• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM SPEK TROFOTOMETRI POLIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM SPEK TROFOTOMETRI POLIT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM

SPEKTROFOTOMETRI

PENENTUAN KADAR NITRAT (SHIMADZU)

Dosen Pembimbing : Drs. Budi Santos, MT

Kelompok 6

Nevy Puspitasari NIM 111431020 Nur Fauziyyah Ambar NIM 111431021

Nurul Latipah NIM 111431022 Oktaviani Ratanasari NIM 111431023

Tanggal Percobaan : 9 Oktober 2012 Tanggal Penyerahan : 16 Oktober 2012

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

TEKNIK KIMIA - D3 ANALIS KIMIA

(2)

Tanggal Percobaan : 9 Oktober 2012

Judul Percobaan : Penentuan Kadar Nitrat menggunakan Spektrofotometer Shimadzu ultraviolet(200 – 350 nm) dan sinar tampak (350 – 800 nm) oleh suatu senyawa. Serapan cahayaUV atau VIS (cahaya tampak) mengakibatkan transisi elektronik, yaitu promosi elektron-elektron dari orbital keadaan dasar yang berenergi rendah ke orbital keadaan tereksitasi berenergi lebih tinggi.Panjang gelombang cahaya UV-VIS bergantung pada mudahnya promosielektron. Molekul-molekul yang memerlukan lebih banyak energi untuk promosielektron, akan menyerap pada panjang gelombang yang lebih pendek. Molekul yangmemerlukan energi lebih sedikit akan menyerap pada panjang gelombang yang lebih panjang. Prinsip dari spektrofotometri UV-VIS senyawa yang menyerap cahaya dalamdaerah tampak (senyawa berwarna) mempunyai elektron yang lebih mudah dipromosikandari pada senyawa yang menyerap pada panjang gelombang lebih pendek. Jika radiasielektromagnetik dilewatkan pada suatu media yang homogen, maka sebagian radiasi ituada yang dipantulkan, diabsorpsi, dan ada yang transmisikan. Radiasi yang dipantulkandapat diabaikan, sedangkan radiasi yang dilewatkan sebagian diabsorpsi dan

sebagian lagi ditransmisikan. Nitrat dibentuk dari Asam Nitrit yang berasal dari ammonia

melalui proses oksidasi katalitik.Nitrat adalah bentuk senyawa yang stabil dan keberadaannya berasaldari buangan pertanian,pupuk, kotoran hewan dan manusia dan sebagainya. Nitrat dalam air dengan suasana asam (dengan penambahan dan asam sulfanilat) membentuk senyawa kompleks yang berwarna kuning. Warna kuning yang terjadi diukur intensitasnya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm.

(3)

Cara ini sangat sesuai untuk diaplikasikan pada larutan cuplikan yang mengandung “matrix” sangat kompleks dan konsentrasi tinggi, atau larutan cuplikan yang mengandung bahan terlarut yang diperkirakan akan mengganggu pengukuran transmitasi atau absorbansinya, sehingga sulit untuk membuat larutan standar yang identik dengan larutan

cuplikan. Metoda ini dipakai secara luas karena mampu meminimalkan kesalahan yang

disebabkan oleh perbedaan kondisi lingkungan (matriks) sampel dan standar. Dalam metoda ini dua atau lebih sejumlah volume tertentu dari sampel dipindahkan ke dalam labu takar. Selanjutnya absorbansi setiap larutan diukur pada panjang gelombang resonansinya (panjang gelombang maksimum) dan dibuat kurva antara absorbansi terhadap konsentrasi unsur standar yang ditambahkan. Ekstrapolasi kurva ke sumbu konsentrasi, akan diperoleh intersep pada sumbu konsentrasi yang menyatakan konsentrasi unsur didalam larutan cuplikan yang dianalisis. Selain cara ekstrapolasi, konsentrasi unsur didalam larutan cuplikan dapat ditentukan dengan persamaan:

Cs = AadAsAs Cb

Cs = konsentrasi unsur didalam larutan cuplikan yang dianalisis Cb = konsentrasi unsur standar yang ditambahkan

As = absorbansi larutan cuplikan tanpa penambahan unsur standar Aad = absorbansi larutan cuplikan yang ditambah unsur standar

