• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTANSI KEUANGAN (AK) YPIA12 rev1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "AKUNTANSI KEUANGAN (AK) YPIA12 rev1"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTANSI KEUANGAN

(2)

Akuntansi

Keuangan

• Bab I

– Konsep Dasar

• Bab II

– Siklus Akuntansi

• Bab III

– Aktiva

• Bab IV

- Kewajiban dan Modal

(3)

Bab I – Konsep Dasar

Pendahuluan

Konsep Dasar

Akuntansi

Persamaan

Akuntansi

Sistem

Pencatatan

Accounting is a service activity. Its function is to provide quantitative information, primarily financial in nature, about economic entities that is intended to be useful in making economic decisions - in making reasoned choices among alaternatives courses of action (AICPA, 1970).

• Informasi kuantitatif (laporan keuangan):

Neraca, Laporan Laba-Rugi, Laporan Laba Ditahan (Laporan Perubahan Modal), dan Laporan Arus Kas.

• LK tersebut berasal dari bukti-bukti transaksi yang diproses melalui siklus akuntansi:

– Pencatatan (recording),

– pengelompokan (classifying), dan – pelaporan (reporting) serta

– penafsiran atau interprestasi (interpreting).

(4)

Bab I – Konsep Dasar (2)

Pendahuluan

Konsep Dasar

Akuntansi

Persamaan

Akuntansi

Sistem

Pencatatan

• Kesatuan Akuntansi

Setiap perusahaan merupakan satu kesatuan yang berdiri sendiri dan terpisah dari kegiatan lainnya atau urusan pribadi pemiliknya.

• Nilai Historis

Aktiva selalu dicatat dan dilaporkan berdasarkan nilai perolehannya (nilai historis).

• Obyektivitas

Pencatatan transaksi harus didasarkan pada bukti atas fakta yang obyektif dan dapat diverifikasi.

• Berkesinambungan

Perusahaan diasumsikan akan beroperasi secara

(5)

Bab I – Konsep Dasar (3)

Pendahuluan

Konsep Dasar

Akuntansi

Persamaan

Akuntansi

Sistem

Pencatatan

• Unit Pengukuran

Transaksi akuntansi dan hasilnya (yang disajikan) dalam Laporan Keuangan dinyatakan dalam nilai satuan uang.

Disamping konsep dasar tersebut diatas, terdapat pula asas akuntansi yang meliputi:

– asas kas (cash basis) dan – asas akrual (accrual basis).

Akuntansi Komersial menggunakan asas akrual:

(6)

Bab I – Konsep Dasar (4)

Pendahuluan

Konsep Dasar

Akuntansi

Persamaan

Akuntansi

Sistem

Pencatatan

• AKTIVA = HUTANG + MODAL

• Aktiva merupakan sumber-sumber ekonomi atau kekayaan riil yang dimiliki perusahaan dan digunakan untuk

menjalankan kegiatan usahanya.

• Hutang merupakan kewajiban perusahaan yang timbul

kepada pihak ketiga yang harus dibayarkan oleh perusahaan di masa depan atau pada saat jatuh tempo.

• Modal merupakan kekayaan bersih pemilik yang ditanamkan di perusahaan.

– Modal merupakan selisih antara total aktiva dikurangi total kewajiban/hutang.

– Modal dapat mengalami perubahan karena adanya tambahan setoran modal, pengambilan untuk

(7)

Bab I – Konsep Dasar (5)

Pendahuluan

Konsep Dasar

Akuntansi

Persamaan

Akuntansi

Sistem

Pencatatan

• Untuk setiap AKUN:

– DEBET mencerminkan sisi kiri – KREDIT mencerminkan sisi kanan • Setiap Penambahan:

– AKTIVA dan BIAYA dicatat dengan mendebet,

– HUTANG, MODAL, dan PENDAPATAN dicatat dengan mengkredit.

• Pengurangan dicatat secara logis di sisi yang berlawanan dengan penambahan.

