• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PBI TENTANG PERUBAHAN ATAS

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 8/10/PBI/2006 TENTANG PERLAKUAN KHUSUS TERHADAP KREDIT BANK

PASCA BENCANA ALAM DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN DAERAH SEKITARNYA DI PROPINSI JAWA TENGAH

1. Apa latar belakang penerbitan PBI?

Kinerja perbankan dan kondisi perekonomian di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan daerah sekitarnya di Propinsi Jawa Tengah masih belum sepenuhnya pulih sejak terjadinya gempa tanggal 27 Mei 2006 dan bahwa kondisi perbankan saat ini sedang dalam proses pemulihan terkait dampak krisis ekonomi global. Oleh karena itu salah satu upaya untuk mendukung pemulihan kinerja perbankan dan kondisi perekonomian di daerah tersebut adalah dengan memberikan perpanjangan perlakuan khusus dalam penetapan kualitas terhadap kredit bank dengan jumlah tertentu dan kredit yang direstrukturisasi

2. Apakah yang dimaksud dengan kredit yang direstrukturisasi dalam Pasal 3 PBI ini?

Kredit yang direstrukturisasi adalah kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank karena debitur mengalami permasalahan akibat dampak bencana alam tanggal 27 Mei 2006, sehingga kualitas kredit debitur menurun.

3. Bagaimanakah perlakuan khusus terhadap kualitas kredit bagi bank umum dan BPR yang direstrukturisasi?

(2)

4. Apa kewajiban bank terhadap kredit yang direstrukturisasi selama masa perpanjangan tersebut?

Bank wajib membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva (PPA) secara bertahap sebagai berikut:

a. paling kurang sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah kredit yang belum tertagih, pada akhir Desember 2009;

b. paling kurang sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah kredit yang belum tertagih, pada akhir Juni 2010; dan

c. paling kurang sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah kredit yang belum

tertagih, pada akhir Desember 2010.

5. Kapankah PBI ini berlaku?

Referensi

Dokumen terkait

Diprakirakan kinerja perekonomian pada triwulan mendatang dapat lebih baik dibandingkan triwulan laporan yang merupakan dampak positif dari kinerja berbagai sektor saat

Pada triwulan III 2010, kinerja perbankan Jakarta terus menunjukkan peningkatan dan risiko kredit tetap terkendali.. Perkembangan kegiatan intermediasi perbankan

Perkembangan positif perekonomian Kalimantan Tengah pada triwulan II-2009 dan penurunan suku bunga acuan BI-Rate sampai pada level 7,00% memberikan motivasi kepada pihak

Kondisi perekonomian Riau sampai dengan triwulan IV-2009 secara umum telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (yoy). Dengan

Pertumbuhan di sektor jasa-jasa diprediksi lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan pada triwulan sebelumnya, yang disebabkan oleh masih lemahnya kondisi

Dari sisi perbankan, secara umum kinerja sektor perbankan di Jawa Tengah (Bank Umum dan BPR) pada triwulan II-2010 (Data posisi Mei 2010) menunjukkan perkembangan

Berdasarkan kriteria tersebut dan mengingat masih rapuhnya sistem perbankan sebagai suatu jalur transmisi kebijakan moneter terpenting serta masih sangat rentannya

Pada bulan Januari, Bank Indonesia secara resmi mengeluarkan Paket Kebijakan Perbankan Januari 2006 sebagai bagian dari upaya untuk membuka ruang gerak perbankan agar dapat