• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMBANGUN SISTEM KONFIGURASI JARINGAN PO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MEMBANGUN SISTEM KONFIGURASI JARINGAN PO"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MEMBANGUN SISTEM KONFIGURASI JARINGAN

POLDA JATIM

MENGGUNAKAN APLIKASI

SECURE SERVICE COVERAGE

(Studi Kasus PT. MANDIRI TEGAR ADIGUNA)

Mata Kuliah Sistem Manajemen ICT

Disusun Oleh :

LAURA ZINNIA VALENTINE, S.T. 55417110025

Dosen : DR Ir Iwan Krisnadi MBA

PROGRAM PASCASARJANA TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS MERCUBUANA

(2)

MEMBANGUN SISTEM KONFIGURASI JARINGAN

POLDA JATIM MENGGUNAKAN

SECURE SERVICE COVERAGE

ABSTRAK

Polda Jatim merupakan instansi pelaksana tugas Kepolisian Republik Indonesia

yang akan melakukan modernisasi sistem jaringan. Untuk menunjang sistem keamanan

jaringan tersebut Polda Jatim menggunakan aplikasi Secure Service Coverage (SSC)

dengan mengimplementasikan Jaringan Cisco dan ASA Firewall Cisco sebagai

perangkat keamanan jaringan.

Standar Operasi dan prosedur untuk Secure Service Coverage (SSC) pada

Polda Jatim diperuntukan khususnya untuk para pengguna perangkat diluar kontrol

Polri menggunakan sistem yang dapat membantu untuk konfigurasi jaringan sesuai

dengan hak akses dan peraturan masing-masing. Self Enrollment System menjadi

kunci keamanan jaringan, untuk menjaga agar perangkat terhubung tidak terserang

ataupun menyerang sistem internal Polri dan memastikan semua akses yang diberikan

sudah sesuai dengan hak aksesnya.

Kata Kunci : Secure Service Coverage(SSC), Jaringan Cisco, ASA Firewall Cisco, Self

(3)

1. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat didorong oleh

meningkatnya kebutuhan informasi yang semakin kompleks di berbagai aspek

kehidupan. Sehingga diperlukannya dukungan kemajuan infrastruktur dan teknologi.

Salah satu perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini adalah

komunikasi menggunakan wireless, ditandai keuntungan dari shared data dan shared

resources. Dengan Wireless Local Area Network (WLAN) pengguna dapat mengakses

informasi tanpa harus mencari tempat untuk plug in dan dapat menset-up jaringan

tanpa menarik kabel. WLAN dapat mengatasi kekurangan wired network, karena

mempunyai kelebihan antara lain sebagai berikut: Mobility, Scalability, Installation

Fleksibility, Reduced cost of ownership.

Teknologi komunikasi dengan menggunakan teknologi WLAN akan menghasilkan

berbagai kemudahan bagi para pengguna jasa internet, perkembangan ini juga dapat

dirasakan secara langsung dengan banyak digunakannya wireless hostpot yang

tersedia sekitar kita. WLAN menerapkan kemanan jaringan yang paling umum

diterapkan pada wireless LAN adalah dengan motode enkripsi yaitu WEP (Wired

Equivalent Privacy). WEP menggunakan satu kunci enkripsi yang digunakan

bersama-sama oleh para pengguna WLAN. Enkripsi yang digunakan WEP memiliki banyak

kelemahan, sehingga memberi celah keamanan yang sangat rentan, hacker dapat

membuka enkripsi ini hanya dalam hitungan menit. Untuk keamanan lainnya adalah

WPA (Wi-Fi Protected Access) dengan menggunakan enkripsi TKIP (Temporal Key

Integrity Protocol) yang memperbaiki kelemahan dari WEP dan menghasilkan

keamanan yang lebih baik dari WEP. Selanjutnya diperbaiki kembali menjadi WPA2

dengan menggunakan enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) yang merupakan

enkripsi cukup kuat pada saat ini.

Dengan demikian sistem konfigurasi jaringan yang diterapkan pada Polda Jatim

dapat menunjang sistem informasi yang aman dan handal untuk keamanan jaringan

dilingkungan Polda Jatim. Polda Jatim mengaplikasikan Secure Service Coverage

menggunakan teknologi WLAN dalam menghubungkan ruangan atau area yang berada

(4)

dengan bantuan perangkat jaringan Cisco dan ASA Firewall Cisco sebagai perangkat

keamanan jaringan.

