• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Osilator Sederhana

Gerak periodik adalah gerak berulang dari suatu objek dalam jangka waktu yang sama. Sebagai suatu pengetahuan contohnya adalah bumi kembali ke posisi yang sama ketika setelah setahun mengitari matahari. Pada khususnya sebenarnya banyak sistem yang melakukan gerak periodik yaitu molekul dalam zat padat berosilasi disekitar titik setimbangnya,gelombang elektromagnetik seperti gelombang cahaya,radar,dan gelombang radio merupakan karakteristik dari osilasi listrik dan medan magnet.

Gerak periodik terjadi pada sistem mekanik ketika gaya yang diberikan akan sebanding dengan jarak relatif obyek terhadap titik setimbangnya. Jika gaya selalu diarahkan ke titik setimbangnya maka gerak tersebut dikenal sebagai gerak harmonik sederhana.

Gambar 2.1. Sistem pegas bermassa sederhana untuk partikel

Persamaan yang digunakan untuk merepresentasikan gerak harmonik sederhana adalah

𝑑2𝑥 𝑑𝑡2=

-𝑘

𝑚x (2.1)

Jika rasio dari𝑘

𝑚= 𝜔 2

(2)

𝑑2𝑥 𝑑𝑡2= - 𝜔

2

x (2.2)

Solusi dari persamaan orde dua diatas dapat di tuliskan dalam bentuk :

x(t) = A cos (𝜔t + 𝜙 ) (2.3)

dengan frekuensi osilator harmonik :

f = 1 2𝜋

𝑘

𝑚 (2.4)

Gambar 2.2. Grafik x vs t osilator sederhana dengan konstanta fase f periode T

Dalam mekanika klasik,suatu osilator harmonis sederhana adalah suatu benda yang bergerak osilasi dengan simpangan kecil dalam pengaruh gaya konservatif :

𝐹 = 𝑚𝜔2𝑥 (2.5)

Dan

𝑚

adalah massa, dan

𝜔

adalah frekuensi sudut dari osilasi berbentuk sinosida :

𝑥 𝑡 = 𝐴 𝑠𝑖𝑛 𝜔t (2.6)

Dengan A adalah simpangan maksimum (amplitudo). Dengan gaya konservatif tersebut, energi potensial yang dimiliki benda adalah :

𝑉 = − 𝐹 0𝑥 .d𝑥 = 1 2𝑚𝜔

(3)

energi total sebagai jumlah energi potensial dan energi kinetik adalah :

𝐸 = 1 2𝑚𝜔

2𝐴2 (2.8)

2.2 Osilator Harmonik

Kita akan mempertimbangkan adanya sebuah partikel bergerak di bawah potensial osilator harmonik.

V 𝑥 =1 2𝑘𝑥

2 (2.9)

Persamaan umum untukdiferensial potensial osilator dapat diselesaikan dengan menggunakan teknik yang sering dimanfaatkan dalam memecahkan masalah mekanika kuantum. Banyak masalah dalam fisika osilator harmonik yang dapat dikurangi dengan cara yang tepat. Dalam mekanika klasik,misalnya,dalam memperluas potensi sekitar titik aquilibrum klasik,kita memperoleh potensial harmonikadalah( 𝑘𝑥2

2 ).Persamaan schodinger .Hamiltonian dari osilator harmonik satu dimensi adalah :

𝐻 = 𝑝2 2𝑚 +

𝑘𝑥2

2 (2.10)

Dimana 𝑘 = 𝑚𝜔2, 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙 𝑚 𝑑𝑎𝑛 𝜔 adalah massa osilator dan frekuensi sudut. Kita dapat :

𝐻 = 𝑝2 2𝑚 + 𝑚 𝜔2𝑥2 2 = − ℏ2 2𝑚 𝑑2 𝑑𝑥2 + 𝑚 𝜔2 2 𝑥 2 (2.11)

sehingga persamaan umum Schrödinger adalah : − ℏ2 2𝑚 𝑑2𝜓 (𝑥) 𝑑𝑥2 + 𝑚 𝜔2 2 𝑥 2𝜓 𝑥 = 𝐸𝜓(𝑥) (2.12)