(4)

Hot plate 1 buah

2. Membuat larutan induk NO3 100 ppm

3. Menyiapkan 7 buah labu takar 25 mL

4. Pada labu 2-7, memasukkan sebanyak 10 mL sampel air yang telah jernih kedalam labu takar 25 mL

5. Pada labu 2 memipet 0,25 mL untuk larutan 1 ppm, memipet 0,75 mL pada labu 3 untuk larutan 3 ppm, , memipet 1,5 mL pada labu 4 untuk larutan 6 ppm, memipet 2,5 mL pada labu 5 untuk larutan 10 ppm, memipet 3,75 mL pada labu 6 untuk larutan 15 ppm, memipet 5 mL pada labu 7 untuk larutan 20 ppm.

6. Pada labu 1-7 menambahkan 2 mL NaCl, 10 mL larutan H2SO4 dan 0,5

mL larutan naptilamin serta mengocok setiap penambahan pereaksi 7. Memanaskkan diatas penangas air yang bersuhu 95oC selama 20

menit kemudian mengencerkannya dengan aquadest hingga tanda batas (volume: 25 mL)

8. Melakukan pengenceran 10x pada labu 1-7 dengan memipet masing dari labu sebanyak 2,5 mL dan menandabataskan hingga 25 mL di labu takar. Sehingga larutan yang dibuat adalah 0 ppm, 0,1 ppm, 0,3 ppm, 0,6 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm.

(5)

11. Menentukan konsentrasi nitrat dalam cuplikan dengan cara interpolasi absorbansi larutan cuplikan kedalam kurva kalibrasi tersebut

Data Pengamatan

Pembuatan larutan NO3 1000 ppm Setelah KNO3 dilarutkan dan

ditandabataskan dalam labu ukur. Larutan tidak berwarna

-Pembuatan larutan NaCl Setelah NaCl dilarutkan dan ditandabataskan dalam labu ukur. Larutan tidak berwarna

Pembuatan larutan

naptilamin-sulfanilat Ketika asam sulfanilat dicampurkannaptilamin dan dilarutkan dalam air dan dipanaskan dipenangas air.

Penambahan NaCl Ketika NaCl dimasukkan kedalam sampel pada labu takar, larutan tetap jernih

Penambahan H2SO4 Ketika H2SO4 dimasukkan kedalam

labu takar, larutan tetap jernih

Penambahan naptilamin-sulfanilat Larutan menjadi sedikit berwarna ungu seulas, semakin tinggi konsentrasi warna ungu semakin agak jelas

Data Percobaan

(6)

NO Konsentrasi (ppm) Absorbansi

Untuk membuat 1000 ppm NO3 , maka ppm KNO3 =

ppm KNO3 = KNONO3×31000

Pengenceran untuk pembuatan 100 ppm Pengenceran untuk pembuatan 1 ppm N1 . V1 = N2 . V2 N1 . V1 = N2 . V2 1000 ppm . V1 = 100 ppm . 100 mL 100 ppm . V1 = 1 ppm . 25 mL V1 = 10 mL V1 = 0,25 mL

Pengenceran untuk pembuatan 3 ppm Pengenceran untuk pembuatan 6 ppm N1 . V1 = N2 . V2 N1 . V1 = N2 . V2 100 ppm . V1 = 3 ppm . 25 mL 100 ppm . V1 = 6 ppm . 25 mL V1 = 0,75 mL V1 = 1,5 mL

Pengenceran untuk pembuatan 10 ppm Pengenceran untuk pembuatan 15 ppm N1 . V1 = N2 . V2 N1 . V1 = N2 . V2

(7)

Pengenceran untuk pembuatan 25 ppm N1 . V1 = N2 . V2

100 ppm . V1 = 25 ppm . 25 mL V1 = 6,25 mL

Pengenceran 10x pada larutan baku

Pengenceran untuk pembuatan 0,1 ppm Pengenceran untuk pembuatan 0,3 ppm N1 . V1 = N2 . V2 N1 . V1 = N2 . V2

