METODOLOGI STUDI ISLAM
DI
S
U
S
U
N
OLEH :
WILDA MUHAJIR
DOSEN
:
Cut Kaslinda
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA ACEH
DAFTAR ISI
2.2 Pendekatan teologis normatif dalam studiislam...
A. Pentingnya pendekatan dalam memahami agama...
B. Pendekatan teologis normatif dalam memahami agaman...
C. Berbagai metode dalam metode studi islam...
BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan... ...
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa. Hanya berkat rahmat, taufiq dan hidayah-NYA, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar, baik dan tepat waktu. Sholawat serta salam senantiasa tersanjungkan kepangkuan Rasululloh Saw. beserta keluarga, sahabat-sahabatnya dan para pengikutnya yang telah membawa kita dari jalan yang gelap gulita ke jalan yang terang benderang ke jalan agama islam.Penulisan makalah ini guna melengkapi / memenuhi salah satu tugas mata kuliah “METODOLOGI STUDI ISLAM.
Dengan terselesaikannya makalah yang berjudul “Pendekatan Teologis Normatif Dalam Studi Islam”, penulis dengan ikhlas menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantunya baik langsung maupun tidak langsung khususnya kepada dosen
pengampu Mata Kuliah “METODOLOGI STUDI ISLAM Sebagai manusia biasa yang tak lepas dari kekhilafan, demi perbaikan makalah ini selalu di harapkan kritik dan saran dari semua pihak.
Semoga makalah ini bermafaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.Akhirul kalam semoga segala usaha kita dalam peningkatan mutu pendidikan mendapat ridho dari Allah SWT amin.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah.
Pada saat ini Islam sedang menghadapi tantangan dari kehidupan dunia dan budaya modern. Studi keislaman menjadi sangat urgen. Studi Islam dituntut untuk membuka diri terhadap masuknya dan digunakan pendekatan – pendekatan yang bersifat objektif dan rasional.
Pendekatan yang diterapkan dalam mempelajari suatu masalah amatlah penting untuk mengetahui derajat keilmuan studi yang dihasilkannya dalam hal ini tidak terkecuali masalah Studi Islam.
Berbagai pendekatan tersebut meliputi pendekatan teologis normatif, pendekatan dalam memahami agama, dan memahami studi islam . Adapun yang dimaksud dengan pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama.
1.2 Tujuan Pembahasan
1. mengetahui metodologi studi islam 2. memahami pendekatan dalam islam
BAB II PEMBAHASAAN
2.1 Pengertian Metodologi Studi Islam
Studi islam atau di barat dikenal dengan istilah islamic Studies, secara sederhana dapat dikatakan sebagai usaha untuk mempelajari hal – hal yang berhubungan dengan agama islam. Dengan perkataan lain”usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk – beluk atau hal – hal yang berhubungan dengan agama islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik – praktik pelaksanaanya secara nyata dalam kehidupan sehari – hari, sepanjang sejarahnya.
Tujuan studi islam secara umum adalah dikalangan umat islam studi islam bertujuan memahami dan mendalami serta membahas ajaran – ajaran islam agar mereka dapat melaksanakan dan mengamalkannya dengan benar. Sedangkan di luar kalangan umat islam studi keislaman bertujuan untuk mempelajari seluk beluk agama dan praktek – praktek keagamaan yang berlaku di kalangan umat islam, yang semata-mata sebagai ilmu pengetahuan.1
2.3 Pendekatan-Pendekatan Dalam Studi Islam
Pendekatan yang dimaksud dalam studi agama adalah cara pandang atau paragdima
1 Prof.Dr.H.Abuddin Nata, M.A.2000,”METODOLOGI STUDI ISLAM”.
yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selatjunya digunakan dalam penelitian agama. Terdapat sejumlah pendekatan dalam penelitian agama,antara lain : pendekatan teologis normatif, atropologi, sosiologi, filosofis, historis, kebudayaan, psikologis, tasawuf, fiqh/hukum islam, politik, ekonimi, tipologi, dan sebagainya.2
A.Pendekatan teologis normatif
Pendekatan ini bersifat partikularistik, doamatis, fanatik, eklusif, arogan, dan tidak jarang terjadi klaim kebenaran. Pendektan ini lebih menekankan pada bentuk forma atau simbol-simbol keagamaan yang masing-masing mengkalim dirinyalah yang paling benar dan sebaiknya yang lain salah. Menggunakan dengan cara deduktif, yaitu cara berfikir yang berawal dari keyakinannya yang diyakini benar dan mutlak adanya karena ajaran yang berasal dari tuhan sudah pasti benar, sehingga tidak perlu dipertanyakan terlebih dahulu, melainkan dimulai dari keyakinan yang selanjutnya diperkirakan dengan dalil-dalil dan argumentasi.
