• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Konsumen Terhadap Produk Kosmet (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Persepsi Konsumen Terhadap Produk Kosmet (1)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

A. Latar Belakang

Tingkat persaingan dalam dunia perindustrian saat ini, semakin marak dengan munculnya banyak perusahaan baru yang bergerak dalam bidang industri sejenis. Masing-masing perusahaan bersaing menghasilkan beragam jenis produk dengan kualitas dan keunikan tersendiri yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif untuk merebut pangsa pasar. Adapun fenomena yang terjadi kini, setiap perusahaan menghasilkan kualitas produk dimana tidak lagi menjadi suatu aset yang dapat dibanggakan.

Hal ini disebabkan, karena kualitas produk dapat dengan mudah ditiru para pesaingnya. Oleh karena itu, diperlukannya suatu aset lain yang dapat diandalkan untuk membedakan suatu produk perusahaan dengan produk pesaingnya. Dalam hal ini, mereklah yang menjadi salah satu elemen penentu dimana secara langsung berhubungan dengan persepsi konsumen.

Memilih nama merek untuk sebuah produk membutuhkan waktu dan pemikiran yang panjang. Dalam sebuah merek terkandung berbagai muatan yang memberikan arti dan makna terhadap produk, yang selanjutnya akan mempengaruhi persepsi konsumen secara luas. Merek mengandung suatu indikator value yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan. Dalam era yang sudah over produk dan komunikasi saat ini, manajemen merek menjadi suatu issue yang sangat penting untuk diperhatikan.

Manajemen merek pada dasarnya harus dapat mengusahakan keseimbangan antar pasar eksternal dan kemampuan internal perusahaan, antara input perusahaan ke dalam produk dan pengaruh terhadap persepsi konsumen. Salah satu bagian manajemen merek strategis yang membutuhkan perhatian perusahaan, bagaimana pengelolaan ekuitas merek dapat dilakukan secara terus menerus.

(2)

Pembangunan ekuitas merek bergantung pada tiga faktor utama yaitu : pilihan awal untuk elemen atau identitas merek yang membentuk merek, cara merek diintegrasikan ke dalam dukungan program pemasaran dan asosiasi yang dipindahkan secara tidak langsung ke merek dengan menghubungkan merek dengan entitas lainnya (misalnya perusahaan, negara asal, saluran distribusi atau merek lainnya). Selain itu konsep ekuitas merek harus dilengkapi dengan konsep ekuitas pelanggan yang merefleksikan jumlah dari nilai-nilai seumur hidup dari seluruh pelanggan untuk sebuah merek (Kotler dan Keller, 2009).

Jadi, dengan ingatan konsumen yang kuat terhadap suatu nama merek, akan sangat mendukung terciptanya suatu image terhadap merek produk tersebut. Namun untuk membentuk image yang kuat ini, tidaklah mudah dan cepat dibandingkan meningkatkan ingatan konsumen terhadap keberadaan suatu merek. Dengan pengalaman konsumen yang puas dalam pemakaian merek produk dan disertai kesetiaan dalam pemakaian ulang, Image yang identik terhadap suatu produk baru dapat terbentuk dengan kuat. Dengan ekuitas merek yang kuat, tujuan perusahaan untuk merebut dan menaklukkan pangsa pasar yang luas akan lebih mudah tercapai.

B. Laporan Kegiatan Riset

a. Pelaksanaan Penelitian ini dimulai dari tanggal 1 Desember 2014 – 13 Desember 2014

b. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini, populasi penelitian kami adalah pada wanita pengguna produk kosmetik bedak dengan rentang usia 16 sampai dengan 50 tahun. Serta dari berbagai pekerjaan mulai dari pelajar, mahasiswa, pns, karyawan, wiraswasta. Fokus dari penelitian ini yaitu seluruh orang yang memakai kosmetik bedak.

