• Tidak ada hasil yang ditemukan

10 Laporan dan rekomendasi hasil Audit.p

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "10 Laporan dan rekomendasi hasil Audit.p"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

AUDIT SISTEM INFORMASI

(AUDSI)

(2)

AUDIT SISTEM INFORMASI

(AUDSI)

(3)

Pendahuluan

1.

Laporan hasil audit adalah merupakan salah satu tahap paling penting dan akhir

dari suatu pekerjaan audit. Dalam setiap tahap audit akan selalu terdapat dampak

psikologis bagi auditor maupun auditee. Dampak psikologis dalam tahapan

persiapan audit dan pelaksanaan audit dapat ditanggulangi pada waktu

berlangsungnya audit. Tetapi dampak psikologis dari laporan hasil audit,

penanggulangannya akan lebih sulit karena:

a)

Waktu audit sudah selesai

b)

Laporan merupakan salah satu bentuk komunikasi tertulis, formal, sehingga

auditor tidak dapat mengetahui reaksi auditee secara langsung

c)

Laporan telah didistribusikan kepada berbagai pihak sehingga semakin banyak

pihak yang terlibat.

2.

Karena laporan hasil audit akan mempunyai dampak luas, maka diperlukan

(4)

Norma Pelaporan hasil Pemeriksaan pada standar standar pemeriksaan

satuan pengawas intern (auditor internal BUMN/BUMD) antara lain memuat

hal-hal berikut ini:

1)

Audit harus melaporkan hasil pemeriksaan sesuai dengan penugasan yang

ditetapkan.

2)

Laporan audit harus dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat yang

berwenang tepat pada waktunya agar bermanfaat.

3)

Laporan audit harus memuat ruang lingkup dan tujuan pemeriksaan, disusun

dengan baik, menyajikan informasi yang layak serta pernyataan bahwa pemeriksaan

telah dilaksanakan sesuai dengan norma pemeriksaan.

4)

Setiap Laporan pemeriksaan harus:

a)

Memuat ruang lingkup pemeriksaan, sasaran/tujuan pemeriksaan, dan adakah

halhal yang dapat dirasakan sebagai pembatasan terhadap pelaksanaan kegiatan

pemeriksaan.

b)

Memuat temuan (

findings

) dan kesimpulan (

conclusions

) pemeriksa secara objektif

(didukung dengan

adequate audit evidence

), serta saran tindak yang konstruktif

c)

Lebih mengutamakan usaha perbaikan atau penyempurnaan dari pada kritik.

d)

Mengungkapkan hal-hal yang masih merupakan masalah yang belum dapat

diselesaikan sampai berakhirnya pemeriksaan, bila ada.

e)

Mengemukakan pengakuan atas suatu prestasi atau suatu tindakan perbaikan itu

dapat diterapkan di bagian lain.

f)

Mengemukakan tanggapan/penjelasan pejabat objek (

formal responses by the

(5)

B9. PENENTUAN

REKOMENDASI

1.

Sebelum hasil audit dikomunikasikan, pengaudit

SI/TI

perlu

berdiskusi

utk

mendapatkan

kesepahaman thd hasil temuan (

findings

) dan

mengembangkan rekomendasi utk memperbaiki

hasil tersebut. Jika terjadi ketidak sepakatan,

pengaudit

SI/TI

seharusnya

menguraikan

signifikansi temuan serta resiko dan efek jika

fokus perbaikan proses yg berkaitan dengan

resiko tersebut tidak dilakukan.

2.

Pemaparan pd bab ini akan difokuskan pd

(6)

9.1 Penentuan Hasil Audit SI/TI

1.

Penentuan hasil audit dilakukan dg

mengevaluasi

hasil

audit

yg

didapatkan utk mengembangkan opini

audit.

2.

Opini-opini berdasarkan hasil temuan

(

findings

) tsb. nantinya disusun dlm

rekomendasi hasil audit.

3.

Hal ini membutuhkan pertimbangan

(7)

9.2 Penyusunan Laporan Hasil

Audit SI/TI

Laporan audit merupakan hasil akhir pekerjaan Audit SI/TI yg berisikan

temuan dan rekomendasi kpd manajemen.

Secara umum laporan audit akan berisikan struktur pembahasan

berikut

:

1.

Pendahuluan, termasuk pernyataan tujuan dan area yg akan diaudit,

2.

Batasan terhadap pelaksanaan Audit SI/TI.

3.

Syarat atau kualifikasi pengaudit SI/TI yg sesuai dengan ketentuan

atau standar pengaudit.

4.

Pernyataan panduan Audit SI/TI yg diikuti selama aktivitas audit

dilaksanaan.

5.

Pernyataan panduan Audit SI/TI yg diikuti selama aktivitas audit

dilaksanakan.

6.

Detil temuan audit dan rekomendasi serta keputusan apakah

memasukan atau tdk memasukan temuan ke dlm laporan audit.

