• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR INDAH NURMAWIGATI Da

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS AKHIR INDAH NURMAWIGATI Da"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

PERAN KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN

(Studi Kasus Di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung)

Oleh:

INDAH NURMAWIGATI NPM. 13109958

ProgramStudi: D-III Perbankan Syariah (D3 PBS) Jurusan : Syari’ah dan Ekonomi Islam

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO

(2)

PERAN KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN

(Studi Kasus Di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh

Gelar Ahlimadya (Amd)

Oleh:

INDAH NURMAWIGATI

NPM. 13109958

Pembimbing I : Liberty, SE., MA

Pembimbing II: Imam Mustofa, MSI

Program Studi : D-III Perbankan Syariah (D3 PBS)

Jurusan : Syariah dan Ekonomi Islam

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO

(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

PERAN KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN

(Studi Kasus Di Bank Syariah Mandiri Kc Metro Lampung)

Oleh:

INDAH NURMAWIGATI

Perkembangan hidup perbankan syariah tidak hanya ditentukan dari keberhasilan dalam mengelola keuangan semata, tetapi juga ditentukan dari keberhasilan pemimpin dalam mengelola sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Peran seorang pemimpin sangat diperlukan untuk dapat menggerakkan bawahannya agar dapat bekerja sama dalam melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Adapun hal yang dapat menggerakkan kinerja karyawan yaitu melalui motivasi kerja. Akan tetapi, berdasarkan survey yang peneliti lakukan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung, masih ada karyawan yang bekerja tidak disiplin dikarenakan kurangnya motivasi dalam diri karyawan. Oleh karena itu, kepemimpinan sangat diperlukan untuk mempengaruhi sikap karyawan untuk melaksanakan tugas dengan baik dan maksimal sehingga tujuan maupun target perusahaan dapat tercapai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan di Bank Syariah Mandiri KC Metro Lampung. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini secara teoritis dan prakstis yaitu penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan referensi tambahan serta dapat menambah dan memperdalam pengetahuan tantang peran kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan di Bank Syariah Mandiri KC Metro Lampung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lapangan atau field research, sedangkan sifat penelitian bersifat deskriptif.

Sumber data yang peneliti gunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini yaitu Kepala Cabang dan beberapa karyawan Bank Syariah Mandiri KC Metro, sedangkan sumber data sekunder yang diperoleh oleh peneliti dengan mempelajari referensi yang memiliki hubungan dengan sasaran penelitian.

(6)
(7)

MOTTO

اَهُّيَأَٰٓ َي

َنيِذَّلٱ

ْاىُعيِطَأ ْآَٰىُنَماَء

ََّللّٱ

ْاىُعيِطَأَو

َلىُسَّرلٱ

يِلْوُأَو

ِر أمَ ألۡٱ

ۡۖأمُكنِم

...

٩٥

(8)

HALAMAN PERSEMBAHAN

Tugas akhir ini peneliti persembahan untuk:

1. Kedua orang tua, Bapak Rasdianto dan Ibu Suparti tercinta, yang telah

mendidik dengan penuh kasih sayang tiada batas.

2. Kakanda Nurhayani yang memberikan contoh baik kepada saya.

3. Adinda Dian, yang telah memberikan dukungan dan semangat serta tenaga

dalam penyelesaian tugas akhir.

(9)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, tiada Tuhan yang pantas

disembah melainkan Dia, serta limpahan taufik dan hidayah-Nya sehingga peneliti

dapat menyelesaikan penulisan Tugas Akhir yang berjudul, “Peran

Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Studi Kasus Di Bank

Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung)”. Sebagai bagian dari

persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan D-III Perbankan Syariah, Fakultas

Syariah guna meraih gelar Ahlimadya (Amd).

Shalawat beriring salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW utusan Allah serta sebagai uswatun hasanah bagi seluruh umat manusia. Semoga keselamatan terlimpahkan kepada keluarga, sahabat dan pengikut beliau. Amin.

Peneliti memberikan rasa hormat kepada pihak-pihak yang mempunyai peranan penting di Fakultas Syariah IAIN Metro, diantaranya:

1. Ibu Prof. Dr. Hj. Enizar, M. Ag, selaku Rektor IAIN Metro.

2. Ibu Siti Zulaikha, S.Ag.,MH, selaku Ketua Jurusan Syariah dan Ekonomi

Islam IAIN Metro.

3. Ibu Zumaroh, M.E.Sy, selaku Ketua Program Studi Diploma Tiga (D-III)

Perbankan Syariah.

4. Seluruh dosen pengajar dan staf di IAIN Metro, atas segala pengetahuan

dan baktinya.

(10)
(11)

DAFTAR ISI

HALAMAN ORISINALITAS PENELITIAN ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

3. Indikator-Indikator Kepemimpinan ... 18

4. Macam-Macam Fungsi Kepemimpinan ... 19

B. Motivasi Kerja ... 21

1. Pengertian Motivasi Kerja ... 21

2. Teori-Teori Motivasi ... 23

3. Hal-Hal yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan ... 28

4. Hubungan Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja Karyawan .. 32

BAB III HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung ... 35

B. Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung ... 41

(12)

Cabang Metro Lampung ... 47 E. Peran Kepemimpinan Dalam Peningkatan Motivasi Kerja

Karyawan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro

Lampung ... 50

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ... 55 B. Saran ... 56

(13)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Hierarki Kebutuhan Teori Abraham Maslow ... 24 Gambar 3.1 Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Alat Pengumpul Data

2. Surat Keterangan Pembimbing Akhir

3. Surat Keterangan Bebas Pustaka

4. Surat Izin Research

5. Surat Konfirmasi Izin Research

6. Brosur-Brosur Bank Syariah Mandiri

7. Kartu Kolsultasi Bimbingan Tugas Akhir

(15)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan hidup perbankan syariah tidak hanya ditentukan dari

keberhasilan dalam mengelola keuangan semata, tetapi juga ditentukan dari

keberhasilan mengelola sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan.

Pengelola sumber daya manusia yang dimaksud adalah perusahaan mampu untuk

menyatukan karyawan dengan pimpinan dalam rangka mencapai suatu tujuan

perusahaan. Dengan demikian perusahaan tidak hanya dapat mempertahankan dan

meningkatkan keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dapat mempertahankan

eksistensinya dalam dunia usaha.1

Peran pemimpin dan karyawan dalam suatu perusahaan sangatlah

dibutuhkan demi tercapainya tujuan perusahaan. Pemimpin tidak hanya berperan

aktif memacu karyawannya menyalurkan ide-ide kreatif, tetapi juga bertindak

positif demi kemajuan perusahaan. Selain itu seorang pemimpin harus bersikap

bijaksana dalam menghadapi segala permasalahan yang sedang terjadi didalam

perusahaan. Timbulnya sikap semangat kerja yang membuat bangkitnya semangat

karyawan atau pegawai yang berada diperusahaan adalah suatu titik awal akan

adanya sikap antusias yang baik demi menjalankan pekerjaan akan menopang laju

kinerja karyawan untuk jenjang selanjutnya. Menjalin relasi yang baik dalam

suatu perusahaan baik dari atasan terhadap bawah ataupun sebaliknya, akan

1

(16)

menjadikan suatu modal yang sangat berarti penting bahkan akan berpengaruh

terhadap kelanjutan dalam lingkungan kerja.

