RAKORNAS PEMBINAAN
PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA 27 SEPTEMBER 2017
IMPLEMENTASI
KEBIJAKAN DANA
DESA TA 2017 DAN
ARAH KEBIJAKAN
DANA DESA TA 2018
DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN
KEUANGAN
OU T L I NE
1
2
3
4
5
6
8
INTRODUCTION
SUMBER PENDANAAN PEMBANGUNAN DESA
FILOSOFI DAN TUJUAN DANA DESA
SKEMA PENGANGGARAN-PENGALOKASIAN
EVALUASI OUTPUT DAN OUTCOME
REFORMULASI KEBIJAKAN
PENGELOLAAN DANA DESA
EVALUASI PENYALURAN DAN PENGGUNAAN
PERTIMBANGAN
1. Memperhatikan aspek pemerataan dan keadilan;
2. Rasio penerima Dana Desa terkecil dan terbesar adalah yang paling rendah 1:4;
3. Standar deviasi palling rendah.
“Dana
Desa adalah anggaran yang diperuntukkan
bagi Desa dan Desa Adat yang ditransfer melalui
APBD Kab/Kota dengan besaran 10% dari dan diluar
dana transfer ke daerah
secara bertahap, dan
dialokasikan kepada setiap desa secara merata
dan
berkeadilan
”
Proporsi (Alokasi Dasar: Formula)TA 2015
Rp20,7 Triliun
Rp46,9 Triliun
TA 2016
Rp60,0 Triliun
TA 2017
Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio Rata-rata/Desa (juta) Alokasi max (juta) Alokasi min (juta) Rasio
90:10
280
1.121
254
1:4
628
2.221
570
1:4
800
2.819
726
1:4
80: 20
280
1.961
228
1:8
628
3.813
512
1:8
800
4.838
652
1 : 7
75: 25
280
2.382
215
1:11
628
4.610
483
1:10
800
5.848
616
1:10
0:100
(full formula)280
8.768
13
1:662
628
16.555
48
1:340
800
20.992
62,670
1:335
DANA DESA: MAKNA, TUJUAN, DAN PENGALOKASIAN
3
Pendapatan Desa 2015 2016 2017 DANA DESA (DD) 20.766 M 46.982 M 60.000 M (3,2% TKD) (6,4% TKD) (8,5% TKD) ADD 33.835 M 35.455 M 34.068 M BAGI HASIL PDRD 2.650 M 2.849 M 3.171M TOTAL 57.251 M 85.286 M 97.239 MJUMLAH DESA 74.093 Desa 74.754 Desa 74.910 Desa
RATA-RATA TOTAL
PER DESA 772,6 Jt 1.140,8 Jt 1.298,1 Jt
Makna dan Tujuan Dana Desa:
Wujud recognisi/pengakuan negara atas otonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan & pemerataan pembangunan Desa
Pendapatan Desa dari DD, ADD, dan Bagi Hasil PDRD
memajukan perekonomian desa
meningkatkan pelayanan publik di desa
Rp
mengatasi kesenjangan pembangunan antardesa
memerkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan
Pasal 72 ayat (1) UU 6/2014 tentang Desa
SUMBER PENDAPATAN DESA
85,3
97,2
2016
57,3
2015
2017
772 jt/desa*
Jml. Desa:
74.093
1,14 M/desa*
Jml. Desa:
74.754
1,3 M/desa*
Jml. Desa:
74.910
(triliun Rp)
4
Pendapatan Desa
1
Pendapatan Asli Desa
2
Alokasi APBN :
• Dari Belanja Pusat dengan mengefektifkan program berbasis desa secaramerata&berkeadilan
• 10% dari dan diluar dana transfer ke daerah secara bertahap
3
Bagian dari Pajak Daerah & Retribusi Daerah
(PDRD) kab/kota
Paling sedikit 10%
4
Alokasi Dana Desa (ADD)
Minimal 10% dari Dana Perimbangan yang diterima kab/kota dikurangi Dana Transfer Khusus
5
Bantuan keuangan dari APBD
6
Hibah dan Sumbangan pihak ketiga
7
Lain-lain Pendapatan yang sah
•ADD: 33,8 T •Bagi Hasil PDRD: 2,7 T •DD 20,76 T •ADD: 35,5 T •Bagi Hasil PDRD: 2,8 T •DD 46,98 T •ADD: 34,1 T •Bagi Hasil PDRD: 3,2 T •DD 60 T
5
Pembangunan desa, perlu ditingkatkan dengan:
➢
pemberdayaan ekonomi lokal;
➢
penciptaan akses transportasi lokal ke wilayah pertumbuhan;
dan
➢
percepatan pemenuhan infrastruktur dasar.
