• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUH LANGKAH ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUJUH LANGKAH ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

TUJUH

LANGKAH

ROOT CAUSE

ANALYSIS

(RCA)

(2)

TUJUAN

1.Mahasiswa dapat menyebutkan tujuan

mata ajar tujuh langkah root cause

analysis

2.Mahasiswa dapat menguraikan topik- topik

dan jadwal mata ajar tujuh langkah root

cause analysis

3.Mahasiswa dapat menggambarkan sistem

evaluasi pembelajaran dan buku wajib

(3)

LANGKAH ROOT

CAUSE

ANALYSIS

1. Identifikasi

INSIDEN

yg

akan

diinvestigasi

2. Tentukan

TIM

Investigator

3. Kumpulkan

DATA

(Observasi, Dokumentasi, Interview)

1. PETAKAN

kronologi

Kejadian

(Narrative chronology, Timeline, Tabular Timeline, Time Person Grid)

1. Identifikasi

MASALAH

(CMP)

(4)

Langkah RO0T CAUSE ANALYSIS ( by

JCHAO)

A.Persiapan

RCA

B.Tetapkan what happened & Why

4. 5. 6. 7.

Tentukan apa yg terjadi

Identifikasi faktor kontribusi Identifikasi faktor kontribusi yg lain

(CMP)4

Ukur, kumpul data Proximate cause & Underlying cause Proximate causes

5

Design dan implementasi perubahan

8.

C.Identifikasi root

cause9. :

10. 11.

Identifikasi tentukan sistem yg terlibat : (Root cause)

6 Prone list Root cause

Confirm Root Cause & interrelasionsip

D.Design & Implementasi Rencana Tindakan u/ Improvement (Rekomend & POA)

7 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

Explore dan identifikasi strategi reduksi risiko

Formulasi tindakan improvement Evaluasi Action

Design improvement

Pastikan acceptability rencana tindakan Implement rencana improvement

Kembangkan pengukuran efektivitas

1. Bentuk Tim (Tim) 2

2. Tentukan Masalah (what is wrong) (Insiden)  1

(5)

1.

IDENTIFIKASI

INSIDEN

Tentukan Insiden

“what

happened”

atau

“what

nearly

happened”

Buat pernyataan insiden dengan mengacu pada

what

is

wrong

and

focuses

on

the

outcome,

NOT

why

the

outcome

occurred

.

Gunakan

Tools brainstorming

Contoh Insiden (Sentinel event)

Dokter bedah melakukan operasi pada bagian tubuh yang

salah

Pasien bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar

(6)

Alasan

suatu

insiden

harus

diinvestigasi

secara

detil:

masalah

serius /

membahayakan pasien

/

RS

masalah

potensial

untuk

pembelajaran

dalam

unit

atau

organisasi

yang

lebih

luas.

AAM

/

RCA

wajib

dilakukan

pada

keadaan

:

Semua

kematian

yang

tidak

diharapkan

Semua

insiden

yg

diduga

mengakibatkan

cedera

permanen, kehilangan

fungsi

atau

kehilangan

bagian

tubuh

(7)

Perlu orang yg expert untuk melakukan investigasi suatu insiden serius.

(Terlatih dengan AAM) Idealnya Tim terdiri dari 3-4 orang.

Penting mengidentifikasi anggota tim dengan keterampilan berbeda dan

komit terhadap waktu investigasi. Untuk insiden serius Tim investigasi dapat dibebas tugaskan dari pekerjaan rutinnya agar dapat fokus pada investigasi insiden dan analisis.

Tim ideal untuk investigasi insiden serius / Sentinel Event dapat terdiri dari: • Org yg expert dalam investigasi insiden dan analisis

• External expert, (mis. seorang yg tidak berlatar blkg medis) • Senior Management expert (mis: Direktur Medis, Direktur

Keperawatan)

• Senior Clinical expertise (contoh: Direktur Medis atau Konsultan senior)

(8)

Observasi

langsung

-

Kunjungan

langsung

untuk

mengetahui

keadaan,

posisi,

hal2

yg

berhubungan

dengan

insiden.

