07
ميجرلا ناطيشلا نم هللاب ذوعا ميحرلا نمحرلا هللا مسب
Manajemen Perubahan
Manajemen Perubahan
pada Madrasah dan Sekolah
pada Madrasah dan Sekolah
Ali Rohmad – 2014 M
Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung
Selama Perkuliahan Berlangsung,
setiap alat telekomunikasi semisal HP wajib dimatikan demi aktualisasi interaksi-edukatif
(amanat kode etik mahasiswa)
Manajemen perubahan pada
Manajemen perubahan pada
madrasah dan sekolah
madrasah dan sekolah
Arah bahasan :
Arah bahasan :
1.
1. Perubahan sebagai keniscayaan Perubahan sebagai keniscayaan.. 2.
2. Makna perubahan Makna perubahan.. 3.
3. Sikap terhadap perubahan Sikap terhadap perubahan 4. Arah perubahan
4. Arah perubahan
5. Tujuan perubahan
5. Tujuan perubahan.. 6
6.. Urgensi perubahan Urgensi perubahan.. 7. Strategi perubahan.
Perubahan : keniscayaan
Perubahan : keniscayaan
---Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan
sesuatu kaum sehingga mereka merobah sesuatu kaum sehingga mereka merobah
keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Bukti hidup dan kehidupan :
Bukti hidup dan kehidupan :
pertumbuhan, perkembangan
pertumbuhan, perkembangan
(development), perubahan
(development), perubahan
(change) secara efektif dan
(change) secara efektif dan
Tidak ada kata berhenti untuk sebuah proses
Tidak ada kata berhenti untuk sebuah proses
dan tidak pula ada kata final untuk sebuah
dan tidak pula ada kata final untuk sebuah
perubahan
perubahan karena yang ada adalah proses karena yang ada adalah proses menuju ke arah kesejatian ideal yang
menuju ke arah kesejatian ideal yang
abstraktif h. 39
abstraktif h. 39
...kemajuan yang dicapai bukanlah sebuah
...kemajuan yang dicapai bukanlah sebuah
lompatan besar ke depan. ...kemajuan
lompatan besar ke depan. ...kemajuan
dicapai karena perubahan-perubahan kecil
dicapai karena perubahan-perubahan kecil
yang bersifat kontinu atau tanpa henti
yang bersifat kontinu atau tanpa henti
dalam beratus-ratus bahkan beribu-ribu
dalam beratus-ratus bahkan beribu-ribu
detail yang berhubungan dengan usaha
detail yang berhubungan dengan usaha
menghasilkan produk atau pelayanan h. 7
menghasilkan produk atau pelayanan h. 7
Perubahan adalah pertanda kehidupan Perubahan adalah pertanda kehidupan
Kehidupan selalu ditandai dengan Kehidupan selalu ditandai dengan
perubahan perubahan
Manusia yang hidup akan selalu Manusia yang hidup akan selalu
berubah berubah
Perubahan memberikan harapan Perubahan memberikan harapan
Perubahan adalah proses alamiah yang Perubahan adalah proses alamiah yang
suatu ketika harus terjadi, baik suatu ketika harus terjadi, baik
disadari atau tidak, karena disadari atau tidak, karena
merupakan suatu dinamika. Namun, merupakan suatu dinamika. Namun,
tidak semua perubahan membawa tidak semua perubahan membawa
kemaslahatan. Adakalanya kemaslahatan. Adakalanya
perubahan justru menjadi perubahan justru menjadi
malapetaka dalam kehidupan malapetaka dalam kehidupan
organisasi h. 214. organisasi h. 214.
Disukai atau dibenci setengah mati,
Disukai atau dibenci setengah mati,
perubahan tidak mungkin dapat
perubahan tidak mungkin dapat
dihindari.
dihindari. Maka diperlukan satu Maka diperlukan satu
manajemen
manajemen perubahan perubahan agar agar proses
proses dandan dampak dari dampak dari suatu suatu
perubahan dapat diarahkan pada
perubahan dapat diarahkan pada
titik perubahan yang positif.
