• Tidak ada hasil yang ditemukan

BENTUK DAN CONTOH KHOTBAH idul

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BENTUK DAN CONTOH KHOTBAH idul "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

CONTOH BENTUK-BENTUK KHOTBAH

CATATAN KULIAH

OLEH

0811178

MARCELLIUS JOHN.L WAROY

SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA BETHEL INDONESIA

JAKARTA

▸ Baca selengkapnya: tuliskan bentuk-bentuk pelayanan yesus dan berikan contoh

(2)

KHOTBAH EKSPOSITORI

TEMA : “Bagaimana Membedakan Roh.?”

NATS : 1Yohanes 4:1-6

TUJUAN :

1. Jemaat kritis pada tiap ajaran baru

2. Jemaat dimotivasi untuk semakin mengenal Allah

STRUKTUR :

1. Pendahuluan 2. Isi:

•Kita Harus Menguji setiap Roh

•Kita Harus mengenal baik Roh Allah 3. Penutup

PENDAHULUAN

Di negara demokrasi memungkinkan untuk muncul beberapa calon presiden. Para calon tersebut akan berlomba-lomba untuk merebut simpati rakyat dengan menawarkan berbagai program dan kebaikan. Bila ada calon yang dapat memenuhi dan melaksanakan keinginan dan kesenangan rakyat banyak, itulah yang akan menjadi pilihan. Dalam keadaan seperti demikian rakyat sering bingung dan tertipu akan janji-janji para calon. Rakyat harus memandang dengan jeli dan benar sehingga dapat membedakan mana calon yang bisa dipercaya atau tidak.

Sebagai orang Kristen kitapun mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Sekarang banyak orang mengajarkan kebenaran palsu yang tidak bersumber pada Alkitab. Dalam keadaan demikian yang paling penting adalah bahwa kita harus berusaha untuk terus membedakan apakah itu berasal dari Roh Allah atau roh yang menyesatkan. Jika itu yang menjadi titik tolaknya, maka kita perlu mengetahui bagaimana kita membedakan roh.

I S I

Bagaimana kita dapat membedakan setiap roh.?

Pertama, kita harus menguji setiap roh! (ayat 1). Dalam konteks bacaan kita, Yohanes menjumpai banyak guru-guru palsu yang mengajarkan kebenaran yang bukan dari kebenaran Firman Allah. Karena itu Yohanes perlu mengingatkan mereka agar jangan mudah menerima pengajaran-pengajaran yang berkembang saat itu. Nampaknya ajaran sesat ini sudah

▸ Baca selengkapnya: contoh bentuk pengayaan

(3)

banyak itu mengajarkan apa yang bukan dari kebenaran Allah. Mereka adalah guru-guru dan nabi-nabi palsu. Mereka mengajarkan dengan spirit dari dunia ini dan hanya untuk

menyenangkan telinga orang-orang dan akhirnya menyesatkan banyak orang. Mereka berusaha menarik banyak orang untuk meninggalkan Yesus. Yohanes mengecam mereka, ia berkata, "Barangsiapa tidak mengakui akan Yesus sebagai Allah, dia tidak memiliki Roh Allah". Saudara, Yohanes sangat menekankan kepada setiap jemaat untuk membedakan dan menguji setiap roh. Adapun Cara mengujinya adalah sebagai berikut: apakah yang diajarkan memiliki komitmen sebagai tubuh Kristus? (1Yo 2:19). Apakah mereka percaya kepada Yesus Kristus dan hidup saling mengasihi? (1Yo 3:23-24). Apakah mereka mengenal dan mendengarkan Allah dengan baik (1Yo 4:6). Melalui standar ini Yohanes mengajak jemaat untuk menguji setiap roh. Saudara, dalam dunia intelijen, untuk menangkap seorang penjahat kelas kakap, diperlukan ketelitian dan kehati-hatian, serta keakuratan. Ia harus memiliki data yang lengkap. Di mana kampungnya, pekerjaannya, tempat mangkalnya, ciri-ciri fisiknya, orang-orang di sekitarnya, keluarganya, dan lain sebagainya. Semuanya harus diteliti dengan cermat untuk menghindari salah tangkap atau salah eksekusi. Saudara, demikian juga dengan kita sebagai orang Kristen, kita harus jeli dan waspada dengan arus zaman yang lewat di depan kita. Pada masa inipun banyak antikris dalam rupa yang lain, ajaran palsu berbalut kekristenan, dan sebagainya. Karena itu telitilah dan ujilah setiap roh!

