• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia dan melupakan yang dahulu. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita dan sumber daya alamnya. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.

Irian Barat,atau Papua sekarang,adalah wilayah bagian paling timur Indonesia yang memiliki pemandangan dan pesona alam yang menarik segingga mengundang orang dari seuruh negri untuk datang dengan berbagai alasan atau tujuan. Pulau ini menyimpan kekayaan alam yang sangat melimpah danmempesona termasuk flora dan fauna yang berbeda dengan pulau pulau lain di indonesia karna sifat nya yang masih alami. Burung Cendrawasih adalah salah satu ikon yang terkenal dari pulau di ujung Timur wilayah Indonesia ini.Pada saat itu Irian Barat menjadi bagian akhir wilayah yang termasuk ke dalam yuridiksi (peraturan) Belanda yakni setelah tahun 1898 .Kekayaan laut yang dimiliki wilayah tersebut adalah mutiara dan hal tersebut menjadai daya tarik Belanda untuk menguasai daerah tersebut dan juga menguasai perdagangan antar pulau dengan pulau pulau di sekitarnya, kepulauan maluku, sulawesi, atau kalimantan.

Irian Barat atau Papua kembali menjadi bahan pembicaraan di tingkat nasional dan internasional ketika Beladan menyerahkan kedaulatanya kepada Indonesia pada 27 Desmber 1949,tetapi penyerahan ini tidak memasukan Irian Barat di dalamnya.Soal inilah yang menjadi kerikil politik di antara kedua negara yakni Indonesia-Belanda hingga bertahun-tahun kemudian.Perseteruan yang tak kunjung berakhir ini kemudian telah mengundang pihak ke tiga untuk menyelesaikan kendala kendala diplomatis di antara Indonesia dan Belanda dalam penyelesaian masalah

(2)

Papua.Salama rentang waktu perjuangan mengembalikan wilayah Papua ke wilayah RI,salah satu sosok yang berperan penting di dalamnya adalah Machmud Rumagesan,Raja dari wilayah Sekar (Fak-Fak)yang bergelar raja AI Alam Ugar Sekar.Aktifitas politik Rumagesan dalam rangka perjuangan irian telah menggiring dirinya menjadi penghuni penjara di berbagai kota antara lain di Irian dan Suawalaisi Selatan. Sosoknya sebagai pejuang dan perannanya dalam masalah pembebasan Irian Barat tidak banyak di sebut dalam berbagai keustakaan tentang pembebasan Irian Barat dari belenggu kekuasaan Belanda.

Judul proposal ini dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap sumber daya alam,sejarah,dan tokoh di balik perjuangan Irian Barat.

1.2 Lingkup Proyek Tugas Akhir

Penulis membatasi lingkup proyek tugas akhir ini hanya sebatas edukasi dan pengetahuan akan pembebasan Irian Barat dari Belanda, dan dengan menggunakan pendekatan disiplin ilmu Animasi yang dibuat dengan 2D (motion graphic) Animation dengan sedikit dialog dan narasi atau tulisan. Menceritakan tentang perjuangan memperebutkan Irian Barat.

(3)

3 2.1 Sumber Data

Data data animasi edukasi ini didapat dari berbagai media seperti buku, internet,dan video. Semua sumber merupakan bahan-bahan yang membatu penulis untuk memperkuat data untuk cerita dan visual dalam pembuatan dokumenter.

2.1.1 Buku

1. Desain Komunikasi Visual ; Dasar-dasar panduan untuk pemula;Lia Anggraini S ; 98 halaman

2. Machmud Singgirei Rumagesan (Pejuang Integrasi Papua);Rosmaida Sinaga dan Abdul Syukur;137 halaman.

Menceritakan tentang perjaungan Machmud Rumagesan untuk memperebutkan kembali Irian Barat ke Indonesia.

Machmud Rumagesan adalah seorang Raja dari kerajaan Sekar, nama lengkap beliau adalah Machmud Singgirai Rumagesan dan lahir pada tanggal 27 Desember 1885 di kampung Sekar Distrik Kokas,dan menganut agama Muslim.

3. Sejarah Dan Pengetahuan Dunia Abad 20 ; Hoeda Manis ; 672 halaman

2.1.2 Internet

1. Perjuangan Merebut kembali Irian Barat

• Perjuangan Melalui Diplomasi:

Sekalipun pada tanggal 17 Agustus 1950 terjadi perubahan ketatanegaraan di Indonesia dari RIS menjadi NKRI, tetapi masalah Irian Barat belum terselesaikan. Berikut ini beberapa langkah diplomasi dalam penyelesaian Irian Barat:

a. Tanggal 4 Desember 1950 diadakan konferensi Uni Indonesia Belanda. Dalam konferensi itu Indonesia mengusulkan agar Belanda menyerahkan Irian Barat secara de jure. Namun ditolak oleh Belanda.

b. Pada bulan Desember 1951 diadakan perundingan bilateral antara Indonesia dan Belanda. Perundingan ini membahas

(4)

pembatalan uni dan masuknya Irian Barat ke wilayah NKRI, namun gagal.

c. Pada bulan September 1952, Indonesia mengirim nota politik tentang perundingan Indonesia Belanda mengenai Irian Barat, namun gagal.

d. Perjuangan Diplomasi Tingkat Internasional:

1. Dalam Konferensi Colombo bulan April 1954, Indonesia memajukan masalah Irian Barat. Indonesia berhasil mendapat dukungan.

2. Pada tahun 1954 Indonesia mengajukan masalah Irian Barat dalam sidang PBB. Namun mengalami kegagalan karena tidak memperoleh dukungan yang kuat.

3. Dalam KAA tahun 1955 Indonesia mendapat dukungan dalam masalah Irian Barat.

Hingga tahun 1956, perundingan antara Indonesia dan Belanda mengenai masalah Irian Barat mengalami kegagalan. Karena mengalami kegagalan dan tidak ada itikad baik dari Belanda untuk menyelesaikannya, maka pemerintah Indonesia mengambil jalan konfrontasi.

• Perjuangan melalui Konfrontasi:

Pemerintah Indonesia secara bertahap mulai mengambil langkah yang konkrit dalam pembebasan Irian Barat. Langkah-langkah tersebut dilakukan melalui konfrontasi ekonomi, politik, dan militer.

a. Konfrontasi Ekonomi

Sejak tahun 1957 Indonesia melancarkan aksi konfrontasi dalam upaya pembebasan Irian Barat. Jalan konfrontasi yang pertama ditempuh adalah konfrontasi bidang ekonomi. Bentuk konfrontasi ekonomi dilakukan dengan tindakan-tindakan berikut:

1. Nasionalisasi de javasche Bank menjadi Bank Indonesia tahun 1951.

2. Pemerintah Indonesia melarang maskapai penerbangan Belanda (KLM) melakukan penerbangan dan pendaratan di wilayah Indonesia.

(5)

3. Pemerintah Indonesia melarang beredarnya terbitan berbahasa Belanda.

4. Pemogokan buruh secara total pada perusahanperusahaan Belanda di Indonesia yang memuncak pada tanggal 2 Desember 1957.

5. Semua perwakilan konsuler Belanda di Indonesia dihentikan mulai 5 Desember 1957.

Pada saat itu juga dilakukan aksi pengambilalihan atau nasionalisasi secara sepihak terhadap perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Netherlandsche Handel Maatscappij (NHM) menjadi Bank Dagang Negara, Bank Escompto, dan percetakan de Unie.

