• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Belajar Mikrokontroller

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Modul Belajar Mikrokontroller"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PANDUAN PENGGUNAAN

TRAINER MIKROKONTROLLER

(2)

Spesifikasi Trainer :

Skematik rangkaian Sysmin :

LED di PORT A

Saklar

Input di PORTC

0 1 2 3 4 5 6 7

SEVEN SEGMEN DI

PORT B

(3)

INSTALASI USBASP

1.

Colokkan USBASP ke port USB Laptop

2.

Jika USBASP anda tidak dikenali, maka anda perlu instal drivernya

3.

Buka Device manager laptop anda

4.

Instal drivernya dengan cara klik kanan pada tulisan USBasp  klik Update Driver

Software

(4)

Aka ada ta pila seperti di a ah i i, pilih Bro se o puter for dri er soft are

(5)

6.

Jika Wi do s s urit e gi gatka klik aja I stal this

dri er soft are a

a

(6)
(7)

INSTALASI KHAZAMA AVR PROGRAMMER

(8)
(9)

Mengecek Sambungan dan rangkaian Mikrokontrol

dengan Software Khazama AVR Programmer

1.

Pastikan USBASP telah terkoneksi dengan Mikrokontroller dan laptop dengan benar

2.

Buka software Khazama AVR Programmer

3.

Klik Command  Read Chip Signature

4.

Jika Rangkaian dan penyambungan anda benar, maka akan muncul tulisan seperti

dibawah ini, jika masih ada error silahkan cek kondisi IC Mikro dan penyambungannya

sudah betul belum.

(10)

Membuat Progran di Code Vision

1.

Instal Dahulu Software Codevision AVR (CVAVR)

2.

Kemudian Buka Program CVAVR Tersebut

(11)

4.

Klik File  New

5.

Pilih Project  OK

(12)

7.

Pilih Jenis Chip sesuai dengan IC yang kita pasang, dan ukuran Christalnya

(13)
(14)
(15)

Simpan lagi dengan n

a a lat

-

1.prj

(16)
(17)

12.

Ketik Program dibawah ini :

#include <mega16.h>

void main (void){

DDRA=0xff; //PORT A sebagai OUTPUT ada LED nya

DDRB=0xff; //PORT B sebagai OUTPUT ada 7 segmen

DDRC=0x00; //PORT C sebagai INPUT ada saklar

while(1){ //looping

PORTA=0xff; //menyalakan semua LED di port A

}}

Tulisan setelah tanda // tidak usah di ketik itu adalah komentar saya untuk

memudahkan anda memprogram

(18)

Jika program anda error maka anda akan diberitahu oleh program.

Misal a sa a kura g kuru g kura al } .. aka sa a aka

diberitahu

(19)

Memasukkan Program kedalam Mikrokontroller

1.

Buka Khazama AVR Programmer

Klik Tanda ini

2.

Buka file dimana anda menyimpan program CVAVR

, pilihlah file a g er ekste si Lat

(20)

3.

Lalu Klik Auto Program

(21)

Latihan 1 :

Menyalakan LED FLIP-FLOP

#include <mega16.h> #include <delay.h> void main (void){

DDRA=0xff; //PORT A sebagai OUTPUT ada LED nya

PORTA=0x00; //menyalakan semua LED di port A delay_ms(50); //tunda waktu

}}

Latihan 2 :

Menyalakan LED lampu berjalan

#include <mega16.h> #include <delay.h> void main (void){

DDRA=0xff; //PORT A sebagai OUTPUT ada LED nya DDRB=0xff; //PORT B sebagai OUTPUT ada 7 segmen DDRC=0x00; //PORT C sebagai INPUT ada saklar while(1){ //looping

(22)

Latihan 3 :

Menyalakan LED sesuai dengan tombol yang ditekan

#include <mega16.h> #include <delay.h> void main (void){

DDRA=0xff; //PORT A sebagai OUTPUT ada LED nya DDRB=0xff; //PORT B sebagai OUTPUT ada 7 segmen DDRC=0x00; //PORT C sebagai INPUT ada saklar while(1){ //looping

PORTA=PINC; //output LED di PORT A = kondisi saklar di PINC }}

Latihan 4 :

Menyalakan LED dengan tombol ON-OFF versi-1

Semua Lampu di PORTA akan menyala semua ketika Tombol 00

ditekan, dan akan mati semua ketika tombol 01 ditekan

(23)

