BERAKHIRNYA USAHA DAN
SUMBER DAYA MANUSIA
BAGI ORGANISASI
Disusun Oleh:
Bayu Sukmaji
Citra Anugrah Lifany
Devia Meldiana
Ira Windawati
Irfan Afandi
Dosen:
Pupung Purnamasari SE, MM
Program Studi Ekonomi Akuntansi
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERTIWI
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami ucapkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Berakhirnya Usaha dan Sumber Daya Manusia Bagi Organisasi” guna memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada ibu Pupung Purnamasari SE, MM selaku Pembimbing dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Demikian penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.
Cikarang, April 2016
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
……… i
Daftar Isi ………..
…… ii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ………. 1
1.2 Rumusan Masalah ………. 2
1.3 Tujuan Penulis ………. 2
BAB II Pembahasan
2.1. Pengerti
an Kepailitan ……….……. 3
2.2. Strategi
Selama Berorganisasi …………..………..….….. 5
2.3. Memper
2.4. Tanda-Tanda Kepailitan ………..……….. 6
2.5. Suksesi
Usaha ………..……….……... 7
2.6. Definisi
Sumber Daya Manusia ……….………….… 7
2.7. Penyediaan
Sumber Daya Manusia ……….…………. 8
2.8. Sumber
Dari Sumber Daya Manusia ………... 9
BAB III Penutup
3.1. Kesimpulan
………... 13
3.2. Saran
……….…….... 13
Daftar Pustaka
………. 14
BAB I
1. Latar Belakang
2016 adalah tahun persaingan setiap elemen di Indonesia dengan dibukanya keran pasar bebas ASEAN tersebut. Di tahun ini, siapa yang sudah siap maka akan berjaya. Namun sebaliknya, bagi mereka yang belum siap maka akan tersingkir dengan sendirinya.
Dengan persaingan yang semakin ketat itu, maka ditekankan kualitas baik jasa maupun barang yang beredar di Indonesia ini juga akan semakin bermutu. Jika masyarakat belum siap, mereka hanya akan menjadi penonton dan tersingkir. Sebab bangsa lain sudah jauh-jauh hari menyiapkan kedatangan tahun 2016 ini. Semua elemen siap tidak siap harus siap menghadapi tahun ini. Meski begitu, pendampingan dan proteksi dari pemerintah juga sangat diperlukan agar masyarakat dapat eksis dan mampu bersaing dengan tenaga kerja atau produk-produk dari negara asing.
Edukasi dan pendampingan harus terus dilakukan, meski saat ini sudah memasuki tahun MEA, namun masih terbuka kesempatan untuk mematangkan berbagai persiapan. Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah selama ini harus terus digalakkan agar nantinya dapat berhasil sesuai apa yang dicita-citakan.
2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yaitu: 1. Apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan dalam berorganisasi?
2. Bagaimana sebuah organisasi melakukan perekrutan karyawannya?
3. Apa saja yang menyebabkan kepailitan dalam berorganisasi?
4. Bagaimana cara mencegah kepailitan dalam perusahaan?
3.
Tujuan Penulis
Sesuai dengan masalah yang dihadapi, tujuan penulisan makalah ini untuk:
Untuk mengetahui bagaimana cara atau strategi dalam berorganisasi,
Menjelaskan bagaimana melakukan perekrutan SDM bagi sebuah organisasi,
Untuk mengetahui beberapa penyebab kepailitan dalam berorganisasi,
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Kepailitan
Kepailitan merupakan suatu proses di mana seorang debitur yang mempunyai kesulitan keuangan untuk membayar utangnya dinyatakan pailit oleh pengadilan, dalam hal ini adalah pengadilan niaga, dikarenakan debitur tersebut tidak dapat membayar utangnya. Harta debitur dapat dibagikan kepada para kreditur sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Banyak usaha baru berakhir dengan kepailitan. Kegagalan ini tentunya sangat menyakitkan bagi para wirausahawan dan terlalu sering bahwa kegagalan tersebut seharusnya bisa dihindari dengan perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor tertentu dalam operasi bisnis. Terdapat tiga alternatif bagi badan usaha yang berada pada posisi mendekati kepailitan atau pada posisi tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Tiga alternatif tersebut adalah:
1) Likuidasi
Kasus kepailitan paling ekstrim adalah ketika wirausahawan secara sukarela atau dengan berat hati harus melikuidasi semua aktiva usaha yang tidak bisa dibebaskan. Jika wirausahawan mengisi petisi kepailitan secara sukarela, maka ventura usahawan tersebut dinyatakan pailit. Biasanya pengadilan akan meminta laporan pendapatan dan pengeluaran lancar.