Bagaimana kita dapat membedakan roh.?

Kedua, Kita harus mengenal dengan baik Roh Allah itu sendiri. Yohanes berkata bahwa, barangsiapa mengenal Allah, ia mendengar firman dan berasal dari Allah. Barangsiapa tidak mendengar (dan mengenal) Allah, ia tidak mengenal dan mendengar Allah tetapi mendengar dunia ini. (ayat 6). Dengan mengenal Kristus kita mengenal Allah.

Dengan mencintai firman-Nya kita semakin mengenal Allah. Jika kita mengenal Allah dengan baik dan benar, maka kita tidak mudah tertipu dengan ajaran palsu dan menyesatkan. Waktu saya bertemu dengan anak kembar dosen saya, saya mengalami kesulitan untuk membedakan mana yang bernama Parmin dan mana yang bemama Parman (bukan nama sebenarnya). Puluhan kali saya berjumpa tetapi tetap tidak mampu membedakan dengan baik. Kemudian saya coba mengamati mereka. Saya coba bergaul dengan mereka. Lama-kelamaan saya tahu bahwa sesungguhnya mereka punya banyak perbedaan. Saudara, semakin bergaul dengan Allah dan firman-Nya kita akan semakin mengerti dengan baik. Pengenalan kita akan Allah akan sangat berarti terutama juga dalam membedakan manakah ajaran yang benar dan yang salah, manakah guru yang benar dan yang palsu.

PENUTUP

Saudara, akan ada semakin banyak ajaran palsu, semakin banyak guru-guru dan nabi-nabi palsu yang siap menyesatkan saudara dan saya. Jika saudara disesatkan, saudara akan sangat dirugikan. Karena itu, ujilah setiap roh dan kenalah Allah. Maka kita akan memiliki keyakinan seperti Yohanes, dalam menasehati menghadapi ajaran palsu ia tahu membedakannya sehingga ia berkata, "Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan." Tuhan Memberkati, Amin

(4)

KHOTBAH TEKSTUAL/ANALITIS

TEMA : Kebutuhan Manusia (berkaitan dengan diri sendiri)

NATS :Matius 6:11-13

TUJUAN :

1. Jemaat mengerti akan kebutuhan diri pada umumnya. 2. Jemaat bergantung pada Tuhan untuk tiap kebutuhannya.

STRUKTUR :

1. Pendahuluan 2. Isi:

• Kebutuhan 1

• Kebutuhan 2

• Kebutuhan 3 3. Penutup

PENDAHULUAN

Doa Bapa kami memuat dua kebutuhan besar manusia yakni; kebutuhannya yang berkaitan dengan Allahnya dan berikutnya adalah kebutuhan yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Lalu mengapa kita harus berdoa untuk semua kebutuhan kita? Bukankah Ia Maha Tahu? Kalau Ia Maha Tahu mengapa Ia tidak segera menolong? Untuk apa kita meminta kepada-Nya lagi? Semua jawaban itu adalah karena Tuhan sendiri yang menyuruh kita berdoa. Ada banyak hal dalam hidup ini yang Tuhan berikan walau kita tidak berdoa. Tapi ada banyak hal juga dalam hidup ini yang Tuhan mau berikan jika kita berdoa lebih dahulu. Mengenai soal kebutuhan untuk diri sendiri dalam Doa Bapa Kami ada tiga kebutuhan yang nampak di sini.

