Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017 PUTUSAN
Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG
Memeriksa permohonan peninjauan kembali perkara pajak telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara:
DIREKTUR JENDERAL PAJAK, tempat kedudukan di Jalan
Jenderal Gatot Subroto Nomor 40-42 Jakarta, dalam hal ini memberi kuasa kepada:
1. Peni Hirjanto, Plt. Direktur Keberatan dan Banding, Direktorat Jenderal Pajak;
2. Dayat Pratikno, Kasubdit Peninjauan Kembali dan Evaluasi, Direktorat Keberatan dan Banding;
3. Farchan Ilyas, Kepala Seksi Peninjauan Kembali, Subdit Peninjauan Kembali dan Evaluasi, Direktorat Keberatan dan Banding;
4. Anndy Dailami, Penelaah Keberatan, Subdit Peninjauan Kembali dan Evaluasi, Direktorat Keberatan dan Banding; Keempatnya berkedudukan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 40-42 Jakarta, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor SKU-491/PJ/2017 tanggal 10 Februari 2017;
Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Terbanding; melawan:
PT PACIFIC PALMINDO INDUSTRI, beralamat di Jalan Pulau
Bawean KIM II, Saentis, Deli Serdang, Sumatera Utara, diwakili oleh Salah Ahmed Hayel Saeed selaku Direktur;
Termohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Banding;
Mahkamah Agung tersebut;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Menimbang, bahwa dari surat-surat yang bersangkutan ternyata Pemohon Peninjauan Kembali dahulu sebagai Terbanding, telah mengajukan permohonan peninjauan kembali terhadap Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.77157/PP/M.IB/16/2016, tanggal 16 November 2016 yang telah berkekuatan hukum tetap, dalam perkaranya melawan Termohon Peninjauan Kembali dahulu sebagai Pemohon Banding, dengan posita perkara sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Bahwa Pemohon Banding dalam Surat Banding Nomor: 267/PPI-ACC/VI/2015 tanggal 03 Juni 2015, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut ini: Bahwa Pemohon Banding mengajukan Permohonan Banding atas Terbanding Nomor: KEP-812/WPJ.07/2015 tertanggal 10 Maret 2015 yang Pemohon Banding terima pada tanggal 14 Maret 2015 yang isinya "menolak" Permohonan Keberatan yang Pemohon Banding ajukan atas SKPKBT PPN Masa Pajak April 2006 Nomor 00002/307/06/057/13 tertanggal 18 Desember 2013;
Bahwa adapun alasan dan penjelasan yang menjadi dasar Pemohon Banding mengajukan banding ini adalah sebagai berikut:
A. Pemenuhan Ketentuan Formal Pengajuan Banding
1. Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang KUP, menyatakan sebagai berikut: "Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan banding hanya kepada badan peradilan pajak terhadap keputusan mengenai keberatannya yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak";
Bahwa selanjutnya Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Pengadilan Pajak menyatakan sebagai berikut:
"Banding diajukan dengan Surat Banding dalam Bahasa Indonesia kepada Pengadilan Pajak";
Surat Banding dalam Bahasa Indonesia Pemohon Banding ajukan terhadap Keputusan Keberatan kepada Pengadilan Pajak. Dengan demikian, Surat Banding Pemohon Banding telah memenuhi ketentuan formal pengajuan banding berdasarkan Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang KUP dan Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang-Undang-Undang Pengadilan Pajak; 2. Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang KUP menyatakan sebagai berikut:
"Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia, dengan alasan yang jelas dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak keputusan diterima, dilampiri salinan dari surat keputusan tersebut";
Pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Pengadilan Pajak menyatakan sebagai berikut:
"Banding diajukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterima Keputusan yang dibanding, kecuali diatur lain dalam peraturan perundang-undangan perpajakan";
Surat Banding telah disusun secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dengan alasan yang jelas dan diajukan sebelum lewat tiga bulan sejak diterimanya Keputusan Keberatan yang salinannya Pemohon Banding lampirkan dalam Surat Banding ini. Dengan demikian, Surat Banding
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Pemohon Banding telah memenuhi ketentuan formal pengajuan banding berdasarkan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang KUP dan Pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Pengadilan Pajak;
3. Pasal 36 ayat (4) Undang-Undang Pengadilan Pajak menyatakan sebagai berikut:
"Selain dari persyaratan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) serta Pasal 35, dalam hal Banding diajukan terhadap besarnya jumlah pajak yang terutang, Banding hanya dapat diajukan apabila jumlah yang terutang dimaksud telah dibayar sebesar 50% (lima puluh persen)";
Keputusan Keberatan dan SKPKBT PPN Masa Pajak April 2006 menunjukkan pajak yang masih harus dibayar sebesar Rp1.732.545.456,00. Sehubungan dengan persyaratan pengajuan permohonan banding ini, Pemohon Banding telah membayar pajak, sebesar Rp1.732.545.456,00 pada tanggal 28 April 2014. Dengan demikian, Surat Banding Pemohon Banding telah memenuhi ketentuan formal pengajuan Banding berdasarkan Pasal 36 ayat (4) Undang-Undang Pengadilan Pajak;
Bahwa dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka pengajuan Surat Banding atas Keputusan Keberatan di atas, telah dilakukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara yang telah disyaratkan oleh undang-undang, khususnya Pasal 27 ayat (1) dan (3) Undang-Undang KUP dan Pasal 35 ayat (1) dan (2), dan Pasal 36 ayat (4) Undang-Undang Pengadilan Pajak. Oleh karena itu sudah sepatutnya Surat Banding ini diterima oleh Pengadilan Pajak karena telah memenuhi ketentuan formal; B. Penjelasan Umum
