• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH LATIHAN SERVIS ATAS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN SERVIS ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH LATIHAN SERVIS ATAS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN SERVIS ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

(Eksperimen pada PesertaEkstrakurikulerBolavoli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalayatahunajaran 2013/ 2014)

oleh; Egi Sanjaya; 1 H. Budi Indrawan, M.Pd.;2 H. Doddy Achmad Hidayat, M.Pd.;3 dan

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Dosen (Pembimbing I) Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Dosen (Pembimbing II) Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh media audio visual terhadap keterampilan servis atas dalam permainan bola voli pada peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2013/ 2014.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi penelitian adalah pesertaekstrakurikulerbolavoli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalayatahunajaran 2013/ 2014 sebanyak 30 orang yang pengambilan sampelnya ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling sebanyak 20 orang. Tes dalam penelitian ini adalah tes servis atas.

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan uji statistik, ternyata secara empirik latihan servis atas menggunakan media audio visual berpengaruh secara berarti terhadap keterampilan servis atas dalam permainan bolavoli pada pesertaekstrakurikulerbolavoli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalayatahunajaran 2013/ 2014, dan hipotesis yang diajukan diterima atau terbukti.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, penulis menyarankan kepada berbagai pihak yang terkait dengan bidang keolahragaan, khususnya dengan cabang olahraga bolavoli, agar hasil penelitian ini dapat dijadikan tolok ukur dan dapat digunakan sebagai alternatif bentuk latihan atau pembelajaran dalam rangka peningkatan penguasaan keterampilan servis atas dalam permainan bolavoli.

(2)

The pupose of this research are to get some information about the influece of audiovisual media to the skills to serve in the game of voleyball on extracurricular voleyball of SMP Negeri 8 Tasikmalaya 2013/2014.

The method used is experimental method. The population of this research are the extracurricular voleyball of SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya 2013/2014 as many as 30 people sample collection was determined using the technique of random sampling of 20 people. The test in this study is a test service over.

Based on the result od data processing by using statistical test, empirically that service training over using by audiovisual media has significantly influence to the skills to serve in the game of voleyball on extracurricular voleyball of SMP Negeri 8 Tasikmalaya 2013/2014, and the hypothesis is accepted and proven.

Based on the result of this research, the author suggest the various parties involved in the field of sports, especially with voleyball sports to be this research can used as a benchmark and can used as an alternative form of exercise and learning in order increased mastery the skills to service over in the game of voleyball.

Keyword: Influence, exercise, top service, audiovisual media, basketball. A. PENDAHULUAN

Dalam proses pembelajaran kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting, karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan materi yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan materi yang akan dipelajari siswa dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili kekurangmampuan guru dalam hal menjelaskan materi dengan kata-kata atau kalimat tertentu, dalam hal melakukan gerakan-gerakan teknik dasar cabang olahraga tertentu, atau dalam hal memberi contoh gerakan yang tepat dari teknik dasar cabang olahraga tertentu. Dengan demikian dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Djamarah (2002: 137) bahwa “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran”.

Salah satu tujuan pembelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) di sekolah berdasarkan Kurikulum 2004, adalah mengembangkan kemampuan gerak dan

(3)

keterampilan berbagai macam permainan dan olahraga. Untuk mencapai tujuan tersebut bukan hal yang mudah. Pada kenyataan di lapangan banyak guru Penjas baik di sekolah dasar, maupun sekolah menengah yang menemukan kesulitan terutama pada saat melaksanakan proses pembelajaran teknik dasar cabang olahraga tertentu. Misalnya dalam permainan bolavoli terdapat beberapa teknik dasar servis.

Setiap teknik dalam permainan bolavoli mempunyai karakteristik dan fungsi yang berbeda. Dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Oleh karena itu setiap teknik tersebut terdiri atas beberapa jenis.

Servis atas merupakan teknik dasar dalam permainan bolavoli yang dianggap mudah, tetapi pada dasarnya sulit serta banyak kesalahan teknik dasar yang dilakukan oleh pemain.

