AUDIT SISTEM INFORMASI
(AUDSI)
AUDIT SISTEM INFORMASI
(AUDSI)
Pendahuluan
1.
Laporan hasil audit adalah merupakan salah satu tahap paling penting dan akhir
dari suatu pekerjaan audit. Dalam setiap tahap audit akan selalu terdapat dampak
psikologis bagi auditor maupun auditee. Dampak psikologis dalam tahapan
persiapan audit dan pelaksanaan audit dapat ditanggulangi pada waktu
berlangsungnya audit. Tetapi dampak psikologis dari laporan hasil audit,
penanggulangannya akan lebih sulit karena:
a)
Waktu audit sudah selesai
b)
Laporan merupakan salah satu bentuk komunikasi tertulis, formal, sehingga
auditor tidak dapat mengetahui reaksi auditee secara langsung
c)
Laporan telah didistribusikan kepada berbagai pihak sehingga semakin banyak
pihak yang terlibat.
2.
Karena laporan hasil audit akan mempunyai dampak luas, maka diperlukan
Norma Pelaporan hasil Pemeriksaan pada standar standar pemeriksaan
satuan pengawas intern (auditor internal BUMN/BUMD) antara lain memuat
hal-hal berikut ini:
1)
Audit harus melaporkan hasil pemeriksaan sesuai dengan penugasan yang
ditetapkan.
2)
Laporan audit harus dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat yang
berwenang tepat pada waktunya agar bermanfaat.
3)
Laporan audit harus memuat ruang lingkup dan tujuan pemeriksaan, disusun
dengan baik, menyajikan informasi yang layak serta pernyataan bahwa pemeriksaan
telah dilaksanakan sesuai dengan norma pemeriksaan.
4)
Setiap Laporan pemeriksaan harus:
a)
Memuat ruang lingkup pemeriksaan, sasaran/tujuan pemeriksaan, dan adakah
halhal yang dapat dirasakan sebagai pembatasan terhadap pelaksanaan kegiatan
pemeriksaan.
b)
Memuat temuan (
findings
) dan kesimpulan (
conclusions
) pemeriksa secara objektif
(didukung dengan
adequate audit evidence
), serta saran tindak yang konstruktif
c)
Lebih mengutamakan usaha perbaikan atau penyempurnaan dari pada kritik.
d)
Mengungkapkan hal-hal yang masih merupakan masalah yang belum dapat
diselesaikan sampai berakhirnya pemeriksaan, bila ada.
e)
Mengemukakan pengakuan atas suatu prestasi atau suatu tindakan perbaikan itu
dapat diterapkan di bagian lain.
f)
Mengemukakan tanggapan/penjelasan pejabat objek (
formal responses by the
B9. PENENTUAN
REKOMENDASI
1.
Sebelum hasil audit dikomunikasikan, pengaudit
SI/TI
perlu
berdiskusi
utk
mendapatkan
kesepahaman thd hasil temuan (
findings
) dan
mengembangkan rekomendasi utk memperbaiki
hasil tersebut. Jika terjadi ketidak sepakatan,
pengaudit
SI/TI
seharusnya
menguraikan
signifikansi temuan serta resiko dan efek jika
fokus perbaikan proses yg berkaitan dengan
resiko tersebut tidak dilakukan.
2.
Pemaparan pd bab ini akan difokuskan pd
9.1 Penentuan Hasil Audit SI/TI
1.
Penentuan hasil audit dilakukan dg
mengevaluasi
hasil
audit
yg
didapatkan utk mengembangkan opini
audit.
2.
Opini-opini berdasarkan hasil temuan
(
findings
) tsb. nantinya disusun dlm
rekomendasi hasil audit.
3.
Hal ini membutuhkan pertimbangan
9.2 Penyusunan Laporan Hasil
Audit SI/TI
Laporan audit merupakan hasil akhir pekerjaan Audit SI/TI yg berisikan
temuan dan rekomendasi kpd manajemen.
Secara umum laporan audit akan berisikan struktur pembahasan
berikut
:
1.
Pendahuluan, termasuk pernyataan tujuan dan area yg akan diaudit,
2.
