• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGENDALIAN PERSEDIAAN TERHADAP DISTRIBUSI BERAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PENGENDALIAN PERSEDIAAN TERHADAP DISTRIBUSI BERAS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENGENDALIAN PERSEDIAAN TERHADAP

DISTRIBUSI BERAS

Yun Yun

Manajemen, UNJANI Jl. Trsn Jenderal Sudirman PO BOX 148 Cimahi Email : [email protected]

Abstrak Pembangunan ketahanan pangan di Indonesia, menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang pada tingkat rumah tangga, daerah, serta nasional sepanjang waktu dan merata yang membutuhakan persediaan yang cukup besar. jumlah permintaan tidak dapat ditentukan secara pasti (probabilistik) maka akan timbul kemungkinan berupa kekurangan atau kelebihan persediaan. Selain dibutuhkan persediaan yang besar, distribusi beras juga menjadi sangat penting. Saluran distribusi merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai kepada pemakai.

PERUM BULOG memiliki tugas pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang manajemen logistik, pengadaan, pengelolaan persediaan, dan distribusi beras, serta pengendalian harga beras, koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BULOG, memfasilitasi dan membina kegiatan instansi pemerintah di bidang manajemen logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pengendalian persediaan terhadap kelancaran distribusi beras raskin pada PERUM BULOG DIVER JABAR. Dalam penelitian ini, menggunakan metode kuantitatif dengan sampel sumber data dipilih secara probability sampling dengan teknik propotionate stratified random sampling sedangkan alat analisis yang digunakan yaitu statistik regresi berganda. Hasil daripenlitian ini memperlihatkan adanya pengaruh yang signifikan antara pengendalian persediaan terhadap distribusi beras raskin di PERUM BULOG.

(2)

I.

PENDAHULUAN

Pembangunan ketahanan pangan Indonesia, yaitu menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang pada tingkat rumah tangga, daerah, nasional sepanjang waktu dan merata. Penyediaan pangan yang dapat diakses oleh setiap rumah tangga dengan harga yang terjangkau sangat penting bagi terciptanya ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Pengelolaan Pangan yang besar terutama beras sebagai bahan makanan pokok masyarakat Indonesia harus dikelola oleh perusahaan yang mampu menjalankan operasional yang efektif dan efisien.

Perusahaan harus bisa mengelola persediaan dengan baik agar dapat memiliki persediaan yang seoptimal mungkin demi kelancaran operasi perusahaan dalam jumlah, waktu, mutu yang tepat serta dengan biaya yang serendah rendahnya.

Pada pengelolaan persediaan beras dalam pengamanan harga dasar pembelian gabah, pendistribusian beras untuk masyarakat miskin yang rawan pangan, pemupukan stok nasional untuk berbagai keperluan publik untuk menghadapi keadaan darurat dan kepentingan publik lainya dalam upaya mengendalikan gejolak harga. Perlu penanganan yang baik agar konsumsi beras masyarakat miskin tidak terhambat. Selain itu perlu menjalankan perancangan penyimpanan beras yang baik karena pasokan beras bergantung musim panen beras guna menjaga ketahanan pangan nasional. (Bulog.com,2010).

Salah satu tugas PERUM BULOG yang utama adalah pendistribusian beras untuk warga miskin sebagai program beras raskin, yang memberikan kebutuhan pangan untuk warga yang terkategorikan miskin. Kriteria garis kemiskinan yang ditetapkan sebesar Rp. 200.262 per Kapita. Realisasi program raskin selama 2005-2009 berkisar antara 1,6-3,2 juta ton. Rp.1000/kg sampai dengan tahun 2007, dan di 2008 harga tebus (harga beli) dinaikan menjadi Rp.1600/kg (bulog.co.id,2010)

Kebutuhan beras sebagai makan pokok masyarakat terutama masyarakat miskin membuat menjadi kendala karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan beras yang beras dalam jumlah besar, persediaan beras di gudang Bulog harus menyimpan stok beras yang besar.