1. Pada tanggal 18 Desember 2013, Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Empat (KPP PMA 4) telah menerbitkan SKPKBT PPN Nomor 00002/307/06/057/13 Masa Pajak April 2006 atas Pemohon Banding, dengan perhitungan sebagai berikut:
No. URAIAN Jumlah Menurut Pemohon Banding (Rp) Terbanding (Rp) Pembahasan Akhir (Disetujui) 1. Dasar Pengenaan Pajak
a. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yang terutang PPN:
a.1 Ekspor 47.875.508.450 47.875.508.450 0
a.2 Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri 11.993.133.250 11.993.133.250 0 a.3 Penyerahan yang PPN-nya dipungut oleh pemungut PPN 0 0 0 a.4 Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut 57.452.999.130 57.452.999.130 0
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017 a.5 Penyerahan yang dibebaskan dari pengenaan PPN 0 0 0 a.6 Jumlah (a.1 + a.2 + a.3 + a.4 + a.5) 117.411.640.830 117.411.640.830 0 b. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yg tidak terutang PPN 0 0 0 c. Jumlah Seluruh Penyerahan (a.6 + b) 117.411.640.830 117.411.640.830 0 2. Penghitungan PPN Kurang Bayar
a. PPN yang harus dipungut/dibayar sendiri
(tarif x 1.a.2 atau 1.d.6) 1.199.313.325 1.199.313.325
0
b. Dikurangi:
b.1 PPN yg disetor di muka dalam Masa Pajak yg sama 0 0 0 b.2 Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan 1.978.812.746 1.112.540.018 0
b.3 STP (Pokok Kurang Bayar) 0 0 0
b.4 Dibayar dengan NPWP Sendiri 0 0 0
b.5 Lain-lain 0 0 0
b.6 Jumlah (b.1 + b.2 + b.3 + b.4 + b.5) 1.978.812.746 1.112.540.018 0 c. Diperhitungkan :
c.3 SKPLB 0 (779.499.421) 0
d. Jumlah Pajak yang dapat diperhitungkan (b.6 – c.1) 1.978.812.746 333.040.597 0 e. Jumlah perhitungan PPN Kurang (Lebih) Bayar (a – d) 779.499.421 866.272.728 0 3. Kelebihan Pajak yang sudah:
a. Dikompensasikan ke masa pajak berikutnya 0 0 0 b. Dikompensasikan ke masa pajak ... (karena pembetulan) 0 0 0
c. Jumlah (a + b) 0 0 0
4. PPN yang kurang dibayar (2.e + 3.c) (779.499.421) 866.272.728 0 5. Sanksi Administrasi:
a. Kenaikan Pasal 15 (2) KUP 0 866.272.728 0
b. Bunga Pasal 13 (4) KUP 0 0 0
Jumlah (a + b) 0 866.272.728 0
6. Jumlah PPN yang masih harus dibayar (4 + 5) (779.499.421) 1.732.545.456 0
Bahwa atas SKPKBT PPN tersebut, Pemohon Banding mengajukan permohonan keberatan melalui surat Nomor 091/PPI-ACC/III/2014 tertanggal 03 Maret 2014;
Bahwa atas surat keberatan tersebut telah diterbitkan Keputusan Terbanding Nomor KEP-812/WPJ.07/2015 tertanggal 10 Maret 2015, yang isinya menolak seluruh keberatan Pemohon Banding dengan perincian perhitungan pajak sebagai berikut: Uraian Semula (Rp) Ditambah/ Dikurangi (Rp) Menjadi (Rp) PPN yang Kurang (Lebih)
Bayar
866.272.728 0 866.272.728
Sanksi Bunga 0 0 0
Sanksi Kenaikan 866.272.728 0 866.272.728 Jumlah PPN ymh (lebih)
dibayar
1.732.545.456 0 1.732.545.456
C. Alasan dan Dasar Permohonan Banding
Koreksi Pajak Masukan yang Dapat Diperhitungkan Sebesar Rp.866.272.728
Alasan Koreksi Terbanding
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Menurut Petugas Verifikasi
1. Bahwa berdasarkan Hasil Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/PN.JKT.UTARA tanggal 07 September 2009 dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/ 2010/PN Jkt.Sel. tanggal 22 Oktober 2010 yang menetapkan terdakwa Sdr. Halim Wijono dan Achmad Haras terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan pada PT Buana Artha Mandiri, PT Kurnia Duta Abadi, PT Multi Niaga Utama, dan PT Sumber Tani Niaga dengan sengaja menyalahgunakan NPWP dan PKP Pemohon Banding;
Bahwa berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/2010/PN.Jkt.Sel. tanggal 25 Oktober 2010, diputuskan bahwa Sdr. Achmad Haras (terdakwa penjara 3 tahun dan 6 bulan) telah melakukan tindak pidana bidang perpajakan dengan mengendalikan PT Buana Artha Mandiri dan PT Multi Niaga Utama (yang bersangkutan menjabat sebagai Direktur pada kedua perusahaan tersebut) untuk mengkreditkan Faktur Pajak yang tidak pada transaksi yang sebenarnya yang diterbitkan oleh PT Jamin Cahaya Raya dan PT Perintis Indotama;
Bahwa di dalam persidangan atas tuntutan dari Penuntut Umum, terdakwa juga menyatakan mengerti dan tidak mengajukan eksepsi atau keberatan, artinya bahwa seluruh transaksi dari hulu sampai dengan hilir, faktanya tidak ada transaksi yang riil/nyata. Dengan tidak adanya arus penyerahan barang ataupun jasa, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan putusan kedua Pengadilan tersebut, penyerahan barang berupa CPO dari PT Buana Artha Mandiri, PT Kurnia Duta Abadi, PT Multi Niaga Utama dan PT Sumber Tani Niaga kepada Pemohon Banding secara material tidak pernah ada walaupun didukung secara formal dengan: Data fotokopi Rekening Koran, fotokopi Purchase
Contract, fotokopi Invoice, fotokopi Faktur Pajak dan fotokopi Bukti
Pembayaran;
2. Dalam Ketentuan Undang-Undang PPN Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000:
Pasal 9 Ayat (8) : Pengkreditan Pajak Masukan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dapat diberlakukan bagi pengeluaran untuk:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Huruf f : Perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang Faktur Pajaknya tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (5) atau ayat (9) atau tidak mencantumkan nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak;
Pasal 13 ayat (9) : Faktur Pajak harus memenuhi persyaratan formal dan material;
Penjelasan Undang-Undang KUP Pasal 13 ayat (9):
