MANUSIA MAKHLUK ALLAH YANG TERBAIK

Teks penuh

(1)

MANUSIA MAKHLUK ALLAH YANG

TERBAIK

NAMA : ZAKINAH NUR SABRI

KELAS : 1-03(C)

NIM : 105611109216

JURUSAN : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

MAKASSAR

(2)

TUGAS MAKALAH

NAMA : ZAKINAH NUR SABRI

KELAS : 1-03(C)

NIM : 105611109216

JURUSAN : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

MAKASSAR

(3)

I. KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Karena berkat rahmat dan hidayahnya sehingga saya bisa menyelesaikan tugas agama ini yang berjudul “ MANUSIA MAKHLUK ALLAH YANG TERBAIK”. Tak lupa pula Shalawat serta salam kepada junjungan kita nabi MUHAMMAD SAW, serta para sahabatnya.

Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Tuhan lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar. Kita menjalani rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih baik.

Jika kita mau merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, Tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fsik), ruhani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.

Ketiga potensi tersebut saling menunjang dan melengkapi, tetapi dari ketiga komponen itu, potensi spiritual dan akal memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam kehidupan, sebab dari kedua potensi itulah manusia akan tahu kemana akan melangkah, apa yang diinginkan, dan apa yang harus dilakukan. Potensi fsik hanya menunjang kedua potensi tersebut agar lebih sempurna, walau peranannya juga tidak bisa disepelekan.

Banyak orang yang mengeluh ketika dikaruniai fsik yang kurang sempurna. Mereka merasa seakan-akan hidupnya tidak berguna. Akhirnya mereka menjadi orang-orang yang berputus asa dan menjadi beban bagi orang lain. Mereka melupakan potensi akal dan spiritual yang dikaruniakan Tuhan. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada banyak orang-orang yang luar biasa, mereka dikaruniai keterbatasan fsik, tetapi justru dengan itulah mereka dapat menghasilkan prestasi yang mengagumkan. Mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai motivasi untuk meraih prestasi tinggi. Seperti Hirotada Ototake, orang Jepang yang ketika dilahirkan tidak mempunyai tangan dan kaki tetapi ia tidak pernah menyerah, ia berusaha untuk hidup normal dan berprestasi. Ia pernah menjadi ketua OSIS di SMAnya, menjuarai kontes bahasa Inggris, dan berhasil masuk di salah satu perguruan tinggi terbaik di Jepang. Saat ini ia merupakan seorang motivator laris dan menulis buku berjudul “No One’s Perfect”.

(4)

DAFTAR ISI

I. KATA PENGANTAR

……… X

II. DAFTAR ISI

………

……XI

III. PEMBAHASAN

………

1

I. PENGERTIAN MANUSIA

………..1

a.Pengertian Manusia secara

Umum………. 1

b. pengertian Manusia Menurut islam

………2

II. Sejarah Penciptaan Manusia

………2

A. Dalam model penciptaan

Adam……….. 2

B.Dalam Model Penciptaan Proses Reproduksi

Manusia………4

a.Proses Kejadian dalam

Kandungan……….5

b.Setetes cairan yang menyebabkan

pembuahan……… 6

III . Aspek Dan Hakikat

Manusia………. 7

IV.

PENUTUP………

……… 9

A.

Kesimpulan………

………. 9

(5)

B.

Saran………

……….. 9

V. DAFTAR

PUSTAKA………

…….. 10

I. PENGERTIAN MANUSIA

A. Pengertian Manusia secara umum

Manusia merupakan makhluk ciptaan ALLAH yang paling baik dibandingkan dengan ciptaanNya yang lain dimuka bumi ini. Manusia dibekali akal oleh ALLAH yang menjadi kelebihan manusia, manusia menggunakan akalnya dalam bertindak atau sebelum melakukan sesuatu. Misalnya, manusia maua makan pasti berpikir dulu bagaimana makanan ini halal atau tidak. Ada 3 pengertian manusia secara umum yaitu sebagai berikut:

1. Pengertian Manusia Menurut Ilmu Sains

Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yang bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yang independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya

(6)

suatu keterlibatan dan tanggung jawab yang tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.