Besarnya kebutuhan beras oleh masyarakt memerlukan system pendistribusian yang besar karena meratanya jumlah orang membutuhkan beras sebagai makanan pokok. Menurut David (2000) bahwa saluran distribusi merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai kepada pemakai. Definisi ini masih bersifat sempit, dan

istilah barang sering diartikan sebagai suatu bentuk fisik.

Permasalahan yang sering terjadi di PERUM BULOG yaitu menentukan persediaan yang tepat dikarenakan musim panen yang terjadi dibulan-bulan tertentu, serta penanganan beras yang jika terlalu lama disimpan akan terjadi kerusakan pada beras tersebut hingga tidak layak untuk dikonsumsi. Selain itu pendistribusian ke masyarakat karena mayoritas penduduk Indonesia mengkonsumsi beras.

Tujuan dari penelitiana ini untuk mengetahui : 1. Bagaimana pengendalian persediaan, serta distribusi beras pada PERUM BULOG DIVRE Jawa Barat

Setiap perusahaan apakah itu perusahaan perdagangan atau pabrik serta perusahaan jasa selalu mengadakan persediaan, karena itu persediaan sangat penting, tanpa adanya persediaan para pengusaha yang mempunyai perusahaan– perusahaan tersebut akan dihadapkan pada resiko – resiko yang dihadapi, misalnya; pada sewaktu-waktu perusahaan tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan yang memerlukan atau meminta barang atau jasa yang dihasilkan. Hal tersebut dapat terjadi karena disetiap perusahaan tidak selamanya barang-barang atau jasa-jasa tersedia setiap saat, yang berarti pengusaha akan kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan yang seharusnya di dapatkan.

Persediaan menurut Assauri (2004: 169) adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan yang dimaksud untuk dijual dalam satu periode usaha yang normal atau persediaan barang baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi.

Sedangkan menurut Indrajit (2002) menya-takan bahwa persediaan diterjemahkan dari kata

inventory” yang merupakan jenis barang yang

disimpan di gudang yang mempunyai sifat per-gerakan yang agak berbeda satu sama lain.

Dapat disimpulkan dari kedua pengertian di atas bahwa persediaan barang dalam satu proses produksi dan disimpan di guddang yang mempunyai sifat pergerakan yang berbeda satu sama lain.

(3)

2.2 Pengendalian Persediaan

Pengendalian persediaan menurut Assauri (2004:176) adalah salah satau kegiatan dari urutan kegiatan-kegiatan yang bertautan erat satu sama lain dalam seluruh operasi produksi perusahaan tersebut sesuai dengan apa yang telah direncanakan lebih dahulu baik waktu, jumlah, kualitas maupun biayanya.

Sedangkan menurut Handoko (2000:333) pengendalian adalah fungsi manajerial yang sangat penting karena persediaan fisik banyak perusahaan melibatkan investasi rupiah terbesar dalam persediaan aktiva lancar.

Jadi pengendalian persediaan merupakan kegiatan yang saling berurutan satu dan yang lainnya sebagai fungsi manajerial perusahaan untuk menjaga persediaan fisik sesuai dengan jumlah, waktu, kualitas maupun biaya.

2.2.1 Tujuan Pengendalian Persediaan

Tujuan pengendalian persediaan secara terinci dapatlah dinyatakan sebagai usaha (Assauri, 2004) :

1. Menjaga jangan sampai perusahaan kehabisan persediaan sehingga dapat mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi.

2. Menjaga agar supaya pembentukan persediaan oleh perusahaan tidak terlalu besar atau berlebih-lebihan.

3. Menjaga agar pembelian secara kecil-kecilan dapat dihinari karena ini akan berakibat biaya pemesanan terlalu besar

Terdapat jenis-jenis persediaan menurut yang dapat dilakukan pengendalian fungsinya dalam sebuah perusahaan yang dikemukakan Handoko (2000) yaitu :

1. Batch stock / Lot Size Inventory Persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat itu.

2. Fluctuation Stock Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsu-men yang tidak dapat diramalkan.

3. Anticipation Stock Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsu-men yang dapat diramalkan.

2.2.2 Fungsi Pengendalian Persediaan

Fungsi pengendalian persediaan menurut Rangkuty (2004:15) yaitu :

1. Fungsi Decoupling adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa tergantung pada supplier.

2. Fungsi Economic Lot Sizing Perusahaan mela-kukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar karena mempertimbangkan penghematan-penghematan yang mungkin muncul.

