A.
A. Judul PercobaanJudul Percobaan : : Voltametri Voltametri KuantitatifKuantitatif B.
B. Tanggal PercobaanTanggal Percobaan : Senin 14 April 2014: Senin 14 April 2014 C.
C. Tujuan PercobaanTujuan Percobaan : : Dapat Dapat mengetahui mengetahui konsentrasi konsentrasi sampelsampel D.
D. Dasar TeoriDasar Teori ::
Voltametri adalah suatu elektrolisis dimana arus direkam sebagai suatu Voltametri adalah suatu elektrolisis dimana arus direkam sebagai suatu fungsi potensial elektroda kerja. Voltametri merupakan elektrolisis dalam ukuran fungsi potensial elektroda kerja. Voltametri merupakan elektrolisis dalam ukuran mikroskala dengan menggunakan mikro elektroda kerja, disebut juga teknik arus mikroskala dengan menggunakan mikro elektroda kerja, disebut juga teknik arus voltase. Potensial dari mikro elektroda kerja divariasikan dan arus yang dihasilkan voltase. Potensial dari mikro elektroda kerja divariasikan dan arus yang dihasilkan dicetak sebagai fungsi dari poetnsial. Hasil cetakan ini disebut voltamograf. dicetak sebagai fungsi dari poetnsial. Hasil cetakan ini disebut voltamograf. Voltametri berkembang pesat dibanding metode analisis lain, hal ini dikarenakan Voltametri berkembang pesat dibanding metode analisis lain, hal ini dikarenakan kelebihan dalam sensitifitas, selektifitas, kesederhanaan dan kemudahan kelebihan dalam sensitifitas, selektifitas, kesederhanaan dan kemudahan penganalisisan.
penganalisisan. Pesatnya Pesatnya perkembangan voltametperkembangan voltametri ri setelah setelah penemuan penemuan polarografipolarografi oleh Jaroslav Heyrovsky, tahun 1920.
oleh Jaroslav Heyrovsky, tahun 1920.
Voltametri didasarkan pengukuran arus sebagai fungsi dari potensial Voltametri didasarkan pengukuran arus sebagai fungsi dari potensial aplikasi (applied potential) pada saat terjadi polarisasi pada indicator elektroda aplikasi (applied potential) pada saat terjadi polarisasi pada indicator elektroda atau
atau elektroda elektroda kerja. kerja. Voltametri Voltametri mempelajari mempelajari hubungan hubungan voltase voltase arus-waktuarus-waktu selama elektrolisis dilakukan dalam suatu sel, di mana suatu elektroda mempunyai selama elektrolisis dilakukan dalam suatu sel, di mana suatu elektroda mempunyai luas permukaan yang relative besar, dan elektroda yang lain (elektroda kerja) luas permukaan yang relative besar, dan elektroda yang lain (elektroda kerja) mempunyai luas permukaan yang sangat kecil dan seringkali dirujuk sebagai mempunyai luas permukaan yang sangat kecil dan seringkali dirujuk sebagai mikroelektroda: lazimnya teknik ini mencakup pengkajian pengaruh perubahan mikroelektroda: lazimnya teknik ini mencakup pengkajian pengaruh perubahan voltase pada arus yang mengalir di dalam sel. Mikroelektroda ini biasanya dibuat voltase pada arus yang mengalir di dalam sel. Mikroelektroda ini biasanya dibuat dari bahan tak reaktif yang menghantar listrik seperti emas, platinum atau karbon, dari bahan tak reaktif yang menghantar listrik seperti emas, platinum atau karbon, dan dalam beberapa keadaan dapat digunakan suatu elektroda merkurium tetes dan dalam beberapa keadaan dapat digunakan suatu elektroda merkurium tetes (D.M.E); untuk kasus istimewa ini teknik itu dirujuk sebagai polarografi. (D.M.E); untuk kasus istimewa ini teknik itu dirujuk sebagai polarografi. Voltametri merupakan metoda elektrokimia yang mengamati perubahan arus dan Voltametri merupakan metoda elektrokimia yang mengamati perubahan arus dan potensial.
potensial. Potensial Potensial divariasikan divariasikan secara secara sistematis sistematis sehingga sehingga zat zat kimia kimia tersebut,tersebut, mengalami oksidasi dan reduksi dipermukaan elektroda. Dalam voltametri, salah mengalami oksidasi dan reduksi dipermukaan elektroda. Dalam voltametri, salah satu elektroda pada sel elektrolitnya terpolarisasi. Penelahan pada sistem tersebut satu elektroda pada sel elektrolitnya terpolarisasi. Penelahan pada sistem tersebut diikuti dengan kurva arus tegangan. Metode ini umum digunakan untuk diikuti dengan kurva arus tegangan. Metode ini umum digunakan untuk menentukan komposisi dan analisis kuantitatif larutan.
menentukan komposisi dan analisis kuantitatif larutan.