Hal ini menuntut penulis merasa terdorong untuk lebih kreatif mencari solusi dalam upaya mengatasi hal tersebut. Terlebih lagi kurikulum 2004 menuntut guru kreatif. Artinya dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran atau pelatihan, guru pendidikan jasmani (Penjas), pembina, dan pelatih harus kreatif. Guru Penjas atau pelatih harus pandai memilih pendekatan, metode, teknik, dan strategi pembelajaran/pelatihannyasesuai dengan pengetahuan, kemampuan yang dimilikinya, serta sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah tempatnya mengajar. Namun demikian guru Penjas harus selalu memperhatikan perubahan kemampuan anak dan dapat membantu mendorong perubahan tersebut, memperhatikan tingkat perkembangan anak didiknya, dan mampu mengakomodasi setiap perubahan dan perbedaan karakteristik setiap individu serta mendorongnya ke arah perubahan yang lebih baik.

Sesuaidenganperkembanganusianyadansesuaidengantingkatkesulitandarisetiapte knikdasarpermainanbolavoli, danjugasesuaidengankesanggupanfisiknyauntukmelakukangerakanfisikadalahteknikserv isatas.Namundemikianmasihbanyaksiswasekolahmenengahyang tidakberanimelakukangerakanservisatasinipadasaatdiabermainbolavoli, walaupunsebenarnnyateknikservisatasituadalahsalahsatuteknikdasar yang dominankarenamerupakankunciuntukmemenangkanpertandingan.Untukmengatasihalse

pertiitudiperlukansuatu model pembelajaran yang

(4)

Dalam proses pembelajaranteknikservisatas, siswaharusmampumelakukangerakantersebutdengankontrol yang baik. Padasaat guru atau model (pemainbolavoliprofesionalmisalnya) membericontohgerakan yang benardengankontrol yang baik, siswatidakakanbisamengamatiurutangerakan yang dilakukanoleh guru atau model tersebutkarenagerakannyatentusangatcepat.

Untukmengatasihaltersebutdiperlukansuatualatbantu yang

bisamemudahkansiswamengamatiurutangerakanteknikdasarbolavolisesuaidengantujuan pembelajaran yang sudahditentukan. Alatbantu yang dimaksud di siniadalah media. Hal inisejalandenganpendapatHamalik (1986: 28) tentangmanfaatpraktisdari media pendidikan yang salahsatunyaadalah “media dapatmemperlambatbenda-bendadanhal-hal yang proses terjadinyaterlalucepat, sukardiamati”.

Salah satu media yang

dapatditerapkandalamlatihanteknikdasarbolavoliadalahgambarrangkaiangerakansesuaid enganteknik yang harusdipelajariolehsiswa.Siswaakanlebihcepatmemahamigerakandenganmengamatigam barrangkaiangeraktekniktersebutdaripadamengamatigerakanteknikteserbutsecaralangsun gkarenagerakantersebutterlalucepatsehinggarangkaiangerakannyatidakakanterlihatjelas. Berdasarpadapaparan di atas,

penulistertarikuntukmencobamelakukanpenelitianpengaruh media audio visual dalampermainanbolavoli.Dalamhalinipenulisakanmencobamelakukanpenelitianeksperi menpadapesertapesertaekstrakurikulerbolavoli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya, dengantujuanuntukmengetahuiadatidaknyapengaruhmedia audio visual terhadapketerampilanservisatasdanmengetahuiefektiftidaknya media audio visual dalamlatihanservisatasbolavoli.

B. PROSEDUR PENELITIAN Metode Penelitian

Untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan dalam suatu penelitian, seorang peneliti memerlukan suatu metode. Mengenai metode Surakhmad (1998:131) menjelaskan sebagai berikut.

Metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesa, dengan mempergunakan teknik

(5)

serta alat-alat tertentu. Cara utama itu dipergunakan setelah penyelidikan memperhitungkan kewajarannya ditinjau dari tujuan penyelidikan serta dari situasi penyelidikan adalah pengertian yang luas, yang biasanya dijelaskan lebih eksplisit di dalam setiap penyelidikan.

Berdasarkan kutipan di atas, penulis menentukan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode ini digunakan atas dasar pertimbangan bahwa penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan uji coba tentang sesuatu hal. Dalam hal ini penulis mengujicobakan latihan servis atas menggunakan media audio visual kepada pesertaekstrakurikulerbolavoli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2013/ 2014 dalam upaya meningkatkan keterampilan servis atas.

Hal tersebut sesuai pula dengan pendapat Surakhmad (1998: 149), bahwa yang dimaksud metode eksperimen adalah, “Cara mengadakan kegiatan percobaan untuk melihat sesuatu hasil yang akan menegaskan bagaimana kedudukan perhubungan kausal antara variabel-variabel yang diselidiki”.

Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel penelitian, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Adapun mengenai variabel tersebut adalah sebagai berikut :

1. Variabel Bebas (X) :Latihanservis atas menggunakan media audio visual. 2. Variabel Terikat (Y) : Servis atas bolavoli.

Intrumen Penelitian

Dalam setiap penelitian, data merupakan faktor yang utama. Tanpa data penelitian tersebut tidak akan terjadi karena penelitian yang sebenarnya bukan hanya mengumpulkan data saja tetapi justru data tersebutlah yang diolah atau dianalisis sehingga peneliti dapat menafsirkan hasil penelitiannya berdasarkan data yang diperolehnya. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk memperoleh data penelitian. Salah satu di antaranya adalah dengan teknik tes. Menurut Arikunto (1998:139) tes adalah “serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, inteligensia, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok”.

(6)

Sesuai dengan data yang diinginkan, maka instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes servis atas dalam permainan bolavoli dari Nurhasan dan Abdul Narlan (2001 : 162).

Populasi dan Sampel

Populasi adalah suatu kelompok subjek yang di jadikan objek penelitian. Pengertian populasi menurut Sugiyono (1999: 72) adalah “Generalisasi yang terdiri objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulan”. Sebelum menetapkan sampel penelitian terlebih dahulu harus menentukan tujuan dari penyelidikan dan memperhatikan apakah populasi pada umumnya dianggap homogen atau heterogen seperti misalnya umur, jenis kelamin dan sebagainya yang dianggap perlu untuk penyelidikan.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mengambil populasi pesertaekstrakurikulerbolavoli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2013/ 2014 sebanyak 30 orang.Sedangkan yang dimaksud dengan sampel menurut Surakhmad (1998: 93) ialah, “Penarikan sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi”. Cara mengambil sampel penulis lakukan dengan cara random sampling, Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menjadikan sebagian populasi sebagai sampel penelitian yaitu sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara random sampling”.

Teknik Pengolahan Data

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji diterima atau ditolaknya hipotesis, dalam pengolahan data penulis menggunakan rumus-rumus statistik sebagai berikut.

1. Menghitung skor rata-rata (mean) dari masing-masing data, rumus yang digunakan adalah :

X =

n fix

Arti tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah :

(7)

 = sigma atau jumlah fi = frekuensi

X = skor perolehan N = jumlah sampel

2. Menghitung standar deviasi atau simpangan baku, rumus yang digunakan adalah : S = P 1 n ) -( fi 2    

Arti tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah : S = standar deviasi yang dicari

n = jumlah sampel X = skor perolehan fi = frekuensi

X = skor rata-rata

3. Menghitung varians dari masing-masing tes, rumus yang digunakan adalah :

2 S = 1 ) ( 2      n fi

Arti tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah : S2 = varians yang dicari

P2 = panjang kelas interval dikuadratkan n = jumlah sampel

fi = frekuensi

ci = deviasi atau simpangan

4. Menguji normalitas data dari setiap tes melalui penghitungan statistik 2(Chi– kuadrat), rumus yang digunakan adalah :

2 =

  k 1 i 2 Ei Ei) (Oi

Arti tanda-tanda dalam rumus tersebut adalah :

2 = Chi–kuadrat (lambang yang menyatakan nilai normalitas) Oi = frekuensi nyata atau nilai observasi/pengamatan

Ei = frekuensi teoretik atau ekspektasi, yaitu luas kelas interval dikalikan dengan jumlah sampel (n).