(4)

Solusi fungsi eigen dari persamaan schodingernya adalah : 𝜓𝑛 𝑥 = 1 𝜋𝜆2 1 4 1 2𝑛𝑛 !𝐻𝑛 𝑥 𝜆 𝑒 −𝑥2 2𝜆2 (2.13)

Dimana 𝜆 = ℏ 𝑚𝜔dan 𝐻𝑛(𝑥)adalah polinominal hermit.Nilai eigen dari energy osilator harmonik dapat dituliskan dalam persamaan berikut :

𝐸𝑛 = 𝑛 +1

2 ℏ𝜔 𝑛 = 0,1,2, … … … …(2.14)

2.3 Persamaan schodinger

Dalam kasus fisika kuantum tak relativistik, persamaan utama yang harus dipecahkan adalah adalah suatu persamaan diferensial parsial orde kedua, yang dikenal dengan persamaan schodinger.Seperti halnya dengan hukum newton,kita juga mencari pemecahannya bagi suatu gaya tertentu, namun disini kita lebih menaruh perhatian pada potensialnya ketimbang gayanya. Berbeda dengan hukum newton,pemecahan persamaan schodinger yang disebut fungsi gelombang memberikan informasi tentang prilaku gelombang dari partikel.

Dalam kasus fisika kuantum,persoalannya dicirikan oleh fungsi potensial tertentu.Kita tinggal menuliskan persamaan schodinger bagi potensial tersebut dan mencari pemecahannya. Tentu saja,dalam masing-masing kasus ini,pemecahannya hanya berlaku bagi suatu keadaan situasi tertentu saja untuk situasi yang lain,perlu dicari lagi pemecahan baru bagi persamaan yang berkaitabn dengan situasi tersebut.

Baik hukum newton,persamaan maxwel,maupun persamaan schodinger tidak dapat diturunkan dari seperangkat dasar, namun pemecahan yang diperoleh darinya ternyata sesuai dengan pengamatan percobaan.Persamaan schodinger hanya dapat dipecahkan secara eksak untuk beberapa potensial konstan dan potensial osilator harmonik dan anharmonik.

(5)

Kita bayangkan sejenak bahwa kita adalah Erwin schodinger dan sedang meneliti suatu persamaan diferential yang akan menghasilkan pemecahan yang sesuai bagi fisika kuantum,akan kita dapati bahwa kita dihalangi oleh tidak adanya hasil percobaan yang dapat kita gunakan sebagai bahan perbandingan. oleh karena itu,kita harus merasa puas dengan hal berikut. Kita daftarkan semua sifat yang kita perkirakan akan dimiliki persamaan manakah yang memenuhi semua karakter tersebut.

Kita tidak boleh melanggar hukum kekelan energi. Meskipun kita hendak mengorbankan sebagian besar kerangka fisika klasik,hukum kekelan energy adalah salah satu asas yang kita inginkan tetap berlaku, oleh karena itu kita mengambil :

𝐾 + 𝑉 = 𝐸 (2.15)

Berturut-turut, 𝐾, 𝑉, 𝑑𝑎𝑛 𝐸 adalah energy kinetik, potensial,total. Karena kajian kita tentang fisika kuantum ini dibatasi keadaan takrealistivistik,maka𝐾 =

1 2𝑚𝑣

2 = p2

2m; 𝐸 hanyalah menyatakan jumlah energy kinetik dan

potensial,bukan energy masa relativistik.

Bentuk persamaan diferensial apapun yang kita tulis haruslah taat terhadap hipotesis deBeroglie, Jika kita pecahkan persamaan mematikankannya bagi sebuah partikel dengan momentum

𝑝

,maka pecahan yang kita dapat haruslah berbentuk sebuah fungsi gelombang dengan panjang gelombang

λ

yang sama denganℎ

𝑝

.

