• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Peran Manajer Terhadap Tercapai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Peran Manajer Terhadap Tercapai"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Peran Manajer Terhadap Tercapainya Tujuan Perusahaan

Oleh: Iin Angelina Pangaribuan

165211052

D3 Administrasi Bisnis/Administrasi Niaga

Politeknik Negeri Bandung

[email protected]

Abstract

A manager is a person who works in an office which is responsible to all parts of the organization's activities. Managers have three important functions in the company of planners, managers and control of office activities. It also has tasks that must be done well. For the purpose of getting maximum results in work, that is able to achieve company goals, managers have a role that must be executed according to the existing situation. Do not let the role that is run improperly with the conditions experienced.

Keywords: manager, manager role, company goals

Abstrak

Manajer adalah orang yang bekerja dalam suatu kantor yang mana bertanggungjawab kepada seluruh lini yang ada dalam kegiatan organisasi. Manajer memiliki tiga fungsi penting dalam perusahaan yaitu perencana, pengelola dan pengontrol kegiatan kantor. Selain itu juga memiliki tugas tugas yang harus dikerjakan dengan baik. Untuk tujuan mendapatkan hasil yang maksimal dalam bekerja, yaitu mampu mewujudkan tujuan perusahaan, manajer memiliki peran yang harus dijalankan sesuai situasi yang ada. Jangan sampai peran yang dijalankan tidak tepat dengan kondisi yang dialami.

Kata kunci: manajer, peran manajer, tujuan perusahaan

PENDAHULUAN

Tujuan perusahaan adalah goal yang harus dicapai oleh manajer dan para karyawan yang bekerja di suatu instansi/perusahaan, dan merupakan turunan dari visi dan misi perusahaan. Tujuan perusahaan haruslah jelas. Dalam perusahaan, tujuan perusahaan di buat oleh manajer dengan bantuan dari staff dan supervisornya.

Dalam dunia bisnis, manajer kantor bisa jadi sangat berbeda dengan apa yang dipikirkan selama ini. Manajer bukan hanya orang dewasa berusia diatas 35 tahun saja. Tetapi bisa juga seorang yang

berusia 18 tahun dengan syarat memiliki kemampuan konseptual yang tinggi. Pekerjaan sebagai manajer juga tidak dibatasi oleh jenis kelamin. Semua gender berhak menjadi seorang manajer.

Manajer dalam sebuah perusahaan sangatlah berperan penting terhadap tercapainya tujuan perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya. Manajer haruslah bisa me-manage para karyawan dan staff nya agar bisa mencapai tujuan perusahaan.

(2)

dalam penetapan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, penetapan tujuan perusahaan tidaklah bisa dilakukan asal-asalan dan menganggap sepele penetapan tujuan perusahaan.

Dikarenakan tujuan perusahaan adalah hal yang harus dan wajib dimiliki perusahaan, maka manajer haruslah bisa memutuskan dengan bijak tentang tujuan tersebut. Manajer harus bisa menjalankan peran dan tugasnya dengan baik.

Manajer perusahaan juga merupakan salah satu alasan karyawan loyal bekerja di peruahaan tersebut. Loyalitas pegawai tidak diukur dari sekedar besar upah dan gaji yang di dapat, bukan pula dari besar tunjangan bulanan yang diberikan. Tetapi juga karena alasan hubungan baik yang telah terjalin dengan manajer dalam kantor tersebut. perusahaan yang telah direncanakan haruslah ditinjau kembali apakah sudah sesuai dengan tujuan awal atau masih ada hal yang harus diperbaiki lagi.

Peran manajer kantor adalah tentang bagaiman cara seorang manajer mengatur, menggerakkan dan mempengaruhi bawahannya agar mampu mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, jurnal ini dibuat untuk mengetahui bagaimana peran manajer mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan.

Rumusan Masalah

Jurnal ini dibuat untuk mengetahui bagaimana peran manajer bisa mempengaruhi tercapainya tujuan yang telah direncanakan dalam sebuah perusahaan/organisasi. Secara rinci,

rumusan masalah yang akan dibahas dalam jurnal adalah:

1. Apakah tugas dari seorang manajer? 2. Apa saja peran manajer dalam

perusahaan?