Seorang pemimpin atau manajer adalah orang yang memiliki posisi

tertentu dalam hierarki organisasi. Ia dapat membuat perencanaan,

pengorganisasian, dan pengawasan serta keputusan yang efektif. Kepemimpinan

adalah kemampuan mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi, baik

individual maupun kelompok, ke arah pencapaian tujuan. Kemampuan

mempengaruhi orang lain mempunyai maksud untuk mencapai tujuan yang

ditetapkan. Dengan kata lain, tujuan dari kepemimpinan adalah mempengaruhi

orang lain, dalam hal ini karyawan atau bawahan untuk mencapai misi

perusahaan.2 Peran seorang pemimpin sangat menentukan bagi pertumbuhan dan

kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Dalam buku the living company, Arie De Geuss bercerita tentang banyaknya perusahaan yang mati karena dikelola oleh

pemimpin yang tidak memiliki pandangan kedepan.3 Pemimpin mempengaruhi

individu maupun kelompok untuk melaksanakan aktivitas yang berkaitan dengan

tugas-tugas untuk mencapai tujuan.4

Pemimpin yang baik akan mampu dalam menyalurkan optimisme dan

pengetahuan yang dimilikinya agar karyawan yang menjadi bawahannya dapat

melaksanakan pekerjaan dengan baik. Seorang pemimpin harus memiliki

kemampuan dalam mempengaruhi dan memotivasi kerja orang lain untuk

melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Dengan kata lain kepemimpinan

meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi

2

Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h. 181 3

Djamaludin Ancok, Psikologi Kepemimpinan dan Inovasi, h. 119 4

(17)

perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki

kelompok dan budayanya. Setiap pemimpin akan memperlihatkan suatu contoh

yang baik agar sikap dan tindaknya mendapatkan pandangan yang nantinya akan

menjadi sorotan untuk karyawan. Kepemimpinannya lewat perkataan, sikap serta

tingkah lakunya yang dirasa oleh dirinya sendiri maupun orang lain.

Seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinan terdapat indikator

dan fungsi kepemimpinan. Indikator dari kepemimpinan yaitu kemampuan

kemampuan dalam berkomunikasi, memotivasi, memimpin dan kemampuan

dalam mengambil keputusan. Sedangkan fungsi-fungsi kepemimpinan yaitu

fungsi instruksi, konsultasi, partisipasi, delegasi dan pengendalian.5

Kepemimpinan yang tepat akan menimbulkan motivasi kerja seseorang untuk

berprestasi. Motivasi kerja adalah keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia

yang memberikan energi, mendorong kegiatan atau gerakan dan mengarah atau

menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau

mengurangi ketidakseimbangan.6 Karyawan merasa termotivasi, apabila merasa

tindakannya mengarah pada pencapaian tujuan dan imbalan berharga yang akan

memuaskan kebutuhan mereka. Karyawan yang termotivasi akan mengerti

keinginan pemimpinnya dan akan menyelesaikan tugas sesuai yang diinginkan

pemimpinnya. Kinerja yang baik akan diperoleh apabila karyawan mempunyai

motivasi yang tinggi dan loyalitas terhadap perusahaan. Untuk mencapai hal

tersebut maka perlu di dukung oleh kepemimpinan yang tepat.

5

Surya Phone di Samarinda, Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan pada UD. (2015),

http://ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/11/JURNAL%20RENI%20GENAP%20fix%20(11-17-15-03-58-43).pdf, accessed 10 Jan 2017.

6

(18)

Penelitian ini mengambil obyek di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang

Metro Lampung, yang merupakan cabang dari Bank Syariah Pusat yang terletak

di Kota Metro. Tantangan utama yang dihadapi oleh Bank Syariah Mandiri

Kantor Cabang Metro Lampung, terletak pada pengelolaan kompetensi sumber

daya manusia yang mempunyai pengaruh pada pencapaian hasil kerja, yang

mengarah pada pencapaian tujuan perusahaan. Peran seorang pemimpin sangat

diperlukan untuk dapat menggerakkan bawahannya agar dapat bekerja sama

dalam melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Adapun hal yang dapat

menggerakkan kinerja karyawan yaitu melalui motivasi kerja.

Pemberian motivasi kerja dari Bank Syariah Mandiri cukup baik, yaitu

dengan adanya reward maupun punishment yang di berikan kepada karyawan yang mempunyai prestasi, menyelesaikan tugas dengan baik dan memenuhi

target. Sedangkan punishment diberikan kepada karyawan yang tidak menyelesaikan tugas dengan baik atau melakukan kesalahan. Adanya reward

maupun punishment diharapkan para karyawan mempunyai motivasi kerja dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, sehingga berdampak pada kinerja yang

maksimal dan tercapainya tujuan perusahaan.

Akan tetapi, berdasarkan survey yang peneliti lakukan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung, masih ada karyawan yang bekerja tidak

disiplin dikarenakan kurangnya motivasi dalam diri karyawan. Hal tersebut

terlihat masih ada karyawan yang terlambat hadir untuk mengikuti doa bersama

yang diadakan setiap pagi sebelum jam kerja kantor dimulai. Adanya karyawan

(19)

jam kerja berlangsung ketika pimpinan tidak ada di ruangan. Kemudian adanya

karyawan yang tidak bekerja secara cepat untuk melaksanakan tugas yang

diberikan oleh pimpinan, sedangkan target yang telah ditentukan harus segera

terpenuhi. 7

Oleh karena itu, kepemimpinan sangat diperlukan untuk mempengaruhi

sikap karyawan untuk melaksanakan tugas dengan baik dan maksimal sehingga

tujuan maupun target perusahaan dapat tercapai. Berdasarkan pengamatan yang

peneliti lakukan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung,

peneliti ingin lebih jauh mengetahui bagaimana Peran Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung.

B. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti akan mengemukakan

pertanyaan penelitian untuk diajukan dalam penelitian tugas akhir ini yaitu:

“Bagaimana peran kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung ?”.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Berkaitan dengan rumusan masalah di atas, penelitian bertujuan

untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja

dalam meningkatkan kinerja karyawan di Bank Syariah Mandiri

Kantor Cabang Metro Lampung.

7Survey

(20)

2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu:

a. Secara teoretis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan

referansi tambahan tentang kajian pengaruh gaya kepemimpinan

dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan lembaga

perbankan syariah.

b. Secara praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperdalam

pengetahuan tantang pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi

kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan lembaga perbankan

syariah di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung.

D. Metode Penelitian

1. Jenis dan Sifat Penelitian a. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

lapangan atau field research yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap satu objek

tertentu dengan mempelajarinya sebagai studi kasus.8 Jenis

penelitian ini juga menyangkut pada pengelolaan data atau

permasalahan yang ada dalam lapangan maupun sebenarnya.

Adapun maksud berdasarkan pengertian tersebut adalah penelitian

8 Suraya Murcita Ningrum, Pengantar Metodologi Penelitian Ekonomi Islam,

(21)

yang mempelajari secara mendalam tentang pengaruh gaya

kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan

lembaga perbankan syariah.

b. Sifat Penelitian

Penelitian ini adalah bersifat deskriptif, di mana penelitian

ini didasarkan pada pertanyaan dasar yaitu bagaimana.9 Sedangkan menurut Juliansyah Noor, penelitian deskriptif adalah penelitian

yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian

yang sedang terjadi.10

Penelitian yang dilakukan diupayakan untuk menandakan

atau mengamati permasalahan yang ada, kemudian dinarasikan

dengan menggunakan penyusunan yang sistematis dan akurat.

Artinya dalam penelitian ini, peneliti berupaya mengumpulkan

fakta dan keterangan-keterangan mengenai peran kepemimpinan

terhadap motivasi kerja karyawan di Bank Syariah Mandiri Kantor

Cabang Metro Lampung.