2. Pengertian Manusia Menurut Ilmu Sosiologi

Pengertian manusia menurut ilmu sosiologi adalah bagian dari masyarakat yang dibedakan menjadi dua, yaitu manusia sebagai makluk individu dan manusia sebagai makluk sosial yang melakukan interaksi dalam kehidupanya.

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

3. Pengertian Manusia Menurut Ilmu Biologi

Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Maanusia biasanya dipelajari sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka Bumi. Pembelajaran biologi manusia kadang juga diperluas ke aspek psikologis serta ragawinya, tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan. Secara biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens. Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Manusia menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Dengan adanya kedua kaki untuk menggerakan badan, kedua tungkai depan dapat digunakan untuk memanipulasi obyek menggunakan jari jempol (ibu jari).

B. Pengertian Manusia Menurut Islam

Ketika berbicara tentang manusia, Al-Qur’an menggunakan tiga istilah pokok. Pertama, menggunakan kata yang terdiri atas huruf alif, nun, dan sin, seperti kata insan, ins, naas, dan unaas. Kedua, menggunakan kata basyar. Ketiga, menggunakan kata Bani Adam dan dzurriyat Adam.

Menurut M. Quraish Shihab, kata basyar terambil dari akar kata yang bermakna penampakan sesuatu dengan baik dan indah. Dari akar kata yang sama lahir kata basyarah yang berarti kulit. Al-Qur’an menggunakan kata basyar sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal dan sekali dalam bentuk mutsanna untuk menunjuk manusia dari sudut lahiriahnya serta persamaannya dengan manusia seluruhnya. Dengan demikian, kata basyar dalam Al-Qur’an menunjuk pada

(7)

dimensi material manusia yang suka makan, minum, tidur, dan jalan-jalan. Dari makna ini lantas lahir makna-makna lain yang lebih memperkaya definisi manusia. Dari akar kata basyar lahir makna bahwa proses penciptaan manusia terjadi secara bertahap sehingga mencapai tahap kedewasaan.

Allah swt. berfirman:

ََ َنوُرِشَتْنَت ٌرَشَب ْمُتْنَأ اَذِإ َمُث ٍباَرُت ْنِم ْمُكَقَلَخ ْنَأ ِهِتاَيَآ ْنِمَو

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (Q.S. ar-Rum [30]: 20)

Sementara itu, kata insan terambil dari kata ins yang berarti jinak, harmonis, dan tampak. Musa Asy’arie menambahkan bahwa kata insan berasal dari tiga kata: anasa yang berarti melihat, meminta izin, dan mengetahui; nasiya yang berarti lupa; dan al-uns yang berarti jinak. Menurut M. Quraish Shihab, makna jinak, harmonis, dan tampak lebih tepat daripada pendapat yang mengatakan bahwa kata insan terambil dari kata nasiya (lupa) dan kata naasa-yanuusu (berguncang). Dalam Qur’an, kata insaan disebut sebanyak 65 kali. Kata insaan digunakan Al-Qur’an untuk menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga. Bahkan, lebih jauh Bintusy Syathi’ menegaskan bahwa makna kata insaan inilah yang membawa manusia sampai pada derajat yang membuatnya pantas menjadi khalifah di muka bumi, menerima beban takliif dan amanat kekuasaan.

Dua kata ini, yakni basyar dan insaan, sudah cukup menggambarkan hakikat manusia dalam Al-Qur’an. Dari dua kata ini, kami menyimpulkan bahwa definisi manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, yang diciptakan secara bertahap, yang terdiri atas dimensi jiwa dan raga, jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah di muka bumi (khaliifah Allah fii al-ardl).

II. SEJARAH PENCIPTAAN MANUSIA

Dalam model penciptaan, Allah menciptakan manusia melalui dua proses, yaitu penciptaan langsung (penciptaan Adam) dan penciptaan tidak langsung (proses

reproduksi manusia).

A.