3. Apa saja tujuan perusaaan?

4. Bagaimana peran manajer bisa mempengaruhi tercapainya tujuan perusahaan?

Tujuan

Mengacu pada rumusan masalah yang telah dijelaskan, tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk:

1. Mengetahui tugas dari seorang manajer di dalam sebuah kantor. 2. Mengatahui peran manajer dalam

peruahaan yang dipimpinnya.

3. Mengetahui apa saja tujuan dari perusahaan.

4. Menganalisis peran manajer terhadap tercapainya tujuan perusahaan.

Manfaat

Jurnal yang dibuat haruslah ada manfaatnya, baik bagi penulis maupun pembaca. Demikian juga dengan jurnal ini memiliki manfaat. Rincian manfaat dari pemikiran penulis makin berkembang.

2. Bagi Pembaca

(3)

jurnal dengan tema yang sama oleh pembaca.

METODOLOGI

Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan jurnal ini ialah metode literatu (metode studi pustaka), dimana informasi yang ada dalam isi jurnal dikutip dari berbagai sumber pengetahuan seperti buku, jurnal, karya tulis ilmiah dan juga laporan skripsi yang kemudian dibahas dan dikaji kembali menggunakan bahasa sendiri.

KAJIAN PUSTAKA Manajer Kantor

Manajemen perkantoran adalah kegiatan merencanakan, mengendalikan dan mengorganisir pekerjaan perkantoran serta menggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan organisasi. Manajemen perkantoran ini biasanya ditangani oleh seorang manajer kantor. Jadi dapat disimpulkan bahwa manajer adalah orang yang bekerja dalam suatu kantor yang mana bertanggung jawab kepada semua bagian yang ada dalam kegiatan organisasi. Manajer kantor pada umumnya memimpin beberapa unit fungsi pekerjaan dan memimpinnya agar berproses, tidak selalu diam di tempat.

Di dalam suatu kantor yang berskala kecil, biasanya satu manajer umum saja sudah cukup. Tetapi lain hal apabila dibandingkan dengan kantor yang sudah berskala menengah dan kantor skala besar. Di dalam sebuah kantor dengan skala yang besar, biasanya memiliki beberapa manajer umum yang mana memiliki tanggung menjadi tiga tingkatan. Yang pertama yaitu top manager. Top manager adalah manajer yang bertanggung jawab dalam mengembangkan rencana jangka panajang

untuk perusahaan yang dipimpinnya, membuat kebijakan yang harus ditaati dalam perusahaan, dan juga mengawasi serta mengevaluasi kinerja para manajer dibawahnya.

Tingkatan yang kedua yaitu middle manager. Middle manager ini bertanggung jawab dalam membantu pimpinan dalam bidang perencanaan jangka panjang untuk perusahaan, mengembangkan rencana jangka menengah perusahaan, menjaga agar kebijakan yang dibuat to manager berjalan sesuai dengan seharusnya, serta melakukan pengawasan terhadap segala pekerjaan yang bersifat operasional.

Tingkatan terakhir (paling bawah) yaitu lower manager. Tanggung jawab dari seorang yang bekerja sebagai lower manager ialah menguraikan secara jelas mengenai perencanaan yang telah dibuat oleh top manager dan middle manager, melakukan perencanaan yang telah dibuat sesuai dengan aturannya, melaksanakan pengawasan terhadap kinerja tenaga administrasi, serta melakukan evaluasi terhadap setiap hasil kinerja yang dilakukan oleh bawahannya.[ CITATION Har13 \l 1057 ]

Manajer kantor haruslah memiliki kualitas terbaik dibandingkan pegawai yang bekerja dikantor tersebut. Kualitas lebih yang harus dimiliki oleh seorang manajer yaitu:

1. Kemampuan pejabat pimpinan. Dalam hal ini manajer harus memiliki kemampuan sebagai pejabat pimpinan kantor dimana tanggung jawab yang akan di tanggung lebih besar.

2. Memiliki practical background. Artinya manajer haruslah memiliki latar belakang menjadi seorang manajer yang menunjukkan dia adalah seorang yang mampu me-manaje orang lain.

(4)

dari dalam kantor maupun dari organisasi di luar kantor.

