• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA TA 2017 DAN ARAH KEBIJAKAN DANA DESA TA 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA TA 2017 DAN ARAH KEBIJAKAN DANA DESA TA 2018"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

RAKORNAS PEMBINAAN

PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA 27 SEPTEMBER 2017

IMPLEMENTASI

KEBIJAKAN DANA

DESA TA 2017 DAN

ARAH KEBIJAKAN

DANA DESA TA 2018

DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN

KEUANGAN

(2)

OU T L I NE

1

2

3

4

5

6

8

INTRODUCTION

SUMBER PENDANAAN PEMBANGUNAN DESA

FILOSOFI DAN TUJUAN DANA DESA

SKEMA PENGANGGARAN-PENGALOKASIAN

EVALUASI OUTPUT DAN OUTCOME

REFORMULASI KEBIJAKAN

PENGELOLAAN DANA DESA

EVALUASI PENYALURAN DAN PENGGUNAAN

(3)

PERTIMBANGAN

1. Memperhatikan aspek pemerataan dan keadilan;

2. Rasio penerima Dana Desa terkecil dan terbesar adalah yang paling rendah 1:4;

3. Standar deviasi palling rendah.

“Dana

Desa adalah anggaran yang diperuntukkan

bagi Desa dan Desa Adat yang ditransfer melalui

APBD Kab/Kota dengan besaran 10% dari dan diluar

dana transfer ke daerah

secara bertahap, dan

dialokasikan kepada setiap desa secara merata

dan

berkeadilan

Proporsi (Alokasi Dasar: Formula)

TA 2015

Rp20,7 Triliun

Rp46,9 Triliun

TA 2016

Rp60,0 Triliun

TA 2017

Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio

90:10

280

1.121

254

1:4

628

2.221

570

1:4

800

2.819

726

1:4

80: 20

280

1.961

228

1:8

628

3.813

512

1:8

800

4.838

652

1 : 7

75: 25

280

2.382

215

1:11

628

4.610

483

1:10

800

5.848

616

1:10

0:100

(full formula)

280

8.768

13

1:662

628

16.555

48

1:340

800

20.992

62,670

1:335

DANA DESA: MAKNA, TUJUAN, DAN PENGALOKASIAN

3

Pendapatan Desa 2015 2016 2017 DANA DESA (DD) 20.766 M 46.982 M 60.000 M (3,2% TKD) (6,4% TKD) (8,5% TKD) ADD 33.835 M 35.455 M 34.068 M BAGI HASIL PDRD 2.650 M 2.849 M 3.171M TOTAL 57.251 M 85.286 M 97.239 M

JUMLAH DESA 74.093 Desa 74.754 Desa 74.910 Desa

RATA-RATA TOTAL

PER DESA 772,6 Jt 1.140,8 Jt 1.298,1 Jt

Makna dan Tujuan Dana Desa:

Wujud recognisi/pengakuan negara atas otonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan & pemerataan pembangunan Desa

Pendapatan Desa dari DD, ADD, dan Bagi Hasil PDRD

memajukan perekonomian desa

meningkatkan pelayanan publik di desa

Rp

mengatasi kesenjangan pembangunan antardesa

memerkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan

(4)

Pasal 72 ayat (1) UU 6/2014 tentang Desa

SUMBER PENDAPATAN DESA

85,3

97,2

2016

57,3

2015

2017

772 jt/desa*

Jml. Desa:

74.093

1,14 M/desa*

Jml. Desa:

74.754

1,3 M/desa*

Jml. Desa:

74.910

(triliun Rp)

4

Pendapatan Desa

1

Pendapatan Asli Desa

2

Alokasi APBN :

• Dari Belanja Pusat dengan mengefektifkan program berbasis desa secaramerata&berkeadilan

• 10% dari dan diluar dana transfer ke daerah secara bertahap

3

Bagian dari Pajak Daerah & Retribusi Daerah

(PDRD) kab/kota

Paling sedikit 10%

4

Alokasi Dana Desa (ADD)

Minimal 10% dari Dana Perimbangan yang diterima kab/kota dikurangi Dana Transfer Khusus

5

Bantuan keuangan dari APBD

6

Hibah dan Sumbangan pihak ketiga

7

Lain-lain Pendapatan yang sah

ADD: 33,8 TBagi Hasil PDRD: 2,7 TDD 20,76 TADD: 35,5 TBagi Hasil PDRD: 2,8 TDD 46,98 TADD: 34,1 TBagi Hasil PDRD: 3,2 TDD 60 T

(5)

5

Pembangunan desa, perlu ditingkatkan dengan:

pemberdayaan ekonomi lokal;

penciptaan akses transportasi lokal ke wilayah pertumbuhan;

dan

percepatan pemenuhan infrastruktur dasar.