Faktur Pajak memenuhi persyaratan formal apabila diisi secara lengkap, jelas, dan benar sesuai dengan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) atau persyaratan yang diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (6);
Bahwa Faktur Pajak atau dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak memenuhi persyaratan material apabila berisi keterangan yang sebenamya atau sesungguhnya mengenai penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud, ekspor Jasa Kena Pajak, impor Barang Kena Pajak, atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dan pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean;
Bahwa dengan demikian, walaupun Faktur Pajak atau dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak sudah memenuhi ketentuan formal dan sudah dibayar Pajak Pertambahan Nilainya, apabila keterangan yang tercantum dalam Faktur Pajak atau dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak tidak sesuai dengan kenyataan mengenai penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud, ekspor Jasa Kena Pajak, impor Barang Kena Pajak, atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dan pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean, Faktur Pajak atau dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak tersebut tidak memenuhi syarat material;
Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, Pemohon Banding telah mengkreditkan Faktur Pajak PPN Masukan yang tidak didasarkan pada
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
transaksi yang sebenarnya dan menyebabkan adanya PPN yang Kurang Dibayar tidak disetor dan/atau PPN yang tidak seharusnya dikompensasikan/direstitusikan. Transaksi yang terjadi adalah transaksi fiktif dari tingkat hulu sampai dengan hilir, dengan hitungan pajak yang seharusnya masih terhutang sebagai berikut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Menurut Penelaah Keberatan 1. Dasar Hukum:
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000:
Pasal 15 Ayat (1)
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Direktur Jenderal Pajak dapat rnenerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sesudah saat pajak terutang, berakhirnya Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak, apabila ditemukan data baru dan atau data yang semula belum terungkap yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang terutang;
Pasal 15 Ayat (2)
Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah kekurangan pajak tersebut;
Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2011, Pasal 5 ayat (1): Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan berdasarkan:
Hasil Verifikasi, Pemeriksaan atau Pemeriksaan ulang atas data baru berupa Putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap terhadap Wajib Pajak yang dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana lainnya yang dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara;
2. Berdasarkan LHV-131/WPJ.07/KP.0506/2013 tanggal 13 Desember 2013 halaman 16, disimpulkan bahwa:
Di dalam persidangan atas tuntutan dari Penuntut Umum, sesuai dengan data Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/ PN.JKT.UTARA tanggal 7 September 2009 dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/2010/PN.Jkt.Sel. tanggal 22 Oktober 2010, terdakwa menyatakan mengerti dan tidak mengajukan eksepsi atau keberatan, artinya bahwa seluruh transaksi dari hulu sampai dengan hilir, faktanya tidak ada transaksi yang riil nyata. sehingga perbuatan tersebut merugikan keuangan negara;
Atas Faktur Pajak Keluaran (yang tidak didasarkan pada transaksi yang sebenarnya) yang diterbitkan oleh terdakwa melalui PT Buana Artha Mandiri, PT Kurnia Duta Abadi, PT Multi Niaga Utama dan PT Sumber Tani Niaga, telah dikreditkan oleh Wajib Pajak PT Pacific Palmindo Industri sebagai Faktur Pajak Masukan, sehingga menyebabkan kerugian negara;
3. Berdasarkan penelitian pada SIDJP dan peninjauan ke lapangan, diketahui bahwa Pemohon Banding bergerak dalam bidang Industri Minyak Goreng
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Kelapa Sawit dengan KLU 10432. Crude Palm Oil (CPO) merupakan bahan utama untuk menghasilkan minyak goreng kelapa sawit;
4. Bahwa sepanjang tahun 2006, Pemohon Banding telah mengkreditkan pajak masukan atas pembelian Crude Palm Oil (CPO) diantaranya pembelian CPO dari PT Buana Artha Mandiri (BAM) dan PT Multi Niaga Utama (MNU), PT Kurnia Duta Abadi dan PT Sumber Tani Niaga;
5. Bahwa atas data yang diberikan oleh Pemohon Banding berupa: a. Kontrak pembelian CPO;
b. Faktur Pajak Masukan;
c. Surat Pengiriman Barang (SPB); d. Bukti Timbang;
Bahwa Tim Peneliti melakukan uji arus barang pembelian CPO dimana Pemohon Banding dalam pengadaan CPO akan mengadakan kontrak dengan pemasok/Supplier CPO, Tim Peneliti mentrasir kontrak pembelian CPO ke Faktur Pajak yang telah dilaporkan dalam SPT Masa PPN kemudian mentrasir ke Surat Pengiriman Barang (SPB) sampai dengan Bukti Timbang; Bahwa Tim Peneliti tidak dapat mentrasir dari bukti Faktur Pajak Masukan ke bukti Surat pengiriman Barang SPB dan ke Bukti Timbang karena Pemohon Banding mengelompokkan per tanggal Surat Pengiriman Barang dan Bukti Timbang sehingga Tim Peneliti kesulitan untuk mentrasir bukti yang ada di Faktur Pajak Masukan ke Surat Pengiriman Barang dan ke Bukti Timbang; Bahwa Tim Peneliti telah meminta data tambahan berupa:
a. Bukti pembayaran pembelian (rekening koran);
b. Rekap detail pembelian per jenis barang per pemasok tahun 2006; c. Kartu persediaan CPO per pemasok;
Bahwa sampai laporan ini dibuat Pemohon Banding belum memberikan data tersebut, sehingga Tim Peneliti tidak dapat melakukan uji arus uang atas pembelian CPO. (pada bulan-bulan selanjutnya);
