• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya Dalam dan luar mekanika teknik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gaya Dalam dan luar mekanika teknik"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

MEKANIKA TEKNIK II

NAMA : AGUS PRATAMA

NIM : DBB 115 042

(2)

A. Mekanika Teknik

Mekanika teknik atau dikenal juga sebagai mekanika rekayasa merupakan bidang ilmu utama untuk perilaku struktur, atau mesin terhadap beban yang bekerja padanya. Perilaku struktur tersebut umumnya adalah lendutan dan gaya-gaya (gaya reaksi dan gaya internal).

Dengan mengetahui gaya-gaya dan lendutan yang terjadi maka selanjutnya struktur tersebut dapat direncanakan atau

diproporsikan dimensinya berdasarkan material yang digunakan sehingga aman dan nyaman (lendutannya tidak berlebihan) dalam menerima beban tersebut.

Dalam mempelajari perilaku struktur maka hal-hal yang banyak dibicarakan adalah:

- Stabilitas

- keseimbangan gaya

- kompatibilitas antara deformasi dan jenis tumpuannnya elastisitas

Hitungan Mekanika Teknik

Hitungan mekanika teknik dilakukan pada kegiatan perencanaan struktur bangunan untuk mengetahui momen yang bekerja pada suatu titik atau bidang, dari gaya hasil perhitungan tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar menentukan struktur yang kuat meliputi jenis bahan dan ukuran dimensinya.

Di halaman selanjutnya ada beberapa contoh Hitungan dalam mekanika teknik

(3)

MENGHITUNG REAKSI TUMPUAN MB = 0 -( ½ x 2 x 2 ) x 6.6667 + RAv x 6 ( 1×6) x 3 + (4×2) ( 4×1) =0 -13.3334 + 6 RAV 18 + 8 4 =0 6 RAv – 27.3334 =0 RAv = 27.3334 / 6 Kontrol ΣV = 0 RAv + RBv = 1/2x2x2 + 1×6 +4 4.5556 + 7.4444 = 12 ton ( O.K ) = 4.5556 ton MA = 0 -4 x 1 + (4×8) RBv x 6 + (1×6)x3 + 4×2 (4 x1) =0 -4 + 32 6RBv 18 1.3334 =0 – 6 RBv + 44.6666 =0 RBv = -44.6666 / -6 = 7.4444 ton

MENGHITUNG BIDANG M ( MOMEN )

M 2m = – ( 1/2 x 2 x 2 ) x 0.6667 = – 1.3334 ton

M 5m = – ( 1/2 x 2 x 2 ) x 3.6667 + RAv x 3 ( 1 x 6 ) x 1.5 = -7.3334 + 13.6668 9 = -2.6666 ton

M 8m = – ( 1/2 x 2 x 2 ) x 6.6667 + RAv x 6 ( 1 x 6 ) x 3 = -13.3334 + 27.3336 18 = -3.9998 ton

(4)

M 10m = – ( 1/2 x 2 x 2 ) x 8.6667 + RAv x 8 ( 1 x 6 ) x 5 + 4 = -17.3334 + 36.4448 30 + 14.8888 + 4 = 0 ton

MENGHITUNG BIDANG Q ( GAYA LINTANG )

Q 2m = -( 1/2 x 2 x 2 ) +RAv = – 2 + 4.5556 = 2.5556 ton Q 8m = -( 1/2 x 2 x 2 ) +RAv (1 x 6) = – 2 + 4.5556 – 6 = -3.4444 ton

Q 10m = -( 1/2 x 2 x 2 ) +RAv (1 x 6) + RBv – 4 = – 2 + 4.5556 – 6 + 7.4444 4 = 0 ton

MENGHITUNG BIDANG N ( GAYA NORMAL )

(5)

B.GAYA LUAR DAN GAYA DALAM

A.GAYA LUAR

Adalah muatan dan reaksi yang menciptakan kestabilan atau keseimbangan konstruksi. Muatan yang membebani suatu kontruksi akan dirambatkan oleh kontruksi ke dalam tanah melalui pondasi. Gaya-gaya dari tanah yang memberikan

perlawanan terhadap gaya rambat tersebut dinamakan reaksi.