Kita mengharapkan pemecahannya memberikan informasi kepada kita tentang probabilitas untuk menemukan partikelnya.Kita akan terperanjat menemukan bahwa,misalnya probabilitasnya berubah secara tidak kontiniu,karena ini bahwa partikelnya menghilang secara tiba-tiba dari suatu titik dan muncul kembali kepada titiknya.Jadi kita syaratkan bahwa fungsinya haruslah bernilai tunggal-artinya, tidak ada yang boleh ada dua probabilitas untuk menemukan

(6)

partikel di suatu titik yang sama. Ia harus pula linier,agar gelombangnya memiliki sifat superposisi yang kita harapkan sebagai milik gelombang yang berprilaku baik. Dengan memilih dalam urutan terbalik,kita akan tinjau terlebih dahulu pemecahan dari persamaan yang sedang kita cari,tentunya kita bisa lihat dari bentuk matematik sebuah gelombang tali yaitu :

𝑌(𝑥, 𝑡) = 𝐴 𝑠𝑖𝑛 (𝑘𝑥 − 𝜔𝑡) (2.16)

oleh karena itu kita postulatkan bahwa gelombang Broglie partikel bebas 𝜓(𝑥, 𝑡),yaitu bentuk dasar sebuah gelombang dengan amplitude A sin (𝑘𝑥 − 𝜔𝑡),yaitu bentuk dasar sebuah gelombang dengan amplitude 𝐴 yang merambat dalam arah 𝑥 positif. Gelombang ini memiliki panjang gelombang 𝜆 = 2π

k dan

frekuensi 𝑣 = 𝜔

2𝜋 . Untuk sementara,kita akan mengabaikan

ketergantungannyapada waktu,dan membicarakan keadaan gelombang ini pada suatu keadaan tertentu, katakanlah 𝑡 = 0. jadi,dengan mendefinisikan 𝜓(𝑥) sebagai 𝜓(𝑥, 𝑡 = 0 ), maka :

𝜓(𝑥) = 𝐴 𝑠𝑖𝑛 𝑘𝑥

(2.17)

persamaan diferensial, yang pemecahannya adalah 𝛹 𝑥, 𝑡 ,dapat mengandung turunan terhadap 𝑥 atau 𝑡 tetapi,ia haruslah hanya bergantung pada pangkat satu dari

𝜓

dan turunan-turunannya,sehingga suku seperti 𝜓2atau

(

𝜕ψ

𝜕t)

2tidak boleh muncul,(ini sebagai akibat dari anggapan kita tentang sifat linier

dan bernilai-tunggal dari persamaan dan pemecahannya). Persamaan ini haruslah mengandung potensial

𝑉

,jika

𝑉

yang muncul berpangkat satu, maka agar taat asas kekelan energy ( 𝑉 + 𝐾 = 𝐸 ),𝐾 harus pula muncul dalam bentuk pangkat satu. Di depan telah kita dapati bahwa 𝐾 = ℏ

2k2

2m sehingga satu-satunya cara untuk

(7)

kedua dari 𝛹 𝑥 = 𝑎 sin 𝑘𝑥 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝 𝑥 .𝑑2𝜓

𝑑𝑥2 = − 𝑘2𝜓 = -

2m

ℏ2 𝑘𝜓 = -

2𝑚

ℏ2 ( 𝐸 − 𝑉) 𝜓,Persamaan schodinger bebas waktu dapat dituliskan sebagai

berikut : ℏ2 2m d 2ψ dx2 + 𝑉(𝑥)𝜓 = 𝐸𝜓 (2.18) dengan : ℏ = 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑡𝑎 𝑝𝑙𝑎𝑛𝑐𝑘 𝑝𝑒𝑟 2𝜋 𝑚 = 𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑖𝑘𝑒𝑙 𝜓 = 𝐹𝑢𝑛𝑔𝑠𝑖 𝑔𝑒𝑙𝑜𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑉 = 𝐸𝑛𝑒𝑟𝑔𝑖 𝑝𝑜𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖𝑎𝑙 𝐸 = 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑦 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝜓

2.4Metode Operator Untuk Osilator Harmonik

Fungsi eigendapat dianggap sebagai basis ortonormal dari vektor-vektor satuan dalam ruang vektor 𝑛 −dimensi yang diperoleh dengan memecahkan persamaan Schrödinger.Disini kita akan melangkah lebih jauh. Kita akan menemukan spektrum eigen dan fungsi eigen menggunakan operator yang sendirian. Operator menurunkan dan menaikkan,

𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑎

+, maka :

𝑎 = 𝑚𝜔 2ℏ 𝑥 + 𝑖𝑝 𝑚𝜔 (2.19) 𝑎+ = 𝑚𝜔 2ℏ 𝑥 − 𝑖𝑝 𝑚𝜔 (2.20)

operator ini adalah alat yang berguna untuk representasi fungsi eigen dari osilator harmonik. Perhatikan bahwa Hamiltonian dari osilator harmonik dapat ditulis sebagai berikut :

(8)

𝐻+ = ℏ𝜔 𝑎+𝑎 +1

2 (2.21)

𝐻 = ℏ𝜔 𝑎𝑎+−1

2 (2.22)

dapat dibuktikan bahwa hubungan pergantian operator ini sebagai berikut :

𝑎, 𝑎+ = 1 (2.23)

𝐻, 𝑎 = − ℏ𝜔𝑎 (2.24)

𝐻, 𝑎+ = ℏ𝜔𝑎+ (2.25)

2.5Algoritma matematika ;

Dalam persamaan orde ke dua :

𝑑2𝑦 𝑑𝑥2 + 𝑘

2 (𝑥) 𝑦 = 𝑆 (𝑥) (2.26)

Dengan

𝑠(x)

adalah ketidak homogenan dan

𝑘

2fungsi real. Saat

𝑘

2positif maka persamaan homogen akan bersosialisasi dengan bilangan gelombang k sedangkan saat

𝑘

2 negatif maka solusinya akan berubah menjadi

(- 𝑘

2

)

1/2

. System ini adalah merupakan persamaan schodinger bebas waktu karena dengan 𝜎 adalah error local. Saat 𝑆(𝑥) = 0dan 𝑘2= 2m

ℏ (𝐸 − 𝑉(𝑥) ). Skema ini dapat lebih disederhanakan menjadi :

𝑌

n+1 = 2yn − yn-1 +

2𝑚

(9)

2.6 Polinominal Hermi

t

Polinominal hermit 𝐻𝑛(𝑥) adalah adalah polinomial derajat 𝑛 yang simetris genap 𝑛 dan antisimetrik untuk 𝑛 ganjil,Solusi persamaan diferensial polinominal hermit adalah : 𝑑2𝐻𝑛 𝑥 𝑑𝑥2 + 2𝑥 𝑑𝐻𝑛 𝑥 𝑑𝑥 − 2𝐸𝑛 ℏ𝜔 − 1 𝐻𝑛 𝑥 = 0 (2.28)

Persaamaan ini dapat kita tuliskan kembali :

𝑑2𝐻𝑛 𝑥

𝑑𝑥2 − 2𝑥

𝑑𝐻𝑛 𝑥

𝑑𝑥 + 2𝑛𝐻𝑛 𝑥 = 0 (2.29)

Polinominal hermit juga memenuhi hubungan berikut :

𝑑𝐻𝑛 𝑥

𝑑𝑥 = 2𝑛𝐻𝑛−1 𝑥 (2.30)

Dan

𝐻𝑛+1 𝑥 = 2𝑥𝐻𝑛 𝑥 – 2𝑛𝐻𝑛−1 𝑥 (2.31)

2.7 Operator Fungsi Gamma

FungsiGammadanBetamerupakanfungsifungsiistimewayangseringmunculdalampe mecahanpersamaandifferensial,prosesfisika,perpindahanpanas,gesekansumberbun yi,rambatangelombang,potensialgaya,persamaangelombang,mekanikakuantum,da nlainnya.Di dalam matematika, fungsi gamma (disajikan oleh huruf kapital Yunani Γ) merupakan ekstensi atau perluasan dari fungsifaktorial,dengan argumennya digeser turun oleh 1,ke bilangan real dan kompleks. Yaitu,jikan adalah bilangan bulatpositif, maka:

(10)

Fungsi gamma didefinisikan untuk semua bilangan kompleks, kecuali bilangan bulat negatif dan nol. Untuk bilangan kompleks yang bagian realnya positif, fungsi gamma terdefinisi melalui sebuah integral takwajar yang konvergen.Fungsi integral ini diperluas oleh kekontinuan analitik terhadap semua bilangan kompleks, kecuali bilangan bulat tak-positif (di mana fungsi ini memiliki kutub-kutub yang sederhana),menghasilkan fungsi meromorfik yang kita sebut fungsi gamma.Fungsi gamma adalah sebuah komponen di dalam berbagai fungsi distribusi peluang, dan dengan demikian fungsi gamma dapat diterapkan pada cabang peluang dan statistika.