• Saldo normal setiap Akun adalah pada sisi di mana penambahan dicatat:

– Debet: Aktiva dan Biaya

(8)

Bab I – Konsep Dasar (6)

Pendahuluan

Konsep Dasar

Akuntansi

Persamaan

Akuntansi

Sistem

Pencatatan

• Ikhtisar penambahan & pengurangan Akun sbb: Aktiva Hutang Modal

(+) D K K

(-) K D D

Normal D K K Biaya Pendapatan (+) D K (-) K D Normal D K

• Aktiva, Hutang, dan Modal, yang merupakan elemen Neraca disebut sebagai akun permanen atau riil; • Akun pembantu Modal, yaitu Pendapatan dan Biaya,

(9)

Bab II – Siklus Akuntansi

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

NS setelah

• Jurnal adalah pencatatan atas transaksi-transaksi yang dilaksanakan secara kronologis, yang merupakan dasar untuk mem-posting transaksi ke buku besar.

• Terdapat dua bentuk jurnal:

– Jurnal Umum (general journal) – Jurnal Khusus (special journal).

• Jurnal Umum (general journal) digunakan untuk mencatat segala jenis transaksi yang terjadi.

• Jurnal Khusus dirancang untuk mencatat jenis-jenis transaksi tertentu yang sering terjadi, misalnya: – Jurnal Penjualan,

– Jurnal Pembelian,

(10)

Bab II – Siklus Akuntansi(2)

ILUSTRASI

Transaksi-transaksi yang terjadi pada “Perusahaan JPK” selama bulan Desember 2001 adalah sebagai berikut: • Tanggal 1, disetor dana sebesar Rp 55.000.000,- oleh

Tuan Akbar sebagai modal untuk perusahaan yang baru saja dibentuknya.

• Tanggal 1, dibayar sewa kantor sebesar Rp 1.320.000,-• Tanggal 2, dibeli peralatan kantor sebesar Rp 7.920.000,-

dengan cara Rp 4.400.000,- dibayar secara tunai sedang sisanya akan dilunasi dalam waktu 60 hari

• Tanggal 2, diterima dimuka kontrak empat bulanan, sebesar Rp 550.000,- per bulannya

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

(11)

Bab II – Siklus Akuntansi(3)

• Tanggal 3, dibeli perlengkapan dan suku cadang senilai Rp 2.090.000,- dengan kredit 60 hari.

• Tanggal 7, diterima uang jasa pelayanan untuk tanggal 1-7 sebesar Rp

1.430.000,-• Tanggal 14, diberikan jasa pelayanan secara kredit senilai Rp

1.980.000,-• Tanggal 19, diterima dari piutang pelanggan sebesar Rp

1.100.000,-• Tanggal 26, dibayar upah untuk bulan desember sebesar Rp

1.188.000,-• Tanggal 28, dilakukan penarikan oleh pemilik untuk keperluan pribadi sebesar Rp

(Lihat MODUL: pencatatan dalam Jurnal Umum)

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

(12)

Bab II – Siklus Akuntansi (4)

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

NS setelah

Penutupan

• Proses pentransferan data dari jurnal ke buku besar disebut posting.

• Item yang ditransfer dari jurnal ke buku besar: – Tanggal transaksi,

– Jumlah yang tercantum dalam sisi debet maupun kredit,

– Nomor indeks jurnal (referensi silang antara nomor akun pada jurnal dengan buku besar akun yang bersangkutan).

• Kalau pencatatan dalam jurnal dilakukan setiap hari, maka posting ke buku besar dilakukan secara periodik, umumnya sebulan sekali.

(13)

Bab II – Siklus Akuntansi (5)

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

NS setelah

Penutupan

• Neraca Saldo adalah daftar saldo dari seluruh akun buku besar, yang dibuat pada akhir periode akuntansi dan merupakan titik awal bagi penyiapan laporan keuangan. • Neraca Saldo:

– Sebelum penyesuaian (unadjusted trial balance) dan – Sesudah penyesuaian (adjusted trial balance).

• Bila terjadi perbedaan antara jumlah sisi debit dan sisi kredit, kemungkinan disebabkan oleh:

– kesalahan dalam menjumlah debit atau kredit,

– kesalahan dalam memindahkan saldo yang terdapat dalam buku besar ke neraca saldo,

(14)

Bab II – Siklus Akuntansi (6)

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

NS setelah

Penutupan

• Fungsi jurnal penyesuaian (adjustment) adalah untuk: – koreksi kesalahan,

– pemindahbukuan,

– mencatat pos-pos akrual, yaitu yang masih harus diterima/dibayar,

– mencatat pos-pos deferal, yaitu yang diterima/dibayar di muka,

– mencatat beban penyusutan, dan – mencatat susulan pembukuan.