2. Sumber Data

Menurut Suryadi Suryabrata sumber data adalah subyek data yang

diperoleh dari sebuah penelitian.11 Sumber data yang digunakan dalam

penelitian ini yaitu menggunakan sumber data primer dan sekunder, yaitu:

9

W. Gulo, Manajemen Penelitian, ( Jakarta: PT. Grasindo, 2000), h. 19 10

Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah ,

(Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2011), h. 34. 11Ibid

(22)

a. Sumber data primer

Sumber data primer adalah data yang diperoleh secara langsung

dari pihak yang terkait baik yang dilakukan dengan wawancara,

dokumentasi, dan alat lainnya.12 Adapun yang menjadi sumber data

primer dalam penelitian ini yaitu Pipi Prianggodo selaku Kepala

Cabang Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro, dan beberapa

karyawan Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro antara lain

Wahyu Pamungkas selaku Consumer Banking Relationship Manager, Heri Susanto selaku General Support Staff, Ery Suryanika selaku

Pawning Officer dan Ari Krisnawati selaku Customer Service. b. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder merupakan sumber dari bahan

kepustakaan.13 Sumber data sekunder diharapkan dapat menunjang

penulis dalam mengungkap data yang dibutuhkan dalam penelitian

sehingga sumber data primer menjadi lebih lengkap. Sumber data

sekunder yang diperoleh oleh peneliti dengan mempelajari referensi

yang memiliki hubungan dengan sasaran penelitian. Baik

brosur-brosur dari Bank Syariah Mandiri, situs internet dan buku-buku yang

membahas tentang kepemimpinan, motivasi serta kinerja karyawan,

dan lain-lain untuk mendukung penelitian ini.

12

Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2011), h. 87.

(23)

3. Teknik Pengumpulan Data

Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan pada Bank Syariah

Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung mengenai peranan

kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan, peneliti menggunakan

beberapa metode pengumpulan data diantaranya:

a. Wawancara

Wawancara merupakan bentuk pertemuan dua orang untuk

bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat

dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.14 Dalam

melaksanakan wawancara peneliti menggunakan teknik wawancara

terstruktur, yakni sebelum melakukan wawancara, pengumpul data

telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaaan-pertanyaan

tertulis. Dengan wawancara tertruktur ini setiap responden diberi

pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya.15

Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan telah disiapkan, diarahkan kepada topik

yang akan digarap untuk dilakukan interview.

Adapun pihak-pihak yang diwawancarai dalam penelitian ini

yaitu Pipi Prianggodo selaku Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri

Kantor Cabang Metro, dan beberapa karyawan Bank Syariah Mandiri

Kantor Cabang Metro antara lain Wahyu Pamungkas selaku Consumer Banking Relationship Manager, Heri Susanto selaku General Support

14

Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 384 15

(24)

Staff, Ery Suryanika selaku Pawning Officer dan Ari Krisnawati selaku Customer Service.

b. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik yang digunakan untuk

mengumpulkan data berupa data-data tertulis yang mengandung

keterangan dan penjelasan serta pemikiran tentang fenomena yang

masih aktual dan sesuai dengan masalah penelitian.16 Guna

mendapatkan deskripsi yang lengkap dari objek yang diteliti,

digunakan alat pengumpul data berupa dokumentasi yang diajukan

kepada Bank Syariah Mandiri yang termasuk kategori-kategori

dokumen-dokumen lain, seperti sejarah, visi dan misi, produk-produk

Bank Syariah Mandiri, dan lainnya yang berkenaan dengan hal yang

akan menjadi bahan penelitian.

c. Observasi

Sutrisno Hadi mengemukakan obsevasi merupakan suatu

proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses

biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah

proses-proses pengamatan dan ingatan.17

Proses pelaksanaan pengumpulan data menggunakan

nonparticipant observation (observasi tidak berperan serta).18 Peneliti tidak terlibat dalam kegiatan sehari-hari dan hanya sebagai pengamat

16

(25)

terhadap subjek yang sedang diamati dan menjadi sumber data

penelitian. Peneliti mengamati bagaimapa perilaku kepemimpinan di

Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung serta

bagaimana motivasi kerja karyawannya.

4. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk

yang lebih mudah dibaca dan diintepresentasikan.19 Metode yang

digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif, karena

data yang diperoleh merupakan keterangan-keterangan dalam bentuk

uraian. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan

data deskriptif, maksudnya sumber data yang diperoleh itu tertulis atau

ungkapan dan tingkah laku yang diobservasikan dari manusia.20

Data tersebut dianalisa dengan cara berfikir induktif. Berfikir

induktif adalah suatu metode dengan menarik kesimpulan dari yang

bersifat khusus di tarik kesimpulan yang bersifat umum.21 Kemudian

peneliti melakukan analisa secara mendalam dan dikuatkan dengan

teori-teori yang ada. Setelah itu, peneliti dapat menyimpulkan hasil dari

penelitian yang telah dilakukan.

19

Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survey, (Jakarta: LP3ES, 1989), h. 217

20

Burhan Ashaa, Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 16 21

Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi,

(26)

E. Sistematika Pembahasan

Dalam sistematika pembahasan, peneliti menguraikannya dalam Tugas

Akhir yang disusun sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan

Bab pendahuluan ini, peneliti memaparkan latar belakang

masalah, pertanyaan penelitian, tujuan dan manfaat

penelitian, metode penelitian, dan sistematika

pembahasan.

BAB II : Landasan Teori

Peneliti menguraikan mengenai kepemimpinan mulai dari

pengertian, teori-teori kepemimpinan, macam-macam tipe

kepemimpinan dan macam-macam gaya kepemimpinan.

Kemudian akan dilanjutkan dengan menguraikan secara

teori mengenai motivasi kerja karyawan mulai dari

pengertian motivasi kerja, teori-teori motivasi, hal-hal

yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan dan

hubungan kepemimpinan dengan motivasi kerja karyawan.

BAB III : Pembahasan

Bab ini berisikan mengenai gambaran umum Bank Syariah

Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung, mulai dari

sejarah dan perkembangan Bank Syariah Mandiri, visi dan

misi, dan struktur organisasi. Kemudian peneliti akan

(27)

motivasi kerja karyawan di Bank Syariah Mandiri Kantor

Cabang Metro Lampung.

BAB IV : Penutup

Bab ini terdiri dari kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(28)

BAB II

LANDASAN TEORI A. Kepemimpinan

1. Pengertian Kepemimpinan

Menurut Peter Northouse kepemimpinan merupakan proses dimana

seorang individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai

tujuan bersama, dan menurut Wood kepemimpinan adalah pengaruh

interpesonal yang menyebabkan sekelompok orang melakukan apa yang

dikehendaki oleh pemimpin atau manajer untuk dilakukan.22 Sedangkan

menurut Pandji Anoraga, kepemimpinan adalah kemampuan

mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi, baik individual

maupun kelompok, ke arah pencapaian tujuan.23 Dapat disimpulkan bahwa

kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin yang dapat

mempengaruhi orang lain agar bergerak sesuai dengan kehendak pimpinan

yang mengarah pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan dalam

perusahaan.

Seorang pemimpin harus memperlihatkan kepemimpinannya.

Untuk dapat mempengaruhi orang lain, pemimpin perlu mengetahui

beberapa strategi antara lain:24

a) Menggunakan fakta dan data untuk mengemukakan argumen dan

alasan yang logis.

22

Kaswan, Leadership and Teamworking, (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 2 23

Pandji Anorga, Manajemen Bisnis, Jakarta: Rineka Cipta, 2009, h. 182. 24

(29)

b) Bersikap bersahabat dan mendukung upaya yang baik dalam

perusahaan.

c) Memobilisasi atau mengaktifkan orang lain untuk melaksanakan

pekerjaan.

d) Melakukan negosiasi.

e) Menggunakan pendekatan langsung dan kalau terpaksa

menggunakan paksaan.

f) Memperoleh dukungan dari atasan atau orang yang memiliki

kedudukan lebih tinggi dalam organisasi.

g) Memberikan sanksi dan hukuman terhadap perilaku yang

menyimpang.