* Beban P merupakan gaya aksi

* Dan kedua tumpuan menimbulkan gaya reaksi yang biasa disebut reaksi tumpuan a vertikal (Rav) dan reaksi tumpuan b vertikal (Rbv)

(6)

· Muatan adalah beban yang membebani suatu konstruksi baik berupa berat kendaraan, kekuatan angin, dan berat angin.

Muatan-muatan tersebut mempunyai besaran, arah, dan garis kerja, misalnya:

- Angin bekerja tegak lurus bidang yang menentangnya, dan diperhitungkan misalnya 40 kN/m2, arahnya umum mendatar -Berat kendaraan, merupakan muatan titik yang mempunyai arah gaya tegak lurus bidang singgung roda, dengan besaran misalnya 5 tN.

- Daya air, bekerja tegak lurus dinding di mana ada air, besarnya daya air dihitung secara hidrostatis, makin dalam makin besar dayanya.

Berdasarkan pengertian tersebut muatan-muatan dapat dibedakan atas beberapa kelompok menurut cara kerjanya : 1. Ada muatan yang bekerjanya sementara dan ada pula yang terus-menerus (permanen). Mutan yang dimaksud adalah: 1.1. Muatan mati, yaitu muatan tetap pada konstruksi yang tidak dapat dipindahkan atau tidak habis. Misalnya:

Ø Berat sendiri konstruksi beton misalnya 2200 kN/m3 , dan Ø Berat tegel pada pelat lantai misalnya 72 kN/m2.

2. Ada muatan yang garis kerjanya dianggap suatu titik, ada yang tersebar. Muatan yang dimaksud adalah:

2.1. Muatan titik atau muatan terpusat. Yaitu muatan yang garis kerjanya dianggap bekerja melalui satu titik, misalnya: Ø Berat seseorang melalui kaki misalnya 60 kN dan

(7)

Muatan terbagi ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

Ø Muatan terbagi rata, yaitu muatan terbagi yang dianggap sama pada setiap satuan luas.

Ø Muatan terbagi tidak rata teratur, yaitu muatan yang terbagi tidak sama berat untuk setiap satuan luas.

3. Muatan momen, yaitu muatan momen akibat dari muatan titik pada konstruksi sandaran. Gaya horizontal pada sandaran menyebabkan momen pada balok.

4. Muatan puntir, suatu gaya nonkoplanar mungkin bekerja pada suatu balok sehingga menimbulkan suatu muatan puntir, namun masih pada batas struktur statik tertentu.

5. Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai muatan yang bekerjanya tidak langsung pada konstruksi, seperti penutup atap ditumpu oleh gording dan tidak langsung pada kuda-kuda.

· Perletakan

Perletakan adalah suatu konstruksi direncanakan untuk suatau keperluan tertentu.

Tugas utama suatu konstruksi adalah mengumpulkan gaya akibat muatan yang bekerja padanya dan meneruskannya ke bumi. Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik maka

konstruksi harus berdiri dengan kokoh. Rosenthal menyatakan bahwa semua beban diteruskan ke bumi melalui sesingkat-singkatnya.

Kondisi yang harus dipertimbangkan?

Pertama yang harus dipertimbangkan adalah stabilitas konstruksi. Suatu konstruksi akan stabil bila konstruksi

(8)

diletakkan di atas pondasi yang baik. Pondasi akan melawan gaya aksi yang diakibatkan oleh muatan yang diteruskan oleh konstruksi kepada pondasi. Gaya lawan yang ditimbulkan pada pondasi disebut: Reaksi. Dalam kasus ini pondasi digambarkan sebagai perletakan. Berikut ini diuraikan tiga jenis perletakan yang merupakan jenis perletakan yang umum digunakan. Yaitu perletakan yang dapat menahan momen, gaya vertikal dan gaya horizontal.dan ada maca-macam perletakan yang perlu

dipahami yaitu:

Ø Perletakan sendi, yaitu perletakan terdiri dari poros dan

lubang sendi. Pada perletakan demikian dianggap sendinya licin sempurna, sehingga gaya singgung antara poros dan sendi tetap normal terhadap bidang singgung, dan arah gaya ini akan

melalui pusat poros.