(Foto,

gambar,

Video,

gambaran

layout

dimana

orang

dan

alat,

lakukan

rekonstruksi)

Dokumentasi

Untuk

mengetahui

apa

yang

terjadi

sesuai

data,

observasi

dan

inspeksi

Interviews

Untuk

mengetahui

kejadian

secara

langsung

untuk

pengecekan

pada

hasil

observasi

dan

data

dokumentasi

(Tape,

Notes)

(9)

 Tujuan pengumpulan informasi pada tahap ini:

• Mengamankan informasi untuk memastikan dapat digunakan selama investigasi

dan jika kasus disidangkan di pengadilan

1. Identifikasi kebijakan dan prosedur yang relevan • Menggambarkan insiden secara akurat

• Mengorganisasi informasi

• Memberikan petunjuk pada Tim Investigasi

Semua bukti yang berhubungan dengan insiden sebaiknya dikumpulkan sesegera mungkin.

• Semua catatan medis (mis : cat keperawatan, medis, dll)

• Hasil pemeriksaan yang berhubungan & penunjang diagnosis mis Xray, CT Scan) • Dokumentasi dan formulir mengenai insiden (Incident Report)

1. Kebijakan & Prosedur (SOP)

• Integrated care pathway yg berhubungan • Pernyataan-pernyataan dan observasi

• Lakukan interview dengan siapa saja yang terlibat insiden • Bukti fisik ( contoh: tata ruang bangsal, dll)

(10)

4. Petakan Informasi Kronologi Insiden

Sangat membantu bila kronologi insiden dipetakan

dalam sebuah bagan. Ada berbagai macam cara :

1.

Kronologi

Narasi

Kronologi

insiden

sangat

berguna

pada

laporan

akhir

insiden

Tabular

Timeline

Sama

dengan

Timeline

tetapi

lebih

detail

menginformasikan

Good

practice,

CMP

Time

Person

Grids

Memungkinkan

untuk

melacak

gerak

/

(11)

KRONOLOGI CERITA /

NARASI

Suatu penulisan cerita apa yang terjadi berdasarkan tanggal dan waktu.

Kronologi cerita dibangun berdasarkan kumpulan data saat investigasi yang kemudian di dipadatkan dalam suatu cerita.

Kapan menggunakan kronologi cerita ?

Untuk kejadian sederhana dan tidak

kompleks, dimana masalah, praktek dan faktor kontribusinya sederhana.

Dapat digunakan untuk mengetahui gambaran umum suatu kejadian yang

lebih kompleks,

Dapat digunakan sebagai bagian integral dari suatu laporan sebagai

ringkasan dimana hal tersebut mudah dibaca.

Bagaimana melengkapi kronologi cerita ?

Sebenarnya hampir sama dengan garis waktu. Kunci perbedaannya adalah

pada informasi pelengkap berhubungan dengan badan teks.

Nilai positif

(12)

TABULAR

TIMELINE

 Merupakan pengembangan Timeline yang berisi 3 data dasar : tanggal, waktu,

cerita kejadian asal dan dilengkapi 3 data lain yaitu : informasi tambahan, praktek yg baik (good practice) dan masalah / CMP (care management problem)

Kapan digunakan Tabular

Timeline ?

 Pada tiap tipe insiden. Berguna pada kejadian yang berlangsung

lama

Bagaimana melengkapi Tabular Timeline ?

 Mengisinya seperti garis waktu diagram, dimana waktu dan tanggal kejadian

kemudian pada baris berikutnya diisi kejadian, informasi tambahan, Good Practice dan masalah.

Nilai Positif :

 Membantu pemeriksaan dengan memetakan kronologi dalam bentuk

diagram sehingga mudah dibaca.

Teknik ini memudahkan identifikasi kekurangan secara cepat. Tambahan informasi dapat dimasukkan tanpa perlu merubah format.