Tindakan Indonesia yang mengambil alih seluruh modal dan perusahaan Belanda menimbulkan kemarahan Belanda, bahkan negara-negara Barat sangat terkejut atas tindakan Indonesia tersebut. Akibatnya hubungan Indonesia-Belanda semakin tegang, bahkan PBB tidak lagi mencantumkan masalah Irian Barat dalam agenda sidangnya sejak tahun 1958.

b. Konfrontasi Politik

Di samping melalui konfrontasi ekonomi, pemerintah RI juga melakukan konfrontasi politik. Pada tahun 1956 secara sepihak Indonesia membatalkan hasil KMB yang dikukuhkan dalam UU No 13 tahun 1956. Kemudian untuk mengesahkan kekuasaannya atas Irian Barat, maka pada tanggal (Maluku) 17 Agustus 1956 pemerintah Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukotanya Soa Siu, Tidore. Wilayahnya meliputi wilayah yang diduduki Belanda serta daerah Tidore, Oba, Weda, Patani, dan Wasile. Gubernurnya yang pertama adalah Zainal Abidin Syah.

Selanjutnya dibentuk Partai Persatuan Cenderawasih dengan tujuan untuk dapat segera menggabungkan wilayah Irian Barat ke dalam RI. Pada tanggal 4 Januari 1958 pemerintah membentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB). Tujuannya untuk mengerahkan massa dalam upaya pembebasan Irian Barat. Ketegangan Indonesia-Belanda makin memuncak ketika Indonesia

(6)

memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda pada tanggal 17 Agustus 1960.

c. Konfrontasi Militer

Untuk meningkatkan perjuangan, Dewan Pertahanan Nasional merumuskan Tri Komando Rakyat (TRIKORA) yang dibacakan Presiden Soekarno tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta.

http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/perjuangan-bangsa-indonesia-merebut.html

2. Tri Komando Rakyat

Kami Presiden Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia dalam rangka politik konfrontasi dengan Belanda untuk membebaskan Irian Barat, telah memberikan instruksi kepada Angkatan Bersenjata untuk pada setiap waktu yang kami akan tetapkan menjalankan tugas kewajiban membebaskan Irian Barat Tanah Air Indonesia dari belenggu kolonialisme Belanda.

Dan kini, oleh karena Belanda masih tetap mau melanjutkan kolonialisme di tanah air kita Irian Barat, dengan memecah belah Bangsa dan Tanah Air Indonesia, maka kami perintahkan rakyat Indonesia, juga yang berada di daerah Irian Barat, untuk melaksanakan Tri Komando sebagai berikut:

1. Gagalkan pembentukan “Negara Boneka Papua” buatan Belanda kolonial.

2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia. 3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan

kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.

http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/perjuangan-bangsa-indonesia-merebut.html

3. Tri Komando Rakyat (Trikora)

Dalam rangka mempersiapkan kekuatan militer untuk merebut Irian barat, Pemerintah Republik Indonesia mencari bantuan senjata keoada luar negeri. Pada mulanya pemberlian senjata diharapkan

(7)

berasal dari Negara-negara Barat terutama pada Negara Amerika Serikat. Namun harapan itu tidak terwujud. Kemudian Pemerintah mengalihkan pembelian senjata kepada Negara-negara komunis dibawah pimpinan Uni Sovyet. Pada bulan desember 1960, Msi Indonesia dibawah pimpinna Menteri Keamanan Nasional /KASAD A.H Nasution pergi ke Moskow. Misi ini berhasil mengadakan perjanjian pembelian senjata. Setelah itu menyusul misi kedua tahun 1961 dan misi ketiga.

Belanda mulai menyadari bahwa jika Irian Barat tidak diserahkan secara damai kepada Indonesia, maka Indonesia akan berusaha membebaskannya secara militer (operasi militer). Ada tanggal 19 desember Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah dalam rangka perjuangan pembebasan Irian Barat yang dikenal dengan nama Tri Komando Rakyat (Trikora).

Isi Trikora itu adalah sebagai berikut :

1. Gagalkan pembentukan Negara papua bikinan Belanda Kolonial

2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia

3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum untuk mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air Indonesia.

Realisasi pertama dari Trikora adalah pembentukan Komando Operasi Militer yang diberi nama Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Komando Mandala dibentuk pada tanggal 2 Januari 1962 dengan komandannya Mayjen Soeharto. Dengan berbekal tekad dan semangat untuk membebaskan Irian Barat dari cengkraman colonial Belanda,

Komando Mandala melakukan tugas-tugas sebagai berikut : 1. Merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan

operasi-oprasi militer dengan tujuan pengembalian wilayah propinsi Irian Barat ke dalam wilayah kekuasaan Negara Republik Indonesia. 2. Mengembangkan situasi di wilayah Propinsi Irian Barat sesuai

dengan taraf perjuangan diplomasi dan dalam waktu yang singkat agar wilayah Irian Barat dapat diciptakan secara de facto

(8)

wilayah-wilayah yang bebas atau diddukkan unsure-unsur kekuasaan pemerintah daerah Republik Indonesia.

Dengan tugas yang cukup berat itu, Komando Mandala merencanakan tiga fase dalam pembebasan Irian Barat. Ketiga fase itu adalah fase infiltrasi, fase eksploitas dann fase konsolidasi.

Dalam tahap ini pula, Telah gugur putra terbaik Indonesia yakni Deputi 1 Kasal Komodor Yos Sudarso dan Kapten Wiratno sebagai Komandan Kapal Macan Tutul. Mereka gugur beserta tenggelamnya kapal yang mereka tumpangi karena karena pertempuran di Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962.

http://id.shvoong.com/exact-sciences/2146573-tri-komando-rakyat-trikora/

4. Patung Pembebasan Irian Barat

Patung terbuat dari perunggu dengan berat kurang lebih 8 ton Tinggi patung dari kaki sampai kepala 9 meter, tinggi keseluruhan sampai ujung tangan kurang lebih 11 meter. Tinggi kaki patung (voetstuk) 20 meter terhitung dari jembatan, sedangkan dari landasan bawah 25 meter.Pelaksana PN Hutama Karya dengan arsitek Silaban. Pelaksana pematung: Team pematung Keluarga Arca Yogyakarta.

Patung ini ditempatkan di Lapangan Banteng, karena lokasi ini strategis dan luas, memenuhi persyaratan untuk penempatan patung setinggi ini. Lapangan Banteng pada waktu itu merupakan pintu gerbang bagi tamu-tamu yang datang dari lapangan terbang Kemayoran. Sehingga penempatan Patung Pembebasan Irian Barat akan menimbulkan kesan estetis dan historis bagi ibukota Jakarta.

Lama pembuatan kurang lebih 1 tahun

Diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1963 oleh Bung Karno

http://ariesaksono.wordpress.com/2008/11/12/patung-pembebasan-irian-barat/

2.1.3 Video

Referensi Video yang dipergunakan sebagai pendukung sumber data umum dan pembandig visual diantaranya adalah : Tri Komando Rakyat (TRIKORA), Pembebasan Irian Barat, Sukarno pada Pembebasan Irian Barat.

(9)

Short Documentary about Stop Motion,Tan Malaka; konseptor bangsa yang di bungkam.

Salah satu print screen dari beberapa refrensi video Tan Malaka

Gambar 1: Print screen refrensi video Tan Malaka (sumber data pribadi)

2.2 Data Umum 2.2.1 Animasi

Animasi, atau yang lebih akrab dengan sebutan film animasi adalah hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada

(10)

awal penemuannya, untuk membuat film animasi ini dibutuhkan berlembar-lembar kertas yang kemudian di putar untuk memunculkan efek gambar bergerak. Dewasa ini, dengan bantuan teknologi komputer, pembuatan film animasi menjadi lebih mudah dan cepat.

Salah satu bentuk animasi tertua adalah wayang kulit, wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog serta ilustrasi musik.

http://kristio-m--fst08.web.unair.ac.id/artikel_detail-24315-Umum-Animasi.html

2.2.1.1 Sejarah Animasi

Animasi ternyata sudah ada sejak jama prasejarah. Hal ini dibuktikan oleh penemuan lukisan dinding gua Altamira di Spanyol. Dalam beberapa lukisan pada jaman itu, manusia purba berupaya menggambarkan sebuah gerakan. Lukisan tersebut berupa lukisan binatang yang digambarkan dengan kaki yang banyak. Hal ini sebagai bukti, bahwa mereka berupaya untuk membuat kesan seolah-olah binatang tersebut sedang berlarian.