Ø Perletakan geser, yaitu perletakan yang selalu memiliki lubang sendi. Apabila poros ini licin sempurna maka poros ini hanya dapat meneruskan gaya yang tegak lurus bidang

singgung di mana poros ini diletakkan.

Ø Perletakan pendel, yaitu suatu perletakan yang titik tangkap dan garis kerjanya diketahui.

Ø Perletakan jepit, perletakan ini seolah-olah dibuat dari balok yang ditanamkan pada perletakannya, demikian sehingga

mampu menahan gaya-gaya maupun momen dan bahkan dapat menahan torsi.

B.GAYA DALAM

Gaya dalam adalah gaya rambat yang diimbangi oleh gaya yang berasal dari bahan konstruksi, berupa gaya lawan, dari

(9)

- panah biru = gaya momen(M) - panah hijau = gaya lintang(D) - panah merah = gaya normal(N)

Analisis hitungan gaya dalam dan urutan hitungan ini dapat diuraikan secara singkat sebagai berikut:

1. Menetapkan dan menyederhanakan konstruksi menjadi suatu sistem yang memenuhi syarat yang diminta.

2. Menetapkan muatan yang bekerja pada konstruksi ini. 3. Menghitung keseimbangan luar.

4. Menghitung keseimbangan dalam. 5. Memeriksa kembali semua hitungan.

Dengan syarat demikian konstruksi yang dibahas akan digambarkan sebagai suatu garis sesuai dengan sumbu konstruksi, yang selanjutnya disebut: Struktur.

Misalkan pada sebuah balok dijepit salah satu ujungnya dan dibebani oleh gaya P seperti pada gambar

(10)

maka dapat diketahui dalam konstruksi tersebut timbul gaya dalam.

Apabila konstruksi dalam keadaan seimbang, maka pada suatu titik X sejauh x dari B akan timbul gaya dalam yang

mengimbangi P.

Gaya dalam yang mengimbangi gaya aksi ini tentunya bekerja sepanjang sumbu batang sama besar dan mengarah berlawanan dengan gaya aksi ini. Gaya dalam ini disebut Gaya normal (N). Bila gaya aksi berbalik arah maka berbalik pula arah gaya normalnya. Nilai gaya normal di titik X ini dinyatakan sebagai Nx.

menggambarkan gaya P yang merambat sampai titik X dan menimbulkan gaya sebesar P’ dan M’. Apabila struktur dalam keadaan seimbang maka tiap-tiap bagian harus pula dalam keadaan seimbang. Selanjutnya gaya P’dan M’ harus pula diimbangi oeh suatu gaya dalam yang sama besar dan

(11)

berlawanan arah, yaitu gaya dalam Lx dan Mx. Gaya tersebut merupakan sumbangan dari bagian XA yang mengimbangi P’M’. Gaya dalam yang tegak lurus sumbu disebut Gaya lintang,

disingkat LX dan momen yang menahan lentur pada bagian ini disebut Momen Lentur disingkat MX.

Dari uraian di atas, gaya-gaya dalam dibedakan menjadi tiga :

Gaya normal (N), yaitu gaya dalam yang bekerja searah sumbu balok.

Gaya lintang (L), yaitu gaya dalam yang bekerja tegak lurus sumbu balok.

Momen lentur (F), yaitu gaya dalam yang menahan lemtur sumbu balok

Gaya dalam bekerja pada titik berat sepanjang garis struktur. Untuk menghitung gaya dalam ini diperlukan pengertian tanda. Gaya Normal diberi tanda positif (+) apabila gaya itu cenderung menimbulkan gaya tarik pada batang dan diberi tanda negatif (-) apabila gaya itu cenderung menimbulkan sifat desak.