 

Nilai Negatif :

 Beberapa orang lebih suka pada pemetaan kasus karena lebih fleksibel

(13)

TABULAR TIME LINE

FORM TABULAR TIMELINE

WAKTU/ KEJADIAN

31-1-2002j.14.00 4-2-2002 j.08.00 8-3-2002 J.14.00

KEJADIAN Pasienterlihatdiruangpenerimaanpasienuntukdi

operasiulang

Righttotal knee replacementdilakukaninformed consent

Pasientibadi RS Pasiendatang kembali,diruang penerimaanpasienditerimaoleh petugasresiden1. Dibuatinformed consent

INFORMASI TAMBAHAN

Pasienpulangkarenatempat penuh,pasiendiberitahu pembatalan

GoodPractice Risikotindakan telah dijelaskandan Terdokumentasi

Risikotindakan telahdijelaskandan terdokumentasi

(14)

FORM TABULAR TIMELINE WAKTU/

KEJADIAN

18-3-2002j.15.00 18-3-2002 j.17.00 18-3-2002 j.19.15

KEJADIAN PasientibadiRSuntuk dirawat Pasiendirawat

untukoperasielektif Pasienanastesidilihatdiruangan olehkonsultan

INFORMASI TAMBAHAN

Perawatsedangsibukkarenaada keadaandaurat.Pasientidakdilihat

Pasienmasukterlalu soresehinggatdk dipeiksaolehkonsultan bedah

Pasienmenolak untuk anastesiregional.Penilaian anastesidicatatdilogbook. Kemudiandipindahkan

dicatatananastesisaathari operasi.

Tetapikadangtidak dipindahkan

GoodPractice

MASALAH PELAYANAN

Konsultanbedahtidak melihat pasien

sebelumoperasi

(15)

FORM TABULAR TIMELINE

WAKTU / 18-3-2002j.20.00 19-3-2002 j.07.30 19-3-2002 j.07.35 KEJADIAN

KEJADIAN Pasiendiperiksaolehperawat OK Untukditandaidaerahoperasinya.

Residen2pergike Residen2,telahdiberi ruangan,mencetak informasiolehperawat informedconsent, OKtentanglokasioperasi rontgen,dan

mendaftarkanrencanaoperasipasien

INFORMASI TAMBAHAN

Perawat OKmenandailokasioperasi dgnpensilkulit.Danbagiantersebut tertutupstoking.PerawatOKbelum pernahdilatihmenandaitempatoperasi

Residen2tidakmengcek kembalilokasioperasi

GoodPractice

MASALAH PELAYANAN

(16)

FORM TABULAR TIMELINE WAKTU/

KEJADIAN

19-3-2002j.07.45 19-3-2002 j.11.25 19-3-2002 j.11.38

KEJADIAN Pasiendisiapkandiruangoperasi

olehperawatseniorruangan Pasienoperasitibadibantidiruangsiswa perawat

Konsultan anastesi memanggilstafperawat untukevaluasiulangpasien

INFORMASI TAMBAHAN

Lokasioperasidicatat,danterletakpada daerahkanan

Dua perawat seharusnya mengevaluasi tiap pasientapi tidakkonsisten

GoodPractice CatatanMedistelahdiUpdated

MASALAH PELAYANAN

(17)

FORM TABULAR TIMELINE

WAKTU/ KEJADIAN

19-3-2002j.11.45 19-3-2002 j.11.55 19-3-2002 j.12.00

KEJADIAN Pasiendiperiksaolehkonsultan anastesi

Staffperawat mengambilformulir infomedconsent

Penanggungjawabtibadi ruangoperasimembantu Dokteranastesi

INFORMASI TAMBAHAN

Pasienmenunjukkanlututkananyang akandioperasikepadaDr.Anastesi& perawatOK,kemudianmemindahkan kauskakikompresisehinggadaerahyg ditandaitertutup

Tidakadapedoman yangjelasbahwaharus adadialogantarahli bedahanastesi&Tim lain

GoodPractice

MASALAH PELAYANAN

(18)

Examples Good practices

-Segera

setelah

error

teridentifikasi,

semua

staf

segera

dilibatkan

untuk

mengambil

langkah

agar

dapat

diambil

tindakan

yang

tepat

setelah

terjadi

insiden

- Dokter

bedah

mendiskusikan

kesalahan

dengan

pasien

dan

menawarkan

konsultan

lain

untuk

mengambil

alih

perawatan.

Kesalahan

juga

didiskusikan

dengan

keluarga

pasien

(19)

TIME

PERSON

GRID

 Alat pemetaan tabular yang dapat membantu pencatatan pergerakan orang (Staf,

Dokter, pengunjung, pasien dll) sebelum, selama dan sesudah kejadian.

 Membantu investigator mengetahui keberadaan seseorang pada saat kejadian /

insiden.