Dalam sistem voltametri ada yang disebut dengan siklik voltametri. Dalam sistem voltametri ada yang disebut dengan siklik voltametri. Voltametri
penyapuan potensial dari potensial awal ke potensial akhir dan kembali lagi potensial awal atau disebut juga penyapuan (scanning) dapat dibalik kembali setelah reduksi berlangsung. Dengan demikian arus katodik maupun anodik dapat terukur. Arus katodik adalah arus yang digunakan pada saat penyapuan dari arus yang paling besar menuju arus yang paling kecil dan arus anodik adalah sebaliknya (Khopkar, 1985).
Sel voltametri, terdiri dari 3 elektroda yaitu elektroda pembanding, elektroda kerja, dan elektroda pembantu. Elektroda kerja pada voltametri tidak bereaksi, akan tetapi merespon elektroda aktif apa saja yang ada dalam sampel.
Pemilihan elektroda bergantung pada besarnya range potensial yang diinginkan untuk menguji sampel.
Adapun jenis dan teknik yang termasuk kedalam voltametri adalah sebagai berikut:
a. Polarografi
Polarografi adalah suatu bentuk elektrolisis dalam mana elektroda kerja berupa suatu elektroda merkuri tetes, dan direkam suatu kurva arus voltase (voltammogram). Polarogarfi digunakan secara luas untuk analisis ion
–
ion logam dan anion–
anion anorganik, seperti IO dan NO . Gugus fungsi senyawa organik yang mudah teroksidasi atau tereduksi juga dipelajari dalam polarogarfi. Gugus fungsi yang digunakan meliputi karbonil, asam karboksilat, dan senyawa karbon yang memiliki ikatan rangkap (David, 2000).b. Hydrodynamic Voltametri
Hydrodynamic voltametri bermanfaat untuk analisis reduksi atau oksidasi pada potensial yang lebih positif karena hydrodynamic voltametri tidak dibatasi untuk elektroda Hg. Arus pada hydrodynamic voltametri diukur sebagai fungsi dari aplikasi potensial pada elektroda kerja.
c. Stripping voltametri
Stripping Voltametri terdiri atas tiga teknik yaitu : anoda, katoda, dan adsorpsi stripping voltametri. Anodic stripping voltametri terdiri dari dua tahap Pertama pengontrolan potensial elektrolisis yang mana elektroda kerja, biasanya tetes
merkuri atau lapis tipis merkuri, pada potensial katoda yang cukup untuk melapisi ion logam pada elektroda. Tahap kedua, potensial anoda di scan kearah potensial
yang lebih positif. Ketika potensial pada elektroda kerja cukup positif analit dilepaskan dari elektroda, larutan dikembalikan dalam bentuk oksidasi. Arus selama tahap stripping dimonitor sebagai fungsi dari potensial, memberikan bentuk kenaikan pada puncak voltammogram yang sama Puncak arus yang proporsional pada konsentrasi analit dalam larutan. Anodic stripping voltametri sangat sensitif pada percobaan, yang mana harus dikontrol dengan hati
–
hati jika hasilnya ingin akurat dan tepat.d. Amperometri
Amperometri merupakan salah satu teknik voltametri yang mana potensial konstan diaplikasikan pada elektroda kerja, dan arus diukur sebagai fungsi waktu Karena potensial tidak discan, amperometri tidak mendorong kearah voltammogram.
Aplikasi Amperometri
Aplikasi yang penting dari amperometri adalah dalam kontruksi sensor kimia. Sensor amperometri yang pertama dikembangkan untuk melarutkan O dalam darah, yang mana dikembangkan pada 1956 oleh L.C. Clark. Contoh lain pada sensor amperometri adalah sensor glukosa (David, 2000). Dewasa ini, biosensor telah banyak diteliti dan dikembangkan oleh para peneliti dan industri, dan dalam dunia biosensor research, topik yang sedang berkembang sekarang ini adalah biosensor yang berbasis DNA ( genosensor ). Berikut contoh dari biosensor untuk hibridisasi asam nukleat (DNA).