3. Fungsi Antisipasi Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data-data masa lalu (permintaan musiman), maka perusahan dapat mengadakan persediaan musiman. Selain itu, perusahaan juga sering menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama periode tertentu, sehingga perusahaan memerlukan persediaan ekstra yang disebut dengan persediaan pengaman (safety stock).

4. Penanganan bahan adalah area yang meliputi keseluruhan aspek sesungguhnya. Dari semua aspek penggerak material mulai dari bahan baku, barang dalam proses, atau barang jadi dengan pabrik atau gudang. Melalaikan biaya dengan nilai yang ditambahkan setiap saat suatu item yang berpindah atau dilayani. Tujuan utama dari manajemen material untuk mengurangi pena-nganan yang dimungkinkan, termasuk jarak kirim bottlenecks, tingkat persediaan, mengu-rangi kesalahan, kesalahan penanganan dan kerusakan.

Analisis arus material yang berhati-hati dapat menjaga secara signifikan organisasi dengan jumlah uang yang banyak.

3.1 Distribusi

Kegiatan menggambarkan barang dari tempat asal atau gudang ketempat pemakai dikenal dengan istilah Distribusi, masalah penelitian distribusi merupakan salah satu cara yang dapat diterapkan perusahaan untuk menunjang kelancaran penjualan hasil produk.

Menurut Khotler (2008), Distribusi meng-andung pengertian yaitu kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan penga-wasan arus barang dan produk, final dari tempat asal ke tempat pemakai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan agar memperoleh keuntungan.

Menurut Stanton (2001 :101), Distribusi yaitu Pemilihan lokasi, persediaan dan penggudangan, pemesanan barang - barang pengendalian persediaan pemprosesan dan transportasi.

Adapun pokok – pokok kegiatan mengenai aktifitas daripada manajemen distribusi antara lain: Pemrosesan pemesanan (order processing), Pengen-dalian pesanan (inventory control), Penanganan barang (material handling), Pergudangan (ware-housing), Pengangkutan (transportation)”

3.1 Fungsi Distribusi

Fungsi pokok distribusi adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:

(4)

Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan ber-tambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar, sehingga membu-tuhkan alat transportasi (pengangkutan).

2. Penjualan (selling)

Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.

3. Pembelian (buying)

Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan barang dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.

4. Penyimpanan (storage)

Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barang-barang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan). Contoh, Anda bisa lihat mengapa orang tua kita ada yang membuat lumbung padi? 5. Pembakuan standar kualitas barang

Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Oleh karena itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan tersebut. Pemba-kuan (standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan.

6. Penanggung resiko

Sistem distribusi yang terencana dengan baik dan tepat dapat menimbulkan pertambahan volume penjualan, dan sistem seperti ini akan mengurangi safety stock, mempercepat proses pemesanan serta penyimpanan pesanan dan dengan demikian akan membawa dampak terhadap penjualan terutama kepuasan pelanggan. Penjualan merupakan salah satu fungsi pemasaran yang sangat penting dan menentukan bagi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan, yaitu memperoleh laba untuk menjaga kelangsungan hidup perusah-aan.

III. PEMBAHASAN

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk

mengetahui pengaruh dari pengendalian persedi-aan terhadap distribusi beras di Perum Bulog.. Berdasarkan tingkat eksplanasinya (level of explana-tion), penelitian ini dikelompokkan ke dalam penelitian deskriptif dan asosiatif.

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri (Sugiono, 2008), sedangkan penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dari penelitian asosiatif akan dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala atau fenomena. (Sugiyono, 2008 : 11).

Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan dari PERUM BULOG yang pada saat penelitian mengisi kuesioner yang diberikan oleh peneliti

.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif untuk mengetahui keadaan variabel mandiri. Sedangkan untuk statistik asosiatif menggunakan analisis regresi. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui kuatnya pengaruh antar variabel.

Dalam penelitian ini, analisis regresi linier digunakan untuk membuktikan sejauh mana pengaruh pengendalian persediaan terhadap kelancaran distribusi beras pada PERUM BULOG DIVRE Jawa Barat.

Secara formulatif persamaan regresi berganda dapat ditulis sebagai berikut:

Ŷ=a+bX

Y merupakan variabel dependen yaitu distribusi, sedangkan X adalah variabel independen

Dalam analisis regresi, analisis korelasi yang digunakan juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen selain mengukur kekuatan asosiasi (hubungan).

Sedangkan untuk mencari koefisien korelasi antara variabel X1 dan Y, menggunakan langkah-langkah perhitungan uji statistik dengan menggunakan analisis korelasi parsial di rumuskan sebagai berikut :

Sumber : Sugiono, 2008

3.1 Tujuan Pengendalian Persediaan pada PERUM BULOG DIVRE Jawa Barat Pada PERUM BULOG agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik maka diperlukan tujuan dari pengendalian persediaan. Tujuan pengendalian persediaan pada PERUM BULOG yaitu :

(5)

mengakibatkan terganggunya distribusi beras ke dibutuhkan dengan biaya-biaya yang minimum untuk keuntungan atau kepentingan masyarakat.

Tabel 1. Rata-rata Persediaan Beras BULOG Antara Tahun 2005-2009 (dalam Kg)

Sumber : BULOG (Diolah kembali 2011) Dari data di atas terlihat bahwa rata-rata persediaan awal beras lebih besar dibandingkan dengan rata-rata persediaan akhir beras di gudang BULOG dikarenakan pemasukan beras ke gudang BULOG lebih sedikit dibandingkan dengan pendistribusian beras dari gudang BULOG.

Makalah harus mengandung hasil-hasil simu-lasi atau pengukuran sebagai validasi metode. Dapat berupa tabel hasil, narasi yang didapat dari perhitungan suatu rumus maupun prosentase dari grafik perhitungan data.

3.2 Tanggapan Responden dalam Pengendali-an PersediaPengendali-an Beras

Mengukur Pengendalian beras raskin di Perum Bulog pada tulisan ini mengggunakan fungsi pengendalian persediaan yang memperlihatkan aktivitas pengendalian persediaan di Perum Bulog.

Tabel 2. Tanggapan Responden Atas Pengendalian Persediaan

Sumber : Kuesioner, diolah kembali 2011 Dari tabel di atas terlihat bahwa pengendalian persediaan di Perum Bulog sudah baik, meskipun dalam penanganan bahan mayoritas reponden memberikan pernyataan kurang baik atas pernyataan tersebut.

3.3 Tanggapan Responden Dalam Distribusi beras di Perum Bulog.

Untuk mengetahui bagaimana tanggapan karyawan terhadap pengendalian persediaan beras BULOG, maka penulis menyebarkan kuesioner yang berisi 8 pernyataan tentang pengendalian persediaan yang diberikan kepada 70 orang responden yang semuanya karyawan di bagian pelayanan publik dan bagian gudang. Berikut tanggapan para responden atas pernyataan :

Tabel 3. Tanggapan Responden Atas Distri-busi Beras

KETERANGAN RESPONDEN TOTAL

5 4 3 2 1

Saluran Distribusi 82,86 17,14 100

Ketersediaan

Sumber : Kuesioner, diolah kembali 2011 Dari tabel di atas, terlihat bahwa distribusi beras di perum Bulog sudah baik,karena sebagian responden memberikan pernyataan setuju dan Sangat setuju atas pernyataan yang diberikan mengenai Distribusi Beras. Artinya bahwa distri-busi beras sudah berjalan dengan baik di Perum Bulog meskipun perputaran persediaan di Perum Bulog masih harus di tingkatkan.

