam penahan sedimen (check dam)Dam penahan sedimen (check dam) 

 Ground sillGround sill

2.

2. MORFOLOGI SUNGAIMORFOLOGI SUNGAI A.

A. UmumUmum

Morfologi sungai merupakan hal yang menyangkut tentang geometri, jenis, sifat, Morfologi sungai merupakan hal yang menyangkut tentang geometri, jenis, sifat, dan perilaku sungai dengan segala aspek

dan perilaku sungai dengan segala aspek perubahannya dalam dimensi ruang dan waktu,perubahannya dalam dimensi ruang dan waktu, dengan demikian menyangkut sifat dinamik sungai dan lingkungannya yang saling dengan demikian menyangkut sifat dinamik sungai dan lingkungannya yang saling  berkaitan.

 berkaitan. B.

B. Perilaku SungaiPerilaku Sungai

Sungai adalah suatu saluran drainase yang terbentuk secara alamiah .Akan tetapi Sungai adalah suatu saluran drainase yang terbentuk secara alamiah .Akan tetapi di samping fungsinya sebagai saluran drainase, dan dengan adanya air yang mengalir di di samping fungsinya sebagai saluran drainase, dan dengan adanya air yang mengalir di dalamnya,

dalamnya, sungai menggsungai menggerus tanah erus tanah dasarnya secara dasarnya secara terus menerus terus menerus sepanjang sepanjang masamasa eksistensinya dan terbentuk lembah sungai. Volume sedimen yang sangat besar yang di eksistensinya dan terbentuk lembah sungai. Volume sedimen yang sangat besar yang di hasilkan dari keruntuhan tebing. Tebing sungai di daerah pegunungan kemiringan hasilkan dari keruntuhan tebing. Tebing sungai di daerah pegunungan kemiringan sungainya curam, gaya Tarik aliran airnya cukup besar. Tetapi setelah aliran sungainya sungainya curam, gaya Tarik aliran airnya cukup besar. Tetapi setelah aliran sungainya curam, gaya tarik aliran airnya cukup besar. Tetapi setelah aliran sungai mencapai curam, gaya tarik aliran airnya cukup besar. Tetapi setelah aliran sungai mencapai dataran, maka gaya tariknya sangat menurun. Dengan demikian beban yang terdapat dataran, maka gaya tariknya sangat menurun. Dengan demikian beban yang terdapat dalam arus sungai berangsur-angsur diendapkan. Karena itu ukuran butiran sedimen dalam arus sungai berangsur-angsur diendapkan. Karena itu ukuran butiran sedimen yang mengendap di bagian hulu, sungai itu lebih besar dari pada di bagian hilir.

yang mengendap di bagian hulu, sungai itu lebih besar dari pada di bagian hilir.

Dengan terjadinya perubahan kemiringan yang mendadak pada saat alur sungai Dengan terjadinya perubahan kemiringan yang mendadak pada saat alur sungai keluar dari daerah pegunungan yang curam dan memasuki dataran yang lebih landau, keluar dari daerah pegunungan yang curam dan memasuki dataran yang lebih landau,

(2)

 pada lokasi ini terjadi pengendapan yang sangat intensif yang menyebabkan mudah  berpindahnya alur sungai dan terbentuk apa yang di sebut kipas pengendapan. Pada lokasi tersebut sungai bertambah lebar dan dangkal, erosi dasar sungai tidak terjadi lagi,  bahkan sebaliknya terjadi pengendapan yang sangat intensif. Dasar sungai secara terus menerus naik, dan sedimen yang hanyut terbawa arus banjir tersebut dan mengendap secara luas membentuk dataran aluvasi.

Pada daerah dataran yang rata alur sungai erosi pada tebing bagian luar belokan yang berlangsung sangat intensif, sehingga terbentuk meander (Gb 9.1 dan 9.2)

Dalam keadaan tersebut apabila terjadi benjir yang besar dapat menimbulkan luapan yang dan tergerusnya dinding bagian kuar belokan sungai. Untuk mengatasi hal tersebut dapat di buat sudetan yaitu saluran baru yang bertujuan untuk melangsungkan aliran debit banjir dari titik awal (hulu) ke titik akhir (hilir) meander. Sudetan dapat juga di  buat untuk mengalihkan sebagian debit banjir ke sungai yang lain yang berdekatan.

3. KRIB A. Umum

Krib adalah bangunan yang dibuat mulai dari tebing sungai ke arah tengah, guna mengatur arus sungai dan tujuan utamanya adalah:

 Mengatur arah arus sungai ,

 Mengurangi kecepatan arus sungai sepanjang tebing sungai ,  Mempercepat sedimentasi ,

(3)

 Mempertahankan lebar dan kedalaman air pada alur sungai,  Mengonsentrasikan arus sungai dan memudahkan penyadapan.

Krib adalah bangunan air yang secara aktif mengatur arah arus sungai dan mempunyai efek positif yang besar jika dibangun secara benar. Sebaliknya, apabila krib dibangun secara kurang semestinya, maka tebing di seberangnya dan bagian sungai sebelah hilir akan mengalami kerusakan. Karenanya, haruslah dilakukan penelaahan dan  penelitian yang sangat saksama sebelum penetapan type suatu krib yang akan di bangun.