I S I

Kebutuhan pertama adalah kebutuhan soal makanan. Ayat 11 berkata, "Berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya" Kata berikanlah menunjukkan arti bahwa Tuhan adalah

(5)

caranya kita harus ingat bahwa Tuhan adalah sumbernya. Tuhan ajar supaya kita minta kepada Dia yang merupakan sumber segala kebutuhan kita. Ketahuilah bahwa Ia selalu peduli

terhadapmu, Ia peduli terhadap doa dan pergumulanmu. Seringkali pengakuan bahwa Allah adalah sumber segala berkat tidak nampak dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada banyak orang Kristen yang menjadi panik karena kehilangan pekerjaan. Ia merasa bahwa majikannya adalah sumber penghasilannya. Jika kita sadar bahwa Tuhanlah sumber, maka kita yakin jika kita

dikeluarkan dari pekerjaan yang satu maka Tuhan sanggup menggantikan dengan pekerjaan yang lain. Walau itu tidak mudah dimengerti namun mari kita ingat bahwa Tuhanlah sumber pekerjaan kita. Kita bisa panik karena kita kehilangan pelanggan. Jika Tuhan adalah sumber, maka kita harus yakin bahwa Tuhan bisa memberikan pelanggan yang lain. Jika kita diizinkan oleh Tuhan memasuki masa-masa sulit apapun bentuknya ingatlah Ia punya maksud. Ia pun sanggup

memenuhi kebutuhan kita pada waktu-Nya. Kata makanan dalam bahasa Yunaninya lebih tepat diterjemahkan roti. Roti digunakan untuk makanan penopang fisik maupun untuk makanan rohani (Firman Tuhan juga disebut roti). Artinya; roti melambangkan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia dalam hidup. Saudaraku, apapun kebutuhanmu, Tuhan adalah sumbernya bergantunglah dan berdoalah pada-Nya. Kata secukupnya, mengindikasikan biarlah Tuhan yang memenuhi kebutuhan kita sesuai kehendak Tuhan sendiri. Hal ini menolong kita untuk tidak serakah. Tuhan akan beri secara adil sesuai dengan porsi kita masing-masing. Misalnya, Anton memiliki tubuh setinggi 1.90 m dan berat 107 kg. Sedangkan Andi memiliki tubuh dengan tinggi 1.50 m dan berat 43 kg. Tentulah bahan pakaian yang digunakan untuk Andi lebih sedikit

dibandingkan yang untuk Anton. Jika Anton mengenakan bahan pakaian seukuran Andi maka tentulah sangat tidak cukup. Sebaliknya jika Andi mengenakan seluruh bahan pakaian Anton maka tentu sangat tidak indah dipandang karena seperti orang masuk dalam karung yang besar.

Mari kita mengucap syukur untuk apapun yang Tuhan sudah berikan untuk kita. Kita memang wajib bekerja keras, jangan malas, tapi jika hasilnyapun masih terlalu sedikit di banding orang lain tetaplah bersyukur.

Kebutuhan kedua, adalah kebutuhan untuk mengampuni dan diampuni. Ayat 12 menunjukkan bahwa sesungguhnya manusia memiliki kebutuhan untuk diampuni dan mengampuni sesamanya. Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa sesungguhnya tiap-tiap hari kita membutuhkan

(6)

Kebutuhan ketiga, adalah kebutuhan untuk lepas dari yang jahat. Ayat 13 berkata, "jangan membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat". Ini adalah kebutuhan akan penyertaan dan perlindungan Tuhan. Ungkapan ini menunjukkan: Pertama, kejahatan dan pencobaan itu selalu ada di sekitar kita. Kedua, kita sesungguhnya tidak

mempunyai kekuatan yang cukup untuk dapat menang atas pencobaan dan kejahatan. Kita sangat bergantung pada Kristus untuk dapat mengatasi pencobaan dan kejahatan tersebut. Saudara, mengapa Allah tidak menghilangkan pencobaan dan kejahatan di muka bumi ini? Alasannya adalah agar kita terus bergantung pada Tuhan. Tanpa Tuhan saudara terlindas dan ditindas oleh pencobaan dan kejahatan. Mari kita berdoa pada-Nya agar kita dikuatkan dalam menghadapi pencobaan dan kejahatan.