Perkembangan animasi ini berlanjut hingga masa peradaban Mesir kuno. Pada masa peradaban Mesir kuno, Pharaoh Ramses II membangun sebuah kuil untuk Dewa Isis. Tidak seperti pada kuil-kuil lain , dalam kuil Dewa Isis tersebut terdapat beberapa tiang yang terdapat relief figur dewa, dalam urutan gerakan yang runut.

Kemudian pada masa peradaban Yunani kuno, terdapat kendi. Kendi-kendi ini dilukis dengan figur-figur tokoh dalam tahapan gerakan yang mengelilingi kendi. Jika kendi diputar, maka akan memberikan efek gerakan. Ada pula wayang, wayang kulit yang dimainkan oleh dalang dengan efek-efek suara berupa gamelan dan alur cerita yang sangat kuat. Wayang kulit adalah bentuk animasi pertama yang sudak dikatakan lengkap, dimana unsur-unsur animasi adanya gambar yang bergerak, alur cerita dan efek suara sudah terpenuhi.

Joseph Plateu (1826) dengan Phenakistoscope, yang berupa sebuah kepingan gambar, dan di sisi lain terdapat kepingan dengan lubang-lubang di sekitarnya. Ketika kepingan gambar tersebut diputar,

(11)

melalui lubang yang telah disediakan, akan terlihat rangkaian gambar tersebut bergerak. Ada pula Zeotrope (Pierre Desvignes – 1860), hampir sama dengan Thaumatrope, Zoetrope berupa rangkaian gambar yang dimasukkan dalam sebuah tabung, dibagian lain dari tabung diberi lubang untuk melihat gambar. Ketika tabung digerakkan, maka gambar tersebut akan terlihat bergerak.

Paul Roget pada tahun 1828, membuat sebuah alat yang disebut Thaumatrope yang merupakan alat yang sangat sederhana, berupa sebuah kepingan yang memiliki dua gambar, di satu sisi bergambar burung dan sisi lain bergambar sangkar. Kepingan tersebut pada kedua sisinya diberi pegas atau tali yang fungsinya untuk memutar. Jika kepingan berputar, maka akan terlihat seekor burung yang ada didalam sangkar.

Perkembangan animasi selanjutnya, lebih ditekankan pada aspek keilmuan, dan mulai merambah bidang teknologi, meskipun dengan hasil yang sangat sederhana. Thomas Alfa Edison (1860), dengan lampu pijarnya mengemukakan sebuah teori yang dikenal dengan “The Persistance of Vision”. Inti dari teori tersebut adalah, jika kita melihat sebuah gambar, maka citra gambar tersebut akan terekam dalam retina manusia dalam 1/10 detik sebelum citra gambar tersebut benar-benar menghilang.

Selanjutnya penemuan film proyektor oleh Thomas Alfa Edison, membuka peluang baru untuk menciptakan gambar yang bergerak. Maka setelah itu, mulai bermunculan film-film animasi pendek seperti Homourous Phases of Funny Face (Stuart Blackton – 1906), Gartie The Dinosaur (Winsor McCay – 1914), Felix the Cat (Otto Massmer – 1919), Flowers and Tree (Walt Disney – 1932).

http://jagadgrafis.blogspot.com/2012/07/animasi-sejarah-dan-perkembangannya.html

2.2.1.2 Sejarah Animasi di Indonesia

Di Indonesia animasi sudah ada sejak 4 hingga 3 juta tahun yang lalu dengan penemuan lukisan animasi pada Gua Leang-Leang (Sulawesi), Kalimantan Timur, serta gua-gua yang amsih murni tersimpan di alam Papua. Kemudian, di Pulau Jawa, sejak zaman dulu

(12)

sudah ada seni, yakni seni memainkan Wayang Kulit dan beberapa jenis wayang lainnya. Wayang kulit dapat dikategorikan sebagai salah satu pelopor film animasi dunia dengan teknik penangkapan siluet bayangan (menghidupkan bayangan) sebagai hasil jadinya.

Pada tahun 1933, di Indonesia banyak koran local yang memuat iklan Walt Disney. Kemudian pada tahun 1955, Presiden Soekarno yang sangant menghargai seni mengirim seorang seniman bernama Dukut Hendronoto (Pak Ook) untuk belahar animasi di studio Walt Disney. Setelah belajar selama 3 bulan, ia kembalu dan membuat film animasi pertama bernama “Si Doel Memilih”. Film animasi 2D tentang kampanye pemilihan umum pertama di Indonesia itu menjadi tonggak dimulainya animasi modern di negeri ini.

Pada tahun 70-an terdapat studio animasi di Jakarta bernama Anima Indah yang didirikan oleh seorang warga Amerika. Anima Indah termasuk yang mempelopori animasi di Indonesia karena menyekolahkan krunya di Inggris, Jepang, Amerika dan lain-lain.

Pada era tahun 80-an ditandai sebagai tahun maraknya animasi di Indonesia. Beberapa studio animasi lahir, seperti Asiana Wang Animation yang bekerjasama Wang Film Animation, Evergreen, Marsa Juwita Indah, Red Rocket Animation Studio di Bandung, bening studio di Yogya karta dan Tegal Kartun di Tegal.

Pada era tahun 90-an sudah banyak bertaburan berbagai film animasi. Dan pada tahun 1998 mulai bermunculan film-film animasi yang berbasis cerita rakyat seperti Bawang Merah dan Bawang putih, TImun Mas dan petualangan si Kancil. Dan pada era 90-an ini terdapat banyak animator local yang menggarap animasi terkenal dari Negara Jepang seperti Doraemon dan Pocket Monster.

Lalu pada era 2000-an, diantara sekian banyak studio animasi di Indonesia, Red Rocket Animation termasuk yang paling produktif. Pada Tahun 2000 Red Rocket memproduksi beberapa serial animasi TV seperti Dongeng Aku dan Kau, Klilip dan Puteri Rembulan, Mengapa Domba Bertanduk dan Berbuntut Pendek, Si Kurus dan Si Macan. Pada masa ini serial animasi cukup populer karena sudah menggabungkan 2D animasi dengan 3D animasi. Lalu pada tahun 2003, serial 3D animasi

(13)

merambah ke layar lebar diantaranya “Janus Perajurit Terakhir”. Barulah menyusul kemudian di Bulan Mei 2004 terdapat film layar lebar 3D animasi berdurasi panjang yaitu “Homeland”.

http://freezcha.wordpress.com/2009/09/28/perkembangan-animasi-di-indonesia/

2.2.2 Edukasi

Edukasi adalah proses yang dilakukan oleh seseoarang untuk menemukan jati dirinya, yang dilakukan dengan mengamati dan belajar yang kemudian melahirkan tindakan dan prilaku. Edukasi sebenarnya tidak jauh berbeda dari belajar yang dikembangkan oleh aliran behaviorisme dalam psikologi. Hanya istilah ini sering dimaknai dan diinterpretasikan berbeda dari learning yang bermakna belajar. Dan istilah ini seringkali digunakan dalam pendekatan pendidikan yang tentu maknanya lebih dari sekedar belajar.