Tujuan dari pengaturan alur sungai antara lain adalah sebagai berikut :

 Mengatur aliran sungai sedemikian rupa sehingga pada waktu banjir air dapat mengalir dengan cepat dan aman,

 Mengatur kecepatan aliran sungai yang memungkinkan adanya pengendapan dan pengangkutan sedimen dengan baik,

 Mengarahkan aliran ke tengah alur sungai agar tebing sungai tidak terkikis,

 Mengarahkan aliran sungai sehingga dapat dipergunakan untuk pelayaran.

Dinding Krib

Penggunaan Krib Krib untuk melindungi tebing sungai

(4)

B. KLASIFIKASI KRIB a. Krib Permeable

Pada tipe permeable, air dapat mengalir melalui krib. Bangunan ini akan melindungi tebing terhadap gerusan arus sungai dengan cara meredam energy yang terkandung dalam aliran sepanjang tebing sungai dan bersamaan dengan itu mengendapkan sedimen yang terkandung dalam aliran. Krib permeable terbagi dalam  beberapa jenis, antara lain jenis tiang pancang, rangka pyramid, dan jenis rangka kotak. Krib permeable disebut juga dengan krib lolos air. Krib lolos air adalah krib yang diantara bagian-bagian konstruksi nya dapat dilewati aliran, sehingga kecepatannya akan berkurang karena terjadinya gesekan dengan bagian konstruksi krib tersebut dan memungkinkan adanya endapan angkutan muatan di tempat ini.

 b.

Krib Impermeable

Krib dengan konstruksi tipe impermeable disebut juga krib padat atau krib tidak lolos air, sebab air sungai tidak dapat mengalir melalui tubuh krib. Bangunan ini digunakan untuk membelokkan arah arus sungai dan karenanya sering terjadi gerusan yang cukup dalam di depan ujung krib atau bagian sungai di sebelah hilirnya. Untuk mencegah gerusan, di pertimbangkan penempatan pelindung dengan konstruksi fleksibel seperti matras atau hamparan pelindung batu sebagai pelengkap dari krib  padat. Dari segi konstruksi, terdapat beberapa jenis krib impermeable misalnya brojong

(5)

c. Krib Semi Permeable

Krib semi permeable ini berfungsi ganda yaitu sebagai krib permeable dan krib  padat. Biasanya bagian yang padat terletak disebelah bawah dan berfungsi pula sebagai  pondasi. Sedangkan bagian atasnya merupakan konstruksi yang permeable disesuaikan dengan fungsi dan kondisi setempat. Krib semi permeable disebut juga dengan Krib semi lulus air adalah krib yang dibentuk oleh susunan pasangan batu kosong sehingga rembesan air masih dapat terjadi antara batu-batu kosong.

d.

Krib Silang dan Memanjang

Krib yang formasinya tegak lurus atau hamper tegak lrus sungai dapat merintangi arus dan dinamakan krib melintang. Sedangkan krib yang formasinya hampir sejajar arah arus sungai di sebut krib memanjang.

(6)

C. PERENCANAAN KRIB

Dalam mempersiapkan perencanaan krib, diperlukan survey mengenai topografi, debit dan kecepatan aliran sungai dan transportasi sedimen yang ada disungai. Tipe dan cara pembuatan krib ditetapkan secara empiris dengan memperhatikan pengalaman masalalu dalam pembuatan krib yang hamper sejenis.

Secara umum, hal-hal yang perlu di perhatikan dalam perencanaan krib adalah sebagai  berikut:

 Karena cara pembuatan krib sangat tergantung pada resim sungai, perlu diperoleh data mengenai pengalaman pembuatan krib pada sungai yang sama atau hampir sama, kemudahan pelaksanaannya dan besarnya pembiayaan.

 Untuk mengurangi turbulensi aliran pada sungai yang terlalu lebar, maka  permukaan air sungai normal harus dinaikkan dengan krib yang panjang,

dengan memperhatikan biaya pelaksanaan dan pemeliharaannya.

 Jika krib yang akan dibangun dimaksud pula untuk melindungi tebing sungai terhadap pukulan air, panjang krib harus diperhitungkan pula terhadap timbulnya pukulan air pada tebing sungai di seberangnya.

 Krib tidak berfungsi baik pada sungai keeil dan sempit alurnya.

Apabila pembuatan krib dimaksudkan untuk menaikan permukaan normal air sungai, perlu dipertimbangkan kapasitasnya disaat terjadinya debit yang lebih besar atau debit banjir.

Formasi Krib

Terdapat 3 macam formasi krib yaitu :

 Krib Tegak lurus : krib yang arahnya tegak lurus aliran.

 Krib condong kearah hulu disebut juga sebagai krib tajam : krib yang arahnya

menyerong ke hulu

 Krib condong kearah hilir.