Batasan terhadap pelaksanaan Audit SI/TI.
3.
Syarat atau kualifikasi pengaudit SI/TI yg sesuai dengan ketentuan
atau standar pengaudit.
4.
Pernyataan panduan Audit SI/TI yg diikuti selama aktivitas audit
dilaksanaan.
5.
Pernyataan panduan Audit SI/TI yg diikuti selama aktivitas audit
dilaksanakan.
6.
Detil temuan audit dan rekomendasi serta keputusan apakah
memasukan atau tdk memasukan temuan ke dlm laporan audit.
7.
Keanekaragaman temuan yg beberapa diantaranya bersifat penting.
8.
Kesimpulan keseluruhan dARI pengaudit SI/TI dan pendapat dari
Dengan demikian, dokumentasi laporan Audit SI/TI seharusnya
berisikan:
1.
Perencanaan dan persiapan Audit SI/TI yg mencakup
ruang lingkup dan tujuan audit (
scope
dan
objective
),
2.
Kondisi sistem informasi,
3.
Program Audit SI/TI yg dilakukan,
4.
Langkah Audit SI/TI yg dilakukan dan bukti (
evidence
)
Audit SI/TI yg dikumpulkan,
5.
Temuan audit (
findings
) dan tingkat kedewasaan
Proses TI
6.
Kesimpulan dr hasil temuan,
7.
Laporan-laporan lain terkait sebagai hasil dr pekerjaan
Audit SI/TI,
8.
Tinjauan pengawas berupa rekomendasi utk perbaikan
berkelanjutan.
Gambar 9.1 Contoh Kesimpulan Hasil Audit TI Pada Laporan
Audit
Ringkasan Eksekutif
Sekilas
Ringkasan Umum Hasil Penilaian
<
Tulisan secara singkat ringkasan dari hasil penilaian
secara keseluruhan di sini>
Latar Belakang, Tujuan & Ruang Lingkup
<Masukan latar belakang, tujuan, ruang lingkup dan
kesimpulan di sini>
Tingkat Kedewasaan
Tingkat kedewasaan Yang diaudit
<rerata tingkat kedewasaan dari proses TI di perusahaan yg diaudit>
Rekomendasi dan Tanggapan dari Hasil Uji Kepatutan
Kelemahan Kontrol
Priorita
s
Tindakan Korektif
Tanggal
Judul Permasalahan
<Deskripsikan permasalahan kelemahan
kontrol termasuk akibat kesimpulan dan
rekomendasi>
Objektif Kontrol Proses TI dlm COBIT
yang berkaitan:
DS5 4 Pengelolaan akun Pengguna
→
CONTOH
□ A
□ B
□ C
Respon dari:<Tulis nama &
jabatan yang bersangkutan
di sini>
<Tuliskan respon di sini>
<Tuliskan
Tanggapan Umum Pihak yang bertanggung Jawab
Respon dari <Tulis nana & jabatan yang bersangkutan di sini> (tanggal):
Rekomendasi dan Tanggapan dari Hasil penilaian Tingkat Kedewasaan
Kelemahan Kontrol
Priorita
s
Tindakan Korektif
Tanggal
Judul Rekomendasi
<Deskripsikan rekomendasi peningkatan
terhadap pengelolaan proses TI yang perlu
dilakukan>
Proses TI COBIT yang berkaitan:
DS5 memastikan keamanan sistem →
CONTOH
□ A
□ B
□ C
Respon dari:<Tulis nama &
jabatan yang bersangkutan
di sini>
< Tuliskan respon di sini>
<Tuliskan
Keterangan Prioritas :
A
Merepresentasikan tingkat signifikansi tertinggi dan biasanya mengakibatkan resiko
material terhadap perusahaan jika tidak ditangani dengan benar
B
Mengakibatkan resiko lebih rendah tetapi akan mengakibatkan dampak yang merugikan
terhadap perusahaan jika permasalahan yang terkait dengan resiko tersebut tidak
ditangani dengan tepat.