• Beberapa contoh kondisi yang memerlukan junal penyesuaian, antara lain:

– Penyesuaian atas biaya dibayar di muka

– Penyesuaian atas pendapatan diterima di muka – Penyesuaian atas biaya yang masih harus dibayar – Penyesuaian atas pendapatan yang masih harus

diterima

– Pembebanan biaya depresiasi

(15)

Bab II – Siklus Akuntansi (7)

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

NS setelah

• Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan (secara manual) digunakan lembar kerja yang disebut Neraca Lajur.

• Kolom-kolom neraca lajur: – Nama akun,

– Saldo sebelum penyesuaian, – Jurnal penyesuaian,

– Saldo setelah penyesuaian, – Perhitungan laba-rugi, dan – Neraca.

(16)

Bab II – Siklus Akuntansi (8)

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

NS setelah

Penutupan

• Saldo Pendapatan dan Biaya tidak dibawa ke tahun berikutnya,

– Pada akhir periode (tahun) harus ditutup menggunakan Jurnal Penutup, dan

– Selisih antara keduanya akan mempengaruhi saldo Modal atau Laba Ditahan pada Neraca.

• Jurnal Penutup dilakukan dengan:

– Mendebet saldo Pendapatan dan mengkredit Ikhtisar Pendapatan,

– Mengkredit saldo Biaya dan mendebet Ikhtisar Pendapatan,

– Mendebet (atau mengkredit) saldo Ikhtisar

Pendapatan dan mengkredit (atau mendebet) Modal atau Laba Ditahan, dan

(17)

Bab II – Siklus Akuntansi (9)

Jurnal

Buku Besar

Neraca Saldo

Penyesuaian

Laporan

Keuangan

Jurnal

Penutup

NS setelah

• Setelah pembukuan jurnal penutup, maka akun-akun temporer/nominal yang merupakan elemen dari Laporan Laba-Rugi menjadi bersaldo nihil. Yang masih terbuka adalah akun-akun permanen/riil Neraca, yaitu: aktiva, hutang dan modal.

(18)

Bab III – Aktiva

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• Pengertian kas tidak hanya terbatas pada uang tunai yang terdapat di perusahaan, tetapi meliputi unsur-unsur

sebagai berikut:

– Uang tunai yang terdapat di perusahaan

– Uang yang disimpan di bank: tabungan atau giro – Uang atau dana yang ada di kas kecil

– Cek yang dapat diuangkan di bank • Terdapat dua sistem pencatatan kas kecil:

imprest system dan – fluctuating system

• Dalam praktek, yang banyak digunakan adalah imprest system (Ilustrasi – lihat MODUL).

(19)

Bab III – Aktiva (2)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• REKONSILIASI BANK merupakan pembandingan antara saldo menurut rekening koran bank dan saldo menurut pembukuan perusahaan.

• Perbedaan antara kedua catatan tersebut, biasanya, disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

– Penerimaan yang belum masuk dalam RK bank (deposit in transit);

– Pembayaran atau cek yang belum dicairkan ke Bank (outstanding checks);

– Pendapatan bunga / jasa giro yang belum dibukukan; – Biaya administrasi yang belum dibukukan;

– Setoran debitur langsung ke rekening bank;

(20)

Bab III – Aktiva (3)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• Piutang dapat dibedakan antara piutang dagang (piutang usaha) dengan piutang wesel (wesel tagih).

– Piutang Dagang biasanya terjadi karena adanya penjualan barang / jasa secara kredit.

– Piutang Wesel merupakan piutang yang disertai dengan sebuah promes atau pengakuan hutang secara tertulis.

• Piutang Dagang karena timbul dari penjualan, maka pengakuannya berdasarkan terjadinya perpindahan kepemilikan atas barang yang dijual.

• Pencatatan piutang dagang:

Piutang xxx

Penjualan xxx

Kas xxx

Piutang xxx

(21)

Bab III – Aktiva (4)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

 Metode penghapus-bukuan piutang:

o Metode penghapusan langsung (direct write-off): sejumlah biaya tak tertagih langsung dihapuskan dari akun piutang.

o Metode cadangan (allowance): estimasi jumlah piutang yang tidak dapat ditagih dicatat dengan mendebet "biaya piutang ragu" dan mengkredit "cadangan piutang ragu".