6. Bahwa atas data yang diberikan oleh Pemohon Banding berupa: a. Form BC;
b. Invoice Lokal Penjualan; c. Invoice Ekspor Penjualan; d. Faktur Pajak Keluaran;
Bahwa Tim Peneliti melakukan uji arus barang penjualan dimana Pemohon Banding berdasarkan data yang diberikan oleh Pemohon Banding berupa perhitungan persediaan RBDO, PFAD. OLEIN, STEARIN dan data penjualan lokal dan ekspor serta sebagai sample bulan Januari 2006;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Bahwa Tim Peneliti melakukan uji arus penjualan barang dimana Pemohon Banding sesuai Faktur Pajak dan data PEB bahwa Pemohon Banding menyerahkan RBD P Olien IV 56, 57, 58, 61. Sedangkan data yang diberikan hanya persediaan RBD Olein tidak sesuai dengan Faktur Pajak yang menyebutkan RBDP Olein IV 56, 57, 58, 61. Sehingga Tim Peneliti tidak dapat mentrasir penjualan yang dilaporkan oleh Pemohon Banding berupa Faktur Pajak dan PEB dengan perhitungan persediaan yang diberikan oleh Pemohon Banding;
Bahwa Tim Peneliti telah meminta data tambahan berupa: a. Bukti penerimaan penjualan (rekening koran);
b. Rekap detail penjualan per pelanggan dan per jenis barang tahun 2006; c. Kartu persediaan penjualan barang jadi/hasil produksi;
Bahwa sampai laporan ini dibuat Pemohon Banding belum memberikan data tersebut, sehingga Tim Peneliti tidak dapat melakukan uji arus uang atas Penjualan (pada bulan-bulan selanjutnya);
7. Bahwa terdapat 2 (dua) putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Jakarta Selatan atas pelaporan SPT Masa Januari 2006 s.d. Desember 2006 yang isinya tidak benar dan tidak lengkap sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara yang dilakukan oleh PT Buana Artha Mandiri (BAM) dan PT Multi Niaga Utama (MNU), PT Kurnia Duta Abadi dan PT Sumber Tani Niaga;
8. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/ 2010/PN.Jkt.Sel. tanggal 22 Oktober 2010:
Halaman 105 menyatakan bahwa: "Mengadili Terdakwa Ahmad Haras telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "Perpajakan yaitu dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau Keterangan yang isinya tidak benar secara berlanjut. Pada bagian menimbang halaman 100 disebutkan "Bahwa terdakwa selaku Direktur Buana Artha Mandiri (BAM) dan PT Multi Niaga Utama (MNU) kemudian melaporkan SPT Masa Januari 2006 s.d. Desember 2006 kepada KPP Kebayoran Baru Satu dan KPP Tanah Abang Tiga yang lsinya tidak benar dan tidak lengkap sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara";
Halaman 92 menyatakan bahwa : "Menimbang bahwa benar Terdakwa selaku Direktur PT Multi Niaga Utama (MNU) telah mengajukan laporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai PT Multi Niaga Utama selama kurun waktu antara bulan Januari 2006 sampai dengan bulan April 2006
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
sesuai isi laporan tersebut, faktur pajak keluaran sebagai berikut: PT Pacific Palmindo Industri NPWP 01.882.511.7-057.000 dengan PPN 1.886.150.732; Halaman 94 menyatakan bahwa: "Menimbang bahwa benar Terdakwa telah mengajukan laporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai PT Buana Artha Mandiri (BAM) selama kurun waktu antara bulan Januari 2006 sampai dengan bulan April 2006 sesuai isi laporan tersebut, faktur pajak keluaran sebagai berikut (6) PT Pacific Palmindo Industri NPWP 01.882.511.7-057.000 dengan PPN 3.725.853.706;
9. Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/ 2009/PN.JKT.UTARA tanggal 7 September 2009:
Halaman 52 menyatakan bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa Halim Wijono als Deddy Tjahjadi als Yung als Ayung dalam kurun waktu Juli 2006 s.d. Desember 2007 bertempat di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kelapa Gading dan Kantor Pelayanan Pajak Metro telah menandatangani dan menyerahkan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan Masa Pajak Pertambahan Nilai yang isinya tidak benar;
Bahwa halaman 53 menyatakan bahwa hal tersebut dilakukan terdakwa dalam kapasitasnya selaku Direktur dari 4 perusahaan yaitu : PT Centra Niaga Pacific, PT Kurnia Duta Abadi, PT Sumber Tani Niaga dan PT Palm Mas Lestari, sehingga menimbulkan kerugian bagi pendapatan negara secara keseluruhan sekitar Rp146.048.286.343;
10. Berdasarkan Surat Direktur Intelijen dan Penyidikan Nomor S-527/FPF/ PJ.05/2011 tanggal 07 Desember 2011 ditujukan kepada Pemohon Banding bahwa sehubungan dengan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/PN.JKT.UTARA tanggal 7 September 2009 dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/2010/ PN.Jkt.Sel. tanggal 22 Oktober 2010 telah ditetapkan terdakwa Sdr. Halim Wijono dan Achmad Haras terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan pada PT Buana Artha Mandiri, PT Kurnia Duta Abadi, PT Multi Niaga Utama dan PT Sumber Tani Niaga dengan sengaja menyalahgunakan NPWP dan PKP Pemohon Banding perihal Himbauan Pembetulan SPT Masa PPN dan SPT Tahunan Badan Terkait Penggunaan Faktur Pajak yang Tidak Berdasarkan Transaksi yang Sebenarnya;
11. Atas dua putusan pengadilan yaitu Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/2010/PN.Jkt.Sel. tangga 22 Oktober 2010 dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
PN.JKT.UTARA tanggal 7 September 2009 merupakan data baru dan atau data yang semula belum terunqkap dalam pemeriksaan. Berdasarkan hal tersebut Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan sesuai dengan ketentuan Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang KUP;