Dengan menggunakan metode purposive sampling maka identitas mengenai status pekerjaan dan pendapatan dibuat secara bebas dan tak terikat untuk memungkinkan munculnya responden acak dilapangan. Selain itu, melihat demografi responden yang beraneka ragam

c. Lokasi Penelitian

(3)

responden di kampus UIN MALIKI Malang, di Singosari Malang, Kepanjen Malang serta di Kota Kediri.

d. Metode pengumpulan data

Pada metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan wawancara kuesioner. Kuesioner atau daftar pertanyaan merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyusun pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya tertutup dan terbuka dengan jawaban yang telah disediakan, dan harus diisi oleh responden dengan cara memilih salah satu alternatif jawaban yang tersedia beserta alasannya.

Secara story kami melakukan riset mulai tanggal 1 Desember 2014, dengan responden wanita berumur 16-50 tahun pengguna produk kosmetik bedak. Kami mengedit kembali angket yang telah diberikan sesuai dengan jenis produk yang ingin kami teliti. Kami mengambil sampel beberapa brand produk terkenal seperti Wardah, Pixy, Maybelline, Sariayu, Viva, Revlon, dan lain-lain. Sebelum angket disebar kami terlebih dahulu meminta persetujuan dari dosen kami pada tanggal 12 Desember 2014. Ada bebeapa hal yang harus kami perbaiki agar kuesioner yang kami buat terlihat sempurna dan mudah dipahami.

Kamipun mulai mengedit kembali beberapa kekurangan, hingga selesai. Setelah angket selesai kami edit, kami meminta tanda tangan dan stempel dari dosen kami pada hari jumat tanggal 13 Desember 2014, kami mulai memperbanyak kuesioner tersebut hinggakemudian angket mulai kami sebar. Jumlah responden kami sebanyak 100 orang, kamipun membagi tugas menjadi tiga bagian, 2 orang dari kami menyebarkan 30 angket dan 1 orang dari kami menyebarkan 40 angket. Kami menyebarkan angket di kampus, di rumah, dan dimanapun kami bisa menemukan dan memungkinkan mendapatkan responden.

(4)

pada jawaban nomor satu seperti merek Skiva, Venus, dan merek-merek perawatan dari klinik kecantikan (perawatan dokter).

C. Paparan Hasil Riset Maybelline, Viva, Sari Ayu, dan Revlon telah memunculkan beberapa fakta baru di dunia kosmetik. Yakni sebanyak 38% responden mengatakan bahwa produk bedak yang paling diingat adalah wardah, sehingga wardah menempati posisi pertama sebagai produk yang paling diingat oleh konsumen.

(5)

Status Penggunaan

Status Penggunaan

Ya Tidak

Dari 100 responden yang telah berpartisipasi mengisi kuisioner yang kami berikan, diketahui bahwa 72% adalah pengguna produk-produk yang mereka sebutkan sebagai produk yang paling diingat. Namun tidak sedikit juga yang hanya mengingat produk tersebut namun tidak menggunakan produk tersebut di kehidupan sehari-hari. Terbukti bahwa sebanyak 28% responden hanya mengingat produk yang disebutkan namun tidak menggunakanya.

Media Informasi Merk

Iklan di Radio Iklan di Surat Kabar Iklan Televisi Keluarga Internet Leaflet/Brosur Teman Lainya

(6)

ditempati oleh media keluarga. Lalu sisanya berada di media lain yang disebutkan di

(7)

Untuk Mengukur Atribut dari Produk bedak, kami mengukurnya dengan 4 atribut. Yakni dengan kualitas Produk, Hrga Produk, Kualitas Layanan Produk dan kemudahanya.

Dari atribut pertama, yakni kualitas layanan, telah diketahui bahwa sari ayu mendapatkan nilai paling tinggi dari pada produk lainya, yakni 236 total dari 5 pengukur kualitas produk. Dan yang kedua adalah wardah dengan nilai 226, lalu Revlon dengan nilai 225, dan setelahnya ada viva dengan nilai 222, lalu pixy dengan nilai 221 dan yang terakhir Maybelline dengan nilai 220.

