BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan, kini
semakin populer dan bahkan aktivitas CSR ditempatkan di posisi teratas sehingga
penerapannya telah merambah ke semua sektor bisnis, seperti halnya sektor industri
perusahaan pulp atau pengolahan bubur kertas juga dituntut berperan aktif dan menjadi
keharusan dalam aktivitas CSR.
CSR adalah istilah umum untuk perusahaan bahwa seharusnya perusahaan memiliki
kontribusi baik langsung maupun tidak langsung terhadap masyarakat dengan menunjukkan
tingkah laku yang bertanggung jawab sosial atau menunjukkan dengan tindakan dalam
memajukan kesejahteraan. CSR merupakan salah satu upaya perusahaan untuk membina
hubungan baik dengan stakeholder.
PT TOBA PULP LESTARI Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
industri pabrik bubur kertas. Untuk menjalankan proses produksinya perusahaan
membutuhkan bahan baku berupa kayu. Untuk itu perusahaan mengeksploitasi hutan-hutan
yang ada di daerah sekitar tapanuli. Namun pengambilan kayu-kayu tersebut berakibat
konflik terhadap masyarakat sekitar. Masyarakat menuntut bahwa perusahaan tersebut telah
merusak lingkungan dengan penebangan pohon dan membuang limbah sembarangan.
Tekanan masyarakat yang terus menerus membuat PT TOBA PULP LESTARI Tbk sempat
meningkatkan manajemen terhadap tanggung jawab perusahaan di lingkungan eksternal
maupun internal perusahaan.
Kecamatan Porsea yang terletak di kabupaten Tobasa merupakan daerah yang paling
dekat dengan lokasi PT TOBA PULP LESTARI Tbk. Penduduk kecamatan Porsea pada
umumnya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan. Mengingat penghasilan
didominasi pertanian maka sangat berlawanan dengan pengoperasian perusahaan tersebut.
Kondisi pendidikan masyarakat yang dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja masih sangat
memprihatinkan bagi masyarakat yang tinggal disekitar lokasi perusahaan. Penduduk lokal
yang menjadi tenaga kerja langsung di perusahan tersebut masih bekerja pada level paling
rendah yaitu tingkat operator.
Tanggung jawab sosial perusahaan PT TOBA PULP LESTARI Tbk bagi masyarakat
sekitar dalam bentuk kemitraan, pengembangan komunitas, dan pelayanan publik memiliki
makna ekonomi berupa besarnya dana yang mengalir secara langsung atau tidak langsung
dari perusahaan sebagai efek multiplier dari perputaran roda ekonomi masyarakat sekitar itu
sendiri. Terbukanya berbagai jenis lapangan kerja baru, berbagai bentuk program mitra kerja
perusahaan, dan juga berkembangnya sektor informal adalah sebagai bukti bertumbuhnya
perekonomian masyarakat sekitar. Pembangunan sarana fisik bagi lingkungan masyarakat
secara tidak langsung juga telah memberi pengaruh peningkatan kualitas sumber daya
manusia dan potensi ekonomi masyarakat.
PT TOBA PULP LESTARI Tbk saat ini telah memberi makna implementasi
tanggung jawab sosial perusahaan sebagai suatu bentuk tanggung jawab perusahaan untuk
mempertemukan berbagai kepentingan yang terkait dengan aktivitas perusahaan. Tidak saja
bagi kepentingan internal, tetapi juga kepentingan eksternal. Mengingat apakah peranan CSR
perusahaan dan juga masyarakat diluar lingkungan perusahaan maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR)
terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT TOBA PULP LESTARI Tbk”.
Karyawan merupakan salah satu stakeholder yang penting dalam perusahaan, tidak
hanya disebabkan mereka menentukan kualitas produk atau atau layanan yang diterima oleh
pelanggan. Akan tetapi juga karena mereka berhubungan secara langsung dengan pekerjaan
sehingga kegiatan operasional dapat berjalan dengan lancar sehingga menghasilkan dampak
yang positif bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri. Tidak terkecuali bagi perusahaan
yang bergerak di bidang pegolahan pulp yaitu merupakan bahan baku yang diolah menjadi
kertas.