12. Bahwa berdasarkan data, pengujian dan keterangan di atas, Tim Peneliti mempertahankan koreksi dari Tim Verifikasi bahwa Atas Faktur Pajak Keluaran (yang tidak didasarkan pada transaksi yang sebenarnya) yang diterbitkan oleh terdakwa Halim Wijono dan Achmad Haras melalui PT Buana Artha Mandiri, PT Kurnia Duta Abadi, PT Multi Niaga Utama, PT Sumber Tani Niaga, telah dikreditkan oleh Pemohon Banding sebagai Pajak Masukan;
13. Berdasarkan data, dokumen dan keterangan tersebut di atas, Tim Peneliti mempertahankan koreksi Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan sebesar Rp.866.272.728,- karena telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku dan menolak keberatan Pemohon Banding, dengan perhitungan menurut tim peneliti adalah sebagai berikut:
Uraian
Menurut ditambah
(dikurangkan) Pemohon
Banding Pemeriksa Tim peneliti Koreksi Pajak Masukan yg dapat
diperhitungkan 0 866.272.728 866.272.728 0
Permohonan Banding Pemohon Banding
Bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan hasil keberatan dan mengajukan banding atas koreksi Pajak Masukan sebesar Rp.866.272.728 yang dilakukan dan dipertahankan oleh Terbanding, dengan alasan sebagai berikut:
a. Dasar penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT) tidak tepat
Pasal II (dua romawi) ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Undang-Undang KUP), menyatakan sebagai berikut:
"Terhadap semua hak dan kewajiban perpajakan Tahun Pajak 2001 sampai dengan Tahun Pajak 2007 yang belum diselesaikan, diberlakukan ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umurn dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000";
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Bahwa sengketa yang diajukan banding oleh Pemohon Banding terkait dengan koreksi pajak masukan pada masa Oktober 2006, maka Undang-Undang KUP yang digunakan sebagai dasar adalah Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000;
Pasal 15 Undang-Undang KUP, menyatakan sebagai berikut:
"(1) Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sesudah saat pajak terutang, berakhirnya Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak, apabila ditemukan data baru dan atau data yang sernula belum terungkap yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang terutang;
(2) Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah kekurangan pajak tersebut;
(3) Kenaikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak dikenakan apabila Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan itu diterbitkan berdasarkan keterangan tertulis dari Wajib Pajak atas kehendak sendiri, dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum mulai melakukan tindakan pemeriksaan";
Bahwa berdasarkan ketentuan untuk dapat menerbitkan SKPKBT, harus memenuhi dua kriteria sebagai berikut:
1. SKPKBT dapat diterbitkan apabila terdapat data baru;
Definisi data baru sebagaimana tercantum dalam penjelasan Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang KUP adalah sebagai berikut:
"Yang dimaksud dengan data baru adalah data atau keterangan mengenai segala sesuatu yang diperlukan untuk menghitung besarnya jumlah pajak yang terutang oleh Wajib Pajak belum diberitahukan pada waktu penetapan semula, baik dalam Surat Pemberitahuan dan lampiran-lampirannya maupun dalam pembukuan perusahaan yang diserahkan pada waktu pemeriksaan. Sedangkan yang dimaksud dengan data yang semula belum terungkap adalah data atau keterangan lain mengenai segala sesuatu yang diperlukan untuk menghitung besarnya jumlah pajak yang terutang, yang: a. tidak diungkapkan oleh Wajib Pajak dalam Surat Pemberitahuan beserta
lampirannya (termasuk laporan keuangan): dan/atau
b. pada waktu pemeriksaan untuk penetapan semula Wajib Pajak tidak mengungkapkan data dan/atau memberikan keterangan lain secara
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
benar, lengkap, dan terinci sehingga tidak memungkinkan fiskus dapat menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dengan benar dalam menghitung jumlah pajak yang terutang";
Bahwa sesuai dengan Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang KUP sebagaimana disebutkan di atas, jelas bahwa penerbitan SKPKBT dapat dilakukan apabila ditemukan data baru yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang terutang;
Bahwa terkait Masa Pajak April 2006, telah dilakukan pemeriksaan dan telah diterbitkan Surat Ketetapan Pajak sebelumnya, sehingga apabila pembelian Pemohon Banding dinyatakan fiktif adalah tidak tepat dan tidak pernah terbukti karena Terbanding telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh yang telah menghasilkan Surat Ketetepan Pajak sehubungan dengan restitusi dan kelebihan PPN atas Masa Pajak April 2006 telah dikembalikan melalui Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) Nomor 057-0375-2007 tanggal 26 Maret 2007, yang mana ketetapan tersebut sama sekali tidak pernah mempermasalahkan keabsahan dari transaksi pembelian Pemohon Banding;
Bahwa adapun SKPKBT yang diterbitkan Tim Verifikasi hanya berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri yang nyata-nyata tidak terkait dengan Pemohon Banding;
Bahwa berdasarkan Hasil Verifikasi dan Hasil Keberatan, diketahui bahwa dasar penerbitan SKPKBT kepada Pemohon Banding adalah berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/ PN.JKT.UTARA tanggal 07 September 2009 dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/2010/PN.Jkt.Sel tanggal 22 Oktober 2010 yang menetapkan terdakwa Sdr. Halim Wijono dan Achmad Haras terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan pada PT Buana Artha Mandiri, PT Kurnia Duta Abadi, PT Multi Niaga Utama, dan PT Sumber Tani Niaga dengan sengaja menyalahgunakan NPWP dan PKP Pemohon Banding;