Tujuan pembangunan kawasan perdesaan:

mewujudkan

kemandirian

masyarakat; dan

menciptakan

desa-desa mandiri

dan

berkelanjutan

yang memiliki

ketahanan sosial, ekonomi, dan

ekologi, serta

penguatan

keterkaitan kegiatan ekonomi kota-desa.

Mengurangi jumlah desa tertinggal dari 26 persen (2011) menjadi

20 persen (2019).

Mengurangi jumlah desa tertinggal sampai 5.000 desa atau

meningkatkan jumlah desa mandiri

sedikitnya 2.000 desa.

PEMBANGUNAN PERDESAAN

DALAM RPJMN 2015-2019

Kerangka Pengembangan Wilaya

h”

(6)

EVALUASI: KINERJA PENYALURAN DAN PENGGUNAAN

6

KINERJA PENYALURAN 2016 KINERJA PENGGUNAAN 2016

Kendala penyaluran DD dari RKUN ke RKUD:

a. Perkada tatacara penghitungan DD belum sesuai ketentuan. b.Laporan realisasi penyaluran dan penggunaan belum

disampaikan.

c. Daerah mengajukan penyaluran tahap II pada 2 bulan terakhir.

Akhir 2016:

DD tidak tersalur dari RKUN ke RKUD sebesar Rp302,7M, terdiri dari:

4 daerah (255 desa) tidak menyampaikan persyaratan penyaluran sebesar Rp79,2M;

98 daerah akibat Dana Desa TA 2015 masih mengendap di RKUD sebesar Rp203,7M; dan

selisih jumlah desa sebesar Rp19,8M.

Kendala penyaluran DD dari RKUD ke RKD:

a. APBDesa belum/terlambat ditetapkan b. Perubahan regulasi

c. Dokumen perencanaan & laporan penggunaan belum ada d. Pergantian kepala desa

Sampai dengan 31 Juli 2017:

DD TA 2016 belum tersalur dari RKUD ke RKD: Rp109,3 M, terdapat di 90 daerah (546 desa).

Penggunaan Dana Desa di luar bidang prioritas.

Pengeluaran Dana Desa tidak didukung dengan bukti yang memadai.

Pekerjaan yang diutamakan secara swakelola dikerjakan oleh pihak ketiga. Pemungutan dan penyetoran pajak tidak sesuai.

Desa belum mengenal mekanisme uang persediaan, sehingga dana yang telah disalurkan ke RKDesa, ditarik dan disimpan di luar RKDesa.

Belanja di luar yang telah dianggarkan dalam APBDesa.

Kinerja penyaluran tahap I dan II 46,6T (99,4%), tidak tersalur sebesar Rp0,3T (0,64%).

28

.1

27

.9

18

.8

18

.7

Pagu Tahap I Tahap IIRealisasi

Pembangunan Rp40,54 T (87,7%) Pemberdayaan Masyarakat Rp3,17 T (6,8%) Penyelenggaraan Pemerintahan Rp1,68 T (3,6%) Pembinaaan Kemasyarakatan Rp0.84 T (1,8%)

6

REALISASI 2017 TAHAP II

• Realisasi penyaluran Rp2,07 T atau 8,6% dari pagu Tahap II Rp24 T, untuk 39 daerah (6.385 Desa).

6

Penyaluran dari RKUN ke RKUD :

1

•Realisasi penyaluran Rp35,8T atau 99,5% dari pagu Tahap I Rp36T, untuk 434 daerah (100%) yang terdiri dari 74.910 desa.

•Sisa Dana Desa Rp161M, antara lain karena masih terdapat sisa Dana Desa di RKUD yang diperhitungkan dalam penyaluran Tahap I.

