• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbup sotk badan kesbangpol

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "perbup sotk badan kesbangpol"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PROVINSI PAPUA

PERATURAN BUPATI JAYAWIJAYA NOMOR 67 TAHUN 2016

TENTANG

TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN JAYAWIJAYA

BUPATI JAYAWIJAYA

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya sehingga berdaya guna dan berhasil guna serta sebagai tindak lanjut Pasal 6 ayat (3) Peraturan Daerah Kabupaten Jayawijaya Nomor Tahun 2016 tentang Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya;

b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a perlu membentuk Peraturan Bupati tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya.

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan Kabupaten-kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 47);

(2)

(Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 112, Tambahan lembaran negara Nomor 4884);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2015 Nomor 246 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Kerja Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 25);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5887)

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036).

11. Peraturan Daerah Kabupaten Jayawijaya Nomor 03 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Urusan Pemerintah yang menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jayawijaya 12. Peraturan Daerah Kabupaten Jayawijaya Nomor Tahun

(3)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN JAYAWIJAYA

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :

1. Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom;

2. Bupati ialah Bupati Jayawijaya;

3. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya yang selanjutnya disebut SEKDA;

4. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya;

5. Kepala Badan adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya;

6. Sekretariat adalah Sekretariat pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya;

7. Bidang adalah Bidang pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya;

8. Sub Bagian adalah Sub Bagian pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya;

9. Sub Bidang adalah Sub Bidang pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya;

10. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Aparatur Sipil Negara yang diberi tugas, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan profesinya dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas organisasi perangkat daerah;

(4)

BAB II

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI Bagian Pertama

Kedudukan Pasal 2

(1)Badan Kesatuan Bangsa dan Politik adalah unsur penunjang yang melaksanakan urusan pemerintahan umum di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.

(2)Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Bagian Kedua Tugas Pokok

Pasal 3

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas melaksanakan urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri yang menjadi kewenangannya.

Bagian Ketiga Fungsi Pasal 4

Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimanan tersebut pada Pasal 3 Peraturan Bupati ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai fungsi: a. Penyusunan kebijakan teknis dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam

negeri.

b. Pelaksanaan tugas dukungan teknis dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.

c. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis dibidang bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.

d. Pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang urusan pemerintahan umum dibidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas

(5)

BAB III ORGANISASI Bagian Pertama Susunan Organisasi

Pasal 5

(1) Susunan Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri dari: a. Kepala

b. Sekretariat, membawahi :

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 2. Sub Bagian Keuangan

3. Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi

c. Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, membawahi

1. Sub Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan 2. Sub Bidang Pembinaan Karakter Bangsa

d. Bidang Politik Dalam Negeri, membawahi :

1. Sub Bidang Pengembangan Budaya dan Etika Politik 2. Sub Bidang Fasilitasi Partai Politik dan Pemilu

e. Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan, membawahi :

1. Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya 2. Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan

f. Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, membawahi : 1. Sub Bidang Penanganan Konflik

2. Sub Bidang Kewaspadaan Dini, Analisis Evaluasi Informasi dan Kebijakan Strategi

g. Kelompok Jabatan Fungsional h.UPTD

(6)

Bagian Kedua

Bidang Tugas Unsur-Unsur Organisasi Paragraf 1

Kepala Badan Pasal 6

(1) Kepala Badan mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan badan dalam melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintah umum bidang kesatuan bangsa dan politik yang menjadi kewenangan daerah kabupaten.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyelenggarakan fungsi :

a. Penetapan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan dibidang bina idelogi wawasan kebangsaan dan karakter bangsa.

b. Penetapan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan dibidang politik dalam negeri.

c. Penetapan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan dibidang ketahanan ekonomi, sosial budaya dan organisasi kemasyarakatan

d. Penetapan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan bidang penanganan konflik dan kewaspadaan nasional.

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 2 Sekretariat

Pasal 7

(1)Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang administrasi umum, kepegawaian, rumah tangga, keuangan, perencanaan dan evaluasi.