2. TUJUAN DAN SASARAN

Sesuai dengan latar belakang tersebut, maka tujuan pembuatan proposal ini adalah

menerapkan sistem komunikasi manajemen yang terintegrasi dengan

mengkonfigurasikan jaringan yang aman dan handal yang berada Polda Jatim yakni

aplikasi Secure Service Coverage dengan menyesuaikan kebutuhan di Polda Jatim.

Sedangkan sasaran kajian adalah:

a. Tersedianya formulasi yang tepat untuk dapat digunakan dalam membangun

sistem komunikasi manajemen pada Polda Jatim.

b. Tersediannya data pengguna yang akurat untuk dapat digunakan dalam

analisa traffic jaringan yang terjadi di Polda Jatim untuk mengindari

troubleshooting.

c. Tersedianya model pengelolaan troubleshooting dan maintenance pada

aplikasi Secure Service Coverage.

3. RUANG LINGKUP

Lingkup pekerjaan kajian efisiensi dan efektif dalam membangun sistem komunikasi

manajemen yang dikelola oleh Polda Jatim hal-hal sebagai berikut:

a. Laporan tentang kondisi jaringan yang memuat hal-hal berikut:

i. Sistem kerja keamanan jaringan yang terkonfigurasi sesuai group akses

berdasarkan login dalam mengakses data internal.

ii. Kondisi untuk kerja jaringan khususnya penyediaan bandwidth.

b. Review operating point sistem keamanan jaringan.

c. Rekomendasi instalasi dan konfigurasi akses point untuk memperoleh highest

(5)

4. PERMASALAHAN

Polda Jatim terdiri dari berbagai menjadi 6 (enam) Gedung yang terdiri dari Gedung

Tribrata, Gedung Bhakti, Gedung Pratidina, Gedung Dharma, Gedung Humas, Gedung

Waspada Data Center. Pada setiap masing-masing gedung memiliki Keanekaragaman

WiFi dan Akses Point sehingga menghambat sistem komunikasi atau pertukaran data

dilingkungan Polda Jatim karena terjadinya WiFi Interfensi yang dapat dilihat melalui

gambar di bawah ini.

Gambar 1. WiFi Interfensi dilingkungan Polda Jatim

Dalam memenuhi kebutuhan pengguna/user akan akses jaringan komunikasi

dilingkungan Polda Jatim, baik untuk pengguna yang termasuk pada group akses

sebagai VVIP dan anggota maupun yang hanya sebagai visitor. Maka memerlukan

sistem jaringan yang terintegrasi dan terpusat yang menghubungkan gedung-gedung

dilingkungan Polda Jatim, berikut ini gambaran sistem desain jaringan dapat dilihat

(6)

Gambar 2. Denah Gedung pada Polda Jatim

Dengan denah Gedung Polda Jatim diatas, maka sangatlah penting untuk

merumuskan suatu permasalahan yaitu bagaimana keamanan jaringan yang

terkonfigurasi sesuai group akses berdasarkan login dalam mengakses data internal

tergelar dilingkungan Polda Jatim dengan rincian sebagai berikut:

a. Bagaimana aplikasi Secure Service Coverage dapat mengintegrasikan

satker-satker maupun visitor yang berada dilingkungan Polda Jatim dalm pertukaran

informasi secara handal dan aman?

b. Apakah pembagian group akses berdasarkan login dalam mengakses data

internal yang telah dicapai sudah optimum?

c. Bagaimana langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari troubleshooting

saat terjadi IP conflict?

5. METODOLOGI

Untuk melakukan penelitian seperti yang tertera pada ruang lingkup dengan hasil

sesuai dengan yang diharapkan pada tujuan kegiatan ini dan disertai dengan

anggaran pengadaan yang sesuai, metode yang digunakan adalah metode

deskriptif. Dalam melakukan proses penelitian ini sumber data yang digunakan

adalah sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh melalui proses

(7)

menggunakan sumber data sekunder yaitu dokumentasi dari hasil pendataan yang

ada pada Polda Jatim.