Kapan menggunakan Time Person Grid ?

 Jikadalam suatu Insidenterdapat keterlibatan banyakorang dalamkejadian tersebut dan

Investigatoringin memastikankeberadaan mereka dalam insiden

 Berguna pada keadaanjangkapendek

 Dapatdipetakan ke dalamgaris waktusehingga dapatdipakai untukmengetahui kerangka

waktuspesifik yang lebih detil

 Bagaimana melengkapi Time Person Grid?

 Buatlah tabel yangberisi beberapa baris dankolom

 Dari tabeltersebut, kolom sebelah kiriberisi daftar staf yangterlibat

 Kolomberikutnya berisi perjalananwaktu (jam, menit)pada baris atasnya

 Kemudianpada baris dibawahwaktu berisi keterangan tempatatau kegiatan staf yang

terlibat

Nilaipositif:

Dapatdigunakanpadawaktuyangpendek

(20)

TIME PERSON

GRID

Member of staff Student nurse 11.38 With patient (pt) Withpt, Anaes room* 11.45 Ward 11.50 Ward 11.55 Ward 12.00 Ward

Anaesthetist With pt, Anaes room With pt, Anaes room With pt, Anaes room With pt, Anaes room

ODP (OperationDept Practitioner)

Theatre staff nurse

?**

Theatre

Recovery Stores Recovery Anaes room With pt, Anaes room With pt, Anaes room With pt, Anaes room Theatre

Theatre sister Theatre office Theatre

Theatre Stores ?** Stores

(21)

Masalah yang terjadi dalam pelayanan baik itu melakukan tindakan (commision) atau

tidak melakukan tindakan yang seharusnya (ommission)

 Suatu insiden bisa terdiri dari beberapa CMP

Identifikasi CMP untuk mengetahui serangkaian kejadian yang mengakibatkan

insiden.

Prinsip dasar CMP :

• Pelayanan yang menyimpang dari standar pelayanan yg ditetapkan

• Penyimpangan memberikan dampak langsung atau tak langsung pada adverse

event.

Adverse event yang berdampak pada pasien baik langsung / tidak langsung Mis.

-Kegagalan dalam observasi / tindakan - Penanganan yang tidak tepat

- Tidak mencari bantuan saat dibutuhkan - Kesalahan dalam menggunakan peralatan - Tidak mengikuti SOP

5. Identifikasi Masalah /

(22)

CONTOH CMP /CDP/CSP

CMP TOOL

S Dokter konsultan tidak melihat pasien sebelum

tindakanoperasi ,

5 W

Kegagalan untuk mendokumentasikan perencanaan

tindakan dalam catatan anestesia

Analisa Perubaha n

Tidak adanya cuff tensimeter di OK saat diperlukan

Fishbon e

Pasien tiba di ruang operasi diterima oleh staf yang

tidak semestinya Fishbone

Tourniket yang digunakan pada tungkai kiri oleh konsultan bedah dan asistennya

Analisa Penghalan g

Salah tungkai yang ditandai karena tersembunyi oleh kaus kaki

Analisa Perubaha n

Penanggungjawab OK tidak ada saat pasien masuk

(23)

Contoh

CMP

 Delay in diagnosis

Incorrect risk assessment (for example, of suicide or self

harm)

 Inadequate handover

 Failure to note faulty equipment

 Failure to carry out preoperative checks

 Not following an agreed protocol (without clinical justification)

 Not seeking help when necessary

 Failure to supervise adequately a junior member of staff

 Incorrect protocol applied

(24)

Tools untuk Identifikasi Proximate & Underlying

Cause

5

Why

Change

Analysis

Barrier

Analysis

Fish

bone

Flow

chart

Cause

and

Effect

analysis

(25)

Dikenal

juga

sebagai

why-why

chart

(Ammerman,

1998),

lebih

difokuskan

pada

pendalaman

AAM

/

RCA

sehingga

investigator

yang

menggunakan

teknik

ini

dapat

mencari

penyebab

insiden

keselamatan

pasien lebih

mendalam.

Tujuan

:

Untuk

secara

konstan

bertanya

mengapa?

Melalui

lapisan

penyebab

sehingga

mengarah

ke

akar

permasalahan

dari

problem

yang

teridentifikasi.