Ketidakmampuan madrasah/sekolah Ketidakmampuan madrasah/sekolah
dalam mengantisipasi dan dalam mengantisipasi dan
beradaptasi dengan perubahan yang beradaptasi dengan perubahan yang
terjadi, lambat laun akan dapat terjadi, lambat laun akan dapat
menimbulkan keterpurukan sekolah menimbulkan keterpurukan sekolah
itu sendiri, dan habis ditelan oleh itu sendiri, dan habis ditelan oleh
Makna
Makna
Ubah : menjadi lain (berbeda) dari Ubah : menjadi lain (berbeda) dari
semula; bertukar (beralih, berganti) semula; bertukar (beralih, berganti) menjadi sesuatu yang lain; berganti menjadi sesuatu yang lain; berganti
(tentang arah); berganti (pikiran, (tentang arah); berganti (pikiran,
haluan, arah, dsb); h. 1094. haluan, arah, dsb); h. 1094.
Perubahan : hal (keadaan) berubah; Perubahan : hal (keadaan) berubah;
peralihan; pertukaran; perbaikan h. peralihan; pertukaran; perbaikan h.
1094. 1094.
Manajemen perubahan adalah suatu Manajemen perubahan adalah suatu
proses secara sistematis dalam proses secara sistematis dalam
menerapkan pengetahuan, sarana menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan dan sumber daya yang diperlukan
untuk memengaruhi perubahan pada untuk memengaruhi perubahan pada
orang yang akan terkena dampak orang yang akan terkena dampak
dari proses tersebut h. 193. dari proses tersebut h. 193.
Manajemen Perubahan adalah upaya Manajemen Perubahan adalah upaya
yang dilakukan untuk mengelola yang dilakukan untuk mengelola
akibat-akibat yang ditimbulkan akibat-akibat yang ditimbulkan
karena terjadinya perubahan dalam karena terjadinya perubahan dalam
organisasi. organisasi.
Arah perubahan
Arah perubahan
Perubahan mad-sek
Direncanakan (sikon stabil)
Darurat
(sikon tdk stabil) Internal
Eksternal
Vide, Mujamil, Manajemen Pendidikan Islam, Erlangga, n.p, n.d, h. 216-218.
Layanan LPI mutu - ke +
Hambatan : 1. Konflik nilai
2. Konflik kekuatan 3. Konflik praktik 4. Konflik psikis
Sikap : pro-kontra
Sikap terhadap perubahan
Sikap terhadap perubahan
pro-perubahan (antisipatif, adaptif);
anti-perubahan.
Sikap manusia terhadap perubahan Sikap manusia terhadap perubahan
antara lain mangkir atau bolos, antara lain mangkir atau bolos,
mogok kerja, menuntut, merengut mogok kerja, menuntut, merengut
atau berkeluh kesah, dan yang atau berkeluh kesah, dan yang
sangat positif adalah bekerja lebih sangat positif adalah bekerja lebih
keras, serta menolak keras, serta menolak
terang-terangan h. 235. terangan h. 235.
Pada umumnya guru itu konservatif,
Pada umumnya guru itu konservatif,
berpegang pada cara-cara yang lama,
berpegang pada cara-cara yang lama,
apalagi bila menurut pendapatnya
apalagi bila menurut pendapatnya
memberi hasil yang baik. Ia tidak
memberi hasil yang baik. Ia tidak
mudah melepaskan yang lama yang
mudah melepaskan yang lama yang
telah dikuasainya dengan baik,
telah dikuasainya dengan baik,
sebelum ia yakin bahwa yang baru itu
sebelum ia yakin bahwa yang baru itu
terbukti lebih baik. Dalam pada itu
terbukti lebih baik. Dalam pada itu
guru itu tetap akan berusaha
guru itu tetap akan berusaha
mengawinkan yang baru dengan
mengawinkan yang baru dengan
praktek-praktek yang lama h. 16.
praktek-praktek yang lama h. 16.
Penolakan atas perubahan tidak selalu muncul Penolakan atas perubahan tidak selalu muncul
dipermukaan dalam bentuk yang standar. dipermukaan dalam bentuk yang standar.
Penolakan bisa jelas kelihatan (eksplisit) dan Penolakan bisa jelas kelihatan (eksplisit) dan segera, misalnya mengajukan protes,
segera, misalnya mengajukan protes, mengancam mogok, demonstrasi, dan mengancam mogok, demonstrasi, dan
sejenisnya; atau bisa juga tersirat (implisit), sejenisnya; atau bisa juga tersirat (implisit), dan lambat laun, misalnya loyalitas pada
dan lambat laun, misalnya loyalitas pada organisasi berkurang, motivasi kerja
organisasi berkurang, motivasi kerja
menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat absensi meningkat, dan lain sebagainya.
absensi meningkat, dan lain sebagainya.