(2)Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi :

(7)

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang keuangan badan;

c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang perencanaan dan evaluasibadan;

d. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

(3) Sekretariat membawahi :

a. Sub Bagian Umum dan Kepagawaian b. Sub Bagian Keuangan

c. Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi

Pasal 8

(1)Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok Membantu sebagian tugas Sekretaris dalam bidang pelayanan administrasi umum, kerumahtanggaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian.;

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

a. menyusun bahan perumusan kebijakan di bidang administrasi umum dan kepegawaian;

b. menyusun bahan pelaksanaan kebijakan di bidang administrasi umum dan kepegawaian;

c. menyusun bahan penyusunan norma, standar dan prosedur di bidang administrasi umum dan kepegawaian;

d. melaksanakan administrasi persuratan, kearsipan dan pengelolaan kepustakaan;

e. mengelola sarana dan prasarana perkantoran melakukan urusan rumah tanga, kerotokolan dan kehumasan Dinas;

(8)

g. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan, pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan, inventarisasi, pemusnahan dan penghapusan barang;

h. menyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

i. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 9

(1)Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas Sekretaris dalam bidang pengelolaan urusan keuangan.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

a. menyusun bahan perumusan kebijakan di bidang keuangan; b. menyusun bahan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan;

c. menyusun bahan penyusunan norma, standar dan prosedur di bidang keuangan;

d. melakukan verifikasi pertanggungjawaban keuangan, akuntansi dan pelaporan;

e. mengumpulkan bahan dan mengoordinasikan laporan hasil pemeriksaan pengawasan fungsional;

f. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas sub bagian keuangan dan memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

g.melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 10

(9)

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

a. menyusun bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi, tatalaksana dan kerja sama;

b. menyusun bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi, tatalaksana dan kerja sama;

c. menyusun bahan penyusunan norma, standar dan prosedur di bidang perencanaan dan evaluasi, tatalaksana dan kerja sama;

d. Menyusun dokumen perencanaan, meliputi Renstra, Rencana kerja, RKA, RKT, serta LAKIP dan LPPD Badan;

e. menyiapkan bahan, mengoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan tatalaksana dan kerjasama;

f. menyiapkan bahan perumusan bahan koordinasi bidang perencanaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan instansi terkait baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota dan lintas sektoral;

g. menyiapkan bahan data dan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik;

h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi serta memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

i. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Paragraf 3

Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Pasal 11

(10)

(2)Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang pembinaa karakter bangsa;

c. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

(3)Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Badan.

(4) Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, membawahi :

a. Sub Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan; b. Sub Bidang Pembinaan Karakter Bangsa;

Pasal 12

(1)Sub Bidang Bina Ideologi Dan Wawasan Kebangsaan mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas kepala Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa dalam bidang ketahanan ideologi negara. (2)Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

Sub Bidang Bina Ideologi Dan Wawasan Kebangsaan mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

a. mengumpulkan bahan penyusunan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan;

b. mengumpulkan, mensistemasikan dan mengolah data dalam bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan;

c. menyusun rencana pelaksanaan program dan kegiatan bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan;

d. menyiapkan bahan pelaksanaan pemetaan kondisi, pemantapan dan penguatan ketahanan ideologi Negara dan wawasan kebangsaan;

(11)

serta penanganan dampak perkembangan ideologi dan perubahan lingkungan global dan regional terhadap kehidupan nasional di wilayah kabupaten;

f. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian pendidikan ideologi dan wawasan kebangsaan di wilayah Kabupaten; g. menyiapkan bahan dan pengkoordinasian pembinaan kesadaran,

semangat dan jiwa nasionalisme, pembauran kebangsaan dan pelestarian Bhineka Tunggal Ika serta peningkatan ketahanan dan pemeliharan integrasi bangsa dan keutuhan negara kesatuan di wilayah kabupaten;

h. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan, pengkoordinasian, penelitian, pemantauan, bimbingan survei, pengembangan dan evaluasi serta pengawasan kegiatan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di Distrik, Kelurahan, Kampung dan masyarakat bidang ketahanan ideologi negara;

i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas sub bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan, memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan; j. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas

pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 13

(1) Sub Bidang Pembinaan karakter bangsa mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas kepala Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa dalam bidang karakter bangsa, bela negara, nilai-nilai sejarah dan penghargaan kebangsaan.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang Pembinaan Karakter Bangsa mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

a. mengumpulkan bahan penyusunan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang pembinaan karakter bangsa;

b. mengumpulkan, mensistemasikan dan mengolah data dalam bidang pembinaan karakter bangsa;