5.1 Sumber Data Primer 5.1.1. Pengamatan Langsung

Merupakan teknik dalam pengumpulan data yang dilakukan melalui aktivitas

dengan maksud untuk memahami secara langsung terhadap fenomena yang

sedang terjadi pada di Polda Jatim. Dalam penelitian ini, melakukan pengamatan

langsung yang dibutuhkan personel untuk mendukung pertukaran informasi yang

handal dan aman dilingkungan Polda Jatim. Dalam proses observasi, peneliti

mengamati secara langsung alur kerja pendataan kebutuhan dalam hal pertukaran

data informasi yang aman dan handal yang dibutuhkan oleh PJU, personel Polri

maupun PNS Polri dan visitor yang dilakukan oleh personel Bidang Teknologi

Informasi Polda Jatim (Bid TI Jatim). Selain itu Peneliti melakukan pengamatan

mengenai traffic jaringan yang terjadi pada saat waktu sibuk yang berhubungan

dengan DHCP Server yang berada pada ruangan Data Center di Mabes Polri.

5.1.2 Wawancara

Dalam mendapatkan informasi mengenai kebutuhan-kebutuhan perancangan

perangkat lunak, peneliti melakukan wawancara secara langsung maupun tidak

langsung kepada Personel maupun visitor di lingkungan Polda Jatim. Proses

wawancara ini, dilakukan langsung kepada Pejabat Utama (PJU), personel Polri

maupun Polri dan visitor dilingkungan Polda Jatim untuk mengetahui optimalisasi

kebutuhan jaringan komunikasi untuk mendukung pertukaran informasi secara

handal dan aman dilingkungan Polda Jatim.

5.2. Sumber Data Sekunder

Suatu teknik pengumpulan data-data dan informasi yang diperlukan yang

diperoleh pihak Polda Jatim yang tentunya disertai izin dari pihak yang terkait di

lingkungan Polda Jatim. Selain itu pengumpulan data-data yang memiliki keterkaitan

(8)

Adapun data yang berasal dari sumber data sekunder diperoleh dengan teknik

dokumentasi. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara

mengumpulkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan ogjek penelitian.

Dalam hal ini, dokumen-dokumen yang diperoleh dianalisis sehingga diperoleh

data-data yang sesuai untuk kegiatan pengembangan pengembangan sistem informasi

yaitu:

1. Data Pejabat Utama

2. Data Personel Polri dan PNS

3. Data NRP Personel Polri

4. Data NIP Personel PNS Polri

5. Data Satker

6. RANCANGAN (DESIGN) RISET

Dari perancangan dan implementasi dilakukan suatu rancangan sistem kemanan

yang handal dan aman untuk menghindari serangan yang dapat terjadi pada wireless

karena berbagai kelemahan protokol tersebut sehingga memungkinkan terjadinya

hijacking atau pengambil alihan komunikasi yang sedang terjadi dan melakukan

pencurian atau modifikasi informasi. Sebuah data center yang aman terdiri atas

arsitektur jaringan phisik yang memisahkan server dan pemakai informasi dari aksses

melalui internet. Hal ini umumnya menggunakan dua firewall yang mana server yang

diakses dari internet dipisahkan dari mesin yang lain dan akses ke mesin dibatasi

dengan firewal yang kedua hanya untuk alamat jaringan dan aplikasi tertentu.

Keunggulan dari pengamanan point to point mempunyai fleksibilitas yang

lengkap yang mengacu pada peralatan dan lokasi dari user seperti ketika dia dalam

bepergian, dan diasumsikan bahwa perangkat lunak mobile aplication dipergunakan

(9)

Gambar 3. Topologi Jaringan Mabes Polri dengan Polda Jatim

Adapun langkah-langkah yang dilakukan peneliti mengaplikasikan Secure Service

Coverage yaitu:

1. Pembangunan infrastruktur, melakukan pemasangan jaringan fiber optic dengan

pelindung eksternal, jaringan fiber optic antar gedung diimplementasikan UTP

cat 6a untuk distribution switch ke Access Switch support 10 Gig dan

Implementasi UTP cat 6 Access Switch ke Acces Point.

2. Pemasangan Perangkat, pemasangan titik Akses point Indoor dan Outdoor

Pemasangan Distribution Switch dan Akses switch, Rackmount, Power di setiap

gedung dan setiap lantai. Pemasangan Rackmount, Power di setiap gedung dan

setiap lantai. Instalasi Akses Point, Distibution switch dan akses switch

memperhatikan sisi kebutuhan dan estetika.

3. Konfigurasi perangkat dengan melakukan Konfigurasi Switch, Router sesuai

dengan kebutuhan jaringan dan Bandwidth, Konfigurasi Router sesuai dengan

(10)

pembagian beban Switch, Konfigurasi Security Management untuk melindungi

jaringan dari serangan luar, Konfigurasi Akses Point, Testing konfigurasi.