Dalam model penciptaan Adam

Allah menciptakan manusia dari unsur-unsur tanah yang dibentuk dan air, lalu ditiupkan ruh Allah secara langsung sehingga terciptalah Nabi Adam sebagai manusia pertama. Beberapa unsur tanah yang disebut dalam Alquran adalah seperti berikut:

1) Tiin, yaitu tanah lempung:

ٍنيِط نِم ِناَسنِ ْلا َقْلَخ َأَدَبَو ُهَقَلَخ ٍء ْيَش َلُك َنَس ْحَأ يِذَلا

(Tuhan) memulai penciptaan manusia dari tanah lempung. (Q.S. As-Sajadah, 32:7)

Dalam ayat ini, Alquran menyebut kata badaa yang berarti memulai. Ini menunjukkan

(8)

adanya awal suatu penciptaan dari tiin. Hal ini jelas bermakna tahap yang lain akan segera mengikuti.

2) Turaab, yaitu tanah gemuk sebagaimana disebut dalam ayat:

ٍباَرُت نِم َكَقَلَخ يِذَلاِب َتْرَفَكَأ ُهُرِواَحُي َوُهَو ُهُبِحاَص ُهَل َلاَق

ُث

ًلُجَر َكاَوَس َمُث ةَفْطّن نِم َم

Kawanmu (yang mukmin) berkata kepadanya, sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafr kepada Tuhan Yang Menciptakan kamu dari tanah (turaab), kemudian dari setetes air mani lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” (Q.S. Al-Kahf, 18:37)

3) Tiinul laazib, yaitu tanah lempung yang pekat (tanah liat):

ٍبِز َل ٍنيِط نّم مُهاَنْقَلَخ اَنِإ اَنْقَلَخ ْنَم مَأ ًاقْلَخ ّدَشَأ ْمُهَأ ْمِهِتْفَتْساَف

Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): “Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari tanah liat (tiinul laazib). (Q.S. As-Safaat, 37: 11)

4) Salsalun, yaitu lempung yang dikatakan kalfakhkhar (seperti tembikar). Citra di ayat ini menunjukkan bahwa manusia “dimodelkan”.

5) Salsalun min hamain masnuun (lempung dari Lumpur yang dicetak/diberi bentuk):

ٍنوُنْسَم ٍإَمَح ْنّم ٍلاَصْلَص نِم َناَسنِلا اَنْقَلَخ ْدَقَلَو

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang diberi bentuk. (Q.S. Al-Hijr, 15: 26)

6) Sulaalatin min tiin, yaitu dari sari pati tanah. Sulaalat berarti sesuatu yang disarikan dari sesuatu yang lain:

ٍنيِط نّم ٍةَل َلُس نِم َناَسنِ ْلا اَنْقَلَخ ْدَقَلَو

ٍنيِكَم ٍراَرَق يِف ًةَفْطُن ُهاَنْلَعَج َمُث

َرَخآ ًاقْلَخ ُهاَنْأَشنَأ َمُث ًام ْحَل َماَظِعْلا اَن ْوَسَكَف ًاماَظِع َةَغ ْضُمْلا اَنْقَلَخَف ًةَغ ْضُم َةَقَلَعْلا اَنْقَلَخَف ًةَقَلَع َةَفْطّنلا اَنْقَلَخ َمُث

ُ َا َكَراَبَتَف

َنيِقِلاَخْلا ُنَس ْحَأ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (sulaalatin min tiin). Kemudian Kami jadikan saripati air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik (Q.S Al Mukminun 23: 12-14)

(9)

7) Air yang dianggap sebagai unsur penting asal usul seluruh kehidupan:

ًاريِدَق َكّبَر َناَكَو ًارْهِصَو ًابَسَن ُهَلَعَجَف ًارَشَب ءاَمْلا َنِم َقَلَخ يِذَلا َوُهَو

Dan Dia (Allah) pula yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia (Allah) jadikan manusia itu punya keturunan dan musaharah adalah Tuhanmu Mahakuasa. (Q.S. Al-Furqaan, 25: 54)

8) Peniupan Ruh (ciptaan) Allah:

َنيِدِجاَس ُهَل ْاوُعَقَف يِحوّر نِم ِهيِف ُت ْخَفَنَو ُهُتْيَوَس اَذِإَف

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Q.S. Al-Hijr, 15: 29)

َنوُرُكْشَت اَم ًليِلَق َةَدِئْفَ ْلاَو ََراَصْبَ ْلاَو َعْمَسلا ُمُكَل َلَعَجَو ِهِحوّر نِم ِهيِف َخَفَنَو ُهاَوَس َمُث

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan) Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur. (Q.S. As-Sajdah, 32: 9)

Demikian model penciptaan langsung nabi Adam yang difrmankan Allah dalam Alquran. Manusia menurut Islam berbeda sama sekali dengan makhluk-makhluk lain, manusia adalah makhluk yang paling terbaik dan sempurna dihadapan Allah. Manusia di samping mempunyai jasad, nyawa, nafsu naluri, dan insting, manusia dilengkapi dengan ruh Allah ( Ruhani)

Adanya unsur ruhani ini bukan berarti bahwa manusia adalah sebuah organisme yang mempunyai dua unsure jasmani dan ruhani yang masing-masing mempunyai fungsi dan berjalan sendiri-sendiri secara terpisah, melainkan keduanya adalah merupakan satu kesatuan yang terpadu, berjalan berkelindan, tak terpisahkan, berfungsipenuhdanbersama-sama.

Karena kelebihannya itulah manusia memperoleh predikat sebagai makhluk terbaik dan termulia, baik bentuk kejadiannya maupun kedudukannya di alam semesta ini.

ٍميِوْقَت ِنَسْحَأ يِف َناَسنِ ْلا اَنْقَلَخ ْدَقَل

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (Q.S. At-Tin, 95: 4)

ًليِضْفَت اَنْقَلَخ ْنَمّم ٍريِثَك ىَلَع َْمُهاَنْلَضَفَو ِتاَبّيَطلا َنّم مُهاَنْقَزَرَو ِرْحَبْلاَو ّرَبْلا يِف ْمُهاَنْلَمَحَو َمَدآ يِنَب اَنْمَرَك ْدَقَلَو

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka ke daratan dan lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Q.S. Al-Isra, 17: 70)

B. Dalam model penciptaan proses reproduksi manusia

(10)

َكَبَكَر ءاَش اَم ٍةَروُص ّيَأ يِف َكَلَدَعَف ََكاَوَسَف َكَقَلَخ يِذَلا َِميِرَكْلا َكّبَرِب َكَرَغ اَم ُناَسنِ ْلا اَهّيَأ اَي

“Hai manusia apakah yang telah memperdaya kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuhmu) seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (Q.S. Al- Infthar, 82: 6-8)

Proses terjadinya manusia merupakan fenomena yang baru saja diketahui setelah diketemukannya alat-alat modern yang serba canggih diperbagai segi. Para pakar sains di bidang kedokteran terkejut tatkala mereka menemukan teori-teori proses terjadinya manusia di dalam Alquran yang sangat sesuai dengan hasil yang mereka peroleh setelah melakukan penyelidikan berabad-abad lamanya hingga saat ini. Lalu apa yang sebenarnya dapat dijelaskan oleh Alquran mengenai proses kejadian manusia?

a.

Proses Kejadian dalam Kandungan

ْمُكيِيْحُي َمُث ْمُكُتيِمُي َمُث َْمُكاَيْحَأَف ًاتاَوْمَأ ْمُتنُكَو ِ َلاِب َنوُرُفْكَت َفْيَك

َنوُعَج ْرُت ِهْيَلِإ َمُث

“Mengapa kamu kafr terhadap Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu.”(Q.S. Al Baqarah 2: 28)

Di manakah kita, ketika kita belum ada, seperti kata ayat Quran di atas? Kalau menurut ilmu yang telah kita dapat, kita pada waktu itu masih berupa unsur-unsur zat asli di dalam tanah (zat-zat anorganis), sedangkan roh kita masih berada di tangan Allah.

Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah akan diserap, baik itu oleh hewan maupun tumbuhan, dan tak terkecuali akan sampai juga kepada manusia, termasuk ayah dan ibu kita. Dalam tubuh ayah, zat-zat tersebut akan terbentuk menjadi sperma, sedang pada ibu akan terwujud ovum (sel telur). Dari kedua benda (sperma dan ovum) inilah nanti akan terwujud sosok manusia yang menakjubkan di dalam rahim ibu.

قِفاَد ءاَم نِم َقِلُخ

ِبِئاَرَتلاَو ِبْلّصلا ِنْيَب نِم ُجُرْخَي

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dan apa ia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara bagian seksuil daripada lelaki dan

perempuan.”(Q.S. Ath Thariq, 86: 6-7)

ىَنْمُي ّيِنَم نّم ًةَفْطُن ُكَي ْمَلَأ

“Bukankah ia dahulu berupa setetes mani yang ditumpahkan.”

(Q.S. Al Qiyamah, 75: 37)

Mani atau sperma yang terbentuk di dalam tubuh setelah terjadinya

persenyawaan antara zat-zat yang terbawa dari makanan dengan unsur-unsur lain di dalam tubuh inilah yang merupakan salah satu bahan terpenting bagi terwujudnya

(11)

sosok manusia.

Sebelum membicarakan lebih jauh reproduksi manusia di dalam Alquran, kita perlu mengetahui dulu bagaimana proses reproduksi manusia menurut ide-ide ilmu embriologi modern yang telah diperoleh (lihat bab diatas)

Alquran menarik perhatian para ahli mengenai soal-soal reproduksi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Setetes cairan yang menyebabkan pembuahan (facondation). b. Watak dari zat cair yang membuahi.

c. Menetapnya telur yang sudah dibuahi dalam rahim. d. Perkembangan embrio di dalam rahim.

b.

Setetes cairan yang menyebabkan pembuahan .

Al Quran mengetengahkan soal ini sebelas kali dalam berbagai surah. Marilah coba kita perhatikan ayat-ayat ini;

ٌنيِبّم ٌميِصَخ َوُه اَذِإَف ٍةَفْطّن نِم َناَسنِلا َقَلَخ

“Dia telah menciptakan manusia dari nutfah, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.”(Q.S. An Nahl, 16: 4)

Kata nutfah dalam ayat ini berasal dari akar kata yang artinya “mengalir”. Kata ini dipakai untuk menunjukkan air yang ingin tetap dalam wadahnya, sehingga sesudah wadah itu dikosongkan. Jadi kata tersebut menunjukkan setetes kecil yang dalam hal ini berarti setetes air sperma (mani), karena dalam ayat lain diterangkan bahwa setetes itu adalah setetes sperma.

ىَنْمُي ّيِنَم نّم ًةَفْطُن ُكَي ْمَلَأ

“Bukankah ia dahulu dari setetes mani (sperma) yang ditumpahkan.”

(Q.S. Al Qiyamah, 75:37)

Dalam ayat lain setetes itu ditempatkan dalam tempat yang tetap atau kokoh yang dinamai rahim.

ٍنيِكَم ٍراَرَق يِف ًةَفْطُن ُهاَنْلَعَج َمُث

“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (sperma) (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (Q.S. Al Mu’minun, 23:13)

III . ASPEK DAN HAKIKAT MANUSIA

Manusia adalah makhluk tuhan yang paling sempurna karena mereka diciptakan dengan

akal sehat untuk berpikir dan dengan hawanafsu. Manusia akan memiliki tingkat derajat lebih

tinggi dari malaikat jika mereka menggunakan akalnya dan meninggalkan hawanafsunya untuk

beribadah di jalan Allah. Namun Manusia akan memiliki derajat yang lebih rendah dari setan

ketika mereka menggunakan hawanafsunya dan meninggalkan akalnya untuk berbuat

kemungkaran dan kemaksiatan. Tinggal bagaimana kita mengaturnya sendiri. Apakah kita bisa

melengkapi kesempurnaan yang Allah berikan kepada kita? ataukah mlah kita akan terjerumus

kearah yang sesat dengan hawanafsu kita? Semuga tergantung kita sendiri.