Dalam teori belajar dan prilaku sebuah tindakan akan didapatkan dari sebuah aktifitas pengamatan yang dikondisikan dan direkayasa dengan tujuan hasil yang sudah ditentukan dan bisa diukur secara logis dan ilmiyah. Dalam belajar ada hubungan erat antara penguat, baik yang positif atau nigatif yang terjadi setelah tindakan dilakukan, atau setelah menjadi sebuah prilaku kongkrit yang bisa dilihat dengan kasat mata. Stimulan yang terjadi sebelum prilaku muncul sangat mempengaruhi tujuan yang diharapakan. Ini artinya prilaku seseoarang harus selalu bisa diukur dan selalu pulu diberikan penguat dan stimulasi yang diciptakan sedimikian rupa sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Dengan demikian kita harus menciptakan dunia sendiri yang sesuai dengan kehendak kita dan mengkondisikannya sesuai dengan tujuan kita. Sama halnya pula bahwa kehidupan ini adalah tempat berexprimen dalam sebuah laboratorium dunia yang sangat komplek, betapa rumitnya bila itu dibayangkan. Itu semua ranah teoritis ilmiyah yang tidak secara saklek bisa diterapkan, dan memang tidak ada keharusan untuk menerapkan dalam kehidupan kita. Tetapi tidak ada yang memungkiri produk ilmiyah bisa lebih dipertanggungjawabkan keefektifannya dari banyak sisi.

Edukasi dalam pendekatan pendidikan lebih kepada pemeberian kondisi dan pengaruh kepada seseorang agar bisa menciptakan prilaku sepontan dalam

(14)

jangka waktu yang lama sesuai dengan harapan diri sendiri dan masyarakat. Harapan itu diukur dengan kesepakatan-kesepakatan formal yang disebut hukum, dan kesepakatn-kesepakatan yang tidak formal tetapi menjadi kebiasaan yang dianggap baik berlaku di masyarakat yang disebut adat. inilah prilaku yang diharapkan dari edukasi yang sepadan dengan kata learning dalam pandangan psikologi behaviorisme.

Hal lain yang juga menjadi tekanan dalam edukasi adalah prilaku yang dihasilkan berupa kemampuan yang bisa diaktualisasikan dalam tiga ranah, yaitu prilaku intlektual, afektif dan psikomotorik. ini paralel dengan unsur yang harus dipenuhi oleh seseorang agar bisa menjalankan hidup ini dengan harapan, yaitu kemampuan intlektual, spiritual dan moral yang menjadi bgagian terpenting dlam pendidikan. Tentu ini berbeda dari learning yang hanya menekankan pada sebuah perubahan prilaku, tanpa membahas lebih dalam terjadinya prilaku selanjutnya.

Pendekatan agama dalam perspektif edukasi juga berbeda secara kualitatif, ini tentu karena hasil yang akan dicapai dari sebuah edukasi meliputi hal-hal yang bisa diukur secara skalatis, sekaligus yang tidak bisa dirumuskan dengan alat ukur skalatis. Hasil-hasil tersebut adalah prilaku yang diharapkan didunia, berdasarka skala al-Quran dan assunnah kalau itu muslim, atau kitab-kitab lainnya yang menjadi dasar dari agama masing-masing. Tidak berhenti disitu saja tetapi terdapat harapan diluar itu yang ini tidak akan bisa diukur dengan sekala apapun yang dibikin oleh manusia, yaitu sebuah prilaku yang didiskripsikan dari kebahagiaan dunia, seperti rasa syukur yang tinggi, keikhlasan, kesabaran, qana’ah dan survive dalam segala cobaan yang diberikan Tuhan kepada mereka. sedangkan di akherat adalah kebahgiaan yang didiskripsikan dengan prilaku eporia sebagai balasan dari prilaku di dunia. inilah puncak dari tujuan hidup manusia yang didapatkan dari peroses edukasi.

Edukasi dan aktualisasi sebanarnya dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Dan ini sebenarnya menurut Abraham Maslow menjadi kebutuhan tertinggi dari model kebutuhan yang dirumuskan dalam teorinya yang terkenal hirarci of needs. Kebutuhan dasar manusia menurut pandangan Maslow bertingkat, dari kebutuhan yang paling rendah yaitu kebutuhan jasmani, kebutuhan rasa aman, kebutuhan ingin dicintai dan rsa

(15)

memiliki, kebutuhan harga diri, dan yang paling tinggi adalah kebutuhan beraktualisasi.

Edukasi adalah sumber yang menghasilkan prilaku yang kemudian di aplikasikan dalam gerak kongkrit, dan bisa dinilai oleh orang lain berdasarkan pedoman formal yang berupa hukum dan juga kebisaan yang berupa adat. Disinilah aktualisasi dilakukan oleh seseoarng setelah menjalankan peroses edukasi, sehingga mendapatkan pengakuan dari orang lain sebagai sebuah kebutuhan harga diri yang juga dianggap penting.

Oleh karena itu edukasi dan aktualisasi harus kita budayakan menjadi konsep berpikir dan gerak, sehingga apapun yang dilakukan menjadi harapan diri sendiri dan orang lain, Dan orang lain akan menghargai karena kemampuan yang kita lakukan bukan semata karena hanya kita punya latarbelakang yang tidak ditopang dengan kompetensi yang bisa diukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

http://allaboutmi.wordpress.com/2009/03/03/apa-itu-edukasi/

2.2.3 Motion Graphic

Pengembangan dari seni graphic design yaitu motion design, konteksnya adalah motion graphic sebagai film, video atau computer animation. Termasuk di dalamnya adalah tipografi dan grafis yang bisa dilihat sebagai titles untuk film, pembuka program televisi, bumper dan elemen-elemen grafis yang muncul di layar kaca. Kemudian web-based animation, channel id berupa logo tiga dimensi yang merupakan identitas sebuah stasiun televisi. Juga bagian-bagian di dalam iklan televisi. Apapun yang muncul sebagai graphic design dalam media elektronik audio visual adalah pekerjaan yang dilakukan oleh motion designer.

http://mitharisca.blogspot.com/2013/10/apa-itu-motion-graphic.html kamis ,24 oktober 213

2.3 Data Cerita 2.3.1 Sinopsis

Menceritakan pejuang integrasi Papua Machmud Singgirei Rumagesan yang memperjuangkan pembebasan Irian Barat. Machmud Rumagesan

(16)

merupakan pejuang Integrasi Papua, yang sangat berani menentang pemerintah Kolonial Belanda. Keberanianya menentang pemerintah Kolonial telah mengantarkanya ke beberapa penjara, seperti Saparua,Sorong - Doom, Manok - Wari, Hollandia (sekarang Jayapura), dan Makasar. Pada 1953 Machmud Rumagesan mendirikan oraganisasi pembesasan Irian Barat di Makasar, gerakan Tjenderawasi Revolusioner Irian Barat (GTRIB), yang bertujuan membantu pemerintah Republik untuk memperjuangkan pembesaan Irian Barat dari cengkraman Kolonial Belanda dalam Kongres Nasional untuk perdamaian di Jakarta pada 24 sampai 29 Januari 1955 dan dalam sidang Dewan Nasional pada 1957, beliau menyerukan agar Irian barat harus kembali ke Indonesia.

Akhir cerita, akhirnya Irian Barat bisa kembali ke Indonesia dari tangan kolonial Belanda.

2.4 Survey

Penulis melakukan survey ke tempat pengetahuan akan perjuangan integrasi papua,yaitu perpustakaan,dan toko buku.

Gambar 2: Perpustakaan Bina Nusantara (sumber data pribadi)

(17)

Gambar 3: Gramedia Jakarta 1

http://terbaru.burupromo.com/2014/02/diskon-10-pembelian-buku-buku-terbitan-kompas-gramedia-di-toko-buku-gramedia/

Gambar 4: Gramedia Jakarta 2

(18)

Gambar 5: Patung Pembebasan Irian Barat (sumber data pribadi)

2.5 Landasan Teori

2.5.1 Teori-teori yang Di gunakan

Pada pembuatan film animasi edukasi , penulis menggunakan beberapa teori yang berhubungan dengan film edukasi yang akan dibuat, seperti teori komposisi fotografi.

2.5.1.1 Teori Komposisi Fotografi

Dalam pembuatan sebuah video, diperlukan beberapa macam teori komposisi yang sering digunakan dalam fotografi agar fokus dari adegan yang ingin ditunjukkan tersampaikan kepada penonton. Berdasarkan buku dari Mark Jerkinson yang berjudul “The Complete Idiot’s Guide to Photography Essentials”,maka penulis menggunakan beberapa komposisi fotografi sebagai berikut:

a. Rule of thirds: penggunaan komposisi rule of thirds adalah pada saat pembebasan Irian Barat. Dengan komposisi ini, penulis berharap dapat mengantarkan suasana kemerdekaan kepada penonton.