Penyaluran dari RKUD ke RKD:

2

• Realisasi penyaluran sebesar Rp33,1 T (91,9% dari pagu Tahap I Rp36 T), untuk 65.324 Desa (87,2% dari 74.910 desa penerima Dana Desa)

Kendala penyaluran dari RKUD ke RKD:

3

• APBDesa belum/terlambat ditetapkan;

• Laporan penggunaan belum dibuat.

REALISASI 2017 TAHAP I

Rp161 M

Sudah tersalur dari RKUN ke RKUD Sisa DD di RKUN Rp35,8 T Rp28,2 T Sudah tersalur dari RKUD ke RKD

IMPLIKASI: Sisa DD di RKUN sebesar Rp161 M menjadi Sisa Dana di RKUN (hangus).

(7)

“Dana Desa berkontribusi positif

terhadap

pertumbuhan ekonomi dan perbaikan layanan publik”

EVALUASI: OUTPUT DAN OUTCOME DANA DESA

7

(8)

PENGGUNAAN DANA DESA

PEMBANGUNAN DESA

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

SWAKELOLA

BAHAN BAKU LOKAL TENAGA KERJA SETEMPAT

PERBAIKAN MEKANISME PENYALURAN DAN

PENGUATAN PRIORITAS PENGGUNAAN

8

berdasarkan pada kinerja penyerapan anggaran dan capaian output yang dikan melalui KPPN

setempat.

diprioritaskan untuk

bidang pembangunan desa dan

pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan.

 Sarana Prasarana,  Pelayanan Sosial Dasar,  Sarana Ekonomi Desa,  Pembangunan Embung,

 Pelestarian Lingkungan Hidup, dan  Penanggulangan Bencana Alam

 Peningkatan Kualitas Pelayanan Sosial Dasar,

 Pengelolaan Sumber Daya Lokal,

 Pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif,

 Penguatan Kapasitas terhadap Bencana,

 Pelestarian Lingkungan Hidup & Penguatan, dan

 Tata Kelola Desa yang Demokratis

PENYALURAN

(9)

9

Mendekatkan pelayanan Kementerian

Keuangan kepada Pemerintah Daerah

melalui

171 KPPN

yang tersebar di

seluruh Indonesia

PAPUA 2 KPPN SUMUT 11 KPPN ACEH 7 KPPN RIAU 3 KPPN SUMBAR 6 KPPN JAMBI 5 KPPN BABEL 2 KPPN SUMSEL 5 KPPN BENGKULU 4 KPPN LAMPUNG 4 KPPN BANTEN 3 KPPN JABAR 12 KPPN DIY 3 KPPN JATENG 15 KPPN JATIM 15 KPPN BALI 3 KPPN KEPRI 2 KPPN KALBAR 6 KPPN KALTENG 4 KPPN KALSEL 5 KPPN KALTIM 5 KPPN PAPUA BARAT 3 KPPN MALUKU 4 KPPN MALUKU UTARA 2 KPPN SULBAR 2 KPPN SULSEL 9 KPPN SULTENG 4 KPPN SULTRA 4 KPPN GORONTALO 2 KPPN SULUT 4 KPPN NTT 6 KPPN NTB 4 KPPN

Meningkatkan efisiensi koordinasi dan

konsultasi antara Pemerintah Daerah

dengan Kementerian Keuangan

Meningkatkan efektivitas monitoring

dan evaluasi serta analisis kinerja

pelaksanaan anggaran pusat dan

daerah

Tujuan

penyaluran

DAK Fisik dan Dana

Desa melalui KPPN

diseluruh Indonesia

Penyaluran DAK Fisik & Dana Desa melalui KPPN

Kantor Pusat

Pemda

KPPN

Setempat

Pemda

PMK 50/2017 PMK 48/2016, PMK 49/2016 & PMK 187/2016

(10)

10

DESA

Menyampaikan Persyaratan Penyaluran

Manual atau Aplikasi

Siskeudes

PEMDA

Menginput manual data/persyaratan yang disampaikan oleh Desa menggunakan

aplikasi

Online Monitoring

SPAN

Selaku

Verifikator

Menerima data offline/online dari Pemda

Menerbitkan SPP & SPM/menggunakan

aplikasi SAKTI

Selaku BUN

Menerbitkan SP2D / Menyalurkan Dana Desa dari

RKUN ke RKUD melalui

aplikasi SPAN

DJPB

• Laporan Penyerapan dan Capaian Output • Foto • Laporan Penyaluran RKUD-RKD + Sisa DD di RKUD • Lap. Konsolidasi Penyerapan dan konsolidasi Capaian Output • Foto • Perda APBD • Perkada Penetapan DD setiap Desa