Tujuan pembangunan kawasan perdesaan:
➢
mewujudkan
kemandirian
masyarakat; dan
➢
menciptakan
desa-desa mandiri
dan
berkelanjutan
yang memiliki
ketahanan sosial, ekonomi, dan
ekologi, serta
penguatan
keterkaitan kegiatan ekonomi kota-desa.
Mengurangi jumlah desa tertinggal dari 26 persen (2011) menjadi
20 persen (2019).
Mengurangi jumlah desa tertinggal sampai 5.000 desa atau
meningkatkan jumlah desa mandiri
sedikitnya 2.000 desa.
PEMBANGUNAN PERDESAAN
DALAM RPJMN 2015-2019
“
Kerangka Pengembangan Wilaya
h”
EVALUASI: KINERJA PENYALURAN DAN PENGGUNAAN
6
KINERJA PENYALURAN 2016 KINERJA PENGGUNAAN 2016
Kendala penyaluran DD dari RKUN ke RKUD:
a. Perkada tatacara penghitungan DD belum sesuai ketentuan. b.Laporan realisasi penyaluran dan penggunaan belum
disampaikan.
c. Daerah mengajukan penyaluran tahap II pada 2 bulan terakhir.
Akhir 2016:
DD tidak tersalur dari RKUN ke RKUD sebesar Rp302,7M, terdiri dari:
•4 daerah (255 desa) tidak menyampaikan persyaratan penyaluran sebesar Rp79,2M;
•98 daerah akibat Dana Desa TA 2015 masih mengendap di RKUD sebesar Rp203,7M; dan
•selisih jumlah desa sebesar Rp19,8M.
Kendala penyaluran DD dari RKUD ke RKD:
a. APBDesa belum/terlambat ditetapkan b. Perubahan regulasi
c. Dokumen perencanaan & laporan penggunaan belum ada d. Pergantian kepala desa
Sampai dengan 31 Juli 2017:
DD TA 2016 belum tersalur dari RKUD ke RKD: Rp109,3 M, terdapat di 90 daerah (546 desa).
Penggunaan Dana Desa di luar bidang prioritas.
Pengeluaran Dana Desa tidak didukung dengan bukti yang memadai.
Pekerjaan yang diutamakan secara swakelola dikerjakan oleh pihak ketiga. Pemungutan dan penyetoran pajak tidak sesuai.
Desa belum mengenal mekanisme uang persediaan, sehingga dana yang telah disalurkan ke RKDesa, ditarik dan disimpan di luar RKDesa.
Belanja di luar yang telah dianggarkan dalam APBDesa.
Kinerja penyaluran tahap I dan II 46,6T (99,4%), tidak tersalur sebesar Rp0,3T (0,64%).
28
.1
27
.9
18
.8
18
.7
Pagu Tahap I Tahap IIRealisasi
Pembangunan Rp40,54 T (87,7%) Pemberdayaan Masyarakat Rp3,17 T (6,8%) Penyelenggaraan Pemerintahan Rp1,68 T (3,6%) Pembinaaan Kemasyarakatan Rp0.84 T (1,8%)
6
REALISASI 2017 TAHAP II• Realisasi penyaluran Rp2,07 T atau 8,6% dari pagu Tahap II Rp24 T, untuk 39 daerah (6.385 Desa).
6
Penyaluran dari RKUN ke RKUD :
1
•Realisasi penyaluran Rp35,8T atau 99,5% dari pagu Tahap I Rp36T, untuk 434 daerah (100%) yang terdiri dari 74.910 desa.