Skema biosensor elektrokimia untuk hibridisasi asam nukleat atau analog asam nukleat sebagai elemen pengenal dan teknik elektrokimia tahap transduksi ditunjukkan oleh gambar berikut:
Gambar 1. Skema biosensor afinitas berdasarkan lapisan DNA sebagai Biopengenal
Potensial yang diterapkan pada elektroda dalam teknik voltametri ini biasanya bermacam-macam, yang menghasilkan beberapa varian teknik voltametri diantaranya adalah : LSV (linear sweep voltammetry), CV (cyclic voltammetry), DPV (differensian pulse voltammetry) dan SWV ( square wave voltammetry).
a. LSV (linear sweep voltammetry)
Linear sweep voltammetry adalah istilah umum untuk suatu teknik voltametri dimana potensial yang diberikan pada elektroda kerja dengan variasi waktu linier. Metode ini juga mencakup polarography, siklik voltametri rotating disc voltametri. Slope yang dihasilkan dari metode ini memiliki unit potensial (volt) per satuan waktu, dan biasanya disebut scan rate percobaan.
Nilai dari scan rate percobaan dapat divariasi dari tingkat rendah mV/sec (khusus untuk polarography) sampai tingkat tinggi 1.000.000 V/sec (tercapai bila digunakan ultra mikroelektrode sebagai electrode kerja). Dengan jalur linier potensial, arus faraday ditemukan untuk menaikkan scan rates yang lebih tinggi.
b. CV (cyclic voltammetry)
Cyclic voltammetry adalah yang paling umum digunakan dalam teknik elektrokimia, dan berdasarkan pada kelinieran potensial dari kurva. Sehingga perubahan potensial sebagai fungsi linier dari waktu. Tingkat perubahan potensial
dengan waktu mengarah pada scan rate. c. DPV (differensian pulse voltammetry)
Differensian pulse voltammetry diperoleh dengan menambahkan secara periodik pulse potensial (meningkatkan potensial sementara) untuk menjalankan voltase yang digunakan pada LSV. Arus diukur hanya khusus untuk pulse dan diakhiri pada penerapan pulse. Perbedaan antara kedua arus diplotkan sebagai fungsi jalur potensial pada LSV.
d. SWV ( square wave voltammetry)
Square wave voltammetry dan differential pulse voltammetry keduanya digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode ini mengambil keuntungan dari timing sampel ke computer berulang kali pada dua titik relative terhadap waktu penerapan tegangan square wave untuk electroda. Perbedaan antara dua nilai arus diplotkan sebagai fungsi dari aplikasi potensial DC. Hasil yang diperoleh adalah
puncak dari voltammetryc wave , sesuai dengan aktivitas elektro dari spesies pada sel elektrokimia.
Beberapa keungulan dari metode analisis voltametri jika dibandingkan dengan metode yang lain adalah :
a. penyediaan cuplikan yang sederhana b. waktu analisis yang cepat.
c. Penyedian cuplikan yang diperlukan biasanya hanya pelarutan tanpa pemekatan
d. peralatan yang tidak begitu mahal Elektroda amalgam
Amalgam adalah larutan logam dalam Hg cair. Pada elektroda ini, amalgam logam M akan berada dalam kesetimbangan dengan ionnya (M2+). Logam - logam aktif seperti Na dan Ca dapat digunakan sebagai elektroda amalgam.
Elektroda pasta karbon
Sebuah elektroda karbon pasta (CPE) yang terbuat dari campuran melakukan grafit bubuk dan cairan paste ini elektroda sederhana untuk membuat dan menawarkan permukaan mudah terbarukan untuk pertukaran elektron . Karbon elektroda pasta milik kelompok khusus heterogen karbon elektroda. Elektroda ini banyak digunakan terutama untuk voltametri pengukuran, namun berbasis karbon pasta sensor juga dapat diterapkan dalam coulometry (baik
amperometry dan potensiometri ). Elektroda tembaga (Cu)
Tembaga (II) adalah elektroda jenis pertama, didasarkan pada reaksi redoks dengan bantuan dari logam (tembaga) dan garamnya. Hal ini digunakan untuk mengukur potensial elektrokimia dan merupakan elektroda referensi yang paling umum digunakan untuk pengujian proteksi katodik korosi sistem kontrol.