 Pada umumnya wesel mencantumkan tingkat suku bunga, tetapi ada juga yang tidak mencantumkannya.

 Wesel yang tidak mencantumkan tingkat suku bunganya berarti dalam jumlah yang harus dibayar sudah termasuk beban bunga.

(22)

Bab III – Aktiva (5)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• Sistem pencatatan persediaan:

Sistem periodik (periodic system) dan Sistem terus-menerus (perpetual system).

 Sistem periodik

Menggunakan akun "pembelian" untuk mencatat seluruh pembelian yang terjadi selama satu periode akuntansi.

Saldo akhir persediaan ditetapkan berdasarkan perhitungan melalui pengamatan fisik.

• Misalnya:

Persediaan awal Rp 108.000, pembelian Rp 417.000, dan persediaan akhir Rp 125.000. Jurnalnya:

Persediaan Rp 17.000 Harga pokok penjualan 400.000

(23)

Bab III – Aktiva (6)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• Sistem terus-menerus (perpetual system)

– Penambahan persediaan langsung dicatat dengan mendebet akun "persediaan".

– Pada saat barang dijual akun "persediaan" dikredit dan sejumlah itu akun "harga pokok penjualan" didebet.

 Jurnal saat pembelian adalah:

Persediaan xxx

Kas atau Hutang xxx • Jurnal saat penjualan adalah:

Kas atau Piutang xxx

Penjualan xxx Harga pokok penjualan xxx

Persediaan xxx

(24)

Bab III – Aktiva (7)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• Aktiva tetap dimiliki oleh perusahaan untuk dipakai dalam operasi perusahaan (tidak dimaksudkan untuk dijual) dan mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun.

• Penilaian aktiva tetap berdasarkan harga perolehannya, termasuk biaya-biaya yang berkaitan, misalnya ongkos angkut, dan biaya pemasangan.

• Ada kemungkinan pembelian meliputi beberapa aktiva tetap sekaligus.

Misalnya: Dibeli sebidang tanah, gedung, dan peralatan seharga Rp 43 juta. Penilaian atas aktiva tersebut,

sebagai dasar untuk alokasi, masing-masing Rp 10 juta, Rp 15 juta, dan Rp 25 juta. Maka jurnalnya:

Tanah Rp 8.600.000 Gedung 12.900.000 Peralatan 21.500.000

(25)

Bab III – Aktiva (8)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• Selain secara tunai, perolehan aktiva tetap dapat dilakukan melalui pembelian angsuran.

• Ilustrasi 1:

Dibeli sebidang tanah seharga Rp 100 juta, uang muka Rp 40 juta, sisanya diangsur selama 6 bulan @ Rp 10 juta. Bunga yang diperhitungkan 12 % dari sisa hutang.

Jurnal pada saat transaksi:

Tanah Rp 100 juta

Hutang wesel Rp 60 juta Kas 40 juta Jurnal angsuran I:

Hutang wesel Rp 10.000.000 Biaya bunga 600.000

(26)

Bab III – Aktiva (9)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• Ilustrasi 2:

Dibeli peralatan dengan uang muka Rp 15 juta, dan angsuran tahunan Rp 7.189.000 selama 7 tahun mulai tahun depan. Harga tunainya Rp 50 juta.

Jurnal saat transaksi:

Peralatan Rp 50.000.000 Diskon hutang wesel 15.323.000

Hutang wesel Rp 50.323.000 Kas 15.000.000 • Menghitung besarnya tingkat suku bunga sebagai berikut:

Rp 35.000.000 = Rp 7.189.000 x PVAFi,n Rp 35.000.000 : Rp 7.189.000 = PVAFi,7

4,8685 = PVAFi,7

Dari table A2, maka i (tingkat suku bunga) adalah 10%. Maka, jurnal angsuran tahun pertama:

Hutang wesel Rp 7.189.000 Biaya bunga 3.500.000

(27)

Bab III – Aktiva (10)

Kas dan Bank

Piutang

Dagang dan

Wesel

Persediaan

Aktiva Tetap

• Depresiasi Aktiva Tetap merupakan alokasi biaya secara sistematis dan rasional terhadap periode pemanfaatan aktiva tetap yang bersangkutan.

