• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENAMBAHAN Sr ATAU TiB TERHADAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PENAMBAHAN Sr ATAU TiB TERHADAP"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

29

PENGARUH PENAMBAHAN Sr ATAU TiB TERHADAP

STRUKTUR MIKRO DAN FLUIDITAS PADA

PADUAN Al-6%Si-0,7%Fe

Suherman

Jurusan Teknik Mesin, Kampus Politeknik Tanjungbalai. Jl. Sudirman No. 9 Kodya Tj balai

Email: [email protected]

Abstract

The aim of work is to study influence of Sr or TiB addition to the microstructure and fluidity of Al-6%Si-0,7%Fe alloys on sand casting process. Al-Al-6%Si-0,7%Fe were melted in crucible furnace at 7300 C and added Sr or TiB. The fluidity of the molten metals were being measured by Birmingham method. The microstructure changes were studied by optical microscope. The results show that the addition of Sr in Al-6%Si-0,7%Fe alloy modify the morphology of the eutectic silicon phase from a coarse platelike structure to fine fibrous structure. The additional of TiB in 0,7%Fe alloys result fine fibrous structure. The Addition Sr or TiB in Al-6%Si-0.7%Fe alloys decreases fluidity of the molten metals.

Keywords: Al-Si; Fluidity; Grain refiner TiB; Modification Sr

1. PENDAHULUAN

Akhir-akhir ini paduan Al-Si banyak dipakai terutama pada komponen otomotif karena mempunyai beberapa kelebihan bila dibanding dengan aluminium paduan lainnya (Surdia dan Sato, 1992). Kelebihan paduan ini antara lain lebih ringan dibanding dengan besi dan baja, ketahanan korosi yang baik, tahan terhadap retak panas (hot tearing), mampu mesin dan las yang baik (Surdia dan Sato, 1992) dan (Smith, 1993).

Komposisi paduan dan pemilihan proses pengecoran dapat mempengaruhi struktur mikro dari aluminium paduan. Struktur mikro dapat dirubah dengan penambahan elemen tertentu pada paduan Al-Si yang mana dapat memperbaiki mampu cor (castability), sifat mekanis dan mampu mesin yang baik (machinability) (Brown, 1999). Pada proses pengecoran dengan cetakan pasir, proses pendinginan relatif lambat sehingga diperoleh struktur eutektik berbentuk lamellar yang mana mengurangi kekuatan produk yang dihasilkan. Unsur kimia yang dipakai untuk mengontrol morfologi partikel silikon dan dapat merubah struktur mikro disebut

modifier (Cook, 1998) dan (Brown, 1999). Umumnya penambahan Sr dan Na sebagai modifier pada paduan Al-Si bertujuan menghasilkan struktur silikon eutektik dengan bentuk berserabut (Brown, 1999).

(2)

30

Masing-masing penghalus butir mempunyai ciri dan manfaat yang spesifik (ASM Specialty Handbook Aluminium, 1993).

Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai fluiditas adalah temperatur (derajat superheat), komposisi kimia, tegangan permukaan, konduktifitas material cetakan, inklusi dan viskositas (Flemings, 1974 dan ASM Specialty Handbook Aluminum, 1993). Variabel pengujian seperti diameter saluran juga mempengaruhi sifat fluiditas (Flemings, 1974). Ada beberapa metode pengujian fluiditas seperti metode Spiral dan metode Double Spiral. Metode spiral adalah metode yang paling sederhana, metode spiral ini umum digunakan pada uji fluiditas paduan aluminium, dimana cetakan (dies) terbuat dari baja, kemudian aluminium cair dituang menggunakan ladel. Hasil pengujian terlihat seperti ditunjukkan pada (Gambar 1 a,b). Pada penelitian ini digunakan metode Birmingham yang dikembangkan oleh Universitas Birmingham, UK. Pada pengujian ini data yang didapat tidak hanya panjang fluiditas melainkan juga efek dimensi rongga cetakan yang akan dilalui oleh logam cair melalui proses penuangan (Campbell dan Harding, 1994).

Penelitian ini menggunakan paduan Al-6%Si yang ditambahkan Sr sebagai modifier dan TiB sebagai penghalus butir, selanjutnya observasi dilakukan pada struktur mikro dan sifat fluiditas dari logam cair menggunakan metode Birmingham.

2. PROSEDUR PERCOBAAN

Material

Material yang digunakan pada penelitian ini adalah paduan Al-6%Si-0,7%Fe. Hasil uji komposisi diperlihatkan pada Tabel. 1.

Gambar 1. Metode pengujian fluiditas a) metode double spiral; b) metode spiral

Prosedur

Paduan Al-6%Si-0,7Fe sebelum dan sesudah penambahan Sr atau TiB diuji komposisi kimia menggunakan spektrometer. Paduan dilebur dalam dapur krusibel pada temperatur 730 oC. Al-10%Sr-14%Si dalam bentuk master alloy ditambahkan kedalam logam cair dan ditahan dalam dapur (holding) selama 10 menit sebelum penuangan. Begitu juga dengan penambahan Al-5%Ti-1%B dalam bentuk master alloy kedalam logam cair pada temperatur tuang 730 oC. Sebelum penambahan Sr atau TiB, logam cair ditambahkan fluks berjenis coverall yang bertujuan untuk mengikat hidrogen dan kotoran yang ada dalam logam cair.