E. Alat dan Bahan 1. Alat a. Instrumen Voltametri b. Labu ukur c. Gelas kimia d. Pipet volume e. Botol kecil f. Karet penghisap g. Pipet tetes h. Amplas i. Cutter j. tang F. Prosedur Kerja
Pembuatan laru tan standart
Pembuatan elektr oda
- dipotong dengan diameter ± 1,2 mm dan panjang ± 15 cm -dikupas ujung-ujung kawat, atas : 1 cm ; bawah : 0,5 cm - dihaluskan dengan amplas
- diasah dengan kain bludru/ Tissue Toilet - dicuci dengan H2O
- dicelupkan larutan HgNO3 selama 1 menit
Elektroda amalgam Kawat tembaga
larutan induk K 4Fe(CN)6
-diambil 20 ml, 10 ml, 5 ml, 2,5 ml, 1,25 ml masing-masing untuk konsentrasi (1, 2, 4, 8, 16) 10-3 M - dimasukkan ke dalam labu ukur
- ditambah aquades hingga mencapai tanda batas
Larutan K 4Fe(CN)6 2. Bahan a. K 4Fe (CN)6
(
1, 2, 4, 8, 16) 10-3 M b. Aquades c. Larutan HgNO3 d. Elektroda CuPenguj ian Sampel
Sampel
- dituang ke tempat sampel pada voltameter - dicelupkan elektroda amalgam
- dianalisis menggunakan voltametri dengan K 4Fe(CN)6 (1, 2, 4, 8, 16) 10-3 M
dan SR 0,1 Konsentrasi sampel
G. Hasil Pengamatan
No Alur Percobaan Hasil Pengamatan Dugaan / Reaksi Kesimpulan
1 Pembuatan lar utan standart Larutan induk K 4Fe(CN)6 :
berwarna kuning (++) K 4Fe(CN)61x10-3 M: berwarna kuning (---) K 4Fe(CN)6 2x10-3 M: berwarna kuning (--) K 4Fe(CN)6 4 x10-3 M: berwarna kuning (-) K 4Fe(CN)6 8 x10-3 M: berwarna kuning K 4Fe(CN)6 16 x10-3 M: berwarna kuning (+) Semakin rendah konsentrasi warna kuning semakin memudar
2 Pembuatan elektr oda HgNO3 : larutan biru muda
Kawat tembaga : berwarna kuning kecoklatan
Kawat tembaga setelah diamplas : kuning kecoklatan mengkilap.
Kawat tembaga setelah dicelupkan dalam HgNO3 :
putih mengkilap.
Elektroda amalgam berwarna putih perak
mengkilap larutan induk K 4Fe(CN)6
LarutanK 4Fe(CN)6
- diambil 20 ml, 10 ml, 5 ml 2,5 ml, 1,25 ml masing-masing untuk konsentrasi (1, 2, 4, 8, 16) 10-3 M
- dimasukkan ke dalam labu ukur
- ditambah aquades hingga mencapai tanda batas
Kawat tembaga
Elektroda amalgam
- dipotong dengan diameter ± 1,2 mm dan panjang ± 15 cm
- dikupas ujung-ujung kawat, atas : 1 cm ; b awah : 0,5 cm
- dihaluskan dengan amplas
- diasah dengan kain bludru/ Tissue Toilet - dicuci dengan H2O
- dicelupkan larutan HgNO3 selama 1 menit
3 Penguji an Sampel Sampel: larutan berwarna
kuning
Konsentrasi sampel yang diuji adalah 3.61E-02 M. Sampel
Konsentrasi sampel
- dituang ke tempat sampel pada voltameter - dicelupkan elektroda amalgam
- dianalisis menggunakan voltametri dengan K 4Fe(CN)6 (1, 2, 4, 8, 16) 10-3 M dan SR
3 Penguji an Sampel Sampel: larutan berwarna kuning
Konsentrasi sampel yang diuji adalah 3.61E-02 M. Sampel
Konsentrasi sampel
- dituang ke tempat sampel pada voltameter - dicelupkan elektroda amalgam
- dianalisis menggunakan voltametri dengan K 4Fe(CN)6 (1, 2, 4, 8, 16) 10-3 M dan SR
0,1
H. Pembahasan
Praktikum voltametri ini dapat menuntun kita untuk mempelajari bagaimana prinsip kerja dari voltametri. Voltametri dalam praktikum ini secara kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi sampel. Dalam voltametri ada 3 jenis elektroda yaitu :
1. Elektroda kerja (working electrode) yaitu elektroda yang potensialnya bergantung pada konsentrasi analit yang diukur.
2. Elektroda pembanding (reference electrode) yaitu elektroda yang potensialnya tidak bergantung pada konsentrasi analit yang diukur.