(12)

d. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian pembentukan dan pengembangan karakter bangsa karakter bangsa, bela negara, pemahaman sejarah kebangsaan dan nilai-nilai perjuangan kebangsaan;

e. menyiapkan bahan dan pengkoordinasian penanaman, pengamalan, revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai pancasila di wilayah kabupaten; f. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian

penanaman kecintaan terhadap bendera, bahasa dan lambing Negara serta lagu kebangsaan Indonesia sebagai sarana pemersatu, identitas dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan Negara di wilayah kabupaten;

g. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian kegiatan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Distrik, Kelurahan, Kampung dan masyarakat dibidang karakter bangsa, bela negara, nilai-nilai sejarah dan penghargaan kebangsaan. h. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian

kegiatan peningkatan kapasitas aparatur di bidang karakter bangsa, bela negara, nilai-nilai sejarah dan penghargaan kebangsaan.

i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas bidang Pembinaan Karakter Bangsa, memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

j. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Paragraf 4

Bidang Politik Dalam Negeri Pasal 14

(1) Bidang Politik Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang pengembangan budaya dan etika serta fasilitasi partai politik dan pemilu.

(13)

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengembangan budaya dan etika politik;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang fasilitasi partai politik dan pemilu.

c. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), Bidang Politik Dalam Negeri secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Badan.

(4) Bidang Politik Dalam Negeri, membawahi :

a. Sub Bidang Pengembangan Budaya dan Etika Politik b. Sub Bidang Fasilitasi Partai Politik dan Pemilu

Pasal 15

(1) Sub Bidang Pengembangan Budaya Dan Etika Politik mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas kepala bidang Politik Dalam Negeri dalam bidang sistem dan implementasi politik.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang Pengembangan Budaya Dan Etika Politik mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

a. mengumpulkan bahan penyusunan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang pengembangan budaya dan etika politik;

b. mengumpulkan, mensistemasikan dan mengolah data dalam bidang pengembangan budaya dan etika politik;

c. menyusun rencana pelaksanaan program dan kegiatan bidang pengembangan budaya dan etika politik;

d. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian peningkatan pemahaman mengenai demokrasi yang berdasarkan pancasila, partisipasi masyarakat dan perempuan di bidang politik; e. menyiapkan bahan fasilitasi pendidikan politik dan peningkatan

pemahaman mengenai etika dan budaya politik di wilayah kabupaten; f. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian

(14)

g. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian kegiatan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Distrik, Kelurahan, Kampung dan masyarakat bidang sistem dan implementasi politik;

h. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasiaan penyusunan kegiatan implementasi politik, penelitian, pemantauan dan pengembangan politik, interaksi antar partai politik serta koordinasi eksekutif dan partai politik;

i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Pengembangan Budaya Dan Etika Politik, memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

j. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 16

(1) Sub Bidang Fasilitasi Partai Politik Dan Pemilu mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas kepala bidang Politik Dalam Negeri dalam bidang pendidikan politik, fasilitasi pemilihan umum, presiden, kepala daerah dan legislatif

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang Fasilitasi Partai Politik Dan Pemilu mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

a. mengumpulkan bahan penyusunan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang fasilitasi partai politik dan pemilu;

b. mengumpulkan, mensistemasikan dan mengolah data dalam bidang fasilitasi partai politik dan pemilu;

c. menyusun rencana pelaksanaan program dan kegiatan bidang fasilitasi partai politik dan pemilu;

d. menyiapkan bahan perencanaan dan pengaturan fasilitasi peningkatan kapasitas kelembagaan partai politik, penanganan masalah dinamika politik dalam negeri dan verifikasi keberadaan partai politik sebagai badan hukum di wilayah kabupaten;

(15)

f. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian kegiatan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Distrik, Kelurahan, Kampung dan masyarakat bidang pendidikan politik, fasilitasi pemilu, presiden, kepala daerah dan legislatif;

g. menyiapkan bahan pemantauan pelaksanaan pemilihan umum Presiden Dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Kepala Daerah serta perkembangan politik dalam negeri di wilayah kabupaten; h. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Fasilitasi

Partai Politik dan Pemilu, memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

i. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Paragraf 5

Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan

Pasal 17

(1) Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan ekonomi, sosial budaya dan organisasi kemasyarakatan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang ketahanan ekonomi, sosial dan budaya;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang organisasi kemasyarakatan;

(16)

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Badan.