Harga Produk

Wardah Pixy Maybelline Viva Sari Ayu Revlon 0

2 4 6 8 10 12 14 16

Hrg Paling Murah Harga Standard

Harga sesuai Nilai Produk Harga Lebih Mahal

Pada poin harga paling murah, wardah hanya memperoleh 4 suara sedangkan yang lainya tidak memperoleh suara. Berbeda dengan viva, pada poin ini produk viva mendapatkan suara paling tinggi yakni 15suara. Dengan begitu kami menyimpulkan bahwa dari ketuju produk yang disebutkan, viva adalah produk yang dianggap paling murah diantara produk lainya.

(8)

juga mendapatkan suara sebanyak 4 suara namun tidak menguatkan bahwa harga produk sari ayu standard.

Yang ketiga, adalah harga sesuai nilai produk. Pada poin ini Maybelline dan sari ayu mendapatkan nilai paling besar. Yakni Maybelline dengan 13 suara dan sari ayu 8 suara. Dan dari sini dapat disimpulkan bahwa harga dan kualitas dr poduk Maybelline dan sari ayu sesuai.

Yang terakhir, adalah poin haraga lebih mahal dari harga pasar. Tidak dipungkiri bahwa sejak dulu Revlon merupakan produk kecantikan dengan bugjed yang mahal untuk dibeli. Bahkan sampai sekarangpun Revlon masih dianggap menjadi produk yang mempunayi harga paling mahal. Suara yang diperoleh reflon adalah 15suara.

 Kualitas Layanan Produk

wardah pixy maybelline viva sari ayu Revlon 0

5 10 15 20 25 30

Gerai Kecantikan Spa Beauty Call Center

(9)

Kemudahan untuk membeli

Kemudahan Untuk Membeli

Wardah Pixy Maybellin Viva Sari Ayu Revlon

Karena viva merupakan produk yang cukup lama berada didunia pasar kosmetik Indonesia, dengan harga yang murah pula produk viva lebih mudah ditemukan dimana-mana dibanding produk lainya. Dengan perolehan 40% suara oleh viva, lalu sari ayu dengan 35% suara, dan yang ketiga pixy dengan 10% suara. Wardah, Maybelline dan Revlon lebih cenderung susah ditemui jika tidak di supermarket minimal menjadikan produk ini sedikit susah dicari dari pada produk viva,pixy dan sari ayu.

D. Pembahasan

Menurut data diatas yang ditinjau dari poin produk yang paling diingat, menyatakan bahwa wardah mendapatkan peringkat paling tinggi “Yakni sebanyak 38% responden mengatakan bahwa produk bedak yang paling diingat adalah wardah, sehingga wardah menempati posisi pertama sebagai produk yang paling diingat oleh konsumen” dan dari 100 responden yang telah berpartisipasi mengisi kuisioner yang telah berikan, diketahui bahwa 72% adalah pengguna produk-produk yang mereka sebutkan sebagai produk yang paling diingat.

(10)

memperolehnya, para responden lebih sering berbelanja produk bedak di toko kosmetik, yakni dengan suara sebanyak 31% yang diperoleh.

Mengukur Atribut dari Produk bedak, kami mengukurnya dengan 4 atribut. Yakni dengan kualitas Produk, Harga Produk, Kualitas Layanan Produk dan kemudahanya. Dari atribut pertama, yakni kualitas layanan, telah diketahui bahwa sari ayu mendapatkan nilai paling tinggi dari pada produk lainya, yakni 236 total dari 5 pengukur kualitas produk. Dan yang kedua adalah wardah dengan nilai 226, lalu Revlon dengan nilai 225, dan setelahnya ada viva dengan nilai 222, lalu pixy dengan nilai 221 dan yang terakhir Maybelline dengan nilai 220.