2) Reorganisasi
dengan tuntutan hukum, dan lain-lain. Wirausaha merasa bahwa dengan adanya perpanjangan waktu, binis akan bisa mempunyai solvabilitas dan likuiditas yang lebih tinggi untuk memenuhi kewajiban hutang-hutangnya.
Kreditor besar atau suatu pihak yang berkepentingan atau kelompok kreditor biasanya akan mengajukan kasus ini di depan pengadilan dan kemudian rencana reorganisasi akan dibuat untuk menunjukan bagaimana bisnis akan berputar. Rencana ini akan membagi hutang dan kepemilikan kedalam dua kelompok,mereka yang akan dipengaruhi rencana dan mereka yang tidak.
Sekali rencana terselesaikan ia harus disetujui oleh pihak pengadilan. Persetujuan rencana ini juga meminta bahwa semua kreditor dan pemilik setuju untuk tunduk dengan rencana reorganisasi seperti yang dikemukakan di depan pengadian. Keputusan yang dibuat dengan rencana reorganisasi biasanya mencerminkan satu atau gabungan dari hal-hal berikut ini:
Perluasan
Substitusi
Penetapan penyelesaian Hutang
3) Perpanjangan Waktu Pembayaran
Wirausahawan harus mengajukan kepada pengadilan rencana yang pada dasarnya adalah anggaran pendapatan dimasa mendatang dari segi hutang-hutang yang belum dilunaskan. Rencana tersebut harus berisi pembayaran semua klaim yang mendapat prioritas. Disamping itu rencana tersebut harus menguraikan berapa banyak yang harus dibayarkan sampai semua pembayaran bisa terselesaikan.
Klaim yang harus dibayar menurut peringkat adalah sebagai berikut :
a. Kreditor yang dijamin b. Pengeluaran administrative
c. Klaim yang berasal dari operasi bisnis d. Klaim upah dan gaji karyawan
e. Kontribusi pada tunjangan karyawan f. Klaim dari kreditor konsumen
g. Pajak
h. Kreditor Umum
2. Strategi Selama Berorganisasi
Strategi selama reorganisasi biasanya reorganisasi membutuhkan waktu. Selama periode ini, wirausahawan bisa membantu proses bergerak lebih cepat dengan berinisiatif membuat rencana-rencana, menjual rencana pada kreditor yang dijamin, komunikasi dengan kelompok kreditor,dan menghindari penulisan cek yang tidak ada dananya.
Kunci untuk memperbesar proses kepailitan adalah mengikuti kreditor tentang bagaimana bisnis dijalankan dan menekan arti penting dukungan kreditor selama proses. Perbaikan kredibilitas wirausahawan dengan kreditor akan membantu usaha ventura lepas dari kesulitan financial tanpa tanda-tanda adanya kegagalan. Mencoba bertemu dengan kelompok kreditor biasanya menimbulkan keributan dan niat jahat.
Setiap wirausahawan yang memulai usaha hendaknya memperhatikan kesalahan dari orang lain. Terdapat persyaratan tertentu yang bisa membantu mempertahankan operasi usaha baru dan mengurangi resiko kegagalan.
Faktor-faktor penting yang bisa mengurangi resiko kegagalan bisnis adalah sebagai berikut:
1) Menghindari optimisme yang berlebih-lebihan ketika bisnis menunjukkan keberhasilannya.
2) Senantiasa membuat rencana-rencana pemasaran yang baik dengan tujuan yang jelas.
3) Membuat proyeksi arus kas yang baik dan menghindari kapitalisasi. 4) Selalu berada didepan dalam pasar.
5) Mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditekankan yang mungkin bisa menyebabkan perusahaan berada dalam bahaya.
4. Tanda-Tanda Kepailitan
Wirausahawan hendaknya mengetahui tanda-tanda usaha dan lingkungan yang mungkin merupakan peringatan dini kesulitan. Sering wirausahawan tidak menyadari apa yang terjadi dan tidak mau menerima hal yang tidak bisa dihindarkan. Beberapa peringatan dini yang merupakan tanda-tanda kepailitan adalah sebagai berikut:
1) Kelalaian dalam managemen keuangan.
2) Direktur tidak bisa mendokumentasikan dan menjelaskan transaksi-transaksi besar. 3) Pelanggan diberikan potongan harga tinggi untuk mempercepat pembayaran karena
arus kas yang buruk.
6) Orang-orang penting dalam perusahaan meninggalkan perusahaan. 7) Kurangnya bahan mentah untuk memenuhi pesanan.
8) Pajak upah dan gaji tidak dibayarkan.
9) Pemasok meminta pembayaran secara kontan.