Penolak perubahan : individual, kelompok, Penolak perubahan : individual, kelompok,
organisasi. organisasi.
Individual Resistance
Individual Resistance
KEBIASAAN, KEBIASAAN, RASA AMAN,RASA AMAN,
FAKTOR EKONOMI,FAKTOR EKONOMI, KETIDAKPASTIAN,KETIDAKPASTIAN, PERSEPSIPERSEPSI..
Kebiasaan :
Kebiasaan :
Merupakan pola tingkah laku yang Merupakan pola tingkah laku yang
ditampilkan berulang –ulang ditampilkan berulang –ulang
sepanjang hidup.
sepanjang hidup. Kebiasaan Kebiasaan
dilakukan karena merasa nyaman,
dilakukan karena merasa nyaman,
menyenangkan
menyenangkan, jika perubahan , jika perubahan berpengaruh besar terhadap pola berpengaruh besar terhadap pola
kehidupan maka akan muncul kehidupan maka akan muncul
mekanisme diri yaitu Penolakan. mekanisme diri yaitu Penolakan.
Rasa Aman :
Rasa Aman :
Jika kondisi saat ini memberi rasa Jika kondisi saat ini memberi rasa
aman (nyaman), & kita aman (nyaman), & kita
membutuhkan rasa aman yg relatif membutuhkan rasa aman yg relatif
tinggi, maka potensi menolak tinggi, maka potensi menolak
perubahan pun besar.
perubahan pun besar. Status quoStatus quo dikedepankan sbg alasan.
dikedepankan sbg alasan.
Faktor Ekonomi :
Faktor Ekonomi :
Segala sesuatu yang terkait dengan Segala sesuatu yang terkait dengan
pendapatan/income
pendapatan/income. Dengan . Dengan
perubahan tertentu mungkin akan perubahan tertentu mungkin akan
mengurangi pendapatan, misal mengurangi pendapatan, misal
konsep 5 hari kerja akan mengurangi konsep 5 hari kerja akan mengurangi
upah lembur… upah lembur…
Ketidakpastian :
Ketidakpastian :
Takut akan sesuatu yang tidak Takut akan sesuatu yang tidak
diketahui, karena sebagian besar
diketahui, karena sebagian besar
perubahan tidak mudah diprediksi
perubahan tidak mudah diprediksi
hasilnya. Dengan kata lain,
hasilnya. Dengan kata lain, kondisi kondisi sekarang sudah pasti, sedangkan
sekarang sudah pasti, sedangkan
kondisi nanti setelah perubahan
kondisi nanti setelah perubahan
belum pasti
belum pasti.. Maka orang akan Maka orang akan
cenderung memilih kondisi sekarang
cenderung memilih kondisi sekarang
dan menolak perubahan.
dan menolak perubahan.
Persepsi :
Persepsi :
Persepsi merupakan Persepsi merupakan cara pandang cara pandang
individu
individu tehadap dunia sekitarnya tehadap dunia sekitarnya (cara pandang ini mempengaruhi (cara pandang ini mempengaruhi
sikap individu). sikap individu).
Organizational Resistance
Organizational Resistance
INERSIA STRUKTURAL,INERSIA STRUKTURAL,
DAMPAK LUAS PERUBAHAN,DAMPAK LUAS PERUBAHAN, INERSIA KELOMPOK KERJA,INERSIA KELOMPOK KERJA,
ANCAMAN TERHADAP KEAHLIAN,ANCAMAN TERHADAP KEAHLIAN, ANCAMAN KEKUASAAN,ANCAMAN KEKUASAAN,
ANCAMAN ALOKASI SUMBER DAYAANCAMAN ALOKASI SUMBER DAYA
Inersia Struktural :
Inersia Struktural :
Artinya Artinya penolakan yang terstrukturpenolakan yang terstruktur. .