2. Teori-Teori Kepemimpinan

Terdapat beberapa teori mengenai kepemimpinan, antara lain:

a. Teori sifat

Teori ini sering disebut dengan “The Great Man” yang

menyatakan bahwa seseorang dilahirkan menjadi pemimpin ia

akan menjadi pemimpin, apakah ia mempunyai sifat atau tidak

mempunyai sifat pemimpin.25 Sebab, teori ini tidak memungkiri

bahwa sifat-sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan, tetapi

dapat juga dicapai melalui pendidikan dan pengalaman.26 Apabila

ia tidak mempunyai sifat tersebut maka ia akan berusaha

25

Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, h. 183 26

(30)

memperolehnya dengan cara mempelajari sejarah

pemimpin-pemimpin besar untuk menemukan ciri yang dimiliki mereka.27

Kemudian untuk menentukan sifat-sifat kepemimpinan

yang baik, perlu diteliti secara induktif, mengamati mereka yang

diakui sebagai pemimpin yang berhasil dan menyebutkan sifat-sifat

yang dimilikinya masing-masing. sifat-sifat yang dimiliki

pemimpin tersebut dianggap sebagai ukuran penting dan satu daftar

sifat yang diajukan sebagai syarat-syarat untuk menentukan potensi

kepemimpinan seorang pemimpin.28

b. Teori Situasional

Teori situasi/situasional kepemimpinan dipengaruhi oleh

keadaan pemimpin, pengikut, organisasi dan lingkungan sosial

(ekonomi, kebudayaan, agama, moral, dan politik). Kepemimpinan

situasional didasarkan pada saling pengaruh antara sejumlah

petunjuk dan pengarahan (perilaku tugas) yang pemimpin berikan,

sejumlah dukungan emosional (perilaku hubungan) yang pemimpin

berikan, tingkat kesiagaan para bawahan tunjukkan dalam

melaksanakan tugas khusus, fungsi atau sasaran.29

Teori situasional mencoba mengembangkan kepemimpinan

sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Dalam pandangan ini, hanya

pemimpin yang mengetahui situasi dan kebutuhan organisasi yang

27

Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, h. 183 28

Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen „Dasar, Pengertian dan Masalah‟, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), h. 203

(31)

dapat menjadi pemimpin yang efektif.30 Sedangkan Fred Fiedler

mengembangkan suatu teknik untuk mengukur gaya

kepemimpinan yang dikenal dengan “A Theory of Leadership Effectiveness” dalam teori situasional.31

Dapat dijelaskan bahwa:

a) Hubungan kemanusiaan dihubungkan dengan pemimpin

yang tidak melihat perbedaan yang besar di antara teman

kerja yang paling banyak dan paling sedikit disukai, atau

memberikan suatu gambaran yang relatif menyenangkan

kepada teman kerja yang paling sedikit disenangi

b) Gaya yang berorientasi tugas yang dihubungkan dengan

pemimpin yang melihat suatu perbedaan besar diantara

teman kerja yang paling banyak dan paling sedikit

disengangi, dan memberikan suatu gambaran yang paling

tidak menyenangkan pada teman-teman yang paling sedikit

disukai.

c. Teori Perilaku

Teori perilaku dilandasi dari pemikiran, bahwa

kepemimpinan merupakan interaksi antara pemimpin dengan

pengikut, dan dalam interaksi tersebut pengikutlah yang

menganalisis dan memersepsikan apakah menerima atau menolak

kepemimpinannya. Pendekatan teori ini menghasilkan dua

30

Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, h. 228

31

(32)

orientasi, yaitu perilaku pemimpin yang berorintasi pada tugas atau

yang mengutamakan penyelasaian tugas, dan perilaku pemimpin

yang berorientasi pada orang atau yang mengutamakan penciptaan

hubungan-hubungan manusiawi.32

3. Indikator-Indikator Kepemimpinan

Indikator kepemimpinan diambil dari karakteristik kepemimpinan.

Karakter pemimpin tersebut dilihat dari pembawaan dan sikap seorang

pemimpin. Champman mengatakan bahwa kepemimpinan harus memiliki

4 landasan atau pondasi yang kokoh dan kuat agar menunjang serta

mendukung kepemimpinannya dalam suatu organisasi, yaitu sebagai

berikut :

a. Kemampuan berkomunikasi, merupakan kemampuan pemimpin

dalam berinteraksi yang didalamnya terdapat proses mendengar.

b. Kemampuan motivasi, merupakan kemampuan pemimpin untuk

mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan.

c. Kemampuan memimpin, merupakan kemampuan pemimpin untuk

mempengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan.

d. Kemampuan mengambil keputusan, merupakan kemampuan

pemimpin menetapkan tindakan yang telah dilakukan sesuai

dengan kemampuan karyawan.33

32

Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, h. 227 33

(33)

4. Macam-Macam Fungsi Kepemimpinan

Era globalisasi yang terjadi di masa kini serta perkembangan hidup

yang serba modern dan semakin luasnya kegiatan manusia, diperlukan

adanya pemimpin-pemimpin yang efektif dan baik pekertinya untuk dapat

mengarahkan dalam pencapaian suatu tujuan. Berkaitan dengan masalah

ini perlu bagi kita untuk memahami fungsi kepemimpinan.

Menurut Rivai kepemimpinan secara operasional dapat dibedakan

dalam lima fungsi pokok kepemimpinan yaitu:34

a. Fungsi Intruksi

Fungsi ini bersifat komunikasi satu arah. Pemimpin sebagai

komunikator merupakan pihak yang menentukan tentang apa,

bagaimana, dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan

dapat dilaksanakan secara efektif. Kepemimpinan yang efektif

memerlukan kemampuan untuk menggerakkan dan memotivasi

orang lain agar mau melaksanakan perintah.

b. Fungsi Konsultasi

Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Pada tahap

pertama dalam usaha menetapkan keputusan, pemimpin kerap kali

memerlukan bahan pertimbangan, yang mengharuskan

berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai

mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam

menetapkan keputusan. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan

34

(34)

pada orang-orang yang dipimpin. Dapat dilakukan setelah

keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. Konsultasi

dimaksudkan untuk memperoleh masukan berupa umpan balik

(feed back ) untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan.

c. Fungsi Partisipasi

Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha

mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam

keikutsertaan dalam mengambil keputusan maupun melaksanakan

keputusan tersebut.

d. Fungsi Delegasi

Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan

wewenang dalam membuat/menetapkan keputusan, baik melalui

persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Fungsi

delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. Orang-orang yang

menerima delegasi pada dasarnya merupakan orang kepercayaan.

Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini adalah orang

yang membantu pemimpin yang memiliki kesamaan prinsip,

persepsi dan aspirasi.35

e. Fungsi Pengendalian

Fungsi pengendalian bermasud bahwa kepemimpinan yang

sukses/efektif mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah

35Ibid.

(35)

dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan

tercapainya tujuan bersama secara maksimal.36

B. Motivasi Kerja

1. Pengertian Motivasi Kerja

Motivasi menurut Wexley dan Yukl adalah pemberian atau

penimbulan motif atau dapat pula diartikan sebagai hal atau keadaan

menjadi motif. Motif menurut Siagian adalah keadaan kejiwaan yang

mendorong, mengaktifkan, atau menggerakkan dan mengarahkan serta

menyalurkan perilaku, sikap, dan tindak tanduk seseorang yang selalu

dikaitkan dengan pencapaian tujuan. Motivasi merupakan akibat dari

interaksi seseorang dengan situasi tertentu yang dihadapinya. Jadi,

motivasi adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja,

pemberian daya gerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar

mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintregasi dengan segala

upayanya untuk mencapai kepuasan.37 Sedangkan menurut Irham Fahmi,

motivasi adalah keadaan jiwa dan sikap mental manusia yang memberikan

energi, mendorong kegiatan dan menggerakkan dan mengarah atau

menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi

kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.38 Motivasi hanya dapat

diberikan kepada orang-orang yang mampu mengerjakan pekerjaan

tersebut, karena bagi orang-orang yang tidak mampu mengerjakan

36

Ibid.