Uji Kepatutan
Objektif Kontrol Proses
TI
Dalam COBIT
Tingkat Kepatutan
Analisis
<Tuliskan Objektif
Kontrol
Proses TI>
<Tuliskan deskripsi singkat Objektif Kontrol terkait>
Penempatan permintaan, penetapan, permasalahan, penundaan, pemodifikasian dan penutupan akun
pengguna berserta hak-hak terkait dengan prosedur pengelolaan akun
pengguna. Hal tersebut termasuk prosedur persetujuan yang
menguraikan pemilik data atau sistem memberi hak akses istimewa. Prosedur yang dibuat dapat
digunakan untuk semua pengguna, termasuk admin serta pengguna internal dan eksternal untuk kasus
normal atau keadaan
darurat → CONTOH Deskripsi Objektif Kontrol DS 5.4: Pengelolaan Akun Pengguna
<Tuliskan seluruh kesimpulan
kepatutan kondisi eksisting terhadap objektif kontrol Proses TI dalam COBIT>
Bukti (evidence) yang relevan <Tuliskan bukti yang mendukung penentuan kapatutan terhadap objektif kontrol terkait>
Rerata Tingkat Kepatutan = <Tuliskan rerata tingkat kepatutan seluruh objektif kontrol
yang diaudit>
<rerata tingkat kepatutan perusahaan secara umum untuk objektif kontrol terkait, detentukan secara kualitatif dalam tingkatan high, medium
atau low>
Skor rerata industri
<rerata tingkat kepatutan industri sejenis
dengan perushaan yang
diaudit objektif kontrol terkait,
ditentukan secara kualitatif dalam tingkatan high, medium
atau low>
Tingkat Kepatutan Objektif Kontrol yang diaudit
Gambar 9.2 Contoh Penyusunan Hasil Uji Kepatutan
Gambar 9.3 Contoh Penyusunan Hasil Penentuan Tingkat
Kedewasaan
Penilaian Tingkat Kedewasaan
(Berdasarkan Proses TI dalam COBIT)
Proses TI
COBIT
Tingkat Kedewasaan Proses TI
Analisis
<Tuliskan Nama Proses TI>
<tuliskan deskripsi singkat Proses TI terkait>
Pencernaan Strategis TI dibutuhkan untuk
mengelola dan mengarahkan seluruh sumber daya TI agar sejalan dengan strategi bisnis dan prioritas.
<rerata tingkat kedewasaan
perusahaan secara umum untuk proses TI terkait>
Skor rerata industri
<rerata tingkat kedewasaan industri sejenis dengan perusahaan yg diaudit untuk Proses TI terkait>
Skor rerata berdasark an kapital
<rerata tingkat kedewasaan perusahaan
berkapital setingkat dengan perusahaan yang diaudit untuk Proses TI terkait>
Skor rerata berdasark an
geografis
<rerata tingkat kedewasaan perusahaan
berlokasi yang sama dengan perusahaan yang diaudit (Asia Tenggara, Asia, dsb) untukProses TI terkait
<Menguraikan dan menganalisis hasil penentuan tingkat kedewasaan pada Sub Bab 8.4.>
Tingkat Kedewasaan Proses
TI yang diukur
<rata-rata tingkat kedewasaan tiap
9.3 Audit Utk Perbaikan
Berkelanjutan
Di samping utk perbaikan proses, Audit SI/TI jg
diperlukan utk penyediaan rekomendasi
penduan praktek bagi manajemen senior dlm
peningkatan kualitas dan efektivitas dr inisiatif
penataan TI yg diimplementasikan.Biasanya
peningkatan kualitas tersebut dilakukan
melalui perbaikan berkelanjutan (
continuous
improvement
) yg dilakukan dlm kerangka kerja
yg audit SI/TI yg terarah.
Gambar 9.4 Pendekatan Audit Secara
Tradisional
Audit
Sedangkan pd Audit SI/TI yg memfokuskan pd perbaikan berkelanjutan dr indikator yg
tingkat resikonya tinggi, ekspektasi yg ditentukan lebih realistis karena didasarkan pd
pengukuran yg terarah seperti tampak pada gambar.