Pada poin harga produk, pada poin harga paling murah ini produk viva mendapatkan suara paling tinggi yakni 15suara dan wardah hanya mendapatkan 4 suara, lalu poin harga standard, pixy memperoleh suara paling tinggi dibandingkan produk lainya yakni dengan 13 suara, lalu wardah dengan 9 suara, kemudian harga sesuai nilai produk. Pada poin ini Maybelline dan sari ayu mendapatkan nilai paling besar. Yakni Maybelline dengan 13 suara dan sari ayu 8 suara. Dan yang terakhir poin haraga lebih mahal dari harga pasar. Tidak dipungkiri bahwa sejak dulu Revlon merupakan produk kecantikan dengan bugjed yang mahal untuk dibeli. Bahkan sampai sekarangpun Revlon masih dianggap menjadi produk yang mempunayi harga paling mahal. Suara yang diperoleh reflon adalah 15suara.

Selanjutnya Dari ketiga indikator penilai kualitas layanan produk, mulai dari gerai kecantikan, spa beauty dan call center. Produk Revlon kuat pada gerai kecantikan, yakni dengan 19 suara yang didapatkan, lalu spa beauty dengan suara tertinggi ditempati oleh produk sari ayu dengan 26 suara, dan yang terakhir call center di tempati oleh wardah dengan 19 suara.

(11)

E. Penutup

 Kesimpulan

Ingatan konsumen akan suatu merek dapat dikaitkan dengan teori Terence A. Shimp tentang kesadaran merek. Kesadaran merek adalah kemampuan sebuah merek untuk muncul dalam benak konsumen ketika mereka sedang memikirkan kategori produk tertentu dan seberapa mudahnya nama tersebut dimunculkan. Kesadaran merek adalah dimensi dasar dalam ekuitas merek. Berdasarkan cara pandang konsumen, sebuah merek tidak memiliki ekuitas hingga konsumen menyadari keberadaan merek tersebut. Mencapai kesadaran akan merek adalah tantangan utama bagi merek baru. Mempertahankan tingkat kesadaran merek yang tinggi adalah tugas yang harus dihadapi oleh semua merek.

Kenal akan merek (brand recognition) mencerminkan tingkat kesadaran yang cenderung dangkal, sedangkan kemampuan untuk mengingat merek (brand recall) mencerminkan kesadaran yang lebih dalam. Konsumen dapat mengidentifikasi sebuah merek jika mereka mereka diberi daftar merek-merek atau diberi sedikit petunjuk tentang merek tertentu. Melalui usaha komunikasi pemasaran yang efektif dan konsisten, beberapa merek menjadi sangat terkenal sehingga dapat diingat oleh setiap orang dengan tingkat kecerdasan standar.

Citra merek (brand image) dapat dianggap sebagai jenis asosiasi yang muncul di benak konsumen ketika mengingat sebuah merek tertentu. Asosiasi tersebut secara sederhana dapat muncul dalam bentuk pemikiran atau citra tertentu yang dikaitkan kepada suatu merek, sama halnya ketika kita berpikir mengenai orang lain.

(12)

1. Fokus pada feature dan benefit dari produk/jasa

2. Kategori produk dan persaingan didefinisikan secara sempit yaitu hanya pada perusahaan sejenis

3. Konsumen dianggap sebagai pembuat keputusan yang rasional

4. Metode dan alat yang digunakan bersifat analitikal, kuantitatif, dan verbal.

Terdapat lima pendekatan dalam experiental marketing, kelima pendekatan tersebut adalah sense, feel, think, act, dan relate

Sense Marketing

Sense marketing merupakan tipe experience yang muncul untuk menciptakan pengalaman panca indra, telinga, kulit lidah, dan hidung. Sense marketing merupakan salah satu untuk menyentuh emosi konsumen melalui pengalaman yang dapat diperoleh konsumen lewat panca indra (mata, telinga, lidah, kulit, dan hidung) yang mereka miliki melalui produk dan service. Pada dasarnya sense marketing yang diciptakan oleh produsen dapat berpengaruh positif maupun negatif terhadap kepuasaan. Mungkin saja suatu produk dan jasa yang ditawarkan oleh produsen tidak sesuai dengan selera konsumen atau mungkin juga konsumen menjadi sangat puas, dan akhirnya harga yang ditawarkan oleh produsen tidak menjadi masalah bagi konsumen.