Bahwa pihak-pihak yang bersengketa dalam Putusan Pengadilan Negeri tersebut nyata-nyata bukanlah atas nama Pemohon Banding. Sehingga Putusan Pengadilan Negeri tersebut bukanlah merupakan data baru yang dapat dijadikan dasar dalam penerbitan SKPKBT dan Keputusan Keberatan atas nama Pemohon Banding;
2. Penerbitan SKPKBT melalui proses pemeriksaan dalam Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang KUP dinyatakan bahwa:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
"(3) Kenaikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak dikenakan apabila Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan itu diterbitkan berdasarkan keterangan tertulis dari Wajib Pajak atas kehendak sendiri, dengan syarat Direktur Jenderal Pajak belum mulai melakukan tindakan pemeriksaan";
Bahwa dalam hal ini jelas bahwa SKPKBT diterbitkan melalui proses pemeriksaan. Sebagaimana telah diketahui bahwa SKPKBT atas nama Pemohon Banding diterbitkan melalui proses verifikasi bukan pemeriksaan sehingga terbukti penerbitannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
Bahwa berdasarkan hal-hal sebagaimana disampaikan di atas, menurut Pemohon Banding kedua syarat penerbitan SKPKBT tersebut tidak terpenuhi;
Bahwa dengan demikian telah terbukti bahwa penerbitan SKPKBT yang dilakukan oleh KPP PMA Empat tidak memenuhi persyaratan formal terbit nya suatu SKPKBT;
b. Dasar koreksi Terbanding tidak tepat
Bahwa selama proses Verifikasi, Tim Verifikasi hanya mendasari koreksi dari Putusan Pengadilan Negeri tanpa memberikan penjelasan korelasi antara Putusan pengadilan Negeri tersebut dengan pembelian Pemohon Banding. Dalam amar putusan yang dijadikan rujukan oleh Terbanding sama sekali tidak ada pernyataan bahwa Faktur Pajak keluaran yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut (PT Buana Artha Mandiri, PT Kurnia Duta Abadi, PT Multi Niaga Utama, dan PT Sumber Tani Niaga) kepada Pemohon Banding adalah fiktif. Dengan demikian jelas terbukti bahwa SKPKBT tersebut telah diterbitkan tanpa didukung oleh bukti yang kuat namun semata-mata berdasarkan asumsi dan dugaan dari Terbanding; Bahwa dasar penerbitan SKPKBT, selain tidak memenuhi syarat formal juga tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, dimana nyata-nyata Putusan Pengadilan Negeri yang digunakan sebagai dasar penerbitan SKPKBT sama sekali tidak terkait dengan Pemohon Banding karena Putusan Pengadilan Negeri tersebut terkait dengan sengketa Pajak Masukan Perusahaan Terdakwa (lawan transaksi Pemohon Banding);
Bahwa sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa dasar koreksi Terbanding adalah Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/PN.JKT.UTARA tanggal 07 September 2009 dan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/2010/PN.Jkt.Sel.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
tanggal 22 Oktober 2010 yang menetapkan terdakwa Sdr. Halim Wijono dan Achmad Haras terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan pada PT Buana Artha Mandiri, PT Kurnia Duta Abadi, PT Multi Niaga Utama, dan PT Sumber Tani Niaga dengan sengaja menyalahgunakan NPWP dan PKP Pemohon Banding; 1. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/
PN.JKT.UTARA tanggal 07 September 2009;
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/ PN.JKT.UTARA tanggal 07 September 2009 menyatakan bahwa Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana Perpajakan, berupa dengan sengaja menyampaikan SPT Masa PPN yang isinya tidak benar atas nama PT Centra Niaga Pasific, PT Kurnia Duta Abadi, PT Sumber Tani Niaga dan PT Palm Mas Lestari. Dimana Terdakwa telah menerbitkan Faktur Pajak Standar atas nama PT Centra Niaga Pasific, PT Kurnia Duta Abadi, PT Sumber Tani Niaga dan PT Palm Mas Lestari kepada para perusahaan pengguna yaitu PT Permata Hijau Sawit dan PT Nubika Jaya tanpa adanya penyerahan barang ataupun jasa, sehingga Pajak Keluaran yang dilaporkan dalam SPT Masa PPN dan penjualan perusahaan-perusahaan tersebut tidak sah (fiktif);
Halaman 17 sampai dengan 18 Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 963/PID.B/2009/PN.JKT.UTARA tanggal 07 September 2009 menyatakan sebagai berikut:
"Bahwa PT Centra Niaga Pacific, PT Kurnia Duta Abadi, PT Sumber Tani Niaga, dan PT Palm Mas Lestari tidak pernah melakukan penjualan dan pembelian barang atau jasa tetapi Terdakwa telah menerbitkan Faktur Pajak Standar (tanpa diikuti dengan transaksi ekonomi) kepada para Perusahaan Pengguna (yang terdaftar sebagai PKP) yaitu PT Permata Hijau Sawit dan PT Nubika Jaya dan Para perusahaan Penggugat tersebut merupakan perusahaan eksportir yang membutuhkan Faktur Pajak Standar untuk digunakan sebagai Pajak Masukan dengan tujuan restitusi PPN secara tidak sah";
Bahwa dalam Putusan Pengadilan Negeri tersebut, rincian Pajak Keluaran yang dicantumkan hanya Pajak Keluaran atas PT Centra Niaga Pasific dimana dalam rincian tersebut tidak terdapat nama Pemohon Banding. Sedangkan, rincian Pajak Keluaran atas PT Kurnia Duta Abadi, PT Sumber Tani Niaga dan PT Palm Mas Lestari tidak dicantumkan dalam putusan tersebut. Dengan demikian, jelas bahwa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
Putusan Pengadilan Negeri tersebut tidak terkait dengan Pemohon Banding;
Bahwa kemudian, dari Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara tersebut jelas bahwa lawan transaksi sebagai pihak pembeli adalah yaitu PT Permata Hijau Sawit dan PT Nubika Jaya dan bukan Pemohon Banding. Dalam Putusan tersebut sama sekali tidak menyebutkan nama Pemohon Banding, yaitu PT Pacific Palmindo Industri. Dengan demikian, hasil Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara tersebut tidak serta merta dapat dijadikan dasar koreksi oleh Terbanding dalam melakukan koreksi Pajak Masukan Pemohon Banding;
2. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/2010/ PN.Jkt.Sel. tanggal 22 Oktober 2010;
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1026/Pid.B/ 2010/PN.Jkt.Sel. tanggal 22 Oktober 2010 menyatakan bahwa Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana Perpajakan, berupa melaporkan SPT Masa PPN atas nama PT Multi Niaga Utama dimana terdapat Faktur Pajak Masukan yang tidak sah atau fiktif atas nama PT Jamin Cahaya Raya dan PT Perintis Indotama dan SPT Masa PPN atas nama PT Buana Artha Mandiri dimana terdapat pula Faktur Pajak Masukan yang tidak sah atau fiktif atas nama PT Jamin Cahaya Raya dan PT Perintis Indotama;
Dari Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut jelas bahwa pokok sengketa yang diputus dalam Putusan tersebut adalah Pajak Masukan yang tidak sah atau fiktif PT Multi Niaga Utama dan PT Buana Artha Mandiri dimana Faktur Pajak tersebut diterbitkan oleh PT Jamin Cahaya Raya dan PT Perintis Indotama. Hal tersebut tidak ada hubungannya secara langsung dengan Pemohon Banding. Pemohon Banding adalah pembeli CPO dari kedua perusahaan tersebut. Dengan demikian, hasil Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan dasar koreksi oleh Terbanding dalam melakukan koreksi Pajak Masukan Pemohon Banding;
Bahwa secara jelas dinyatakan bahwa Putusan Pengadilan Negeri tersebut ditetapkan untuk terdakwa yang sama sekali tidak terkait dengan Pemohon Banding. Dengan demikian Putusan Pengadilan Negeri tersebut tidak dapat diterapkan kepada Pemohon Banding karena nyata-nyata hasil putusan tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan Pemohon Banding;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
c. Terbanding tidak konsisten dalam melakukan koreksi
Bahwa Terbanding hanya melakukan koreksi atas Pajak Masukan/ pembelian tanpa melakukan koreksi atas Pajak Keluaran atas penjualan Pemohon Banding. Hal tersebut tidak konsisten dan sangat tidak adil bagi Pemohon Banding. Apabila Terbanding melakukan koreksi atas Pajak Masukan/pembelian, penjualan terkait pembelian tersebut seharusnya juga dilakukan koreksi;
d. Pemohon Banding memiliki fasilitas kawasan berikat
Pemohon Banding memiliki fasilitas kawasan berikat. Sesuai dengan ketentuan, arus keluar masuk barang diawasi secara khusus oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dengan demikian apabila pembelian Pemohon Banding tersebut dinyatakan fiktif, maka hal tersebut nyata-nyata tidak tepat;
e. Pemohon Banding selama proses keberatan telah memberikan dokumen pendukung namun tidak dipertimbangkan oleh Peneliti Keberatan
Bahwa sebagaimana diketahui bahwa koreksi Terbanding didasarkan adanya pemahaman pembelian Pemohon Banding adalah fiktif berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri. Dengan demikian, alasan Terbanding dalam mempertahankan koreksi dengan berdasarkan cukup atau tidaknya bukti terkait pembelian ataupun penjualan yang seharusnya Permohon Banding sediakan selama proses keberatan, hal tersebut nyata-nyata tidak tepat dan tidak dapat diterima. Pada akhirnya, ditolaknya keberatan Pemohon Banding dikarenakan terkait dengan Putusan Pengadilan Negeri walaupun selama proses keberatan Pemohon Banding telah memberikan dokumen pendukung terkait;
Bahwa terhadap data-data pembelian atas supplier yang disengketakan PT Kurnia Duta Abadi, PT Sumber Tani Niaga, PT Multi Niaga Utama, PT Buana Artha Mandiri, telah Pemohon Banding berikan antara lain: Kontrak Pembelian, invoice, Faktur Pajak, Kuitansi, Bukti Bayar, rekening koran, surat timbang dan terima barang pada tanggal 11 Maret 2014, 20 Mei 2014 dan telah Pemohon Banding susun secara sistimatis dan rapi agar pihak Peneliti dapat melakukan trasir transaksi atas barang saat pembeli sampai dengan pembayarannya (arus barang dan arus uang dapat ditrasir). Dengan demikian keberatan terkait dengan data pendukung untuk empat (4) PT yang dipersengketakan seharusnya diterima;
Bahwa sedangkan atas data lainnya yang diminta oleh Peneliti pada akhir Januari 2015 terhadap seluruh pembelian telah Pemohon Banding berikan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
pada tanggal 3 Februari 2015. Setelah dilakukan penelitian disimpulkan bahwa Peneliti tidak dapat melakukan trasir atas data yang dimaksud namun sampai SPUH diterbitkan Pemohon Banding juga tidak pernah diundang untuk membantu melakukan trasir sesuai standar Penelitian. Pemohon Banding sangat keberatan bahwa atas keseluruhan data yang dilakukan penelitian dan ternyata tidak dapat ditrasir oleh Peneliti telah mengakibatkan keberatan atas Pajak Masukan dari perusahaan yang disengketakan (PT Kurnia Duta Abadi, PT Sumber Tani Niaga, PT Multi Niaga Utama, PT Buana Artha) yang notabene dapat diuji kebenarannya (traceable) sesuai dengan tanggapan pada poin 2 (a) di atas ditolak dan koreksi tetap dipertahankan oleh Peneliti;
Bahwa Terbanding dalam penjelasannya juga menyatakan bahwa tugas Terbanding bukan untuk melakukan pengujian dengan membuat kertas kerja kembali dari awal. Tugas Peneliti hanya melakukan pengujian atas kerja pemeriksa. Yang menjadi pertanyaan Pemohon Banding adalah, jika tim verifikator KPP tidak melakukan tugas itu dan tim Peneliti Kanwil juga merasa hal tersebut bukan menjadi tugasnya, apakah Pemohon Banding yang harus menanggung akibatnya dengan membayar kewajiban yang bukan merupakan kesalahan Pemohon Banding;
Bahwa sehubungan dengan data tambahan: 1. Bukti Pembayaran Pembelian (rekening koran);
Atas seluruh rekening koran sudah Pemohon Banding berikan pada tanggal 11 Maret 2014;