• Untuk melakukan depresiasi atas aktiva tetap, faktor berikut harus diketahui:harga perolehan, nilai residu, umur ekonomis, dan metode yang digunakan.

• Beberapa metode depresiasi: – Garis Lurus:

1/n x dasar depresiasi, atau (100% : n) x dasar depresiasi

– Jumlah Angka Tahun:

Menentukan penyebutnya dengan rumus {(n + 1) : 2} x n atau {n x (n + 1)} : 2 – Saldo Menurun:

1/n x nilai buku awal tahun, atau (100% : n) x nilai buku awal tahun

(28)

Bab IV – Hutang dan Modal

Hutang

Jangka

Pendek

Hutang

Jangka

Panjang

Modal

• Hutang (kewajiban) mempunyai pengertian tentang adanya keharusan untuk membayar uang atau

menyerahkan sebagian aktiva perusahaan di masa yang akan datang.

• Hutang dapat dikategorikan menjadi – hutang lancar dan

– hutang jangka panjang.

• Hutang lancar adalah hutang yang diharapkan (atau harus) dilunasi paling lama dalam masa satu tahun. • Hutang juga bisa dikategorikan menjadi

– Hutang yang pasti

(29)

Bab IV – Hutang dan Modal (2)

Hutang

Jangka

Pendek

Hutang

Jangka

Panjang

Modal

• Dalam suatu obligasi tercantum, antara lain, nilai nominal dan tingkat suku bunganya (nilai riil obligasi tidak selalu sama dengan nilai nominalnya).

• Bila P = nilai nominal; i = tingkat suku bunga efektif; r = tingkat suku bunga nominal; PVF dan PVAF masing-masing dari tabel A1 dan A2), maka formula untuk menentukan nilai riil obligasi adalah

(P x PVFi,n) + {(P x r) x PVAFi,n}

• Nilai pasar obligasi akan lebih tinggi daripada nilai

nominalnya apabila tingkat suku bunga nominalnya lebih besar daripada tingkat suku bunga effektifnya, dan

sebaliknya.

(30)

Bab IV – Hutang dan Modal (3)

Hutang

Jangka

Pendek

Hutang

Jangka

Panjang

Modal

• (1) Nilai pasar = nilai nominalnya

Kas Rp 1.000.000

Hutang obligasi Rp 1.000.000 • (2) Nilai pasar > nilai nominalnya

Kas Rp 1.108.150

Hutang obligasi Rp 1.000.000 Premium obligasi 108.150 • (3) Nilai pasar < nilai nominalnya

Kas Rp 967.255

Diskon obligasi Rp 32.745

Hutang Obligasi Rp 1.000.000 Contoh jurnal pembayaran bunga obligasi:

Biaya bunga Rp 128.370 Premium obligasi Rp 21.630

(31)

Bab IV – Hutang dan Modal (4)

Hutang

Jangka

Pendek

Hutang

Jangka

Panjang

Modal

• Dalam laporan keuangan, modal saham disajikan berdasarkan nilai nominalnya.

• Penerbitan saham dapat dilakukan melalui (1) penjualan tunai, atau

(2) dengan pemesanan.

• (1) Misalnya, 1.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10.000 per lembar, terjual senilai Rp 15 juta.

Kas Rp 15 juta

Modal Saham Rp 10 juta Agio Saham 5 juta • (2) Misalnya, diterima pesanan pembelian 300 saham

senilai Rp 4,5 juta. Nilai nominal saham Rp 10.000 per lembar.

Piutang Pemesanan Saham Rp 4,5 juta

(32)

Bab V – Laporan Keuangan Konsolidasi

Pendahuluan

Metode

Penyatuan

Kepemilikan

Metode

Pembelian

Struktur

Afiliasi

Induk-Anak

• “Penggabungan usaha adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan perusahaan lain atau memperoleh kendali atas aktiva dan operasi

perusahaan lain” (PSAK 22)

• Terdapat dua jenis penggabungan usaha, yaitu (1) akuisisi, dan

(2) penyatuan kepemilikan.