Gaya lintang diberi tanda positif (+) apabila gaya itu cenderung menimbulkan patah dan putaran jarum jam, dan diberikan tanda negatif (-) apabila gaya itu cenderung menimbulkan

kebalikannya.

Momen lentur diberi tanda positif (+) apabila gaya itu

menyebabkan sumbu batang cekung ke atas dan diberi tanda negatif (-) apabila gaya itu menyebabkan sumbu batang cekung ke bawah.

(12)

Hubungan antara Muatan, Gaya Lintang, dan Momen

Untuk membahas pertanyaan tersebut, harus mempelajari suatu struktur sederhana yang dibebani muatan penuh terbagi rata. Gaya dalam di m dapat dihitung sebesar:

Mm = Va.x – ½ qx2 =

½ qlx – ½ qx2...(1.1) Lm = ½ ql – qx...(1.2) Gaya dalam di n dapat dihitung sebesar:

Mn = Va (x + dx) – 1/2q (x + dx)2...(1.4) Ln = ½ qL – q (x + dx)...(1.5)

Persamaan (1.4) dan (1.5) tersebut dapat ditulis Pula sebagai:

Mn = Mm + dM =

Mm + Lm.dx – q.dx.1/2 dx...(1.6) Ln = Lm + dL = Lm – q.dx...(1.7) Persamaan tersebut setelah diselesaikan didapat:

dM/dx = Lx...(1.8) dL/dx = - q...(1.9)

Kiranya perlu ditambahkan bahwa perubahan nilai beban ditiap titik adalah tetap, yang berarti dq/dx = 0

(13)

Dengan demikian memang terbukti adanya hubungan antara muatan, gaya lintang dan momen. Hubungan itu tampak pula pada persamaan-persamaan di atas, yaitu: gaya lintang

merupakan fungsi turunan dari momen , dan beban merupakan fungsi turunan dari gaya lintang, atau sebaliknya gaya lintang merupakan jumlah integrasi dari beban, dan momen merupakan jumlah integrasi dari gaya lintang.

ARTI STRUKTUR DAN KONTRUKSI

struktur adalah 1 cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; 2 yang disusun dengan pola tertentu; 3 pengaturan unsur atau bagian suatu benda; 4 ketentuan unsur-unsur dari suatu benda. Sedangkan konstruksi merupakan susunan (model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dan sebagainya). Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur berupa bagian-bagian bangunan dan konstruksi ialah bangunan.

(14)

Struktur adalah bagian-bagian yang membentuk bangunan

seperti pondasi, sloof, dinding, kolom, ring, kuda-kuda, dan atap. Pada prinsipnya, elemen struktur berfungsi untuk mendukung keberadaan elemen nonstruktur yang meliputi elemen tampak, interior, dan detail arsitektur sehingga membentuk satu

kesatuan. Setiap bagian struktur bangunan tersebut juga mempunyai fungsi dan peranannya masing-masing.

Kegunaan lain dari struktur bangunan yaitu meneruskan beban bangunan dari bagian bangunan atas menuju bagian bangunan bawah, lalu menyebarkannya ke tanah. Perancangan struktur harus memastikan bahwa bagian-bagian sistem struktur ini sanggup mengizinkan atau menanggung gaya gravitasi dan beban bangunan, kemudian menyokong dan menyalurkannya ke tanah dengan aman.

(15)

1.Struktur bawah (substruktur) adalah bagian-bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah. Struktur bawah ini meliputi pondasi dan sloof.

2.Struktur tengah merupakan bagian-bagian bangunan yang terletak di atas permukaan tanah dan di bawah atap, serta layak ditinggali oleh manusia. Yang dimaksud struktur tengah di

antaranya dinding, kolom, dan ring.