Latihan 5 :

Menyalakan LED dengan tombol ON-OFF versi-2

Lampu 00 di PORT A akan menyala jika tombol 00 ditekan, dan lampu

00 akan mati jika tombol 01 ditekan

#include <mega16.h> #include <delay.h> void main (void){

DDRA=0xff; //PORT A sebagai OUTPUT ada LED nya DDRB=0xff; //PORT B sebagai OUTPUT ada 7 segmen DDRC=0x00; //PORT C sebagai INPUT ada saklar while(1){ //looping

(24)

Latihan 6 :

Aplikasi Counter

Semua Lampu di PORT A akan menyala jika tombol 00 ditekan sebanyak 5 kali #include <mega16.h>

#include <delay.h> char x;

void main (void){

DDRA=0xff; //PORT A sebagai OUTPUT ada LED nya DDRB=0xff; //PORT B sebagai OUTPUT ada 7 segmen DDRC=0x00; //PORT C sebagai INPUT ada saklar while(1){ //looping

(25)

Latihan7 :

Menyalakan seven segmen

#include <mega16.h> #include <delay.h> char x;

void main (void){

DDRA=0xff; //PORT A sebagai OUTPUT ada LED nya DDRB=0xff; //PORT B sebagai OUTPUT ada 7 segmen DDRC=0x00; //PORT C sebagai INPUT ada saklar while(1){ //looping

Menyalakan seven segmen dengan array

#include <mega16.h> #include <delay.h> char x;

char segmen [10]={0x30,0x5B,0x4F,0x66,0x6D,0x7D,0x07,0x7F,0x6F,0x3F}; //array tampilan void main (void){

DDRA=0xff; //PORT A sebagai OUTPUT ada LED nya DDRB=0xff; //PORT B sebagai OUTPUT ada 7 segmen DDRC=0x00; //PORT C sebagai INPUT ada saklar while(1){ //looping

(26)

Latihan 9 :

Menyalakan seven segmen naik turun dengan perintah void

Seven segmen akan menghitung keatas jika tombol 00 ditekan.

Seven segmen akan menghitung mundur jika tombol 01 ditekan.

#include <mega16.h> #include <delay.h> char x;

char segmen [10]={0x30,0x5B,0x4F,0x66,0x6D,0x7D,0x07,0x7F,0x6F,0x3F}; //array tampilan void naik (){ //Program menyalakan 7 segmen Naik

for (x=0;x<10;x++){ //Jika nilai x < 10 maka maka X akan ditambah

PORTB=segmen[x]; //tampilan 7 segmen sesuai dengan posisi x pada array delay_ms(50); //tunda waktu

} }

void turun (){ //program menyalakan 7 segmen turun for (x=10;x>0;x--){ //jika nilai x>0 maka nilai x akan dikurangi PORTB=segmen[x]; //tampilan 7 segmen sesuai posisi x pada array delay_ms(50);

}}

void main (void){

Referensi

Dokumen terkait

• Kerusakan seperti ini dapat terjadi jika rangkaian horisontal pada IC Utama tidak rusak (bekerja), tetapi bagian gambar dan suara mengalami kerusakan. • Kerusakan ini bisa

Jika kode registrasi yang dimasukkan benar, maka akan muncul data prefill yang bisa diunduh dengan menekan tulisan [disini.] seperti terlihat pada gambar dibawah.... Gambar

jika muncul kotak box, seperti salah satu dari gambar dibawah ini maka klik pada tulisan “Enable This Content” kemudian klik “OK”.. Aplikasi raport sudah siap untuk digunakan

Untuk mengecek kebenaran data yang sudah dimasukkan, tekan tombol view data set maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini. Jika ada data yang salah, tekan tombol

Jika ingin mengatur audio, Anda dapat mengklik audio yang ingin di atur terlebih dahulu, kemudian klik kanan pada audio tersebut, maka akan muncul tampilan seperti

Langkah selanjutnya jika anda telah menyentuh pada saya pelajar maka akan muncul formulir pendaftaran seperti gambar dibawah anda dapat mengisinya sesuai dengan

Langkah selanjutnya jika anda telah menyentuh pada saya pelajar maka akan muncul formulir pendaftaran seperti gambar dibawah anda dapat mengisinya sesuai dengan

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,