2.8Fungsi Delta Diract

Fungsi delta dirac sering kali ditemukan pada fenomena – fenomena fisika tetapi maknanya tidak seperti fungsi yang dikenal dalam matematika. Pada tulisan ini, akan dibahas beberapa fungsi sederhana yang digunakan untuk menghampiri “fungsi” delta direc dan untuk memperlihatkan sifat unik dari “fungsi” ini.Dalam beberapa fenomena fisika,kita akan berhubungan dengan kejadian yang sifat impulsive ( hal yang terjadi pada selang waktu yang singkat. Sebagai contoh, saat bola golf dipukul dengan stik, kejutan listrik, tumbukan massa, transfer panas, dan sebagainya. Pada kasus bola golf yang dipukul dengan stik, bola yang dipukul tentunya tidak akan menempel pada alat pemukul untuk jangka waktu yang lama.Misalnya fungsi (𝛿(𝑡) menyatakan besarnya gaya yang diberikan stik terhadap bola yang bekerja pada saat t= 𝑡𝑜, maka akan diperoleh nilai 𝛿 𝑡 = 0 untuk t< 𝑡0 maupun t> 𝑡0, sedangkan reaksi dari gaya ini dapat dituliskan setelah dinormalisasi sebagai :

𝛿 𝑡 𝑑𝑡 = 1

−∞ (2.33)

Fungsi Delta Dirac pertama kali diperkenalkan oleh fisikawan inggis Paul. A. M. Dirac (1902-1982). Untuk menggambarkan suatu keadaan fenomena fisika yang memiliki nilai pada suatu titik (singular pada satu titik),namun nilai pada titik yang lain sama dengan nol. Di samping itu, integral “fungsi” tersebut sepanjang

(11)

interval domainnya sama dengan satu. Dirac menggunakan symbol 𝛿 untuk menggambarkan “fungsi”nya tersebut.Misalkan t = 0 adalah titik saat nilai “fungsi” Dirac Delta tidak sama dengan nol, maka “fungsi” Delta Dirac dalam notasi matematika dapat dituliskan sebagai berikut :

𝛿 𝑡 = ∞, 𝑡 = 0

0, 𝑡 ≠ 0 (2.34) dan

𝛿 𝑡 𝑑𝑡 = 1−∞ (2.35)

Potensial delta adalah potensial yang diturunkan dari fungsi delta Dirac 𝛿(x).Potensial ini bernilai nol di seluruh titik kecuali satu titik.Persamaan schodinger pada fungsi gelombang 𝜓(𝑥) dari sebuah partikel dalam satu dimensi dalam 𝑣potensial (𝑥)adalah :

− ℏ2 2𝑚

𝑑2𝜓

𝑑𝑥2 𝑥 + 𝑉 𝑥 𝜓 𝑥 = 𝐸𝜓 𝑥 (2.36)

Potensial delta dapat ditulis:

V(x) = g 𝛿(x-x0) (2.37)

Dengang adalah kontsanta pasangan (pairing constant).Jika potensial merupakan sumur potensial Dirac, maka bernilai positif.Dimana gdisebut konstanta pairing delta potensial jika bernilai negatif dan disebut konstanta pairing gangguan jika bernilai positif.Fungsi potensial delta direct memiliki fungsi transcendent yang memili nilai eigen 𝑣,dengan𝑣 adalah nilai vibrasi dari soilator harmonic yang diganggu oleh potensial delta direct. sehingga dapat dituliskan 𝑣 = 𝑛.Fungsi transcentdent dapat dirumuskan sebagai berikut :

(12)