(19)

b. Negative Space: komposisi negative space akan digunakan saat pembuatan filem animasi edukasi berlangsung.

c. Golden section: komposisi golden section, akan penulis gunakan saat shot-shot close-up.

(http://idiotsguides.com/static/quickguides/artphotography/photography-101-the-basic-conventions-of-composition.html;

2.5.1.2 Camera Angle Shots:

Tri Nughroho Adi, dalam blognya mengatakan bahwa tersirat makna-makna dibalik shot, adapula beberapa jenis camera angle shot yang akan digunakan penulis dalam pembuatan film animasi edukasi ini, antara lain adalah:

a. Very Wide Shot: penggunaan sudut pandang kamera ini digunakan pada awal-awal edukasi di mulai.

b. Wide Shot: penggunaan sudut pandang kamera ini pun banyak digunakan pada saat pembuatan video edukasi.

c. Medium Shot: digunakan saat pengambilan gambar monumen

monumen

d. Close Up: menampilkan beberapa foto dan bukti pejuang Irian Barat e. Cut-In: akan digunakan untuk memperjelas interaksi atau tindakan

yang sedang terjadi.

(http://sinaukomunikasi.wordpress.com/2011/10/17/makna-di-balik-shot/

2.5.1.3 Teori Warna

Warna merupakan salah satu identitas visual terkuat dalam sebuah film, warna mampu menyampaikan mood, serta membuat sebuah film animasi terlihat lebih menarik. Dan menurut J. Linschoten dan Drs. Mansyur, warna mampu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda. Dan dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda.

(20)

Oleh karena itu, berdasarkan potensi karakter warna menurut J. Linschoten dan Drs. Mansyur maka pada film animasi edukasi ini, penulis ingin menggunakan warna cerah untuk visualisasinya .Penulis juga berfikir warna yang sedikit gelap cocok untuk menunjukan kondisi perjuangan zaman dulu. Kebanyakan penulis ingin menggunakan warna-warna monokromatik untuk visualnya. Warna sephia juga bisa dipakai sebagai gambaran dokumenter pada zaman itu .

http://celotehcelatah.blogspot.com/2012/12/psikologi-warna-dalam-desain.html http://belajar-cracking.blogspot.kr/2012/02/psikologi-dan-arti-warna.html http://stmikforum.indonesianforum.net/t1-psikologi-warna-dalam-desain-tips 2.6 Studi Existing

Selain data-data, penulis juga mengumpulkan referensi dari buku untuk genre video yang sejenis yang menginspirasi penulis, dengan tujuan untuk menganalisa pembuatan video edukasi guna memberikan pengayaan dalam pengerjaan filem edukasi yang penulis kerjakan.

2.6.1 Studi Bentuk

Untuk studi bentuk, penulis menganalisa bentuk-bentuk pembuatan edukasi dan elemen-elemen yang digunakan.

Gambar 6: Dokumenter pembebasan irian barat http://www.youtube.com/watch?v=D_YvqAjBV6Y

(21)

Gambar-gambar diatas adalah potongan gambar dan video dokumenter pembebasan Irian Barat yang menampilkan kejadian pada saat itu.Dari gambar-gambar tersebut, terlihat bahwa gaya yang digunakan penggambar-gambaran dokumenter gaya lama (hitam putih). Dan hal ini menurut penulis memperkuat sisi serius dan mendalam dari sebuah dokumenter.

Gambar 7: Short Documentary about Stop Motion http://www.youtube.com/watch?v=beJrOoaTCnY

Gambar 8: Motion graphics documentary http://www.youtube.com/watch?v=ObQimVaIfR8

Gambar di atas dalah beberapa contoh yang di ambil sebagai refrensi dalam pembuatan dokumenter yang mengunakan motion graphics dan stop motion.

2.6.2 Studi Warna

Warna merupakan salah satu elemen terpenting dari animasi, dari warna kita dapat mengetahui mood suatu adegan dalam sebuah animasi.

(22)

Gambar 9: Foto-foto dokumenter Bung-karno

(http://apcinstitute.wordpress.com/tag/bung-karno/)

Gambar 10: Foto dokumenter (http://pasir-putihjalang.blogspot.com/)

Gambar diatas adalah sebuah sebuah gambaran dokumenter zaman kemerdekaan Indonesia ,dan warna yang di pakai kebanyakan adalah warna-warna dengan mood gelap (hitam putih).

2.7 Data Produk

Produk merupakan sebuah animasi edukasi dengan pendekatan dua dimensi dan tiga dimensi dengan style motion graphics untuk mendapatkan kesan yang lebih serius. Tema yang diangkat adalah perpaduan antara edukasi video dan motion mengenai sejarah dengan referensi beberapa buku dan video.

(23)

2.8 Target Pasar

2.8.1 Target Primer

Demografi : Laki-laki/perempuan, 17-22 tahun, semua status ekonomi Psikografi : Pernah ataupun belum pernah mengalami di Jajah oleh orang

lain,tidak peduli akan sejarah Indonesia, memiliki kedewasaan yang cukup tinggi

Geografi : Kota-kota besar.

2.8.2 Target Sekunder

Demografi : Laki-laki/perempuan, diatas 22-30 tahun, semua status ekonomi

Psikografi : Pernah ataupun belum pernah mengalami di Jajah oleh orang lain, peduli akan sejarah Indonesia , memiliki kedewasaan yang cukup tinggi

Geografi : Selain kota-kota besar.

2.9 Analisa

2.9.1 Pertimbangan Membuat Cerita Edukasi

Pada awalnya penulis terinspirasi saat melihat buku Machmud Singgirei Rumagesan;Rosmaida Sinaga dan Abdul Syukur;137 halaman,diama pada saat kemerdekaan Indonesia teryata tidak seluruhnya negara Indonesia merdeka,dari beberapa pulau Yaitu Irian Barat masih di bawah yuridiksi Kolonial Belanda.Bukan hanya itu,pembaca juga terinspirasi mengenai pentingnya peran yaitu Machmud Rumagesan yang selama ini mungkin kebanyakan orang tidak mengetahui peran beliau yang merupakan integrasi Papua yang saat itu menentang Pemerintahan Kolonial Belanda dan berusaha memperebutkan kembali Irian Barat ke Indonesia.

2.9.2 Faktor Pendukung

a. Semakin tingginya minat masyarakat terhadap animasi lokal.

b. Cerita yang diangkat adalah cerita mengenai sejarah, yang diambil dari cerita asli yang pernah terjadi,untuk menambah wawasan terhadap sejarah Indonesia.

(24)

edukasi video.

2.9.3 Faktor Penghambat

• Tidak semua kalangan tertarik akan budaya dan sejarah Indonesia yang semakin di tinggalkan karna terpacu akan zaman moderen.

2.10 Analisa SWOT 2.10.1 Strength

a. Masih sedikitnya film animasi edukasi dengan cerita mendalam yang membuat penonton agar berpikir lebih untuk mengerti isi cerita.

b. Animasi di Indonesia sedang berkembang sehingga mampu menarik minat penonton.

c. Tema yang di angkat masih jarang untuk sebuah film animasi edukasi.

2.10.2 Weakness

a. Waktu yang terbatas dalam proses pembuatan. b. Minimnya data yang ada.

2.10.3 Opportunities

a. Teknologi Moderen di Indonesi sudah mulai berkembang, sehingga mudah didapatkan informasi yang membantu untuk mengerjakan..

b. Film animasi edukasi mampu diajukan dalam perlombaan-perlombaan

2.10.4 Threats

• Film animasi edukasi bagi masyarakat masih kurang menarik, dan pandangan mereka lebih menuju ke dunia Moderen.