Penetapan tinggi krib pada umumnya akan lebih menguntungkan apabila evaluasi mercu krib dapat dibuat serendah mungkin ditinjau dari stabilitas bangunan terhadap gaya yang mempengaruhinya, sebaiknya elevasi mercu dibuat 0,50-1,00 meter diatas elevasi rata-rata permukaan air rendah. Dari hasil pengamatan terhadap tinggi

(7)

 berbagai jenis krib yang telah dibangun dan berfungsi dengan baik, diperoleh angka

 perbandingan antara tinggi krib dan

kedalaman air banjir (hg/h) sebesar 0,20

 – 

0,30.

Lokasi pembuatan krib di

sungai Arah aliran & sudut sumb krip 0 Bagian lurus 10° - 15°

Belokan luar 5° - 15°

Belokan dalam 0° - 10°

Panjang dan Jarak Antara

Panjang dan jarak antara krib ditetapkan secara empiris yang didasarkan pada  pengamatan data sungai yang bersangakutan antara lain situasi sungai, lebar sungai, kemiringan sungai, debit banjir, kedalaman air, debit normal, transportasi sedimen dan kondisi sekeliling sungai.

Krib Memanjang

Krib memanjang adalah krib yang ditempatkan hampir sejajar dengan arah arus sungai dan biasanya digunakan untuk melindungai tebing alur sungai dan mengatur arah arus sungai agar alur sungai tidak mudah berpindah-pindah.

D. KONSTRUKSI KRIB

(8)

a. Krib tiang pancang: adalah contoh krib permeabel dan dapat digunakan baik untuk krib memanjang maupun krib melintang. Konstruksi nya sangat sederhana dan dapat meningkatkan proses pengendapan serta sangat cocok untuk bagian sungai yang tidak deras arusnya.

 b. Krib rangka : adalah krib yang cocok untuk sungai-sungai yang dasarnya terdiri dari lapisan batu atau krikil yang sulit dipancang dan krib rangka ini mempunyai kemampuan bertahan yang lebih besar terhadap arus sungai dibandingkan dengan krib tiang pancang.

c.

Krib blok beton : krib blok beton mempunyai kekuatan yang baik dan awet serta sangat fleksibel dan umumnya dibangun pada bagian sungai yang arusnya deras. Bentuk dan denah krib serta berat masing-masing blok beton sangat bervariasi

Krab Tiang Pancang

(9)

 penetapannya didasarkan pada contoh-contoh yang sudah ada atau pengalaman- pengalaman pada krib-krib sejenis yang pernah dibangun.

E. PEMILIHAN TIPE KRIB

Tipe krib yang cocok untuk suatu lokasi haruslah ditentukan berdasarkan resim sungai pada lokasi tersebut dengan memperhatikan tujuan pembuatannya, tingkat kesulitan dan jangka waktu pelaksaannya. Jadi hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipelajari adalah bentuk denah, kemiringan memanjang dan bentuk penampung lintang krib, elevasi muka air, debit, kecepatan arus bahan dasar dan arah pergeseran pada

(10)

sungai. Selanjutnya tipe krib ditetapkan berdasarkan fungsi hidraulika dari krib,  pengalaman-pengalaman yang pemah ada dan contoh-contoh bangunan krib-krib yang

dibuat di waktu-waktu yang lalu.

Dalam proses penentuan tipe kirb diperlukan perhatian khusus pada hal-hal sebagai berikut :

 Krib permeabel yang rendab dengan konsolidasi pondasi biasanya cukup memadai untuk melindungi tebing sungai.

 Krib tidak cocok untuk sungai yang sempit alumya atau untuk sungai-sungai kecil.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaman sungai pelindung tebing dan talud adalah konstruksi lining dengan tebing sungai dengan pasangan batu kali. Berbagai jenis material yang digunakan setelah dihitung

Di daerah Muara Sungai Kampar arus yang datang dari arah Sungai Kampar belok ke arah utara membentuk pola sebaran tekstur sedimen pasir lanauan memanjang ke arah utara.

Sungai di bagian hulu dicirikan dengan badan sungai yang dangkal, sempit, tebing yang curam dan tinggi, arus cepat, volume air kecil, kandungan oksigen terlarut

Pada perhitungan stabilitas alur disini meliputi perhitungan stabilitas dasar sungai dan perhitungan stabilitas tebing sungai yang akan dicek apakah aman dan stabil tidak

Bangunan pengamanan belokan saluran atau sungai, pada umumnya berupa bangunan krib yang berfungsi ngarah arus atau berfungsi untuk memperbaiki Peningkatan kecepatan

Bangunan pengamanan belokan saluran atau sungai, pada umumnya berupa bangunan krib yang berfungsi untuk mengarahkan arus atau berfungsi untuk memperbaiki

Sungai Utama adalah sungai yang menunjukkan arah yang sama aau hampir sama dengan alur sungai sebelum mencapai titik percabangan, atau alur sungai yang membentuk

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 690 Perkuatan Struktur Dengan Menggunakan Bangunan Krib dan Rip-Rap Dengan Menggunakan Aplikasi Hec-Ras pada Tikungan Sungai Kalijompo Kabupaten