P E N U T U P

Melalui tiga permintaan ini Allah mau agar kita sadar bahwa Tuhan adalah sumber segala kebutuhan kita. Tuhan adalah sumber segala kebutuhan kita, baik itu soal makanan,

pengampunan, dan menang atas pencobaan dan kejahatan. Mari kita bergantung pada Allah. Mari kita refleksikan kasih Allah dalam menghadapi semua kebutuhan kita. Amin.

(7)

KHOTBAH TOPIKAL

TEMA/JUDUL : Memilah dan Memilih

NATS :Matius 22:37

STRUKTUR :

1. Pendahuluan 2. Isi:

3. Penutup

PENDAHULUAN

Dekade terakhir ini kita memasuki zaman yang disebut globalisasi, bahkan menuju era baru globalisasi, era perdagangan bebas. Era ini sudah menjadi bagian dari realitas kehidupan dewasa ini. Artinya, dunia ini, yang terdiri dari berbagai masyarakat bangsa, negara sudah kian menjadi dekat satu dengan lainnya. Sekat-sekat politik, ekonomi, ideologi dan perbedaan etnis kian mengendor. Mudahnya lalu lintas modal, barang, manusia, kebudayaan, teknologi serta informasi telah melahirkan dunia yang tanpa batas atau yang dikenal dengan The Boderless World. Hal ini disebabkan oleh kemajuan iptek yang menghasilkan perangkat komunikasi dan telekomunikasi yang canggih. Sebagai contoh, komputer, internet, sistem telekomunikasi yang canggih membawa manusia pada era baru informasi. Dengan memiliki akses ke jaringan global, orang bisa mendapatkan apapun informasi yang diinginkan. Dengan begitu informasi tentang kemajuan atau keadaan ekonomi, sosial, kebudayaan, politik ideologi serta keagamaan suatu bangsa akan cepat diketahui oleh seseorang dari suatu bangsa dan negara lain. Sedikit banyak hal demikian dapat saling mempengaruhi. Alfin Tofler dalam buku "The Third Wave" menyebut juga era globalisasi ini sebagai era informasi. Dalam era informasi global, orang harus pandai-pandai memilah dan memilih jika tidak ingin terjerembab di dalamnya.

I S I

Bangkitnya masyarakat informasi disebabkan oleh revolusi komunikasi seperti di atas.

(8)

membangun, tetapi ada juga yang negatif yaitu yang merusak dan menyesatkan. Bila tidak awas, informasi akan memenuhi kepala, sering mentalpun bisa putus karena overloaded.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi terasa sangat dibutuhkan, namun itu tidak berarti harus diterima semuanya. Yang dibutuhkan bukan semua informasi, tapi informasi yang

(9)

PENUTUP

Akhirnya, harus kita sadar, bahwa perlu untuk menyadari karena Tuhan dan demi nama-Nya, kita perlu mengikuti zaman ini dengan akal budi yang diperbarui. (Rom 12:1-3). Dengan demikian kualitas kita dapat berkembang secara inovatif tanpa mengabaikan moral dan

mentalitas kristiani. Kita harus tetap menjadi garam dan terang Kristus di tengah-tengah zaman yang krisis akan nilai-nilai moral dan iman tersebut. Selain itu, waktu dan tenaga kita dapat dihemat secara efektif dan efisien, kalau dalam perspektif iman Kristen kita tidak

(10)

KHOTBAH BIOGRAFI

JUDUL/TEMA : Barnabas; Sang Anak Penghiburan.

NATS :Kisah Para Rasul 4:36-37

STRUKTUR/SKEMA :

• Pendahuluan

• Isi:

1. Barnabas memiliki kemurahan hati (Kis 4:36-37).

2. Barnabas memiliki kebesaran hati (Kis 9:26-27; 15:37-39) 3. Barnabas terkenal kebaikannya (Kis 11:19, 24)

• Penutup dan penerapan

PENDAHULUAN

Suatu saat perjalanan saya terhambat karena banyak orang berkumpul di depan kampus. Orang-orang tersebut sedang antusias mendengarkan orasi yang disampaikan pada acara mimbar bebas di panggung di depan kampus. Saat itu adalah saat menjelang pemilu di mana kemungkinan besar akan melahirkan seorang pemimpin baru, presiden ke empat. Dengan terpaksa saya ikut mendengarkan orasi tersebut yang ternyata cukup menarik. Orator itu berkata, Saudara-saudara kita telah tiga kali memiliki presiden; Presiden pertama kita adalah penakluk perempuan. Presiden kedua kita adalah takut perempuan (golongan suami takut istri), Presiden ketiga kita seperti perempuan (dalam konotasi negatif), karena itu saudara-saudara marilah kita

mengharapkan agar presiden keempat adalah Perempuan beneran.