(4) Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan, membawahi :

a. Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya b. Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan

Pasal 18

(1) Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Dan Budaya mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas kepala idang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan dalam bidang ketahanan ekonomi, sosial dan budaya terhadap tenaga kerja, orang asing dan lembaga asing. (2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Dan Budaya mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

a. mengumpulkan bahan penyusunan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang ketahanan ekonomi, sosial dan budaya;

b. mengumpulkan, mensistemasikan dan mengolah data dalam bidang ketahanan ekonomi, sosial dan budaya;

c. menyusun rencana pelaksanaan program dan kegiatan bidang ketahanan ekonomi, sosial dan budaya;

d. menyiapkan bahan pemetaan ketahanan lingkungan hidup dan sumber daya alam, ketahanan ekonomi, ketahanan social dan ketahanan seni budaya;

e. menyiapkan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi ketahanan lingkungan hidup dan sumber daya alam, ketahanan ekonomi makro dan ketahanan ekonomia mikro serta perubahan sosial yang berdampak pada stabilitas pemerintahan dalam negeri di wilayah kabupaten;

f. menyiapkan bahan pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penanganan kerawanan sosial;

g. menyiapkan bahan pelaksanaan ketahanan seni dan budaya yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa;

(17)

i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Dan Budaya, memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan; j. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas

pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 19

(1) Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan dalam bidang organisasi masyarakat dan penanganan masalah sosial kemasyarakatan.

(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

a. mengumpulkan bahan penyusunan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang organisasi kemasyarakatan dan penanganan masalah sosial kemasyarakatan;

b. mengumpulkan, mensistemasikan dan mengolah data dalam bidang organisasi kemasyarakatan dan penanganan masalah sosial kemasyarakatan;

c. menyusun rencana pelaksanaan program dan kegiatan bidang organisasi kemasyarakatan;

d. menyiapkan bahan pemetaan kemasyarakatan, kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan di wilayah kabupaten;

e. menyiapkan bahan fasilitasi dan koordinasi kerukunan antar umat beragama dan penghayat kepercayaan di wilayah kabupaten;

f. menyiapkan bahan pelaksanaan dan fasilitasi komunikasi sosial kemasyarakatan dan penanganan penyakit masyarakat yang berdampak pada ketahanan nasional di wilayah kabupaten;

g. menyiapkan bahan pelaksanaan pelayanan pendaftaran, pemetaan, pembinaan dan pengawasan organisasi kemasarakatan, organisasi kemasyarakatan asing dan lembaga asing serta pengelolaan sistem informasi organisasi kemasyarakatan;

(18)

memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

b. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Paragraf 6

Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Pasal 20

(1) Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang penanganan konflik, kewaspadaan dini, analisis evaluasi informasi dan kebijakan strategi.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional menyelenggarakan fungsi: a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan

kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang penanganan konflik;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang kewaspadaan dan kebijakan strategi;

c. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Badan.

(4) Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, membawahi : a. Sub Bidang Penanganan Konflik

b. Sub Bidang Kewaspadaan Dini, Analisis Evaluasi Informasi dan Kebijakan Strategi

Pasal 21

(1) Sub Bidang Penanganan konflik mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas kepala bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional dalam bidang penanganan konflik.