Organisasi, lengkap dengan tujuan, Organisasi, lengkap dengan tujuan, struktur, aturan main, uraian tugas, struktur, aturan main, uraian tugas,
akan
akan menghasilkan stabilitas menghasilkan stabilitas organisasi
organisasi. Jika perubahan dilakukan, . Jika perubahan dilakukan, maka besar kemungkinan stabilitas maka besar kemungkinan stabilitas
organisasi akan terganggu organisasi akan terganggu
Dampak Luas Perubahan :
Dampak Luas Perubahan :
Fokus perubahan akan berdampak Fokus perubahan akan berdampak
luas,
luas, perubanah dlm organisasi tdk perubanah dlm organisasi tdk
mungkin hanya difokuskan pada satu
mungkin hanya difokuskan pada satu
bagian
bagian saja karena organisasi saja karena organisasi merupakan
merupakan suatu sistemsuatu sistem. Jika satu . Jika satu
bagian diubah maka bagian lain akan bagian diubah maka bagian lain akan
terpengaruh juga. terpengaruh juga.
Inersia Kelompok Kerja :
Inersia Kelompok Kerja :
Meskipun individu mau mengubah Meskipun individu mau mengubah
perilakunya, namun norma kelompok perilakunya, namun norma kelompok
memiliki potensi untuk menghalangi memiliki potensi untuk menghalangi
perubahan.
perubahan. Dominasi pengaruh Dominasi pengaruh kelompok lebih kuat
kelompok lebih kuat pada individu pada individu dalam kelompok.
dalam kelompok.
Ancaman Terhadap
Ancaman Terhadap
Keahlian :
Keahlian :
Perubahan dalam pola organisasional Perubahan dalam pola organisasional
dapat mengancam keahlian dapat mengancam keahlian
kelompok kerja tertentu. Penerapan kelompok kerja tertentu. Penerapan
IT dapat menggantikan aktifitas IT dapat menggantikan aktifitas
secara manual, terkait mutu SDM. secara manual, terkait mutu SDM.
Ancaman Kekuasaan :
Ancaman Kekuasaan :
Ancaman terhadap hubungan Ancaman terhadap hubungan
kekuasaan yang telah mapan. kekuasaan yang telah mapan.
Mengintroduksi sistem pengambilan Mengintroduksi sistem pengambilan
keputusan partisipatif seringkali keputusan partisipatif seringkali
dipandang sebagai ancaman dipandang sebagai ancaman
kewenangan, bagi tingkat middle kewenangan, bagi tingkat middle
manager. manager.
Ancaman Alokasi Sumber
Ancaman Alokasi Sumber
Daya :
Daya :
Kelompok-kelompok dalam Kelompok-kelompok dalam
organisasi yang mengendalikan organisasi yang mengendalikan
sumber daya dengan jumlah relatif sumber daya dengan jumlah relatif
besar sering melihat
besar sering melihat perubahan perubahan organisasi sbg ancaman
organisasi sbg ancaman, apakah , apakah perubahan tersebut akan
perubahan tersebut akan
mengurangi anggaran atau SDM mengurangi anggaran atau SDM
kelompok kerjanya atau tidak ? kelompok kerjanya atau tidak ?
Tujuan perubahan
Tujuan perubahan : konstruktif bukan : konstruktif bukan
destruktif
destruktif
Pengembangan organisasi
Pengembangan organisasi
(Organizational Development)
(Organizational Development) : :
penerapan ilmu pengetahuan tentang
penerapan ilmu pengetahuan tentang
perilaku dalam usaha jangka panjang
perilaku dalam usaha jangka panjang
untuk meningkatkan kemampuan
untuk meningkatkan kemampuan
organisasi dalam menghadapi
organisasi dalam menghadapi
lingkungan eksternal dan
lingkungan eksternal dan
meningkatkan kemampuan
meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah h.160.
pemecahan masalah h.160.
Tujuan akhir pengembangan organisasi : Tujuan akhir pengembangan organisasi :
untuk mempertemukan tujuan organisasi, untuk mempertemukan tujuan organisasi,
kelompok, dan individu, melalui kelompok, dan individu, melalui
peningkatan keefektifan, keadaptasian, peningkatan keefektifan, keadaptasian,
keterampilan pemecahan masalah, keterampilan pemecahan masalah,
kepekaan, partisipasi aktif para anggota kepekaan, partisipasi aktif para anggota
organisasi dalam seluruh aktivitas organisasi dalam seluruh aktivitas
organisasi h.160. organisasi h.160.
Lingkup tujuan pengembangan organisasi : Lingkup tujuan pengembangan organisasi :
1. Perubahan sikap atau nilai-nilai. 1. Perubahan sikap atau nilai-nilai.
2. Modifikasi perilaku. 2. Modifikasi perilaku.
3. Perubahan struktur dan kebijakan h.161. 3. Perubahan struktur dan kebijakan h.161.
Urgensi pengembangan organisasi
Urgensi pengembangan organisasi
: kerja sama, dan proses kerja
: kerja sama, dan proses kerja
partisipatif h.162.
partisipatif h.162.