(8)

Kriteria pengujian dengan menggunakan distribusi chi–kuadrat (2) dengan taraf nyata  = 0,05 dan dk = k – 3. Apabila 2 (1 – ), (k – 3) atau 2 tabel dari daftar chi–

kuadrat (2) lebih besar atau sama dengan hasil penghitungan statistika 2, maka data-data dari setiap tes itu berdistribusi normal dapat diterima, untuk harga 2 lainnya ditolak.

5. Menguji homogenitas dari setiap tes melalui penghitungan statistik F.

kecil Variasiter

terbesar Variasi

F 

Kriteria pengujian dengan menggunakan distribusi F dengan taraf nyata

 

0,05

dan derajat kebebasan dk k -3. Apabila angka F hitung lebih kecil atau sama dengan F tabel distribusi

V1,V2

2 1 F

F , maka data-data dari kelompok tes itu homogen. F12

V1,V2

didapat dari daftar distribusi F dengan peluang 12, sedangkan derajat kebebasan V1 dan V2 masing-masing sesuai dengan dk pembilang

dan dk penyebut = n.

6. Menguji diterima atau ditolaknya hipotesis melalui pendekatan uji kesamaan dua rata-rata uji satu pihak (uji 1

t ). Apabila data tersebut berdistribusi normal dan homogen, maka rumus yang digunakan adalah

1 t = 2 2 2 1 2 1 2 1 n S n S    

Arti tanda-tanda dalam rumus tersebut sebagai berikut t = Nilai signifikansi yang dicari.

1

 = Skor rata-rata dari tes awal atau variabel I.

2

 = Skor rata-rata dari tes akhir atau variabel II n = Jumlah sampel

2 1

S = Varians sampel tes awal 2

2

(9)

Kriteria pengujian adalah terima hipotesis (Ho) jika 2 1 2 2 1 1 1 w w t w t w t    di mana 1 2 1 1 n S w  t1t(1)(n11) 2 2 2 2 n S

w  t2t(1)(n21). t didapat dari distribusi t

dengan derajat kebebasan. (dk) = n1 taraf nyata 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%. Untuk harga lainnya hipotesis ditolak.

C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan pendekatan statistik, hipotesis penelitian yang penulis ajukan yaitu : “Terdapatpengaruhyang signifikan latihan servis ata menggunakan media audio visual terhadapketerampilan servis atas dalampermainanbolavoli padapesertaekstrakurikulerbolavoli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2013/ 2014 ternyata hasilnya diterima atau terbukti. Kebenaran hasil pengujian hipotesis tersebut didukung pula data hasil penelitian dengan menggunakan uji t` yang menunjukkan nilai t`hitung sebesar 2,56 yang berada di

luar daerah penerimaan hipotesis (t` sebesar 1,73).

Diterimanya hipotesis tersebut diduga karena untuk menghasilkan hasil servis atas yang baik, dalam arti cepat, akurat, dan terarah dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam metode latihan. Selain itu, latihan servis atas dengan menggunakan media audio visual pada permainan bolavoli dapat memotivasi siswa/ atlet untuk belajar teknik dasar servis atas, memudahkan kesulitan belajar siswa melakukan teknik dasar servis atas, dan dapat memukul dan memasukan bola dengan mudah.

Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dikatakan bahwa latihan servis atas dengan menggunakan media audio visual efektif digunakan untuk meningkatkan penguasaan keterampilan servis atas dalam permainan bolavoli.