(25)

25 3.1 Identifikasi Masalah

1. Tayangan lokal yang dikemas dalam berbentuk animasi edukasi lokal, masih kurang.

2. Dari tayangan-tayangan lokal yang ada, kisah yang dibawakan cenderung masih monoton dan hanya menceritakan kisah percintaan.

3. Kemasan berupa cerita yang mendalam lebih diharapkan mampu mengubah pola pikir para penonton.

3.2 Rumusan Masalah

Bagaimana membuat program edukasi berbentuk animasi dengan sebuah tema yang sarat akan nilai moral dan mampu menarik perhatian penonton.

3.3 Tujuan

1. Menyajikan sebuah sentuhan baru dalam animasi, baik secara konsep maupun alur cerita.

2. Memberikan penyegaran terhadap dunia animasi lokal dengan genre dan alur cerita yang menarik dan jarang diangkat.

3. Menyajikan sebuah tontonan yang merangsang penonton agar berpikir lebih dalam untuk menarik inti cerita.

3.4 Manfaat

1. Memberikan pesan moral melalui masalah yang biasa dihadapi oleh orang-orang sehingga lebih dapat dirasakan dan diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

2. Membuat animasi untuk penonton yang lebih dewasa. 3. Memberikan pengetahuan akan sejarah Indonesia.

(26)

26 4.1 Strategi Kreatif

4.1.1 Strategi Komunikasi

Strategi komunikasi yang dipakai oleh penulis adalah sebagai berikut: 4.1.1.1 Fakta Kunci

Fakta kunci dari film edukasi “Machmud Rumagesan Memperjuangkan Irian Barat” adalah:

a. Film edukasi yang mengangkat cerita tentang siapa tokoh di balik perjuangan memperebutkan Irian Barat.

b. Film edukasi merupakan media efektif dan menghibur dalam menyampaikan sebuah pengetahuan yang sarat akan pesan moral.

4.1.1.2 Masalah yang Akan Dikomunikasikan

Bagaimana sebuah film edukasi dengan alur cerita yang berat mampu menyampaikan pesan moral kepada penonton yang dituju, sedangkan kalangan zaman sekarang sudah kurangnya minat terhadap budaya lokal.

4.1.1.3 Tujuan Komunikasi

Menyampaikan pesan moral dari peristiwa yang dihadapi seorang pejuang.Untuk menjadi pembelajaran dan pengalaman hidup.

4.1.1.4 Profil Target Komunikasi Laki-laki dan perempuan 17-22 tahun

(27)

4.1.1.4.1 Geografi

Masyarakat di kota-kota besar.

4.1.1.4.2 Psikografi

Pernah ataupun belum pernah mengalami di Jajah oleh orang lain,tidak peduli akan sejarah Indonesia, memiliki kedewasaan yang cukup tinggi.

4.1.1.5 Unique Selling Point

Keunikan dari film animasi ini adalah:

a. Memberikan pengetahuan akan kayanya Tanah Indonesia

b. Penyampaian bukan hanya melalui lisan tetapi melalui visual juga. c. Desain pembuatan yang unik dan menarik.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar, berkepribadian dewasa dalam arti mampu berpikir secara dewasa.

4.1.1.6 Premis Cerita

Seorang pejuang integrasi Papua yang sangat berani menentang Kolonial Belanda untuk memperebutkan Irian Barat.Namun nama-nama pejuang tersebut hanya di kenang namun tidak tau mengenai peran pentingnya dalam pembebasan tanah kelahiran di Indonesia.

4.1.1.7 Penetapan Judul Film

Untuk judul film, ada beberapa pilihan yaitu “Pembebasan Irian Barat” yang menjelaskan pembebasan dari tangan Kolonial Belanda, “SINGGIREI” julukan tokoh yang berperan dalam pembebasan Irian Barat, dan “Machmud Rumagesan Memperjuangkan Irian Barat” yang menjelaskan sosok tokoh yang berjuang akan Irian Barat. Machmud

(28)

Rumagesan Memperjuangkan Irian Barat penulis pilih karena nama dan peran nya yang penting dalam memperjuangkan Irian Barat.

4.1.1.8 Treatment Cerita

1. Gambar berupa peta Indonesia dan menjelaskan kekayaan akan Papua Barat.

2. Peta Papua Barat

3. Gambar gambar yang menujuk kekayaan Irian Barat yaitu emas,mineral,minyak,gas,dan uranium

4. Gambar beberapa kekayaan sumber daya alam budaya dan laut 5. Muncul judul “Machmud Rumagesan memperjuangkan Irian Barat 6. Muncul gambar monumen patung pembebasan Irian Barat

7. Gambar gambar Papua yang sekarang dan menunjuk keindahan Papua 8. Menjelaskan pelopor Irian Barat yaitu Mahmud Rumagesan

9. Gambar dan bukti Machmud Rumagesan ikut serta dalam pembebasan Irian Barat

10. Pemberontakan Machmud Rumagesan terhadap Kolonial Belanda 11. Membentuk kesepakatan KONFERSI MEJA BUNDAR 1949 tetapi

tidak mendapat hasil yang memuaskan dari Belanda 12. Muncul tiga faksi di kalangan rakyat Irian Barat. 13. TRI KOMANDO RAKYAT (TRIKORA)

14. pada tangal 19 Desember 1961 Presiden Soekarno Menyerukan Komando pembebasan Irian Barat (TRIKORA)

15. gambara video animasi bergerak mengenai Misi rahasia untuk Menyusup pasukan Irian Barat

16. Kondisi inilah yang akhirnya memaksa Belanda dan sekutunya untuk menyelenggarakan perundingan di markas besar PBB tangal 15 Agustus 1962.Menghasilkan”PERSETUJUAN NEW YORK”

(29)

PBB (UNTEA)

18. Beberapa gambar yang menunjuk Papua sudah ada di tanah Indonesia 19. “Machmud Rumagesan ikut serta untuk meyakinkan dan menyatukan

Irian Barat kembali ke tanah INDONESIA” 20. foto Machmud Rumagesan

21. Mengenang jasa Machmud Rumagesan dalam pembebasan Irian Barat 22. Latar hitam disertai foto Machmud Rumagesan

4.1.1.9 Script

MACHMUD RUMAGESAN MEMPERJUANGKAN IRIAN

BARAT.

FADE IN – Machmud Rumagesan

"Pejuang integrasi Papua di tanah Indonesia" FADE OUT – Gambar membentuk peta Indonesia dan menunjuk Irian Jaya.

CUT

TRANSISI

MIDDLE SHOT – gambar berupa peta Indonesia dan menunjuk pulau papua “Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam,”

PAN DOWN – keluar gambar berupa

emas,minyak,gas,mineral,dan uranium “semua

diambil di tanah Indonesia yaitu Irian.

“Papua memiliki sumber daya alam salah satunya iyalah minyak,emas,gas,uranium,dan mineral”

“minyak bumi dijuluki sebagai emas hitam.Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbadai hidrokarbon.Gas alam disebut sebahai gas bumi

(30)

atau gas rawa,terdiri dari metana CH4 merupakan molekul Hidrokarbon.Uranium simbol lambang U dan nomor atom 92 dan uranium termasuk ke actinide

series.Mineral adalah padatan senyawa kimia

homogen, non organik, memiliki bentuk teratur atau sistem kristal dan terbentuk secara alami”

PAN DOWN – gambar berupa kekayaan papua “Dulu Irian Barat bukan lah bagian dari Indonesia karena dibawah yurisdiksi Belanda.”

“Tetapi ada pejuang intergrasi Papua yang

memperjuangkan tanah kekayaan indonesia ini

yaitu....”

CUT

TRANSISI

MIDDLE SHOT - munculnya judul MACHMUD RUMAGESAN MEMPERJUANGKAN IRIAN BARAT ,dan disertai muncul patung pembebasan Irian Barat.