4. Mampu mengekspresikan diri. Dalam hal ini, manajer haruslah

6. Memiliki keingintahuan yang besar. Manajer yang baik memiliki sifat ingitahu terhadap hal hal baru yang lebih besar dibandingkan orang lain. Jangan sampai seorang manajer acuh terhadap hal hal baru yang ada di lingkungannya, bahkan hal kecil yang bisa saja berdampak besar di kemudian hari.

7. Kreativitas yang tinggi. Manajer adalah orang yang kreatif. Dia mampu memikirkan hal – hal yang diluar ekpektasi orang biasa pada umumnya dalam hal pemecahan masalah.

8. Sound judgement. Dalam memutuskan sesuatu, manajer memiliki pertimbangan sehat yang ditinjau tidak hanya dari satu sudut pandang saja. Pertimbangan yang di putuskan adalah merupakan win – win solution bagi semua pihak. 9. Sales ability. Gagasan yang

diutarakan oleh manajer bisa jadi adalah hal yang menentukan keberlangsungan perusahaan. Yang mana apabila gagal, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar. Oleh karena itu,

Termasuk ketika menghadapi kejadian kejadian yang diluar tinggi. Dalam menjalankan perusahaan, manajer haruslah orang yang mampu mengendalikan emosi. Tidak lantas marah – marah hanya karena masalah kecil.

12. Mampu bekerjasama. Yang paling penting dari semua adalah harus mampu bekerja sama. karena manajer bukanlah orang yang akan bekerja sendiri nantinya. Tetapi dia adalah orang yang dituntut untuk mampu berhadapan dengan orang dari berbagai macam kalangan. Selain harus memenuhi karakteristik yang telah dibuat, manajer kantor juga harus mampu menjalankan fungsi manajemen yang ada dengan baik. Fungsi manajemen ini dapat dibedakan menjadi menentukan strategi untuk mencapai sasaran yang telah di tetapkan, serta mengembangkan rencana dalam pengelolaan sumber daya yang ada.

(5)

paling penting dari manajemen, karena perencanaan ini merupakan fungsi yang harus dijalankan terlebih dahulu dibandingkan dengan fungsi yang lainnya. Bahkan, fungsi lainnya tidak akan bisa dijalankan tanpa adanya fungsi perencanaan ini.

b. Organizing

Pengorganisasian adalah fungsi manajemen yang untuk tujuan membagi-bagi sebuah kegiatan besar menjadi kegiatan – kegiatan yang lebih kecil dari sebelumnya. Pengorganisasia meliputi tindakan – tindakan seperti penataan dan pengaturan berbagai kegiatan kerja secara terstruktur demi tujuan perusahaan dapat tercapai maksimal.

Organizing merupakan fungsi yang membantu manajer dalam melakukan pengawasan serta evaluasi dan juga menentukan personel – personel yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas yang telah dibagi dalam beberapa bagian tersebut. Karena dalam pengorganisasian, termasuk juga mengenai cara penentuan tugas yang harus dikerjakan, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap tugas bersangkutan, bagaimana pengelompokkan

tugasnya, siapa yang

mengerjakannya, serta pada tingkat mana sebuah keputusan semua anggota dalam tim berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan seabelumnya. Controlling ini melibatkan tindakan berupa pengawasan, penilaian dan koreksi/evaluasi terhadap kinerja pewagai dan hasil

kerjanya. [ CITATION Tri10 \l 1057 ]

Tugas Manajer

Manajer kantor yang baik adalah manajer yang memiliki keterampilan manajerial yang baik juga. Menurut Dusselman (dalam Jurnal Riset Bisnis dan Investasi) [ CITATION And15 \l 1057 ], kemampuan manajerial adalah usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, koordinasi, menjaga kelancaran usaha, mengawasi dan mengevaluasi usaha. Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa keterampilan manajerial adalah tndakan individu dalam melakukan perencanaan, mengelola organisasi, pelaksanaan dan melakukan pengawasan dalam rangka memaksimalkan profit dan meningkatkan aset perusahaan.