Dalam hidup manusia terdapat berbagai macam aspek yang pasti ada dalam diri manusia.

Aspek tersebut lebih kearah akal dalam otak kita yang telah kita terima dari Allah. Aspek aspek

tersebut adalah salah satu bukti kecerdasan otak manusia. Namun aspek tersebut belum pasti

(12)

telah muncul dalam diri seseorang. Maka dari itu, saya akan mencoba mendefinisikan setiap

pengalaman dan pancaindra saya untuk mengetahui aspek aspek dalam diri manusia itu sendiri.

Menurut saya aspek dalam kehidupan manusia ada 8, yaitu :

1. Agama

Aspek ini tentu tidak lepas dari hidup manusia. Semua manusia pasti memiliki hasrat

untuk mencari kebenaran dalam hidupnya. Hasrat ini mengarahkan manusia kearah hidup yang

nyaman dan tentram. Tentu manusia ingin tentram tidak hanya secara fisikal saja namun jauh

dari itu mereka ingin hati yang tentram pula. Itulah fungsi agama sebagai pedoman hidup dan

penunjuk kearah yang benar. Orang tidak beragama sekalipun, mereka pasti ingin memiliki

ketentraman hati dan ketenangan hari. Untuk mengetahui ketenangan hati yang sebenarnya dapat

di baca disini.

Manusia juga cenderung mencari cari penciptanya. Mereka merumuskan berbagai macam

teori agar dapat mengetahui penciptanya. Sebenarnya yang mereka cari adalah tuhan mereka.

Mereka cenderung mencari ajaran tuhan yang benar. Manusia memang diciptakan memiliki

hasrat seperti itu.

Dalam mengetahui sedikit pengalaman saya dalam mencari kebenaran agama yang

sebenarnya ada disini.

2. Akademik

Kemampuan akademik ini mengacu pada intellegence seseorang. Akademik adalah segala

sesuatu yang mengacu pada kemampuan seseorang menerima ilmu dalam kehidupannya. Namun

dalam kenyataannya, Ilmu dalam bidang akademik ini hanya terbatas pada ilmu eksakta, ilmu

sosial dan ilmu terapan lain. Akademik ini terbatas hanya itu karena apa? karena ada ilmu yang

dalam lingkup bakat. Jadi seperti seni menggambar, seseorang yang tidak punya bakat maka

tidak bisa menggambar dengan baik. Meskipun bisa dipelajari namun butuh waktu yang sangat

lama.

Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda. Namun hal ini bukan berarti orang yang

tidak cerdas tidak bisa lebih baik daripada orang yang cerdas. Caranya sangat mudah. orang

yang cerdas akan cenderung meningkatkan kecerdasannya dalam bidang tertentu. Jadi bagi

anda yang kurang dalam bidang yang sama dengan orang cerdas tersebut maka silakan

mencari bidang lain dan tingkatkan kemampuan anda dalam bidang itu.

3. Olahraga

Olahraga ini salah satu bidang dalam hidup manusia yang tidak tergantung pada bakat

ataupun kecerdasan. (

Olahraga yang saya bicarakan ini bukanlah olahraga yang biasa

dilakukan orang hanya untuk kepentingan kebugaran tubuh. Namun bidang olahraga yang saya

tulis disini adalah bidang olahraga yang harus ditekuni dan menjadi juara olimpiade.

) Olahraga

ini merupakan bidang yang hanya butuh latihan sangat keras. Cukup dengan latihan yang sangat

keras maka anda akan bisa menguasai olahraga yang anda inginkan.

Maka olahraga ini juga merupakan alat bagi anda yag ingin melatih kerja keras anda.

Selain itu, untuk dapat menguasai semua olahraga juga anda butuh keberanian.