3. Elektroda pembantu (auxiliary electrode)
Elektroda kerja atau working elektroda (WE) dalam praktikum ini digunakan elektroda amalgam. Kawat tembaga berwarna kuning kecoklatan setelah diamplas menjadi kuning kecoklatan mengkilap. Setelah dicelupkan dalam HgNO3yang berupa larutan biru muda, kawat tembaga menjadi putih mengkilap.
Warna putih tersebut menunjukkan bahwa elektroda amalgam telah terbentuk. Elektroda pembanding yang digunakan adalah elektroda Ag/AgCl. Jika ada arus
H. Pembahasan
Praktikum voltametri ini dapat menuntun kita untuk mempelajari bagaimana prinsip kerja dari voltametri. Voltametri dalam praktikum ini secara kuantitatif untuk mengetahui konsentrasi sampel. Dalam voltametri ada 3 jenis elektroda yaitu :
1. Elektroda kerja (working electrode) yaitu elektroda yang potensialnya bergantung pada konsentrasi analit yang diukur.
2. Elektroda pembanding (reference electrode) yaitu elektroda yang potensialnya tidak bergantung pada konsentrasi analit yang diukur.
3. Elektroda pembantu (auxiliary electrode)
Elektroda kerja atau working elektroda (WE) dalam praktikum ini digunakan elektroda amalgam. Kawat tembaga berwarna kuning kecoklatan setelah diamplas menjadi kuning kecoklatan mengkilap. Setelah dicelupkan dalam HgNO3yang berupa larutan biru muda, kawat tembaga menjadi putih mengkilap.
Warna putih tersebut menunjukkan bahwa elektroda amalgam telah terbentuk. Elektroda pembanding yang digunakan adalah elektroda Ag/AgCl. Jika ada arus yang mengalir pada elektroda Ag/AgCl, maka konsentrasi Cl- akan berubah dan potensial pun akan berubah. Hal ini menyebabkan pengertian elektroda pembanding tidak terpenuhi. Agar potensial elektroda pembanding tetap, digunakan elektroda pembantu yang memiliki hambatan lebih kecil daripada elektroda Ag/AgCl. Akibatnya, arus yang mengalir ke elektroda pembanding sangat kecil atau dianggap nol dan arus yang diukur adalah arus pada rangkaian antara elektroda kerja dan elektroda pembantu.
Prinsip dari voltammetri adalah mempolarisasi elektroda dalam sel elektrokimia pada serangkaian potensial range tertentu dan mengamati perubahan arus yang dihasilkan oleh sel akibat adanya proses oksidasi reduksi analit. Potensial dari elektroda kerja divariasikan dan arus yang dihasilkan dicetak sebagai fungsi dari potensial. Hasil cetakan ini disebut voltamogram. Analit yang digunakan dalam praktikum ini adalah K
4Fe(CN)6dengan konsentrasi 1 x 10-3M,
2 x 10-3M, 4 x 10-3M, 6 x 10-3M, 8 x 10-3M dan 16 x 10-3 M. Oksigen yang terlarut di dalam sebuah larutan dapat mengalami reaksi redoks pada permukaan elektroda. Akibatnya, akan ditemukan puncak oksigen yang dapat menggangu
pengukuran. Untuk mengatasinya, ke dalam sel voltametri dialirkan gas nitrogen yang dapat menghilangkan oksigen terlarut dengan cara mendesak oksigen, karena nitrogen lebih berat daripada oksigen sehingga nitrogen cenderung berada di bagian bawah.