•Sisa Dana Desa Rp161M, antara lain karena masih terdapat sisa Dana Desa di RKUD yang diperhitungkan dalam penyaluran Tahap I.
Penyaluran dari RKUD ke RKD:
2
• Realisasi penyaluran sebesar Rp33,1 T (91,9% dari pagu Tahap I Rp36 T), untuk 65.324 Desa (87,2% dari 74.910 desa penerima Dana Desa)
Kendala penyaluran dari RKUD ke RKD:
3
• APBDesa belum/terlambat ditetapkan;
• Laporan penggunaan belum dibuat.
REALISASI 2017 TAHAP I
Rp161 M
Sudah tersalur dari RKUN ke RKUD Sisa DD di RKUN Rp35,8 T Rp28,2 T Sudah tersalur dari RKUD ke RKD
IMPLIKASI: Sisa DD di RKUN sebesar Rp161 M menjadi Sisa Dana di RKUN (hangus).
“Dana Desa berkontribusi positif
terhadap
pertumbuhan ekonomi dan perbaikan layanan publik”
EVALUASI: OUTPUT DAN OUTCOME DANA DESA
7
PENGGUNAAN DANA DESA
PEMBANGUNAN DESA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
SWAKELOLA
BAHAN BAKU LOKAL TENAGA KERJA SETEMPAT
PERBAIKAN MEKANISME PENYALURAN DAN
PENGUATAN PRIORITAS PENGGUNAAN
8
berdasarkan pada kinerja penyerapan anggaran dan capaian output yang dikan melalui KPPN
setempat.
diprioritaskan untuk
bidang pembangunan desa dan
pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan.
Sarana Prasarana, Pelayanan Sosial Dasar, Sarana Ekonomi Desa, Pembangunan Embung,
Pelestarian Lingkungan Hidup, dan Penanggulangan Bencana Alam
Peningkatan Kualitas Pelayanan Sosial Dasar,
Pengelolaan Sumber Daya Lokal,
Pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif,
Penguatan Kapasitas terhadap Bencana,
Pelestarian Lingkungan Hidup & Penguatan, dan
Tata Kelola Desa yang Demokratis
PENYALURAN
9
Mendekatkan pelayanan Kementerian
Keuangan kepada Pemerintah Daerah
melalui
171 KPPN
yang tersebar di
seluruh Indonesia
PAPUA 2 KPPN SUMUT 11 KPPN ACEH 7 KPPN RIAU 3 KPPN SUMBAR 6 KPPN JAMBI 5 KPPN BABEL 2 KPPN SUMSEL 5 KPPN BENGKULU 4 KPPN LAMPUNG 4 KPPN BANTEN 3 KPPN JABAR 12 KPPN DIY 3 KPPN JATENG 15 KPPN JATIM 15 KPPN BALI 3 KPPN KEPRI 2 KPPN KALBAR 6 KPPN KALTENG 4 KPPN KALSEL 5 KPPN KALTIM 5 KPPN PAPUA BARAT 3 KPPN MALUKU 4 KPPN MALUKU UTARA 2 KPPN SULBAR 2 KPPN SULSEL 9 KPPN SULTENG 4 KPPN SULTRA 4 KPPN GORONTALO 2 KPPN SULUT 4 KPPN NTT 6 KPPN NTB 4 KPPNMeningkatkan efisiensi koordinasi dan
konsultasi antara Pemerintah Daerah
dengan Kementerian Keuangan
Meningkatkan efektivitas monitoring
dan evaluasi serta analisis kinerja
pelaksanaan anggaran pusat dan
daerah
Tujuan
penyaluran
DAK Fisik dan Dana
Desa melalui KPPN
diseluruh Indonesia
Penyaluran DAK Fisik & Dana Desa melalui KPPN
Kantor Pusat
Pemda
KPPN
Setempat
Pemda
PMK 50/2017 PMK 48/2016, PMK 49/2016 & PMK 187/201610
DESA
Menyampaikan Persyaratan Penyaluran
Manual atau Aplikasi
Siskeudes
PEMDA
Menginput manual data/persyaratan yang disampaikan oleh Desa menggunakan
aplikasi
Online Monitoring
SPAN
Selaku
Verifikator
Menerima data offline/online dari PemdaMenerbitkan SPP & SPM/menggunakan
aplikasi SAKTI
Selaku BUN
Menerbitkan SP2D / Menyalurkan Dana Desa dariRKUN ke RKUD melalui
aplikasi SPAN
DJPB