4. Seni Musik

Seni musik juga dapat digolongkan bidang manusia yang butuh bakat tersendiri. Pasalnya

biasanya orang musik akan dapat menguasai musik tanpa adanya suatu kerja keras. Hanya butuh

ketelatenan awal untuk menguasainya. Namun bukan berarti orang yang tak punya bakat musik

tidak bisa menguasai musik tertentu. Mereka tetap bisa. Namun ada perbedaan didalamnya,

misalnya : Orang yang berbakat musik akan mudah memunculkan insting mereka sedangkan

orang yang tidak berbakat cenderung meniru alunan musik dari para pencipta musik. Intinya

terletak pada kreativitas mereka. Kreativitas ini yang menurut saya susah untuk dipelajari.

5. Seni Garis (Lurus) / Teknik

(13)

Seni teknik berada dalam range arsitek, abstrak lurus, mesin dan lain sebagainya. Ini butuh

sebuah ketelitian dan mengandalkan bakat tersendiri. Ketelitian tersebut yang dimiliki seseorang

tidak akan mampu mengalahkan bakat dalam bidang ini.

6. Seni Non Teknik

Seni non teknik ini misalnya lukis, rupa, drama, dan benda hidup. Seni ini membutuhkan

bakat bukan ketelitian. Disini, tidak ada yang membuat kemampuan ini meningkat selain bakat

dari seseorang itu sendiri.

7. Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam hal organisasi setiap elemen

pendukung. Kepemimpinan saat ini menjadi sangat penting. Pasalnya orang yang bisa memimpin

akan mampu mengarahkan dan mempengaruhi orang lain. Selain dari bakat, kepemimpinan juga

dapat dipelajari melalui organisasi.

.

8. Sosial

Kemampuan sosial ini tergantung dari watak seseorang. Aspek sosial ini adalah salah satu

bentuk kepekaan manusia terhadap sesamanya. Keamampuan ini sangat berharga karena hakikat

manusia memang makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia tidak akan

bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Pencapaian manusia yang terbesar bukan terletak dari ketujuh poin diatas, namun

puncaknya ada di bidang sosial. 7 poin pertama itu adalah bekal manusia untuk mencapai hakikat

manusia sebenarnya. Tanpa adanya aspek sosial, 7 poin yang sudah dibangun maka akan sia sia.

IV. Hakikat keahlian manusia

Manusia diciptakan dengan dua pilihan yaitu :

1. Menjadi orang yang luarbiasa

Orang yang luarbiasa adalah orang yang memiliki kemampuan hebat disalah satu bidang

yang saya sebutkan diatas. Orang ini akan memaksimalkan bidang mereka untuk menciptakan

hal yang luarbiasa dalam dirinya. Orang ini memiliki kelebihan diluar batas manusia lain karena

mereka lebih fokus terhadap satu bidang saja. Mereka yang sangat ahli dalam satu bidang saja

akan dikenal orang.

Kelebihannya : salah satu bidang akan maksimal sehingga akan dikenal luas di dunia.

Kekurangan : bidang yang lain sama sekali tidak dimiliki atau minimal sekali.

2. Menjadi orang multi talenta

Orang yang biasa adalah orang yang memiliki kemampuan merata dalam segala aspek

kehidupan. Orang ini tidak dikenal orang karena tidak ada yang luarbiasa dalam dirinya. Namun

semua bakat dan kemampuan dalam orang ini merata. Semua bidang mereka kuasai. Namun

bidang yang dikuasai tidak dapat maksimal. Tingkat keahliannya adalah dalam tingkat sedang,

tidak maksimal atau tidak minimal

(14)

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Tuhan lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar. Kita menjalani rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih baik.

Jika kita mau merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, Tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fsik), ruhani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.

B. SARAN

(15)

DAFTAR PUSTAKA

YUDHIMUSLIM Diposkan oleh Rizky Wardhanie di 22.21 Di unduh tanggal 6 oktober 2016 pukul 21.43 wita

Abdullah, Abd.Malik.2009.pendidikan agam islam. Makassar: tim Dosen Pendidikan

Agama Islam UNM

John W Kimball, Biologi (Jakarta: Erlangga,) hal.375.

Muhamad Abduh, Tafsir Juz Amma, (Bandung: Mizan,1999) hal.123

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...