Kapan

menggunakan

teknik

ini?

Untuk

menanyakan

setiap

penyebab

masalah

yang

teridentifikasi

dan

untuk

mengidentifikasi

:

Gejala

(Symptom),

Proximate

cause

Faktor-faktor

yang

berpengaruh

(an

influencing

factor)

atau

Akar

masalah

(root

cause).

 

(26)

4.

Pipa

bocor

Karet

penghubung

rusak

5.

Karet

penghubung

Tidak

dimaintanance

(27)

FORM TEHNIK (5) MENGAPA

FormG

MASALAH Konsultan tidak memeriksa pasien diruangan (preop),

MengapaKonsultantidak memeriksaPasien?

Karena dokter Konsultan tidak dihubungi oleh perawat

MengapaPerawattidak menghubungi

Konsultan?

Karena Perawat sibuk

MengapaSibuk? Karena sedang menangani 2pasien gawat yg lain yiperdarahan dan cardiac

arrest

Mengapa tidak ada Perawat yang lain dalamShiftitu?

Karena tenaga hanya 2orang dan Beban kerja yang tinggi dan masalah seperti inisudah sering terjadi

Mengapahanya 2Orang?

(28)

ANALISIS PERUBAHAN /

CHANGE ANALYSIS

Dikembangkan

oleh

Kepnev

Treque

(1976)

Digunakan

untuk

menganalisa

proses

yang

tidak

bekerja

sesuai

rencana

(Apa

dan

mengapa

berubah

?)

Metode

sederhana

yg

dapat

membantu

membandingkan

proses

yg

berjalanefektif

atau

gagal.

Analisis

komparativ

Apa

yang

berubah

sehingga

menimbulkan

kejadian

/

event

Mencari

dampak

dari

perubahan

(potential

dan

aktual)

Kapan

digunakan

?

Bila

suatu

sistem

/

tugas

yg

awalnya

berjalan

efektif

kemudian

terjadi

kegagalan

/

terdapat

sesuatu

yg

menyebabkan

perubahan

situasi

(29)

baseline

compariso

n

Reality

Ideal

difference

s

impac

t

(30)

ANALISIS PERUBAHAN /

CHANGE ANALYSIS

Langkah2

Analisis Perubahan :

1.

Pelajari Prosedur

normal

:

Apa

yg

seharusnya

dilakukan

(Kolom

1)

2.

Petakan

Alur

insiden

yg

terjadi,

bandingkan

dgn

Langkah

1

(Kolom

2)

3.

Bandingkan

2

proses

apakah

ada

perbedaan,

Apa

sebagai

masalah?

catat

pada

kolom

yg

telah

disediakan

(Kolom

3)

4.

Catat

akar

masalah

untuk

perbaikan

yang

akan

dimasukkan

dalam

Rekomendasi

SOP INSIDEN APAKAH PERUBAHAN

(31)

FORM ANALISIS PERUBAHAN

PROSEDURYGNORMAL PROSEDURYGDILAKUKANSAAT INSIDEN

APAKAHTERDAPATBUKTI PERUBAHANDLMPROSES

APAKAHPERUBAHAN MENYEBABKANMASALAHATAU

SEBAGAIAKIBAT ?

SpBharusmengetahui

kondisipasien SpBkeduatahulututkondisibermasalahpasien,bahwa Tidak -Tandaibagianyangakan

dioperasi Tandaitertutuptungkaikauskakibawahhinggakanan,tidakdan terlihat.Daninitidakdievaluasiulang olehdokterbedah

Ya Masalah

PersiapandiOKdilakukan

olehODPdanperawatOK Sudah&perawatdilakukanOK persiapanolehODP Tidak

-Pemasangantourniket

olehODP Tourniketbedah dipasangolehdokter ya Masalah

KolomDokumentasi

(32)

 

Penghalang atau kontrol untuk mencegah terjadinya bahaya Analisa penghalang didesain untuk

mengidentifikasi1. Penghalang: mana yang seharusnya untuk mencegah insiden

Mengapa penghalang gagal ?

Penghalang apa yang dapat digunakan untuk mencegah

insiden terulang kembali ?

2.

3.