• Akuisisi adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan acquirer memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan acquiree, dengan

memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham

• Penyatuan kepentingan adalah suatu penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan yang

(33)

Bab V – Laporan Keuangan Konsolidasi (2)

Pendahuluan

Metode

Penyatuan

Kepemilikan

Metode

Pembelian

Struktur

Afiliasi

Induk-Anak

• Bentuk penggabungan usaha, yaitu (1) horisontal,

(2) vertikal, dan (3) konglomerasi.

• Penggabungan horizontal, yaitu penggabungan perusahaan yang sejenis menjadi satu perusahaan yang lebih besar. • Penggabungan Vertikal, yaitu penggabungan perusahaan

yang sebelumnya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan.

• Penggabungan Konglomerasi merupakan kombinasi dari penggabungan horizontal dan vertikal.

• Bila ditinjau dari aspek hukumnya, (1) merger,

(34)

Bab V – Laporan Keuangan Konsolidasi (3)

Pendahuluan

Metode

Penyatuan

Kepemilikan

Metode

Pembelian

Struktur

Afiliasi

Induk-Anak

• Merger = penggabungan usaha dengan cara satu

perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak

perusahaannya atau dibubarkan. Perusahaan yang dibeli sudah tidak mempunyai status hukum lagi.

• Konsolidasi = penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain

membentuk satu perusahaan baru. Perusahaan baru inilah yang kemudian berstatus hukum.

• Afiliasi = penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest).

– Perusahaan yang dikuasai kehilangan status hukumnya, tetapi masih beroperasi.

(35)

Bab V – Laporan Keuangan Konsolidasi (4)

Pendahuluan

Metode

Penyatuan

Kepemilikan

Metode

Pembelian

Struktur

Afiliasi

Induk-Anak

• Metode akuntansi penggabungan usaha

1. Metode penyatuan kepemilikan (Pooling Of Interest) 2. Metode pembelian (Purchase)

• Dalam metode penyatuan kepemilikan, pemilik

perusahaan yang bergabung tidak mengalami perubahan, hanya saja harta dan hutang perusahaannya digabung menjadi satu.

• Prosedur akuntansi penggabungan usaha dengan metode penyatuan kepemilikan sebagai berikut:

(36)

Bab V – Laporan Keuangan Konsolidasi (5)

Pendahuluan

Metode

Penyatuan

Kepemilikan

Metode

Pembelian

Struktur

Afiliasi

Induk-Anak

• Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang digabung adalah

– sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung (modal saham, agio saham, dan laba yang ditahan), atau

– sebesar aktiva bersih (total aktiva dikurangi total hutang) milik perusahaan yang digabung

• Bila terjadi selisih

– antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya – dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh,

(37)

Bab V – Laporan Keuangan Konsolidasi (6)

Pendahuluan

Metode

Penyatuan

Kepemilikan

Metode

Pembelian

Struktur

Afiliasi

Induk-Anak

• Metode Pembelian memandang penggabungan usaha sebagai pembelian perusahaan sama seperti pembelian aktiva atau sekelompok aktiva. Karena sebagai suatu pembelian, maka seluruh aktiva dan hutang dari

perusahaan yang dibeli harus dicatat berdasarkan nilai wajarnya.

• Nilai wajar (fair value) menurut PSAK nomor 22 par.08 adalah “suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban“.

• Metode pembelian menggunakan biaya perolehan sebagai dasar untuk mencatat akuisisinya (PSAK 22 par.18).

• Prosedur akuntansinya sebagai berikut:

– Menyesuaikan nilai aktiva dan hutang milik perusahaan yang akan digabung dengan nilai wajarnya

(38)

Bab V – Laporan Keuangan Konsolidasi (7)

Pendahuluan

Metode

Penyatuan

Kepemilikan

Metode

Pembelian

Struktur

Afiliasi

Induk-Anak

– Membuat jurnal pemilikan aktiva dan hutang dari perusahaan yang digabung.

– Apabila terjadi selisih antara nilai investasi (biaya perolehan ) dengan aktiva bersih yang diterima atau yang menjadi bagian (interest) perusahaan

pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva.

