• Tidak ada hasil yang ditemukan

Review Materi Pancasila

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Review Materi Pancasila"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Review Materi Pancasila I. Pancasila Pada Masa Kerajaan Hindu, Budha, dan Islam

Menurut Mr. Muhammad Yamin, Berdirinya negara Indonesia tidak dapat lepas dari warisan nenek moyang bangsa salah satunya pada masa kerjaan-kerjaan kuno. Pembentukan negara Indonesia pada masa kerajaan terjadi tiga tahap. Tahap pertama pada zaman kerajaan sriwijaya oleh Syailendra (600-1400M). Tahap kedua pada zaman majapahit (1293-1525M). Tahap ketiga pada masa negara kebangsaan modern yaitu negara Indonesia merdeka 17 Agustus 1945. Kerajaan sriwijaya diketahui telah didirikan pada abad VII-XII di Sumatera Selatan sedangkan kerajaan majapahit diketahui didirikan pada abad VII-XVI di Jawa Timur. Kedua kerajaan merupakan tonggak berdirinya bangsa Indonesia karena keduanya melingkupi wilayah nusantara dan kehidupan masyarakatnya sejahtera.

1. Nilai Pancasila Pada Kerajaan Hindu 1) Kerajaan Majapahit

Masa kerajaan majapahit terdapat beberapa bukti bahwa pada kerajaan ini sudah menganut nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila seperti pada kitab Negarakertagama karya Mpu Prapana. Kitab negarakartagama ditulis pada pada masa kepemimpinan raja Sri Rajasanagara (Hayam Wuruk) pada tahun 1365 M atau1287 tahun saka. Negarakartagama memiliki arti negara dengan tradisi (agama) yang suci. Dalam kitab ini terdapat istilah dari bahasa sansekerta yaitu “pancasila” yang berarti berbatu sendi lima. Selain kitab negarakartagama, terdapat juga kitab Sutasoma karya Mpu Tantular yang ditulis pada masa kepemimpinan raja Hayam Wuruk pada abad ke-14. Dalam kitab ini terdapat istilah “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua” yang berarti walaupun berbeda-beda, namun satu juadan tidak ada agama yang memiliki tujuan berbeda. Kitab Negarakartagama dan Sutasoma terdiri dari beberapa nilai yang berupa, tidak boleh melakukan kekerasan, tidak boleh mencuri, tidak boleh berjiwa dengki, tidak boleh berbohong, dan tidak boleh mabuk minuman keras. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kerajaan majapahit sudah menganut nilai-nilai pancasila dalam menjalankan kepemerintahannya. Berikut penerapan nilai pada tiap sila pancasila zaman kerajaan majapahit.

 Penerapan nilai sila pertama : terdapat seloka persatuan nasional berbunyi “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua”.  Penerapan nilai sila kedua : hubungan baik raja hayam wuruk

(2)

 Penerapan nilai sila ketiga : terwujudnya keutuhan kerajaan khususnya pada sumpah palapa.

 Penerapan nilai sila keempat : terdapat semacam penasehat dalam tata pemerintahan yang bertindak dalam menunjukkan nilai musyawarah mufakat.

 Penerapan nilai sila kelima : terwujud dengan berdirinya kerajaan majapahit dengan kehidupan masyarakatnya yang makmur dan sejahtera.

2) Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai dalam menjalankan tata pemerintahannya menganut nilai-nilai pancasila yang berupa nilai ketuhanan perwujudannya berupa memeluk agama hindu, nilai persatuan perwujuadannya berupa wilayah kekuasaan hampir seluruhnya Kalimantan Timur, dan nilai kerakyatan perwujudannya berupa rakyat kerajaan kutai hidup makmur dan sejahtera. 2. Nilai Pancasila Pada Kerajaan Budha

1) Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad VII di bawah kepemimpinan Wangsa Syailendra. Kerajaan ini diangun dengan berlandaskan cita-cita yang berupa “marvuat vannua criwijaya shiddhayatra subhiksa”. Penerapan nilai tiap sila pancasila yang terdapat pada kerajaan sriwijaya yaitu sebagai berikut.