3.4

Hubungan Pengendalian Persediaan Beras Dengan Distribusi Beras Raskin pada PERUM BULOG DIVRE Jawa Bar

at.

Perhitungan korelasi parsial disajikan sebagai berikut :

𝑟𝑥1𝑦=

7079560 − 83880

70.76314 ,06− 276 ,25270.82944288 2

rx1y = 0,99

berdasarkan hasul perhitungandi atas, dapat disimpulkan bahwa antara Pengandalian persediaan dengan distribusi memiliki hubungan positif yang sangat kuat

.

3.5 Pengaruh Pengendalian Persediaan, Material handling terhadap Distribusi Beras Raskin pada PERUM BULOG DIVRE Jawa Barat.

(6)

Dapat disimpulkan bahwa antara Pengandalian persediaan dengan distribusi memiliki hubungan positif yang sangat kuat. Artinya setiap kenaikan satu pengendalian persediaan akan menambah 0,633 distribusi beras.

Karena pengendalian persediaan bernilai sig. 0,017<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya pengendalian persediaan beras berpengaruh signifikan terhadap Distribusi beras di PERUM BULOG

.

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa pada pengendalian persediaan di Perum Bulog Divre Jabar sudah baik meskipun untuk penanganan bahan masih harus ditingkatkan

Adanya pengaruh yang signifikan antara pengendalian persediaan terhadap distribusi beras raskin.

Dalam Pengendalian persediaan kapasitas yang besar dari gudang Bulog harus di maksimalkan untuk menjaga ketersediaan beras di digudang. Sedangkan untuk distribusi beras raskin perputaran pesanan dan komunikasi harus ditingkatkan.

REFERENSI

Assauri, Sofjan. Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Keempat, Surabaya: BPFE, 2004.

Davis, Mark M, Aquilano, Nicholas J and Chase, Richard B. Fundamental of Operation Management, 4thEdition, Hill IrVin : Mc. Graw, 2003.

Indrajit, Richardus Eko dan Richardus Djokopranoto.Manajemen Persediaan: Barang Umum dan Suku Cadang untuk Keperluan Pemeliharaan, Perbaikan dan Operasi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana, 2003

Handoko, T. Hani, 2000, Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi 1, BPFE, Yogyakarta

Sugiono, Bambang. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alpabeta, 2008

Stanton, William J. 2001. Prinsip Pemasaran. Erlangga. Jakarta

Rangkuti, Freddy. 2004. Manajemen Persediaan Aplikasi Bidang Bisnis. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Bulog.co.id

Biodata Penulis

Gambar

Tabel 2. Tanggapan Responden Atas Pengendalian  Persediaan

Referensi

Dokumen terkait

Pengendalian Intern Persediaan Barang(Y) juga dikatakan baik dengan nilai 3,81. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang terhadap Pengendalian Intern Persediaan

Pengendalian Intern Persediaan Barang(Y) juga dikatakan baik dengan nilai 3,81. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang terhadap Pengendalian Intern Persediaan

Menurut Sofjan Assauri (2004:169) adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan yang dimaksud untuk dijual dalam satu periode usaha yang normal atau

Pengendalian Intern Persediaan Barang(Y) juga dikatakan baik dengan nilai 3,81. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang terhadap Pengendalian Intern Persediaan

Sedangkan menurut Sofjan Assauri dalam bukunya Manajemen Produksi dan Operasi (2004:210) mengemukakan bahwa “ Pengendalian kualitas adalah kegiatan memastikan apakah

Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel sistem informasi akuntansi persediaan terhadap pengendalian

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh Pengendalian Persediaan Terhadap Penjualan Kemeja Red Cliff memiliki pengaruh yang signifikan secara Parsial terhadap penjualan kemeja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY TERHADAP LABA OPERASI PADA USAHA IKAN SALAI TONGKOL DI SEI JANG KECAMATAN BUKIT BESTARI KOTA