(39)

Bab V – Laporan Keuangan Konsolidasi (8)

Pendahuluan

Metode

Penyatuan

Kepemilikan

Metode

Pembelian

Struktur

Afiliasi

Induk-Anak

• Diagram Pemilikan langsung

• Diagram Pemilikan Tidak Langsung

• Diagram Saling Memilki Saham

(40)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan

Tujuan

Metode

Pembandingan

Data

Keterbatasan

• Analisis laporan keuangan dilakukan sesuai dengan kepentingan pihak yang melakukan analisis.

• Manajemen berkepentingan untuk menilai kinerja dan pemanfaatan sumber daya perusahaan.

• Investor berkepentingan terhadap elemen-elemen seperti profitabilitas (kemampuan meraih laba), dividen

(pembagian laba), dan perkembangan harga saham. • Kreditur berkepentingan atas elemen-elemen

profitabilitas, likuiditas jangka pendek, dan solvabilitas jangka panjang perusahaan

• Analisis laporan keuangan memberikan manfaat karena: – kinerja masa-masa yang lalu sering merupakan

indikator yang tepat untuk memprediksi kinerja di masa datang, dan

(41)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan (2)

Tujuan

Metode

Pembandingan

Data

Keterbatasan

• Tiga metode analisis laporan keuangan: – analisis tren,

– persentase komponen, dan – rasio keuangan

• Analisis Tren adalah analisis terhadap kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun dilihat dari nilai uang maupun persentasenya

• Dalam metode Persentase Komponen, jumlah setiap pos atau item dinyatakan dalam persentase terhadap jumlah tertentu.

• Yang paling sering digunakan adalah Metode Rasio

Keuangan, yaitu menggunakan formula perhitungan dan interpretasi atas hasil perhitungan tersebut.

– Rasio merupakan bilangan pecahan atau persentase yang menunjukkan hubungan antara angka pembilang (numerator) dan angka penyebut (denominator)

(42)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan (3)

Tujuan

Metode

Pembandingan

Data

Keterbatasan

• Lima kelompok rasio keuangan dalam melakukan analisis laporan keuangan:

– Rasio Likuiditas, – Rasio Efisiensi, – Rasio Solvabilitas,

– Rasio Profitabilitas, dan – Rasio Pasar.

• Rasio Likuiditas adalah rasio yang memberikan gambaran mengenai kemampuan jangka pendek perusahaan. Pengertian Likuiditas mengacu kepada seberapa besar kemampuan aktiva perusahaan diubah menjadi uang tunai atau kas.

• Rasio Likuiditas:

– Current ratio = perbandingan jumlah aktiva lancar terhadap jumlah utang lancar

(43)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan (4)

Tujuan

Metode

Pembandingan

Data

Keterbatasan

• Rasio Efisiensi menggambarkan seberapa efisien

manajemen perusahaan mendayagunakan aktiva yang dimilikinya. Maksudnya adalah seberapa besar kontribusi aktiva pada perolehan pendapatan.

• Rasio Efisiensi:

– Total Asset Turnover = mengukur jumlah penjualan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang ditanamkan pada aktiva.

– Fixed Asset Turnover – membandingkan penjualan dengan rata-rata aktiva tetap,

– Accounts Receivable Turnover Rasio ini menunjukkan berapa kali dalam setahun perusahaan menerima pembayaran piutangnya, atau berapa kali piutang berputar selama setahun

(44)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan (5)

Tujuan

Metode

Pembandingan

Data

Keterbatasan

• Rasio Solvabilitas mengukur tingkat penggunaan utang oleh perusahaan dan pengaruhnya pada kemampuan perusahaan membayar kewajiban-kewajiban yang ditimbulkannya (misalnya bunga).

• Rasio Solvabilitas:

– Debt Ratio = menunjukkan persentase (%) aktiva yang dibiayai dengan utang.

– Times Interest Earned = menghitung berapa besar Laba Sebelum Bunga dan Pajak dibandingkan dengan bunga yang dibayarkan

• Rasio Profitabilitas mengukur efektifitas keseluruhan dari manajemen dalam menjalankan perusahaan, sehingga rasio ini umumnya menjadi perhatian utama bagi

(45)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan (6)

Tujuan

Metode

Pembandingan

Data

Keterbatasan

• Rasio Profitabilitas mengaitkan pendapatan (earnings) dengan jumlah aktiva, penjualan, atau modal sendiri. • Rasio Profitabilitas:

– Return on Sales = mengukur berapa rupiah laba bersih (net earnings) yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan

– Gross Profit Margin = menunjukkan berapa rupiah laba kotor (gross profit margin) yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan

– Return on Investment = mengukur seberapa baik perusahaan mengelola aktivanya untuk menghasilkan laba

(46)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan (7)

Tujuan

Metode

Pembandingan

Data

Keterbatasan

• Rasio Pasar memberikan gambaran apakah suatu investasi saham atraktif atau tidak.