TRANSISI

MIDDLE SHOT - muncul Monumen pembebesan Irian Barat sebagai perwakilan pulau Irian.

FADE OUT - muncul gambar gamabar papua yang

(31)

beberapa sinopsis mengenai papaua,dam mengenalkan sosok Machmud Rumagesan.

MIDDLE SHOT – beberapa gambar dan bukti bahwa

Machmud Rumagesan ikut bagian dalam

memperjuangkan Irian Barat.

Mucul satu demi satu foto dan bukti Machmud Rumagesan ikut peran dalam perjuangan Irian Barat

PAN DOWN – ” meski Machmud Rumagesan di angkat

menjadi raja oleh Kolonial Belanda,Machmud

Rumagesan malah bersikeras menentang Kolonial Belanda ”.

MIDDLE SHOT "pembentikan Konfersi Meja Buandar"

FADE IN – muncul keterangan megenai

pemberhentian tembak menembak oleh Soekarno.

TRANSISI

FADE IN – “Muncul 3 faksi di kalangan Irian Barat”

FADE OUT – berisi tulisan “Namun Pemerintah BELANDA tidak menunjukan itikad baik pada tahun 1952 arogansi BELANDA semakin memuncak Dengan terus memperkuat angkatan perangnya di IRIAN

BARAT dan memasukan IRIAN BARAT ke Dalam

(32)

FADE IN – berisi tulisan “ Sejak 1954 pemerintah indonesia berusaha menyelesaikan masalah Irian Barat melalui jalur diplomasi PBB namun hasil tidak memuaskan.

CUT

TRANSISI

FADE IN – Berisi tulisan “ muncul tiga faksi di kalangan rakyat Irian Barat”

PAN DOWN – Muncul Tulisan “1.mereka yang pro Papua dan bekerja sama dengan Belanda yaitu mereka yang pada saat Belanda meninggalkan Irian Barat ikut berimigrasi Ke Negri Belanda

2.mereka yang pero Papua dan tidak bekerja sama

dengan Belanda yaitu mereka yang menantikan

relasi janji Belanda pada tahun 1960 dan

menantikan pelaksanaan pepera (penentuan pendapat rakyat) di Irian Barat pada 1969

3.Mereka yang pro indonesia yaitu mereka yang berjuang untuk menyatukan Irian Barat dengan Indonesia

FADE IN – Machmud Rumagesan bergabung dalam faksi ke tiga yaitu faksi pro Indonesia dan mengajak

berjuang menyatukan Irian Barat. Pada 1953

(33)

pembesasan Irian Barat di Makasar, gerakan Tjenderawasi Revolusioner Irian Barat (GTRIB)

CUT

MIDDLE SHOT – berisi tulisan sub judul "TRI KOMANDO RAKYAT (TRIKORA)"

FADE IN – Muncul isi TRIKORA dan gambar Soekarno

“1.Gagalkan Pembentukan Negara Boneka Papua

Buatan Belanda Kolonial.

2.Kibarkan sang merah putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.

3.Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna

mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa “.

TRANSISI

MIDDLE SHOT – pada tangal 19 Desember 1961 Presiden Soekarno Menyerukan Komando pembebasan Irian Barat (TRIKORA)

FADE IN – gambara video mengenai Misi rahasia untuk Menyusup pasukan Irian Barat

TRANSISI

MIDDLE SHOT – dunia internasional benar benar di kejutkan dengan kekuatan dan keberanian militer

(34)

Indonesia yang dalam waktu singkat telah mengepung Belanda di Irian Barat.

Kondisi inilah yang akhirnya memaksa Belanda dan sekutunya untuk menyelenggarakan perundingan di

markas besar PBB tangal 15 Agustus

1962.Menghasilkan”PERSETUJUAN NEW YORK”

FADE IN – ISI POKOK PERSETUJUAN NEW YORK

“penyerahan wilayah Papua Barat pada PBB (UNTEA) untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerinta Indonesia yang sebelumnya harus diadakan proses

penentuan pendapat rakyat (PEPERA) yang di

selenggarakan tahun 1969

FADE OUT – “beberapa gambar warga Irian berada di tanah Indonesia”

TRANSISI

MIDDLE SHOT – melalui pejuang integrasi PAPUA “Machmud Rumagesan ikut serta untuk meyakinkan dan menyatukan Irian Barat kembali ke tanah INDONESIA”.

FADE IN – foto Machmud Rumagesan “

pengorbanan,kesetiaan dan keberanianmu akan

selalu kami tuliskan dengan tinta emas dalam sejarah besar bangsa Indonesia’

FADE OUT – latar hitam disertai foto Machmud Rumagesan.

(35)

4.1.2 Strategi Desain 4.1.2.1 Motion Style

Penonjolan karakteristik menggunakan beberapa gamabr gambar tujuan untuk memberikan keterangan si karakter yang di padukan dengan motion graphic yang menggunakan warna warna cerah dan monokromatik.

4.1.2.2 Visual Style

Dalam pembuatan animasi edukasi penulis menggunakan warna warna gelap atau monokromatik seperti dokumenter zaman dulu mengunakan wana monokromatik untuk terlihat suasana dulu,dan penulis juga mengunakan cara pembuatan menggunakan style motion grapich.

Gambar 11: Gamabar dokumenter motion grapich

http://kutunggusarjanamu.blogspot.com/2011_09_01_archive.html

Font yang digunakan dalam pembuatan animasi Edukasi penulis mengunakan TypeWriter Old Style dimana gaya penulisan yang dibuat berupa font mesin ketik di Zaman itu.

(36)

Gambar 12: Gambar typewriter old style

http://www.wide024.cc.cc/2010/12/typewriter-old-style-font-mesin-tik_1090.html#.UyGFtj-Sw2t

(37)

37 5.1 Desain Judul

Penulis menggunakan font yang dibuat dari Type-Ra dengan nama “MACMUD RUMAGESAN MEPEREBUTKAN IRIAN BARAT”, “MACHUD RUMAGESAN” sendiri adalah seorang pejuang integrasi papua yang menentang Belanda.

Gambar 31: Judul (sumber data pribadi)

5.2 Visualisasi Karakter 5.2.1 Soekarno

Soekarno adalah presiden pertama Republik Indonesia yang merebut tanah Papua melalui jalur Trikora dan melumpuhkan kolonial Belanda untuk menyerah dan mengembalikan Papua menjadi milik Indonesia.

(38)

Gambar 14: Karakter Soekarno (sumber data pribadi) 5.2.2 Macmud Rumagesan

Machmud Rumagesan adalah pelopor integrasi Papua,yang berani menentang Pemerintahan Kolonial Belanda,dalam keberaniannya banyak sekali beliau ditangkap ke beberapa penjara oleh Kolonial Belanda.

Gambar 15: Machmud Rumagesan (sumber data pribadi)

(39)

5.3 Poster

Penulis mendesain 1 Promotional Poster. Pada poster ini digambarkan Machmud Rumagesan seorang pejuang Papua yang menggambarkan sang tokoh yang ingin memperebutkan Pulau Irian dari kolonial Belanda .

Gambar 16: Poster Film (sumber data prbadi)

(40)

5.4 Visualisasi Scene

Berikut adalah beberapa contoh scene dalam film animasi edukasi “Machmud Rumagesan memperebutkan Irian Barat”.

Gambar 17: Visualisasi Scene 1 (sumber data pribadi)

(41)

Gambar 18: Visualisasi Scene 2 (sumber data pribadi)

Gambar 19: Visualisasi Scene 3 (sumber data pribadi)

(42)

5.5 Visualisasi aset

Beberapa visual aset yang dipakai dalam pembuatan animasi edukasi Mahmud Rumagesan memperjuangka Irian Barat.

Gambar 20: Visualisasi aset (sumber data pribadi)

5.6 Movie Banner

Selain poster, penulis juga membuat sebuah movie banner yang berukuran 160cmx60cm. Desain yang digunakan adalah Machmud Rumagesan, yang merupakan pejuang integrasi Papua, dengan menunjuk pulau papua dibawahnya.

