FUNGSI dan PERAN DJP
terkait Transparansi DBH
TUGAS dan FUNGSI DJP
• menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan di bidang pajak sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan
TUGAS
• Perumusan Kebijakan di Bidang Perpajakan
• Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Perpajakan
• Penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di
Bidang Perpajakan
• Pemberian Bimbingan Teknis dan supervisi di Bidang
Perpajakan
• Pelaksanaan Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan di
Bidang Perpajakan
• Pelaksanaan Administrasi Ditjen Pajak
FUNGSI
Peran DJP dalam Pelaporan EITI
Sejak Tahun 2009 DJP telah melaporkan data PPh Badan atas Perusahaan Pelapor
49 52 71 68 87 75 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000 7.000.000 8.000.000 2009 2010 2011 2012 2013 2014 USD (ribuan) Rp (jutaan) Perusahaan Pelapor
Merupakan Perusahaan yang telah Memberikan Lembar
Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
• PBB Perkebunan • PBB Perhutanan • PBB Pertambangan
Pajak Penghasilan (PPh)
• PPh Pasal 21
• PPh Pasal 25/29 WPOPDN termasuk PPh Final PP 46 atas WPOP
Sumber Pendapatan Daerah
Pasal 5 UU 33/2004
• PAD
• Dana Perimbangan
• Lain-lain Pendapatan
Pendapatan
Daerah
• Sisa lebih perhitungan anggaran daerah
• Penerimaan pinjaman daerah
• Dana cadangan daerah
• Hasil penjualan kekayaan daerah yang
dipisahkan
Sumber Pendapatan Daerah
Pasal 5 UU 33/2004
DBH SDA
Dana Alokasi Umum (DAU) Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendapatan Asli Daerah Lain-lain Pendapatan
Pendapatan Daerah
0 100 200 300 400 500 600 700 2011 2012 2013 2014 2015 Tr ili u nPENDAPATAN DAERAH Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak
Kontribusi Dana
Perimbangan
Rata-rata 72% dari Pendapatan Daerah
Rata-rata 5% Kontribusi Bagi Hasil
Pajak dari
Pendapatan Daerah
BAGI HASIL PBB
Dasar Hukum
UU No. 12/1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah
dengan UU No. 12/1994;
UU No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah;
PP No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;
PP No. 16/2000 tentang Pembagian Hasil Penerimaan PBB antara Pemerintah
Pusat dan Daerah;
Permenkeu No. 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan
Rincian Bagi Hasil PBB
Pemerintah Pusat
10%
Daerah
90%
Dibagikan secara merata kepada
seluruh Daerah Kabupaten/Kota
6,5%
Dibagikan sebagai insentif
kepada Daerah Kabupaten/Kota
3,5%
Daerah Propinsi
16,2%
Daerah Kabupaten/Kota64,8%
Biaya Pemungutan
9%
Ditjen
Pajak
DaerahPenerimaan
PBB
Penerimaan PBB
24 25 22 27 18 22 23 23 29 19 -2% 7% 1% 25% -34% -40% -30% -20% -10% 0% 10% 20% 30% 5 10 15 20 25 30 35 2012 2013 2014 2015 2016 Tr ill iu nTarget Realisasi Growth Realisasi (RHS)
SejakTahun 2014 Penerimaan PBB rata-rata 9% diatas Target
BAGI HASIL PPh Pasal 21 dan
PPh Pasal 25/29 WPOPDN
Dasar Hukum
UU Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan UU Nomor 36 Tahun 2008;
UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
PP Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;
Permenkeu No. 50/PMK.07/2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa
Rincian Bagi Hasil PPh Pasal 21 dan
PPh Pasal 25/29 WPOPDN
Pemerintah Pusat
80%
Pemerintah
Daerah
20%
Propinsi
8%
Kabupaten/Kota12%
Bagi Rata seluruh
Kabupaten/Kota di Prop. ybs.