2. Rekap detail pembelian per jenis barang per pemasok tahun 2006; Pemohon Banding sudah berikan via email kepada Peneliti dalam format excel perbulan yang berisi nama supplier, jenis barang, jumlah unit pembelian, pembayaran dengan format ini Peneliti dapat melakukan sort data per supplier;
3. Kartu persediaan CPO per pemasok;
Pemohon Banding tidak pernah menggunakan kartu stock namun sudah memberikan "inventory movement" via email;
Bahwa terkait dengan permintaan atas dokumen penjualan yang diminta oleh Tim Peneliti Keberatan, hal tersebut tidak tepat karena sengketa yang diajukan keberatan adalah atas pembelian dan Pajak Masukan. Sehingga dokumen penjualan yang diminta, sama sekali tidak ada kaitannya dengan sengketa;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
f. Pemohon Banding telah melakukan pembayaran PPN Masukan atas pembelian
Bahwa Pajak Masukan yang Pemohon Banding kreditkan telah memenuhi ketentuan formal dan material. Pengujian pemenuhan ketentuan formal dan material telah diuji pada proses pemeriksaan dalam rangka permohonan restitusi dan menghasilkan SKPLB PPN. Dengan demikian, faktur pajak masukan yang Pemohon Banding kreditkan tersebut dapat dinyatakan valid; Bahwa PPN Masukan atas Pembelian CPO telah Pemohon Banding bayar kepada pihak penjual Barang Kena Pajak sehingga Pemohon Banding seharusnya berhak untuk melakukan pengkreditan atas PPN Masukan tersebut. Apabila terdapat penyalahgunaan atau tidak dilaporkannya PPN tersebut oleh pihak penjual Barang Kena Pajak atau pemberi Jasa Kena Pajak, hal tersebut bukanlah menjadi tanggung jawab Pemohon Banding. Menurut Pemohon Banding, tanggung jawab renteng tidak dapat dikenakan kepada Pemohon Banding karena Pemohon Banding telah melakukan pembayaran PPN Masukan tersebut. Pajak Masukan yang dianggap tidak valid oleh Terbanding hanya dikarenakan adanya Putusan Pengadilan Negeri yang tidak ada kaitannya dengan Pemohon Banding;
Bahwa dengan demikian, "tidak adil" apabila Pemohon Banding tidak dapat mengkreditkan PPN Masukan dimana PPN yang dipungut telah Pemohon Banding lunasi, namun dikenakan (harus membayar) PPN kembali oleh Terbanding ditambah dengan sanksi kenaikan sebesar 100%;
D. Kesimpulan
Bahwa berdasarkan uraian dan fakta yang Pemohon Banding sampaikan tersebut di atas, Pemohon Banding mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Pajak untuk mengabulkan surat banding Pemohon Banding. Dengan demikian, besarnya jumlah PPN Masa Pajak April 2006 menurut Pemohon Banding adalah sebagai berikut:
No. URAIAN
Menurut Pemohon Banding
(Rp) 1. Dasar Pengenaan Pajak
a. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yang terutang PPN :
a.1 Ekspor 47.875.508.450
a.2 Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri 11.993.133.250 a.3 Penyerahan yang PPN-nya dipungut oleh pemungut PPN 0 a.4 Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut 57.452.999.130 a.5 Penyerahan yang dibebaskan dari pengenaan PPN 0 a.6 Jumlah (a.1 + a.2 + a.3 + a.4 + a.5) 117.411.640.830 b. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yg tidak terutang PPN 0 c. Jumlah Seluruh Penyerahan (a.6 + b) 117.411.640.830 2. Penghitungan PPN Kurang Bayar
a. PPN yang harus dipungut/dibayar sendiri 1.199.313.325
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari 51 halaman Putusan Nomor 1665/B/PK/PJK/2017
(tarif x 1.a.2 atau 1.d.6) b. Dikurangi:
b.1 PPN yg disetor di muka dalam Masa Pajak yg sama 0 b.2 Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan 1.978.812.746
b.3 STP (Pokok Kurang Bayar) 0
b.4 Dibayar dengan NPWP Sendiri 0
b.5 Lain-lain 0
b.6 Jumlah (b.1 + b.2 + b.3 + b.4 + b.5) 1.978.812.746 c. Diperhitungkan :
c.3 SKPLB 0
d. Jumlah Pajak yang dapat diperhitungkan (b.6 – c.1) 1.978.812.746 e. Jumlah perhitungan PPN Kurang (Lebih) Bayar (a – d) 779.499.421 3. Kelebihan Pajak yang sudah:
a. Dikompensasikan ke masa pajak berikutnya 0
b. Dikompensasikan ke masa pajak ... (karena pembetulan) 0
c. Jumlah (a + b) 0
4. PPN yang kurang dibayar (2.e + 3.c) (779.499.421) 5. Sanksi Administrasi:
a. Kenaikan Pasal 15 (2) KUP 0
b. Bunga Pasal 13 (4) KUP 0
Jumlah (a + b) 0
6. Jumlah PPN yang masih harus dibayar (4 + 5) (779.499.421) 7. PPN yang telah direstitusikan melalui SKP (779.499.421)
8. PPN menurut Pemohon Banding 0
Menimbang, bahwa amar Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.77157/ PP/M.IB/16/2016, tanggal 16 November 2016 yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut adalah sebagai berikut:
Mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-812/WPJ.07/2015 tanggal 10 Maret 2015 tentang keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak April 2006 Nomor: 00002/307/06/057/13 tanggal 18 Desember 2013 sebagaimana telah dibetulkan dengan KEP-00012/WPJ.07/KP.0503/2015 tanggal 6 Maret 2015, atas nama: PT Pacific Palmindo Industri, NPWP 01.882.511.7-057.000, beralamat di Jl. P. Bawean KIM II, Saentis, Deli Serdang, Sumatera Utara, sehingga perhitungan pajak yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:
Jumlah Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Rp 117.411.640.830,00
Penghitungan PPN Kurang Bayar:
- Pajak Keluaran yang harus dipungut/ dibayar sendiri Rp 1.199.313.325,00
Dikurangi:
- Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan Rp 1.978.812.746,00
Jumlah perhitungan PPN Lebih Bayar (Rp 779.499.421,00)
Kelebihan yang dikompensasikan ke masa pajak berikutnya
Rp 0,00
PPN yang Lebih Dibayar (Rp 779.499.421,00)
Menimbang, bahwa sesudah putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yaitu Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.77157/PP/M.IB/
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]