Menurut Liang Gie dalam [ CITATION Har13 \l 1057 ], lingkup tugas dari seorang manajer kantor adalah sebagai berikut:

a. Pekerjaan kantor pada umumnya Hal-hal yang termasuk dalam kelompok ini ialah dimana manajer harus bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan umum kantor baik yang bersifat operasional seperti mengumpulkan informasi penting, mencatat, mengolah, mendistribusikan dan menyimpan maupun pekerjaan yang bersifat managerial dan konsep seperti merencanakan, mengendalikan, menggerakkan sampai mengontrol orang-orang yang ada di kantor.

b. Sistem perkantoran

(6)

bekerja; melakukan kontrol lebih baik dalam bekerja; pengehematan tenaga kerja dan biaya tatausaha; melakukan koordinasi terhadap segala seksi/bagian yang ada dalam organisasi; serta melakukan pelatihan pada segenap pegawai bagian tatausaha. [CITATION Kar15 \l 1057 ]

c. Komunikasi perkantoran

Tugas yang termasuk dalam lingkup ini contohnya ialah bahwa seorang manajer haruslah bisa menjaga kelancara komunikasi yang terjadi dalam kantor baik secara horizontal, vertikal maupun diagonal. Komunikasi yang terjadi dengan lancar akan memudahkan dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan oleh manajer sebelumnya.

d. Pelaporan manajerial

Dalam [ CITATION Teg15 \l 1057 ] disebutkan bahwa pelaporan manajerial dilakukan untuk menilai kinerja para karyawan dan manajer dibawahnya. Pelaporan manajerial ini dapat dilakukan setelah sebelumnya melakukan proses monitoring dan juga proses evaluasi. Dan yang berhak melakukan monitoring serta evaluasi tersebut adalah manajer sendiri.

e. Organisasi perkantoran

Hal hal yang berkaitan dengan organisasi perkantoran ini adalah dimana manajer harus mampu mengendalikan Sumber Daya Manusia yang ada di dalam kantor, menentukan struktur yang tepat, memperhatikan hubungan timbal balik dari organisasi yang ada, memahami tujuan individu tiap karyawan serta menetapkan tujuan bersama.

f. Manajemen kearsipan

Dalam lingkup tugas ini, seorang manajer harus mampu menentukan sistem kearsipan apa yang paling cocok untuk perusahaan gunakan,

peralatan dan perlengkapan yang tepat, sistem penyusutan yang paling tepat dan juga hal lain yang akan membuat manajemen kearsipan di kantor bisa berjalan lancar.

g. Kontrol perkantoran

Seorang manajer haruslah mampu mengontrol semua aspek yang ada di dalam perusahaan agar tujuan perusahaan bisa tercapai. Kontrol yang baik akan mempercepat tercapainya tujuan perusahaan.

h. Penyederhanaan pekerjaan perkantoran

Seorang manajer kantor harus mampu menangani masalah pekerjaan perkantoran yang rumit dan sebisanya harus mampu membuat suatu prosedur kerja yang rumit menjadi lebih sederhana. Sederhana dalam artian prosedur singkat, tetapi hasil yang di dapat bisa maksimal.

i. Tata ruang perkantoran

Salah satu tugas manajer kantor yang tidak kalah penting yaitu mengatur tata ruang kantor. Manajer harus bisa menentukan tata letak peralatan dan perlengkapan kantor yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan karyawan.

Penentuan tata ruang kantor ini meliputi tiga hal yaitu yang pertama penentuan lokasi kantor. Dalam hal ini manajer harus mempertimbangkan lokasi mana yang tepat untuk dijadikan kantor.

Yang kedua yaitu penempatan kantor dan penataan ruang. Hal ini menyangkut layout kantor yang akan digunakan, apakah terbuka, tertutup atau landscape.

(7)

tersebut dengan mempertimbangkan prinsip prinsip penyusunan layout kantor.

j. Perlengkapan perkantoran

Manajer kantor juga bertugas dalam menentukan perlengkapan yang akan dipakai dalam menjalankan tugas tugas kantor untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajer harus bisa mengendalikan, mengelola dan mengontrol peralatan kantor yang dibutuhkan.

k. Studi perkantoran

Studi perkantoran ialah manajer tetap belajar lagi mengenai manajemen perkantoran yang lebih baik lagi.