• Rasio Pasar:

– Book Value per Share = menunjukkan suatu

aproksimasi nilai likuidasi per lembar saham, yaitu berapa rupiah nilai realisasi per lembar saham biasa (common stocks) bila perusahaan

dilikuidasi/dibubarkan (tentunya setelah semua utang perusahaan dilunasi).

– Earnings Yield = menunjukkan berapa persen return yang dapat diharapkan pemegang saham apabila semua laba perusahaan dibagi dalam bentuk dividen – Price Earnings Ratio = mengukur perspektif investor

atas kualitas perusahaan dan sahamnya

– Dividend Yield = menunjukkan berapa % dividen dapat diharapkan dari nilai pasar saham

(47)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan (8)

Tujuan

Metode

Pembanding-an Data

Keterbatasan

• Analisis laporan keuangan dapat dibagi dua: – intracompany analysis dan

intercompany analysis.

Untuk kedua analisis tersebut, perlu diperhatikan bahwa: • Pembandingan dilakukan berdasarkan kebijakan

akuntansi yang sama / konsisten pada tahun-tahun yang dibandingkan.

• Apabila terdapat perubahan prinsip akuntansi, harus ada penjelasan mengenai perubahan tersebut serta dampak rupiah yang ditimbulkannya.

(48)

Bab VI – Analisa Laporan Keuangan (9)

Tujuan

Metode

Pembandingan

Data

Keterbatasan

• Laporan Keuangan didasarkan pada nilai historis dan kebijakan akuntansi. Apabila inflasi tinggi dan

mempengaruhi angka pada laporan keuangan serta ada kebijakan akuntansi yang berubah, analisis laporan keuangan yang tidak mempertimbangkan hal tersebut bisa menyesatkan.

• Kinerja perusahaan juga dipengaruhi faktor ekstern. Karena keterbatasan informasi mengenai faktor-faktor ekstern tersebut, analis harus mempelajari pengaruh faktor ekstern pada kinerja perusahaan.

• Analisis terhadap perusahaan sejenis atau rata-rata industri memerlukan kepastian bahwa:

– Rumus rasio yang digunakan sama;

– Perusahaan sejenis atau rata-rata industri yang digunakan tepat sebagai benchmark; dan

Referensi

Dokumen terkait

Pada tabel neraca saldo awal terdapat 5 kolom akun yaitu nomor akun, nama akun, saldo awal, penempatan debet kredit, dan pengelompokan neraca atau laba rugi. Nomor dan nama

Mahasiswa dapat menyusun siklus akuntansi mulai dari ayat jurnal, buku besar, neraca saldo, ayat jurnal penyesuaian, neraca lajur, laporan laba rugi, laporan

Menurut Pura (2013), Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat di akhir periode akuntansi dengan memindahkan saldo akun nominal atau akun sementara ke akun modal (laba

Berisi informasi tentang identitas perusahaan dan usaha pokok, kebijakan akuntansi, daftar akun, daftar customers dan vendor, neraca saldo per 30 Nopember 2009

Apakah seluruh akun saldo awal Neraca (Aset, Kewajiban dan Ekuitas) sama dengan data tahun lalu Audited menurut

Berisi informasi tentang informasi perusahaan, kebijakan akuntansi, daftar akun, neraca saldo tanggal 30 November 2013 dan daftar saldo akun-akun pembantu (account receivable,

DOKUMEN HARIAN JURNAL BESAR BUKU NERACA LAJUR KEUANGAN LAPORAN Memindahkan KELOMPOK AKUN. beserta SALDO dari NERACA LAJUR, ke LAPORAN KEUANGAN (PSAK

Neraca saldo setelah penutupan buku merupakan suatu daftar yang berisi saldo-saldo rekening buku besar setelah perusahaan melakukan penutupan buku. Neraca ini