Monitoting waktu

penyaluran

• Laporan Konsolidasi Penyaluran RKUD-RKD + Sisa DD di RKUD • Lap. Konsolidasi Penyerapan dan konsolidasi Capaian Output

Pusat

aplikasi

OM SPAN

• Laporan Penyaluran RKUN-RKUD • Laporan Penyaluran RKUN-RKUD • Laporan Konsolidasi Penyaluran RKUD-RKD + Sisa DD di RKUD • Lap. Konsolidasi Capaian Output • Foto • Rekap Evaluasi Perkada • Monitoting waktu penyaluran

DJPK

Melakukan pemantauan dan

evaluasi dengan mengakses data

yang terdapat pada aplikasi

(11)

11

Penetapan perkada mengenai tata cara pembagian dan penetapan DD setiap Desa Untuk memastikan hak keuangan desa terpenuhi Untuk memastikan penyaluran DD tepat

waktu dan tepat jumlahLaporan Realisasi Penyaluran dan Laporan Konsolidasi Penyerapan DD Untuk menghindari penundaan penyaluran DD tahap berikutnya

Sisa DD di

RKUD

Untuk

mengetahui

besaran DD yg

belum

disalurkan dari

RKUD ke RKD

TA sebelumnya

Capaian

output

Untuk mengetahui pemanfaatan Dana Desa

PEMANTAUAN DAN EVALUASI DANA DESA

“Penyaluran Dana Desa

berbasis kinerja penyerapan dan capaian output, sehingga pemerintah dapat

memonitor penggunaan dana dan pencapaian output dari pemanfaatan Dana Desa serta pengalihan

penyaluran melalui kppn daerah akan mendekatkan pelayanan di daerah dan memperkuat

governance

&

(12)

UIC

PEMANTAUAN DAN EVALUASI DANA DESA

KEMENDAGRI

Penyelenggaraan capacity building bagi aparat desa

Penyelenggaraan pemerintahan desa

Pengelolaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa

Penguatan desa terhadap akses, aset dan kepemilikan lahan dan pemanfaatannya

bagi kesejahteraan masyarakat

Penyusunan dokumen Perencanaan Desa

Kewenangan berdasarkan hak asal usul, dan kewenangan skala lokal desa

Tata cara penyusunan Pedoman Teknis Peraturan Desa

KEMENKEU

Penganggaran Dana Desa dalam APBN

Penetapan rincian alokasi Dana Desa pada peraturan bupati/walikota

Penyaluran Dana Desa dari RKUN ke RKUD dan dari RKUD ke RKD

Pengenaan sanksi tidak dipenuhinya porsi ADD dalam APBD

KEMENDES

PDTT

Penetapan pedoman umum dan prioritas penggunaan Dana Desa

Pengadaan Tenaga Pendamping untuk Desa

Penyelenggaraan musyawarah desa yang partisipatif

Pendirian, pengurusan, perencanaan usaha, pengelolaan, kerjasama, dan

pembubaran BUMDes

Pembangunan Kawasan Perdesaan

12

PEMBAGIAN KEWENANGAN PEMANTAUAN DAN

EVALUASI DANA DESA

(13)
(14)

14

Pemotongan

Dana Desa

MENKEU

JENIS SANKSI

JENIS PELANGGARAN

Penundaan Penyaluran

Dana Desa Kab./Kota

Penundaan DAU dan/atau DBH Kab./Kota sebesar selisih kewajiban DD yg harus

disalurkan ke Desa

▪ Bupati/walikota tidak menyampaikan persyaratan penyaluran setiap Tahap;

▪ Bupati/walikota tidak menyampaikan perubahan perkada mengenai tata cara pembagian dan penetapan rincian Dana Desa setiap Desa yang dalam perkada sebelumnya tidak sesuai ketentuan.

Bupati/walikota tidak menyalurkan Dana Desa tepat waktu dan

tepat jumlah sesuai yang telah ditentukan.

BUPATI/ WALIKOTA

▪ Laporan penundaan penyaluran dari bupati/walikota;

▪ Laporan pemotongan penyaluran Dana Desa dari bupati/walikota.