Perubahan mempunyai manfaat bagi Perubahan mempunyai manfaat bagi
kelangsungan hidup suatu kelangsungan hidup suatu
organisasi, tanpa adanya perubahan organisasi, tanpa adanya perubahan
maka dapat dipastikan bahwa usia maka dapat dipastikan bahwa usia
organisasi tidak akan bertahan lama. organisasi tidak akan bertahan lama. Perubahan bertujuan agar organisasi Perubahan bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis melainkan tetap tidak menjadi statis melainkan tetap
dinamis dalam menghadapi dinamis dalam menghadapi
perkembangan jaman,
perkembangan jaman, ... .... .
Karakteristik perubahan
Karakteristik perubahan
Karakteristik pengembangan organisasi :
Karakteristik pengembangan organisasi :
1. Direncanakan.
1. Direncanakan.
2. Problem oriented (solusi atasi masalah).
2. Problem oriented (solusi atasi masalah).
3. Pendekatan sistem (memperhitungkan antar
3. Pendekatan sistem (memperhitungkan antar
bagian).
bagian).
4. Merupakan bagian integral dari manajemen.
4. Merupakan bagian integral dari manajemen.
5. Merupakan proses berkelanjutan dan berorientasi
5. Merupakan proses berkelanjutan dan berorientasi
pada tujuan jangka panjang.
pada tujuan jangka panjang.
6. Berpijak pada peningkatan (keefektivitan,
6. Berpijak pada peningkatan (keefektivitan,
keadaptasian, kepekaan, partisipasi).
keadaptasian, kepekaan, partisipasi).
7. Menekankan pada kegiatan dan keaktifan agen
7. Menekankan pada kegiatan dan keaktifan agen
perubahan.
perubahan.
8. Berdasarkan teori dan praktek.
8. Berdasarkan teori dan praktek.
9. Lebih diarahkan pada perubahan kelompok kerja
9. Lebih diarahkan pada perubahan kelompok kerja
h.162.
h.162.
Utk mendukung efektivitas pengembangan organisasi
Utk mendukung efektivitas pengembangan organisasi
harus memperhatikan prinsip pembelajaran :
harus memperhatikan prinsip pembelajaran :
1. Harapan dan motivasi
1. Harapan dan motivasi
Harapan dan motivasi amat berpengaruh terhadap Harapan dan motivasi amat berpengaruh terhadap
perilaku individu. Individu dapat menerima
perilaku individu. Individu dapat menerima
perubahan dan mengubah diri, jika ia memahami
perubahan dan mengubah diri, jika ia memahami
hasil perubahan bagi pemenuhan kebutuhannya.
hasil perubahan bagi pemenuhan kebutuhannya.
Manajer harus meyakinkan manfaat masa depan
Manajer harus meyakinkan manfaat masa depan
perubahan kepada anggota organisasi.
perubahan kepada anggota organisasi.
2. Penguatan dan umpan balik
2. Penguatan dan umpan balik
Individu cenderung mengulangi perilaku masa lalu Individu cenderung mengulangi perilaku masa lalu
yang mendapat penguatan atau imbalan yang
yang mendapat penguatan atau imbalan yang
positif. Perubahan organisasi akan sukses, jika
positif. Perubahan organisasi akan sukses, jika
manajer dapat memberi penguatan perilaku
manajer dapat memberi penguatan perilaku
individu yang baik h.163.
individu yang baik h.163.
Model
Model umum pengembangan organisasi : umum pengembangan organisasi :
Kekuatan perubahan mempengaruhi prestasi organisasi. Kekuatan perubahan mempengaruhi prestasi organisasi.
Kesenjangan prestasi organisasi dengan yang Kesenjangan prestasi organisasi dengan yang
seharusnya dapat dicapai, merupakan permasalahan seharusnya dapat dicapai, merupakan permasalahan yang harus ditemukan penyebabnya.
yang harus ditemukan penyebabnya. Keberadaan Keberadaan masalah merupakan bukti perlunya organisasi
masalah merupakan bukti perlunya organisasi
mengadakan perubahan dan pengembangan
mengadakan perubahan dan pengembangan. .