Ada

4

tipe

“barrier”

;

•Physical barier : mis. Bar code

1.Natural barrier : mis Dx MBO o/ 2 dr & tunggu 6 jam,

Vincristin & MTX tdk diberikan dlm hari yg sama dan org yg sama •Human action barrier : pengecekan “ mark site”

1.Administrative barrier : SOP, Supervisi & training, penegecekan obat o/ 2 org diberikan paraf.

ANALISIS

PENGHALANG /

(33)
(34)

Barrie

r

Hazar

d

Targe

t

Melindungi

target

dari

hazard

Pasien

Sumber

potensial

menyebabkan

harm

/

kerugian

ANALISIS PENGHALANG /

BARRIER ANALYSIS

(35)

Masalah: torniket dilakukan pada kaki yang salah oleh dokter bedah konsultan dan asistennya

Penghalang / Kontrol

sudah ada?

Apakah penghalan g/ kontrol berfungsi?

Mengapa penghalang/kontrol terabaikan

danapa dampaknya?

SOP menyatakan bahwa

dokter bedah atau asisten

melihat pasien dancek

identitas dan semua hal

yang berkaitan dengan

operasi termasuk

memeriksa tanda operasi

Tidak 1.SOP tidakmenerangkan kapan dansiapa

yang melakukan. Tugas tersebut dilakukan

oleh SpR2 dan konsultan, tetapi komunikasi

daninformasi transfer tidak lengkap.

2.Konsultan lebihsenang melihat pasiennya

sebelum tanda operasi diberikan. Akibat

terlambat waktuadmission maka tanda

operasi dilakukan oleh SHO

Benar dan tepat tanda

operasi

Tidak 1. SHO menandaitanda operasi dengan

pensil kulit pada sisi yangtidak biasa,

yang tidakmudah dilihat oleh dokter

(36)
(37)

Tiap

masalah (CMP)

dpt

berkaitan

dengan

beberapa

faktor

yang

dapat

memberikan

dampak

pada

timbulnya

insiden.

Mis

:

motivasi

individu

kurang,

supervisi

tim

kurang,

kebijakan

pelatihan

tidak

adekuat

dll.

Berbagai

metode

dapat

digunakan

untuk

(38)

FISHBONE

DIAGRAM

ISHIKAWA

TOOL

•Org& •Manjmn Kompetensi Kebijakan Stndr& TUjuan Budaya “safety” Adm Desain& Bgnan Lingk Perlengkpn Staf Diklat Beban Kerja Waktu” Kondisi Personal Pengobat an

Komunikasiverbal, Komunikasi tertulis Supervisi& Konsultasi Kepemim pinan& TJ Ketersediaan SOP Ketersediaan &akurasitest

FcPenunjang dlm validasialatmedis Desain

tugas Riwayat

HubStaf& Pasien

(39)

MATRIX INSTRUMEN ANALISIS

INFORMASI

(5) Mengapa (5 Why) Untuk mengidentifikasi gejala /faktoryg mempengaruhi / penyebab yg sederhana Pertanyaan mendalam untuk mengidentifikasi akar masalah Sederhana& efektif. Dapat digunakanuntuk individu /kelompok

Sebagiantidak setuju dgn5x. KarenaAkar masalah bisa>5, atau< 5tapiumumnya, dgn5x bertanyasudah dapat menemukanakar masalah. Diagram tulang ikan (Fishbone Diagram) Untuk mengetahui faktor kontributor suatu masalah

Padamasalah

multifaset yg

panjang ataurantai

penyebab yg kompleks

Diagramyg

digunakan untuk menemukan faktor penyebab masalah tdd 9faktor

Mudah

dilaksanakan

Tdp display visual

dariproses analisis

Tidak semua orang

merasanyaman dengan perangkat ini

Memerlukanwaktu

agarfamiliar

(40)

INSTRUME N KAPAN DIGUNAKA N DESKRIPS I KEUNTUNGA N KERUGIA N Analisi s Perubaha n(Change Analisis )

Jika sistem,

prosedur

& peralatan yg awalnya berjalan baik, terjadi perubahan / error

Padapenyebab yg tdk

jelas, khususnya berguna utkevaluasi kegagalan alat

Metode untuk membandingka nproses yg terjadi dgn proses yg seharusnya

Dapatdigunakan padainsidenyg sederhana maupun yangkompleks

Menimbulkan

pertanyaan tentang prosedur ygnormalatau proses padapasien sehingga memerlukan penelitian yglebih mendalam