𝐹 ≡ 𝑣 – 𝑔 Γ(𝑎)

Γ(𝑏)= 0 (2.38)

2.9FungsiHipergeometrik

Dalam matematika, sebuah fungsi hipergeometrik adalah solusi dari konfluen persamaan hipergeometrik, yang merupakan sebuah bentuk dari persamaan diferensial hipergeometrik di mana dua dari tiga singularitas biasa bergabung menjadi sebuah singularitas tidak teratur. Istilah "konfluen" mengacu pada penggabungan titik tunggal keluarga persamaan diferensial; Ada beberapa bentuk standar umum fungsi confluent hipergeometrik:

1. Kummer .fungsi 𝑀 (𝑎, 𝑏, 𝑧), yang diperkenalkan oleh Kummer (1837), merupakan solusi untuk persamaan diferensial Kummer ini.

2. Tricomi's (confluent hypergeometric), Fungsi 𝑈 (𝑎, 𝑏, 𝑧) diperkenalkan oleh Francesco Tricomi (1947), kadang-kadang dilambangkan dengan 𝛹 (𝑎, 𝑏, 𝑧), solusi lain untuk persamaan Kummer.

A. Persamaan Kummer

persamaan Kummer mungkin ditulis sebagai:

𝑧 𝑑2

𝑑𝑧2+ 𝑏 − 𝑧

𝑑𝑤

𝑑𝑧 − 𝑎𝑤 = 0, (2.39)

dengan titik singular reguler di 𝑧 = 0 dan titik singular teratur di 𝑧 = ∞, memiliki dua (biasanya) solusi bebas linear M (a, b, z) dan U (a, b, z) .Fungsi Kummer (jenis pertama) M adalah serangkaianhipergeometrik umum diperkenalkan di (Kummer 1837), yang diberikan oleh:

𝑀 𝑎, 𝑏, 𝑧 = 𝑎 𝑛 𝑧𝑛 𝑏 𝑛 𝑛!

(13)

B. Fungsi Tricomi's (konfluent hypergeometrik)

Persamaan kummer adalah urutan kedua harus ada yang lain, independen, solusi. Untuk ini kita biasanya dapat menggunakan fungsi tricomi hipergeometrik 𝑈 (𝑎, 𝑏, 𝑧) diperkenalkan oleh Francesco Tricomi (1947), dan kadang-kadang dilambangkan dengan 𝛹 (𝑎, 𝑏, 𝑧). Fungsi 𝑈 didefinisikan dalam hal Kummer fungsi 𝑀oleh:

𝑈 𝑎, 𝑏, 𝑧 = Γ(1−𝑏) Γ 𝑎−𝑏+1 𝑀 𝑎, 𝑏, 𝑧 + Γ 𝑏−1 Γ 𝑎 𝑧 1−𝑏𝑀 𝑎 − 𝑏 + 1,2 − 𝑏, 𝑧 (2.41)

Fungsi confluent hipergeometrik dapat digunakan untuk memecahkan konfluen diperpanjang Hipergeometrik Persamaan yang bentuk umum diberikan sebagai:

𝑧

𝑑2𝑤 𝑑𝑧2

+ 𝑏 − 𝑧

𝑑𝑤 𝑑𝑧

𝑎

𝑚

𝑧

𝑚 𝑀 𝑚 =0

𝑤 = 0

(2.42)

Jadi konfluen Hipergeometrik Fungsi dapat digunakan untuk memecahkan "paling" orde kedua persamaan diferensial biasa yang koefisien variabel semua fungsi linear dari z; karena mereka dapat ditransformasikan ke Extended konfluen Hipergeometrik Equalition.w (z) adalah fungsi konfluen batas hipergeometrik :

Zw”(z) + Cw’(z) + (E - 1

2𝐶𝐷)𝑤 𝑧 = 0. (2.43)

2.10. Fungsi Weber-Hermit

Fungsi weber terkait dengan solusi yang diperoleh saat memisahkan persamaan Laplace atau persamaan Helmholtz dalam fungsi silinder parabola.