(19)

a. mengumpulkan bahan penyusunan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang penanganan konflik;

b. mengumpulkan, mensistemasikan dan mengolah data dalam bidang penanganan konflik;

c. menyusun rencana pelaksanaan program dan kegiatan bidang perencanaan penanganan konflik;

d. menyiapkan bahan pemetaan penanganan konflik di wilayah kabupaten;

e. menyiapkan bahan pelaksanaan koordinasi, monitoring dan evaluasi pencehahan konflik, penghentian konflik dan pemulihan pasca konflik sesuai ketentuan perundang-undangan;

f. menyiapkan bahan pelaksanaan temu cepat dan lapor cepat serta cegah dini yang berkaitan dengan kemungkinan terjadinya konflik baik vertikal maupun horizontal;

g. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian pemantauan, menganalisa dan mengevaluasi serta memberikan informasi kepada pimpinan/instansi terkait hal-hal penyebab terjadinya konflik;

h. menyiapkan bahan perencanaan, pengaturan dan pengkoordinasian kegiatan pembinaan sosialisasi kepada masyarakat hal-hal yang berkaitan potensi konflik baik konflik vertikal maupun horizontal;

i. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Penanganan konflik, memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

j. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 22

(1) Sub Bidang Kewaspadaan Dini, Analisis Evaluasi Informasi Dan Kebijakan Strategi mempunyai tugas pokok membantu sebagian tugas kepala bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional dalam bidang kewaspadaan dini, analisis evaluasi informasi dan kebijakan strategi.

(20)

a. mengumpulkan bahan penyusunan, pedoman dan petunjuk teknis dibidang kewaspadaan dini, analisis evaluasi informasi dan kebijakan strategi;

b. mengumpulkan, mensistemasikan dan mengolah data dalam bidang kewaspadaan dini, analisis evaluasi informasi dan kebijakan strategi; c. menyusun rencana pelaksanaan program dan kegiatan bidang

kewaspadaan dini, analisis evaluasi informasi dan kebijakan strategi; d. menyiapkan bahan pemetaan kondisi stabilitas keamanan dalam

negeri, dampak teknologi dan informasi serta keberadaan dan aktivitas orang asing;

e. menyiapkan bahan pelaksanaan kerja sama dalam peningkatan stabilitas keamanan negeri dan pengembangan sumber daya manusia bidang intelijen;

f. menyiapkan bahan pelaksanaan deteksi dini, pengolahan data, penyeleksian, pengintegrasian data, menyusun analisis dan evalausi mengenai informasi stategik dan kebijakan strategik serta perkiraan keadaan di wilayah kabupaten;

g. menyiapkan bahan peningkatan kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi dan informasi;

h. menyiapkan bahan pelaksanan pembinaan forum kewaspadaan dini masyarakat;

i. menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi dan koordinasi pelaksanaan penelitian asing dan pelaksanaan kerja sama pengawasan dan pengamanan orang asing dan tenaga kerja asing di wilayah kabupaten; j. menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas Sub Bidang Kewaspadaan

Dini, Analisis Evaluasi Informasi Dan Kebijakan Strategi, memberikan saran pertimbangan kepada atasan sebagai bahan perumusan kebijakan, melakukan pembinaan dan memberikan motivasi, arahan serta penilaian terhadap kinerja bawahan;

(21)

Paragraf 7

Unit Pelaksana Teknis Pasal 23

(1)Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang di lapangan, maka di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sesuai kebutuhan dan beban kerja atas usul Kepala Badan;

(2)Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan sesuai lingkup tugasnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(3)Uraian tugas Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), akan diatur tersendiri bersamaan dengan pembentukan organisasi Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Paragraf 8

Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 24

(1)Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan;

(2)Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana ayat (1) pasal ini, dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk yang berada dibawah dan bertangggung jawab kepada Kepala Badan;

(3)Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana tersebut pada ayat (1) pasal ini ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja;

(4)Jenis dan Jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana tersebut pada ayat (1), diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(5)Uraian tugas kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud ayat (1), adalah sebagai berikut :

a. menjabarkan program kerja yang diberikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

b. melaksanakan tugas dan pekerjaan sesuai dengan jabatan/bidang tugas dan keahlian yang dimiliki.

c. memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan baik diminta ataupun tidak diminta sesuai lingkup tugas dan keahliannya. d. mengadakan koordinasi dan sinkronisasi dengan unit kerja lainnya di

(22)

e. menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan bidang tugasnya dan menyusun saran tindak lanjut.

f. membuat laporan baik lisan maupun tertulis kepada Kepala Badan sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya.

g. melaksanakan tugas lian yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai ketentuan yang berlaku.