Penemuan jenis permasalahan dan penyebabnya Penemuan jenis permasalahan dan penyebabnya menuntun pada pemilihan metode pengembangan menuntun pada pemilihan metode pengembangan yang harus disesuaikan dengan iklim kepemimpinan yang harus disesuaikan dengan iklim kepemimpinan dan budaya organisasi, dan harus diimplementasikan dan budaya organisasi, dan harus diimplementasikan pada saat dan ruang lingkup yang tepat, kemudian pada saat dan ruang lingkup yang tepat, kemudian diakhiri dengan evaluaisi untuk mengukur efektivitas diakhiri dengan evaluaisi untuk mengukur efektivitas dan efisiensi metode pengembangan tsb melalui
dan efisiensi metode pengembangan tsb melalui perbandingan biaya dengan hasil, dan hasil nyata perbandingan biaya dengan hasil, dan hasil nyata dengan hasil yang seharusnya.
dengan hasil yang seharusnya.
Model umum pengembangan organisasi Model umum pengembangan organisasi
John Suprihanto, et.al, Perilaku Organisasional, 1st ed, STIE-YKPN, Yogyakarta, 2003, h.164.
Prestasi
Diagnosis masalah
Pemilihan metode
Keterbatasan kondisi
Implementasi metode
Evaluasi metode
Kekuatan perubahan mempengaruhi
Fokus dari
Mengarah ke
Dibatasi oleh
Diikuti oleh
Kategori teknik pengembangan organisasional : Kategori teknik pengembangan organisasional : 1. Structural interventions
1. Structural interventions
untuk membuat organisasi lebih organic dan untuk membuat organisasi lebih organic dan egalitarian (reorganisasi yang mekanistik atau egalitarian (reorganisasi yang mekanistik atau organik, pembaruan sistem imbalan, mengubah organik, pembaruan sistem imbalan, mengubah budaya organisasi).
budaya organisasi).
2. Task technology intervention 2. Task technology intervention
untuk mengubah pekerjaan dan teknologi melalui untuk mengubah pekerjaan dan teknologi melalui redesain pekerjaan (job rotation, mutu lingkungan redesain pekerjaan (job rotation, mutu lingkungan kerja).
kerja).
3. People focused interventions 3. People focused interventions
untuk mengubah sikap dan perilaku individu. untuk mengubah sikap dan perilaku individu. Efektivitas organisasi dpt dikembangkan dg Efektivitas organisasi dpt dikembangkan dg mengatasi persoalan interpersonal (sensitivity mengatasi persoalan interpersonal (sensitivity
training, survey feadback, process consultation, team training, survey feadback, process consultation, team bulding, intergroup development).
bulding, intergroup development).
Agen perubahan
Agen perubahan
Agen perubahan : pihak yg bertanggung jawab atas Agen perubahan : pihak yg bertanggung jawab atas
terjadinya, berlangsungnya, dan kesuksesan terjadinya, berlangsungnya, dan kesuksesan
perubahan organisasi dg tugas mengintervensi perubahan organisasi dg tugas mengintervensi
individu agar meningkatkan efektivitas kerja. individu agar meningkatkan efektivitas kerja.
Agen perubahan dapat berasal dari dalam dan atau Agen perubahan dapat berasal dari dalam dan atau
luar organisasi. luar organisasi.
Kesuksesan perubahan amat bergantung pada Kesuksesan perubahan amat bergantung pada
kualitas agen perubahan, dan tingkat kerja sama kualitas agen perubahan, dan tingkat kerja sama
antara agen perubahan dengan pengambil antara agen perubahan dengan pengambil
keputusan organisasi. keputusan organisasi.
…
…, , kepala sekolah merupakan agen utama kepala sekolah merupakan agen utama perubahan
perubahan yang mendorong dan mengelola agar yang mendorong dan mengelola agar semua pihak yang terkait dapat termotivasi dan
semua pihak yang terkait dapat termotivasi dan
berperan aktif dalam perubahan tersebut h. 220.
berperan aktif dalam perubahan tersebut h. 220.