• Laporan Penyerapan dan Capaian Output • Foto • Laporan Penyaluran RKUD-RKD + Sisa DD di RKUD • Lap. Konsolidasi Penyerapan dan konsolidasi Capaian Output • Foto • Perda APBD • Perkada Penetapan DD setiap Desa•
Monitoting waktu
penyaluran
• Laporan Konsolidasi Penyaluran RKUD-RKD + Sisa DD di RKUD • Lap. Konsolidasi Penyerapan dan konsolidasi Capaian OutputPusat
aplikasi
OM SPAN
• Laporan Penyaluran RKUN-RKUD • Laporan Penyaluran RKUN-RKUD • Laporan Konsolidasi Penyaluran RKUD-RKD + Sisa DD di RKUD • Lap. Konsolidasi Capaian Output • Foto • Rekap Evaluasi Perkada • Monitoting waktu penyaluranDJPK
Melakukan pemantauan dan
evaluasi dengan mengakses data
yang terdapat pada aplikasi
11
• Penetapan perkada mengenai tata cara pembagian dan penetapan DD setiap Desa Untuk memastikan hak keuangan desa terpenuhi Untuk memastikan penyaluran DD tepat
waktu dan tepat jumlah • Laporan Realisasi Penyaluran dan Laporan Konsolidasi Penyerapan DD Untuk menghindari penundaan penyaluran DD tahap berikutnya
•
Sisa DD di
RKUD
Untuk
mengetahui
besaran DD yg
belum
disalurkan dari
RKUD ke RKD
TA sebelumnya
•
Capaian
output
Untuk mengetahui pemanfaatan Dana DesaPEMANTAUAN DAN EVALUASI DANA DESA
“Penyaluran Dana Desa
berbasis kinerja penyerapan dan capaian output, sehingga pemerintah dapat
memonitor penggunaan dana dan pencapaian output dari pemanfaatan Dana Desa serta pengalihan
penyaluran melalui kppn daerah akan mendekatkan pelayanan di daerah dan memperkuat
governance
&
UIC
PEMANTAUAN DAN EVALUASI DANA DESA
KEMENDAGRI
•
Penyelenggaraan capacity building bagi aparat desa
•
Penyelenggaraan pemerintahan desa
•
Pengelolaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa
•
Penguatan desa terhadap akses, aset dan kepemilikan lahan dan pemanfaatannya
bagi kesejahteraan masyarakat
•
Penyusunan dokumen Perencanaan Desa
•
Kewenangan berdasarkan hak asal usul, dan kewenangan skala lokal desa
•
Tata cara penyusunan Pedoman Teknis Peraturan Desa
KEMENKEU
•
Penganggaran Dana Desa dalam APBN
•
Penetapan rincian alokasi Dana Desa pada peraturan bupati/walikota
•
Penyaluran Dana Desa dari RKUN ke RKUD dan dari RKUD ke RKD
•
Pengenaan sanksi tidak dipenuhinya porsi ADD dalam APBD
KEMENDES
PDTT
•
Penetapan pedoman umum dan prioritas penggunaan Dana Desa
•
Pengadaan Tenaga Pendamping untuk Desa
•
Penyelenggaraan musyawarah desa yang partisipatif
•
Pendirian, pengurusan, perencanaan usaha, pengelolaan, kerjasama, dan
pembubaran BUMDes
•
Pembangunan Kawasan Perdesaan
12
PEMBAGIAN KEWENANGAN PEMANTAUAN DAN
EVALUASI DANA DESA
14
Pemotongan
Dana Desa
MENKEU
JENIS SANKSIJENIS PELANGGARAN
Penundaan Penyaluran
Dana Desa Kab./Kota
Penundaan DAU dan/atau DBH Kab./Kota sebesar selisih kewajiban DD yg harus
disalurkan ke Desa
▪ Bupati/walikota tidak menyampaikan persyaratan penyaluran setiap Tahap;
▪ Bupati/walikota tidak menyampaikan perubahan perkada mengenai tata cara pembagian dan penetapan rincian Dana Desa setiap Desa yang dalam perkada sebelumnya tidak sesuai ketentuan.