Nilainyaterbatas

Seluruh akarmasalah mungkin tdkdpt diketahui

Analisi s Penghalan g (Barrie r Analysis

Dapatdigunakan

secara prospektif & rektrospektif untuk mengidentifikasi adanya penghalang Utk mengidentifikasi Analisis kritis pengawasan untuk mengidentifikas igagalnya pertahanan Dapat menidentifikasi

kontrol tambahan yg dapatmencegah insiden

Pendekatan yg

Dapatmenyebabkan

stresbagistaf

Memerlukanproses

agarfamiliar

(41)

RISK GRADING AKAR

MASALAH

Identifikasi

Akar

Masalah

Probabilitas

berulang

kembali

Kegawatan

jika

berulang

kembali

Peringkat

Risiko

1

Evaluasi

kembali

kebutuhan

pelatihan

5

4

20

2

Isu

komunikasi

antar

(42)

7. Buat Rekomendasi & Rencana Tindakan

Improvement

Akar Masalah

Tindaka n

Tkt

Rekomendasi (individu, Tim, Direktorat, RS)

Penan ggung jawab

Waktu Sumberdaya

yg dibutuhkan

Bukti Penyel esaian

(43)
(44)

RCA – REPORT FORMAT

WHAT HAPPENED? Apa yang terjadi?

(Including the role of all individuals directly and

indirectly involved, the setting for the event, and any impact or potential impact of the event that is

relevant to

patient care or the conduct of the practice) (termasuk peran

WHY DID IT HAPPEN? Mengapa terjadi?

(Including description and discussion of the main and underlying reasons for the event occurring, where this is possible)

WHAT HAVE YOU LEARNED? (Apa yang dapat dipelajari?

(Reflect on significant event and highlight personal and, if appropriate, team- based learning)

(45)

Hospital

ID

RCA

Title ...

Date

(46)

EXECUTIVE SUMMARY

...

...

...

CONCLUSIONS

...

...

...

RECOMMENDATIONS

(47)

DIFFERENCES

FMEA &

RCA

FMEA

Proactive

 Specific Process

Diagram

process

flow

“What

could

occur?”

Focusing

on

a

processes

potential

system

failures

RCA

Reactive

Specific

Event

Diagram

chronological

steps

“What

occurred?”

Focus

on

an

event’s

system

failures

Prevents failures

(48)

KEY

TAKE

HOME

MESSAGE

Insiden

Investigasi -> AAM/ RCA

•Tim

•Kumpul data & Identifikasi masalah

•Pemetaan Informasi (Tools)

•Analisa informasi (Tools)

Investigasi Sederhana :

•Penyebab langsung

•Penyebab

Rekomendasi &

(49)

KEY TAKE HOME

MESSAGES

Data

Peta

CMP Analisa

(50)

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul “Analisis dan Pengelolaan Sisa Material Konstruksi dan Faktor Penyebab Pada Proyek Perumahan di Kota Solo Mengunakan Root Cause Analysis ( RCA )”

Alhamdulillahirobil’alamin puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Karunia-Nya, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis

Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisa yang telah dilakukan di atas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 terjadi penurunan indeks produktivitas total menjadi sebesar

Ada 8 solusi yang bisa dilakukan Rumah Sakit Islam Surabaya dalam mengatasi permasalahannya yaitu melalui penerapan sistem reward dan punishment, penyesuaian jadwal dokter,

Sejauh ini pembuatan kerupuk masih banyak dilakukan pada sektor Usaha Kecil Menengah (UKM), UKM merupakan sektor yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap laju

 Bila ketiga penyebab tidak terjadi pada tempat dan waktu yang bersamaan, maka sendok tersebut tidak akan jatuh, bila:. Peristiwa terjadi ditempat tanpa gravitasi (

Lean Manufacturing adalah salah satu konsep untuk menurunkan biaya produksi dengan mengeliminasi aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah dengan

XYZ perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur yang menghasilkan Heat Exchanger atau komponen penukar kalor, Berdasarkan analisa yang telah dilakukan dengan menggunakan metode RCA