37

Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, h. 110-111 38

(36)

pekerjaan tersebut tidak perlu dimotivasi sebab hal itu percuma. Motivasi

tersebut sangat sulit, karena pimpinan sulit memahami kebutuhan dan

keinginan yang diperlukan oleh bawahan dari hasil pekerjaannya.39

Adapun penggerak dalam motivasi, Sagir mengemukakan

unsur-unsur penggerak motivasi antara lain kinerja, penghargaan, tantangan,

tanggung jawab, pengembangan, keterlibatan dan kesempatan. Ketujuh

penggerak motivasi tersebut saling berkaitan dan dilihat sebagai kesatuan

yang utuh. Seorang pimpinan dalam usaha menggerakkan motivasi para

para karyawan akan menjadi lebih baik jika memahami dan melaksanakan

ketujuh unsur tesebut. Misalnya, setiap karyawan membutuhkan

penghargaan dan kesempatan, artinya setiap kerja keras yang dilakukannya

harus dihargai. Ketika ia mampu melaksanakan suatu tugas bentuk

penghargaan yang lebih tinggi yang ingin ia peroleh adalah ia diberi

kesempatan untuk melaksanakan tugas yang jauh lebih berbobot

dibandingkan yang pertama. Kesempatan tersebut bisa dalam bentuk

pemberian jabatan, proyek baru, dan lainnya. Sebab, salah satu tugas

pemimpin adalah berani memutuskan apa bentuk kesempatan yang layak

diberikan kepada yang bersengkuatn, apakah kesempatan yang diberikan

kepada karyawan tersebut mampu memberi pengaruh dalam memotivasi

karyawan lainnya.40

39

Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen „Dasar, Pengertian dan Masalah‟, h. 217 40Ibid,

(37)

2. Teori-Teori Motivasi

Terdapat beberapa teori mengenai motivasi antara lain:

a. Teori hirerki kebutuhan Maslow

Teori dasar dari teori hierarki kebutuhan Maslow yakni manusia adalah makhluk sosial yang berkeinginan, suatu

kebutuhan yang telah dipuaskan tidak menjadi alat motivasi bagi

pelakunya, dan kebutuhan manusia itu bertingkat-tingkat

(hierarchy).41 Teori Maslow suatu keinginan yang bersumber dari motivasi seseorang tidak boleh diperoleh secara sekaligus namun

harus dilakukan secara bertahap, dan setiap tahap harus dilalui

dengan proses. Manusia tersebut harus menghargai proses. Konsep

motivasi Maslow bahwa manusia tersebut memiliki 5 tingkatan

kebutuhan, dimana setiap tingkatan (hierarchy) akan diperoleh jika telah dilalui dengan tingkatan yang dibawahnya dan seterusnya.42

Namun, Sondang P. Siagian berpendapat bahwa kebutuhan

manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai

hierarchy. Hubungan ini perlu ditekankan bahwa kebutuhan manusia yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan

timbul lagi di waktu yang akan datang, pemuasan berbagai

kebutuhan tertentu, berbagai kebutuhan tersebut tidak akan

mencapai titik jenuh artinya tiba suatu kondisi dalam dimana

41

Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen „Dasar, Pengertian dan Masalah‟, h. 224 42

(38)

seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu untuk pemenuhan

kebutuhan tersebut.43

Gambar 2.1

Hierarki Kebutuhan Teori Abraham Maslow44

Keterangan:

1) Kebutuhan fisiologis, adalah kebutuhan paling mendasar yang

harus dipenuhi oleh setiap individu. Kebutuhan tersebut

mancakup sandang, pangan dan papan.45 Kebutuhan tersebut

diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup

seseorang. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan fisik ini

merangsang seseorang berperilaku dan bekerja giat.46

43

Sondang P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h. 288

44

Irham Fahmi, Manejemen Kepemimpinan „Teori dan Aplikasi‟, (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 195.

45Ibid, h. 194

46

Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen „Dasar, Pengertian dan Masalah‟, (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), h. 225

Fisiologis

Keamanan dan Keselamatan Afiliasi/Sosial

Penghargaan

(39)

2) Kebutuhan keamanan dan keselamatan, yakni setiap individu

menginginkan terpenuhinya rasa keamanan. Kebutuhan akan

aman dari ancaman, yakni merasa aman dari ancaman

kecelakaan dan keselamatan dalam melakukan pekerjaan.47

Kebutuhan rasa aman dapat terpenuhi dalam berbagai

bentuk, seperti:48

a) Karyawan yang bekerja mampu menyisihkan gaji untuk

ditabung.

b) Karyawan memiliki jaminan pensiun, asuransi

kesehatan/jiwa, dan sejenisnya.

c) Kondisi kerja yang menyenangkan, termasuk memiliki

pimpinan yang aspiratif.

d) Keamanan dalam tempat tinggal.

3) Kebutuhan afiliasi/sosial. Pada kebutuhan ini mencakup

perasaan seseorang seperti termilikinya cinta, sayang, keluarga

yang bahagia, tergabung dalam organisasi sosial contohnya

arisan dan lain-lain. Kebutuhan sosial memperlihatkan

seseorang yang membutuhkan pengakuan atau penghormatan

dari orang lain. 49

47

Ibid

48

Irham Fahmi, Manajemen Kepemimpinan „Teori dan Aplikasi‟, h. 194-195 49Ibid,

(40)

Kebutuhan-kebutuhan sosial yang terdiri dari empat

kelompok, yaitu:50

a) Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain di

lingkungan ia hidup dan bekerja

b) Kebutuhan akan perasaan dihormati

c) Kebutuhan akan perasaan maju dan tidak gagal

d) Kebutuhan akan perasaan ikut serta.

4) Kebutuhan penghargaan. Kebutuhan ini mencakup pada harga

diri, kemandirian, keberhasilan, status, pengakuan dan

perhatian.51 Harga diri atau respek diri ini bergantung pada

keinginan dan kekuatan, kompetensi, kebebasan, dan

kemandirian serta berhubungan dengan prestasi. Tahap ini

seseorang berkeinginan kuat untuk memperlihatkan prestasi

yang dimiliki dan prestasi tersebut kemudian diinginkan orang

lain mengetahuinya dan menghargai atas prestasi yang

diperoleh.52

5) Kebutuhan perwujudan diri. Pada tahap ini seseorang ingin

terpenuhinya aktualisasi diri, yakni menggunakan potensi yang

dimiliki dan mengaktualisasikannya dalam bentuk

pengembangan dirinya. Kondisi teraplikasi dalam bentuk

pekerjaan yang dijalani sudah lebih jauh dari sekedar rutinitas

namun pada sisi yang lebih menantang dan penuh kreatifitas

50

Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen „Dasar, Pengertian dan Masalah‟, h. 225 51

Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h. 161 52

(41)

tingkat tinggi serta karya-karya yang dihasilkan dianggap luar

biasa dan patut untuk dihargai.

b. Teori X dan Y Douglas Mc. Gregor

Teori X mengasumsikan bahwa kebanyakan orang lebih

suka dipimpin tidak punya tanggung jawab dan ingin selamat saja,

ia dimotivasi oleh uang, keuntungan dan ancaman hukuman.