Saudara, fakta ini betul bahwa orang juga dikenal dari apa yang dilakukannya. Hari ini kita belajar seorang tokoh yang namanya kurang diperhitungkan, namun sesungguhnya ia adalah orang yang sangat berperan penting dalam sejarah kekristenan mula-mula. Ia adalah Barnabas, Sang Anak Penghiburan. Kata Barnabas memiliki arti anak nabi/nubuat dan salah satu pekerjaan nabi adalah untuk menegur dan juga menghibur. Itulah sebabnya mengapa orang menyebutnya anak penghiburan. Ia berasal dari golongan imam. Perannya begitu penting sehingga ia dipercaya bahkan dihormati oleh para Rasul. Begitu dihormatinya sehingga ia sendiri disebut rasul (Kis 13:43). Sebutan ini menjadi sangat terhormat justru karena ia sendiri bukanlah rasul, tetapi ia melakukan perbuatan-perbuatan yang setara dengan para rasul. Itu sebabnya (sekali lagi) para rasul menyebutnya, Barnabas; The Son of Encouragement (anak penghiburan). Saudara memang hidup Barnabas bukanlah tanpa cela. Ia pernah berlaku munafik (Gal 2:1, 9, 13). Namun

(11)

I S I

Pertama, Barnabas memiliki kemurahan hati yang luar biasa (Kis 4:36-37). Kondisi jemaat di Yerusalem saat itu sangat sulit, namun mereka memiliki persekutuan yang sedemikian kuat. Mereka saling menolong, saling memperhatikan, saling berkorban termasuk harta. Barnabas bukanlah orang yang tidak memiliki harta. Ia masuk dalam golongan orang yang memiliki harta cukup banyak. Namun harta yang dimilikinya digunakan untuk kemuliaan Tuhan, ia membawa harta yang lumayan banyak dan meletakkannya di depan para Rasul. Ia tidak itungan dalam memberi. Ia pun tidak memberi untuk mencari nama baik bagi diri sendiri, Ia rela memberi untuk keperluan persekutuan, Ia rela memberi untuk juga menolong orang yang membutuhkannya. Ia memiliki kemurahan hati yang luar biasa. Mengapa ia demikian? Jawabnya karena Tuhan sudah ada dalam hidupnya dan karenanya ia menggunakan semua miliknya untuk kemuliaan Tuhan. Saudara, dalam banyak pengalaman, orang Kristen memberi cukup besar untuk mencari hormat bagi diri sendiri. Di sisi lain orang Kristen begitu pelit dan sangat berhitung (arti negatif) untuk menolong orang lain dan mendukung pekerjaan Tuhan. Mari kita belajar dari Barnabas yang memiliki kemurahan hati yang luar biasa. Harapkanlah dalam hidupmu bahwa melalui semua keberadaan dan milikmu, orang lain mengenal cinta Yesus dan memuliakan Bapa di surga. Dunia ini membutuhkan orang yang murah hatinya karena cintanya pada Yesus. Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang murah hatinya.." (Mat 5:7)

Kedua, Barnabas memiliki kebesaran hati. (Kis 9:26-27; 15:37-39). Barclay mengatakan, Barnabas is really christian man. Mengapa? Sebab ia memiliki kebesaran dan keluasan hati. Apa yang diperbuatnya? Saat itu orang Yahudi menganggap suku bangsa lain adalah warga kelas dua, namun ia menerima orang non Yahudi karena imannya kepada Yesus. Kemudian, di saat para rasul begitu ragu-ragu dan takut untuk menerima Paulus, ia menerima Paulus dan meyakinkan para rasul sehingga akhirnya Paulus diterima. Pada kesempatan lain di saat Markus melakukan kesalahan,

Paulus langsung tidak ingin mengajak Markus. Barnabas adalah orang yang suka membina orang, ia memberi kesempatan pada Markus. Markus bertobat dan hidup semakin baik. Akhirnya apa yang dilakukan Barnabas tidaklah sia-sia, Paulus mengatakan, "Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya penting bagiku".