Terdapat beberapa bukti bahwa CSR sangat penting untuk meningkatkan persepsi
karyawan terhadap perusahaan. Seperti yang terjadi sebelumnya, bahwa pemberian program
CSR hanya diberikan kepada karyawan tetap saja, tidak semua dapat menikmati
fasilitas-fasilitas yang telah diberikan perusahaan seperti rumah, tetapi sekarang perusahaan telah
memberikan progtam tersebut kepada setiap karyawan baik tenaga kontrak maupun pegawai
tidak tetap. Hal ini mungkin akan berpengaruh besar terhadap kepuasan kerja dan
produktivitas karyawan. Ketika perusahaan yang memiliki inisiatif CSR, karyawan akan
merasa lebih bangga dan percaya terhadap perusahaannya tersebut dan cenderung akan
meningkatkan komitmen mereka terhadap perusahaan. Hal ini disebabkan identitas pribadi
kita terikat sebagian pada perusahaan tempat kita bekerja. Data dari World Leadership Study
CCL mendukung bahwa persepsi karyawan atas kepedulian perusahaannya terhadap
masayarakat dan lingkungan terkait dengan tingkat komitmen organisasi mereka.
Untuk mempersempit jarak tersebut, studi ini mempelajari bagaimana CSR
1.1.1. Bentuk Program CSR
PT TOBA PULP LESTARI, Tbk merupakan salah satu perusahaan di Sumatera Utara
yang telah melaksanakan program tanggung jawab sosial kepada karyawan dan masyarakat
sekitar perusahaan. Adapun bentuk-bentuk tanggung jawab sosial diimplementasikan oleh
PT. TOBA PULP LESTARI, Tbk yaitu:
Bentuk tanggung jawab sosial yang diberikan di lingkungan internal perusahaan.
Kedalam, tanggungjawab ini diarahkan kepada pemegang saham dalam bentuk profitabilitas
dan pertumbuhan. Seperti diketahui pemegang saham telah menginvestasikan sumber daya
yang dimilikinya guna mendukung berbagai aktivitas operasional perusahaan, dan oleh
karenanya mereka akan mengharapkan profitabilitas yang optimal serta pertumbuhan
perusahaan sehingga kesejahteraan mereka dimasa depan juga akan mengalami peningkatan.
Oleh karena itu perusahaan harus berjuang keras agar memperoleh laba yang optimal dalam
jangka panjang serta senantiasa mencari peluang bagi pertumbuhan dimasa depan.
Disamping kepada pemegang saham, tanggung jawab sosial kedalam atau internal juga
diarahkan kepada karyawan, Karena hanya dengan kerja keras, kontribusi, serta pengorbanan
merekalah perusahaan dapat menjalankan berbagai aktivitas serta meraih kesuksesan. Oleh
karenanya perusahaan dituntut memberikan kompensasi yang adil serta memberikan peluang
pengembangan karir bagi karyawannya, agar terciptanya kepuasan kerja bagi karyawan.
Tentu saja hubungan antara perusahaan dengan karyawan ini harus didasarkan pada prinsip
hubungan yang saling menguntungkan (mutually beneficial). Artinya perusahaan harus
memberikan kompensasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, namun dipihak lain
karyawan dituntut untuk memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan perusahaan.
Kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab
1. Memberikan bantuan pendidikan beasiswa terhadap karyawan yang berprestasi
yang berguna untuk pengembangan sumber daya manusia.
2. Dibangunnya fasilitas pendidikan seperti TK, SD, SMP, dibuka sejak bulan
september 2003.
3. Didirikannya fasilitas seperti penginapan atau mess dan rumah bagi karyawan
pabrik.
4. Pembangunan fasilitas untuk pelayanan kesehatan seperti puskesmas.
Bentuk tanggung jawab sosial yang diberikan keluar atau eksternal perusahaan.
Tanggung jawab sosial ini berkaitan dengan peran perusahaan sebagai pembayar pajak dan
penyedia lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi masyarakat, serta
memelihara lingkungan bagi kepentingan generasi mendatang. Pajak diperoleh dari
keuntungan yang diperoleh perusahaan. Oleh karenanya perusahaan harus dikelola dengan
sebaik-baiknya sehingga mampu meraih laba yang maksimal. Demi kelancaran aktivitas
perusahaan dalam mencapai tujuannya, perusahaan membutuhkan banyak tenaga kerja.