(43)

Gambar 21: Banner (sumber data pribadi)

(44)

5.7 Pin

Untuk Pin penulis menggunakan desain tidak jauh berbeda dengan poster dan menggambarkan pulau papua dan Machmud Rumagesan sendiri.

Gambar 22: Pin (sumber data pribadi) 5.8 Cover DVD

Gambar 23: Cover DVD (sumber data pribadi)

(45)

BAB 6 PENUTUP

6.1 Simpulan

Banyak sekali sejarah itu sendiri mulai terlupakan di jaman sekarang ini,penulis membuat kesimpulan dimana ada seorang pahlawan yang sampai saat ini banyak orang yang tidak mengenal jasa dan pengorbanannya yaitu Machmud Rumagesan yang adalah pelopor Irian Barat.Beliau sendiri yang bersikeras untuk mempertahankan kepulauan Papua agar tidak jaduh di tangan Kolonial Belanda Animasi edukasi “Machmud Rumagesan memperebutkan Irian Barat” ini dibuat sebagai salah satu media komunikasi agar penonton bisa megetahui dibalik kemerdekaan indonesia ada banyak pejuang yang berkorban untuk memperebutkan Indonesia salah satunya iyalah Macmud Rumagesan.

6.2 Saran

Secara pengalaman, penulis memang masih kurang, namun penulis memiliki beberapa saran untuk bisa mengenang jasa para pahlawan dalam memperebutkan Indonesai.Dalam pembuatan animasi edukasi ini penulis berharap bisa menjadi pembelajaran utuk kedepanya dan mempertahankan apa yang telah di perjungkan para pahlawan yaitu tempat dimana kita berpijak sekarang, dan lestarikan alam budaya Indonesia supaya tidak lagi di ambil alih oleh pihak asing. Semoga hal ini bisa menjadi manfaat utuk mengenang jasa para pahlawan untuk tanah Indonesia.

(46)

DAFTAR PUSAKA

Buku

Anggraini S,Lia & Kirana Nathalia.2014.Desain Komunikasi Visual Dasar Dasar Panduan Untuk Pemula.Bandung:Nuansa Cendekia.

Manis, Hoeda.(2013).Buku Pintar Sejarah & Pengetahuan Dunia Abad 20.Jogjakarta: Trasns Idea Publishing

Sinaga,Rosmaida & Abdul Syukur.(2013).Machmud Singgirei Rumagesan.Depok: Ruas.

Sumber dari Internet

Adi,TriNugroho.2011.MaknaDibalikShot.http://sinaukomunikasi.wordpress.com/201 1/10/17/makna-dibalik-shot/.(diakses tanggal 24 Februari 2014)

Badrika, I Wayan.2011.Tri Komando Rakyat (Trikora). http://id.shvoong.com/exact-sciences/2146573-tri-komando-rakyat-trikora/.(diakses tanggal 24 Febuari 2014)

Circles,Indo Crop.2013.TernyataIndonesia memiliki cadangan uranium sebanyak 70000 ton. http://indocropcircles.wordpress.com/2013/07/24/indonesia-miliki-cadangan-uranium-70000-ton/html

Dhany, Rista Rama.2014.Total E&P gagal,perusahaan migas Malaysia sukses

temukan gas di papua.

http://finance.detik.com/read/2014/05/07/115903/2575747/1034/total-ep-gagal-perusahaan-migas-malaysia-sukses-temukan-gas-di-papua

Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua.2004.Potensi Sumber Daya Mineral.http://http://distamben.papua.go.id/news.html

Diani, Vieta F.2011.Tan Malaka :Konseptor Bangsa yang di Bungkam – Motion Graphic.http://kutunggusarjanamu.blogspot.com/2011_09_01_archive.html/. (diakses tanggal 4 Maret 2014)

(47)

Jagad, Grafis.2012.Animasi Sejarah dan Perkembangannya

http://jagadgrafis.blogspot.com/2012/07/animasi-sejarah-dan-perkembangannya.html(diakses tanggal 24 Febuari 2014 )

Mahmud, Ahmad.2012.Psikologi dalam desain tips. http://stmikforum.indonesianforum.net/t1-psikologi-warna-dalam-desain-tips(diakses tanggal 7 Maret 2014)

Mangantjo,syaiful.2012.Papua dan Sumber daya alamnya. http://syaifulmangantjo.wordpress.com/2012/12/16/papua-dan-sumber-daya-alam-nya-1/

Mordhoko, Kristio.2011.Berpacu Menjadi Yang Terbaik. http://kristio-m--fst08.web.unair.ac.id/artikel_detail-24315-Umum-Animasi.html(diakses tanggal 24 Febuari 2014)

Nughroho Widi, Dwi.2010.Perjuangan Bangsa Indonesia Merebut Irian Barat. http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/perjuangan-bangsa-indonesia-merebut.html.(diakses tanggal 24 Febuari 2014)

Nurcahyanto88.2011.Peta Potensi Tambang di Papua. http://nurcahyanto88.wordpress.com/2011/10/07/peta-potensi-tambang-di-papua.html

P2ip.2011.Tambang Emas Grasberg papua terbesar di dunia. http://p2ip.wordpress.com/2011/09/29/tambang-emas-grasberg-papua-terbesar-dunia.html

Santoso, Agus Subkhan.2012.Psikologi Warna Dalam Design.

http://celotehcelatah.blogspot.com/2012/12/psikologi-warna-dalam-desain.html(diakses tanggal 24 Febuari 2014)

Suhendra, Zulfi. 2012. Cadangan Emas di Papua belum akan habis hingga puluhan tahun.

http://finance.detik.com/read/2012/12/10/114453/2113855/4/cadangan-emas-di-papua-belum-akan-habis-hingga-puluhan-tahun

(48)

Tarigan, Priskanta. 2009. Perkembangan Animasi Di Indonesia.

http://freezcha.wordpress.com/2009/09/28/perkembangan-animasi-di-indonesia/(diakses tanggal 24 Febuari 2014)

Vidiansyah. 2009. Makalah mengenai minyak bumi dan gas. http://curahanilmu.blogspot.com/2009/05/makalah-mengenai-minyak-bumi-dan-gas.html.

Gambar

Gambar 1: Print screen refrensi video Tan Malaka  (sumber data pribadi)
Gambar 2: Perpustakaan Bina Nusantara  (sumber data pribadi)
Gambar 4: Gramedia Jakarta 2
Gambar 5: Patung Pembebasan Irian Barat  (sumber data pribadi)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penjabaran latar belakang diatas, maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana mengembangkan sebuah aplikasi untuk mengamankan data rahasia dengan

Hasil penenlitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat terahadap bencana banjir di Desa Telukan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo masuk kedalam

Harry Agusnar, M.Sc, M.Phil selaku sekretaris Program Studi Kimia Pascasarjana dan juga sebagai komisi penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran untuk

Berdasarkan preliminary survey yang dilakukan melalui in-depth interview oleh penulis kepada 12 mahasiswa tingkat akhir dan job seeker dengan domisili Jakarta dan

Eder & Eisenberger (2008) menyatakan bahwa karyawan yang memiliki tingkat Persepsi Dukungan Organisasi (POS) yang tinggi selain mencegah perilaku negatif

Dalam novel Uncle Tom’s Cabin orang-orang Quaker menjadi tokoh-tokoh yang berperan membantu para budak yang membutuhkan tempat bernaung atau budak yang ingin melarikan diri ke

Alas dasar pertimbangan tersebut di alas, maka perlu disahkan Peraturan Daerah Kabupaten Batang tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan di Desa sebagai salah

Namun, pada penelitian Porst dkk dan Roehrborn dkk, pemberian tadalafil dalam dosis 2,5 mg sebenarnya juga dapat menunjukan efek yang signifikan baik secara klinis