Saudara, tanpa ada orang seperti Barnabas, mungkin Markus tidak akan berubah semakin baik. Prinsip Barnabas; Pertama, Ia tidak pernah menyerang orang dengan masa lalunya, sama seperti Kristus yang tidak mengingat-ingat dosa kita. Kedua, ia sungguh-sungguh dalam mempercayai orang lain. Ia selalu memberi kesempatan orang lain berubah. Yang lemah ia kuatkan, yang patah semangat ia beri dorongan. Hal tersebut membuat orang harus menghargai kepercayaan itu. Saudara, berapa banyak orang yang terhambat imannya di dalam Kristus karena kita tidak memiliki kebesaran dan keluasan hati. Mari kita belajar dari Barnabas. Mari kita belajar besar hati. Siapa tahu di balik kebesaran dan keluasan hati kita, kita mengoles sebuah mutiara yang gilang gemilang dari kotoran yang pekat.

(12)

sebuah orasi. "Mengapa bangsa kita semakin gila? Jawabnya karena selama ini kita dipimpin oleh orang-orang gila. Pemimpin pertama, gila perempuan. Tidak bisa lihat wanita cantik nganggur, semua ingin dimilikinya. Pemimpin kedua, gila harta. Semua bidang usaha di negeri ini ingin dikuasainya.

Semua tanah dan harta di negeri ini ingin dimilikinya. Pemimpin ketiga, ternyata… gila

beneran." Saudara, ingatlah bahwa orang juga dikenal dari apa yang dikerjakannya. Iman Kristen tidak pernah berhenti pada doktrin yang baik. Yesus mengatakan bahwa iman harus nyata dalam perbuatan sehari-hari sehingga kita tidak menjadi munafik (Mat 5:20). Alkitab berkata, "Iman tanpa perbuatan adalah mati".

Saudara, apakah ada orang yang diberkati oleh Tuhan karena saudara punya kebaikan hati kristiani. Yesus pernah berkata, "… ketika Aku lapar engkau tidak memberi Aku makanan, ketika Aku seorang asing engkau tidak memberi Aku tumpangan, ketika Aku dalam penjara engkau tidak melawat Aku…".

PENUTUP

Saudara, jika kita cinta kepada Kristus maka kitapun rindu untuk melakukan firman-Nya dalam hidup kita sehari-hari. Ingatlah dunia butuh segala perbuatan baikmu. Mari kita mengharapkan orang lain mengenal cinta Yesus lewat kesaksian hidup kita. Alkitab berkata, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang

dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup didalamnya (Efe 2:10, bisa dibaca saja, sambil menghafal, atau dinyanyikan).

SEMOGA MENJADI BERKAT. TIDAK SEMPURNA TAPI AKAN DISEMPURNAKAN OLEH MEREKA YANG MELUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBACA.

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra – SKPD). Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan

PROGRAM STUDI KEAHLIAN: KEUANGAN KOMPETENSI KEAHLIAN: AKUNTANSI.. JUDUL BUKU:

Ini merupakan sifat ke dua ‘Ibaadurrahman, yaitu bila orang-orang jahil mengucapkan ucapan yang buruk, mereka tidak membalas dengan ucapan yang sama tetapi mema'afkan,

This study aims to find translation procedures from source language (English) to target language (Indonesian) used in translating the Eclipse novel which have

[r]

diterima, dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered

Memperhatikan ketentuan-ketentuan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana diubah terakhir dengan

pada ayat 20 surat Thaha lebih baik diartikan dengan sedih, bukan hanya karena makna marah telah dicakup dalam kata , sehingga sikap Nabi Musa as. tidak hanya sekedar marah,