Seiring dengan tumbuh kembangnya perusahaan, kebutuhan akan tenaga kerja ini akan
mengalami peningkatan. Perusahaan berkewajiban untuk berpartisispasi menyediakan
lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Perusahaan juga memiliki kewajiban untuk
berpartisipasi dalam usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi
masyarakat, baik yang berkaitan dengan perusahaan maupun tidak. Perusahaan juga
bertanggungjawab untuk memelihara kualitas lingkungan tempat mereka beroperasi demi
peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang, baik untuk generasi saat ini
Tabel 1.1. Data Pengembangan komunitas PT TOBA PULP LESTARI Tbk
(CD) 1% Penjualan Bersih
No Kabupaten 2003
1 Tapanuli Utara 534,232, 891
5 Simalungun 376,356, 039
6 Tapanuli Selatan 172,794, 350
Adapun pelaksaanan tanggung jawab sosial yang dilaksanakan PT TOBA PULP
LESTARI Tbk di luar perusahaan (CSR eksternal) yaitu:
1. Mengutamakan putra daerah setempat menjadi karyawan dan menduduki jabatan
yang tersedia dengan persyaratan keahlian setiap jenjang.
2. Bidang infrastruktur yaitu pembangunan infrastruktur dilakukan dengan
masyarakat sekitar sebagai mitra kerja atau kontraktor.
3. Melakukan kerjasama kemitraan bisnis dengan masyarakat lokal seperti ternak sapi
bergulir yaitu perusahaan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk
memelihara sapi tersebut secara gratis dan bergantian.
4. Menyisihkan dana kontribusi sosial untuk pengembangan masyarakat sebesar 1 %
dari net sales per tahun.
Seperti yang terlihat dalam gambar diatas, kabupaten Tobasa adalah kabupaten dimana
perusahaan ini berdiri, jadi perusahaan tersebut mengalokasikan dana terbesar mencapai 38
milliar rupiah lebih dibandingkan daerah lain. Hal ini disebabkan karena perusahaan tersebut
bersentuhan langsung dengan masyarakat Tobasa dalam hal infrastruktur yaitu pembangunan
jalan dan jembatan, hutan produksi yaitu salah satu hutan produksi PT TOBA PULP
LESTARI Tbk berada di daerah Tobasa. Jadi perusahaan harus menunjukkan sikap yang etis
akan pendanaan CSR di kabupaten Tobasa seperti pembangunan jalan yang rusak dan
pelestarian hutan yang berkesinambungan. Berbeda dengan kabupaten seperti Paluta, dimana
kabupaten ini mendapatkan dana paling sedikit dan baru digulirkan pada tahun 2010 lalu, hal
ini disebabkan karena kabupaten tersebut baru dibentuk pada tahun 2007 lalu dan perusahaan
berkomitmen untuk memberikan dana CSR dan baru direalisasikan pada tahun 2010 lalu
dengan jumlah sekitar 245 juta rupiah. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi
1983, perusahaan ini mempertimbangkan untuk berperan serta untuk meningkatkan
kesenjahteraan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar perusahaan, sebab perusahaan
menyadari bahwa kelancaran pembangunan dan keberhasilan operasi tidak dapat dipisahkan
dari semua pemangku amanah (stakeholder).
Sama seperti masalah yang timbul pada saat ini dimana masih banyak masyarakat di
sekitar kecamatan Porsea masih menolak keberadaan perusahaan tersebut, masih terlihat jelas
di jalan lintas kecamatan Porsea sampai kecamatan Lumban Julu masih dapat kita lihat
bahwa banyak tulisan di dinding rumah masyarakat sekitar dituliskan “Tolak TPL”, mungkin
ini merupakan reaksi yang masih sangat kuat atas keberadaan perusahaan tersebut, dimana
dulunya perusahaan tersebut sebelum berganti nama menjadi PT TPL yaitu PT Indorayon
Utama yang menghasilkan limbah yang sangat merugikan masyarakat sekitar, dimana
banyak ternak mati, tanaman mati, penurunan debit air, hujan asam, bayi lahir cacat.