Manajer yang menganut teori X akan merasa pengawasan dan

disiplin yang ketat terhadap para pekerja. Teori Y mengasumsikan

bahwa orang itu malas bukan karean bakat atau pembawaan sejak

lahir. Semua orang sebenarnya bersifat kreatif, yang harus

dibangkitkan oleh pimpinan. Hal ini merupakan tugas manajer

untuk membangkitkan daya kreasi para pekerja.53 Teori X dan Y

melihat manusia dari dua perspektif, yaitu teori X melihat manusia

sebagai pihak yang cenderung memiliki motivasi rendah dan malas

dalam berjuang untuk kemajuan hidupnya dan teori Y cenderung

memiliki motivasi yang tinggi dan senang dalam berjuang untuk

kemajuan hidupnya.54

c. Teori Ekspektasi (harapan) dari Vroom

Teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan

sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar,

yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hak

yang di inginkannya. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal

53

Buchari Alma, Kewirausahaan, Bandung: Alfabeta, 2011), h. 91 54

(42)

yang di inginkannya itu rendah, maka motivasi untuk berupaya

akan menjadi rendah.55 Menurut Victor Vroom, orang dapat

dimotivasi untuk berperilaku kerja tertentu bila ada harapan bahwa

jika usaha ditingkatkan akan mendapatkan balas jasa dan adanya

prestasi dari orang yang bersangkutan bahwa ada kemungkinan

tujuan akan tercapai dan ia akan menerima jasa.56

Teori harapan didasarkan atas:57

1) Harapan (expectancy), adalah suatu kesempatan yang diberikan akan terjadi karena perilaku.

2) Nilai (valence), adalah akibat dari perilaku tertentu yang mempunyai nilai/martabat tertentu bagi setiap

individu yang bersangkutan.

3) Pertautan (instrumentality), adalah persepsi dari individu bahwa tingkat pertama akan dihubungkan

dengan hasil yang kedua.

3. Hal-Hal yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan

Hal-hal yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan terbagi

dalam dua faktor, yaitu:

a. Faktor ekternal

Artinya motivasi tersebut muncul dari luar diri seseorang,

kemudian mendorong orang tersebut untuk membangun dan

55

Sondang P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), h. 292

56

Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, h. 163

57

(43)

menumbuhkan semangat motivasi pada diri orang tersebut untuk

merubah seluruh sikap yang dimiliki olehnya saat ini ke arah yang

lebih baik.58

Adapun rincian dari faktor eksternal tersebut antara lain:

1) Keadaan lingkungan kerja. Lingkungan kerja adalah

secara keseluruhan sarana dan prasarana kerja yang ada

di sekitar karyawan yang sedang melakukan pekerjaan

yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan

tersebut. Lingkungan kerja yang baik dan bersih,

mendapat cahaya yang cukup, bebas dari kebisingan

dan gangguan jelas akan memotivasi tersendiri bagi

para karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya

dengan baik.59

2) Kompensasi yang memadai. Kompensasi merupakan

sumber penghasilan utama bagi para karyawan untuk

menghidupi diri dan keluarganya. Kompensasi yang

memadai akan memotivasi bagi para karyawan untuk

mendorong bekerja dengan baik.

3) Supervisi yang baik. Fungsi supervisi dalam suatu

pekerjaan adalah memberikan pengarahan,

membimbing para karyawan agar dapat melaksanakan

kerja dengan baik tanpa membuat kesalahan.

58

Irham Fahmi, Manajemen Kepemimpinan „Teori dan Aplikasi‟, (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 192

59

(44)

4) Adanya jaminan pekerjaan. Jika ada jaminan untuk para

karyawan tentu mereka akan bekerja keras dalam

melaksanakan pekerjaannya, karena mereka tidak hanya

bekerja pada satu hari saja, tetapi mereka berharap akan

bekerja sampai tua dalam satu perusahaan saja, tidak

perlu sering kali pindah. Hal ini akan dapat terwujud

bila perusahaan dapat memberikan jaminan karier untuk

masa depan, baik jaminan adanya promosi jabatan,

pangkat, maupun jaminan pemberian kesempatan untuk

mengembangkan potensi.60

5) Status dan tanggung jawab. Jika seseorang yang bekerja

diberikan kedudukan atau jabatan maka orang tersebut

akan merasa dipercaya, diberi tanggung jawab, dan

wewenang yang besar untuk melakukan

kegiatan-kegiatan.

6) Peraturan yang fleksibel. Bagi perusahaan yang besar,

biasanya sudah ditetapkan sistem dan prosedur kerja

yang harus dipatuhi oleh seluruh karyawan. Sistem dan

prosedur tersebut dapat disebut dengan peraturan yang

berlaku dan bersifat mengatur serta melindungi para

karyawan. Peraturan yang bersifat melindungi dan

60Ibid,

(45)

dapat memberikan motivasi para karyawan untuk

bekerja lebih baik.61

b. Faktor Internal

Artinya motivasi yang muncul dan tumbuh serta

berkembang dalam diri orang tersebut, yang selanjutnya

mempengaruhi dia dalam melakukan sesuatu secara bernilai dan

berarti.62

Adapun rincian dari faktor internal tersebut antara lain:

1) Keinginan untuk dapat hidup. Untuk mempertahankan

hidup maka orang mau mengerjakan apa saja, sehingga

terkadang ia tidak memikirkan pekerjaan tersebut baik

atau buruk, halal atau haram. Keinginan untuk dapat

hidup meliputi kebutuhan untuk:

a) Memperoleh kompensasi yang memadai

b) Pekerjaan yang tetap walaupun penghasilan

tidak begitu memadai

c) Kondisi kerja yang aman dan nyaman63

2) Keinginan untuk dapat memiliki. Keinginan untuk

memiliki benda dapat mendorong seseorang untuk

melakukan pekerjaan.

3) Keinginan untuk memperoleh penghargaan. Harga diri,

nama baik dan kehormatan yang ingin dimiliki oleh

61

Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Kencana, 2009), h. 118 62

Irham Fahmi, Manajemen Kepemimpinan „Teori dan Aplikasi‟, h. 192 63

(46)

seseorang harus diperankan sendiri, bisa dengan bekerja

keras memperbaiki nasib, mencari rezeki, karena status

untuk diakui sebagai orang yang terhormat tidak

mungkin diperoleh bila hanya bermalas-malasan.

4) Keinginan untuk memperoleh pengakuan. Keinginan

untuk memperoleh pengakuan dapat meliputi beberapa

hal, antara lain:

a) Adanya penghargaan terhadap prestasi

b) Adanya hubungan kerja yang harmonis dan

kompak

c) Pimpinan yang adil dan bijaksana

d) Perusahaan tempat bekerja dihargai oleh

masyarakat

5) Keinginan untuk berkuasa. Keinginan untuk berkuasa

mendorong seseorang untuk bekerja sehingga ia akan

bekerja keras agar keinginan berkuasa dapat tercapai.64

4. Hubungan Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja Karyawan

Kepemimpinan dan motivasi merupakan dua hal yang berbeda,

namun memiliki tautan dalam konteks kerja dan interaksi antar manusia

organisasional. Tanpa kepemimpinan organisasi hanya merupakan

kelompok manusia yang kacau, tidak teratur, dan tidak dapat melahirkan

perilaku yang bertujuan. Kepemimpinan adalah faktor manusiawi yang

64Ibid,

(47)

mengikat kelompok bersama dan memberinya motivasi menuju

tujuan-tujuan tertentu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ini

berarti kepemimpinan dengan motivasi memiliki kekuatan yang kuat.

Dari rumusan diatas keterkaitan antara kepemimpinan dengan

motivasi dapat dianalisis sebagai berikut:65

a. Tanpa kepemimpinan, organisasi tidak lain adalah sekelompok

manusia yang kacau. Manusia organisasional, baik dalam kapasitas

masing–masing dan terutama sebagai anggota kelompok, dituntut

dapat memacu upaya pencapaian tujuan organisasi yang sekaligus

bagian dari tujuan dirinya. Kehadiran pemimpin memungkinkan

manusia organisasional dimotivasi untuk dapat bekerja secara

efektif dan efisien. Kelompok dengan sistem yang kurang padu

dapat menurunkan produktivitas organisasi. Atas dasar itu manusia

organisasi perlu diarahkan dan dimotivasi oleh pemimpinnya agar

dapat bekerja secara efektif dan efisien.

b. Kepemimpinan berkaitan dengan kepengikutan. Kepengikutan

(followership) adalah bagian yang paling penting dalam usaha melahirkan perilaku organisasi yang sesungguhnya. Pemimpin

yang baik dihasilkan dari pengikut yang baik. Pengikut tersebut

adalah manusia biasa yang memiliki perasaan, kebutuhan, harapan,

dan aspek manusiawi lainnya. Tanpa pemahaman terhadap

65

(48)

aspek manusiawi yang dipimpin, maka kepemimpinan yang

dilaksanakan gagal.

c. Kepemimpinan mengandung arti kemampuan memotivasi.