3.Struktur atas (superstruktur) yaitu bagian-bagian bangunan yang terbentuk memanjang ke atas untuk menopang atap. Struktur atas bangunan antara lain rangka dan kuda-kuda. Konstruksi Bangunan

apa-itu-konstruksi-bangunan.jpg Konstruksi Bangunan

Konstruksi dapat diartikan sebagai gabungan dari elemen struktur dan elemen nonstruktur. Dengan kata lain, konstruksi bangunan adalah objek bangunan secara keseluruhan yang terbentuk atas kesatuan struktur-struktur. Contoh konstruksi antara lain rumah, gedung, jembatan, dan jalan raya.

Konstruksi bisa didefinisikan pula sebagai kegiatan membangun sarana dan prasarana sehingga dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Aktifitas konstruksi bukan hanya sebatas membangun, tetapi juga kegiatan-kegiatan lain yang terkait dengan proses pendirian bangunan seperti perencanaan rancang bangun, penelitian AMDAL, penyusunan RAB, penyediaan material, dan pengawasan proyek pembangunan. Biasanya pekerjaan

konstruksi di lapangan dilakukan oleh buruh bangunan, tukang, dan ahli bangunan lainnya yang diawasi mandor proyek.

Sementara itu, keseluruhan dari kegiatan konstruksi ini akan dipantau secara berkala oleh manajer proyek, insinyur desain, atau arsitek proyek.

(16)

Konstruksi dalam pengertian bangunan dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yakni :

Konstruksi gedung yaitu konstruksi yang digunakan untuk mendukung kebutuhan hidup manusia. Konstruksi ini meliputi rumah, hotel, apartemen, kantor, rumah sakit, dan lain-lain. Konstruksi transportasi ialah konstruksi yang dibuat untuk

memenuhi sarana dan prasarana transportasi. Contoh konstruksi ini yaitu jalan raya, jembatan, rel, terminal, pelabuhan, stasiun, bandara, dan sebagainya.

Kontruksi air merupakan konstruksi yang dibangun dengan

tujuan mengelola air di atas tanah. Yang termasuk konstruksi air misalnya bendungan, waduk, irigasi, drainase, parit, got, gorong-gorong, dan lain sebagainya.

Konstruksi khusus adalah konstruksi bangunan yang didirikan untuk tujuan khusus. Sebagai contoh konstruksi menara

(17)

pemancar gelombang radio, menara jaringan listrik, menara pemancar televisi, anjungan minyak lepas pantai, dan lain-lain. Perancangan konstruksi bangunan yang ideal harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Di antaranya konstruksi harus kuat dan awet sehingga dapat berfungsi sesuai tujuan pembuatannya. Selain itu, konstruksi juga sebaiknya dibuat dengan

memperhatikan kaidah-kaidah estetika sehingga terlihat menarik dan indah dipandang mata. Tak kalah pentingnya, konstruksi harus dijaga kebersihannya agar penghuni merasa sehat dan nyaman, termasuk mengatur sirkulasi udara dan cahaya dengan baik. Terakhir, pembangunan konstruksi ini juga wajib dilakukan efektif dan efisien.

(18)

Utilitas Bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakanuntuk menunjang tercapainya unsur-unsur

kenyamanan, kesehatan, keselamatan, kemudian kominikasi dan mobilitas dalam bangunan

Perancangan bangunan harus selalu memperhatikan dan menyertakan fasilitas utilitas yang dikoordinasikan dengan perancangan yang lain, seperti perancangan arsitektur,

perancangan struktur, perancangan interior dan perancangan lainnya.

Perancangan utilitas tersebut terdiri dari :

A. PERANCANGAN SISTEM PLAMBING

Sistem peratan plambing adalah suatu system penyedian atau pengeluaran air ke tempat-tempat yang dikehendaki tanpa ada gangguan atau pencemaran terhadap daerah-daerah yang dilaluinya dan dapat memenuhi kebutuhan penghuninya dalam masalah air.

1. Jenis Peralatan Plambing

Peralatan plambing meliputi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam suatu kompleks perkotaan, perumahan, dan bangunan

Perlatan tersebut terdiri dari

a. Peralatan untuk penyedian air bersih b. Peralatan untuk penyedian air panas c. Peralatan untuk pembuangan air kotor

d. Peralatan lainnya yang ada hubungannya terhadap perencanaan pemipaan.