Hal ini sempat mencemarkan nama baik perusahaan dan hilangnya kepercayaan
masyarakat sehingga pada tahun 1998 perusahaan PT Indorayon Utama menghentikan
produksi dan administrasi yang berhubungan dengan kegiatan operasional dan hanya
mempekerjakan sebagian kecil karyawan. Hal ini merupakan salah satu hambatan dalam
menyalurkan program CSR kepada masyarakat, karena hilangnya kepercayaan masyarakat
terhadap perusahaan yang sebetulnya tujuan CSR ini sangat baik untuk pembangunan daerah
yang tertinggal. Tetapi dengan hadirnya nama baru perusahaan yaitu PT TOBA PULP
LESTARI Tbk telah membawa angin segar dengan menetapkan paradigma baru yaitu untuk
menjaga kelestarian lingkungan salah satunya dengan menggunakan teknologi yang ramah
Keberhasilan perusahaan dan kemandirian masyarakat disekitar diharapkan dapat
tercipta dan tumbuh bersama-sama. Disamping itu, kesejahteraan sosial dan perkembangan
ekonomi regional merupakan fasilitas bagi perusahaan untuk mencapai misi, visi dan
nilai-nilainya. Oleh karena itu, sejak awal berdiri, kebijakan tanggung jawab sosial kepada
pemangku amanah masih mendapat dukungan dan perhatian dari perusahaan.
Perusahaan berkembang bukan karena modal yang besar atau hasil faktor produksi
yang banyak tapi juga karena faktor dari sumber daya manusia yang berkualitas
menghasilkan barang ataupun jasa. Menyadari arti pentingnya manusia dalam perusahaan
maka keberadaannya perlu dilindungi dalam hal keamanan, kesehatan dan kesejahteraan
manusia dalam bekerja.
Setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai
dengan sistem nilai-nilai yang berlaku pada dirinya. Hal ini disebabkan karena adanya
perbedaan pada masing-masing individu. Membicarakan masalah sumber daya manusia
dalam menghasilkan suatu produksi barang atau jasa, ini tentunya dikaitkan pada
bagaimana karyawan bisa bekerja dalam perusahaan sehingga bisa memuaskan
kebutuhannya dan berakibat pada produktivitas karyawan meningkat yang
mempengaruhi hasil produksi yang memuaskan. Mengapa seseorang bisa puas terhadap
pekerjaannya sementara orang lain yang merasa tidak puas dari pekerjaannya, walaupun
pekerjaan yang mereka lakukan adalah sama.
Kepuasan kerja seseorang dalam suatu perusahaan sangat mungkin akan
berbeda-beda. Perbedaan ini dikarenakan adanya kebutuhan individu yang berbeda- beda pula atau
situasi dan kondisi dalam perusahaan yang dapat menyebabkan seseorang menjadi puas
dalam bekerja. Pada perusahaan milik dalam negeri sendiri, dalam hal pemberian upah,
jaminan kesehatan, tunjangan dan sebagainya tampaknya sudah layak harus diberikan oleh
halnya perusahaan milik asing apakah juga sudah memberikan fasilitas-fasilitas tersebut.
Apakah bisa mencapai kepuasan atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan karyawan.
Pada umumnya perusahaan besar yang memproduksi suatu barang biasanya
menitikberatkan sumberdaya manusianya pada bagian produksi, karena mungkin pada
bagian ini sangat penting dalam perusahaan. Terlepas dari permasalahan dan
kebutuhan-kebutuhan karyawan apakah perusahaan tersebut sudah memberikan seperti, tunjangan
fasilitas, jaminan kesehatan dan kebutuhan lainnya, ini merupakan suatu keadaan atau kondisi
dimana segala kebutuhan karyawan harus dipenuhi agar karyawan bisa terus bekerja dan
mungkin memberikan kontribusi yang lebih kepada perusahaan dan mungkin bisa
tercapai suatu kepuasan dalam bekerja. Oleh karena itu peneliti sangat tertarik meneliti pada
bagian ini lebih dalam untuk mengetahui pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan
terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT TOBA PULP LESTARI, Tbk.
1.2. Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yang didasarkan pada latar belakang
diatas adalah:
1. Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan secara internal dan eksternal
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT TOBA PULP
LESTARI Tbk.
2. Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan secara internal berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT TOBA PULP LESTARI Tbk.
3. Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan secara eksternal berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT TOBA PULP LESTARI
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kepuasan
kerja secara bersama-sama pada PT TOBA PULP LESTARI Tbk.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
Dengan adanya penelitian ini, perusahaan dapat mengetahui informasi mengenai
pengaruh CSR terhadap kepuasan kerja karyawan.
2. Bagi Penulis
Semakin mengetahui program CSR di PT TOBA PULP LESTARI Tbk dan
mengetahui dampak kepuasan kerja terhadap karyawan, dan semakin mengetahui
tentang pengaruh program CSR secara internal dan eksternal terhadap kepuasan
kerja.
3. Bagi Kampus
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan sebagai bahan acuan