Voltametri siklik merupakan teknik voltametri yang biasa digunakan pada awal eksperimen untuk mempelajari sifat elektrokimia dari spesi yang diamati. Teknik voltametri siklik dapat memberikan nilai potensial reduksi/oksidasi dari spesi-spesi elektroaktif. Selama pengukuran dengan voltametri siklik, akan diperoleh kurva antara arus terhadap potensial yang dikenal sebagai voltamogram siklik. Dalam praktikum ini digunakan SR yaitu 0,1 didapatkan kurva sebagai berikut :
Dari kurva tersebut dicari nilai IPC yaitu puncak arus pada katoda dan IPA yaitu
puncak arus pada anoda. Arus katodik adalah arus yang digunakan pada saat penyapuan dari arus yang paling besar menuju arus yang paling kecil dan arus anodik adalah sebaliknya. Pengolahan data mengasilkan data sebagai berikut dimana Min (Y) merupakan IPC dan Max (Y) merupakan IPA :
-1.0 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0.0 -0.0001 0.0000 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005 Y A x i s T i t l e X Axis Title SR0.02 SR0.04 SR0.06 SR0.08 SR0.1 1 x 10- M 2 x 10-3 M 4 x 10-3 M 8 x 10-3 M 16 x 10-3 M
se(yEr±) Min(Y) Imin(Y) Max(Y) Imax(Y) Range(Y) Sum(Y) N(Y)
0,015792 -0,99976 1 0 169 0,99976 -168,959 337
4,71E-06 -5,41E-05 1 3,78E-04 169 4,32E-04 0,007268 337 4,11E-06 -7,29E-05 337 3,01E-04 169 3,74E-04 0,004171 337 5,20E-06 -7,65E-05 337 3,52E-04 169 4,29E-04 0,006594 337 6,17E-06 -9,09E-05 287 3,97E-04 169 4,87E-04 0,006873 337 6,83E-06 -1,02E-04 290 4,27E-04 169 5,29E-04 0,002984 337
IPA IPC IPA/IPC SR akarSR
3,78E-04 5,41E-05 6,980822 0,02 0,141421 3,01E-04 7,29E-05 4,124966 0,04 0,2 3,52E-04 7,65E-05 4,605098 0,06 0,244949 3,97E-04 9,09E-05 4,362376 0,08 0,282843 4,27E-04 1,02E-04 4,169238 0,1 0,316228
Untuk pengujian secara kuantitatif dibuat grafik IPCvs konsentrasi.
y = -0.0028x - 6E-05 R² = 0.8413 -1.20E-04 -1.00E-04 -8.00E-05 -6.00E-05 -4.00E-05 -2.00E-05 0.00E+00
0.00E+005.00E-03 1.00E-02 1.50E-02 2.00E-02
I P C Konsentrasi
Grafik I
PCvs Konsentrasi
IPC Linear (IPC) IPC C 5,41E-05 1,00E-03 7,29E-05 2,00E-03 7,65E-05 4,00E-03 9,09E-05 8,00E-03 1,02E-04 1,60E-02Dari grafik tersebut didapatkan persamaan garis linier y = 0.0028x - 6E-05 dengan R² = 0,8413. Pengujian sampel dengan voltametri didapatkan kurva sampel sebagai berikut :
Dari kurva tersebut diolah data dan mendapatkan hasil sebagai berikut:
se(yEr±) Min(Y) Imin(Y) Max(Y) Imax(Y) Range(Y) Sum(Y) N(Y)
0.015792 -0.99976 1 0 169 0.99976 -168.959 337
3.86E-06 -4.11E-05 243 2.51E-04 169 2.92E-04 0.006526 3.37E+02
Dari data tersebut didapatkan IPC sampel = 4.11E-05. Karena y = IPC dan x =
konsentrasi sampel maka untuk menghitung konsentrasi sampel adalah sebagai berikut: y = 0.0028x - 6E-05 4.11E-05 = 0.0028x - 6E-05 x = 4.11E-5 + 6E-05 0.0028 x = 3.61E-02
Dari perhitungan tersebut didapatkan konsentrasi sampel adalah 3.61E-02 M.
I. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita tarik dari percobaan voltametri ini adalah voltametri mempelajari hubungan arus, voltase, dan waktu selama elektrolisis dilakukan
-1.00E-04 -5.00E-05 0.00E+00 5.00E-05 1.00E-04 1.50E-04 2.00E-04 2.50E-04 3.00E-04 -1.2 -1 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0 Series1
dalam suatu sel. Prinsip dari voltammetri adalah mempolarisasi elektroda dalam sel elektrokimia pada serangkaian potensial range tertentu dan mengamati perubahan arus yang dihasilkan oleh sel akibat adanya proses oksidasi reduksi analit. Hasil praktikum didapatkan konsentrasi sampel yang diuji adalah 3.61E-02 M.
J. Daftar Pustaka
Basset, J. 1994. Vogel Analisa Kuantitatif Anorganik . Jakarta : Erlangga
Day, R. A dan Underwood, A.L. diterjemahkan oleh Pudjaatmaka, A.H. 1989. Analisis Kimia Kuantitatif . Edisi Keenam. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Haryadi,W.1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar . Jakarta : PT Gramedia Pustaka Khopkar. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik . Jakarta : Universitas Indonesia Liadler, Keith. 1996. Principles of Chemistry. Kanada: The University of Ottawa. Pringgodigdo. 1977. Ensiklopedia Umum. Jakarta : Erlangga
LAMPIRAN
Elektroda yang dicelupkan ke Hg(NO3) Alat voltameter