Feel Marketing

Feel Marketing ditunjukan terhadap perasaan dan emosi konsumen dengan tujuan mempengaruhi pengalaman yang dimulai dari suasana hati yang lembut sampai dengan emosi yang kuat terhadap kesenangan dan kebanggaan. Feel adalah suatu perhatian-perhatian kecil yang ditunjukkan kepada konsumen dengan tujuan untuk menyentuh emosi pelanggan secara luar biasa (Kertajaya, 2004).

Affective experience adalah tingkat pengalaman yang merupakan perasaan yang bervariasi dalam intensitas, mulai dari perasaan yang positif atau pernyataan mood yang negatif sampai emosi yang kuat. Jika pemasar bermaksud untuk menggunakan affective experience sebagai bagian dari strategi pemasaran,

Think Marketing

(13)

membawa komoditi menjadi pengalaman (experience) dengan melakukan customization secara terus-menerus (Kertajaya, 2004). Tujuan dari think marketing adalah untuk mempengaruhi pelanggan agar terlibat dalam pemikiran yang kreatif dan dapat menciptakan kesadaran melalui proses berfikir yang berdampak pada evaluasi ulang terhadap perusahaan, produk dan jasanya.

Act Marketing

Act marketing merupakan tipe experience yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku, gaya hidup dan interaksi dengan konsumen. Act Marketing adalah salah satu cara untuk membentuk persepsi pelanggan terhadap produk dan jasa yang bersangkutan (Kertajaya, 2004).Act marketing didesain untuk menciptakan pengalaman konsumen dalam hubungannya dengan physical body, lifestyle , dan interaksi dengan orang lain. Act marketing ini memberikan pengaruh positif terhadap kepuasaan konsumen. Ketika act marketing mampu mempengaruhi perilaku dan gaya hidup pelanggan maka akan berdampak positif terhadap kepuasan konsumen karena pelanggan merasa bahwa produk atau jasa tersebut sudah sesuai dengan gaya hidupnya. Sebaliknya apabila konsumen tidak merasa bahwa produk atau jasa tersebut sesuai dengan gaya hidupnya maka akan berdampak negatif tehadap kepuasan konsumen. Tindakan yang berhubungan dengan keseluruhan individu (pikiran dan tubuh) untuk meningkatkan hidup dan gaya hidupnya. Pesan-pesan yang memotivasi, menginspirasi dan bersifat spontan dapat menyebabkan pelanggan untuk berbuat hal-hal dengan cara yang berbeda, mencoba dengan cara yang baru merubah hidup mereka lebih baik.

Relate Marketing

(14)
(15)

Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan hidayah, bantuan, kemudahan, dan

Tetapi jika kita menghadapi kasus dimana variable respon adalah data kualitatif (nominal, ordinal, kategorik), misalnya Y mempunyai dua nilai, kita anggap 0 dan 1

Adanya formularium rumah sakit, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan juga efektivitas pengelolaan persediaan obat mulai dari perencanaan, pengadaan, dan distribusi

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran

Melalui proses belajar inilah terbentuk kebiasaan dala lingkungan dan ada pula kebiasaan yang tidak dapat dite hidupannya, harus menyesuaikan tingkah laku yang

1) Peserta didik mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan gerak servis, passing bawah dan passing atas berpasangan dan saling berhadapan sambil bergerak mencari

Dari hasil pengamatan dan evaluasi yang dilaksanakan diketahui bahwa dari keempat aspek yang dinilai selama pembelajaran siklus I yaitu interaksi sosial siswa

Judul : Paket Program Pembelajaran Mandiri (Self Regulated Learning) Berorientasi pada Virtual Reality untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Energi secara Utuh bagi mahasiswa