Kompetensi bawahan antara lain tercermin dari motivasi kerjanya.

Mereka bekerja disebabkan oleh dua kemungkinan, yaitu

benar-benar terpanggil untuk berbuat atau karena diharuskan untuk

melakukan tugas–tugas itu. Banyak faktor yang mempengaruhi

motivasi manusia dalam bekerja, antara lain bahwa manusia

mempunyai seperangkat kebutuhan, mulai dari kebutuhan yang

paling dasar sampai kepada taraf kebutuhan yang paling tinggi,

yaitu aktualisasi diri.66

66

(49)

BAB III

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung

1. Sejarah Bank Syariah Mandiri

Hal yang melatar belakangi didirikannya Bank Syariah Mandiri

yakni adanya krisis moneter dan ekonomi tahun 1997 tepatnya bulan Juli.

Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didorong

oleh bank-bank konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah yang

menyebabkan pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan guna

merekonstruksi dan merekapitalisasi Bank Indonesia.67

Pada tahun 1998 muncul UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan

UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Dalam UU ini terdapat beberapa

perubahan yang memberikan peluang lebih besar bagi pengembangan

perbankan syariah, disebutkan bahwa sistem perbankan syariah

dikembangan dengan tujuan:68

a. Memenuhi kebutuhan jasa perbankan bagi masyarakat yang

tidak menerima konsep bunga.

b. Membuka peluang pembiyaan bagi pengembangan usaha

berdasarkan prinsip kemitraan.

67

Wawancara dengan Pipi Prianggodo selaku Branch Manager Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung, pada tanggal 9 September 2016.

68

(50)

c. Memenuhi kebutuhan akan produk dan jasa perbankan yang

memiliki beberapa keunggulan komparatif.

Salah satu bank konvensional PT Bank Susila Bakti (BSB) yang

dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang

Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. Bank Susila

Bakti berusaha keluar dari situasi tersebut dengan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing. Pada saat yang

bersamaan, Pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank exim, dan Bapindo)

menjadi satu bank yang bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal

31 Juli 1999. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan

menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) sebagai pemilik mayoritas baru

BSB. PT Bank Mandiri (Persero) sebagai pemilik baru mendukung

sepenuhnya dan melanjutkan rencana perubahan PT Bank Susila Bakti

menjadi bank syariha dengan keinginan PT Bank Mandiri (Persero) untuk

membuka bank syariah. Awalnya dengan merubah anggaran dasar tentang

nama Bank Susilo Bakti menjadi PT Bank Syariah Sakinah berdasarkan

Notaris Ny. Machrani M. S., S.h., No. 29 tanggal 19 Mei 1999 kemudian

melalui Kata No. 23 tanggal 8 September 1999 notaris, nama PT Bank

Syariah Sakinah Mandiri diubah menjadi PT Bank Syariah Mandiri.69

Pada tanggal 25 Oktober 1999 Bank Indonesia melalui surat

keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 1/24/KEP.BI/1999 telah

(51)

memberikan perubahan kegiatan usaha konvensional menjadi kegiatan

usaha berupa prinsip syariah kepada PT Bank Susila Bakti selanjutnya

dengan surat keputusan deputi Gubernur Bank Indonesia No. 1/1/KEP.Dir,

pada tanggal 25 Oktober 1999 Bank Indonesia telah menyetujui Bank

Susila Bakti menjadi Bank Syariah Mandiri (BSM). Pada tanggal 1

November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya bank tersebut.

2. Sejarah dan Perkembangan Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung

Bank Syariah Mandiri Metro merupakan Kantor Cabang (KC) dari

PT Bank Syariah Mandiri yang terletak di Kota Metro Lampung.

Didirikan dengan tujuan perluasan jaringan kantor. Bank Syariah Mandiri

terdiri atas Bank Syariah Mandiri Kantor Pusat, Bank Syariah Mandiri

Kantor Wilayah, Bank Syariah Mandiri Kantor Area, Bank Syariah

Mandiri Kantor Cabang, Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu

dan Bank Syariah Mandiri Kantor Kas. Kantor Cabang Bank Syariah

Mandiri Metro berawal dari Kantor Cabang Pembantu pada tahun 2005.

Pada bulan November 2011 Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang

Pembantu Metro naik status karena kinerjanya yang bagus menjadi Kantor

Cabang. Bangunan Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro pindah ke

tempat yang lebih luas.70

Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung sudah

mengalami pergantian pimpinan sebanyak 5 periode, pimpinan tersebut

70

(52)

antara lain Andi Wijaya, Imat Ni’matullah, Mohammad Fadjar,

Adriansyah Yoesoef, dan Pipi Prianggodo. Pada tanggal 25 Maret 2011 s.d

8 Agustus 2014 Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung

dipimpin oleh Mohammad Fadjar, kemudian pada tanggal 8 Agustus 2014

s.d 15 Desember 2014 dipimpin oleh Adriansyah Yoesoef, sedangkan

pada tanggal 15 Desember s.d sekarang dipimpin oleh Pipi Prianggodo.71

3. Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung

a. Visi Bank Syariah Mandiri :

Mewujudkan bank syariah yang selalu unggul diantara pelaku

industri perbankan syariah di Indonesia pada segmen micro, SME, commercial dan corporate serta dapat mewujudkan bank syariah dengan sistem layanan dan teknologi mutakhir yang

melampaui harapan nasabah.72

b. Misi Bank Syariah Mandiri :

1) Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata

industri yang berkesinambungan.

2) Meningkatkan kualitas produk dan layanan berbasis

teknologi yang melampaui harapan nasabah.

3) Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran

pembiayaan pada segmen ritel.

71Ibid.

72

(53)

4) Mengembangkan bisnis atas dasar nilai-nilai syariah

universal.

5) Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja

yang sehat.

6) Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan

lingkungan.

4. Produk-Produk Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung

Berikut ini terdapat produk-produk yang ditawarkan oleh Bank

Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung:73

a. ProdukDana

1) Tabungan BSM Mudharabah Mutlaqah

2) Tabungan Simpatik

3) Deposito BSM

4) TabunganKu

5) BSM Tabungan Mabrur

6) Tabungan Kurban BSM

7) Deposito BSM Valas

8) Giro BSM

9) Giro BSM Valas

b. ProdukPembiayaan

1) Edukasi BSM

2) BSM Customer Networking

73

(54)

3) Peralatan Kedokteran

4) Umrah

5) Griya BSM

6) Pensiun

7) Gadai Emas

c. Produk Jasa

1) BSM Card

2) Sentra Bayar BSM

3) BSM Mobile Banking

4) BSM Net Banking

5) BSM Letter of Credit

6) BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) 7) Transfer BSM Western Union

(55)

B. Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri KC Metro Lampung

Gambar 3.1

Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri KC Metro Lampung8

(56)

a. Peran Kepemimpinan di Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung

Kepemimpinan dalam suatu lembaga perbankan syariah sangatlah

penting agar bank yang ia pimpin mampu bersaing dengan bank-bank lainnya.

Kepemimpinan tersebut harus memiliki kemampuan dalam mempengaruhi

serta memotivasi para karyawan untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan

perusahaan serta seorang pemimpin berperan dalam mempertahankan kualitas

perusahaan dan sumber daya manusia yang dimiliki.