Berbeda dengan Liang Gie yang mengelompokkan tugas manajer dalam beberapa lingkupan, Kallaus & Kelling mengatakan tugas tugas dari seorang manajer kantor itu adalah:

a. Harus mampu mengawasi pelayanan administrasi.

Mengawasi pelayanan administrasi disini adalah bahwa manajer bertugas mengawasi pekerjaan karyawannya dalam bidang pencatatan, penerimaan tamu kantor, pencetakan, pengarsipan, surat menyurat kantor, dan juga pendistribusian peralatan kantor.

b. Mampu melakukan negosiasi yang baik.

Artinya manajer harus bisa menjadi negosiator yang handal untuk mencapai tujuan perusahaan. Negosiator disini tidak hanya soal kontrak kerja kepada klien bisnis dari luar perusahaan saja, tetapi yang paling penting adalah menjadi negosiator yang handal dalam penanganan peralatan dna perlengkapan kantor.

c. Menjadi supervisor administrasi. Seorang manajer, juga adalah seorang supervisor bagi departemen lain. Manajer kantor menjadi

supervisor khususnya dalam bidang admnistrasi kepada pihak lain dikarenakan manajer kantor lebih mengetahui mengenai administrasi dibandingkan departemen lain seperti departemen keuangan.

d. Mengawasi lalu lintas komunikasi kantor.

Lalu lintas komunikasi dalam kantor haruslah diawasi. Karena komunikasi merupakan aktivitas paling penting yang menentukan seberapa berhasil kah seorang manajer dalam

me-manaje karyawannnya.

Komunikasi yang terjalin dengan baik antar departemen dalam sebuah kantor akan memudahkan dalam melakukan

aktivitas kantor yang

lainnya.koordinasi yang dilakukan juga akan lebih terorganisir.

e. Mempelajari perilaku pegawai. Sebagai seorang manajer yang membawahi banyak orang, sudah sepatutnya manajer mengetahui bagaimana kepribadian setiap masing masing karyawannya. Ketika manajer memahami tingkah laku dan kepribadian karyawannya, manajer akan mampu mengurangi biaya - biaya yang dikeluarkan agar menjadi lebih efisien.

f. Mengkoordinir antar departemen. Selain mengawasi komunikasi yang terjadi antar departemen di kantor, manajer juga bertugas mengkoordinir pekerjaan antar departemen berbeda di kantor. Koordinir yang dilakukan ini akan berhasil dengan bantuan komunikasi yang dilakukan sudah baik.

(8)

yang memiliki skill tinggi, seorang manajer memiliki tugas dalam meningkatkan kualitas kerja pegawai – pegawainya. Salah satu cara yang digunakan dalam mengembangkan pegawai ialah melakukan pelatihan, seminar dan training.

Peran Manajer

Manajer dalam menjalankan tugasnya mempunyai peran yang cukup banyak. Peran-peran yang dijalankan tersebut berbeda namun saling berhubungan satu dengna yang lainnya. Dalam artian peran tersebut merupakan suatu rangkaian yang saling terkait. Menurut Henry Mintzberg, peran yang dijalankan manager dapat dikelompokkan ke dalma tiga kelompok utama yaitu peran yang berkaitan dengan interpersonal, transfer informasi dan pengambilan keputusan.

1. Kelompok peran interpersonal Peran interpersonal adalah peran yang mana seorang manager dituntut agar mampu menjalankan tugas tugas rutinnya sebagai manajer. Ada tiga peran yang masuk dalam kelompok peran interpersonal ini.

Pertama yaitu sebagai kepala simbolis. dalam menjalankan peran ini, manager wajib menjalankan serangkaian tugas tugas rutin perusahaan baik yang bersifat legal maupun sosial. Peran ini dijalankan pada saat upacara nasional. Peran yang lainnya yaitu sebagai pemimpin, dimana manager memiliki tanggung jawab memberikan motivasi dan arahan kepada karyawan. Hal ini dilakukan agar karyawan yang dipimpin lebih bersemangat lagi dalam bekerja. Peran ini dijalankan hampir setiap saat karena kebanyakan kegiatan manajerial kantor melibatkan karyawan.