(a)

(3)

31 Tabel.1 Hasil Komposisi kimia paduan Al-6%Si

Paduan Komposisi (%)

Si Fe Cu Mn Mg Zn Ti Cr Ni Pb Sn Sr Al

Al-6Si-0,7Fe

Al-6Si-0,7Fe+Sr

Al-6Si-0,7Fe+TiB

6,04 0,74 0,46 0,07 0,103 0,647 0,01 0,01 0,04 0,08 0,01 91,68

6,04 0,74 0,35 0,07 0,149 0,60 0,07 0,01 0,03 0,08 0,01 0,04 91,78

6,04 0,76 0,46 0,09 0,149 0,60 0,11 0,01 0,03 0,08 0,01 91,66

Logam cair yang telah ditambahkan Sr atau TiB dituangkan kedalam cetakan pasir yang telah dipersiapkan sebelumnya. Material (Al-6%Si-0,7%Fe) diuji sifat fluiditasnya dengan metode Birmingham seperti yang ditunjukkan Gambar 2, Pengukuran panjang fluiditas dilakukan setelah logam cair mengalami proses pembekuan.

Gambar 2. Metode pengujian fluiditas Birmingham

Pengamatan struktur mikro dengan perbedaan ketebalan benda cor dari kedua paduan didapatkan dari pengujian fluiditas dengan cara memotong hasil coran dengan arah melintang ketebalan. Untuk mengamati struktur mikro hasil coran menggunakan mikroskop optik.

3. HASIL PENELITIAN

Hasil Pengamatan Struktur Mikro

Gambar 3. Foto struktur mikro paduan Al-6%Si-0,7%Fe dengan variasi ketebalan benda cor a) tebal 2 mm dengan perbesaran 500X, b) tebal 8 mm dengan perbesaran 500X

struktur mikro dengan menggunakan mikroskop optik, struktur silikon eutektik dari paduan Al-6%Si-0,7%Fe berbentuk serpih (platelike). Perbedaan ketebalan benda cor sangat signifikan mempengaruhi struktur mikro yang dihasilkan, struktur silikon eutektik pada ketebalan 8 mm jumlahnya sedikit berkurang dibanding dengan ketebalan Paduan Al-6%Si-0,7%Fe

Struktur mikro Paduan Al-6%Si-0,7%Fe dengan ketebalan yang berbeda ditunjukkan Gambar 3. Dari pengamatan

benda cor yang lebih tipis yaitu 2 mm. A

B 20 μm

20 μm

(4)

32 Paduan Al-6% Si -0,7%Fe + Sr

Perbedaan ketebalan benda cor sangat signifikan mempengaruhi struktur mikro pada paduan Al-6%Si-0,7%Fe dengan penambahan Sr. Penambahan Sr kedalam paduan Al-6%Si-0,7%Fe menghasilkan perubahan struktur silikon eutektik dari bentuk serpih (platelike) ke berbentuk berserabut (fibrous) yang ditunjukkan Gambar 4. Untuk benda cor yang lebih tebal yaitu 8 mm dendrit aluminium terlihat lebih kasar bila dibanding dengan ketebalan yang lebih tipis yaitu 2 mm.

Paduan Al-6%Si-0,7%Fe +TiB

Struktur silikon eutektik paduan Al-6%Si-0,7%Fe dengan penambahan TiB

sebagai penghalus butir tidak berubah dan cenderung hampir sama dengan material dasar (paduan Al-6%Si-0,7%Fe). Stuktur silikon eutektik untuk benda cor yang lebih tebal yaitu 8 mm jumlahnya sedikit berkurang dibanding dengan benda cor dengan ketebalan 2 mm yang ditunjukkan Gambar 5.

Pengukuran Panjang Fluiditas Paduan Al-6%Si-0,7%Fe

Hubungan antara panjang fluiditas terhadap perbedaan ketebalan benda cor pada temperatur tuang logam cair 730 oC ditunjukkan pada Gambar 6. Sifat fluiditas logam cair menurun seiring berkurangnya ketebalan benda cor untuk masing-masing penambahan Sr atau TiB pada kedua paduan (Al-6%Si-0,7%Fe).