 Penerapan nilai sila pertama : kegiatan pembinaan dan pengembangan agama budha.

 Penerapan nilai sila kedua : terjalinnya hubungan kerajaan sriwijaya dengan Dinasti Marsha (India) dan terdapat ajaran Dharma.

 Penerapan nilai sila ketiga : menerapkan konsep negara kepulauan.

 Penerapan nilai sila keempat : memiliki kedaulatan yang luas meliputi Siam dan Semenanjung Melayu, terdapat ajaran Dharma.  Penerapan nilai sila kelima : pusat perdangan dan pelayaran

sehingga terciptanya kehidupan rakyat yang makmur dan sejahtera.

3. Nilai Pancasila Pada Kerajaan Islam 1) Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai merupakan salah kerjaan islam yang didirikan sekitar tahun 1267 M di Aceh Utara oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh. Kerajaan Samudera Pasai menerapkan nilai-nilai pancasila dalam menjalankan tata kepemerintahannya. Kerajaan Samudera Pasai

(3)

merupakan kerjaan islam yang didirikan sekitar tahun 1267 M di Aceh Utara oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh. Penerapan nilai tiap sila pada kerajaan Samudera Pasai sebagai berikut.

 Penerapan nilai sila pertama

Menurut catatan Marco Polo dan Ibnu Batutah, sebagian besar rakyat kerajaan samudera pasai memeluk agama islam yang bermazhab Syafi’i. Kerajaan ini menjadi pusat penyebaran agama islam.

 Penerapan nilai sila kedua

Kerajaan Samudera Pasai menjalin hubungan baik dengan kerjaan-kerajaan isla di India dan Arab melalui sektor perdagangan.

 Penerapan nilai sila ketiga

Penyatuan kota Samudera dan Pasai pada masa pemerintahan Sultan Malik As Saleh menjadi kerajaan samudera pasai yang masyarakatnya sebagian besar merupakan umat islam.

 Penerapan nilai sila keempat

Hubungan yang terjalin baik antara sultan dan rakyatnya. Hubungan baik ini dapat dilihat dari kegiatan musyawarah untuk bertukar pikiran dalam membangun kemakmuran kerajaan.

 Penerapan nilai sila kelima

Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan dan pelayaran. Sultan mendukung kreativitas masyarakatnya untuk mengembangkan potensinya di dunia maritime sehingga terciptanya keadilan dan kesejahteraan.

II. Pancasila Pada Masa Pergerakan Nasional 1. Boedi Oetomo

Boedi Oetomo merupakan salah satu organisasi yang dipelopori oleh Mas Ngabehi Wahidin Sudiroh. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 20 Mei 1908 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas bangsa melalui kegiatan pengajaran.

2. Sarekat Islam

Sebelumnya bernama Sarekat Dagang Islam. Organisasi ini dipelopori oleh H. Samanhudi. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1911 dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam.

3. Indische Partij

Indusche Partij merupakan suatu gerakan yang dipelopori oleh E.F.E Douwess Dekker yang dibentukan pada 25 Desember 1912 dengan tujuan

(4)

membangun semua patriotisme orang Indiers (orang Indonesia) terhadap tanah air.

4. Perhimpunan Indonesia (Indische Vereeniging)

Perhimpunan Indonesia merupakan suatu gerakan yang dipelopori oleh Sultan Kasajangan Soripada dan R.N . Noto Suroto. Gerakan ini dibentuk padatahun 1908 di Den Haag, Belanda. Berganti nama pada tahun 1922 menjadi Indonesische Vereeniging. Tujuan gerakan ini untuk memajukan kepentingan bersama dari rakyat Indonesia yang ada di Belanda.

5. Partai Nasional Indonesia

Suatu gerakan yang dipelopori oleh Ir. Soekarno dan dibentuk pada tanggal 4 Juli 1927 dengan tujuan untuk mencapai Indonesia merdeka.