Bupati/walikota tidak menyalurkan Dana Desa tepat waktu dan
tepat jumlah sesuai yang telah ditentukan.
BUPATI/ WALIKOTA
▪ Laporan penundaan penyaluran dari bupati/walikota;
▪ Laporan pemotongan penyaluran Dana Desa dari bupati/walikota.
Berdasarkan penjelasan dan hasil pemeriksaan ditemukan penyimpangan berupa SiLPA tidak wajar.
Penundaan Penyaluran
Dana Desa ke Desa
▪ Kepala Desa tidak menyampaikan Peraturan Desa mengenai APBDesa;
▪ Kepala Desa tidak menyampaikan laporan realisasi penggunaan Dana Desa tahap sebelumnya; dan
▪ Terdapat usulan dari aparat pengawas fungsional daerah. Terdapat Sisa Dana Desa > 30% selama 2 tahun berturut-turut
Sisa angggaran DD Tahap II menjadi SAL pada RKUN dan
tidak disalurkan kembali
Pemotongan
Dana Desa ke Desa
PELANGGARAN DAN SANKSI
2015 2016 Rp6,48M (1 Daerah) Rp 0 Rp 0 Rp79,2 M(4 Daerah) Rp 0 (90 Daerah)Rp109 M Rp 0 Rp 0 Rp 75,8 M (35 Daerah) Rp 109M (90 Daerah) Rp0 Rp 0
SINERGI PENGAWASAN DANA DESA
Kabupaten/Kota
• mengoptimalkan dan memberdayakan aparat pengawas fungsional
dalam pengawasan terhadap pengelolaan Dana Desa;
• melakukan pembinaan kepada desa untuk pelaksanaan keterbukaan
informasi di desa.
15
Pengawasan yang efektif dapat
mencegah korupsi pada birokrat
16
Penguatan kompetensi tenaga pendamping untuk memperkuat kapasitas aparat Desa
dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan penyusunan laporan
pertanggungjawaban Dana Desa
dengan mengadopsi keberhasilan PNPM mandiri.
Kementerian Keuangan
Kementerian Dalam Negeri
PENGUATAN KAPASITAS APARATUR PENGELOLA KEUANGAN DESA
Kementerian Desa & PDTT
Universitas/Perguruan Tinggi
❖
Memperkuat peran tenaga pendamping di tingkat desa
❖
Peningkatan kompetensi perangkat desa untuk tata kelola pemerintahan desa
❖
Bimbingan Teknis tata kelola keuangan Dana Desa
❖
Memperbaiki kualitas dan proses rekruitmen, serta mobilisasi tenaga pendamping desa,
khususnya bagi desa yang kapasitasnya kurang atau termasuk kategori desa tertinggal & sangat
tertinggal
17
EVALUASI: PEMBELAJARAN
Dana desa sebagian besar telah dipergunakan untuk
pembangunan, namun masih perlu difokuskan untuk
mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan
pengurangan ketimpangan
Pemanfaatan Dana Desa perlu diarahkan, selain untuk
infrastruktur, juga fokus pada produktivitas ekonomi
masyarakat
Pemantauan dan evaluasi, pengawasan, serta sanksi perlu
dilakukan secara konsisten
Percepatan pertumbuhan ekonomi desa
Pengentasan kemiskinan dan ketimpangan
POLICIES TO REDUCE POVERTY
Invest in human and social
capital of the poor
Provision of public goods and
social services
Reduce rent-seeking activities
REFORMULASI PENGALOKASIAN DANA DESA #1
REFORMULASI KEBIJAKAN PENGANGGARAN
DAN PENGALOKASIAN
IMPLIKASI REFORMULASI KEBIJAKAN
PENGALOKASIAN
✓
Penyesuaian bobot:
1. variabel jumlah penduduk miskin;
dan
2. Luas Wilayah
✓
mengurangi proporsi AD dan menambah
proporsi AF.