Peran lain berkaitan dengan interpersonal adalah sebagai penghubung. Manajer berperan sebagai jembatan antar dunia luar dengan inter perusahaan. Sekaligus memelihara

hubungan baik yang telah terjalin melalui bantuan dan informasi yang ada. Contohnya yaitu dengan melakukan pekerjaan bersama dewan eksternal, menerima surat dari dunia luar dan juga menjalin hubungan kerjasama eksternal perusahaan.

2. Kelompok peran informasional Pada saat saat tertentu, seluruh manager diharuskan mengumpulkan informasi dari perusahaan dan institusi lain di luar perusahaan yang dipimpinnya. Biasanya, informasi tersebut dapat diperoleh dengan cara membaca majalah bisnis, mengikuti perkembangan perusahaan lain serta mempelajari kembali mengenai perubahan perubahan yang terjadi pada selera masyarakan publik. Ketika manajer berusaha mendapatkan informasi, manager menjalankan peran yang berbeda.

Pertama yaitu sebagai monitor. Dimana manager memiliki sejumlah informasi dan berperan menjadi sumber inti dari segala informasi perusahaan, baik internal maupun eksternal. Dikarenakan manajer disini menangani kontrak yang diterima perusahaan dari dunia luar, maka manajer berusaha mengumpulkan informasi dari setiap perusahaan yang memberikan kontrak kerja kepada perusahaannya. Sehingga manajer disini bersikap seperti seorang mata-mata bagi perusahaan.

Peran lain ialah sebagai penyampai informasi yang ada di perusahaan yang di dapat dari dunia luar atau dari organisasi lain di luar perusahaan kepada semua karyawan karyawan yang bekerja di perusahaannya. Hal ini bertujuan agar komunikasi vertikal dengan bawahan bisa terjaga dengan baik.

(9)

tindakan dan manfaat dari perusahaan bagi orang luar perusahaan. Peran ini dijalankan misalnya pada saat pertemuan dengan dewan eksternal perusahaan, penanganan kontrak dan juga penyebarluasan informasi kepada masyarakat luar.

3. Kelompok peran pengambilan keputusan

Kelompok peran manajer yang terakhir yaitu peran pengambilan keputusan yang mana terdiri atas empat peran yang terkait dengan kelompok ini. Salah satunya adalah peran pengusaha dimana manajer mencari peluag dalam perusahaan dan linggkungannya serta menjadi pemrakarsa proyek proyek pelaku perubahan.pada saat berperan sebagai pengusaha, selain memprakarsai manajer juga

mengawasi proyek yang

ditanggungjawabi.

Selanjutnya berperan sebagai pengelola gangguan yang mana menanggungjawabi tindakan perbaikan pada saat perusahaan dihadapkan pada gangguan penting yang tidak diduga sebelumnya. Peran ini dilakukan pada saat krisis terjadi pada perusahaan. Lalu ada peran pengalokasi sumberdaya yang mana manager membuat atau memberi persetujuan keputusan penting organisasi. Contohnya pada saat penjadwalan melibatkan perusahaan. Perundingan

besar tersebut misalnya

penandatangangan kontrak kerjasama perusahaan.

Peran Manajer Terhadap Tercapainya Tujuan Perusahaan

Peran manajer yang dijalankan dengan baik dan sesuai dengan yang seharusnya akan mendukung dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Baik itu peran interpersonal, informasional maupun peran pengambilan keputusan, ketiganya adalah hal yang akan membuat tujuan perusahaan bisa lebih mudah dicapai.

Peran manajer yang tidak diterapkan dengan baik akan sangat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Peran peran yang ada haruslah juga dijalankan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada saat tersebut. Jangan sampai manager salah menjalankan perannya.

Ketika manger dihadapkan pada suatu keadaan dimana terjadi masalah pada saat proses produksi dalam perusahaan, dan kejadian tersebut mengakibatkan kerugian yang sangat besat terhadap perusahaan. Maka sudah saatnya manager menjalankan perannya sebagai pengelola gangguna dalam perusahaan. Ketika manager berusaha menjalani perannya dengan maksimal, maka kemungkinan besar kerugian yang ditanggung tidak terlalu besar dan berujung masalah yang lebih rumit. Tetapi sebaliknya, masalah tersebut akan cepat ditangani.