6. Partai Indonesia Raya

Suatu gerakan yang dipelopori oleh Dr. Soetomo dan dibentuk pada tanggal 26 Desember 1935 dengan tujuan untuk mencapai Indonesia raya dengan membentuk Indonesia yang mulia dan sempurna.

7. Gerakan Rakyat Indonesia

Suatu gerakan yang dipelopori oleh Sartono, Sanusi, Pane, dan Moh.Yamin dan dibentuk pada 24 Mei 1937 untuk mencapai kemerdekaan di bidang ekonomi, social, dan politik.

8. Gabungan Partai Politik

Suatu gerakan yang dipelopori oleh M.H. Tamrin dan dibentuk pada 21 Mei 1939 degan tujuan untuk menuntut pemerintahan Belanda agar Indonesia memiliki parlemen sendiri.

9. Fraksi Nasional

Suatu gerakan yang dipelopori oleh M.H. Thamrin dan dibentuk pada tanggal 27 Januari1930 dengan tujuan untuk mengusahakan perubahan-perubahan ketatanegaraan.

III. Pancasila Pada Masa Persiapan Kemerdekaan

Pada tanggal 29 Mei 1945 dibentuk suatu perkumpulan untuk membentuk sidang perumusan dasar negara Indonesia yang disebut BPUPKI yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Hasil siding BPUPKI didapatkan usulan dasar negara oleh tiga tokoh meliputi Muhammad Yamin pada tanggal 29 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo pada tanggal 30 Mei 1945, dan Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.

Pada tanggal 6 Agustus 1945 bom atom dijatuhkan di kota Hirosima dan kemudian pada 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan berganti nama menjadi PPKI. Tanggal 9 Agustus 1945 Pasukan Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki hingga akhirnya menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika. Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Pada tanggal 15 Agustus golongan muda mendesak golongan tua untyk

(5)

segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia untuk menghindari vacuum of power namun Soekarno menolak karena ingin meminta pendapat PPKI hhingga pada tanggal 16 Agustus terjadi peristiwa penculikan Ir. Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur) dan Moh. Hatta oleh golongan muda ke Rengasdengklok untuk menjauhkan dari pengaruh Jepang. Naskah proklamasi disusun olehSoekarno, Moh. Hatta, Achmad Soebardjo disaksikan oleh Soekarni, B.M Diah, Sudiro, dan Sayuti Melik. Naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik hingga pada tanggal 17 Agustus 1945 naskah proklamasi dideklarasikan dan diakuinya Indonesia sebagai negara yang merdeka.

Pada tanggal 18 Agustus 1945 diadakan siding PPKI untuk pengesahan dasar negara Indonesia yaitu pancasila. Perbedaan pendapat timbul pada sila pertama dari Piagam Jakarta sehingga diubah meenjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Perubahan pada sila pertama bertujuan untuk menghindari perpecahan antar umat beragama, suku, dan etnik yang terdapat beragam di negara Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

1.1 1.2 1.3 1.4 Menjelaskan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara Menguraikan nilai- nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara

Istilah pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari suku kata “pari” yang berarti keliling atau bersama, dan “wisata” yang berarti perjalanan, Jadi

yang berarti dasar. Jadi Pancasila merupakan lima dasar negara yang harus dijadikan pedoman hidup bagi seluruh bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan.

Istilah pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari suku kata “pari” yang berarti keliling atau bersama, dan “wisata” yang berarti perjalanan, Jadi

Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai arti menjadikan pancasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan.Konsekuensinya adalah pancasila merupakan sumber dari segala

Dokumen ini membahas tentang sejarah dan arti Pancasila, dasar negara Republik

Makalah ini membahas hubungan antara negara, agama, dan

Nagara dg Ideologi Pancasila  agama erat hubungan Nya dengan Negara  Negara memperhatikan Kehidupan beragama  Negara menjamin ke Bebasan untuk memilih Salah satu agama yang Diakui