18
Menyempurnakan kebijakan pengalokasian,
untuk:
✓
Pengentasan kemiskinan
✓
Perbaikan
kualitas hidup
masyarakat Desa
✓
Mengatasi kesenjangan
penyediaan sarpras
pelayanan publik antardesa.
✓
Afirmasi
bagi desa sangat tertinggal dan desa
tertinggal yang mempunyai jumlah penduduk
miskin (JPM) tinggi
Penyempurnaan formula distribusi Dana Desa
melalui:
mengatasi kemiskinan
;
Perbaikan ketimpangan fiskal
antardesa dengan
meningkatkan
DD/kapita
di
desa
dengan
populasi penduduk besar
dan
sebaliknya;
Distribusi Dana Desa yang lebih sesuai
dengan
sebaran jumlah penduduk miskin; dan
Memberikan afirmasi
kepada desa tertinggal
dan desa sangat tertinggal yang mempuyai
jumlah penduduk miskin (JPM) tinggi
Memperbaiki ketimpangan antar desa
dalam
alokasi dana desa dengan Indeks Gini
yang
rendah;
KONSEP REFORMULASI PENGALOKASIAN
DANA DESA PER KAB/KOT A 10 % Formula 25% x JP Desa 35% x JPM Desa 10% x LW Desa 30% x IKK 2017 90% Alokasi Dasar DANA DESA PER KAB/KOTA 3% Alokasi Afirmasi REFORMULASI 77% Alokasi Dasar 20% Alokasi Formula 10% x JP Desa 50% x JPM Desa 15% x LW Desa 25% x IKK 2018 Desa Tertingg al Desa Sangat Tertingg al Yang termasuk dalam kelompok desa dengan JPM terbesar Keterangan:JP : Jumlah Penduduk LW : Luas Wilayah
JPM : Jumlah Penduduk Miskin IKK : Indeks Kemahalan Konstruksi
Keberpihakan terhadap pengurangan kemiskinan dan ketimpangan :
✓ Alokasi afirmasi terhadap desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin besar.
✓ Porsi alokasi formula meningkat dari 10% menjadi 20% , dengan bobot jumlah penduduk miskin yang juga meningkat dari 35% menjadi 50%
✓ Distribusi DD lebih merata, yang ditunjukkan dengan rasio ketimpangan distribusi DD perkapita antardesa yang menurun
20
SEBARAN HASIL SIMULASI REFORMULASI DANA DESA (1)
✓ Desa dengan jumlah penduduk miskin tinggi adalah Desa yang mempunyai jumlah penduduk miskin berada pada desil ke 8 s.d. 10.
✓ Hasil simulasi reformulasi dana desa menunjukkan adanya keberpihakan sebaran Dana Desa terhadap desa yang mempunyai jumlah penduduk miskin tinggi
✓ Afirmasi DD di DT dan DST yang mempunyai jumlah penduduk miskin tinggi menyebabkan alokasi DD di daerah dengan jumlah penduduk miskin tinggi mengalami kenaikan, yaitu mencapai sekitar Rp21,87 T (36,5%), dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp19,2 T (31,9%)
2017 2018 2017 % 2018 % 1 69 5,8 5,2 2 283 5,8 5,3 3 542 5,8 5,3 4 844 5,8 5,3 5 1.247 5,9 5,5 6 1.775 5,9 5,7 7 2.491 6,0 5,8 8 3.642 6,1 6,8 9 5.651 6,3 7,0 10 12.300 6,8 8,1 Total 28,837 60,0 60,0 60,0 100% 60,0 100% 63,5% 68,1% 31,9% 36,5% Alokasi (Triliun) Desil JPM JPM 19,2 21,9 40,8 38,1