Manajer pendidikan Islam baik di dalam
Manajer pendidikan Islam baik di dalam
kapasitasnya sebagai kepala madrasah, kepala
kapasitasnya sebagai kepala madrasah, kepala
sekolah, ketua sekolah tinggi, rektor perguruan
sekolah, ketua sekolah tinggi, rektor perguruan
tinggi, direktur
tinggi, direktur ma’hadma’had, maupun kiai pesantren , maupun kiai pesantren harus menyadari bahwa mereka adalah agen
harus menyadari bahwa mereka adalah agen
perubahan sehingga memiliki multiperan. Yaitu,
perubahan sehingga memiliki multiperan. Yaitu,
peran sebagai
peran sebagai catalyst, solution givers, process catalyst, solution givers, process helpers,
helpers, dan juga dan juga resource linkersresource linkers, baik secara , baik secara
bergantian maupun bersamaan dalam satu waktu
bergantian maupun bersamaan dalam satu waktu
h. 221.
h. 221.
Strategi perubahan
Strategi perubahan
1. Strategi kekuatan-paksaan
1. Strategi kekuatan-paksaan
menggunakan kekuasaan-legitimasi, imbalan, menggunakan kekuasaan-legitimasi, imbalan, kekuasaan-paksaan, wewenang untuk
kekuasaan-paksaan, wewenang untuk
mengadakan perubahan.
mengadakan perubahan.
2. Strategi empirical-rasional
2. Strategi empirical-rasional
Individu bersedia berubah, jika memiliki alasan yg Individu bersedia berubah, jika memiliki alasan yg kuat. Agen perubahan harus memahamkan
kuat. Agen perubahan harus memahamkan
individu mengenai manfaat dan mafsadat dari
individu mengenai manfaat dan mafsadat dari
suatu perubahan.
suatu perubahan.
3. Strategi normative-reeducative
3. Strategi normative-reeducative
Perubahan melibatkan sikap, nilai, keahlian, pola Perubahan melibatkan sikap, nilai, keahlian, pola hubungan antar pribadi, norma dan budaya
hubungan antar pribadi, norma dan budaya
individu dan kelompok. Agen perubahan harus
individu dan kelompok. Agen perubahan harus
memiliki atau menjadi sosok teladan perubahan.
memiliki atau menjadi sosok teladan perubahan.
Bagaimana mengatasi penolakan Bagaimana mengatasi penolakan atas
atas PerubahanPerubahan ? ?
a. Pendidikan & komunikasi. a. Pendidikan & komunikasi.
b. Partisipasi. b. Partisipasi.
c. Fasilitas & dukungan. c. Fasilitas & dukungan.
d. Negosiasi. d. Negosiasi.
e. Manipulasi & kooptasi. e. Manipulasi & kooptasi.
f. Paksaan. f. Paksaan.
a. Pendidikan & komunikasi
a. Pendidikan & komunikasi
Memberikan penjelasan secara tuntas Memberikan penjelasan secara tuntas
tentang latar belakang, tujuan, tentang latar belakang, tujuan,
akibat, dari diadakannya perubahan akibat, dari diadakannya perubahan
kepada semua pihak terkait. kepada semua pihak terkait.
Komunikasikan dlm berbagai macam Komunikasikan dlm berbagai macam
bentuk. Ceramah, diskusi, laporan, bentuk. Ceramah, diskusi, laporan,
presentasi, bahkan sosialisasi. presentasi, bahkan sosialisasi.
b. Partisipasi
b. Partisipasi
Ajak serta semua fihak untuk Ajak serta semua fihak untuk
mengambil keputusan bersama. mengambil keputusan bersama.
Leader hanya sebagai fasilitator & Leader hanya sebagai fasilitator &
motivator, biarkan anggota motivator, biarkan anggota
organisasi yg ambil keputusan. organisasi yg ambil keputusan.
c. Fasilitas & dukungan
c. Fasilitas & dukungan
Jika anggota organisasi merasa takut Jika anggota organisasi merasa takut
atau cemas terhadap perubahan yg atau cemas terhadap perubahan yg diterapkan, lakukan konsultasi atau diterapkan, lakukan konsultasi atau
bahkan terapi. Berikan juga bahkan terapi. Berikan juga pelatihan-pelatihan, terkait pelatihan-pelatihan, terkait
peningkatan kemampuan individual. peningkatan kemampuan individual. Tujuannya untuk mengurangi tingkat Tujuannya untuk mengurangi tingkat
penolakan terhadap perubahan. penolakan terhadap perubahan.
d. Negosiasi
d. Negosiasi
Melakukan negosiasi dengan Melakukan negosiasi dengan
fihak-fihak yg menentang perubahan. Cara fihak yg menentang perubahan. Cara
ini bisa dilakukan jika yg menentang ini bisa dilakukan jika yg menentang
memiliki kekuatan yg tidak kecil, memiliki kekuatan yg tidak kecil,
misal serikat pekerja yg menentang misal serikat pekerja yg menentang
kebijakan baru dari manajemen kebijakan baru dari manajemen
perusahaan. perusahaan.