7.

Keanekaragaman temuan yg beberapa diantaranya bersifat penting.

8.

Kesimpulan keseluruhan dARI pengaudit SI/TI dan pendapat dari

(8)

Dengan demikian, dokumentasi laporan Audit SI/TI seharusnya

berisikan:

1.

Perencanaan dan persiapan Audit SI/TI yg mencakup

ruang lingkup dan tujuan audit (

scope

dan

objective

),

2.

Kondisi sistem informasi,

3.

Program Audit SI/TI yg dilakukan,

4.

Langkah Audit SI/TI yg dilakukan dan bukti (

evidence

)

Audit SI/TI yg dikumpulkan,

5.

Temuan audit (

findings

) dan tingkat kedewasaan

Proses TI

6.

Kesimpulan dr hasil temuan,

7.

Laporan-laporan lain terkait sebagai hasil dr pekerjaan

Audit SI/TI,

8.

Tinjauan pengawas berupa rekomendasi utk perbaikan

berkelanjutan.

(9)

Gambar 9.1 Contoh Kesimpulan Hasil Audit TI Pada Laporan

Audit

Ringkasan Eksekutif

Sekilas

Ringkasan Umum Hasil Penilaian

<

Tulisan secara singkat ringkasan dari hasil penilaian

secara keseluruhan di sini>

Latar Belakang, Tujuan & Ruang Lingkup

<Masukan latar belakang, tujuan, ruang lingkup dan

kesimpulan di sini>

Tingkat Kedewasaan

Tingkat kedewasaan Yang diaudit

<rerata tingkat kedewasaan dari proses TI di perusahaan yg diaudit>

(10)

Rekomendasi dan Tanggapan dari Hasil Uji Kepatutan

Kelemahan Kontrol

Priorita

s

Tindakan Korektif

Tanggal

Judul Permasalahan

<Deskripsikan permasalahan kelemahan

kontrol termasuk akibat kesimpulan dan

rekomendasi>

Objektif Kontrol Proses TI dlm COBIT

yang berkaitan:

DS5 4 Pengelolaan akun Pengguna

CONTOH

□ A

□ B

□ C

Respon dari:<Tulis nama &

jabatan yang bersangkutan

di sini>

<Tuliskan respon di sini>

<Tuliskan

Tanggapan Umum Pihak yang bertanggung Jawab

Respon dari <Tulis nana & jabatan yang bersangkutan di sini> (tanggal):

(11)

Rekomendasi dan Tanggapan dari Hasil penilaian Tingkat Kedewasaan

Kelemahan Kontrol

Priorita

s

Tindakan Korektif

Tanggal

Judul Rekomendasi

<Deskripsikan rekomendasi peningkatan

terhadap pengelolaan proses TI yang perlu

dilakukan>

Proses TI COBIT yang berkaitan:

DS5 memastikan keamanan sistem →

CONTOH

□ A

□ B

□ C

Respon dari:<Tulis nama &

jabatan yang bersangkutan

di sini>

< Tuliskan respon di sini>

<Tuliskan

Keterangan Prioritas :

A

Merepresentasikan tingkat signifikansi tertinggi dan biasanya mengakibatkan resiko

material terhadap perusahaan jika tidak ditangani dengan benar

B

Mengakibatkan resiko lebih rendah tetapi akan mengakibatkan dampak yang merugikan

terhadap perusahaan jika permasalahan yang terkait dengan resiko tersebut tidak

ditangani dengan tepat.

(12)

Uji Kepatutan

Objektif Kontrol Proses

TI

Dalam COBIT

Tingkat Kepatutan

Analisis

<Tuliskan Objektif

Kontrol

Proses TI>

<Tuliskan deskripsi singkat Objektif Kontrol terkait>

Penempatan permintaan, penetapan, permasalahan, penundaan, pemodifikasian dan penutupan akun

pengguna berserta hak-hak terkait dengan prosedur pengelolaan akun

pengguna. Hal tersebut termasuk prosedur persetujuan yang

menguraikan pemilik data atau sistem memberi hak akses istimewa. Prosedur yang dibuat dapat

digunakan untuk semua pengguna, termasuk admin serta pengguna internal dan eksternal untuk kasus

normal atau keadaan

darurat → CONTOH Deskripsi Objektif Kontrol DS 5.4: Pengelolaan Akun Pengguna

<Tuliskan seluruh kesimpulan

kepatutan kondisi eksisting terhadap objektif kontrol Proses TI dalam COBIT>

Bukti (evidence) yang relevan <Tuliskan bukti yang mendukung penentuan kapatutan terhadap objektif kontrol terkait>