Berdasarkan penjelasan dan hasil pemeriksaan ditemukan penyimpangan berupa SiLPA tidak wajar.

Penundaan Penyaluran

Dana Desa ke Desa

▪ Kepala Desa tidak menyampaikan Peraturan Desa mengenai APB

Desa;

▪ Kepala Desa tidak menyampaikan laporan realisasi penggunaan Dana Desa tahap sebelumnya; dan

▪ Terdapat usulan dari aparat pengawas fungsional daerah. Terdapat Sisa Dana Desa > 30% selama 2 tahun berturut-turut

Sisa angggaran DD Tahap II menjadi SAL pada RKUN dan

tidak disalurkan kembali

Pemotongan

Dana Desa ke Desa

PELANGGARAN DAN SANKSI

2015 2016 Rp6,48M (1 Daerah) Rp 0 Rp 0 Rp79,2 M(4 Daerah) Rp 0 (90 Daerah)Rp109 M Rp 0 Rp 0 Rp 75,8 M (35 Daerah) Rp 109M (90 Daerah) Rp0 Rp 0

(15)

SINERGI PENGAWASAN DANA DESA

Kabupaten/Kota

mengoptimalkan dan memberdayakan aparat pengawas fungsional

dalam pengawasan terhadap pengelolaan Dana Desa;

melakukan pembinaan kepada desa untuk pelaksanaan keterbukaan

informasi di desa.

15

Pengawasan yang efektif dapat

mencegah korupsi pada birokrat

(16)

16

Penguatan kompetensi tenaga pendamping untuk memperkuat kapasitas aparat Desa

dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan penyusunan laporan

pertanggungjawaban Dana Desa

dengan mengadopsi keberhasilan PNPM mandiri.

Kementerian Keuangan

Kementerian Dalam Negeri

PENGUATAN KAPASITAS APARATUR PENGELOLA KEUANGAN DESA

Kementerian Desa & PDTT

Universitas/Perguruan Tinggi

Memperkuat peran tenaga pendamping di tingkat desa

Peningkatan kompetensi perangkat desa untuk tata kelola pemerintahan desa

Bimbingan Teknis tata kelola keuangan Dana Desa

Memperbaiki kualitas dan proses rekruitmen, serta mobilisasi tenaga pendamping desa,

khususnya bagi desa yang kapasitasnya kurang atau termasuk kategori desa tertinggal & sangat

tertinggal

(17)

17

EVALUASI: PEMBELAJARAN

Dana desa sebagian besar telah dipergunakan untuk

pembangunan, namun masih perlu difokuskan untuk

mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan

pengurangan ketimpangan

Pemanfaatan Dana Desa perlu diarahkan, selain untuk

infrastruktur, juga fokus pada produktivitas ekonomi

masyarakat

Pemantauan dan evaluasi, pengawasan, serta sanksi perlu

dilakukan secara konsisten

Percepatan pertumbuhan ekonomi desa

Pengentasan kemiskinan dan ketimpangan

POLICIES TO REDUCE POVERTY

Invest in human and social

capital of the poor

Provision of public goods and

social services

Reduce rent-seeking activities

(18)

REFORMULASI PENGALOKASIAN DANA DESA #1

REFORMULASI KEBIJAKAN PENGANGGARAN

DAN PENGALOKASIAN

IMPLIKASI REFORMULASI KEBIJAKAN

PENGALOKASIAN

Penyesuaian bobot:

1. variabel jumlah penduduk miskin;

dan

2. Luas Wilayah

mengurangi proporsi AD dan menambah

proporsi AF.

18

Menyempurnakan kebijakan pengalokasian,

untuk:

Pengentasan kemiskinan

Perbaikan

kualitas hidup

masyarakat Desa

Mengatasi kesenjangan

penyediaan sarpras

pelayanan publik antardesa.