10) Meningkatnya keluhan pelanggan mengenai kualitas produk/jasa.
5. Suksesi Usaha
Banyak usaha baru akan dialihkan kepada anggota keluarga. Jika tidak ada anggota keluarga yang tertarik pada usaha tersebut, penting bagi wirausahawan untuk baik menjual usahanya atau melatih seseorang dalam organisasi untuk mengambil alih.
1) Transfer kepada anggota keluarga.
2) Transfer usaha kepada anggota bukan keluarga.
6. Definisi Sumber Daya Manusia
Menurut Sonny Sumarsono (2003 : 4) Sumber Daya Manusia atau human resourcesmengandung dua pengertian, yaitu :
1) Sumber daya manusia adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi. Dalam hal lain sumber daya manusia (SDM) mencerminkan kualitas usaha yang diberikan seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa.
2) Sumber daya manusia, menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja berarti mampu melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya (kebutuhannya).
Sumber daya manusia (SDM) dari daya pikir dan daya fisik setiap manusia, atau dengan kata lain kemampuan setiap manusia ditentukan oleh daya pikir dan daya fisiknya. Sumber daya manusia (SDM) atau manusia menjadi unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang handal atau canggih tanpa peran aktif sumber daya manusia (SDM) tidak berarti apa-apa. Daya pikir adalah kecerdasan yang dibawa sejak lahir (modal dasar) sedangkan kecakapan diperoleh dari usaha (belajar dan pelatihan), kecerdasan tolak ukurnya intelegence quotient (IQ) dan emotion quality (EQ).
7. Penyediaan Sumber Daya Manusia
Ungkapan sumber daya manusia yang tepat menunjuk pada individu-individu dalam organisasi kerwirausahaan yang dapat memberikan kontribusi atau sumbangan yang berharga berupa peroduktivitas dari posisi yang mereka pegang untuk mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan. Tugas penyediaan sumber daya manusia yang menentukan tingkat ketepatan posisi individu-individu pada organisasi kewiraswastaan.
Untuk menyediakan sumber daya manusia yang tepat bagi organisasi kewirausahaan ketika berbagai posisi menjadi terbuka atau lowong, manajer hendaknya mengikuti 4 langkah yang berurutan sebagai berikut :
1) Perekrutan Karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3) Pelatihan Karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4) Penilaian Hasil Kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
8. Sumber Dari Sumber Daya Manusia
Sumber dari dalam organisasi : 1) Karier
Karir pekerjaan dari seorang karyawannya yang begitu meningkat, memungkinkan karyawan tersebut akan mengisi posisi yang kosong.
2) Promosi Jabatan
Promosi dari dalam biasanya mempunyai keuntungan, yaitu:
Membangun moral.
Mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras dengan harapan akan
mendapatkan promosi.
Membuat individu cendrung tinggal dengan organisasi kewiraswastaan tertentu karena kemungkinan promosi di masa depan.
3) Rotasi Jabatan
Rotasi jabatan bisa dilakukan apabila itu diperlukan untuk kepentingan perusahaan.
1) Para Pesaing
Satu sumber eksternal sumber daya manusia yang umumnya terbuka adalah organisasi kewiraswastaan pesaing. Karena terdapat beberapa keuntungan membajak sumber daya manusia dari pesaing, tipe pembajakan ini telah menjadi praktek yang umum.
Diantara keuntungan-keuntungannya adalah:
a. Pesaing akan harus membayar pelatihan individu sampai saat penyewaan.
b. Organisasi kewiraswastaan pesaing mungkin akan agak diperlemah dengan kehilangan individu.
c. Sekali disewa, individu menjadi sumber informasi yang berharga mengenai bagaimana cara terbaik bersaing dengan bekas organisasinya.
2) Badan/agen Penempatan Kerja
Suatu agen penempatan kerja adalah suatu organisasi yang mengkhususkan diri di dalam menyesuaikan individu dengan organisasi. Agen-agen tersebut membantu orang-orang untuk menemukan pekerjaan dan organisasi yang memerlukan tenaga kerja.
3) Lembaga Pendidikan
Beberapa wiraswastawan pergi secara langsung ke perguruan tinggi untuk mewawancarai mahasiswa-mahasiswa yang mendekati kelulusan. Sekolah bisnis, sekolah teknik, sekolah seni, dan lain-lain mempunyai sumber daya manusia yang agak berbeda untuk ditawarkan. Usaha penarikan tenaga kerja hendaknya dipusatkan pada sekolah-sekolah dengan kemungkinan tertinggi untuk menyediakan sumber daya manusia semestinya bagi posisi lowong.