Gambar 4. Foto struktur mikro paduan Al-6%Si-0,7%Fe + Sr dengan variasi ketebalan benda cor, a) tebal 2 mm dengan perbesaran 500X, b) tebal 8 mm dengan perbesaran 500X

Gambar 5. Foto struktur mikro paduan Al-6%Si-0,7%Fe+TiB dengan variasi ketebalan benda cor a) tebal 2 mm dengan dengan pembesaran 500X, b) tebal 8 mm dengan dengan pembesaran 500X

B A

20 μm Si

Al

Al Dendrite Si

Al

20 μm

Al Dendrite

A B

20 μm 20 μm

Si Al

(5)

33

Penambahan elemen paduan seperti Sr atau TiB sangat signifikan mempengaruhi sifat fluiditas logam cair pada paduan Al-6%Si-0,7%Fe, terutama pada rongga cetakan yang sangat tipis. Penambahan Sr kedalam paduan Al-6%Si-0,7%Fe cenderung menurunkan sifat fluiditas logam cair. Begitu juga dengan penambahan TiB pada paduan Al-6%Si-0,7%Fe sifat fluiditas logam cair menjadi berkurang.

Kemampuan logam cair paduan Al-6%Si-0,7%Fe untuk mengisi rongga cetakan telah tercapai kestabilan pada ketebalan benda cor 6 mm, yakni logam cair telah mampu mengalir sepanjang 500 mm rongga cetakan. Semakin tebal rongga cetakan memberikan sifat fluiditas yang semakin baik.

Gambar 6. Hubungan panjang fluiditas terhadap perbedaan ketebalan benda cor pada paduan Al-6%Si-0,7%Fe

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan studi literatur, dapat diambil kesimpulan yang berhubungan dengan penelitian ini:

1. Penambahan Sr pada paduan Al-6%Si-0,7%Fe tidak terlalu signifikan mempengaruhi sifat fluiditas logam

cair. Struktur silikon eutektik yang dihasilkan berbentuk berserabut (fibrous).

2. Penambahan TiB pada paduan Al-6%Si-0,7%Fe tidak terlalu signifikan mempengaruhi sifat fluiditas logam cair. Struktur silikon eutektik yang dihasilkan tidak berubah (plate like).

Ucapan Terimakasih

Terimakasih kepada PT. Adhi logam Karya, Klaten atas material yang diberikan kepada peneliti

DAFTAR PUSTAKA

ASM Specialty Handbook, 1993,”

Aluminium and Aluminium

Alloys”, Ohio, USA.

Brown, J.R., 1999, “Foseco Non-Ferrous

Foundryman’s Handbook”,

Butterworth Heinemann, Eleventh Edition, Oxford.

Campbell, J. and Harding, R.A.,

1994,“The Fluidity of Molten Metals”, Training in Aluminium

Application Technologies (Talat ) Lecture 3205, p.p. 2-4

Cook, R., 1998, “Modification of

Aluminium Silicon Foundry

Alloy”, www. Metallurgical. Com, London and Scandinavian Metallurgical Co. Limited, p. p. 1-10.

Cooper, P and Barber, A., 2003, “Review

of the Latest Development and

Best Use of Grain Refiners”,

International Melt Quality Workshop, Prague, Czech Republic.

Flemings, M.C., 1974, “Solidification

Processing”, McGraw-Hill Book Company, New York.

Surdia, T. dan Saito, S., 1992,

“Pengetahuan Bahan Teknik”,

P.T Pradnya Paramitha, Jakarta.

Smith, W.F., 1993, “Structure and

Properties of Engineering

Alloys”, McGraw-Hill inc, Second Edition.

Gambar

Gambar 1. Metode pengujian fluiditas                    a) metode double spiral; b) metode spiral
Gambar 2. Metode pengujian fluiditas
Gambar 4.    Foto struktur mikro paduan Al-6%Si-0,7%Fe + Sr dengan variasi ketebalan benda cor, a) tebal 2 mm dengan perbesaran 500X, b) tebal 8 mm dengan perbesaran 500X
Gambar 6.  Hubungan

Referensi

Dokumen terkait

paklobutrazol sampai konsentrasi 200 ppm pada tanaman gerbera dapat menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman yaitu memperpendek tinggi tanaman, mengurangi penambahan

dalam perjalanan hidupku; Mbah Putri (almh), Mbah Rom (almh), Mbah Salim (almh), Mbah Imam yang selalu penuh perhatian, Mbah Syamsul Kakung dan Mbah Syamsul

Hal yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan material maupun nonmaterial yang diperolehnya dari hasil pekerjaannya.. Jika kebutuhan

Sistem pencernaan Cavia porcellus Cavia porcellus terdiri dari rima oris, di dalam rima oris terdiri dari rima oris, di dalam rima oris bermuara kelenjar saliva,

Disepakatinya Perjanjian Penetapan Garis Batas Laut Wilayah di Bagian Timur Selat Singapura pada prinsipnya memberikan keuntungan dari berbagai aspek, seperti untuk

Biakan bakteri uji diambil menggunakan jarum steril dan diinokulasikan dengan cara ditusukan pada medium agar padat pada tabung reaksi kemudian diinkubasi pada

Sedangkan apabila dalam cairan intrasel terdapat penambahan hasil metabolisme yang bersifat basa, maka akan bereaksi dengan ion. dihidrogen fosfat sehingga menghasilkan

ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI PEMBANGUNAN BANDAR UDARA NGURAH RAI - BALI ALTERNATIF IVd. Jenis