2. Syarat-Sayarat dan mutu bahan bangunan

Dalam perencanaan pelaksanaan plambing harus diperhatikan syarat-syarat dari bahan plambing yaitu:

(19)

a. Tidak menimbulkan bahaya kesehatan b. Tidak menimbulkan gannguan suara c. Tidak menimbulkan radiasi

d. Tidak merusak perlengkapan bangunan e. Instalasi harus kuat dan bersih

Kemudian mutu bahannya harus memenuhi syarat sebagai berikut

a. Daya tahan harus lama minimal 30 tahun b. Permukaan harus halus dan tahan air

c. Tidakk ada bagian-bagian yan tersembunyi/menyimpan kotoran pada bahan-bahan yang dimaksud

d. Bebas dari kerusakan baik mekanis maupun yang lain e. Mudah memeliharanya

f. Memenuhi peraturan-peraturan yang berlaku

PENERANGAN/PENCAHAYAAN

1. Matahari

Matahari adalah sumber cahaya atau penerangan alami yang paling mudah didapat dan banyak manfaatnya. Oleh karena itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi Indonesia sebagai daerah trofis yang terletak digaris katulistiwa matahari memancarkan sinar sepanjang tahun.

Tujuan pemanfatan cahaya matahari sebagai penerangan alami dalam bangunan adalah sebagai berikut:

(20)

b. Menciptakan ruang yang sehat mengingat sinar matahari mengandung ultraviolet yang memberikan efek psikologis bagi manusia dan memperjelas kesan ruang

c. Menggunakan cahaya alami sejauh mungkin ke dalam bangunan, baik sebagai penerangan langsung maupun tidak langsung.

2. Cahaya Buatan

Cahaya buatan dikelola atau diperoleh dari perusahaan listrik adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menyelenggarakan dan menyiapkan suatu tenaga pembangkit listrik dengan system Pembangkit Listrik Tenga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Diluar negeri ataupun di Negara kita baru-baru ini mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

2.1. Sistem Pencahayaan/Penerangan Buatan

Daya penerangan yang masuk dalam panel-panel pembagi (Sub Panel) dibagi dalam 2 bagian:

a. Pencahayaan/daya yang langsung: Pencahayaan yang berupa titik-titik lampu penerangan.Peletakan lampu penerangan ini harus diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan pencahayaan yang baik, memenuhi syarat yang diminta dan merata. Selain itu harus diatur posisinya terhadap letak-letak diffuser AC, sprinkler, fiere alarm, smoke detector, speaker dan lain-lain.

b. Daya yang tidak langsung daya ini digunakan untuk menghidupkan alat-alat tertentu seperti computer dan mesin ketik

(21)

Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas).

Utilitas yang dimaksud oleh Vitruvius diatas buukanlah utilitas yang dibahas pada ilmu sains seperti plumbing, sanitasi, dan lain-lain. Namun utilitas yang dimaiksud oleh Vitruvius diatas adalah salah satu komponen untuk merancang arsitektur yang mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Dimana fungsi sendiri sebenarnya sudah mencakup aspek estetika dan psikologis. Sehingga bisa dikatakan utilitas disini dimaksudkan sebagai pendayagunaan bangunan, bukan peran atau tugas dari bangunan itu.

Dewasa ini, banyak sekali kalangan yang menyamakan kata fungsi dengan guna. Mungkin pada penggunaan kalimat yang banyak digunakan dalam percakapn, kedua kata ini sering dicampur adukkan karena kedekatan makna yang dimilikinya. Sedangkan dalam pemahaman arsitektur, walaupun masih memiliki benang merah di antara keduanya, ternyata ditemukan suatu perbedaan yang cukup mencolok.