(14)

persamaan weber diberikan dalam beberapa bentuk. kita menggunakan definisi bulan dan spencer :

𝑑2𝐷𝑣 𝑧 𝑑𝑧2 + 𝑣 + 1 2− 1 4𝑧 2 𝐷 𝑣 𝑧 = 0 (2.44)

Solusi dari 𝐷𝑣 𝑧 adalah disebut silinder parabola atau Fungsi Weber-hermite . Moon dan spencer diberi tanda solusi 𝑤(𝑣, 𝑧).

𝑑2𝐴

𝑑𝑡2 + (2𝑣 + 1 − 𝑡

2 ) 𝐴 = 0 (2.45)

b. Fungsi weber

solusi untuk persamaan weber di atas dapat berhubungan dengan fungsi confluent hipergeometrik. 𝑦 𝑧 = 𝑒𝑥 24𝑢 𝑧 , 𝑡 =𝑧 2 2 𝑘𝑖𝑡𝑎𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ ∶ 𝑡𝑑2𝑢 𝑑𝑡2 + 1 2− 𝑡 𝑑𝑢 𝑑𝑡 − 1 2𝑎 + 1 4 𝑢 = 0 (2.46)

dari perbandingan dengan persamaan konfluent hipergeometrik dengan𝛼 =𝑎 2+ 1

4, 𝛾 = 1

2.Persamaan(2.46) mempunyai solusi :

𝑦1 𝑧 = 𝑒−𝑥 24𝑀 𝑎 2+ 1 4 , 1 2, 𝑧2 2 (2.47) 𝑦2 𝑧 = 𝑒−𝑥 24𝑀 𝑎 2+ 3 4 , 3 2, 𝑧2 2 (2.48)

(15)

yang menunjukkan keunikan non ekspresi. satu juga dapat memperoleh hubungan lain jika seseorang memilih :

𝑦 𝑧 = 𝑒𝑥 24𝑢 𝑧 , 𝑡 = −𝑧 2

2

persamaan konfluent hipergeometrik dengan𝛼 = −𝑎 2+ 1 4, 𝛾 = 1 2.dan solusinya menjadi : 𝐷𝑣 𝑧 = 2𝑣2𝑒− 𝑧2 4 Γ 12 Γ 12−v2 𝑀 – 𝑣 2, 1 2, 𝑧2 2 + 𝑧 2 1 2 Γ −12 Γ −𝑣2 𝑀 1 2− 𝑣 2, 3 2, 𝑧2 2 (2.57)

Gambar

Gambar 2.1. Sistem pegas bermassa sederhana untuk partikel
Gambar 2.2. Grafik x vs t osilator sederhana dengan konstanta fase f periode T

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan dalam penelitian ini adalah suatu kebijakan kepala sekolah dalam upaya mengelola Sumber Daya Manusia Pendidikan yang diatur dalam Permendiknas No 19

Berkait dengan kepribadian tokoh yang terepresentasi melalui tokoh Santiago dalam novel Sang Alkemis, dapat memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap pembaca dalam

Pada bagian ini dibahas mengenai konsep tentang derivatif parsial, diferensiasi total, derivatif total, dan derivatif total parsial, dan derivatif fungsi implisit untuk

Dalam kedudukannya sebagai pengelola barang, dan dihubungkan dengan amanat pasal 6 ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2003, Gubernur juga berwenang mengajukan usul untuk

Dalam melakukan penyimpanan kemasan limbah B3-nya, PT Pertamina (Persero) RU-IV Cilacap sudah menerapkannya di ketiga bagian gudang limbah B3. Akan tetapi peletakan kemasan

Dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pemerintah Kecamatan Buntu Batu menyambut gembira terbitnya buku Kecamatan Buntu Batu Dalam Angka Tahun 2013 yang merupakan

Pendapatan ini terutama berasal dari Anak Perusahaan PT Rasuna Residence Development (RRD) dengan produknya Aston Rasuna Hotel, The Grove Suites, Neo Awana Hotel dan Indies

Penurunan nilai k eff yang terjadi dari fraksi packing TRISO 15% sampai 30% karena rasio jumlah partikel TRISO lebih besar daripada volume matriks grafit dalam bahan bakar pebble