Bapak Pipi Prianggodo selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Syariah

Kantor Cabang Metro Lampung, menerapkan berbagai cara dan sikap untuk

mempertahankan kualitas perusahaan serta sumber daya manusia yang

dimiliki, sikap maupun cara yang diterapkan dalam melaksanakan

kepemimpinannya sebagai berikut:

1. Bersikap tegas dan disiplin

Bahwasanya Bapak Pipi Prianggodo bersikap tegas dan

disiplin dalam melaksanakan kepemimpinannya.74 Dengan adanya

sikap disiplin dapat mendisiplinkan para karyawan dalam hal

pekerjaan, tugas serta kedisiplinan terhadap waktu. Bertindak tegas

dengan memberikan sanksi terhadap karyawan yang melakukan

kesalahan atau melanggar peraturan yang ada di Bank Syariah

Mandiri Kantor Cabang Metro Lampung.

74

(57)

2. Memberikan batasan serta pengarahan pekerjaan kepada bawahan

Pimpinan memberikan batasan serta pengarahan tentang

pekerjaan yang harus dilakukan oleh karyawan.75 Adanya

pemberian mengenai batasan pekerjaan yang harus dilakukan agar

karyawan tidak melebihi batas kewenangan atau ruang lingkup

kerjanya, serta adanya pengarahan yang diberikan oleh pimpinan

kepada karyawan agar karyawan mengetahui bagaimana cara

melakukan tugas maupun pekerjaan yang menjadi tanggung

jawabnya.

3. Melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan

Cara yang pimpinan lakukan guna memanage kinerja para

karyawan yaitu dengan adanya monitoring harian serta

pengawasan yang dilakukan secara langsung dilapangan terhadap

para karyawan.76 Pengawasan yang dilakukan dapat memberikan

dampak yang positif yaitu terkontrolnya kinerja yang dikerjakan

oleh karyawan.

4. Membantu karyawan kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan

Sikap pimpinan apabila mendapati karyawan yang

mengalami kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan, maka

pimpinan akan terjun langsung dilapangan yang ditujukan kepada

karyawan dengan memberikan arahan dan membantu

75

Wawancara dengan Heri Susanto selaku General Support Staff Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro, pada tanggal 18 Agustus 2016.

76

(58)

menyelesaikannya. Sehingga karyawan dapat terbantu dan dapat

menyelesaikannya.77

5. Bersikap bersahabat dengan para karyawan

Pimpinan mempunyai sikap bersahabat dengan para

karyawannya. Sikap tersebut dilakukan dengan melakukan

pendekatan-pendekatan emosional terhadap karyawan dalam

berkomunikasi. Sehingga karyawan tidak merasa canggung akan

berkomunikasi dengan pimpinan.78

6. Komunikasi dilangsungkan secara timbal balik

Komunikasi yang berlangsung antara pimpinan dan

bawahan yaitu berlangsung secara timbal balik, baik terjadi antara

sesama bawahan maupun bawahan dengan atasan. Hal tersebut

dikarenakan Bapak Pipi selaku Kepala Cabang di Bank Syariah

Mandiri Kantor Cabang Metro adalah orang yang terbuka,

misalnya jika ada karyawan yang kurang cocok dengan kebijakan

yang dibuat oleh Bapak Pipi maka karyawan tersebut dapat

dibicarakan langsung dengan beliau.79 Jadi tidak secara

keseluruhan komunikasi dilakukan diawali oleh pimpinan, namun

karyawan dapat memulainya terlebih dahulu.

77

Wawancara dengan Wahyu Pamungkas selaku Consumer Banking Relationship ManagerOfficer Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro, pada tanggal 9 September 2016.

78

Wawancara dengan Wahyu Pamungkas selaku Consumer Banking Relationship ManagerOfficer Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro, pada tanggal 9 September 2016.

79

(59)

7. Seluruh karyawan diikut sertakan dalam tanggung jawab

pencapaian keberhasilan perusahaan

Pelimpahan tanggung jawab akan keberhasilan di Bank

Syariah Mandiri Kantor Cabang Lampung Metro dipikul oleh

seluruh karyawan, baik atasan dan para bawahannya. Dalam

melakasanakan sistem kerja berasaskan teamwork yang artinya mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi, sehingga

pencapaian keberhasilan perusahaan merupakan tanggung jawab

bersama.80

8. Melibatkan karyawan dalam membuat keputusan

Pengambilan keputusan mengikutsertakan karyawan, yaitu

pimpinan meminta ide atau pendapat dari para karyawan. Hal ini

dimaksudkan agar keputusan yang diambil merupakan suara

bersama, kemudian pimpinan meminta kepada semua pihak yang

terlibat untuk ikut bertanggung jawab atas keputusan yang diambil

tersebut. Akan tetapi, jika keputusan tersebut berkenaan dengan

kebijakan maka pimpinan tidak mengikutsertakan karyawan atau

bawahannya.81 Dengan adanya keikutsertaan karyawan dalam

mengambil keputusan maka karyawan mempunyai banyak

kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun saran dalam

mengambil keputusan tersebut.

80

WawancaradenganHeri Susanto selaku General Support StaffBank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro, pada tanggal 18 Agustus 2016.

81

(60)

9. Memberikan motivasi kepada karyawan

Selain adanya motivasi dari Bank Syariah Mandiri berupa

reward dan punishment yang ditujukan kepada karyawan yang menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu begitu pula

sebaliknya. Pimpinan juga memberikan motivasi kepada seluruh

karyawan yaitu motivasi yang diberikan secara non-materi berupa

saran, kritik, nasehat, masukan-masukan sebagai penyemangat

dalam melaksanakan pekerjaan agar menjadi lebih baik dari

sebelumnya. Pimpinan mendorong atas prestasi yang sempurna

terhadap karyawan.82

Berdasarkan uraian dari sikap serta cara yang diterapkan

oleh Bapak Pipi Prianggodo, memiliki dampak positif dan

memiliki peranan yang penting terhadap lembaga perbankan

syariah dan para karyawan yang ia pimpin, seperti dengan adanya

sikap yang tegas dapat mendisiplinkan karyawan agar bekerja

secara cepat dan tanggap atas tugas maupun pekerjaan yang

diberikan. Adanya pengawasan serta sikap keterbukaan dapat

mengontrol kinerja, dan apabila terdapat karyawan yang keliru

dalam mengerjakan dapat ditegur serta jika ada karyawan yang

kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan maka pimpinan akan

membantu menyelesaiakannya. Adanya sikap bersahabat dengan

karyawan membuat karyawan tidak canggung berkomunikasi.

82

Gambar

Gambar 3.1

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Serta Dampaknya Pada Kinerja Perusahaan..

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Kecerdasan Emosial, Dan Motivasi Terhadap Disiplin Kerja Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan.. Suharyadi P2:

Gaya kepemimpinan dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja karyawan dan terdapat tiga indikator yang harus

Model Kepemimpinan Islami Terhadap Kesejahteraan Karyawan Melalui Motivasi Kerja dan Kinerja Islami Karyawan Tanpa Indikator Y1.3 dan Y1.5 Setelah dilakukan uji

 Mengetahui indikator apa saja yang dapat digunakan untuk mengukur perubahan organisasi, growth factors, hygiene factors dan motivasi kerja karyawan di PT.. Kaltim Medika Utama

Penelitian jurnal Siti (2014) dengan judul pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional terhadap motivasi dan kinerja karyawan, hasil penelitian

Berdasarkan analisis yang peneliti uraikan dapat diambil kesimpulan bahwa, dampak etos kerja Islami terhadap kinerja karyawan di BMT L-Risma Kantor Cabang Sekampung

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, motivasi kerja, kepemimpinan baik secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap produktivitas kerja