D. PENUTUP Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis dengan menggunakan pendekatan statistika, penulis dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut : “Latihan dengan menggunakan media audio visual berpengaruh terhadap keterampilan

(10)

servis atas dalam permainan bolavoli pada pesertaekstrakurikulerbolavoli SMP Negeri 8 Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2013/ 2014”.

Saran

Mengacu pada hasil penelitian ini seperti dikemukakan di atas, penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut.

1. Untuk meningkatkan penguasaan teknik dasar bolavoli khususnya teknik servis atas, penulis menyarankan kepada para guru pendidikan jasmani dan kesehatan, pembina olahraga maupun pelatih bolavoli agar hasil penelitian ini dapat dijadikan tolok ukur dan dapat digunakan sebagai alternatif bentuk latihan atau pembelajaran dalam rangka peningkatan penguasaan keterampilan servis atas dalam permainan bolavoli. 2. Karena ruang lingkup penelitian ini terbatas, penulis menyarankan kepada berbagai

pihak yang tertarik untuk membahas dan meneliti mengenai masalah yang sama, agar melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan ruang lingkup penelitian yang lebih luas sehingga diperoleh hasil yang lebih empirik.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1998. ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik.Jakarta: BinaAksara.

Bachtiar, dkk. 2001. PermainanBesar II Bola Volidan Bola tangan. Jakarta Universitas Terbuka.

Bahagia, Yoyo

danAdangSuherman.1999/2000.PrinsipprinsipPengembangandanModifikasiCa bangOlahraga.Jakarta: Depdikbud.

(11)

Bautelsthal.1999. BelajarBermain Bola Voli.Bandung: Pyonir Jaya.

Harsono. 1988. Coaching danAspek-aspekPsikologidalam Coaching. Jakarta: TambakKusuma.

Mamun, Amungdan Toto Subroto.2001.

PendekatanKeterampilanTaktisdalamPembelajaranBolavoli.Jakarta: DirektoratJendralOlahraga.

PBVSI. 1995. MetodologiPelatihan. Jakarta: Sekum. PP.PBVSI.

PusatBahasaDepdiknas .2001. KamusBesarBahasaIndonesia .Jakarta: BalaiPustaka. Sardiman AM. 2001. InteraksidanMotivasiBelajarMengajar. Jakarta: Rajawali Pers. Sugiyanto. 2000. PerkembanganBelajarMotorik. Jakarta: Universitas Terbuka. Sudjana. 1989. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Surachmad, Winarno. 1998. DasardanTeknik Research, PengantarMetodologiIlmiah. Bandung: Tarsito.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan perubahan kemampuan keluarga pada pasien yang mendapatkan paket terapi 4 adalah pada saat pengkajian, semua keluarga pasien hanya mempunyai 4 kemampuan dari

Now that we’re at least curious and open minded about the potential of play to energize creativity, improve the quality of social interactions, and build trust and understanding in

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemakaian teknik membran cair fasa ruah dalam mentranspor Zn(II) dengan menggunakan ditizon sebagai zat pembawa dan

Tingkat pengetahuan masyarakat Desa Gubug Klakah terhadap manfaat pekarangan rumah termasuk dalam kategori tinggi, hal ini bisa dilihat dari hasil kuisioner yang

Yang menjadi hambatan adalah antara sekolah dengan Dinas Kabupaten tidak terkoneksi dengan jaringan komputer dan banyaknya data yang belum terorganisasi secara

Zainnoor Wal Aidi Rakhmad berupa pidana penjara selama 10 bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalankan kecuali jika dikemudian hari ada perintah lain

Selanjutnya akan terdapat empat menu sebagai fitur utama yaitu : Menu Rute, Menu Daftar Angkot, Menu Laporan Berita, Menu Share & Rate yang diletakan pada

Tabel 4.2 di atas menunjukan bahwa jumlah responden penelitian yang mengonsumsi rokok lebih dari 4 tahun sebanyak 45 orang dengan persentase 57.70%, sedangkan untuk jumlah rokok