4) Massa Media Informasi
kewiraswastaan menerima lamaran dari individu yang memiliki kualifikasi. Tipe posisi yang hendak diisi menentukan tipe publikasidi mana suatu iklan hendak dipasang.
Yang mengakibatkan berakhirnya suatu usaha dan sumber daya manusia memicu adanya suatu kegagalan dalam usaha yang dibangun, dikarenakan persaingan yang sangat ketat sehingga membuat usaha-usaha lainnya terlengser hingga gulung tikar dan mengakibatkan banyak faktor kerugian bagi para usahawan.
Beberapa faktor yang dapat membuat berakhirnya usaha dan sumber daya manusia bagi organisasi kewirausahaan, yaitu:
1) PHK massal para pekerja buruh
2) Menurunnya tingkat perkembangan bisnis
3) Kurangnya tingkat kematangan untuk membangun suatu bisnis 4) Kurang adanya inovatif dalam bisnis
5) Persaingan yang sangat ketat didalam dunia pembisnisan
Oleh karena itu di dalam suatu pembisnisan harus memiki cara tersendiri untuk menghindari kerugian pada usahanya. Contohnya:
1) Berkomunikasi dengan para konsumen. Mengadakan riset pasar terhadap konsumen bisa menjadi cara agar terhindar dari kesalahan berbisnis. Riset memberikan pedoman tentang apa yang dibutuhkan konsumen dan bagaimana cara menjawab kebutuhan tersebut melalui produk. Selain itu, hasil riset pasar memberikan kisaran harga penjualan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan target pasar.
area tersebut, dan kondisi lingkungan sekitar yang membuat tempat berbisnis itu menjadi strategis.
3) Hindari pemborosan. Penting bagi pebisnis pemula untuk dapat menahan diri terhadap hal-hal yang bisa memperlemah kondisi finansial bisnis. Pebisnis pemula biasanya ingin agar bisnisnya dibuka dengan hal yang serba baru, misalnya bangunan toko yang baru atau furnitur dan perangkat elektronik baru. Banyak pebisnis pemula yang menginginkan semua hal serba baru dengan alasan prestise atau gengsi. Sebenarnya, tidak semua hal harus serba baru. Perilaku konsumtif dan boros ini hanya akan membuat bisnis mengalokasikan uangnya untuk hal-hal yang tidak esensial. Yang terpenting dari sebuah usaha baru adalah manajemen bisnis di dalamnya, bukan tetek-bengek yang terlihat bagus hanya dari tampak luar.
4) Selain itu, pebisnis pemula tidak perlu terburu-buru merekrut staf atau tenaga ahli, selama ia masih bisa mengerjakan hal tersebut sendiri. Alasannya, sekali staf atau tenaga ahli direkrut, pebisnis harus membayar gaji bulanan secara berkala. Ada baiknya pebisnis mengerjakan hal-hal yang masih bisa ia tangani sendiri daripada membuang uang untuk membayar gaji staf.
5) Buatlah perencanaan yang matang. They who don’t plan, plan to fail. Pepatah ini cocok bagi para pengusaha pemula yang tidak memiliki perencanaan yang matang. Perencanaan, biasa disebut action plan, mempermudah pebisnis untuk memilih opsi terbaik di antara sekian banyak alternatif. Action plan ini menjadi pedoman atau guidelines bagi pengusaha untuk menjalankan bisnisnya. Bisnis yang direncanakan dengan baik akan memperkecil risiko bagi pebisnis untuk mengambil keputusan yang salah.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Kepailitan merupakan suatu proses di mana seorang debitur yang mempunyaikesulitan keuangan untuk membayar utangnya dinyatakan pailit oleh pengadilan, dalam hal ini adalah pengadilan niaga, dikarenakan debitur tersebut tidak dapat membayar utangnya. Ada tiga cara alternatif bagi perusahaan yang mendekati kepailitan, yaitu: (1) Likuidasi, (2) Reorganisasi, (3) Perpanjangan waktu pembayaran.
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah orang, asset dan potensi yang menjadi motorpenggerak organisasi atau perusahaan.
Untuk menyediakan sumber daya manusia yang tepat bagi organisasi kewirausahaanketika berbagai posisi menjadi terbuka atau lowong, manajer hendaknya mengikuti 4 langkah yang berurutan sebagai berikut: (1) Perekrutan Karyawan, (2) Seleksi Calon Karyawan, (3) Pelatihan Karyawan, (4) Penilaian Hasil Kerja.
2. Saran
Setiap wirausahawan yang memulai usaha hendaknya memperhatikan kesalahan dari orang lain.
Wirausahawan hendaknya mengetahui tanda-tanda usaha dan lingkungan yangmungkin merupakan peringatan dini kesulitan.