Contoh lainnya yaitu pada saat penandatangan kontrak. Manager harus terlebih dahulu menjadi pemantau informasi mengenai profile perusahaan yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaannya. Dengan menjalankan perannya sebagai pemantau informasi, manager bisa memutuskan nantinya apakah perusahaan akan untuk ataukah malah rugi apabila menandatangani kontrak tersebut. Dalam menjalankan peran ini, manajer bisa meminta bantuan dari karyawannya dalam mengumpulkan informasi tersebut.

(10)

saat acara potong kue yang dilakukan secara simbolis, manajer perusahaan yang merupakan role model dari perusahaan itu tidak mau maju kedepan. Manajer tersebut malah menuding karyawannya yang lain dengan alasan yang terlihat dibuat buat. Tindakan yang seperti ini nantinya akan menimbulkan kerugian terhadap peusahaan. Bagaimana tidak, perusahaan yang dipimpinnya memiliki manajer yang tidak bisa memahami situsai dan kondisi yang ada disekitarnya. Dan juga terkesan meremehkan orang lain yang sedang berbicara.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Manajer adalah tonggak utama dalam perusahaan. Manajer menjadi role model bagaimana perusahaan itu sebenarnya. Perusahaan bisa dilihat apakah sukses atau tidak dari bagaimana manjernya bertingkah laku, bagaimana manager

bersikap, bagaimana manager menjalankan fungsinya dalam perusahaan dan bagaimana manajer menjalani perannya.

Manajer yang baik tidak hanya menjalankan peran yang baik saja tetapi juga harus memiliki karakteristik sebagai seorang manajer seperti yang dijelaskan sebelumnya, memiliki kemampuan konseptual yang tinggi serta mampu menjalankan fungsi manajemen yang ada dengan baik.

Setelah semuanya terpenuhi, baik dari karakteristik, kemampuan, dan pelaksanaan fungsi manajemen, maka tujuan perusahaan yang telah ditetapkan akan bisa tercapai dengan hasil maksimal.

(11)

Daftar Pustaka

Chaniago, H. (2013). Manajemen Kantor Kontemporer. Bandung: CV Akbar Limas Perkasa.

Karya Tulis Ilmiah. (2015, Juli 25). Diambil kembali dari Sistem dan Prosedur Perkantoran: https://karyatulisilmiah.com/sistem-dan-prosedur-perkantoran/

Priansa, D. J., & Garnida, A. (2013). Manajemen Perkantoran Efektif, Efisien dan Profesional. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Setiawardani, A. A. (2015). Pengaruh Kemampuan Manajerial Terhadap Keberhasilan Usaha.

Jurnal Riset Bisnis dan Investasi, 30-45.

Triwiyanto, T. (2015). Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Untuk Penilaian Kinerja Manajerial Kepala Sekolah. Cakrawala Pendidikan No 1, 67-77.

Referensi

Dokumen terkait

Risiko TI bukan hanya masalah TI yang dipecahkan dengan teknologi dan keahlian pengelolaannya saja: Inisiatif mitigasi risiko membutuhkan komitmen dari pimpinan organisasi,

Kepekaan kulit Berdasarkan data yang tersedia, kriteria klasifikasi tidak terpenuhi. Kepekaan pernafasan Berdasarkan data yang tersedia, kriteria klasifikasi

dari analisis yang dilakukan melalui rekonsiliasi fiskal terjadi ada beberapa temuan yang terjadi di perusahaan, biaya seragam pegawai,biaya lain-lain yang dimana disana

Data primer adalah data teoritis yang orisinil, dan sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang didapat dari tempat yang menjadi objek penelitian

Anhidrosis merupakan suatu gejala karena kuman lues menyerang sistem persarafan, sehingga produksi minyak terhambat atau kurangnya produksi minyak disebabkan oleh

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti bahwa pelaksaan program Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Sioyong Kecamatan Dampelas ada beberapa permasalahan yang

Bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menjadikan bangsa Indonesia mampu berbahasa Indonesia santun (distant language) dan berbahasa Indonesia akrab (close

Pada proses ekstraksi silika dari kaolin yang dipelajari oleh Bakri [4] dilakukan teknik refluk pada temperatur 100 0 C selama 4 jam menggunakan akuaregia, sedangkan Affandi