Afirmasi

bagi desa sangat tertinggal dan desa

tertinggal yang mempunyai jumlah penduduk

miskin (JPM) tinggi

Penyempurnaan formula distribusi Dana Desa

melalui:

mengatasi kemiskinan

;

Perbaikan ketimpangan fiskal

antardesa dengan

meningkatkan

DD/kapita

di

desa

dengan

populasi penduduk besar

dan

sebaliknya;

Distribusi Dana Desa yang lebih sesuai

dengan

sebaran jumlah penduduk miskin; dan

Memberikan afirmasi

kepada desa tertinggal

dan desa sangat tertinggal yang mempuyai

jumlah penduduk miskin (JPM) tinggi

Memperbaiki ketimpangan antar desa

dalam

alokasi dana desa dengan Indeks Gini

yang

rendah;

(19)

KONSEP REFORMULASI PENGALOKASIAN

DANA DESA PER KAB/KOT A 10 % Formula 25% x JP Desa 35% x JPM Desa 10% x LW Desa 30% x IKK 2017 90% Alokasi Dasar DANA DESA PER KAB/KOTA 3% Alokasi Afirmasi REFORMULASI 77% Alokasi Dasar 20% Alokasi Formula 10% x JP Desa 50% x JPM Desa 15% x LW Desa 25% x IKK 2018 Desa Tertingg al Desa Sangat Tertingg al Yang termasuk dalam kelompok desa dengan JPM terbesar Keterangan:

JP : Jumlah Penduduk LW : Luas Wilayah

JPM : Jumlah Penduduk Miskin IKK : Indeks Kemahalan Konstruksi

Keberpihakan terhadap pengurangan kemiskinan dan ketimpangan :

Alokasi afirmasi terhadap desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin besar.

Porsi alokasi formula meningkat dari 10% menjadi 20% , dengan bobot jumlah penduduk miskin yang juga meningkat dari 35% menjadi 50%

Distribusi DD lebih merata, yang ditunjukkan dengan rasio ketimpangan distribusi DD perkapita antardesa yang menurun

(20)

20

SEBARAN HASIL SIMULASI REFORMULASI DANA DESA (1)

Desa dengan jumlah penduduk miskin tinggi adalah Desa yang mempunyai jumlah penduduk miskin berada pada desil ke 8 s.d. 10.

Hasil simulasi reformulasi dana desa menunjukkan adanya keberpihakan sebaran Dana Desa terhadap desa yang mempunyai jumlah penduduk miskin tinggi

Afirmasi DD di DT dan DST yang mempunyai jumlah penduduk miskin tinggi menyebabkan alokasi DD di daerah dengan jumlah penduduk miskin tinggi mengalami kenaikan, yaitu mencapai sekitar Rp21,87 T (36,5%), dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp19,2 T (31,9%)

2017 2018 2017 % 2018 % 1 69 5,8 5,2 2 283 5,8 5,3 3 542 5,8 5,3 4 844 5,8 5,3 5 1.247 5,9 5,5 6 1.775 5,9 5,7 7 2.491 6,0 5,8 8 3.642 6,1 6,8 9 5.651 6,3 7,0 10 12.300 6,8 8,1 Total 28,837 60,0 60,0 60,0 100% 60,0 100% 63,5% 68,1% 31,9% 36,5% Alokasi (Triliun) Desil JPM JPM 19,2 21,9 40,8 38,1

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Mata Diklat ini berisikan pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan penilaian dan administrasi dalam jabatan fungsional OTS. Kompetensi Dasar

DAFTAR RINCIAN DESA PENYALURAN DD ( BLT ) BULAN KE -

Rimba Trijaya Perkasa (TPT-KO) dalam menjalankan usahanya tidak menggunakan bahan baku kayu impor dan tidak memiliki dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Rimba

Berkenaan dengan hal tersebut, diperlukan sosialisasi kebijakan pengalokasian dan penyaluran dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) TA 2021 serta pengelolaan pinjaman daerah

Apabila penyaluran Dana Desa untuk BLT Desa bulan 1 tidak dilaksanakan mulai bulan Januari, penyaluran Dana Desa untuk BLT Desa bulan kesatu sampai dengan bulan yang belum

(1) Bupati menyampaikan laporan realisasi penyaluran dan laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa kepada Kepala Kantor Pelayanan

Kepatuhan dan daya tanggap dalam pelaksanaan suatu kebijakan dari aparatur yang memiliki tanggung jawab atas kebijakan tersebut dan masyarakat sebagai sasaran

Kebijakan internal di beberapa Pemda bahwa penyaluran Dana Desa harus dilakukan bersamaan seluruh desa.. Kepala/wakil kepala daerah yang