Dok. Pribadi

Untuk memudahkan pemahaman mengenai beda fungsi dan guna, maka dihadirkanlah sebuah ilustrasi seperti diatas. Dari ilustrasi dapat dilihat bahwa fungsi lebih mengarah kepada visual atau apa yang dirasakan setelah melihat bangunan itu untuk pertama kalinya, sesuai dengan Broadbent yang mengatakan bahwa fungsi sebagai apa saja yang dipancarkan dan diinformasikan oleh arsitektur melalui panca indera kita. Pada ilustrasi maka si pengamat dapat mengartikan bahwa

(22)

fungsi bangunan tersebut adalah bangunan peribadatan dikarenakan adanya unsur-unsur tertentu yang sering digunakan pada bangunan peribadatan lainnya (adanya kubah dengan bulan sabit di puncaknya, bentuk bukaan yang melengkung). Selain itu pengamat juga mengartikan tempat ini sebagai tempat untuk berteduh karena adanya atap yang menutupi bangunan.

Dan guna bangunan dapat dirasakan oleh pengamat yang sudah memasuki bangunan itu sehingga nantinya guna ini akan muncul karena manusia yang ada didalamnya.

Sehingga, ketika kita membicarakan bangunan (apa yang bangunan berikan kepada manusia) adalah apa yang dimaksud dengan fungsi, dan ketika kita membicarakan manusianya (apa yang manusia lakukan terhadap bangunan) itulah yang dimaksud dengan guna.

Objek Studi 1. Balai Pemuda

(23)

Lokasi : Jl. Gubernur Suryo 15, Surabaya Arsitek : Westmaes

Tahun Pendirian : 1907 Fungsi :

- Tempat berteduh - karena bangunan memiliki atap untuk menghindarkan dari perubahan cuaca

- Tempat pameran - karena terdapat banyak objek pamer di selasar bangunan

- Tempat cagar budaya - karena digunakannya style yang banyak digunakan pada masa kolonial Belanda

Guna :

- Tempat rekreasi

- Tempat untuk menggelar acara-acara khusus - Tempat pertemuan

(24)

Lokasi : Jl. Basuki Rahmat No 93-105, Surabaya

Arsitek : Ridwan Kamil Tahun Pendirian : 2007

Fungsi :

- Tempat pameran : dilihat dari massa bangunan yang besar sehingga mampu menampung banyak orang

- Tempat berteduh : karena adanya atap yang menaungi - Tempat berlindung : karena adanya dinding yang masif menutupi bangunan

Guna :

- Tempat berjualan (buku, minimarket) - Tempat beristirahat sejenak / nongkrong

(25)

HUBUNGAN MEKANIKA TEKNIK,GAYA LUAR

DAN DALAM,STRUKTUR DAN KONTRUKSI DAN

Referensi

Dokumen terkait

Dari latar belakang di atas, penulis dapat merumuskan Bagaimana asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan usia risiko usia tinggi Bersalin, Nifas,

Mengacu pada tujuan penelitian ini peneliti bermaksud melakukan analisis tentang kontribusi guru yang sudah tersertifikasi maupun yang belum tersertifikasi terhadap

Kolam terpal terapung dapat dijadikan metode baru prototype untuk budidaya ikan yang dapat mengurangi pelepasan bahan organik dari sisa pakan dan feses ikan ke

Dalam upaya untuk penyelesaian konflik, terdapat pola perubahan penyelesaian konflik internal di Partai Golkar, secara historis setelah terjadi konflik pada Partai

Walaupun predator (Coccinellidae) bersifat generalis dan sangat efektif terhadap semua hama kutudaun, tetapi sebagai makhluk hidup tetap mempunyai preferensi terhadap

حبلا ،يملعلا ث ةيوبترلا مولعلا و ةيبترلا ةيلك .جنوجأ جنولوت ةيموكلحا ةيملاسلإا ةعمالجا ةيبرعلا ةغللا ميلعت مسق :فرشلما دممح دعصا يضر

Namun, bagi perusahaan yang bergerak dalam skala yang lebih besar, yang memiliki sejumlah item yang sangat banyak untuk dipasarkan, sistem database sederhana akan menjadi

Pada kriteria diatas memiliki bobot yang berbeda-beda yang dapat digunakan sebagai karakteristik yang dapat membantu dalam pemilihan lokasi terbaik. Berikut ini