1 ppm . V1 = 1 ppm . 25 mL 3 ppm . V1 = 0,3 ppm . 25 mL V1 = 2,5 mL V1 = 2,5 mL

Pengenceran untuk pembuatan 0,6 ppm Pengenceran untuk pembuatan 1 ppm N1 . V1 = N2 . V2 N1 . V1 = N2 . V2 6 ppm . V1 = 0,6 ppm . 25 mL 10 ppm . V1 = 1 ppm . 25 mL V1 = 2,5 mL V1 = 2,5 mL

(8)

b. Pengukuran sampel

Nitrat merupakan senyawa anorganik yang terdiri dari satu atom nitrogen dan dua atom oksigen, bersifat sebagai oksidator. Nitrat dibentuk dari asam nitrit yang berasal dari ammonia melalui proses oksidasi katalitik. Pada praktikum ini, dilakukan penentuan konsentrasi nitrat menggunakan metode spektrofotometri (shimadzu) dengan menggunakan metode kurva standar dalam. Perinsip penentuan konsentrasi nitrat, nitrat dalam air dengan suasana asam (dengan penamvbahan naptilamin dan asam sulfanilat) membentuk senyawa kompleks berwarna kuning. Warna kuning yang terbentuk diukur intensitasnya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm.

(9)
(10)

ditambahkan sampel nitrat). Akan tetapi, setelah diukur setiap absorbansinya hasil yang didapat, absorbansi tidak linear dengan koonsentrasi. Hal ini dibuktikan dari grafik yang dibuat bahwa kurva yang didapat tidak linear. Terdapat garis yang menaik dan menurun pada kurva. Hal ini dikarenakan larutan tidak stabil karena tidak sempurnanya reaksi pembentukan senyawa kompleks yang terjadi yaitu reaksi antara nitrat dengan naptilamin sulfanilat.

Alasan pemilihan penentuan konsentrasi nitrat dalam sampel air dengan metode kurva standar internal adalah karena sampel air diperkirakan mengandung bahan terlarut yang akan mengganggu pengukuran transmitasi atau absorbansinya, sehingga sulit untuk membuat larutan standar yang identik dengan larutan cuplikan. Sehingga penentuan konsentrasi nitrat dalam sampel air digunakan metode kurva standar internal. Berdasarkan hasil percobaan konsentrasi sampel yang didapat adalah sebesar

Kesimpulan

(11)

Daftar Pustaka

Anonim, 2012. “Kadar Nitrat dalam Air” , (online), (

http://awalbarri-kadarnitrit.blogspot.com/2010/01/penetapan-kadar-nitrit-dalam-air.html diunduh 13 Oktober

2012 pkl 15.34)

Rosidi, Yusiana, 2011. “Metode Penambahan Larutan Standar”, (online), (

http://oshin-mungil.blogspot.com/2011/11/metode-penambahan-standar.html diunduh 13 Oktober 2012

pkl.21.23)

Solihat, Sufiana, 2011. “Nitrat”, (online), (http://id.scribd.com/doc/76595051/15/Nitrat

Referensi

Dokumen terkait

Kepala sekolah selaku pemimpin pembelajaran perlu menekankan pada penanaman nilai-nilai tertentu pada peserta didik untuk tidak bangga hanya dengan prestasi naik kelas, kalau

İnsan yaratılmışların en güzeli, en iyisi, Allah'ın(CC) yarattığı bir şaheser, bir seçilmiş, üzerinde titrenen, her şey emrine verilen, bunların karşılığında

Uji anova (analysis of variance) dilakukan terhadap data yang diperoleh untuk menghitung secara statistik apakah terdapat perbedaan kadar protein pada jamur tiram yang

Dari hasil observasi keterampilan guru dan catatan lapangan dalam pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media CD pembelajaran

Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi Pasca Bencana Alam (191 Ha) di Flores

Personil Laboratorium yang ditunjuk petugas untuk memantau, mengendalikan, dan merekam kondisi lingkungan yang mempengaruhi mutu hasil pengujian (suhu, kelembaban,

Melaksanakan kegiatan Pelayanan Pengobatan Dasar, penyuluhan kesehatan dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang- undangan

Dari hasil analisis data yang dapat dilihat pada tabel hasil uji korelasi product moment di atas, menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan pada 53 subjek dengan