e. Manipulasi & kooptasi
e. Manipulasi & kooptasi
Manipulasi
Manipulasi adalah menutupi kondisi adalah menutupi kondisi
yang sesungguhnya. Misal memlintir yang sesungguhnya. Misal memlintir
(twisting) fakta agar tampak lebih (twisting) fakta agar tampak lebih
menarik, tidak mengutarakan hal yg menarik, tidak mengutarakan hal yg
negatif.
negatif. KooptasiKooptasi dilakukan dengan dilakukan dengan
cara memberikan kedudukan penting cara memberikan kedudukan penting
kepada pimpinan penentang kepada pimpinan penentang
perubahan dlm mengambil perubahan dlm mengambil
keputusan. keputusan.
f. Paksaan
f. Paksaan
Berikan ancaman & jatuhkan hukuman Berikan ancaman & jatuhkan hukuman
bagi siapapun yang menentang bagi siapapun yang menentang
dilakukannya perubahan organisasi. dilakukannya perubahan organisasi.
(sumber : L. Coch & JRP French, Jr.
(sumber : L. Coch & JRP French, Jr. Overcoming Resistant to Overcoming Resistant to Change
Change. 1948). 1948)
Tahapan pengelolaan perubahan :
Tahapan pengelolaan perubahan :
1. Penemuan kasus.
1. Penemuan kasus.
2. Pengkomunikasian temuan.
2. Pengkomunikasian temuan.
3. Pengkajian atas temuan.
3. Pengkajian atas temuan.
4. Pencarian sumber pendukung.
4. Pencarian sumber pendukung.
5. Percobaan langkah perubahan yang akan
5. Percobaan langkah perubahan yang akan
ditempuh.
ditempuh.
6. Perluasan dukungan dari berbagai pihak.
6. Perluasan dukungan dari berbagai pihak.
7. Pembaharuan perubahan.
7. Pembaharuan perubahan.
.
.
input
proses output
SN-SI
bertaqwa
merdeka
cerdas
kerja sama +
Bersaing + beradab
MBS
Manstra
UU 20-2003 Mad-Sek
Kamad-Kasek yang kuat
Resep : 1. Vision 2. Skills
3. Incentives 4. Resources 5. Action plan
Managing change Managing change
Vide, Mujamil, Manajemen Pendidikan Islam, Erlangga, n.p, n.d, h. 224.
visi
visi misimisi skillskill insentifinsentif dayasumber dayasumber rencara kerjarencara kerja PERUBAPERUBAHAHANN
misi
misi skillskill insentifinsentif sumber sumber daya
daya rencara kerjarencara kerja HANCURHANCUR
visi
visi skillskill insentifinsentif sumber sumber daya
daya rencara kerjarencara kerja BINGUNGBINGUNG
visi
visi misimisi insentifinsentif sumber sumber daya
daya rencara kerjarencara kerja CEMASCEMAS
visi
visi misimisi skillskill sumber sumber daya
daya rencara kerjarencara kerja
PERUBAHAN
PERUBAHAN
LAMBAT
LAMBAT
visi
visi misimisi skillskill insentifinsentif rencara kerjarencara kerja FRUSTASIFRUSTASI
visi
visi misimisi skillskill insentifinsentif sumber sumber daya
daya AWAL KELIRUAWAL KELIRU
Meski perubahan dinantikan dan menjanjikan Meski perubahan dinantikan dan menjanjikan
kehidupan baru, ternyata tidak semua perubahan kehidupan baru, ternyata tidak semua perubahan
membawa hasil seperti yang diharapkan. membawa hasil seperti yang diharapkan.
1. Kepemimpinan yang tidak cukup kuat.1. Kepemimpinan yang tidak cukup kuat.
2. Salah melihat reformasi.2. Salah melihat reformasi.
3. Sabotase di tengah jalan.3. Sabotase di tengah jalan.
4. Komunikasi yang tidak begitu bagus.4. Komunikasi yang tidak begitu bagus.
5. Masyarakat yang tidak cukup mendukung.5. Masyarakat yang tidak cukup mendukung.
6. Proses “Buy-In” tidak berjalan.6. Proses “Buy-In” tidak berjalan.