3,6%
Kabupaten/Kota tempat WP terdaftar8,4%
Penerimaan
PPh
Penerimaan PPh Pasal 21
89 102 106 127 129 80 90 105 114 109 19% 13% 17% 8% -4% -10% -5% 0% 5% 10% 15% 20% 25% 20 40 60 80 100 120 140 2012 2013 2014 2015 2016 Tr ill iu nPenerimaan PPh Pasal 25/29 WPOPDN
PP 46 berlaku sejak tahun 2013
0,45 2,4 3,6 4,3 3,8 4,4 4,6 8,2 5,3 15% 28% 45% 69% -19% -30% -20% -10% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 0 2 4 6 8 10 12 14 2012 2013 2014 2015 2016 Tr ill iu n PPh OP PP46 PPh Ps.25/29 OP Growth PPh Ps.25/29 + PP46 (RHS)
Pada tahun 2016 terjadi penurunan realisasi
penerimaan PPh 25/29, sedangkan PPh OP PP 46 terus mengalami kenaikan
Penerimaan Pajak
87,9% 87,4% 87,2% 86,4% 85,7% 87,9% 8,8% 9,5% 9,8% 10,7% 10,7% 9,9% 0,4% 0,4% 0,5% 0,5% 0,8% 0,5% 2,9% 2,6% 2,5% 2,4% 2,8% 1,8% 50% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100% 2011 2012 2013 2014 2015 2016 LAINNYA 1.PPh Pasal 21 2. PPh Pasal 25/29 OP 3. PBB P3Terdapat bagian Dana Bagi Hasil
Kontribusi jenis pajak yang dibagihasilkan tidak mengalami peningkatan berarti dalam 6 tahun terakhir (hanya sekitar 13%)
TUGAS dan KEWAJIBAN (1)
Dalam Dana Bagi Hasil
Penyampaian rencana penerimaan
berdasarkan APBN/ APBN-P sebagai
dasar penghitungan alokasi DBH
Penyampaian prognosa realisasi
penerimaan
Penyampaian realisasi penerimaan
TUGAS dan KEWAJIBAN (2)
Dalam Dana Bagi Hasil
Penyampaian rencana penerimaan berdasarkan
APBN/ APBN-P sebagai dasar penghitungan
alokasi DBH
DJP menyampaikan Renpen APBN/APBN-P kepada DJPK
DJPK meyusun perkiraan alokasi DBH (Rancangan Perpres Rincian APBN-Alokasi DBH Pajak)
Rencana Penerimaan di atas disampaikan paling lambat Minggu ke-2 bulan September (atau setelah UU APBN
TUGAS dan KEWAJIBAN (3)
Dalam Dana Bagi Hasil
Penyampaian prognosa realisasi
penerimaan
DJP menyampaikan prognosa realisasi tahun berkenaan kepada DJPK
Berdasarkan prognosa yang disampaikan, DJPK melakukan penyesuaian alokasi DBH
Prognosa disampaikan paling lambat Minggu ke-4 bulan Oktober
TUGAS dan KEWAJIBAN (4)
Dalam Dana Bagi Hasil
Penyampaian realisasi penerimaan
audited
DJP menyampaikan Realisasi Penerimaan Pajak Audited kepada DJPK
Berdasarkan Realisasi Penerimaan Pajak yang disampaikan, DJPK melakukan penghitungan kurang/lebih salur DBH Pajak Realisasi Penerimaan Pajak Audited disampaikan paling
TUGAS dan KEWAJIBAN (5)
Dalam Dana Bagi Hasil
Sep Oct Nov Dec Sep Oct Nov Dec
II Sep Penyampaian Rencana Penerimaan APBN/APBN P kepada DJPK IV Oct Penyampaian Prognosa Realisasi Penerimaan kepada DJPK 1 bulan setelah LKPP dikeluarkan BPK Penyampaian ealisasi Penerimaan Audited kepada DJPK
Timeline
Mei Jun Jul
Penerimaan Pajak
360 382 417 455 552 630 73 83 89 87 50 36 294 338 385 409 424 412 30 29 25 23 29 19 4 4 5 6 6 8 200 400 600 800 1.000 1.200 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Tr ill iu nPPh Non Migas PPh Migas PPN dan PPNBM PBB & BPHTB Pajak Lainnya
PPh Migas mengalami trend penurunan PPh Non Migas menunjukkan trend kenaikan secara konsisten
Penerimaan Pajak
Sektor Pertambangan dan Penggalian
Proporsi kontribusi penerimaan pajak
sektor ekstraktif cenderung menurun
63 139 117 102 72 773 783 864 959 972 836 921 982 1.061 1.043 0% 2% 4% 6% 8% 10% 12% 14% 16% 0 200 400 600 800 1.000 1.200 2012 2013 2014 2015 2016 Tr ill iu n PENERIMAAN PAJAK
Penerimaan Pajak
Sektor Pertambangan dan Penggalian
Proporsi kontribusi penerimaan pajak
sektor ekstraktif cenderung menurun
34 20 9 17 14 116 134 135 165 156 150 154 144 182 170 0% 5% 10% 15% 20% 25% 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 2012 2013 2014 2015 2016 Tr ill iu n PENERIMAAN PPH BADAN
KESIMPULAN
Tugas dan Kewajiban DJP terkait dengan DBH lebih ditekankan pada Prognosa dan Pemantauan Penerimaan Pajak
Terkait Tugas DJP untuk mengumpulkan jenis pajak yang dibagihasilkan ke daerah, ada yang bersifat controllable dan
uncontrollable
Mengingat trend penurunan kontribusi pajak SDA, intensifikasi dan
ekstensifikasi perpajakan diarahkan pada jenis pajak lain, termasuk perluasan basis pajak penghasilan.
Sinergi DJP dan Pemda sebagai pihak yang berkepentingan dengan pajak dan DBH sangat penting dalam upaya peningkatan kepatuhan pajak dan