Pendekatan teologis sangat erat kaitannya dengan pendektan normatif, yaitu suatu pendektan yang memandang agama dari tuhan yang belum dinalar manusia. Misalnya, islam secara normatif pasti sudah benar, menjujung tinggi nilai-nilai luhur : secara sosial menawarkan nilai-nilai kemanusiaan, seperti ukhuwwah, ta’awun, tasawuh, secara ekonomi islam menawarkan konsep keadilan, kejujuran, konstensi, kepercayaa.
Adapun hubungan agama yang meyakininya, dan khusunya kegiatan-kegiatan manusia yang menjadi penganut agama tersebut, tidak tercukupi dalam definisi tersebut.
C.Pendekatan Sosiologis
Sosiologi merupakan suatu ilmu yang menggabarkan tentang keadaan masyarakat, lengkap dengan stuktur, lapisan serta berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan. Melalui sosiologi dapat analisis masalah relasi sosial, baik proses, faktor pendorong, mapun keyakinan yang memicunya.
Biasanya atropologi memusatkan studinya pada masalah kebudayaan kelompok atau suku bangsa tertentu dan hasil temunya sebatas kelompok masyarakat atau suku bangsa yang menjadi objek studinya, atau ilmu ekonomi yang memusatkan perhatiannya pada cara-cara bagaimana orang memenuhi kebutuhannya dengan prinsip dasar, adapun sosiologi memusatkan perhatiannya pada persoalan pengaruh kelompok terhadap pada sikap-sikap dan perilaku anggotanya.
D.Pendekatan filosofis
Filsafat pada intinya berupa menjelaskan inti, hakikat atau hikmah mengenai sesuatu yang berada di balik obyek formanya. Filsafat mencari sesuatu yang mendasar, asa, dan inti yang terdapat dibalik yang bersifat lahiriah. Dengan menggunakan pendekatan filsofis ini seeorang akan dapat member makna terhadap sesuatu yang dijumpainya, dan dapat pula menangkap hikmah dan ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan cara demikian ketika seseorang mengerjakan suatu amal ibadah tidak akan merasa kekeringan spiritual yang dapat menimbulkan kebosanan.
E.Pendekatan Historis
Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang di dalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, obyek, latar, belakang, dan pelaku peristiwa tersebut. Menurut ilmu ini bahwa segala peristiwa dan dapat dilacak dengan melihat kapan peristiea itu terjadi, dimana, apa sebabnya, siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.3 Melalui pendekatan sejarah seseorang diajak menukik dari dalam idealis kea lam yang bersifat empiris dan mendunia. Dari keadaan ini, seseorang akan melihat adanya kesenjangan
dan keselarasan antara yang terdapat dalam alam idealis dengan yang ada di dalam empiris dan historis.4
F.
Pendekatan KebudayaanPendekatan kebudayaan di artikan sebagai sudut pandang atau cara melihat dan memperlakukan suatu gejala yang menjadi perhatian dengan menggunakan kebudayaan dari gejala yang dikaji tersebut berbagai acuan atau kacamata dalam melihat, memperlakukan, dan menelitinya. Permasalahannya kemudian adalah pengertian kebudayaan yang digunakan berbagai sudut pandang atau kacamata dalam melihat gejala yang dikaji. Misalnya, menjumpai kebudayaan berpakaian, bergaul, bermasyarakat, dan sebagainya. Dalam produk kebudayaan tersebut, unsur agama ikut berintegrasi. Pakaian model jilbab, kebaya atau lainnya dapat dijumpai dalam pengalaman agama.5
G.Pendekatan Psikologi
Psikologi atau ilmu menjiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa seseorang melalui gejala perilaku yang dapat diamatinya. Menurut zakiah Daradjat,6.perilaku seseorang yang tampak lahiriah terjadi karena dipengaruhi oleh keakinan yang dianutnya. Seseorang ketika berjumpa saling mengucapkan salam, hormat pada orang tua, kepada guru, menurup aurat, rela berkorban untuk kebenaran, dan sebagainya merupakan gejala-gejala keagamaan yang dapat dijelaskan melalui ilmu jiwa agama. Misalnya dapat mengetahui pengaruh dari salat, puasa zakat, haji, dan ibadah lainnya dengan melalui ilmu jiwa. Dengan pengetahuan ini, maka dapat disusun langkah-langkkah baru yang lebih efesien lagi dalam menanamkan ajaran agama.7
4
5 Lihat.Abuddin Nata. ( 49)
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Bahwa metodoogi studi islam adalah usaha untuk mempelajari hal – hal yang berhubungan dengan agama islam. Dengan perkataan lain”usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk – beluk atau hal – hal yang berhubungan dengan agama islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik – praktik pelaksanaanya secara nyata dalam kehidupan sehari – hari, sepanjang sejarahnya.
Pendekatan adalah cara pandang atau paragdima yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selatjunya digunakan dalam penelitian agama. Terdapat sejumlah pendekatan dalam penelitian agama,antara lain
1. Pendekatan teologis normative 2. Pendekatan atropologis
DAFTAR PUSTAKA
1. PROF.Dr.H.Abuddin Nata, MA. 2013,” Metodolgi Studi Islam”.jakarta.