BAB IV TATA KERJA

Paragraf 1 Umum Pasal 25

(1) Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pimpinan satuan unit organisasi di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungannya serta dengan instansi lain sesuai tugas masing-masing.

(2) Setiap pimpinan satuan unit organisasi wajib mengawasi bawahan dan apabila terjadi penyimpangan wajib mengambil kangkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(3) Setiap pimpinan satuan unit organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

(4) Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pimpinan satuan unit organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan dan pembinaan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.

Paragraf 2 Pelaporan Pasal 26

(1) Setiap pimpinan satuan unit organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan serta menyampaikan laporan berkala pada waktunya.

(23)

menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

(3) Kepala, Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Sub Bidang dan Kepala Sub Bagian wajib menyampaikan laporan berkala kepada atasan masing-masing.

(4) Dalam menyampaikan laporan kepada atasannya, tembusan laporan lengkap dengan semua lampirannya disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

Paragraf 3 Hal Mewakili

Pasal 27

Dalam hal Kepala berhalangan menjalankan tugasnya, Kepala dapat menunjuk Sekretaris dan dalam hal Sekretaris berhalangan pula, Kepala dapat menunjung salah seorang Kepala Bidang dengan memperhatikan senioritas kepangkatannya dan atau sesuai dengan bidang tugasnya.

BAB V KEPEGAWAIAN

Pasal 28

(1) Kepala diangkat dan diberhentikan oleh Bupati

(2) kepala berkewajiban dan bertanggung jawab dalam mempersiapkan bahan penentuan kebijakan Bupati di bidang kepegawaian

(3) Ketentuan-ketentuan lain mengenai masalah kepegawaian diatur sesuai Pertauran perundang-Undangan yang berlaku.

BAB VI PEMBIAYAAN

Pasal 29

(24)

BAB VII

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 30

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Bupati ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur dan ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Bupati dan Surat Keputusan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Pasal 31

Pada saat Peraturan Bupati mulai berlaku maka ketentuan yang mengatur tentang tugas pokok, fungsi dan tata kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud pada Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2011 Tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya dan peraturan lain yang bertentangan dengan Peraturan Bupati ini dinyatakan tidak berlaku lagi.

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 32

Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini segala ketentuan yang bertentangan dengan Peraturan ini dinyatakan tidak berlaku

Pasal 33

Peraturan Bupati ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahui, memerintahkan Pengudangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Jayawijaya.

Ditetapkan di Wamena Pada tanggal :17-11-2016

BUPATI JAYAWIJAYA

Cap/ttd

WEMPI WETIPO Diundangkan di Wamena

Pada tanggal 18 November 2016

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN JAYAWIJAYA, Cap/Ttd

YOHANES WALILO

NIP. 19700728 199712 1 001

BERITA DAERAH KABUPATEN JAYAWIJAYA TAHUN 2016 NOMOR 67 Untuk salinan yang sah

(25)

Referensi

Dokumen terkait

Dapat dilihat bahwa kelimpahan gastropoda di perairan Pantai Lola berkisar antara 4,10 – 0,02 ind/m 2 kelimpahan tertinggi terjadi pada jenis Cerithium zonatum

disita oleh negara untuk keperluan proses peradilan.” Dalam ketentuan Pasal 26 ayat (1) disebut bahwa “di tiap Ibukota Kabupaten/ Kotamadya dibentuk Rupbasan oleh Menteri.”

[r]

Konsumsi beras sebagai makanan pokok yang memiliki IG rendah bagi penderita diabetes melitus berguna untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah dikarenakan lambat

Nomor Peserta Nama Instansi Kota/Kab.. ANAWAI

terbaik untuk memenuhi tujuan proyek 2 Proses utamanya meliputi: • Perencanaan manajemen risiko • Mengidentifikasi risiko • Melakukan analisis risiko kualitatif •

Makalah ini menyajikan hubungan antara alat optimasi numerik yang diaplikasikan pada investasi dan teori preferensi, menggunakan fungsi risk avertion, dalam pembentukan

Nilai Manfaat Lanskap Sejarah dan Budaya Tugas Analisis. KAS VII