4. Pemantapan SOP kegiatan migrasi dilakukan bertahap Analisa terhadap

interferensi eksisting Adjusment Coverage dan Go Live.

Bagian dari spesifikasi desain WAP untuk memastikan privasi, kebenaran dan

itegritas dalam komunikasi. Lalulintas komunikasi diudara mungkin juga terenkripsi

tergantung pada jaringan wireless dan teknologi yang menghubungkannya,

sebagaimana WTLS, akan tetapi hal ini tidak menyediakan enkripsi yang benar- benar

dari ujung ke ujung.

Tiga komponen utama dalam WTLS adalah :

(1) protokol Handshaking yang menyedikan pertukaran kunci

(2) struktur perekaman untuk informasi terenkripsi

(3) Wireless Identity Module (WIM).

Protokol handshaking digunakan ketika clien dan server menginisialisasi sesi.

Selama proses handshaking cliend mendukung metoda crytographic dan pertukaran

kunci dan server memilih metoda yang telah ditentukan. Setelah autentifikasi masing

masing, client dan server memilih versi protocol dan chiper. WTLS membawa bentuk

strd SSL dan mendukung RC5, DES, 3DES, dan IDEA chipher, akan tetapi DES dan

3DES yang banyak digunakan. WTLS juga menyediakan pertukaran kunci yang

berbasis tanpa nama kedalam server public key. Ketika autentifikasi tanpa nama clien

mengekrip kunci rahasia menggunakan server public key dan mengirimkan Client Key

Exchange message. Struktur perekaman dalam WTLS menyediakan mekanisme untuk

(11)

7. HASIL YANG DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan pada penelitian ini yaitu terbangunnya sistem informasi

manajemen pada Polda Jatim yang handal dan terintegrasi dengan semua bidang.

Gambar 4. Pembagian akses bagi pengguna jaringan informasi di Polda Jatim

Untuk dapat membuka/mengakses data sesuai dengan hak akses yang dibagi

(12)

Gambar 5 Aplikasi Pusat Informasi Biro Binkar SSDM Polri

Gambar 6 Aplikasi Sistem Manajemen Kinerja Polri

(13)

(1) Ch, Partikakis; et al.,” A Framework for Preserving User and Ensuring QoS in

Location Based Services using Non-irreversible Algorithm, International

Journal of Communication Networks and Information Security ”, 2009.

(2) Ijeh, A.C.; et al., “ Security Measures in Wired and Wireless Network “,

England, 2009.

(3) Gunadi D.H., “ Wifi (Wireless LAN) Jaringan Komputer Tanpa Kabel “,

Bandung, 2009.

Gambar

gambar di bawah ini.
Gambar 2. Denah Gedung pada Polda Jatim
Gambar 3. Topologi Jaringan Mabes Polri dengan Polda Jatim
Gambar 4. Pembagian akses bagi pengguna jaringan informasi di Polda Jatim
+2

Referensi

Dokumen terkait

Penentuan kadar natrium bikarbonat dengan menggunakan metode asidimetri berdasarkan reaksi netralisasi dimana sampel yang bersifat basa dititrasi dengan larutan baku

Pemegang Saham, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6 (2): 140-166. Pengukuran Kinerja Keuangan Berdasarkan Analisis Rasio.. Makmur, Tbk dan Anak Perusahaan yang Terdaftar di

Warna lantai, dinding, dan plafon yang digunakan di dalam boutique Banana Republic adalah percampuran warna lembut dan warna gelap. Chijiiwa [4] berpendapat bahwa warna

2) Berdasarkan pengujian penampilan model yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan model 3D gedung Teknik Informatika ITS berhasil ditampilkan pada perangkat Android

Gambaran Darah Ikan Lele (Clarias sp) yang Berasal Dari Daerah Laladon. Fakultas Kedoteran, Institut Pertanian Bogor. Biologi Perikanan Bagian II. Institut Pertanian

Atau, jika komputer sudah dinyalakan, tekan tombol tersebut untuk membuka peranti lunak HP TouchSmart agar dapat dengan cepat mengakses musik, foto, video, atau Web.. Tombol

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PD.. Panca Motor

Rumusan masalah dalam penelitian adalah bagaimanakah kinerja keuangan perusahaan diukur dengan menggunakan rasio arus kas operasi pada Perbankan Swasta Nasional