Rerata Tingkat Kepatutan = <Tuliskan rerata tingkat kepatutan seluruh objektif kontrol

yang diaudit>

<rerata tingkat kepatutan perusahaan secara umum untuk objektif kontrol terkait, detentukan secara kualitatif dalam tingkatan high, medium

atau low>

Skor rerata industri

<rerata tingkat kepatutan industri sejenis

dengan perushaan yang

diaudit objektif kontrol terkait,

ditentukan secara kualitatif dalam tingkatan high, medium

atau low>

Tingkat Kepatutan Objektif Kontrol yang diaudit

Gambar 9.2 Contoh Penyusunan Hasil Uji Kepatutan

(13)

Gambar 9.3 Contoh Penyusunan Hasil Penentuan Tingkat

Kedewasaan

Penilaian Tingkat Kedewasaan

(Berdasarkan Proses TI dalam COBIT)

Proses TI

COBIT

Tingkat Kedewasaan Proses TI

Analisis

<Tuliskan Nama Proses TI>

<tuliskan deskripsi singkat Proses TI terkait>

Pencernaan Strategis TI dibutuhkan untuk

mengelola dan mengarahkan seluruh sumber daya TI agar sejalan dengan strategi bisnis dan prioritas.

<rerata tingkat kedewasaan

perusahaan secara umum untuk proses TI terkait>

Skor rerata industri

<rerata tingkat kedewasaan industri sejenis dengan perusahaan yg diaudit untuk Proses TI terkait>

Skor rerata berdasark an kapital

<rerata tingkat kedewasaan perusahaan

berkapital setingkat dengan perusahaan yang diaudit untuk Proses TI terkait>

Skor rerata berdasark an

geografis

<rerata tingkat kedewasaan perusahaan

berlokasi yang sama dengan perusahaan yang diaudit (Asia Tenggara, Asia, dsb) untukProses TI terkait

<Menguraikan dan menganalisis hasil penentuan tingkat kedewasaan pada Sub Bab 8.4.>

Tingkat Kedewasaan Proses

TI yang diukur

<rata-rata tingkat kedewasaan tiap

(14)
(15)

9.3 Audit Utk Perbaikan

Berkelanjutan

Di samping utk perbaikan proses, Audit SI/TI jg

diperlukan utk penyediaan rekomendasi

penduan praktek bagi manajemen senior dlm

peningkatan kualitas dan efektivitas dr inisiatif

penataan TI yg diimplementasikan.Biasanya

peningkatan kualitas tersebut dilakukan

melalui perbaikan berkelanjutan (

continuous

improvement

) yg dilakukan dlm kerangka kerja

yg audit SI/TI yg terarah.

Gambar 9.4 Pendekatan Audit Secara

Tradisional

Audit

(16)

Sedangkan pd Audit SI/TI yg memfokuskan pd perbaikan berkelanjutan dr indikator yg

tingkat resikonya tinggi, ekspektasi yg ditentukan lebih realistis karena didasarkan pd

pengukuran yg terarah seperti tampak pada gambar.

Gambar 9.5 Pendekatan Audit SI/TI Secara Berkelanjutan.

ekspektasi

Pengukuran

berkelanjuta

n

Audit ke-1

Audit ke-2

realita

(17)

1.

Penentuan Hasil Audit SI/TI

2.

Penyusunn Laporan Hasil Audit SI/TI

3.

Audit Untuk Perbaikan Berkelanjutan

Executive Summary

Gambar

Gambar 9.1 Contoh Kesimpulan Hasil Audit TI Pada Laporan
Gambar 9.3 Contoh Penyusunan Hasil Penentuan Tingkat

Referensi

Dokumen terkait

Opini audit going concern yang telah diterima auditee pada tahun sebelumnya akan menjadi faktor pertimbangan yang penting bagi auditor dalam mengeluarkan opini audit

Saya dituntut untuk selalu dapat mempertanggung jawabkan hasil audit dan temuan audit yang saya dapat.. Saya selalu melaksanakan tahap-tahap audit secara

Pada penyelesaian pengujian pengendalian dan pengujian sustantif transaksi, auditor harus menganalisis masing-masing pengecualian baik audit publik maupun nonpublik untuk

Abstrak: Penelitian ini menguji dukungan manajemen, kapasitas auditor, hubungan auditor-auditee, dan pembelajaran audit terhadap efisiensi dan efektivitas satuan kerja

Variabel independensi diproksikan dengan audit tenure (lamanya hubungan antara auditor dan auditee) dan variabel corporate governance yang dianalisis pengaruhnya terhadap

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor auditor (audit tenure, audit fee &amp; pangsa pasar auditor) dan faktor auditee (ukuran perusahaan &amp; umur publikasi)

Kompetensi, tingkat pendidikan auditor, dan tekanan anggaran waktu dapat memengaruhi auditor dalam melaksanakan audit, baik dalam hal pengambilan putusan maupun

Variabel independensi diproksikan dengan audit tenure (lamanya hubungan antara auditor dan auditee) dan variabel corporate governance yang dianalisis pengaruhnya terhadap